Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

AYUNAN SEDERHANA
Diajukan guna memenuhi tugas praktikum mata pelajaran Fisika yang
dibimbing oleh :

Islah Firdaus, S.Si

Disusun oleh :
Amira Riszki Hidayat
Rahmaria Safetri
Muthia Rayhani Oktavia
Ulfa Wahyuni

XI IPA 4

SMA ADABIAH PADANG


TAHUN AJARAN 2013 / 2014
A. Tujuan
1. Untuk mengamati perioda osilasi bandul.
2. Menentukan besar percepatan gravitasi bumi di suatu tempat.
3. Menentukan hubungan antara waktu getar dan panjang ayunan.

B. Teori Dasar
Gerak harmonik sederhana adalah gerak bolak - balik benda melalui suatu titik
keseimbangan tertentu dengan banyaknya getaran benda dalam setiap sekon selalu
konstan. Pada dasarnya gerak harmonik sederhana dibagi menjadi 2 yaitu:
 Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Linier, misalnya penghisap dalam
silinder gas, gerak osilasi air raksa / air dalam pipa U, gerak horizontal /
vertikal dari pegas, dan sebagainya.
 Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Angular, misalnya gerak bandul/
bandul fisis, osilasi ayunan torsi, dan sebagainya.
Gerak harmonik pada bandul yaitu ketika beban digantungkan pada ayunan dan
tidak diberikan gaya, maka benda akan diam di titik keseimbangan B. Jika beban
ditarik ke titik A dan dilepaskan, maka beban akan bergerak ke B, C, lalu kembali
lagi ke A. Gerakan beban akan terjadi berulang secara periodik, dengan kata lain
beban pada ayunan di atas melakukan gerak harmonik sederhana.

A. Besaran Fisika pada Ayunan Bandul


Periode (T)
Benda yang bergerak harmonis sederhana pada ayunan sederhana memiliki
periode. Periode ayunan (T) adalah waktu yang diperlukan benda untuk
melakukan satu getaran. Benda dikatakan melakukan satu getaran jika benda
bergerak dari titik di mana benda tersebut mulai bergerak dan kembali lagi ke titik
tersebut. Satuan periode adalah sekon atau detik.
Frekuensi (f)
Frekuensi adalah banyaknya getaran yang dilakukan oleh benda selama satu detik,
yang dimaksudkan dengan getaran di sini adalah getaran lengkap. Satuan
frekuensi adalah hertz.
Hubungan antara Periode dan Frekuensi
Frekuensi adalah banyaknya getaran yang terjadi selama satu detik. Dengan
demikian selang waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu getaran adalah:

Selang waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu getaran adalah periode.
Dengan demikian, secara matematis hubungan antara periode dan frekuensi adalah
sebagai berikut:

Amplitudo
Pada ayunan sederhana, selain periode dan frekuensi, terdapat juga amplitudo.
Amplitudo adalah perpindahan maksimum dari titik kesetimbangan.

B. Gaya Pemulih pada Ayunan Bandul Matematis


Ayunan matematis merupakan suatu partikel massa yang tergantung pada suatu
titik tetap pada seutas tali, di mana massa tali dapat diabaikan dan tali tidak dapat
bertambah panjang. Dari gambar tersebut, terdapat sebuah beban bermassa
tergantung pada seutas kawat halus sepanjang dan massanya dapat diabaikan.
Apabila bandul itu bergerak vertikal dengan membentuk sudut, gaya pemulih
bandul tersebut adalah. Secara matematis dapat dituliskan:

Oleh karena

, maka :
C. Alat dan Bahan
1. Beban 100 gram dan 300 gram
2. Benang jahit 120 cm dan 70 cm
3. Mistar
4. Meteran
5. Timbangan
6. Plastisin
7. Plastik
8. Stopwach

D. Cara Kerja
1. Siapkan semua bahan yang akan dijadikan untuk praktikum.
2. Timbang 2 buah batu atau beban dengan massa 100 gr dan 300 gr. Apabila
berat batu tidak mencukupi tambahkan dengan plastisin.
3. Ukur 2 buah benang dengan panjang 120 cm dan 70 cm.
4. Masukkan batu kedalam plastik, setelah itu ikatkan dengan benang. Dengan
massa dan panjang benang masing-masing.
5. Gantung batu pada paku yang telah ditancapkan ke dinding.
6. Cari simpangan rata-rata sepanjang 10 cm dari bawah benang yang digantung.
7. Tarik batu kesamping sejajar dengan simpangan rata-rata. Lalu cari perioda
sebanyak 3 getaran, 5 getaran dan 7 getaran.
8. Untuk mencari waktu gunakan stopwach.
9. Setelah dapat waktu dari stopwach, catatlah kedalam tabel pengamatan.

