Anda di halaman 1dari 42

Trichomoniasis (Keputihan)

6/26/2012

2 Comments

Definisi

Trichomoniasis adalah penyakit (wanita) yang disebabkan oleh infeksi protozoa


Trichomonas vaginalis, yaitu protozoa patogen yang umumnya ditemukan pada
saluran genita urinaria wanita, organisme ini dapat menyebabkan keputihan atau
flour albus atau leucorrhoea, dan dalam kondisi yang lebih parah akan terjadi
radang vagina atau vaginitis.

Penderita trichomoniasis dapat menularkan Trichomonas vaginalis pada


pasangan seksualnya melalui hubungan kelamin dan akan menyebabkan
terjadinya prostatitis atau uretritis non gonore pada pria.

Morfologi

Garcia dan Buckner (1996) menyebutkan bahwa Trichomonas vaginalis adalah


suatu organisme eukaryotik yang termasuk kelompok Mastigophora,
mempunyai flagel, dengan ordo Trichomonadida yang terdapat lebih dari 100
spesies, sebagian besar Trichomonas merupakan organisme komensal pada usus
mamalia dan burung. Terdapat 3 spesies yang sering ditemukan pada manusia
yaitu Trichomonas vaginalis yang merupakan parasit pada saluran genita
urinaria, Trichomonas tenax merupakan trichomonas non pathogen yang
ditemukan di rongga mulut dan gigi berlubang, serta Trichomonas hominis yang
hidup non pathogen pada usus besar.
Nama Trichomonas vaginalis sebenarnya salah, karena tidak hanya ditemukan
di uretra wanita tetapi tidak jarang ditemukan di uretra pria. Organisme ini
berbentuk oval/fusiform, atau seperti buah pir dengan panjang rata-rata 15µm
dengan tanda khas selalu berpindah tempat. Intinya terletak anterior, antara inti
dan permukaan ujung yang lebih luas terdapat 1 atau lebih setruktur yang
membulat yang disebut blepharoplasts dan dari tempat inilah keluar keempat
flagel. Flagel kelima berbentuk membran bergelombang yang berasal dari
kompleks kinetosomal dan terbentang sepanjang setengah dari organisme.

Trichomonas vaginalis tumbuh di lingkungan dengan suhu 35C-37C dengan pH


antara 4,9-7,5. Trichomonas vaginalis tidak menyerang jaringan di sebelah
bawah diding vagina, ia hanya ada di rongga vagina dan sangat jarang ditemui
di tempat lain. Lingkungan vagina sangat disukai oleh organisme ini. Ada 3
kemungkinan timbulnya spectrum klinis yang berbeda pada penyakit ini , yaitu:

1. Adanya variasi virulensi (kemampuan untuk menimbulkan infeksi)


intrinsic diantara strain Trichomonas yang berbeda.
2. Perbedaan kerentanan (peka) epitel vagina diantara penderita dan juga
pada penderita yang sama pada waktu yang lama.
3. Terdapat perbedaan lingkungan mikro vagina yang mempengaruhi gejala
klinisnya.

Pria yang terinfeksi Trichomonas vaginalis sebagian besar asimtomatik (tidak


tampak gejala klinisnya) dan respon radang pada uretra pria biasanya tidak
ditemukan, karena epitel kuboid pada uretra yang lebih resisten. Cara
menghilangkan Trichomonas vaginalis dari saluran urogenital pria belum
diketahui pasti, tetapi mungkin organisme hilang secara mekanik pada waktu
buang air kecil dan adanya seng di dalam cairan normal prostat dapat dengan
cepat membunuh Trichomonas vaginalis.

