Anda di halaman 1dari 5

Siswa mampu menentukan prosedur K3

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)


1. Pengertian K3
Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah upaya dan pemikiran untuk menjamin
keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja untuk
meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja. Ada 3 macam unsur dalam K3antara lain:
- Keselamatan (Safety) adalah suatu keadaan selamat, bebas dari cidera atau resiko
bahaya
- Kesehatan (Health) adalah suatu keadaan kejiwaan dan fisik yang sehat dan bebas
dari ancaman penyakit akibat kerja
- Lingkungan (Environment) adalah suatu keadaan di sekitar tempat bekerja, termasuk
udara, air, tanah, sumber daya alam, flora, fauna, manusia dan interaksinya.
2. Tujuan K3
a. Melindungi pekerja dan orang lain di tempat kerja
b. Menjamin setiap sumber produksi dipakai secara aman dan efisien
c. Menjamin proses produksi berjalan lancar
3. Sasaran K3
a. Mencegah terjadinya kecelakaan
b. Mencegah timbulnya penyakit akibat pekerjaan
c. Mencegah/mengurangi kematian
d. Mencegah/mengurangi cacat tetap
e. Mengamankan material, konstruksi, pemakaian, pemeliharaan bangunan, alat-alat
kerja, mesin-mesin, instalasi listrik, dll.
f. Meningkatkan produktifitas kerja tanpa memeras tenaga kerja & menjamin
kehidupan produktifnya
g. Mencegah pemborosan tenaga kerja, modal, alat-alat, dan sumber-sumber produksi
lainnya sewaktu kerja
h. Menjamin tempat kerja yg sehat, bersih, nyaman & aman sehingga dapat
menimbulkan kegembiraan semangat kerja
i. Memperlancar, meningkatkan & mengamankan produksi, industri serta
pembangunan
4. Peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan K3
a. Undang Undang No. 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan Ketentuan Pokok Mengenai
Pokok Mengenai Tenaga Kerja. “Tiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan
atas keselamatan, kesehatan, kesusilaan, dan pemeliharaan moral kerja serta
perlakuan yang sesuai dengan martabat manusia dan moral agama”
b. Undang Undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Undang--undang ini
mengatur tentang keselamatan kerja di segala tempat kerja, baik di darat, di dalam
tanah, di permukaan air, di dalam air, maupun di udara yang berada di wilayah
kekuasaan hukum Republik hukum Republik Indonesia
c. UU No.12 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Dalam pasal 86 UU No.13 tahun
2003, dinyatakan bahwa setiap pekerja atau buruh mempunyai hak untuk
memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja, moral dan
kesusilaan dan perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat serta nilai-nilai
agama.

5. Lambang K3

Lambang K3 dan penjelasannya telah diatur dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja
Republik Indonesia No: 1135/men/1987 tentang Bendera Keselamatan dan Kesehatan
Kerja. Bentuk dan arti lambang K3 adalah sebagai berikut:
a. Bentuk lambang : palang dilingkari roda bergigi sebelas berwarna hijau di atas dasar
putih
b. Arti dan makna lambang :
a. Palang : bebas dari kecelakaan dan sakit akibat kerja
b. Roda gigi : bekerja dengan kesegaran jasmani dan rohani
c. Warna putih: bersih, suci.
d. Warna hijau: selamat, sehat dan sejahtera.
e. Sebelas gerigi roda: 11 bab dalam undang-undang Keselamatan Kerja

6. Alat Pelindung Diri (APD)

HELM
EAR MOF
CUKUR PENDEK
BAJU TERKANCING
SAMPAI ATAS

BAJU TERKANCING
RAPI
Sarung tangan

TANPA CINCIN &


KACAMATA ARLOJI

Sabuk pengaman

CELANA PANJANG
TERTUTUP

SEPATU TERTUTUP &


BERSOL BAIK
a. Pakaian kerja (Wearpack)
- Pakailah pakaian kerja yang kuat dan aman menutup tubuh lalu kancingkan
semuanya.
- Pakaian yang tidak dikancing, robek, dikeluarkan, atau sabuk tidak dikencangkan
dan tidak rapih bisa masuk ke dalam mesin yang berputar.
- Pakaian harus selalu bersih dan tidak bau agar tidak menghalangi pekerjaan.
- Pakailah celana panjang menutup sampai kaki dan tanpa kancing atau reseleting.
- Celana dengan kancing atau reseleting akan dapat menghantarkan arus listrik atau
menangkap percikan api bukan menahannya.
- Celana harus menutup sampai ke sepatu, tidak terlalu panjang (bisa tersandung)
dan tidak terlalu naik (betis terbuka dan tidak terlindungi).
b. Pelindung kepala (helm)
- Masukkan rambut yang panjang ke dalam helm.
- Cukurlah rambut bagi pria dan masukkan rambut ke dalam helm bagi wanita agar
tidak tersangkut ke dalam mesin bor atau mesin lain.
- Pakailah helm untuk melindungi kepala (bagian terpenting dari tubuh) dan gunakan
selalu pada pekerjaan proyek

c. Pelindung kaki (sepatu)


- Pakailah sepatu dengan sol yang baik (berisolasi baik) untuk mengurangi resiko
kejut listrik.
- Pakailah sepatu yang tertutup untuk melindungi dari panas, bahan-bahan terbakar
yang jatuh ke kaki, dan cukup kuat untuk menahan benda keras yang jatuh ke kaki.

d. Pelindung mata (kacamata)


Pakailah kacamata atau gelas pelindung wajah untuk melindungi muka dari percikan
api, debu, atau percikan bahan logam yang berbahaya

e. Pelindung tangan
- Pelindung Pakailah sarung tangan yang sesuai pada saat memegang benda panas,
cairan berbahaya, atau benda-benda tajam.
- Sarung tangan yang sudah robek-robek harus ditambal atau diganti supaya tidak
tersangkut ke mesin berputar dan membahayak tangan.
f. Pelindung wajah (Masker)
Pakailah masker apabila bekerja pada daerah dengan kadar debu yang sangat tinggi
atau pada tempat bergas / uap beracun, atau berkabut tebal

g. Pelindung telinga (Ear Plug / Ear Muff)


Berfungsi sebagai pelindung telinga pada saat bekerja di tempat yang bising.

h. Alat bantu pernafasan (Respirator )


Berfungsi sebagai penyaring udara yang dihirup saat bekerja di tempat dengan
kualitas
udara buruk (misal berdebu, beracun, dsb)

i. Sabuk pengaman
Gunakan sabuk pengaman yang baik dan benar (kencangkan dan kaitkan jangan
sampai terlepas) agar keselamatan pekerja di tempat yang tinggi dapat terjamin.
Diwajibkan menggunakan alat ini di ketinggian lebih dari 1,8 meter
7. Rambu-rambu K3
Rambu-rambu sangat penting diperhatikan agar terhindar dari kecelakaan di tempat
kerja. Warna dasar rambu-rambu keselamatan kerja dibagi menjadi 4 warna yaitu:
1. Kuning (Peringatan)
2. Biru (Petunjuk Keselamatan)
3. Hijau (Informasi)
4. Merah (Larangan)