Anda di halaman 1dari 22

BAHASA INDONESIA

CRITICAL BOOK REPORT

OLEH :

NAMA : FERNANDUS HASIANDO

NIM : 4153121021

KELAS : FISIKA DIK B 2015

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018
BUKU I
Judul Buku : MENULIS KARYA ILMIAH (ARTIKEL, SKRIPSI, TESIS

DAN DISERTASI)

Penulis : Etty Indriati, Ph. D.

Kota Tempat Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2006

Edisi : 5 (Kelima)

Jumlah : 120 halaman

I. PENDAHULUAN

Menulis adalah pekerjaan pokok bagi semua karyawan ilmiah, terlebih yang telah
memilih pendidikan dan penelitian sebagai panggilan hidupnya. Derajat seorang ahli diukur
dari mutu dan jumlah karya ilmiahnya. Karya ilmiah adalah anak otak seorang akademikus,
yang akan tinggal dalam khazanah pustaka sampai sesudah ia tiada. Dari karanganlah ia
dikenal oleh orang-orang semasa maupun generasi yang akan datang. Disamping itu
komunikasi ilmiah adalah suatu cara yang utama dalam memajukan dan menyebarluaskan
ilmu pengetahuan.

Dalam komunikasi bahasa merupakan faktor yang penting untuk memudahkan


pembaca menangkap apa yang dimaksud oleh pengarang, sehingga tidak menimbulkan salah
pengertian. Bahasa dan komunikasi mempunyai ciri-ciri yang khas karena kebenaran,
kesaksamaan dan ketepatan sangat dipentingkan. Bahasa dan istilah-istilah teknis
menyingkatkan uraian dan memantulkan sesuai fakta dengan jujur dan tepat, komunikasi
berbentuk khusus untuk menuntun pembaca melihat yang diinginkannya dengan cepat karena
produksi karangan ilmiah sangat pesat dengan banyaknya karangan dan berkala ataupun
media komunikasi yang lain. Jadi, buku yang akan dikritik ini sangat berguna bagi kita
khususnya yang dibidang karangan ilmiah untuk mempelajari cara menulis karangan ilmiah
yang baik dab benar.
II. DESKRPISI ISI BAB BUKU

a) Memaparkan ringkasan isi buku yang dikritisi

BAB 1. LANGKAH-LANGKAH PENGUMPULAN DAN PENYUSUNAN BAHAN


TULISAN

1.1 Studi Kepustakaan

Penulisan karya ilmiah merupakan bagian dari tugas akademik mahasiswa, dosen dan
peneliti untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Selain itu menulis karya iilmiah juga
diwajibkan untuk membuat laporan pertanggungjawaban atas data penelitian, ataupun untuk
mempublikasikan hasil penelitian.

Untuk membuat karya ilmiah, langkah awal yang harus dilakukan adalah menentukan
topik dan kemudian studi kepustakaan. Sesudah menemukan berbagai pustaka yang sesuai
dengan topik, kita mulai merangkum inti tulisan.

1.2 Perumusan Ide/ Permasalahan

Perumusan ide/ permasalahan adalah bagian dari pengantar dan dilandasi dengan studi
kepustakaan yang memadai. Perumusan permasalahan yang baik harus diberik konteks
sebelum masalah dipaparkan dan alasan penelitian dikemukakan. Yang dimaksud dengan
konteks adalah penggambaran latar belakang sampai timbulnya permasalahan.

1.3 Perumusan Hipotesis

Hipotesis dirumuskan berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu dan hasil penelitian


yang diharapkan. Hipotesis yang baik harus :

a. Bebas dari kedwiartian (arti ganda)

b. Mengungkapkan hubungan antara dua variabel atau lebih

c. Berimplikasi tes empirik

1.4 Perumusan Hasil yang Diharapkan dan Analisis Statistik

Perumusan hasil yang diharapkan dan analisis statistik dibuat dalam proposal/ usulan
penelitian. Hal ini berguna untuk mempersiapkan, memperbaiki, menambah dan mengarungi
variabel yang akan dikumpukan selama penelitian.
BAB 2. KERANGKA TULISAN ILMIAH

2.1 Judul Tulisan

Setiap tulisan ilmiah harus mempunyai judul yang menggambarkan isi tulisan.
Kadang-kadang, penulis mengubah judul setelah keseluruhan tulisan selesai, karena dirasa
lebih sesuai dengan isi. Judul hendaknya juga jangan terlalu panjang agar lebih efisien.

