Anda di halaman 1dari 31

REVISI

RING, FIELD, SUBRING & SUBFIELD


Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Aljabar Abstrak II
Dosen Pengampu : Dr. Agus Maman Abadi

Disusun oleh:
Tantri Mega Sanjaya (11709251007)
Uki Rahmawati (11709251040)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2012
RING, FIELD, SUBRING & SUBFIELD

A. RING & FIELD


Definisi 1. Ring (Malik, 1997: 270)
Suatu ring (𝑅, +,∙) adalah himpunan tidak kosong dengan dua operasi biner yaitu
penjumlahan dan perkalian yang memenuhi:
a. (𝑅, +) grup abelian
i. (𝑎 + 𝑏) + 𝑐 = 𝑎 + (𝑏 + 𝑐) untuk semua 𝑎, 𝑏, 𝑐 ∈ 𝑅 (bersifat assosiatif terhadap
operasi penjumlahan).
ii. Terdapat elemen 0 di R dimana 𝑎 + 0 = 𝑎 untuk semua 𝑎 ∈ 𝑅 (memiliki elemen
identitas terhadap operasi penjumlahan).
iii. ∀𝑎 ∈ 𝑅, terdapat – 𝑎 ∈ 𝑅 berlaku 𝑎 + (−𝑎) = (−𝑎) + 𝑎 = 0 (memiliki invers
terhadap operasi penjumlahan).
iv. 𝑎 + 𝑏 = 𝑏 + 𝑎, ∀ 𝑎, 𝑏 ∈ 𝑅 (bersifat komutatif terhadap operasi penjumlahan)
b. (𝑅,∙) semigrup
(𝑎 ∙ 𝑏) ∙ 𝑐 = 𝑎 ∙ (𝑏 ∙ 𝑐), ∀𝑎, 𝑏, 𝑐 ∈ 𝑅 (bersifat assosiatif terhadap operasi perkalian).
c. Distributif kanan dan kiri
i. 𝑎 ∙ (𝑏 + 𝑐) = (𝑎 ∙ 𝑏) + (𝑎 ∙ 𝑐), ∀𝑎, 𝑏, 𝑐 ∈ 𝑅
ii. (𝑏 + 𝑐) ∙ 𝑎 = (𝑏 ∙ 𝑎) + (𝑐 ∙ 𝑎), ∀𝑎, 𝑏, 𝑐 ∈ 𝑅
Elemen identitas terhadap penjumlahan disebut elemen nol dan disimbolkan 0.

Definisi 2. Ring Komutatif (Malik, 1997: 270-271)


Ring disebut komutatif jika 𝑎𝑏 = 𝑏𝑎 untuk semua 𝑎, 𝑏 ∈ 𝑅. Dari definisi tersebut
menunjukkan bahwa ring R adalah komutatif jika dan hanya jika (R, .) semigrup
komutatif.

Definisi 3. Ring dengan elemen kesatuan (Malik, 1997: 271)


Ring R disebut ring dengan elemen kesatuan jika memiliki elemen identitas terhadap
operasi perkalian. Elemen 1 ∈ 𝑅 disebut elemen identitas (elemen kesatuan ) pada ring R,
jika 1𝑎 = 𝑎 = 𝑎1 untuk semua 𝑎 ∈ 𝑅. Elemen identitas dari ring R merupakan elemen
identitas dari semigrup (R, .).

1
Ring tidak mungkin memuat lebih dari satu elemen identitas.

Contoh 1
𝑎 𝑏
1. Didefinisikan 𝑀2×2 (ℤ) = {[ ] |𝑎, 𝑏, 𝑐, 𝑑 ∈ ℤ}.
𝑐 𝑑
Selidikilah apakah (𝑀2×2 (ℤ), +,∙) ring atau bukan.
Bukti:
i. Akan diselidiki apakah (𝑀2×2 (ℤ), +) grup abelian
𝑎1 𝑏1 𝑎 𝑏2
 Misal 𝑀1 , 𝑀2 ∈ 𝑀2×2 (ℤ), 𝑀1 = [ ], 𝑀2 = [ 2 ]
𝑐1 𝑑1 𝑐2 𝑑2
𝑎1 𝑏1 𝑎 𝑏2 𝑎 + 𝑎2 𝑏1 + 𝑏2
𝑀1 + 𝑀2 = [ ]+[ 2 ]=[ 1 ],
𝑐1 𝑑1 𝑐2 𝑑2 𝑐1 + 𝑐2 𝑑1 + 𝑑2
Karena 𝑎1 + 𝑎2 , 𝑏1 + 𝑏2 , 𝑐1 + 𝑐2 𝑑𝑎𝑛 𝑑1 + 𝑑2 merupakan operasi
penjumlahan pada ℤ, maka akan berlaku sifat tertutup artinya 𝑎1 +
𝑎2 , 𝑏1 + 𝑏2 , 𝑐1 + 𝑐2 𝑑𝑎𝑛 𝑑1 + 𝑑2 ∈ ℤ yang mengakibatkan 𝑀1 + 𝑀2 ∈
𝑀2×2 (ℤ).
 Misal 𝑀1 , 𝑀2 , 𝑀3 ∈ 𝑀2×2 (ℤ)
𝑎1 𝑏1 𝑎 𝑏2 𝑎 𝑏3
(𝑀1 + 𝑀2 ) + 𝑀3 = ([ ]+[ 2 ]) + [ 3 ]
𝑐1 𝑑1 𝑐2 𝑑2 𝑐3 𝑑3
𝑎1 + 𝑎2 𝑏1 + 𝑏2 𝑎 𝑏3
=[ ]+[ 3 ],
𝑐1 + 𝑐2 𝑑1 + 𝑑2 𝑐3 𝑑3
𝑎1 + 𝑎2 + 𝑎3 𝑏1 + 𝑏2 + 𝑏3
=[ ]
𝑐1 + 𝑐2 + 𝑐3 𝑑1 + 𝑑2 + 𝑑3
𝑎1 𝑏1 𝑎 + 𝑎3 𝑏2 + 𝑏3
=[ ]+[ 2 ]
𝑐1 𝑑1 𝑐2 + 𝑐3 𝑑2 + 𝑑3
= 𝑀1 + (𝑀2 + 𝑀3 )
∴ (𝑀2×2 (ℤ), +) memenuhi sifat assosiatif terhadap penjumlahan
0 0
 ∃𝑍 =[ ] ∈ 𝑀2×2 (𝑍2 ), 𝑀 + 𝑍 = 𝑍 + 𝑀 = 𝑀, ∀𝑀 ∈ 𝑀2×2 (ℤ)
0 0
−𝑎 −𝑏1
 Ambil 𝑀1 ∈ 𝑀2×2 (ℤ), ∃ − 𝑀1 = [ 1 ] ∈ 𝑀2×2 (ℤ),
−𝑐1 −𝑑1
∋ 𝑀1 + (−𝑀1 ) = (−𝑀1 ) + 𝑀1 = 𝑍
 Misal 𝑀1 , 𝑀2 ∈ 𝑀2×2 (ℤ)
𝑎1 + 𝑎2 𝑏1 + 𝑏2 𝑎 + 𝑎1 𝑏2 + 𝑏1
𝑀1 + 𝑀2 = [ ]=[ 2 ] = 𝑀2 + 𝑀1
𝑐1 + 𝑐2 𝑑1 + 𝑑2 𝑐2 + 𝑐1 𝑑2 + 𝑑1

2
∴ (𝑀2×2 (ℤ), +) adalah grup abelian
ii. Akan diselidiki apakah (𝑀2×2 (ℤ),∙) semigrup
Misal 𝑀1 , 𝑀2 , 𝑀3 ∈ 𝑀2×2 (ℤ)
𝑎 𝑏1 𝑎2 𝑏2 𝑎3 𝑏3
(𝑀1 𝑀2 )𝑀3 = ([ 1 ][ ]) [ ]
𝑐1 𝑑1 𝑐2 𝑑2 𝑐3 𝑑3
𝑎1 𝑎2 𝑎3 + 𝑎1 𝑏2 𝑐3 + 𝑏1 𝑐2 𝑎3 + 𝑏1 𝑑2 𝑐3 𝑎1 𝑎2 𝑏3 + 𝑎1 𝑏2 𝑑3 + 𝑏1 𝑐2 𝑏3 + 𝑏1 𝑑2 𝑑3
=[ ]
𝑎2 𝑎3 𝑐1 + 𝑐1 𝑏2 𝑐3 + 𝑑1 𝑐2 𝑎3 + 𝑑1 𝑑2 𝑐3 𝑐1 𝑎2 𝑏3 + 𝑐1 𝑏2 𝑑3 + 𝑑1 𝑐2 𝑏3 + 𝑑1 𝑑2 𝑑3
𝑎1 𝑏1 𝑎2 𝑎3 + 𝑏2 𝑐3 𝑎2 𝑏3 + 𝑏2 𝑑3
=[ ][ ]
𝑐1 𝑑1 𝑐2 𝑎3 + 𝑑2 𝑐3 𝑐2 𝑎3 + 𝑑2 𝑑3
𝑎1 𝑏1 𝑎2 𝑏2 𝑎3 𝑏3
=[ ] ([ ][ ]) = 𝑀1 (𝑀2 𝑀3 )
𝑐1 𝑑1 𝑐2 𝑑2 𝑐3 𝑑3
∴ (𝑀2×2 (ℤ),∙) adalah semigrup
iii. Akan diselidiki apakah (𝑀2×2 (ℤ), +,∙) berlaku sifat distributif
Ambil sebarang 𝑀1 , 𝑀2 , 𝑀3 ∈ 𝑀2×2 (ℤ)
𝑎1 𝑏1 𝑎2 + 𝑎3 𝑏2 + 𝑏3
 𝑀1 (𝑀2 + 𝑀3 ) = [ ][ ]=
𝑐1 𝑑1 𝑐2 + 𝑐3 𝑑2 + 𝑑3
𝑎1 𝑏1 𝑎2 𝑏2 𝑎 𝑏1 𝑎3 𝑏3
[ ][ ]+[ 1 ][ ] = 𝑀1 𝑀2 + 𝑀1 𝑀3 (distribusi
𝑐1 𝑑1 𝑐2 𝑑2 𝑐1 𝑑1 𝑐3 𝑑3
kanan)
𝑎1 + 𝑎2 𝑏1 + 𝑏2 𝑎3 𝑏3
 (𝑀1 + 𝑀2 )𝑀3 = [ ][ ]=
𝑐1 + 𝑐2 𝑑1 + 𝑑2 𝑐3 𝑑3
𝑎1 𝑏1 𝑎2 𝑏2 𝑎 𝑏1 𝑎3 𝑏3
[ ][ ]+[ 1 ][ ] = 𝑀1 𝑀2 + 𝑀1 𝑀3 (distribusi
𝑐1 𝑑1 𝑐2 𝑑2 𝑐1 𝑑1 𝑐3 𝑑3
kiri)
Berdasarkan i, ii dan iii maka terbukti bahwa (𝑀2×2 (ℤ), +,∙) ring.
1 0
iv. 𝐼=[ ] ∈ 𝑀2×2 (ℤ), ∀𝑀 ∈ 𝑀2×2 (ℤ) berlaku 𝑀𝐼 = 𝐼𝑀 = 𝑀
0 1
Jadi (𝑀2×2 (ℤ), +,∙) adalah ring dengan elemen kesatuan.

