Anda di halaman 1dari 1

'Peran Keluarga Dalam Pembangunan Budaya Anti Korupsi (Studi Kasus: Kota Yogyakarta

dan Kota Solo)'.

Pendekatan Keluarga dalam Pencegahan Korupsi

Transparency International Indonesia (TII) mengumumkan skor Indeks


Persepsi Korupsi atau Corruption Perception Index (CPI) Indonesia Tahun 2017. Dari skor
tertinggi 100, Indonesia berada pada skor 37. Indonesia juga menempati peringkat 96 dari
180 negara yang disurvei di seluruh dunia. Angka 37 sama dengan perolehan skor di tahun
2016. Hal ini menunjukkan stagnasi upaya berbagai pihak, khususnya pemerintah, kalangan
politisi dan pebisnis, dalam usaha pencegahan dan pemberantasan korupsi di lndonesia. Jika
dilihat dalam rentang 0 sampai 100, jika 0 itu dipersepsikan sangat korupsi dan 100 bisa
dipersepsikan bersih dari korupsi, maka 37 bisa dibilang sebagai sebuah angka yang fragile.
Kita masih butuh banyak perjuangan menuju average clean of corruption.

Gerakan sosial Pemberantasan Korupsi menjadikan masyarakat sebagai sasaran utama


sekaligus sebagai pelaku atau penggeraknya. Entitas masyarakat yang memiliki peran
signifikan dalam membangun budaya. Keluarga merupakan tujuan terhadap harapan, tuntutan
dan keinginan dari sistem sosial yang lebih besar. Keluarga juga merupakan pendukung
kekuatan potensial bagi suatu generasi sebagai gambaran alternatif di masa yang akan datang.
Jadi, keluarga merupakan entitas yang sangat penting untuk membangun budaya anti korupsi
di Indonesia.