2.2 Nama dan Alamar Penulis

Setiap jurnal ilmiah mempunyai aturan tentang penulisan nama penulis, baik
mencamtukan gelar akademik dan profesi maupun tidak. Selain itu alamat penulis juga harus
dicantumkan sesudah nama yaitu afiliasi penulis.

2.3 Abstrak

Menurut Day (1979), abstrak tulisan ilmiah harus (1) menyatakan tujuan utama dan
skop penelitian, (2) menerangkan bahan dan metode yang dipakai, (3) meringkas hasil, dan
(4) menyatakan kesimpulan utama.

2.4 Pengantar

Pengantar harus padat, tepat informasi, serta mengandung pertanyaan penelitian dan
jawabannya sekaligus. Oleh karena itu, Pengantar menjadi bagian terpenting pada tulisan
ilmiah. Dengan membaca Pengantar, pembaca mendapatkan rangkuman penelitian dan
konteks penelitian yang berhubungan dengan penelitian-penelitian lainnya. Pengantar juga
harus memuat permasalahan. Jadi, urutan yang harus ada dalam Pengantar adalah :

a. Konsensus/ konteks

b. Masalah; kondisi yang tidak stabil

c. Akibar kondisi yang tidak stabil

d. Tanggapan; solusi atau janji solusi

2.5 Permasalahan Penelitian

Pada tulisan yang panjang (misalnya tesis atau disertasi), permasalahan penelitian
dapat ditulis pada bab tersendiri. Permasalahan penelitian ini merupakan penegasan kembali
permasalahan yang ditulis pada Pengantar.
2.6 Bahan dan Cara Penelitian

Keterbatasan pengumpulan bahan penelitian perlu dijelaskan. Bila pada Pengantar


kita meringkas bahan dan cara secara umum ke dalam dua-tiga kalimat, maka dalam bab
Bahan dan Cara Penelitian keduanya harus diuraikan secara mendetail supaya peneliti lain
bisa mengulang cara penelitian kita.

2.6.1 Bahan

Bahan penelitian harus disebutkan dari mana asalnya, berapa jumlahnya, kapan
pendataan bahan dilakukan. Bila penelitian menggunakan subjek manusia, maka harus
disebutkan apa alasan/ kriteria seleksi dan apakah perlu persetujuan lisan/ tertulis (consent)
dari subjek penelitian.

2.6.2 Cara Penelitian

Cara paling mudah unutk menjelaskan metodologi adalah berdasarkan kronologi


penelitian. Akan tetapi kronologi belum tentu harus diikuti, terutama bila ada metode yang
berhubungan yang harus dijelaskan bersama-sama.

2.7 Hasil

Kesalahan yang paling sering dijumpai dalam penulisan hasil adalah disertakannya
interpretasi hasil dan diskusi ke dalam bab Hasil. Hasil harus benar-benar memuat hasil
penelitian saja, sedangkan interpretasi dan diskusi diletakkan pada Pembahasan. Hasil harus
berisi fakta-fakta saja, yang ada pada prinsipnya terdiri dari : tabel, keterangan atbel, gambar,
grafik (termasuk dalam gambar), ringkasan hasil dan grafik dalam teks.

Dari mana kita memulai penulisan bab Hasil> Menurut Rudestam & Newton (1992),
penulisan bab ini biasanya dimulai dengan deskripsi sampel, misalnya jumlah dan kategori
sampel, setelah itu baru pemaparan hasil penelitian. Kita perlu berhati-hati dan memfokuskan
diri dalam menyusun bab ini supaya pengolahan data ke dalam tabel, grafik atau gambar
dapat digunakan sebagai alat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian.