2. Tunjukkan bahwa ℕ = {1,2,3, … } terhadap operasi perkalian dan penjumlahan ring


atau bukan .
Bukti:
i. Akan diselidiki apakah (ℕ, +𝑛 ) grup abelian
 Misalkan 𝑎, 𝑏, 𝑐 ∈ ℕ

3
𝑎 + 𝑏 = 𝑐 ∈ ℕ , operasi penjumlahan elemen-elemen ℕ merupakan
anggota elemen ℕ juga, sehingga berlaku sifat tertutup.
 (𝑎 + 𝑏) + 𝑐 = 𝑎 + (𝑏 + 𝑐) , ∀𝑎, 𝑏, 𝑐 ∈ ℕ (bersifat assosiatif terhadap
operasi penjumlahan).
 ℕ tidak memiliki elemen identitas terhadap operasi penjumlahan.
 ℕ tidak memiliki invers terhadap operasi penjumlahan.
 𝑎 + 𝑏 = 𝑏 + 𝑎, ∀ 𝑎, 𝑏 ∈ ℕ (bersifat komutatif terhadap operasi
penjumlahan)
Jadi (ℕ, +) bukan grup abelian.
ii. Akan diselidiki apakah (ℕ,∙) semigrup
(𝑎 ∙ 𝑏) ∙ 𝑐 = 𝑎 ∙ (𝑏 ∙ 𝑐) , ∀𝑎, 𝑏, 𝑐 ∈ ℕ (bersifat assosiatif terhadap operasi
penjumlahan).
iii. Akan diselidiki apakah pada (ℕ,∙) berlaku sifat distributif
𝑎 ∙ (𝑏 + 𝑐) = (𝑎 ∙ 𝑏) + (𝑎 ∙ 𝑐) untuk semua 𝑎, 𝑏, 𝑐 ∈ ℕ
(𝑏 + 𝑐) ∙ 𝑎 = (𝑏 ∙ 𝑎) + (𝑐 ∙ 𝑎) untuk semua 𝑎, 𝑏, 𝑐 ∈ ℕ
Jadi, dapat disimpulkan bahwa (ℕ, +,∙) bukan ring, karena tidak memiliki elemen
identitas terhadap penjumlahan dan tidak memiliki invers terhadap penjumlahan.

3. Tunjukkan bahwa himpunan 𝑍𝑛 = {0̅ , 1̅, 2̅, … , ̅̅̅̅̅̅̅


𝑛 − 1} dengan operasi penjumlahan
dan perkalian modulo n adalah ring komutatif dengan elemen kesatuan.
Bukti:
i. Akan ditunjukkan 𝑍𝑛 tertutup terhadap +𝑛 .
Misalkan [𝑎] = 𝑐𝑛 + 𝑎 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑐 ∈ 𝑍 dan [𝑏] = 𝑘𝑛 + 𝑏 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑘 ∈ 𝑍
[𝑎]+𝑛 [𝑏] = 𝑐𝑛 + 𝑎 + 𝑘𝑛 + 𝑏
= 𝑐𝑛 + 𝑘𝑛 + 𝑎 + 𝑏
= (𝑐 + 𝑘)𝑛 + (𝑎 + 𝑏)
(𝑐 + 𝑘), (𝑎 + 𝑏) ∈ 𝑍 (bilangan bulat tertutup pada operasi penjumlahan)
Sehingga, [𝑎]+𝑛 [𝑏] = (𝑐 + 𝑘)𝑛 + (𝑎 + 𝑏) = 𝑝𝑛 + 𝑟 ∈ 𝑍𝑛
Dengan (𝑎 + 𝑏) = 𝑟 < 𝑛 , 𝑝, 𝑟 ∈ 𝑍
Terbukti bahwa operasi penjumlahan pada 𝑍𝑛 bersifat tertutup
ii. Akan diselidiki apakah (𝑍𝑛 , +𝑛 ) grup abelian
4
 ∀[𝑎], [𝑏], [𝑐] ∈ 𝑍𝑛 , ([𝑎]+𝑛 [𝑏])+𝑛 [𝑐] = [𝑎 + 𝑏]+𝑛 [𝑐] = [𝑎 + 𝑏 + 𝑐] =
[𝑎 + (𝑏 + 𝑐)] = [𝑎]+𝑛 [b + c] = [𝑎]+𝑛 ([𝑏]+𝑛 [𝑐]) (berlaku sifat
assosiatif)
 [0] ∈ 𝑍𝑛 , ∀[𝑎] ∈ 𝑍𝑛 , [𝑎]+𝑛 [0] = [0]+𝑛 [𝑎] = [𝑎] (zero elemen)
 ∀[𝑎] ∈ 𝑍𝑛 , ∃[−𝑎] ∈ 𝑍𝑛 , [𝑎]+𝑛 [−𝑎] = [0] = [−𝑎]+𝑛 [𝑎]
 ∀[𝑎], [𝑏] ∈ 𝑍𝑛 , [𝑎]+𝑛 [𝑏] = [𝑎 + 𝑏] = [𝑏 + 𝑎] = [𝑏]+𝑛 [𝑎]
∴ (𝑍𝑛 , +) adalah grup abelian.
iii. Akan ditunjukkan 𝑍𝑛 tertutup terhadap ×𝑛 .
Misalkan [𝑎] = 𝑐𝑛 + 𝑎 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑐 ∈ 𝑍 dan [𝑏] = 𝑘𝑛 + 𝑏 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑘 ∈ 𝑍
[𝑎] ×𝑛 [𝑏] = (𝑐𝑛 + 𝑎)(𝑘𝑛 + 𝑏)
= 𝑐𝑛𝑘𝑛 + 𝑐𝑛𝑏 + 𝑎𝑘𝑛 + 𝑎𝑏
= (𝑐𝑘𝑛)𝑛 + (𝑐𝑏 + 𝑎𝑘)𝑛 + 𝑎𝑏
= (𝑐𝑘𝑛 + (𝑐𝑏 + 𝑎𝑘))𝑛 + 𝑎𝑏
𝑐𝑘, 𝑐𝑏, 𝑎𝑘 ∈ 𝑍 (bilangan bulat tertutup pada operasi perkalian)
dimisalkan untuk 𝑐𝑘𝑛 + (𝑐𝑏 + 𝑎𝑘)= 𝑝𝑛 + 𝑟 = 𝑙, 𝑎𝑏 = 𝑟 < 𝑛 , 𝑝, 𝑟 ∈ 𝑍
Sehingga, [𝑎] ×𝑛 [𝑏] = (𝑐𝑘𝑛 + (𝑐𝑏 + 𝑎𝑘))𝑛 + 𝑎𝑏
= 𝑙𝑛 + 𝑟 ∈ 𝑍𝑛
𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑟, 𝑙 ∈ 𝑍 𝑑𝑎𝑛 𝑟 < 𝑛
Terbukti bahwa operasi perkalian pada 𝑍𝑛 bersifat tertutup

iv. Akan diselidiki apakah (𝑍𝑛 ,×𝑛 ) semigrup


Ambil sebarang [𝑎], [𝑏], [𝑐] ∈ 𝑍𝑛 , ([𝑎] ∙𝑛 [𝑏]) ∙𝑛 [𝑐] = [𝑎 ∙ 𝑏] ∙𝑛 [𝑐] =
[𝑎 ∙ 𝑏 ∙ 𝑐] = [𝑎 ∙ (𝑏 ∙ 𝑐)] = [𝑎] ∙𝑛 [b ∙ c] = [𝑎] ∙𝑛 ([𝑏] ∙𝑛 [𝑐]) (berlaku sifat
assosiatif)
v. Sifat distributif kanan dan kiri
∀[𝑎], [𝑏], [𝑐] ∈ 𝑍𝑛 , [𝑎] ∙𝑛 ([b]+n [𝑐]) = [𝑎] ∙𝑛 [b + c] = [a(b + c)] =
[ab + ac] = [ab]+n [ac]
∀[𝑎], [𝑏], [𝑐] ∈ 𝑍𝑛 , ([b]+n [𝑐]) ∙𝑛 [𝑎] = [b + c] ∙𝑛 [𝑎] = [(b + c)a] =
[ab + ac] = [ab]+n [ac]
Jadi (𝑍𝑛 , +, . ) memenuhi sifat distributif.

5
vi. Sifat komutatif terhadap operasi perkalian
∀[𝑎], [𝑏] ∈ 𝑍𝑛 , [𝑎] ∙𝑛 [𝑏] = [𝑎 ∙ 𝑏] = [𝑏 ∙ 𝑎] = [𝑏] ∙𝑛 [𝑎]
vii. Akan ditentukan elemen kesatuan dari (𝑍𝑛 , . )
[1] ∈ 𝑍𝑛 , ∀[𝑎] ∈ 𝑍𝑛 , [𝑎] ∙𝑛 [1] = [1] ∙𝑛 [𝑎] = [𝑎]
Jadi berdasarkan i, ii,iii,iv dan v terbukti bahwa (𝑍𝑛 , +, . ) adalah ring komutatif
dengan elemen kesatuan .

4. Soal nomor 2 (Gallian, 1997: 242)


Tentukan elemen kesatuan dari ring {0, 2, 4, 6, 8} dengan operasi penjumlahan dan
perkalian modulo 10.
Jawab:
u adalah elemen kesatuan apabila 𝑢𝑎 = 𝑎 = 𝑎𝑢 untuk semua 𝑎 ∈ 𝑅. Dengan
demikian elemen kesatuan dari {0, 2, 4, 6, 8} adalah 6, karena 6𝑎 = 𝑎 = 𝑎6 untuk
semua 𝑎 ∈ {0, 2, 4, 6, 8} .