Patofisiologi

Trichomonas vaginalis menginfeksi sel epitel (dinding bagian dalam) vagina


sehingga terjadi proses kematian sel hospes (host-cell-death). Komponen yang
berperan dalam proses kematian sel tersebut adalah mikrofilamen dari
Trichomonas vaginalis. Selama proses invasi, Trichomonas vaginalis tidak
hanya merusak sel epitel namun juga eritrosit. Eritrosit mengandung kolesterol
dan asam lemak yang diperlukan bagi pembentukan membran trichomonad.
Proses pengikatan dan pengenalan trichomonad dengan sel epitel hospes
melibatkan spesifik dari Trichomonas vaginalis, yang dikenal dengan sistein
proteinase. Setelah proses pengikatan, akan timbul reaksi kaskade yang
mengakibatkan sitoktosisitas dan hemolisis pada sel epitel vagina sehingga
vagina mengeluarkan cairan putih berbau tidak sedap, vulva membengkak dan
terasa nyeri serta gatal-gatal (keputihan/flour albus/ leucorrhoea), bahkan
dalam kondisi lebih parah akan terjadi peradangan dan sangat gatal (vaginitis).

Penularan

Trichomonas vaginalis dapat menular melalui hubungan seksual, kloset duduk,


handuk, air mandi dan cairan vagina. Pada kloset duduk dan handuk atau pada
objek yang basah Trichomonas vaginalis dapat hidup selama 45 menit.

Gejala klinis

1. Keputihan/flour albus/leucorrhoea (pada wanita)


Vagina terasa gatal, mengeluarkan secret yang encer berwarna kuning
kehijauan, kadang-kadang disertai buih dengan bau yang abnormal, vulva yang
kemerahan dan membengkak.

2. Vaginitis (pada wanita)


Keputihan dengan kondisi yang lebih parah, juga sakit pada bagian dalam paha,
labio mayora berdarah, sangat gatal dan perih.

3. Uretritis (pada pria)


Kira-kira setengah dari kasus vaginitis trichomonalis juga mengenai uretra pria
akibat hubungan seksual, keadaan ini sering disebut uretritis dan bersifat
asimtomatik (tanpa gejala).

Pencegahan

1. Jangan mencuci vagina dengan sabun, karena sabun bersifat basa.


2. Gunakan celana dalam yang dapat menyerap keringat.
3. Jangan biarkan vagina dalam kondisi lembab.
4. Hindari penggunaan kloset duduk.
5. Hindari pemakaian handuk secara bersama-sama.
Leonie Vania

WELCOME TO MY WORDPRESS SITE!

Menu

Skip to content

SKALA PENGUKURAN

Maksud dari skala pengukuran adalah untuk mengklasifikasikan variabel yang


akan diukur supaya tidak terjadi kesalahan dalam menentukan analisis data dan
langkah penelitian. Jenis-jenis skala pengukuran sikap terbagi menjadi lima.
Skala sikap ini dikenal dengan skala interval dan ratio yang sering digunakan
untuk mengukur gejala dalam penelitian sosial. Para ahli sosiologi membedakan
dua tipe skala pengukuran menurut gejala sosial yang diukur, yaitu:

Skala pengukuran untuk mengukur perilaku susila dan kepribadian (skala sikap,
skala moral, test karakter, skala partisiasi sosial).

Skala pengukuran untuk mengukur berbagai aspek budaya lain dan lingkungan
sosial (skala mengukur status sosial ekonomi, lembaga-lembaga swadaya
masyarakat / sosial, kemasyarakatan, kondisi rumah tangga, dan lain
sebagainya).

Bentuk-bentuk skala sikap tersebut adalah

1. Skala Likert

Digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau


sekelompok tentang kejadian atau gejala sosial. Dalam penelitian gejala sosial
ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut
sebagai variabel penelitian.

Alternatif jawaban misalnya: Sangat Puas •; Puas •; Cukup Puas Ž ; Kurang


Puas •; Tidak Puas Œ ini ada sebagian ahli identik dengan skala ordinal, tetapi
juga ada yang berpendapat interval. Keduanya mempunya alasan yang kuat dan
tergantung persepsi masing-masing. Jika yang berpendapat skala interval tanpa
menggunakan transformasi (MSI), tetapi alternatif jawaban responden 1-5 ini
dikatakan ordinal, maka untuk persyaratan analisis parametik data ordinal
transformasi (MSI) ke data interval.