2.8 Pembahasan

Pembahasan adalah bab yang paling sulit disusun karena sebelumnya kita harus
mendapatkan informasi mengenai semua hasil dan analisis statistik serta informasi hasil
penelitian-penelitian terdahulu sebagai bahan perbandingan.
Pembahasan yang baik terbuka terhadap kekurangan-kekurangan teori yang
bertentangan dan membahas faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perbedaan.
Kegagalan pembahasan yang paling sering terjadi adalah tidak dapat kembali ke literatur
untuk mengintegrasikan hasil studi.

2.9 Kesimpulan

Dalam tulisan karya ilmiah yang pendek, kesimpulan sebagai subjudul acapkali tidak
ada, karena digabungkan dalam Pembahasan. Untuk membuat kesimpulan yang ringkas dan
bermakna, coba tanyakan pada diri sendiri : “Apa hasil paling penting dari penelitian ini?”
dan jawab secara lisan, baru kemudian rumuskan ke dalam tulisan.

2.10 Ucapan Terima Kasih

Ucapan terima kasih harus ditulis untuk mereka (nama individu, organisasi dan
institusi) yang telah membantu terlaksananya penelitian dan penulisan sampai selesai. Pada
skripsi, tesis ataupun disertasi, ucapan terima kasih umumnya diletakkan di bagian depan,
sebelum daftar isi.

2.11 Daftar Pustaka

Daftar pustaka dilteakkan sesudah Ucapan Terima Kasih pada jurnal ilmiah. Ada
beberapa jenis format penulisan daftar pustaka dan tidak setiap jurnal atau buku selalu sama
format bakunya.

2.11.1 Buku

Dalam Daftar Pustaka, judul buku dicetak miring. Urutan penulisan sebagai berikut :
nama pengarang, tahun terbit, judul buku, nama penerbit dan kota penerbit.

2.11.2 Jurnal

Untuk penulisan jurnal sebagai berikut : nama pengarang, tahun terbit, judul tulisan,
anma jurnal, volume, nomor dan halaman.

2.11.3 Buku yang Diedit

Nama editor ditulis sebagai berikut : nama kecil (given name) disingkat dan ditulis
didepan nama keluarga (surename)
BAB 3. PENULISAN YANG EFEKTIF : SINGKAT, JELAS, TEPAT, ALIRAN LOGIKA
LANCAR DAN KOHEREN

Menulis secara efektif tidak mudah karena pengarang harus berpikir kritis untuk
menyampaikan gagasannya. Menurut Howard dan Barton (1986:20) menulis adalah :

a. Kegiatan simbolis yang membuahkan makna

b. Bagaikan kegiatan di atas pentas untuk menyampaikan makna kepada orang lain

c. Cara untuk mengekspresikan diri dan alat untuk berkomunikasi dengan orang lain

3.1 Penulisan yang Efektif Di Tingkat Kalimat dan Tingkat Paragraf

Pembahasan penyusunan tulisan yang efektif harus mencakup pembahasan ditingkat


kalimat (intrakalimat dan antarkalimat) dan ditingkat paragraf (intraparagraf dan
antarparagraf), secara terpisah maupun secara sekaligus (tumpang tindih).

Istilah-istilah dalam ilmu menulis yang dipakai oleh The Little Red Schoolhouse of Chicago :

Penekanan teks (stress) : terdapat pada tingkat intrakalimat dan antar kalimat.

Tali-tali topik (thematic strings) : terdapat pada tingkat intrakalimat dan antarkalimat.

Issue : terdapat pada tingkat antarkalimat, letaknya di awal paragraf.

Diskusi (discussion) : terdapat pada tingkat antarkalimat, letaknya di akhir paragraf.