Teorema 1. Sifat-Sifat Ring (Malik, 1997: 273)


Jika R ring dan 𝑎, 𝑏, 𝑐 ∈ 𝑅 maka:
i. 𝑎0 = 0𝑎 = 0
ii. 𝑎(−𝑏) = (−𝑎)𝑏 = −(𝑎𝑏)
iii. (– 𝑎)(−𝑏) = 𝑎𝑏
iv. 𝑎(𝑏 − 𝑐) = 𝑎𝑏 − 𝑎𝑐 dan (𝑏 − 𝑐)𝑎 = 𝑏𝑎 − 𝑐𝑎
Bukti:

i. 𝑎0 + 𝑎0 = 𝑎(0 + 0) = 𝑎0 (sifat distribusi kanan)


(𝑎0 + 𝑎0) + (−(𝑎0)) = 𝑎0 + (−(𝑎0))
𝑎0 + (𝑎0 + (−(𝑎0))) = 0
Sehingga 𝑎0 + 0 = 0 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑎0 = 0, sama halnya dengan 0𝑎 = 0
ii. 𝑎𝑏 + 𝑎(−𝑏) = 𝑎(𝑏 + (−𝑏)) (sifat distribusi kanan)
= 𝑎0 = 0 (sifat i)
= 𝑎0 = 𝑎(−𝑏 + 𝑏) = 𝑎(−𝑏) + 𝑎𝑏 = 0
Hal ini berakibat 𝑎(−𝑏) = −(𝑎𝑏)

6
Selanjutnya 𝑎(−𝑏) + 𝑎𝑏 = (−𝑎 + 𝑎)𝑏 (sifat distribusi kiri)
= 0𝑏 = 0 (sifat i)
(−𝑎)𝑏 + 𝑎𝑏 = 0
(−𝑎)𝑏 = −(𝑎𝑏)
Jadi 𝑎(−𝑏) = (−𝑎)𝑏 = −(𝑎𝑏)
iii. Menggunakan bukti (ii) diperoleh (– 𝑎)(−𝑏) = −(𝑎(−𝑏)) = −(−𝑎𝑏) = 𝑎𝑏
iv. 𝑏 − 𝑐 = 𝑏 + (−𝑐)
𝑎(𝑏 − 𝑐) = 𝑎(𝑏 + (−𝑐))
= 𝑎𝑏 + 𝑎(−𝑐) = 𝑎𝑏 + (−(𝑎𝑐)) = 𝑎𝑏 − 𝑎𝑐 menggunakan bukti (ii).
Serupa dengan (𝑏 − 𝑐)𝑎 = 𝑏𝑎 − 𝑐𝑎.

Definisi 4. Field (Malik, 1997:273- 274)


1. Suatu elemen 𝑢 ∈ 𝑅 disebut unit jika terdapat 𝑣 ∈ 𝑅 sedemikian sehingga 𝑢𝑣 =
𝑣𝑢 = 1.
2. Suatu ring R dengan kesatuan disebut division ring jika setiap elemen bukan nol dari
R merupakan unit.
3. Commutative division ring R disebut field.
Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa field adalah ring komutatif yang setiap
elemen tidak nol nya merupakan unit (elemen tak nol yang mempunyai invers).

Contoh 2:
Tunjukkan bahwa 𝑍5 = {0̅, 1̅, 2̅, 3̅, 4̅} merupakan field atau bukan.
Bukti:
i. Pada contoh 1 soal nomor 3 telah dibuktikan bahwa (𝑍𝑛 , +𝑛 ,×𝑛 ) merupakan ring
komutatif . Jadi (𝑍5 , +5 ,×5 ) merupakan ring komutatif.
ii. Akan ditunjukkan bahwa setiap elemen bukan nol dari 𝑍5 merupakan unit.
Perhatikan tabel cayley berikut
×5 0̅ 1̅ 2̅ 3̅ 4̅
0̅ 0̅ 0̅ 0̅ 0̅ 0̅
1̅ 0̅ 1̅ 2̅ 3̅ 4̅

7
2̅ 0̅ 2̅ 4̅ 1̅ 3̅
3̅ 0̅ 3̅ 1̅ 4̅ 2̅
4̅ 0̅ 4̅ 3̅ 2̅ 1̅

Berdasarkan table diperoleh


2̅ ×5 3̅ = 1̅ ⟹ 2̅−1 = 3̅
3̅ ×5 2̅ = 1̅ ⟹ 3̅−1 = 2̅
4̅ ×5 4̅ = 1̅ ⟹ 4̅−1 = 4̅
Berdasarkan (i), (ii), (iii), diperolah bahwa (𝑍5 , +5 ,×5 ) merupakan merupakan ring
komutatif dan merupakan division ring. Jadi (𝑍5 , +5 ,×5 ) merupakan field.

Definisi 5. Zero divisor (Malik, 1997: 275)


Suatu elemen tidak nol dari suatu ring R disebut zero divisor (pembagi nol) jika ada 𝑏 ∈
𝑅 sehingga 𝑏 ≠ 0 dan 𝑎𝑏 = 0 atau 𝑏𝑎 = 0.

Contoh 3:
Tentukan pembagi nol dari 𝑍8 = {0̅, 1̅, 2̅, 3̅, 4̅, 5̅, 6̅, 7̅}.
Perhatikan bahwa 2̅ ∙ 4̅ = 0̅ dan 4̅ ∙ 6̅ = 0̅. Jadi pembagi nol dari 𝑍8 =
{0̅, 1̅, 2̅, 3̅, 4̅, 5̅, 6̅, 7̅} adalah 2̅, 4̅ dan 6̅

Teorema 2 (Malik, 1997: 275)


Suatu elemen dari ring R tidak dapat menjadi unit dan pembagi nol pada saat yang
bersamaan.
Bukti:
Misalkan ring R dengan elemen kesatuan , 𝑎 ∈ 𝑅 sedemikan hingga 𝑎 memiliki invers (𝑎
merupakan unit). Selanjutnya, ∃𝑏 ∈ 𝑅 sehingga 𝑎𝑏 = 1 = 𝑏𝑎.
Andaikan 𝑎 adalah pembagi nol, selanjutnya ∃𝑐 ∈ 𝑅, 𝑐 ≠ 0 sedemikian hingga 𝑎𝑐 = 0.
Selanjutnya 0 = 𝑏. 0 = 𝑏(𝑎𝑐) = (𝑏𝑎)𝑐 = 1. 𝑐 = 𝑐 (kontradiksi). Jadi dapat dibuktikan
𝑎 yang merupakan suatu unit bukanlah pembagi nol.

8
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa suatu field tidaklah memiliki pembagi nol
(zero divisor).

Contoh 4:
Perhatikan contoh 2 nomor 1
𝑍5 = {0̅, 1̅, 2̅, 3̅, 4̅} merupakan field, selanjutnya perhatikan tabel cayley berikut.
.
×5 0̅ 1̅ 2̅ 3̅ 4̅
0̅ 0̅ 0̅ 0̅ 0̅ 0̅
1̅ 0̅ 1̅ 2̅ 3̅ 4̅
2̅ 0̅ 2̅ 4̅ 1̅ 3̅
3̅ 0̅ 3̅ 1̅ 4̅ 2̅
4̅ 0̅ 4̅ 3̅ 2̅ 1̅
Berdasarkan table diatas, dapat ditunjukkan bahwa field 𝑍5 tidak memiliki pembagi nol.

Teorema 3. Hukum kanselasi (Malik, 1997: 289)


i. R merupakan ring. Jika R tidak memiliki pembagi nol maka berlaku hukum kanselasi
untuk semua 𝑎, 𝑏, 𝑐 ∈ 𝑅, 𝑎 ≠ 0, 𝑎𝑏 = 𝑎𝑐 menjadi 𝑏 = 𝑐 (kanselasi kiri) dan 𝑏𝑎 =
𝑐𝑎 menjadi 𝑏 = 𝑐 (kanselasi kanan).
ii. Jika hukum kanselasi kanan dan kiri berlaku pada ring R maka R tidak memiliki
pembagi nol.
Bukti:
i. Akan ditunjukkan bahwa R tidak memiliki pembagi nol. Misalkan 𝑎, 𝑏, 𝑐 ∈ 𝑅, 𝑎𝑏 =
𝑎𝑐 dan 𝑎 ≠ 0. Selanjutnya 𝑎𝑏 − 𝑎𝑐 = 0 atau 𝑎(𝑏 − 𝑐) = 0. R tidak memiliki
pembagi nol dan 𝑎 ≠ 0, diperoleh 𝑏 − 𝑐 = 0 atau 𝑏 = 𝑐 (kanselasi kiri). Analog
untuk menunjukkan kanselasi kanan, 𝑏𝑎 = 𝑐𝑎 dan 𝑎 ≠ 0, 𝑏𝑎 − 𝑐𝑎 = 0 atau (𝑏 −
𝑐)𝑎 = 0. R tidak memiliki pembagi nol dan 𝑎 ≠ 0, diperoleh 𝑏 − 𝑐 = 0 atau 𝑏 = 𝑐
(kanselasi kanan).
ii. Akan ditunjukkan jika berlaku hukum kanselasi, misal kanselasi kiri maka R tidak
memiliki pembagi nol. Ambil 𝑎, 𝑏, 𝑐 ∈ 𝑅, 𝑎 ≠ 0 kemudian 𝑎𝑏 = 𝑎𝑐 sedemikian
9
sehingga 𝑏 = 𝑐. Misal 𝑎 adalah elemen tidak nol dari R dan 𝑏 ∈ 𝑅. Andaikan 𝑎𝑏 = 0.
kemudian 𝑎𝑏 = 𝑎0 dengan mengkanselasi 𝑎 diperoleh 𝑏 = 0. Andaikan 𝑏𝑎 = 0 dan
b ≠ 0. Kemudian 𝑏𝑎 = 𝑏0 dan dengan mengkanselasi 𝑏 diperoleh 𝑎 = 0, hal ini
menunjukkan kontradiksi (karena diawal pengandaian a adalah elemen tidak nol).
Dengan demikian 𝑏 = 0.Jadi R tidak memiliki pembagi nol. Secara serupa, hukum
kanselasi kanan menunjukkan bahwa R tidak memiliki pembagi nol.

Definisi 6. finite & infinite ring (Malik, 1997: 276)


Suatu ring R disebut ring berhingga (finite ring) jika R memiliki elemen yang berhingga,
sebaliknya jika banyaknya elemen R tidak berhingga maka R disebut ring tak berhingga
(infinite ring).

Contoh 5
Pada contoh 1 soal nomor 1 telah ditunjukkan bahwa (𝑀2×2 (ℤ), +,×) merupakan ring.
Banyaknya anggota dari 𝑀2×2 (ℤ) adalah tak hinggga, sehingga ring (𝑀2×2 (ℤ), +,×)
merupakan infinite ring.

Teorema 4 (Malik, 1997: 277)


Suatu ring komutatif berhingga R dengan lebih dari satu elemen dan tanpa pembagi nol
adalah field.
Bukti:
Akan ditunjukkan bahwa R memiliki identitas dan setiap elemen tidaknol dari R adalah
unit..
i. Misalkan 𝑎1 , 𝑎2 , … , 𝑎𝑛 adalah elemen-elemen yang berbeda pada R. Ambil 𝑎 ∈ 𝑅,
𝑎 ≠ 0.
𝑎𝑎𝑖 ∈ 𝑅 ∀𝑖 dan {𝑎𝑎1 , 𝑎𝑎2 , … , 𝑎𝑎𝑛 } ⊆ 𝑅. Jika 𝑎𝑎𝑖 = 𝑎𝑎𝑗 , berdasarkan teorema
kanselasi, 𝑎𝑖 = 𝑎𝑗 . Dengan demikian 𝑎𝑎1 , 𝑎𝑎2 , … , 𝑎𝑎𝑛 haruslah merupakan elemen-
elemen yang berbeda, sehingga 𝑅 = {𝑎𝑎1 , 𝑎𝑎2 , … , 𝑎𝑎𝑛 }. Hal tersebut mengakibatkan
salah satu hasil perkalian elemennya haruslah samadengan a, yaitu 𝑎𝑎𝑖 = 𝑎. Karena
R komutatif, maka 𝑎𝑎𝑖 = 𝑎𝑖 𝑎 = 𝑎.
Ambil sebarang 𝑏 ∈ 𝑅, maka ∃𝑎𝑗 ∈ 𝑅 sehingga 𝑏 = 𝑎𝑎𝑗 . Selanjutnya

10
𝑏𝑎𝑖 = 𝑎𝑖 𝑏 (R komutatif)
= 𝑎𝑖 (𝑎𝑎𝑗 )
= (𝑎𝑖 𝑎)𝑎𝑗
= 𝑎𝑎𝑗
=𝑏
Jadi 𝑎𝑖 adalah elemen kesatuan dari R, selanjutnya kita sebut dengan 1.
ii. Karena 1 adalah elemen kesatuan dari 𝑅 = {𝑎𝑎1 , 𝑎𝑎2 , … , 𝑎𝑎𝑛 } maka salah satu
elemen R, misal 𝑎𝑎𝑗 haruslah samadengan 1. Dengan sifat komutatif, 𝑎𝑎𝑗 = 𝑎𝑗 𝑎 = 1
. Dengan demikian, setiap elemen taknol dari R adalah suatu unit.
Jadi berdasarkan i,ii terbukti bahwa R adalah Field.

