Anda di halaman 1dari 6

PRAKTIKUM RANGKAIAN LISTRIK I

LAPORAN PERCOBAAN 1
MENGUKUR RANGKAIAN KOMBINASI SERI
PARALEL
DIsusun Untuk Memenuhi Tugas

Mata Kuliah Praktikum Rangkaian Listrik


semester 1

PEMBIMBING :
Ir.M.A.Anshori, MMT

Penyusun:
JTD 1A
Kelompok 4
NO NAMA NIM
1 ADITYA ZACKY AKBAR 1641160113
2 TONI AGUNG WICAKSONO 1641160033
3 YEREMIA TITO PRATAMA 1641160016

JARINGAN TELEKOMUNIKASI DIGITAL


TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG2016
LAPORAN PERCOBAAN RANGKAIAN KOMBINASI SERI – PARALEL

a. Teori Dasar
Dalam rangkaian listrik terdapat banyak sekali konfigurasi rangkaian komponen-
komponen elektronika, bukan sekedar rangkaian sederhana yang hanya terdiri dari
sumber tegangan dan beban, tetapi lebih dari itu. Dua konfigurasi rangkaian yang
paling banyak digunakan dalam rangkaian elektronika adalah seri dan paralel. Ada
pula gabungan dari keduanya yaitu rangkaian resistor kombinasi seri-paralel.

Gambar 2.1 Rangkaian resistor kombinasi seri-paralel.

Pada rangkaian seri, resistor disusun seperti rangkaian gerbong kereta, dimana
aliran elektron mengalir hanya pada satu jalur. Pada rangkaian paralel, resistor
disusun dengan menggabungkan masing-masing ujungnya menjadi satu sehingga
aliran elektron dapat terbagi ke dalam beberapa jalur. Rangkaian kombinasi resistor
seri-paralel adalah menghubungkan kedua jalur tersebut yaitu antara ujung seri dan
ujung dari gabungan beberapa jalur paralel.

b. Alat dan Bahan


.
 Power supply : 1 buah
 Multimeter analog : 1 buah
 Papan Praktek Kombinasi Seri Paralel : 1 Buah
 Multimeter digital : 1 buah
 Kabel banana to banana : 4 buah
 Modul rangkaian resistor kombinasi seri-paralel/protoboard: 1 buah
 Software simulasi (multisim/lifewire)
c. Gambar rangkaian kombinasi seri parallel

d. Prosedur Pengerjaan
Prosedur praktikum rangkaian resistor kombinasi seri-paralel, adalah sebagai
berikut:
1. Kalibrasi dilakukan pada multimeter.
2. Power supply disiapkan.
3. Tegangan sumber (Vs) dihubungkan pada modul dengan power supply,
amperemeter dihubungkan pada A1, voltmeter dihubungkan pada V1, dan ujung kiri
R2 dihubungkan dengan kutub negatif VS. Nilai tegangan pada R1 diukur sebagai V1
dan pada saat yang sama nilai arus yang mengalir pada R1 diukur sebagai A1.
4. Nilai besar tegangan sumber (VS) diatur sesuai dengan Tabel 2.1 hasil praktikum.
5. Pengamatan nilai tegangan V1 pada R1 dan nilai arus A1 yang mengalir pada R1.
Hasil pengamatan dicatat dalam tabel 2.1 pada kolom “V1” dan “I1”.
6. Setiap perubahan yang terjadi diamati dan dibuat grafik untuk perubahan Vs
terhadap V1 dan Vs terhadap I1.
7. Praktikum selanjutnya adalah pengamatan untuk V2 dan A2.
8. VS dihubungkan pada modul dengan power supply, kedua ujung A1 di-jumper,
voltmeter dihubungkan pada V2 dan amperemeter dihubungkan pada A2, nilai
tegangan pada R2 diukur sebagai V2 dan nilai arus yang mengalir diukur sebagai A2.
9. Nilai tegangan sumber (VS) diatur sesuai dengan tabel 2.2 hasil praktikum.
10. Nilai tegangan V2 pada R2 diukur dan nilai arus yang mengalir A2 dicatat kemudian
hasil nilainya diisikan dalam Tabel pada kolom “V2” dan “I2”.
11. Setiap perubahan yang terjadi diamati dan dibuat grafik untuk perubahan nilai VS
terhadap V2 dan VS terhadap I2.
12. Setelah selesai pengukuran untuk V2 dan A2 selanjutnya adalah pengukuran untuk
V3 dan A3. Tegangan sumber (Vs) dan power supply dihubungkan, kedua ujung A1
dan A2 di-jumper. Voltmeter dihubungkan pada V3 dan amperemeter dihubungkan
pada A3, nilai tegangan diukur pada Rparalel sebagai V3 dan arus yang mengalir diukur
sebagai A3.
13. Nilai tegangan sumber VS diatur sesuai dengan Tabel 2.3 hasil praktikum.
14. Nilai tegangan V3 diamati dan nilai arus yang mengalir pada A3, kemudian dicatat
hasilnya dalam Tabel 2.3 hasil praktikum pada kolom “V3” dan “I3”.
15. Setiap perubahan yang terjadi diamati dan dibuat grafik untuk perubahan nilai VS
terhadap V3 dan VS terhadap I3.
16. Praktikum rangkaian resistor kombinasi seri-paralel telah selesai dilakukan.
17. Tahap berikutnya adalah membuat laporan hasil praktikum.