Setelah mengetahui istilah-istilah yang digunakan, berikut ini akan diberikat


penjelasan singkat.

a. Tindakan penting yang dikemukakan dengan kata kerja yang tepat, bukan dengan kata
benda.

b. Letakkan pelaku sebagai subjek sedekat mungkin dengan kata kerjanya.

c. Letakkan informasi yang lebih singkat/ mudah sebelum informasi yang panjang dan
kompleks.

d. Pelihara integritas atau kesatuan (Co-Core-Others).

e. Letakkan informasi yang familier dan berulang di awal kalimat.


f. Letakkan informasi baru atau tidak terduga di akhir kalimat dan berilah penekanan (stress).

g. Susunlah tali-tali topik untuk membentuk paparan informasi yang koheren dan konsisten.

h. Buatlah rancangan issue untuk setiap paragraf tulisan Anda. Setiap issue harus berkaitan
dengan isi Diskusi di bagian akhir paragraf sebelumnya.

i. Rumuskan sentence points (maksud-maksud kalimat) yang tepat untuk setiap discourse
(unit tulisan).

j. Biasakan untuk meletakkan sentence point di bagian akhir issue, jangan dibagian akhir
Diskusi.

3.2 Jenis-Jenis Paragraf dan Pengembangannya

Ada bermacam-macam jenus paragraf. Menurut Widyamartaya (1990), berdasarkan


tempat dan fungsinya, paragraf dibagi menjadi 3, yaitu paragraf pengantar, pengembang dan
penutup. Widyamartaya (1990) juga menyatakan bahwa dalam bentuk unit tulsian, paragraf
dapat dibagi menjadi paragraf naratif, deskriptif, ekspositoris dan argumentatif.

Lebih njauh, Widyamartaya (1990:40) menjelaskan berbagai jenis pengembangan


paragraf, antara lain :

a. pengembangan dengan perincian dan pelukisan (deskripsi)

b. pengembangan dengan perbandingan dan pertentangan

c. pengembangan dengan analogi

d. pengembangan dengan penggolongan dan pembagian

e. pengembangan dengan contoh dan ilustrasi

f. pengembangan dengan definisi

g. pengembangan dengan analisis

3.3 Menuangkan Gagasan Panjang: Paralelisme dan Keseimbangan

3.3.1 Paralelisme
Dalam struktur paralel, sebuah kalimat mempunyai cabang-cabang yang mirip dalam
hal struktur dan atta bahasa (dari satu kata ke co-cores). Cabang-cabang kalimat ini
dihubungkan dengan induk/ batang kalimat dengan kata-kata seperti : dan, atau, tetapi.

3.3.2 Keseimbangan

Keseimbangan kata-kata muncul pada posisi yang sama pada cabang-cabang paralel
dengan mempersamakan dan mengontraskan isi kalimat.

3.4 Membuat Argumentasi

Dalam membuat tulisan ilmiah, penulis kerap kali dihadapkan pada keadaan harus
membuat argumentasi. Hal ini, selain menuntut cara berpikir yang kritis dan sistematis, juga
memerlukan pengetahuan akan elemen-elemen yang harus ada di dalam argumentasi.
Argumentasi yang kuat harus mengandung :

a. klaim (claim)

b. bukti alternatif (setuju; affirmative evidence) dan bukti kontradiktif (bantahan; rebuttal
evidence)

c. garansi/ justifikasi (warrant)

d. kompromi (concessions)

e. dan sumber aset (reservations)

3.5 Kesinambungan Antarbab

Kesinambungan antarbab diciptakan dengan memberi satu-dua kalimat yang


menyatakan isi bahasan bab sebelumnya untuk menuju bab berikutnya. Isi karangan dibagi ke
dalam beberapa bagian, yaitu :

a. Pengantar

b. Permasalahan Penelitian

c. Bahan dan Cara Penelitian

d. Hasil

e. Pembahasan
f. Kesimpulan

g. Ucapan Terima Kasih

h. Daftar Pustaka

b) Memberikan penilai terhadap kelebihan dan kekurangan isi buku

KELEBIHAN :

 Bahasa nya sudah cukup jelas sesuai dengan judulnya “Menukus Karya Ilmiah” sehingga
seluruh penulisannya sudah menggunakan kata-kata baku.

 Buku ini sangat berguna untuk pembaca khususnya bagi pembaca yang ingin menulis
karya ilmiah (Artikel, Skripsi, Tesis dan Disertasi) karena terdapat penjelasan-penjelasan
mengenai langkah-langkah, kerangka tulisan, presentasi yang baik serta cara penulisan
yang efektif.