B. SUBRING & SUBFIELD


Definisi 7. Subring dan Subfield (Malik, 1997: 289)
Misal (𝑅, +,∙) adalah ring. Andaikan 𝑅′ adalah himpunan bagian tidak kosong dari R,
(𝑅 ′ , +,∙) disebut subring dari (𝑅, +,∙)jika (𝑅 ′ , +) subgrup dari (𝑅, +) dan ∀𝑥, 𝑦 ∈ 𝑅 ′ , 𝑥 ∙
𝑦 ∈ 𝑅′.
Jika 𝑅′ dan R adalah field maka 𝑅′ merupakan subfield dari R.

Teorema 5. Subring Test (Malik, 1997: 289)


Misal R ring. Suatu himpunan bagian tak kosong dari R yaitu 𝑅 ′ adalah subring dari R
jika dan hanya jika ∀𝑥, 𝑦 ∈ 𝑅 ′ berlaku:
i. (𝑥 − 𝑦) ∈ 𝑅′
ii. 𝑥𝑦 ∈ 𝑅′

Bukti:
(⟹)
Misal 𝑅 ′ adalah subring dari R maka akan dibuktikan ∀𝑥, 𝑦 ∈ 𝑅 ′ berlaku:
i. (𝑥 − 𝑦) ∈ 𝑅′
Diketahui bahwa 𝑅 ′ adalah subring dari R maka 𝑅 ′ adalah ring. Selanjutnya ambil
𝑥, 𝑦 ∈ 𝑅 ′ maka , −𝑦 ∈ 𝑅 ′ , maka diperoleh

11
𝑥 + (−𝑦) = (𝑥 − 𝑦) ∈ 𝑅 ′ (sifat tertutup terhadap penjumlahan)
∴ (𝑥 − 𝑦) ∈ 𝑅′
ii. 𝑥𝑦 ∈ 𝑅′
𝑅 ′ adalah subring dari R maka 𝑅 ′ adalah ring. Selanjutnya ambil 𝑥, 𝑦 ∈ 𝑅 ′ maka
berlaku 𝑥𝑦 ∈ 𝑅′.
Berdasarkan (i), (ii) terbukti bahwa jika 𝑅 ′ adalah subring dari R maka ∀𝑥, 𝑦 ∈ 𝑅 ′
berlaku (𝑥 − 𝑦) ∈ 𝑅 𝑑𝑎𝑛 𝑥𝑦 ∈ 𝑅′

(⟸)
Akan dibuktikan jika ∀𝑥, 𝑦 ∈ 𝑅 ′ , (𝑥 − 𝑦) ∈ 𝑅 ′ 𝑑𝑎𝑛 𝑥𝑦 ∈ 𝑅′ maka 𝑅 ′ adalah subring dari
R
i. Ambil 𝑥, 𝑦 ∈ 𝑅 ′ , berdasarkan (𝑥 − 𝑦) ∈ 𝑅 ′ maka (𝑥 − 𝑥) = 0 = 𝑧 ∈ 𝑅 ′
Jadi, R’ punya elemen identitas terhadap penjumlahan.
ii. Ambil 𝑥, 𝑧 ∈ 𝑅 ′ , berdasarkan (𝑧 − 𝑥) = −𝑥 ∈ 𝑅 ′
Jadi setiap elemen bukan nol dari 𝑅 ′ punya invers
iii. Ambil 𝑥, 𝑦 ∈ 𝑅 ′ , karena berlaku (𝑥 − 𝑦) ∈ 𝑅 ′ dan 𝑥, −𝑦 ∈ 𝑅 ′ ,
maka 𝑥 − (−𝑦) = (𝑥 + 𝑦) ∈ 𝑅 ′ (𝑅 ′ tertutup terhadap operasi penjumlahan)
iv. Karena 𝑅 ′ adalah himpunan bagian dari R dan R adalah suatu ring, maka ∀𝑥, 𝑦 ∈
𝑅 ′ akan memenuhi sifat komutatif terhadap penjumlahan dan assosiatif terhadap
perkalian, serta distributive kanan dan kiri.
Berdasarkan i,ii,iii,iv terbukti bahwa 𝑅 ′ adalah subring dari R.

Contoh 6:
1. R merupakan ring, misalkan 𝑎 ∈ 𝑅, 𝑆 = {𝑥 ∈ 𝑅|𝑎𝑥 = 0}. buktikan bahwa S
merupakan subring dari R.
Bukti:
Ambil 0 ∈ 𝑅 dan 𝑎0 = 0 maka 0 ∈ 𝑆, 𝑆 ≠ ∅
Ambil 𝑥, 𝑦 ∈ 𝑆, sehingga 𝑎𝑥 = 𝑎𝑦 = 0
i. 𝑎(𝑥 − 𝑦) = 𝑎𝑥 − 𝑎𝑦 = 0 − 0 = 0, sehingga (𝑥 − 𝑦) ∈ 𝑆
ii. 𝑎(𝑥𝑦) = (𝑎𝑥)𝑦 = 0𝑦 = 0, sehingga 𝑥𝑦 ∈ 𝑆

12
Jadi S merupakan subring dari R.

2. Z12 dengan operasi penjumlahan dan perkalian modulo 12. Pembagi nol 2, 3, 4, 6, 8,
10, akan dibuktikan bahwa 𝐻 = {[0], [3], [6], [9]} dan 𝑁 = {[0], [4], [8]} merupakan
subring.

Bukti:
Pada contoh 1 soal nomor 2 telah ditunjukkan bahwa (𝑍𝑛 , +𝑛 ,×𝑛 ) merupakan ring,
sehingga (𝑍12 , +12 ,×12 ) merupakan ring komutatif.

Untuk 𝐻 = {[0], [3], [6], [9]}


+12 0 3 6 9
0 0 3 6 9
3 3 6 9 0
6 6 9 0 3
9 9 0 3 6
memenuhi sifat tertutup untuk operasi penjumlahan

X12 0 3 6 9
0 0 0 0 0
3 0 3 6 3
6 0 6 0 6
9 0 3 6 9

Memenuhi sifat tertutup untuk operasi perkalian


memiliki elemen kesatuan, yaitu 9
memiliki elemen pembagi nol, yaitu 6
elemen-elemen unitnya 3 dan 9
bersifat komutatif

13
Jadi H merupakan subring.

Untuk 𝑁 = {[0], [4], [8]}


+12 0 4 8
0 0 4 8
4 4 8 0
8 8 0 4
Memenuhi sifat tertutup untuk operasi penjumlahan

X12 0 4 8
0 0 0 0
4 0 4 8
8 0 8 4
Memenuhi sifat tertutup untuk operasi perkalian
Memiliki elemen kesatuan yaitu 4
Tidak memiliki elemen pembagi nol
Setiap elemen bukan nol, berupa unit
Jadi N merupakan subring.

Teorema 6. Subfield Test (Malik, 1997: 290)


Misal F adalah field. Himpunan bagian tidak kosong S dari F adalah subfield dari F jika
dan hanya jika
i. S memiliki lebih dari satu elemen,
ii. (𝑥 − 𝑦), 𝑥𝑦 ∈ 𝑆 ∀𝑥, 𝑦 ∈ 𝑆 dan
iii. 𝑥 −1 ∈ 𝑆 ∀𝑥 ∈ 𝑆, 𝑥 ≠ 0

Bukti:
(⟹)

14
Diketahui F adalah field. Himpunan bagian tidak kosong S dari F adalah subfield maka
akan dibuktikan ∀𝑥, 𝑦 ∈ 𝑅 ′ berlaku:
i. S memiliki lebih dari satu elemen,
Diketahui S adalah subfield dari F, maka S adalah Field. Dengan demikian S
memiliki elemen identitas dan elemen tak nol yang lain yang memiliki invers.
Jadi S memiliki lebih dari satu elemen.
ii. (𝑥 − 𝑦), 𝑥𝑦 ∈ 𝑆 ∀𝑥, 𝑦 ∈ 𝑆
Diketahui bahwa 𝑆 adalah subfield dari F maka 𝑆 adalah field. Selanjutnya ambil
𝑥, 𝑦 ∈ 𝑆 maka , −𝑦 ∈ 𝑆 , maka diperoleh
𝑥 + (−𝑦) = (𝑥 − 𝑦) ∈ 𝑆 (sifat tertutup terhadap penjumlahan)
𝑥𝑦 ∈ 𝑆 (sifat tertutup terhadap perkalian)
iii. 𝑥 −1 ∈ 𝑆 ∀𝑥 ∈ 𝑆, 𝑥 ≠ 0
Ambil 𝑥 ∈ 𝑆, karena S adalah field maka 1 = 𝑥𝑦 ∈ 𝑆 dengan 𝑦 = 𝑥 −1 ∈ 𝑆
(⟸)
Akan dibuktikan jika S adalah himpunan bagian tidak kosong dari field F, memiliki
lebih dari satu elemen, (𝑥 − 𝑦), 𝑥𝑦 ∈ 𝑆 ∀𝑥, 𝑦 ∈ 𝑆 dan 𝑥 −1 ∈ 𝑆 ∀𝑥 ∈ 𝑆, 𝑥 ≠ 0 maka S
adalah subfield.
i. Ambil 𝑥, 𝑦 ∈ 𝑆, berdasarkan (𝑥 − 𝑦) ∈ 𝑆 maka (𝑥 − 𝑥) = 0 = 𝑧 ∈ 𝑆
Jadi, S punya elemen identitas terhadap penjumlahan.
ii. Ambil 𝑥, 𝑦 ∈ 𝑆, karena berlaku (𝑥 − 𝑦) ∈ 𝑆 dan 𝑥, −𝑦 ∈ 𝑆
maka 𝑥 − (−𝑦) = (𝑥 + 𝑦) ∈ 𝑆 (𝑅 ′ tertutup terhadap operasi penjumlahan)
iii. Karena 𝑆 adalah himpunan bagian dari F dan F adalah suatu field, maka ∀𝑥, 𝑦 ∈ 𝑆
akan memenuhi sifat komutatif terhadap penjumlahan dan assosiatif terhadap
perkalian, serta distributive kanan dan kiri.
Berdasarkan i,ii,iii,iv terbukti bahwa 𝑆 adalah ring
iv. Diketahui bahwa ∀𝑥 ∈ 𝑆, 𝑥 ≠ 0, 𝑥 −1 ∈ 𝑆
Jadi setiap elemen bukan nol dari 𝑆 punya invers
v. Diketahui bahwa ∀𝑥 ∈ 𝑆, 𝑥 ≠ 0, 𝑥 −1 ∈ 𝑆, maka berdasarkan , 𝑥𝑥 −1 = 1 ∈ 𝑆
Jadi S punya elemen kesatuan
vi. Karena 𝑆 adalah himpunan bagian dari F dan F adalah suatu field, maka ∀𝑥, 𝑦 ∈ 𝑆
akan memenuhi sifat komutatif terhadap perkalian.