Dengan menggunakan Skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan
menjadi dimensi, dimensi dijabarkan menjadi sub variabel kemudian sub
variabel dijabarkan lagi menjadi indikator-indikator yang dapat diukur.
Akhirnya indikator-indikator yang terukur ini dapat dijadikan titik tolak untuk
membuat item instrument yang berupa pertanyaan atau pernyataan yang perlu
dijawab oleh responden. Setiap jawaban dihubungkan dengan bentuk
pernyataan atau dukungan sikap yang diungkapkan dengan kata-kata sebagai
berikut.

Pernyataan Positif

Sangat Setuju (SS) =•

Setuju (S) =•

Netral (N) =Ž

Tidak Setuju (TS) =•


Sangat Tidak Setuju (STS) =Œ

Pernyataan Negatif

Sangat Setuju (SS) =•

Setuju (S) =•

Netral (N) =Ž

Tidak Setuju (TS) =•

Sangat Tidak Setuju (STS) =Œ

Contoh Praktis: Pernyataan bentuk Checklist

Berilah jawaban pernyataan dengan tanda (ü) pada kolom yang tersedia sesuai
dengan pendapat saudara.

NO

Pernyataan

ALTERNATIF JAWABAN

SS

TS

STS

1.

Pedoman pembuatan struktur organisasi dewan penyantun Dana bencana alam


telah disosialisasikan.
ü

2.

Dana Sosial telah memiliki data sejumlah bencana alam di Indonesia yang telah
memiliki struktur organisasi permanen.

Keterangan:

Sangat Setuju (SS) =•

Setuju (S) =•

Netral (N) =Ž

Tidak Setuju (TS) =•

Sangat Tidak Setuju (STS) =Œ

Dalam hubungan teknik pengumpulan data angket, instrument tersebut


disebarkan kepada 70 responden, kemudian direkapitulasi. Dari data 70
responden, misalnya:
Menjawab • = 2 orang

Menjawab • = 8 orang

Menjawab Ž = 15 orang

Menjawab • = 25 orang

Menjawab Π= 20 orang

Cara menghitung skor dalam penelitian:

Jumlah skor untuk 2 orang menjawab • :2x5 = 10

Jumlah skor untuk 8 orang menjawab • :8x4 = 32

Jumlah skor untuk 15 orang menjawab Ž : 15 x 3 = 45

Jumlah skor untuk 25 orang menjawab • : 25 x 2 = 50

Jumlah skor untuk 20 orang menjawab Π: 20 x 1 = 20 +

Jumlah =
157
Jumlah skor ideal untuk item No.1 (skor tertinggi) = 5 x 70 = 350 (SS)

Jumlah skor rendah = 1 x 70 = 70 (STS)

Contoh pernyataan bentuk pilihan ganda:

Masyarakat bersifat proaktif dalam membantu berencana alam di Lapindo


Brantas Sidoarjo.

Sangat Setuju

Setuju

Netral

Tidak Setuju

Sangat Tidak Setuju

2. Skala Guttman

Merupakan skala kumulatif. Skala Guttman mengukur suatu dimensi saja dari
suatu variabel yang multidimensi. Skala Guttman disebut juga skala scalogram
yang sangat baik untuk meyakinkan peneliti tentang kesatuan dimensi dan sikap
atau sifat yang diteliti, yang sering disebut dengan atribut universal. Skala
Guttman ialah skala yang digunakan untuk jawaban yang bersifat jelas (tegas)
dan konsisten. Misalnya: Yakin – tidak yakin; ya – tidak; benar – salah; positif
– negative; pernah – belum pernah; setuju – tidak setuju; dan lain sebagainya.
Data yang diperoleh dapat berupa data interval atau ratio dikotomi. Perbedaan
dari Skala Likert dengan skala Guttman ialah kalau Skala Likert terdapat jarak
(interval): Ž , •, •, ‘ , atau ’ yaitu Sangat Benar (SB) sampai dengan Sangat
Tidak Benar (STB), sedangkan pada Skala Guttman hanya dua interval yaitu:
Benar (B) dan Salah (S).
Contoh:

Yakin atau tidakkah anda, pergantian presiden akan dapat mengatasi persoalan
bangsa:

1) Yakin

2) Tidak

Apakah komentar saudara, jika Gusdur diturunkan dai kepresidenan:

1) Setuju

2) Tidak Setuju

3. Skala Diferensial Semantik

Berisikan seranagkaian karakteristik bipolar (dua kutub), seperti: panas –


dingin; popular – tida popular; baik – tidak baik; dan sebagainya. Karakteristik
bipolar tersebut mempunyai tiga dimensi dasar sikap seseorang terhadap objek,
yaitu:

Potensi, yaitu kekuatan atau atraksi fisik suatu objek.