 Terdapat lampiran pada bagian belakang buku yang membuat pembaca lebih mudah
memahami isi dari buku tersebut.

KELEMAHAN

 Fisik dari buku tersebut yang sangat mudah terkelupas atau lepas yang disebabkan dari
pihak percetakan yang kurang baik dalam proses pencetakannya.

 Terdapat beberapa kata yang penulisannya salah, mungkin disebabkan oleh kesalahn
ketika sewaktu dicetak. Contohnya pada kata Dolar yang seharunya di tulis menjadi
Dollar.

 Terdapat beberapa kalimat yang tanda bacanya tidak lengkap maupun salah penempatan
tanda baca. Contohnya pada kalimat “Paragraf harus hanya memuat satu ide pokok, yang
dituangkan dalam kalimat pertama pada paragraf tersebut.” Seharusnya menjadi “Paragraf
harus hanya memuat satu ide pokok yang dituangkan dalam kalimat pertama pada
paragraf tersebut.” Dimana terdapat tanda koma yang seharusnya tidak dimasukkan ke
dalam kalimat.
III. KOMENTAR

Pada buku ini seluruh penjelasannya mengenai menulis karya ilmiah sudah
tersampaikan dengan baik, namun agar lebih baik dalam penyajian bukunya ditambah
gambar-gambar agar tampilan lebih menarik bagi pembaca. Selain itu, kualitas dari hasil
percetakan bukunya juga agar lebih diperhatikan agar ketika pembaca membaca buku, kertas
tidak lepas dari buku sehingga dapat mengganggu pembaca dalam memfokuskan diri dalam
membaca buku tersebut. Untuk beberapa pemakaian tanda baca dan penulisan kalimat agar
diperhatikan lebih baik agar buku ini lebih baik ke depannya bagi pembaca.

BUKU II
Judul Buku : PEDOMAN PENULISAN USULAN PENELITIAN, SKRIPSI,

DAN TESIS

Penulis : Ir. I Made Wirartha, M. Si.

Kota Tempat Terbit : Yogyakarta

Tahun Terbit : 2006

Edisi : 1 (Pertama)

Jumlah : vi + 186 hlm

I. PENDAHULUAN

Karya ilmiah adalah anak otak seorang akademikus, yang akan tinggal dalam
khazanah pustaka sampai sesudah ia tiada. Dari karanganlah ia dikenal oleh orang-orang
semasa maupun generasi yang akan datang. Disamping itu komunikasi ilmiah adalah suatu
cara yang utama dalam memajukan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan.

Dalam komunikasi bahasa merupakan faktor yang penting untuk memudahkan


pembaca menangkap apa yang dimaksud oleh pengarang, sehingga tidak menimbulkan salah
pengertian. Bahasa dan komunikasi mempunyai ciri-ciri yang khas karena kebenaran,
kesaksamaan dan ketepatan sangat dipentingkan.
Buku ini sangat membantu untuk menganalisis dan menyunting berbagai sumber
pustaka para ahli, terutama yang relevan dengan materi yang akan dipelajari.

II. DESKRPISI ISI BAB BUKU

a) Memaparkan ringkasan isi buku yang dikritisi

BAB 4. PRESENTASI LISAN DAN POSTER

Persiapan presentasi lisan atau poster dilakukan dengan membuat ringkasan penelitian
dalam bentuk tertulis di slides, trasnsparant sheets, atau power point dikomputer, tergantung
apakah kita menggunakan slide projector, overhead projector, atau in focus.

4.1 Presentasi Lisan

Isi presentasi lisan yang baik harus mengandung hal-hal sebagai berikut :

a. definisi masalah/ problem atau pertanyaan pokok

b. pernyataan tentang pentingnya masalah/ problem tersebut

c. langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mengatasi masalah/ problem

d. pernyataan tentang penemuan penelitian anda

e. pertimbangan mengenai implikasi yang lebih luas tentang penemuan yanga da

6. penyampaian yang sederhana, jelas dan tepat (tidak mungkin kita menjabarkan berbagai
penelitian dengan terlalu mendetail, karena presentasi lisan pada penemuah ilmiah
profesional biasanya hanya diberi waktu 10-15 menit)

7. ucapan terima kasih kepada individu, institusi, dan sumber dana (bila ada) yang membantu
penelitian anda

8. lampiran daftar pustaka yang anda anggap paling penting

4.2 Presentasi Poster

Untuk membuat presentasi poster, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, yaitu :

1. Ukuran Poster
Standar Internasional untuk kongres nasional tahunan American of Physical
Antropologist menganjurkan ukuran poster dengan setinggi 1,2 meter dan lebar 2,4 meter.