e. Tabel Hasil Praktikum


Hasil praktikum diisikan dalam Tabel 2.1, Tabel 2.2 dan Tabel 2.3.

Tabel 2.1 Hasil praktikum rangkaian resistor kombinasi seri-paralel


Nilai R1 Vs Nilai Tegangan V1 Nilai Arus I1
N R R (Volt) V1 V1 V1 I1
Skal I1 (mA) I1 (mA)
o (kOhm) (kOhm) (Volt) (Volt) (Volt) (mA) Skala
a (U) (S)
(P) (U) (H) (U) (S ) (H)
1. 1 150mV 0,15mA
2. 2 350mV 0,35mA
3. 3 500mV 0,55mA
4. 4 700mV 0,7mA
5. R1= R1= 5 850mV 0,85mA
6. 1KΩ 1KΩ 6 1,05V 1,05mA
7. 7 1,2V 1,2mA
8. 8 1,35V 1,35mA
9. 9 1,55V 1,6mA
1
10 1,7V 1,7mA
0.
Keterangan: P = pembacaan, U = pengukuran, H = perhitungan, S = simulasi software
Tabel 2.2 Hasil praktikum rangkaian resistor kombinasi seri-paralel
Nilai R Vs Nilai Tegangan V2 Nilai Arus I2
(Vol V2 V2 V2 I2 I2
No R (kOhm) R (kOhm) I2 (mA) Skal
t) (Volt) (Volt) Skala (Volt) (mA) (mA)
(P) (U) (U) a
(H) (U) (S ) (H) (S)
1. 1 0,8mV 0,1mA
2. 2 0,25V 0,2 mA
3. R1= R1= 3 1,25V 0,3 mA
4. 4 1,7V 0,4 mA
5. R2= R2= 5 2,15V 0,5 mA
6. 6 2,6V 0,6 mA
7. R4= R4= 7 3,2V 0,65 mA
8. 8 3,6V 0,75 mA
9. 9 4V 0,85 mA
10. 10 4,4V 0,95 mA
Keterangan: P = pembacaan, U = pengukuran, H = perhitungan, S = simulasi software

Tabel 2.3 Hasil praktikum rangkaian resistor kombinasi seri-paralel


Nilai R Vs Nilai Tegangan V3 Nilai Arus I3
R (Volt)
R V3 V3 V3 I3
No (kOh Skal I3 (mA) I3 (mA)
(kOhm) (Volt) (Volt) (Volt) (mA) Skala
m) a (U) (S)
(U) (H) (U) (S ) (H)
(P)
1. 1 150 mV 0,15mA
2. 2 250 mV 0,25mA
3. 3 350 mV 0,35mA
R31= Rseri=
4. 4 500 mV 0,5 mA
5. 5 600 mV 0,6 mA
6. 6 750 mV 0,75mA
R32= Rparalel=
7. 7 800mV 0,85mA
8. 8 1V 1 mA
9. 9 1,1V 1,1 mA
10. 10 1,2V 1,2 mA
Keterangan: P = pembacaan, U = pengukuran, H = perhitungan, S = simulasi software
f. Analisis Hasil Praktikum
Pada setiap pengkuran memiliki hambatan pada setiap alatukur yang mengakibatkan
jumlah tegangannya tidak sama antara penjumlahan tiaptegangan yang terukur.
Multimeter Digital pada saat digunakan mengukur arus tidak presisi dikarenakan
tingkat presisinya tidak sesuai bila digunakan untuk mengukur arus.

g. Kesimpulan
Rangkaian seri adalah rangkaian listrik dimana komponen-komponen listrik disusun
secara berderet sehingga arus yang mengalir pada tiap komponen sama.

Rangkaian paralel adalah rangkaian listrik dimana komponen-komponen listrik


disusun secara sejajar sehingga tegangan pada tiap komponen sama. Rangkaian kombinasi
adalah gabungan antara rangkaian seri dan rangkaian paralel.

Arus yang mengalir pada resistor yang disusun secara seri nilainya sama namun
tegangannya berbeda. Sedangkan pada resistor yang disusun secara paralel arus yang
mengalir pada tiap-tiap resistor berbeda namun tegangannya sama.