Evaluasi, yaitu hal-hal yang menguntungkan atau tidak menguntungkan suatu


objek.
Aktivitas, yaitu tingkatan gerakan suatu objek (Iskandar, 2000:154-155)

Pada skala perbedaan seamntik, responden diminta untuk menjawab atau


memberikan penilaian terhadap suatu konsep atau objek tertentu, misalnya
kinerja pegawai, peran pimpinan, gaya kepemimpinan, prosedur kerja,
produktivitas kerja, dan sebagainya. Skala ini menunjukkan suatu keadaan yang
saling bertentangan, misalnya ketat-longgar, sering dilakukan-tidak pernah
dilakukan, lemah-kuat, positif-negatif, buruk-baik, mendidik-menekan, aktif-
pasif, besar-kecil, dan sebagainya. Contoh: Berilah tanda (ü) pada skala yang
paling cocok dengan anda:

Kontrol orang tua terhadap hubungan seksual di luar nikah:

Ketat Longgar

Sering Dilakukan Tidak Pernah


Dilakukan
5

Lemah Kuat

Positif Negatif
5

Buruk Baik

Mendidik Menekan

Aktif Pasif

4. Rating Skala
Berdasarkan ke-3 skala pengukuran diatas, data yang diperoleh adalah data
kualitatif yang dikuantitatifkan. Sedangkan rating scale yaitu data mentah yang
didapat berupa angka kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif.

Dalam model rating scale, responden tidak menjawab data kualitatif yang sudah
tersedia tersebut, tetapi menjawab salah satu dari jawaban kuantitatif yang telah
disediakan. Dengan demikian bentuk rating scale lebih fleksibel, tidak terbatas
untuk pengukuran sikap saja, tetapi untuk mengukur persepsi responden
terhadap gejala atau fenomena lainnya misalnya skala untuk mengukur status
sosial ekonomi, IPTEK, instansi & lembaga, kinerja dosen, kegiatan PBM,
kepuasan pelanggan, produktifitas kerja, motivasui pegawai, dan lainnya.

Contoh:

Peneliti ingin mengetahui seberapa harmoniskah hubungan suami istri untuk


menciptakan keluarga sakinah. Berilah tanda lingkaran (O) pada angka yang
sudah disediakan:

No. Item

Pernyataan Tentang Menciptakan Keluarga Sakinah

Interval Jawaban

SB

B
CB

KB

STB

1. Masalah Agama

2
1

2. Manajemen Pendidikan Anak

3. Pengaturan Keuangan Keluarga

1
4. Perwujudan Kasih Sayang

5. Masalah Rekreasi

6. Memilih sahabat-sahabat

7. Aturan Rumah Tangga

8. Adat Kebiasaan


4

9. Pandangan Hidup

10. Cara Bergaul Dengan Keluarga Saudara


3

11. Pekerjaan Istri

12. Keintiman Hubungan Suami Istri

3
2

13. Pemeliharaan Anak

14. Pembagian Tugas Rumah Tangga


1

Intrumen tersebut apabila dijadikan angket kemudian disebarkan kepada 25


responden, sebelum dianalisis, maka dapat ditabulasikan (rekapitulasi data)
seperti jumlah skor kriterium (apabila setiap item mendapat skor tertinggi)
yaitu; = (skor tertinggi tiap item = 5) x (jumlah item = 14) x (jumlah responden
= 25) adalah 1750. Rekapitulasi jawaban 25 responden tentang Menciptakan
Keluarga Sakinah:

No. Responden

Jawaban Responden Untuk Item Nomor Ke…

Jumlah

6
7

10

11

12

13

14

1.