2. Organisasi

Buatlah sketsa awal poster anda, dan beri ruang-ruang untuk :

a. pengantar (introduction)

b. bahan dan metode (desain) penelitian

c. hasil

d. ringkasan dan kesimpulan

e. daftar pustaka yang selektif dan ucapan terima kasih

3. Ukuran Huruf (font)

Judul harus dapat dibaca dengan jelas dari jarak 2,5 meter. Untuk itu sebaiknya
digunakan ukuran 44, sedangkan untuk subjudul cukup ukuran 30-36.

4. Proporsi Antara Gambar, Tabel, dan Teks

Seimbangkan proporsi antara gambar, tabel, dan teks. Gambar dan table atau grafik
sebaiknya menempati 50% poster.

5. Gerakan Mata

Urutan bagian-bagian dalam poster harus ilmiah, yaitu sesuai gerakan mata saat
membaca, misalnya : ke bawah (berupa kolom) atau ke samping (berupa garis).

6. Daftar Pustaka

Daftar pustaka diseleksi yang paling penting dan usahakan seringkas mungkin sekitar
3-5 buku atau bahan acuan.

7. Ucapan Terima Kasih

Ucapan Terima Kasih harus pendek dan berhubungan dengan penelitian (sumber
dana, institusi, atau individu).

8. Fotokopi Gambar dan Garfik


Sediakan fotokopi gambar dan/ atau grafik untuk dibagiakan kepada peserta yang
meminta.

BAB 1. PENYUSUNAN DAN PENGAJUAN USULAN PENELITIAN

Usulan penelitian adalah rencana penelitian selengkapnya. Penyusunan usulan


penelitian atau research proposal merupakan tahap awal penelitian mahasiswa yang hasilnya
disusun dalam bentuk skripsi.

Ada lima hal yang bisa dipakai untuk menilai rencana atau usulan penelitiannya, yaitu: (1).
Latar belakang pengetahuan penelitian, (2). Persoalan data, (3) Cara pengambilan sampel,
(4). Maksud, tujuan dan manfaat penelitian, (5). Teknik analisis.

1.1 Unsur-Unsur Usulan Penelitian

Unsur-unsur yang penting untuk dituliskan dalam usulan penelitian, yaitu : (1) Judul
penelitian, (2) Penegasan masalah, (3) Latar belakang penelitian, (4) Tinjauan kepustakaan,
(5) Hipotesis atau pertanyaan penelitian, (6) Tujuan dan manfaat penelitian, (7) Metode
penelitian, (8) Daftar kepustakaan.

1.2 Pengajuan Usulan Penelitian

Usulan penelitian yang dikembangkan secara tepat merupakan starting point (titik
awal) mahasiswa untuk dapat meneruskan kegiatan penelitian. Oleh sebab itu, dalam usulan
penelitian perlu ada hal-hal pokok yang seharusnya dicantumkan pada usulan penelitian
tersebut. Usulan penelitian merupakan rambu-rambu dan sekaligus penuntun bagi mahasiswa
untuk mengerjakan penelitian terencana dan sistematis.

1.3 Penilaian Kelayakan Usulan Penelitian

Suatu usulan penelitisn akan disetujui apabila memenuhi persyaratan tertentu,


meliputi materi isi usulan penelitian, teknik penulisan usulan penelitian, dan rujukan (sumber
pustaka) yang dipergunakan.

1.3.1 Materi Isi Usulan Penelitian


Materi isi usulan terdiri atas beberapa bagian, antara lain: (1) Latar belakang, (2)
Perumusan masalah, (3) Tujuan penulisan, (4) Analisis, (5) Rencana isi, (6) Daftar Pustaka.