E. Hasil Pengamatan
Percobaan 1: panjang tali 1m

Massa Banyak getaran Waktu (t)


3 getaran 5,67
100g 5 getaran 9,56
7 getaran 12,27

Percobaan 2: panjang tali 50 cm

Massa Banyak getaran Waktu (t)


3 getaran 4,69
100g 5 getaran 7,11
7 getaran 9,59

Percobaan 3: panjang tali 1m


Massa Banyak getaran Waktu (t)
3 getaran 5,67
300g 5 getaran 8,80
7 getaran 13,68

Percobaan 4: panjang tali 50 cm

Massa Banyak getaran Waktu (t)


3 getaran 4,20
300g 5 getaran 6,25
7 getaran 9,20

F. Analisis Data
Percobaan 1: panjang tali 1m

Massa Banyak getaran Waktu (t) Perioda (s)


3 getaran 5,67 5,67
= 1,89
100 g 3
s
5 getaran 9,56 9,56
=
5
1,912 s
7 getaran 12,77 12,77
=
7
1,82 s

Percobaan 2: panjang tali 50 cm

Massa Banyak getaran Waktu (t) Perioda (s)


3 getaran 4,69 4,69
= 1,56
100 g 3
s
5 getaran 7,11 7,11
=
5
1,422 s
7 getaran 9,59 9,59
= 1,37
7
s

Percobaan 3: panjang tali 1m

Massa Banyak getaran Waktu (t) Perioda (s)


3 getaran 5,67 5,67
= 1,89
300 g 3
s
5 getaran 8,80 8,80
= 1,76
5
s
7 getaran 13,68 13,68
=
7
1,95 s

Percobaan 4: panjang tali 50 cm

Massa Banyak getaran Waktu (t) Perioda (s)


3 getaran 4,20 4,20
= 1,4 s
50 g 3
5 getaran 6,25 6,25
= 1,25
5
s
7 getaran 9,20 9,20
= 1,31
7
s

G. Kesimpulan
Setelah melakukan dua percobaan, didapatkan dua kesimpulan mengenai
pengaruh massa benda dan panjang tali terhadap besarnya periode (T), yaitu
sebagai berikut :
1. Pada percobaan pertama diperoleh kesimpulan mengenai hubungan antara massa
benda dengan besarnya periode. Percobaan ini dilakukan dalam 5 tahap dengan
menggunakan massa yang sama yaitu 50 gr dengan panjang tali yang berbeda
sebanyak 5 variasi beban disetiap tahapnya yaitu 120 cm, 110 cm, 100 cm, 90 cm dan
80 cm. Dari hasil percobaan tersebut diperoleh besar periode pada tiap tahapnya.
Ternyata besarnya periode pada semua beban yang bervariasi tersebut relatif sama
besar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa massa benda tidak mempengaruhi besarnya
periode.
2. Pada percobaan kedua diperoleh kesimpulan mengenai hubungan antara panjang
tali dengan besarnya periode. Percobaan ini juga dilakukan dalam 5 tahap dengan
menggunakan massa benda yang sama besar yaitu 100 gr dengan panjang tali yang
berbeda sebanyak 5 variasi panjang disetiap tahapnya yaitu 120 cm, 110 cm, 100 cm,
90 cm dan 80 cm. Dari hasil percobaan tersebut diperoleh besar periode ditiap
tahapnya. Ternyata besarnya periode pada semua panjang tali yang bervariasi tersebut
berbeda-beda, semakin panjang tali, semakin besar periodenya. Sehingga dapat
disimpulkan bahwapanj ang t ali me mpengaruhi besarnya periode.

Kedua percobaan diatas juga didukung dengan tingkat ketelitian yang tinggi yang
berkisar antara 100% yang sesuai dengan hasil analisis data sehingga dapat menjamin bahwa
data hasil pengamatan tidak terjadi kesalahan dalam penghitungannya.

H. Daftar Pustaka
1. Supiyanto, 2005. Fisika SMA XI Kurikulum 2004. Jakarta : Erlangga.
2. http://organisasi.org/pengertian-getaran-dan-penjelasan-dasar-frekuensi-
periode-dan amplitudo-ilmu-pengetahuan-fisika
3. http://alljabbar.wordpress.com/2008/04/22/getaran/

4. http://alljabbar.wordpress.com/2008/04/25/gelombang/moesaimoet.blogspot.c

om/2011/04/laporan-percobaan-melde-getaran-pada.html

5. http://gampangingat.wordpress.com/2010/03/06/contoh-laporan-fisika-

mengenai-bandul/

6. http://www.scribd.com/doc/13243227/Materi-Smp-Kelas-8-Bab-v-Getaran-

dan-Gelombang

7. http://id.wikipedia.org/wiki/Gerak_harmonik_sederhana

8. http://id.wikipedia.org/wiki/Getaran