2
5

55
2.

5
4

62

3.

4
4

59

dst…

dst…
23.

5
5

68

24.

5
5

62

25.

4
4

60

Jumlah Skor Hasil Pengumpulan Data


1400

5. Skala Thurstone

Skala ini meminta responden untuk memilih pertanyaan yang ia setujui dari
beberapa pertanyaan yang menyajikan pandangan yang berbeda-beda. Pada
umumnya setiap item mempunyai asosiasi nilai antara 1 sampai dengan 10,
tetapi nilai-nilainya tidak diketahui oleh responden. Pemberian nilai ini
berdasarkan jumlah tertentu pernyataan yang dipilih oleh responden mengenai
angket tersebut.

Perbedaan antara skala Thurstone dan skala Likert ialah pada skala Thurstone
interval yang panjangnya sama memiliki intensitas kekuatan yang sama,
sedangkan pada skala Likert tidak perlu sama.

Contoh:

Merekrut Calon Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Tolong


pilihlah 5 dari 10 pernyataan yang sesuai dengan persepsi saudara:

Saya memilih pekerjaan sebagai dosen karena pekerjaan yang mulia dan
terhormat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.

Bila saya seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran, saya akan mengusulkan agar
mahasiswa Fakultas Kedokteran memakai simbol-simbol tertentu yang dapat
digunakan.
Saya merasa tersanjung bila saya lebih memiliki kemampuan dalam
mengajarkan sesuatu dari pada menguasai bidang studi saja.

Apa yang bisa dibanggakan oleh seorang dosen; bila gaji hanya pas-pasan,
berangkat mengajar jalan kaki, di kampus sering berhadapan tugas kerjaan
dengan masalah yang rumit dan mahasiswa yang bandel, dan lain-lain.

Senangnya menjadi dosen apabila berhasil mendemonstrasikan pelajaran


kepada mahasiswa yang menghadapi kesulitan di laboratorium.

Sebagai dosen, saya bangga karena dosenlah sebagai pewaris ilmuwan yang
mengajarkan para mahasiswa untuk dipersiapkan menjadi manusia yang
tangguh, berkualitas, kreatif dan professional untuk mengisi pembangunan
bangsa.

Semestinya gaji dosen lebih besar daripada gaji pegawai lain.

Apakah perlu dosen berbangga diri atas keberhasilan mahasiswa karena dosen
sendiri sering tidak pernah merasa diawasi oleh dekannya.

Sebaiknya dosen membimbing saya dengan sepenuh hati memberikan


keilmuannya, karena jika saya menjadi dosen pembimbing nanti akan mewarisi
ilmunya dan bisa dikembangkan sesuai dengan tuntutan zaman.

Jika saya mahasiswa Fakultas Kedokteran, saya akan menyembunyikan


identitas saya.

Berdasarkan pernyataan tersebut, dapat dianalisis dengan cara sebagai berikut:

No. Item Pernyataan

3
4

10

Nilai

10

8
9

Nilai Tertinggi: 6 + 7 + 8 + 9 + 10 = 40 → 40 : 5 = 8

Nilai Terendah: 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15 → 15 : 5 = 3

Kita sudah mengetahui bahwa data adalah hasil pengukuran suatu variabel. Kita
mengambil contoh jenis kelamin, data yang ada hanya dua kemungkinan, yaitu
lelaki atau perempuan. Data ini berupa atribut dan bukan angka. Data semacam
ini disebut data kualitatif. Selanjutnya, kita memperhati-kan peubah umur yang
datanya bisa berbentuk angka, misalnya 30 tahun, dan ini disebut data
kuantitatif.

Untuk bisa bekerja dengan statistika, semua data dinyatakan dalam bentuk
angka atau bilangan, termasuk data kualitatif. Pekerjaan mengkuantitatifkan
data adalah suatu proses pengukur-an. Hasil pengukuran dapat dibedakan atas
empat macam skala, yaituskala nominal, skala ordinal, skala interval, dan skala
rasio.