15
Berdasarkan bukti i- vi dapat dibuktikan bahwa S adalah ring komutatif dengan
elemen kesatuan atau dengan kata lain S adalah field yang merupakan subfield
dari F.

Teorema 7 (Malik, 1997: 291)


Misal R adalah ring (field) dan {𝑅𝑖 |𝑖 ∈ Λ} adalah himpunan semua subring (subfield) dari
R dengan Λ merupakan himpunan semua indeks, maka ⋂𝑖∈Λ 𝑅𝑖 adalah subring (subfield)
dari R.
Bukti:
i. Misal 𝑅1 adalah subring dari R, maka 0 ∈ 𝑅𝑖 , ∀𝑖 sehingga 0 ∈ (𝑅1 ∩ 𝑅2 ∩ … 𝑅𝑖 )
atau 0 ∈ ⋂𝑖∈Λ 𝑅𝑖 . Dengan demikian ⋂𝑖∈Λ 𝑅𝑖 ≠ ∅
ii. Karena 𝑅𝑖 ⊂ 𝑅, maka ⋂𝑖∈Λ 𝑅𝑖 ⊂ 𝑅
iii. Ambil sebarang 𝑎, 𝑏 ∈ ⋂𝑖∈Λ 𝑅𝑖 ∋ 𝑎, 𝑏 ∈ 𝑅𝑖 , ∀𝑖 (karena 𝑅𝑖 subring). Selanjutnya
diperoleh (𝑎 − 𝑏) ∈ 𝑅𝑖 , ∀𝑖 atau dapat dituliskan (𝑎 − 𝑏) ∈ ⋂𝑖∈Λ 𝑅𝑖
iv. Ambil sebarang sebarang 𝑎, 𝑏 ∈ ⋂𝑖∈Λ 𝑅𝑖 ∋ 𝑎, 𝑏 ∈ 𝑅𝑖 , ∀𝑖 (karena 𝑅𝑖 subring).
Selanjutnya diperoleh 𝑎𝑏 ∈ 𝑅𝑖 , ∀𝑖 atau dapat dituliskan 𝑎𝑏 ∈ ⋂𝑖∈Λ 𝑅𝑖
Jadi ⋂𝑖∈Λ 𝑅𝑖 adalah subring dari R.

CONTOH KASUS:

1. Ring yang daerah integral tapi bukan field


𝑍4 = {0̅, 1̅, 2̅, 3̅} merupakan ring dengan unity dan bersifat komutatif, 𝑍4 tidak memiliki
pembagi nol, maka 𝑍4 merupakan daerah integral.
Ambil 3̅ Є𝑍4 , 3̅ tidak mempunyai invers, maka 3̅ bukan unit.
Jadi 𝑍4 bukan field

2. Contoh ring R yang bukan daerah integral tapi punya subring daerah integral

𝑍8 = {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7} merupakan ring tapi bukan daerah integral karena mempunyai

pembagi nol 4. 4 = 0, 2. 6 = 0

16
Ambil 𝐼4 = {0, 2, 4, 6} subring dari 𝑍8 merupakan daerah integral karena 𝐼4 tidak
memiliki pembagi nol.

3. Contoh ring yang bukan daerah integral tapi punya subring field.
Ring 𝑍12 dengan subring 𝐼3 ={0, 4̅, 8}, dimana 𝐼3 merupakan ring komutatif dengan
setiap elemen tak nol memiliki invers yaitu 4̅−1 = 8 dan 8̅−1 = 4. Jadi 𝐼3 merupakan
field.

4. Akan ditunjukkan bahwa gabungan subring belum tentu subring.


𝑍18 = {0̅, 1̅, 2̅, 3̅ … ̅̅
17̅̅}

𝐼2 ={0, 9}
𝐼3 ={0, 6, 12}
𝐼2  𝐼3 ={0, 6, 9, 12} bukan subring karena 9 − 6 = 3 bukan elemen 𝐼2  𝐼3
Jadi, gabungan dari subring belum tentu subring.

5. Contoh R ring, N subring dimana


a. R dan N tidak punya elemen kesatuan
𝑅 = {0̅, 2̅, 4̅, 6̅ … } = {2𝑥|𝑥 Є 𝑍} 𝑑𝑎𝑛 𝑁 = {0̅, 4̅, 6̅, … } diamna masing-masing
tidak memiliki elemen kesatuan.
b. R tidak punya elemen kesatuan tapi N punya.
𝑅 = {0̅, 2̅, 4̅, 6̅ … } = {2𝑥|𝑥 Є 𝑍} tidak memiliki elemen kesatuan, ambil 𝐼2 subring
dari R.
𝐼2 ={0, 2, 4, 6, 8 } memiliki elemen kesatuan 6
c. R dan N punya elemen kesatuan tapi berbeda
𝑎 𝑏 1 0
𝑀2 (ℤ) = {[ ] | 𝑎, 𝑏, 𝑐, 𝑑 Є 𝑍 } , 𝑢 = [ ]
𝑐 𝑑 0 1
𝑎 𝑎 1 1
S = {[ ] | 𝑎, 𝑏 Є 𝑍 }, 𝑢 = [ ]
𝑏 𝑏 0 0

Ring 𝑍10 = {0̅, 1̅, 2̅, 3̅ … 9̅} memiliki elemen kesatuan 1

17
𝐼2 ={0, 2, 4, 6, 8 } memiliki elemen kesatuan 6

d. R dan N punya elemen kesatuan dan sama


ℤ = {0, 1, 2, 3, … }
𝑆 = {𝑛. 1|𝑛Є 𝑍} merupakan subring dari ℤ
Masing-masing elemen kesatuannya yaitu 1.

LATIHAN SOAL

1. Soal nomor 4 (Malik, 1997: 282)


Buktikan bahwa ring R adalah komutatif jika dan hanya jika (𝑎 + 𝑏)2 = 𝑎2 +
2𝑎𝑏 + 𝑏 2 untuk 𝑎, 𝑏 ∈ 𝑅.
Bukti:
⟹(Bukti ke kanan)
Apabila R suatu ring komutatif maka 𝑎, 𝑏 ∈ 𝑅, berlaku
(𝑎 + 𝑏)2 = (𝑎 + 𝑏)(𝑎 + 𝑏)
= 𝑎(𝑎 + 𝑏) + 𝑏(𝑎 + 𝑏)
= 𝑎𝑎 + 𝑎𝑏 + 𝑏𝑎 + 𝑏𝑏
= 𝑎2 + 𝑎𝑏 + 𝑎𝑏 + 𝑏 2

⟸ (bukti ke kiri)
Apabila berlaku (𝑎 + 𝑏)2 = 𝑎2 + 2𝑎𝑏 + 𝑏 2 𝑎, 𝑏 ∈ 𝑅 akan ditunjukkan bahwa R
adalah ring komutatif.
(𝑎 + 𝑏)2 = 𝑎2 + 2𝑎𝑏 + 𝑏 2 = 𝑎2 + 𝑎𝑏 + 𝑎𝑏 + 𝑏 2 = [𝑎 + 𝑏](𝑎 + 𝑏) =
(𝑎 + 𝑏)[𝑎 + 𝑏] (bersifat komutatif terhadap perkalian).
Jadi R merupakan ring komutatif.

2. Nomor 6 (Gallian, 2010: 242)

18
Find an integer n ahat the rings Zn need not have the folowing properties that that
ring of integers has,
a. 𝑎2 = 𝑎 implies 𝑎 = 0 or 𝑎 = 1
𝑎2 = 𝑎
𝑎2 − 𝑎 = 0
𝑎(𝑎 − 1) = 0
Agar 𝑎 = 0 atau 𝑎 = 1 maka n harus prima
Contoh:
pada 𝑍5 = {0̅, 1̅, 2̅, 3̅, 4̅} tidak berlaku 𝑥̅ 2 = 𝑥̅
Kecuali jika 𝑎 = 0 or 𝑎 = 1

b. ab = 0 implies a=0 or b=0


agar 𝑎𝑏 = 0 maka harus dipenuhi 𝑎 = 0 atau 𝑏 = 0 pada Zn dengan n
prima
Contoh:
pada 𝑍5 = {0̅, 1̅, 2̅, 3̅, 4̅} tidak berlaku 𝑥̅ 2 = 𝑥̅
agar 𝑎𝑏 = 0 maka harus dipenuhi 𝑎 = 0 atau 𝑏 = 0

c. ab = ac and a ≠ 0 imply b = c
berdasarkan hukum kanselasi pada Zn dengan n prima

3. Soal nomor 8 (Malik, 1997: 282)


Jika 𝑎 dan 𝑏 adalah elemen dari ring, 𝑚 dan 𝑛 adalah bilangan bulat, buktikan
bahwa (𝑛𝑎)(𝑚𝑏) = (𝑛𝑚)(𝑎𝑏)
Bukti:
(𝑛𝑎)(𝑚𝑏) = (𝑛𝑚)(𝑎𝑏)
(𝑛𝑎)(𝑚𝑏) = (𝑎 + 𝑎 + ⋯ + 𝑎)(𝑏 + 𝑏 + ⋯ + 𝑏)
n suku m suku
=(𝑎 + 𝑎 + ⋯ + 𝑎)𝑏 (𝑎 + 𝑎 + ⋯ + 𝑎)𝑏 … (𝑎 + 𝑎 + ⋯ + 𝑎)𝑏 (n kali)
n suku m suku
= (𝑎𝑏 + 𝑎𝑏 + ⋯ + 𝑎𝑏)

19
mn suku
= (𝑚𝑛)(𝑎𝑏)

4. Soal nomor 4 (Malik, 1997: 293)


Diketahui R adalah ring dengan elemen kesatuan 1. Tunjukkan bahwa 𝑇 =
{𝑛1|𝑛 ∈ 𝑍} adalah subring dari R.
Bukti:
Berdasarkan teorema 5, 𝑇 = {𝑛1|𝑛 ∈ 𝑍} adalah subring jika 𝑇 = {𝑛1|𝑛 ∈
𝑍} adalah himpunan bagian tak kosong dari R dan berlaku ∀𝑥, 𝑦 ∈ 𝑇, (𝑥 −
𝑦), 𝑥𝑦 ∈ 𝑇.
i. Karena 𝑛 = 1 ∈ 𝑍 maka 1 ∙ 1 ∈ 𝑇, sehingga𝑇 ≠ ∅
ii. Ambil 𝑡1 , 𝑡2 ∈ 𝑇, 𝑡1 = 𝑛. 1, 𝑡2 = 𝑚. 1, 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑛, 𝑚 ∈ 𝑍
𝑡1 − 𝑡2 = 𝑛. 1 − 𝑚. 1 = (𝑛 − 𝑚). 1 ∈ 𝑇 (karena (𝑛 − 𝑚) ∈ 𝑍)
𝑡1 ∙ 𝑡2 = 𝑛. 1 ∙ 𝑚. 1 = 𝑛𝑚. 1 ∈ 𝑇 (karena (𝑛 ∙ 𝑚) ∈ 𝑍)
∴ ∀𝑡1 , 𝑡2 ∈ 𝑇, (𝑡1 − 𝑡2 ), 𝑡1 𝑡2 ∈ 𝑇.
Berdasarkan i, ii maka terbukti bahwa 𝑇 = {𝑛1|𝑛 ∈ 𝑍} adalah subring dari R.