1.3.2 Teknik Penulisan

Ada 6 hal yang harus diperhatikan dalam penyajian teknik penulisan usulan. Antara
lain menghindari penggunaan bahasa lisan, mematuhi tatabahasa dan tata tulis,
mengemukakan gagasan dengan singkat, jangan menulis pengertian secara kabur, jangan
membuat tujuan terlalu banyak satu saja sudah cukup dan menggunakan pendekatan deduktif.

1.3.3 Rujukan

Rujukan atau sumber pustaka sangat penting untuk memahami kedalaman peyusunan
usulan penelitian, karena dosen pembimbing sangat memperhatikan rujukan apa saja yang
menjadi dasr-dasar penyusuna usulan penelitian.

BAB 2. BAGIAN-BAGIAN USULAN PENELITIAN

Usulan penelitian untuk skripsi umumnya terdiri atas bagian awal, bagian utama dan
bagian akhir dengan jumlah halaman tidak lebih dari 20 halaman. Bagian awal usulan
penelitian berisi halaman judul penelitian dan halaman pengesahan. Bagian utama usulan
penelitian berisi pendahuluan yang memuat latar belakang masalah penelitian, perumusan
masalah penelitian, tujuan penelitian, keaslian penelitian, manfaat atau kegunaan penelitian,
ruang lingkup penelitian; tinjaun pustaka; landasan teori; kerangka pemikiran dan hipotesis;
metode penelitian. Bagian akhir usu;an penelitian berisi daftar pustaka dan lampiran-
lampiran.

BAB 3. METODE PENULISAN SKRIPSI DAN TESIS

Skripsi adalah karya tulis ilmiah seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program
S1. Skripsi tersebut adalah bukti kemampuan akademik mahasiswa bersangkutan dalam
penelitian dengan topik sesuai bidang studinya, yang akan dipertahanakan untuk
mendapatkan gelar serjana strata satu.

Tesis adalah karya tulis ilmiah resmi sebagai tugas akhir mahasiswa yang
menyelesaikan program studi S2. Tesis tersebut merupakan bukti kemampuan yang
bersangkutan dalam penelitian pengembangan ilmu pada salah satu disiplin ilmu. Tesis
disusun dan dipertahanakan untuk memperoleh gelas Magister/Master.
3.1 Bagian Skripsi

Bagian awal skripsi : (a) Halaman sampul depan, (b) Halaman judul, (c) Halaman
persyaratan, (d) Abstrak, (e) Ringkasan, (f) Halaman Persetujuan, (g) Riwayat Hidup, (h)
Kata Pengantar, (i) Daftar Isi,

Bagian utama skripsi : bagian utama skripsi mengandung bab (1) pendahuluan, (2)
tinjauan pustaka, (3) landasan teori, kerangka pemikiran dan hipotesis, (4) metode penelitian,
(5) gambaran umum daerha penelitian, (6) hasil penelitian dan pembahasan serta, (7)
kesimpulan dan saran.

Bagian akhir skripsi : bagian akhir skripsi mengandung daftar pustaka dan lampiran.
Hal-hal yang diperhatika dalam daftar pustaka dan lampiran adalah berikut:

a. Daftar Pustaka

Daftar pustaka harus mencantumkan semua pustaka yang isinya dikutip dalam teks.
Hal ini merupakan salah satu unsur etika akademis. Daftar pustaka membantu pembaca yang
ingin memperoleh keterangan lebih rinci mengenai kutipan dalam teks.

b. Lampiran

Lampiran dipakai untuk menempatkan data atau keterangan lain yang berfungsi
melengkapi uraian yang telah disajikan dalam bagian utama skripsi. Lampiran merupakan
tempat untuk menempatkan ha-hal yang diperlukan dalam skripsi, tetapi terlalu panjang jika
dicantumkan dalam teks.