1. Skala Nominal
Skala nominal merupakan skala yang hanya membedakan kategori berdasarkan
jenisnya. Untuk contohnya adalah jenis kelamin yakni dapat dibedakan menjadi
laki-laki dan perempuan, dengan kode laki-laki = 1 sedangkan perempuan = 2.
Dalam hal ini tidak berarti perempuan yang berkode 2 ini lebih besar atau lebih
baik daripada laki-laki yang berkode 1. Selain itu, kita dapat mengkodekan
kategori agama, yakni 1 = Islam, 2 = Kristen, 3 = Katholik, 4 = Hindu, dan 5 =
Budha. Dapat juga kita menentukan kode lain seperti Budha = 1, Hindu = 2,
Katholik = 3, Kristen = 4, dan Islam = 5.

Dari hal tersebut dapat kita ketahui bahwa tidak ada sistem kodifikasi yang baku
dalam skala jenis nominal ini. Sehingga kode-kode tersebut dapat ditentukan
secara bebas oleh peneliti karena tidak mempengaruhi apapun. Skala nominal
hanya membedakan jenis dari jenis yang satu dan jenis yang lain dengan
pemberian angka atau simbol. Dan pemberian angka atau simbol ini tidak
memiliki arti kuantitatif melainkan hanya membedakan antarjenisnya. Skala
pengukuran nominal ini yang terpenting adalah kodifikasi yang berbeda antara
jenis yang satu dengan jenis lainnya. Dikarenakan skala nominal ini tidak
memiliki nilai (kuantitatif) maka tidak dapat diterapkan pada operasi hitung
dengan ilmu matematika seperti penjumlahan, pengurangan, pembagian, atau
perkalian. Untuk itu, peralatan statistik yang sesuai dengan skala jenis ini adalah
modus, Chi Square, distribusi frekuensi, median test, Friedman test, Korelasi
Kendall, Korelasi Rank Spearman, dan beberapa peralatan statistik non-
parametrik lainnya.

2. Skala Ordinal

Skala ordinal menunjukkan urutan (peringkat, tingkatan, atau ranking) di


samping berfungsi sebagai pengelompokan (skala nominal). Contohnya untuk
memberi tingkatan pada kepuasan konsumen, yakni angka 1 = sangat puas, 2 =
puas, 3 = kurang puas, 4 = tidak puas, 5 = sangat tidak puas. Atau bisa juga
diurutkan seperti 5 = sangat puas, 4 = puas, 3 = kurang puas, 2 = tidak puas, dan
1 = sangat tidak puas. Dalam contoh ini tidak berarti kriteria sangat puas
memiliki nilai 5 kali lebih banyak dari kriteria sangat tidak puas yang bernilai 1.
Dalam skala ordinal ini penyusunan haruslah secara berurutan, misalnya dari
besar ke kecil, atau dari kecil ke besar. Sehingga tidak boleh bila memberi kode
seperti contoh berikut 1 = sangat puas, 2 = sangat tidak puas, 3 = kurang puas,
dan seterusnya. Hal ini dikarenakan penyusunan kategori tersebut tidak
berurutan.

Dari penjelasan tersebut di atas dapat kita ketahui bahwa dalam skala ordinal
kode angka yang diberikan tidak dapat diterapkan dalam operasi hitung
matematika seperti perkalian, pembagian, penjumlahan, dan pengurangan.
Sehingga peralatan yang sesuai adalah statistik non parametrik seperti pada
skala jenis nominal yakni modus, Chi Square, distribusi frekuensi, median test,
Friedman test, Korelasi Kendall, Korelasi Rank Spearman, dan lain sebagainya.

3. Skala Interval

Skala interval merupakan skala pengukuran yang memiliki jarak yang sama
antara satu objek dengan yang lainnya dan jarak tersebut dapat diketahui dengan
pasti. Dapat kita ambil contoh dari suhu kota A = 40oC, B = 45oC, dan C =
50oC. Sehingga dapat kita ketahui bahwa suhu kota B lebih panas 5oC
dibandingkan suhu kota A, sedangkan suhu kota C lebih panas 5oC daripada
suhu kota B. Dapat diketahui jarak interval dari A-B-C adalah 5oC.