5. Soal nomor 7 (Malik, 1997: 293)


Tunjukkan bahwa 𝑄√3 dan 𝑄√5 adalah subfield dari 𝑄, tetapi 𝑍√2 =
{𝑎 + 𝑏√2|𝑎, 𝑏 ∈ 𝑍} bukan merupakan subfield dari 𝑄.
Bukti:
i. Akan ditunjukkan bahwa 𝑄√3 subfield
Berdasarkan Teorema 6:
a. Karena 0 = 0 + 0√3 ∈ 𝑄√3 maka 𝑄√3 ≠ ∅
b. 𝑄√3 memiliki lebih dari satu elemen yaitu 0 = 0 + 0√3 dan 1 = 1 +
0√3.
c. Let 𝑎 + 𝑏√3, 𝑐 + 𝑑√3 ∈ 𝑄√3
(𝑎 + 𝑏√3) − (𝑐 + 𝑑√3) = (𝑎 − 𝑐) + (𝑏 − 𝑑)√3 ∈ 𝑄√3

(𝑎 + 𝑏√3) ∙ (𝑐 + 𝑑√3) = (𝑎𝑐 + 3𝑏𝑑) + (𝑎𝑑 + 𝑏𝑐)√3 ∈ 𝑄√3


d. Akan ditunjukkan setiap elemen taknol dari 𝑄√3 memiliki invers.

20
1
Ambil sebarang 𝑎 + 𝑏√3 ≠ 0 ∈ 𝑄√3 sehingga 𝑎+𝑏√3 ≠ 0.

1 𝑎 − 𝑏√3 𝑎 𝑏
= 2 2
= 2 2
− 2 √3 ∈ 𝑄√3
𝑎 + 𝑏√3 𝑎 − 3𝑏 𝑎 − 3𝑏 𝑎 − 3𝑏 2
1
Dengan demikian diperoleh (𝑎+𝑏√3) (𝑎 + 𝑏√3) = 1
1
∴ 𝑎+𝑏√3 ∈ 𝑄√3 merupakan invers untuk setiap 𝑎 + 𝑏√3 ≠ 0 ∈ 𝑄√3

Berdasarkan a, b, c, d maka terbukti bahwa 𝑄√3 merupakan subfield


dari R.
ii. Akan ditunjukkan bahwa 𝑄√5 subfield
Berdasarkan Teorema 6:
a. Karena 0 = 0 + 0√5 ∈ 𝑄√3 maka 𝑄√5 ≠ ∅
b. 𝑄√5 memiliki lebih dari satu elemen yaitu 0 = 0 + 0√5 dan 1 = 1 +
0√5.
c. Let 𝑎 + 𝑏√5, 𝑐 + 𝑑√5 ∈ 𝑄√5
(𝑎 + 𝑏√5) − (𝑐 + 𝑑√5) = (𝑎 − 𝑐) + (𝑏 − 𝑑)√5 ∈ 𝑄√5

(𝑎 + 𝑏√5) ∙ (𝑐 + 𝑑√5) = (𝑎𝑐 + 5𝑏𝑑) + (𝑎𝑑 + 𝑏𝑐)√5 ∈ 𝑄√5

d. Akan ditunjukkan setiap elemen taknol dari 𝑄√5 memiliki invers.


1
Ambil sebarang 𝑎 + 𝑏√5 ≠ 0 ∈ 𝑄√5 sehingga 𝑎+𝑏√5 ≠ 0.

1 𝑎 − 𝑏√5 𝑎 𝑏
= 2 2
= 2 2
− 2 √5 ∈ 𝑄√5
𝑎 + 𝑏√5 𝑎 − 5𝑏 𝑎 − 5𝑏 𝑎 − 5𝑏 2
1
Dengan demikian diperoleh (𝑎+𝑏√5) (𝑎 + 𝑏√5) = 1
1
∴( ) ∈ 𝑄√5 merupakan invers untuk setiap 𝑎 + 𝑏√5 ≠ 0 ∈ 𝑄√5
𝑎+𝑏√5

Berdasarkan a, b, c, d maka terbukti bahwa 𝑄√5 merupakan subfield


dari R.

iii. Akan ditunjukkan bahwa 𝑍[√2] bukan subfield dari R.

21
−1 −1 1 1
Andaikan (√2) ∈ 𝑍[√2] maka (√2) = ( ) = 2 √2 ∈ 𝑍[√2],
√2
1 1 −1
dengan ∈ 𝑍 padahal ∉ 𝑍. Jadi (√2) ∉ 𝑍[√2], sehingga 𝑍[√2]
2 2

bukan subfield dari R.

6. Soal nomor 8 (Malik, 1997: 293)


Tunjukkan bahwa 𝑄(𝑖) = {𝑎 + 𝑏𝑖|𝑎, 𝑏 ∈ 𝑄} merupakan subfield dari C, dengan
𝑖 2 = −1.
Bukti:
Berdasarkan Teorema 6:
a. Karena 0 = 0 + 0𝑖 ∈ 𝑄(𝑖) maka 𝑄(𝑖) ≠ ∅
b. 𝑄(𝑖) memiliki lebih dari satu elemen yaitu 0 = 0 + 0𝑖 dan 1 = 1 + 0𝑖.
c. Let 𝑎 + 𝑏𝑖, 𝑐 + 𝑑𝑖 ∈ 𝑄𝑖
(𝑎 + 𝑏𝑖) − (𝑐 + 𝑑𝑖) = (𝑎 − 𝑐) + (𝑏 − 𝑑)𝑖 ∈ 𝑄(𝑖)
(𝑎 + 𝑏𝑖) ∙ (𝑐 + 𝑑𝑖) = (𝑎𝑐 − 𝑏𝑑) + (𝑎𝑑 + 𝑏𝑐)𝑖 ∈ 𝑄(𝑖)
d. Akan ditunjukkan setiap elemen taknol dari 𝑄(𝑖) memiliki invers.
1
Ambil sebarang 𝑎 + 𝑏𝑖 ≠ 0 ∈ 𝑄(𝑖) sehingga 𝑎+𝑏𝑖 ≠ 0
1 𝑎 − 𝑏𝑖 𝑎 −𝑏
= 2 2
= 2 2
+ 2 𝑖 ∈ 𝑄(𝑖)
𝑎 + 𝑏𝑖 𝑎 + 𝑏 𝑎 +𝑏 𝑎 + 𝑏2
1
Dengan demikian diperoleh (𝑎+𝑏𝑖) (𝑎 + 𝑏𝑖) = 1

∴ (𝑎 + 𝑏𝑖)−1 ∈ 𝑄(𝑖)
Berdasarkan a, b, c, d maka terbukti bahwa 𝑄(𝑖) merupakan subfield dari C.

7. Nomor 19 (gallian: 242)


Let 𝑅 be a ring. The center of 𝑅 is the set {𝑥 ∈ 𝑅|𝑎𝑥 = 𝑥𝑎 𝑓𝑜𝑟 𝑎𝑙𝑙 𝑎 𝑖𝑛 𝑅}.
Prove that the center of a ring is a subring.
Let 𝐶 is center of 𝑅
i) Let 0 ∈ 𝐶 , karena 𝑎. 0 = 0. 𝑎 = 0, 𝑎 ∈ 𝑅, jadi 𝐶 ≠ 0
ii) Let 𝑥 ∈ 𝐶 berdasarkan definisi center 𝑥 ∈ 𝑅 jadi 𝐶 ⊂ 𝑅
iii) Let 𝑥, 𝑦 ∈ 𝐶 such that

22
𝑎𝑥 = 𝑥𝑎, 𝑎 = 𝑥𝑎𝑥 −1 dan 𝑎𝑦 = 𝑦𝑎, 𝑎 = 𝑦𝑎𝑦 −1
𝑥𝑎𝑥 −1 = 𝑦𝑎𝑦 −1
(𝑥 − 𝑦)𝑎 = 𝑥𝑎 − 𝑦𝑎 = 𝑎𝑥 − 𝑎𝑦𝑎 = 𝑎(𝑥 − 𝑦) ∈ 𝐶
iv) 𝑥, 𝑦 ∈ C
(𝑥, 𝑦)𝑎 = 𝑥(𝑦𝑎) = 𝑥 (𝑎𝑦) = 𝑎𝑥. 𝑦 = 𝑎𝑥. 𝑦 = 𝑎(𝑥𝑦) ∈ 𝐶

Jadi C adalah subring 𝑅

8. Soal nomor 21 (Malik, 1997: 294)


Let 𝐶 = {𝑓: ℝ ⟶ ℝ| 𝑓 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑓𝑢𝑛𝑔𝑠𝑖 𝑘𝑜𝑛𝑡𝑖𝑛𝑢 𝑑𝑖 ℝ}. Didefinisikan + dan ∙
pada C yaitu
(𝑓 + 𝑔)(𝑥) = 𝑓(𝑥) + 𝑔(𝑥)
(𝑓 ∙ 𝑔)(𝑥) = 𝑓(𝑥) ∙ 𝑔(𝑥)
Untuk semua 𝑓, 𝑔 ∈ 𝐶 dan semua x ∈ ℝ. Tunjukkan bahwa C adalah ring.