Perlu diketahui bahwa interval bukan sebagai kelipatan melainkan jarak antar
kedua objek adalah sama. Untuk contohnya dapat dilihat pada tabel berikut :

Data Nilai Ujian IPA Skor Nilai

Fandy A 4

Riska B 3

Lusi C 2

Mega D 1
Dari contoh tabel tersebut dapat diketahui nilai A=4, B=3, C=2, dan D=1.
Selisih nilai antara A dan B mempunyai selisih yang sama dengan nilai B dan C
serta selisih nilai antara C dan D. Tetapi tidak bisa dikatakan bila Fandy yang
memiliki nilai A berarti lebih pintar 4 kali dibandingkan dengan Mega yang
mempunyai nilai D. Atau Lusi lebih pintar daripada Mega, meskipun selisihnya
sama, tetapi tidak mempunyai nilai nol mutlak.

4. Skala Rasio

Variabel rasio sangat mirip dengan variabel interval; di samping sudah memiliki
semua sifat-sifat variabel interval, juga sudah bisa diidentifikasi titik nol mutlak,
sehingga memungkinkan menyatakan rasio atau perbandingandi antara kedua
nilai, misalnya x adalah dua kali lebih y. Contohnya adalah berat, tinggi,
panjang, usia, suhu dalam skala kelvin. Sebagai contoh, berat A = 70 kg, berat
B =35 kg, Berat C = 0 kg. Disini kita bisa membandingkan rasio, misalnya kita
bisa mengatakan bahwa berat A dua kali berat B. Berat C = 0 kg, artinya C tidak
mempunyai bobot. Angka 0 di sini jelas dan berarti dan angka 0 menunjukkan
nilai 0 mutlak.

Memang agak sedikit susah dalam membedakan antara skala interval dengan
rasio. Kuncinya adalah di angka 0, apakah nilai nol tersebut mutlak (berarti)
atau tidak? Sebagai contoh, suhu bisa berupa skala interval tapi bisa juga skala
rasio, tergantung pada skala pengukuran yang digunakan. Apabila kita
menggunakan skala Celcius atau Fahrenheit, termasuk skala interval, sedangkan
apabila Kelvin yang digunakan, suhu termasuk skala rasio. Mengapa? Karena
suhu 0 derajat Kelvin adalah mutlak! Kita tidak saja dapat mengatakan bahwa
suhu 200 derajat lebih tinggi daripada suhu 100 derajat, tetapi kita juga sudah
dapat menyatakan dengan pasti bahwa rasionya benar dua kali lebih tinggi.

Operator aritmetika yang bisa digunakan pada skala rasio adalah tanda “=”, “≠”,
“<”, “>”, “+”, “-”, “x” dan “÷”.
Misal nilai Berat A 70 kg, berat B = 35 kg.

Operator aritmetik “=”, “≠”, kita bisa mengatakan Berat A berbeda dengan
Berat B (A ≠ B);

Operator aritmetik “<”, “>”: A lebih berat dibanding B (A > B),

Operator Aritmetik “+”, “-”: Beda antara berat A dengan B = 35 kg (A – B = 70


– 35 = 35) kg,

Operator aritmetik “x” dan “÷”:A dua kali lebih berat dibanding B ( A = 2xB).

Contoh:

Waktu, panjang, tinggi, berat, usia

Kadar zat dan jumlah sel tertentu

Sumber:

http://www.dewinuryanti.com/2012/12/skala-nominal-ordinal-interval-rasio-
jenis-skala-dalam-statistik.html

http://idtesis.com/skala-pengukuran/

http://smartstat.wordpress.com/2010/02/20/skala-pengukuran-variabel/

Ridwan & Sunarto, H. (2009). Pengantar Statistika Untuk Penelitian


Pendidikan, Sosial, Ekonomi Komunikasi dan Bisnis. Bandung: Alfabeta.

SHARE THIS:

TwitterFacebook7Google
Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar

Nama *

Surel *

Situs web

Beri tahu saya komentar baru melalui email.

Cari

Statistik Blog

73,573 hits

BLOG DI WORDPRESS.COM.

:)