Bukti:
i. Akan ditunjukkan bahwa (𝐶, +) grup abelian
a. Ambil sebarang 𝑓, 𝑔 ∈ 𝐶 maka
(𝑓 + 𝑔)(𝑥) = 𝑓(𝑥) + 𝑔(𝑥) ∈ 𝐶 (karena penjumlahan 2 fungsi kontinu
menghasilkan fungsi kontinu). (bersifat tertutup)
b. Ambil sebarang 𝑓, 𝑔, ℎ ∈ 𝐶 maka
((𝑓 + 𝑔) + ℎ)(𝑥) = 𝑓(𝑥) + 𝑔(𝑥) + ℎ(𝑥) = 𝑓(𝑥) + (𝑔 + ℎ)(𝑥)
= (𝑓 + (𝑔 + ℎ))(𝑥). (bersifat assosiatif)
c. ∃𝑒 ∈ 𝐶 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑒(𝑥) = 0, ∀𝑓 ∈ 𝐶 berlaku
(𝑒 + 𝑓)(𝑥) = (𝑓 + 𝑒)(𝑥) = 𝑓(𝑥)
(𝑓)(𝑥) + 𝑒(𝑥) = 𝑓(𝑥)
𝑒(𝑥) = 0, ∀𝑥 ∈ ℝ
Dengan demikian 𝑒 merupakan elemen identitas terhadap
penjumlahan.
d. ∀𝑓 ∈ 𝐶, ∃𝑔 ∈ 𝐶 sedemikian hingga
(𝑓 + 𝑔)(𝑥) = 0

23
(𝑓)(𝑥) + 𝑔(𝑥) = 0
(𝑔)(𝑥) = −(𝑓)(𝑥)
𝐽𝑎𝑑𝑖 ∀𝑓 ∈ 𝐶, ∃ − 𝑓 ∈ 𝐶 yang merupakan invers penjumlahan.
e. Ambil sebarang 𝑓, 𝑔 ∈ 𝐶 maka
(𝑓 + 𝑔)(𝑥) = 𝑓(𝑥) + 𝑔(𝑥) = 𝑔(𝑥) + 𝑓(𝑥) = (𝑔 + 𝑓)(𝑥) ∈ 𝐶
(bersifat komutatif).

ii. Akan ditunjukkan (𝐶,∙) semigrup


Ambil sebarang 𝑓, 𝑔, ℎ ∈ 𝐶 maka
((𝑓 ∙ 𝑔) ∙ ℎ)(𝑥) = 𝑓(𝑥) ∙ 𝑔(𝑥) ∙ ℎ(𝑥) = 𝑓(𝑥) ∙ (𝑔 ∙ ℎ)(𝑥)
= (𝑓 ∙ (𝑔 ∙ ℎ))(𝑥). (bersifat assosiatif)
iii. Akan ditunjukkan pada (𝐶, +,∙ ) berlaku sifat distributif.
Ambil sebarang 𝑓, 𝑔, ℎ ∈ 𝐶 maka
a. (𝑓(𝑔 + ℎ))(𝑥) = 𝑓(𝑥)(𝑔 + ℎ)(𝑥) = 𝑓(𝑥)𝑔(𝑥) + 𝑓(𝑥)ℎ(𝑥) =
(𝑓𝑔)(𝑥) + (𝑓ℎ)(𝑥)
b. ((𝑓 + 𝑔) ∙ ℎ)(𝑥) = (𝑓(𝑥) + 𝑔(𝑥)) ∙ ℎ(𝑥) = 𝑓(𝑥)𝑔(𝑥) + 𝑓(𝑥)ℎ(𝑥) =
(𝑓𝑔)(𝑥) + (𝑓ℎ)(𝑥) = (𝑓 ∙ (𝑔 ∙ ℎ))(𝑥).
Berdasarkan i, ii dan iii terbukti bahwa (𝐶, +,∙ ) adalah ring.

9. Nomor 21 (Gallian, 2010: 242)


Suppose that 𝑅1 , 𝑅2 , … .. 𝑅𝑛 an ring that contain non zero elements. Show that
𝑅1 ⊕ 𝑅2 ⊕ … ⊕ 𝑅𝑛 has a unity if and only if each 𝑅𝑖 has a unity.
⟹ bukti ke kanan
Jika 𝑅1 ⊕ 𝑅2 ⊕ … ⊕ 𝑅𝑛 punya elemen kesatuan maka 𝑅𝑖 punya elemen
kesatuan
Let 𝑅1 ⊕ 𝑅2 ⊕ … ⊕ 𝑅𝑛 = {(𝑎1 , 𝑎2 , … 𝑎𝑛 |𝑎𝑖 ∈ 𝑅𝑖 }
Misal (𝑈1 , 𝑈2 , … 𝑈𝑛 ) adalah elemen kesatuan di 𝑅1 ⊕ 𝑅2 ⊕ … ⊕ 𝑅𝑛 sehingga
(𝑥1 , 𝑥2 , … 𝑥𝑛 )(𝑈1 , 𝑈2 , … 𝑈𝑛 )= (𝑥1 , 𝑥2 , … 𝑥𝑛 ) Є 𝑅1 ⊕ 𝑅2 ⊕ … ⊕ 𝑅𝑛 dengan
demikian 𝑈𝑖 ∈ 𝑅𝑖 . Terbukti bahwa 𝑅𝑖 punya elemen kesatuan.

24
⟸ bukti ke kiri
Jika 𝑅𝑖 punya elemen kesatuan maka 𝑅1 ⊕ 𝑅2 ⊕ … ⊕ 𝑅𝑛 punya elemen kesatuan
Misal 𝑈𝑖 ∈ 𝑅𝑖 so 𝑈1 ∈ 𝑅1 , 𝑈2 ∈ 𝑅2 , ... 𝑈𝑖 ∈ 𝑅𝑖 maka 𝑥𝑖 . 𝑈𝑖 = 𝑥𝑖  𝑥𝑖 ∈ 𝑅𝑖 , i= 1,2,
..., n
(𝑥1 , 𝑥2 , … 𝑥𝑛 )(𝑈1 , 𝑈2 , … 𝑈𝑛 )= (𝑥1 , 𝑥2 , … 𝑥𝑛 ) ∈ 𝑅1 ⊕ 𝑅2 ⊕ … ⊕ 𝑅𝑛 sehingga
(𝑈1 , 𝑈2 , … 𝑈𝑛 ) ∈ 𝑅1 ⊕ 𝑅2 ⊕ … ⊕ 𝑅𝑛

10. Nomor 25 (Galian, 2010:243)


Didefinisikan 𝑈(𝑍[𝑥]) adalah grup dari unit-unit pada polynomial 𝑍[𝑥]. Dengan
demikian, anggota dari 𝑈(𝑍[𝑥]) adalah polynomial konstan bukan nol yaitu 1 dan
-1. Jadi 𝑈(𝑍[𝑥]) = {1, −1}.
11. Nomor 26 (Gallian, 2010:243)
Didefinisikan 𝑈(𝑅[𝑥]) adalah grup dari unit-unit pada polynomial 𝑅[𝑥]. Dengan
demikian, anggota dari 𝑈(𝑅[𝑥]) adalah polynomial konstan bukan nol. Jadi
𝑈(𝑍[𝑥]) = {… , −2, −2, −1, 1, 2, 3, … }.

12. Nomor 29 (Gallian, 2010: 243)


Suppose that a and b belong to a commutative ring r with unity. If a is a unit of R
and 𝑏 2 = 0 show that 𝑎 + 𝑏 is a unit of R.
Let 𝑎, 𝑏 ≠ 0 ∈ 𝑅, 𝑎−1 ∈ 𝑅 karena 𝑎 adalah unit.
Ambil 𝑎 −1 − 𝑎 −2 𝑏 ≠ 0 ∈ 𝑅
(𝑎 + 𝑏)(𝑎−1 − 𝑎−2 𝑏) = 1 + 𝑏𝑎−1 − 𝑎𝑎−2 . 𝑏 − 𝑎−2 𝑏 2
= 1 + 𝑏𝑎−1 − 𝑎𝑎−2 . 𝑏 − 𝑎−2 𝑏 2 karena 𝑏 2 = 0
=1+0−0=1
Dengan demikian (𝑎−1 − 𝑎 −2 𝑏) adalah invers dari 𝑎 + 𝑏
Jadi terbukti bahwa 𝑎 + 𝑏 adalah unit

13. Nomor 31 (Gallian, 2010: 243)


Ditunjukkan ring dengan elemen a dan b yang memiliki sifat 𝑎𝑏 = 0 tapi 𝑏𝑎 ≠ 0
Contoh: 𝑀2 (𝑍)

25
0 0 0 0
Let 𝑎 = [ ],𝑏 = [ ] ∈ 𝑀2 (𝑍)
0 2 4 0
0 0 0 0 0 0
[ ][ ]=[ ] 𝑎. 𝑏
4 0 0 2 0 0
0 0 0 0 0 0
[ ][ ]=[ ] ≠ 0  𝑏. 𝑎
0 2 4 0 8 0
14. Nomor 32 (Gallian, 2010: 243)
Misal n adalah bilangan bulat lebih besar dari 1. Pada ring R dimana 𝑥 𝑛 =
𝑥, ∀𝑥 ∈ 𝑅. Akan dibuktikan jika 𝑎. 𝑏 = 0 maka 𝑏𝑎 = 0
Bukti:
Dengan menggunakan induksi matematik
i. Misal untuk n=2

(𝑎 + 𝑏)2 = (𝑎 + 𝑏)(𝑎 + 𝑏) = 𝑎2 + 𝑎𝑏 + 𝑏𝑎 + 𝑏 2

Berdasarkan definisi 𝑥 𝑛 = 𝑥, ∀𝑥 ∈ 𝑅, maka seharusnya (𝑎 + 𝑏)2 = 𝑎 + 𝑏

Dengan demikian, (𝑎 + 𝑏)2 = 𝑎2 + 𝑎𝑏 + 𝑎𝑏 + 𝑏 2 = 𝑎 + 𝑏 yang mengakibatkan


𝑏𝑎 = 0 karena 𝑎. 𝑏 = 0

ii. Diasumsikan benar untuk 𝑛 = 𝑘


(𝑎 + 𝑏)𝑘 = (𝑎 + 𝑏)(𝑎 + 𝑏) … (𝑎 + 𝑏)
= 𝑎𝑘 + 𝑎𝑘−1 𝑏 + 𝑏𝑎𝑘−1 + ⋯ 𝑏 𝑘−1 𝑎 + 𝑎𝑏 𝑘−1 + 𝑏 𝑘
(𝑎 + 𝑏) = 𝑎 + 𝑎𝑏
⏟ + 𝑏𝑎 + ⋯ 𝑏𝑎 + 𝑎𝑏
⏟ + 𝑏 maka 𝑏𝑎 = 0
0 0

iii. Akan ditunjukkan benar untuk n=k+1


(𝑎 + 𝑏)𝑘+1 = ⏟
(𝑎 + 𝑏)(𝑎 + 𝑏) … (𝑎 + 𝑏)(𝑎 + 𝑏)
𝑘+1

(𝑎 + 𝑏)𝑘 (𝑎 + 𝑏) = 𝑎𝑘+1 + 𝑎𝑘 𝑏 + 𝑏𝑎𝑘 + ⋯ 𝑏 𝑘 𝑎 + 𝑎𝑏 𝑘 + 𝑏 𝑘+1


(𝑎 + 𝑏)(𝑎 + 𝑏) = 𝑎𝑘+1 + 𝑎𝑘 𝑏 + 𝑏𝑎𝑘 + ⋯ 𝑏 𝑘 𝑎 + 𝑎𝑏 𝑘 + 𝑏 𝑘+1
(𝑎 + 𝑏) = 𝑎 + 𝑏 maka 𝑏𝑎 = 0
Jadi terbukti pada ring R dimana 𝑥 𝑛 = 𝑥, ∀𝑥 ∈ 𝑅, 𝑛 > 1, jika 𝑎. 𝑏 = 0 maka 𝑏𝑎 =
0.

26
15. Nomor 40 (Gallian, 2010: 243)
Didefinisikan 𝑀2 (ℤ) merupakan ring semua matriks ukuran 2x2 dengan elemen-
𝑎 𝑎+𝑏
elemen matriksnya merupakan bilangan bulat dan 𝑅 = {[ ] |𝑎, 𝑏 ∈
𝑎+𝑏 𝑏
ℤ}. Akan ditunjukkan R subring dari 𝑀2 (ℤ) atau bukan.

i) 𝑅 ≠ ø, 𝑅 ⊂ 𝑀2 (𝑍)
𝑎 𝑎+𝑏 𝑐 𝑐+𝑑
ii) Let [ ],[ ]∈𝑅
𝑎+𝑏 𝑏 𝑐+𝑑 𝑑
𝑎 𝑎+𝑏 𝑐 𝑐+𝑑 𝑎−𝑐 (𝑎 + 𝑏) − (𝑐 + 𝑑)
[ ]− [ ]=[ ]
𝑎+𝑏 𝑏 𝑐+𝑑 𝑑 (𝑎 + 𝑏) − (𝑐 + 𝑑) 𝑏−𝑑
𝑎−𝑐 (𝑎 − 𝑐) + (𝑏 − 𝑑)
=[ ]Є𝑅
(𝑎 − 𝑐) + (𝑏 − 𝑑) 𝑏−𝑑
𝑎 𝑎+𝑏 𝑐 𝑐+𝑑
[ ].[ ]
𝑎+𝑏 𝑏 𝑐+𝑑 𝑑
𝑎𝑐 + 𝑎𝑐 + 𝑏𝑐 + 𝑎𝑑 + 𝑏𝑑 𝑎𝑐 + 𝑎𝑑 + 𝑎𝑑 + 𝑎𝑑
= [ ]∉R
𝑎𝑐 + 𝑏𝑐 + 𝑏𝑐 + 𝑏𝑑 𝑎𝑐 + 𝑏𝑐 + 𝑎𝑑 + 𝑏𝑑 + 𝑏𝑑

Karena 𝑎𝑐 + 𝑏𝑐 + 𝑏𝑐 + 𝑏𝑑 ≠ 𝑎𝑐 + 𝑎𝑑 + 𝑎𝑑 + 𝑎𝑑 dan 𝑎𝑐 + 𝑏𝑐 + 𝑏𝑐 + 𝑏𝑑 ≠
(𝑎𝑐 + 𝑎𝑐 + 𝑏𝑐 + 𝑎𝑑 + 𝑏𝑑) + (𝑎𝑐 + 𝑏𝑐 + 𝑎𝑑 + 𝑏𝑑 + 𝑏𝑑).

𝑎 𝑎+𝑏
Jadi 𝑅 = {[ ] |𝑎, 𝑏 ∈ ℤ} bukan subring dari 𝑀2 (𝑍).
𝑎+𝑏 𝑏

16. Nomor 41 (Gallian, 2010: 243)


𝑎 𝑎−𝑏
𝑅 = {[ ] |𝑎, 𝑏 ∈ ℤ}. Akan ditunjukkan R subring dari 𝑀2 (ℤ) atau
𝑎−𝑏 𝑏
bukan
i) 𝑅 ≠ ø, 𝑅 ⊂ 𝑀2 (ℤ)
𝑎 𝑎−𝑏 𝑐 𝑐−𝑑
ii) [ ]−[ ]
𝑎−𝑏 𝑏 𝑐−𝑑 𝑑
𝑎−𝑐 (𝑎 − 𝑏) − (𝑐 + 𝑑)
=[ ] Є𝑅
(𝑎 − 𝑏) − (𝑐 − 𝑑) 𝑏−𝑑

27
𝑎 𝑎−𝑏 𝑐 𝑐−𝑑
iii) [ ][ ]
𝑎−𝑏 𝑏 𝑐−𝑑 𝑑
𝑎𝑐 + (𝑎𝑐 − 𝑏𝑐 − 𝑎𝑑 + 𝑏𝑑) 𝑎𝑐 − 𝑎𝑑 + 𝑎𝑑 − 𝑏𝑑
=[ ]
𝑎𝑐 − 𝑏𝑐 + 𝑏𝑐 − 𝑏𝑑 𝑎𝑐 − 𝑏𝑐 − 𝑎𝑑 + 𝑏𝑑 + 𝑏𝑑
2𝑎𝑐 − 𝑏𝑐 − 𝑎𝑑 + 𝑏𝑑 𝑎𝑐 − 𝑏𝑑
=[ ]
𝑎𝑐 − 𝑏𝑑 𝑎𝑐 − 𝑏𝑐 − 𝑎𝑑 + 2𝑏𝑑
Karena 𝑎𝑐 − 𝑏𝑑 = (2 𝑎𝑐 − 𝑏𝑐 − 𝑎𝑑 + 𝑏𝑑) − ( 𝑎𝑐 − 𝑏𝑐 − 𝑎𝑑 + 𝑏𝑑 + 𝑏𝑑)
= 𝑎𝑐 − 𝑏𝑑
𝑎 𝑎−𝑏 𝑐 𝑐−𝑑
Maka [ ]−[ ] Є𝑅
𝑎−𝑏 𝑏 𝑐−𝑑 𝑑
Jadi 𝑅 adalah subring

17. Nomor 42 (Gallian, 2010: 243)


𝑎 𝑎
𝑅 = {[ ] | 𝑎, 𝑏 Є ℤ } akan dibuktikan R subring atau bukan dari 𝑀2 (ℤ)
𝑏 𝑏
0 0
i) Karena Z ring maka 0 Є Z, maka [ ] Є 𝑅, jadi 𝑅 ≠ ø
0 0
𝑎 𝑏
ii) Ambil [ ] Є𝑀2 (ℤ)dengan 𝑏 = 𝑎 dan 𝑐 = 𝑑
𝑐 𝑑
𝑎 𝑏
Maka [ ] Є𝑅 sehingga 𝑅 ⊂ 𝑀2 (ℤ)
𝑐 𝑑
𝑎1 𝑎1 𝑎2 𝑎2
iii) Let [𝑏 𝑏 ], [ 𝑏 𝑏 ] Є𝑅
1 1 2 2
𝑎1 𝑎1 𝑎2 𝑎2 𝑎1 − 𝑎2 𝑎1 − 𝑎2
[𝑏 𝑏 ] − [𝑏 𝑏 ] = [ 𝑏 − 𝑏 𝑏1 − 𝑏2 ]misal 𝑐 = 𝑎1 − 𝑎2 dan 𝑑 = 𝑏1 −
1 1 2 2 1 2

𝑏2 , 𝑐, 𝑑 Є𝑅
𝑐 𝑐
[ ] Є𝑅
𝑑 𝑑
𝑎1 𝑎1 𝑎2 𝑎2 𝑎1 𝑎2 + 𝑎1 𝑏2 𝑎1 𝑎2 + 𝑎1 𝑏2 𝑒 𝑒
iv) [𝑏 𝑏 ] . [𝑏 𝑏2 ] = [ 𝑏1 𝑎2+ 𝑏1 𝑏2 ] = [𝑓 𝑓] Є𝑅
1 1 2 𝑏1 𝑎2+ 𝑏1 𝑏2
∃ 𝑒, 𝑓 Є ℤ dengan 𝑒 = 𝑎1 𝑎2 + 𝑎1 𝑏2 dan 𝑓 = 𝑏1 𝑎2+ 𝑏1 𝑏2
𝑎 𝑎
Jadi 𝑅 = {[ ] | 𝑎, 𝑏 Є ℤ } subring dari 𝑀2 (ℤ)
𝑏 𝑏

18. Nomor 42 (Gallian, 2010: 243)


𝑅 = 𝑍 ⊕ 𝑍 ⊕ 𝑍 dan 𝑆 = {(𝑎, 𝑏, 𝑐) Є𝑅|𝑎 + 𝑏 = 𝑐}
i) Karena R ring maka (0,0,0) Є𝑅 sehingga (0,0,0) Є𝑆, 𝑆 ≠ ø dan 𝑆 ⊂ 𝑅

28
ii) Ambil (𝑎, 𝑏, 𝑐, 𝑒, 𝑓, 𝑔) Є𝑆

(𝑎, 𝑏, 𝑐) − (𝑒, 𝑓, 𝑔) = (𝑎 − 𝑒, 𝑏 − 𝑓, 𝑐 − 𝑔)

(𝑎 − 𝑒) + (𝑏 − 𝑓) = (𝑎 + 𝑏) − (𝑒 + 𝑓) = 𝑐 − 𝑔

(karena 𝑎 + 𝑏 = 𝑐 dan 𝑒 + 𝑓 = 𝑔

Jadi (𝑎 − 𝑒, 𝑏 − 𝑓, 𝑐 − 𝑔) Є𝑆

iii) (𝑎, 𝑏, 𝑐). (𝑒, 𝑓, 𝑔) = (𝑎𝑒, 𝑏𝑓, 𝑐𝑔)


𝑎𝑒 + 𝑏𝑓 ≠ 𝑐𝑔 sehingga (𝑎, 𝑏, 𝑐)(𝑒, 𝑓, 𝑔) ≠ 𝑆
Jadi dan 𝑆 = {(𝑎, 𝑏, 𝑐) Є𝑅|𝑎 + 𝑏 = 𝑐} bukan subring

19. Soal nomor 34 (Gallian, 2010:244)


Jika a adalah anggota dari suatu ring dan 𝑎4 = 𝑎2 . Buktikan bahwa 𝑎2𝑛 = 𝑎2 untuk
semua 𝑛 ≥ 1.
Bukti:
Dengan menggunakan induksi matematika:
i. Untuk 𝑛 = 1
𝑎2.1 = 𝑎2 (benar).
ii.Diasumsikan benar untuk 𝑛 = 𝑘
𝑎2𝑘 = 𝑎2
iii. Akan ditunjukkan benar untuk 𝑛 = 𝑘 + 1
𝑎2(𝑘+1) = 𝑎2𝑘+2 = 𝑎2𝑘 . 𝑎2 = 𝑎2 . 𝑎2 = 𝑎4 = 𝑎2 (benar).
∴ Berdasarkan i, ii, iii terbukti bahwa 𝑎2𝑛 = 𝑎2 untuk semua 𝑛 ≥ 1 jika diketahui
𝑎4 = 𝑎2 .

29
DAFTAR PUSTAKA

Gallian, J.A. 2010. Contemporary Abstract Algebra. Seventh Edition. United States of America:
Eddison Wesley Publishing Company.
Malik, D.S, Mordeson, John M., & Sen, M.K. (1997). Fundamental of Abstract Algebra.New
York: McGraw-Hill companies.

30

Anda mungkin juga menyukai