3.2 Skripsi Bagi Mahasiswa

Sebagai sebuah karya ilmiah, skripsi mempunyai peranan dalam kancah akademis di
lingkungan perguruan tinggi. Sebagai karya ilmiah, skripsi:

a. Merupakan kegiatan belajar yang mengarahkan mahasiswa untuk mengintergrasikan


pengalaman belajarnya dalam menghadapi suatu masalah secara mendalam.

b. Merupakan sarana kegiatan belajar mahasiswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam


mengintergrasikan pengalaman dan keterampilan yang telah diperoleh.

c. Memberi peluang kepada mahasiswa untuk melatih diri dalam hal mengemukakan dan
menyelesaikan masalah secara mandiri dan ilmiah.
Sebagai laporan yang bersifat akademik, skripsi harus memenuhi kaidah sebagai
karya ilmiah. Kaidah-kaidah dalam karya ilmiah sebagai berikut:

a. Objektif

b. Bertumpu pada data

c. Kseimpulan diambil berdasarkan prosedur yang jelas

d. Seluruh pembahasan dalam skripsi harus berdasarkan rasio atau bisa diterima dengan akal
sehat.

3.2.1 Kendala Penulis Skirpsi

Beberapa alasan yang menjadikan skripsi sebagai beban yang berat.

a. Kesulitan mencari literatur pendukung

b. Tidak terbiasa menulis

c. Masalah dana

d. Kurang terbiasa dengan sistem kerja terjadwal dan pengaturan waktu yang sangat ketat

e. Sulit mengembangkan komunikasi dengan pembimbing secara konstruktif

Hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk menulis skripsi:

a. Membiasakan diri melakukan sesuatu dengan serius adalah hal yang dapat mendukung
kelancaran dalam penulisan skripsi.

b. Berkunjung ke perpustakaan secara rutin dn membaca buku-buku.

c. Melatih diri untuk memperhatikan masalah-masalah yang berkaitan dengan bidang skripsi
yang sangat menguntungkan.

d. Meningkatkan keterampilan dan kegiatan menulis karya tulis ilmiah yang biasanya
ditugaskan oleh dosen untuk matakuliah tertentu dalam bentuk penulisan makalah atau tugas-
tugas lainnya.

e. Melibatkan diri dalam berbagai kegiatan ilmiah.


f. Mahasiswa perlu hadir dalam kegiatan seminar proposal skripsi maupun seminar lain yang
ada di jurusan atau fakultas.

g. Mahasiswa meyakinkan diri mampu menyusun skripsi dalam waktu satu semester.

BAB 4. ATURAN-ATURAN KHUSUS PENULISAN SKRIPSI DAN TESUS

4.1 Kertas dan Huruf

Naskah asli skripsi dan tesis memakai kertas HVS 70 gr dan salinannya boleh
fotokopi. Ukuran kertas adalah kuarto (21 cm x 28 cm). Naskah asli skripsi dapat diketik
dengan mempergunnakan komputer. Pengetikan dengan komputer hendaknya menggunakan
jenis huruf Roman ukuran 10 atau Times New Roman 13.

4.2 Penomoran Halaman

Semua halaman dalam skripsi diberi nomor. Mulai dari sampul dalam sampai daftar
lampiran, nomor halaman menggunakan angka romawi keci (contoh: i,ii,iii,iv,v dan
seterusnya). Nomor halaman ditulis di bawah bagian tengah, 3 cm dari bawah. Nomor
halaman dimulai dari bab pendahuluan sampai lampiran terkahir dan menggunakan angka
arab (contoh: 1, 2, 3, 4, 5 dan seterusnya).

4.3 Spasi

Naskah skripsi dan tesis diketik 1,5 spasi (11/2 spasi), kecuali hal-hal yang khusus
pada satu muka halaman, dengan batas-batas: 4 cm dari pinggir kiri, 3 cm dari pinggir kanan
dan 3 cm dari batas atas dan dari batas bawah. Huruf di pinggir kanan diusahakan lurus.

4.4 Alinea

Setiap alinea dalam naskah skripsi dan tesisi harus membawa satu pokok pikiran.
Awal satu alinea, dimulai sembilan ketukan ke dalam dari marjin kiri.

4.5 Catatan kaki

Catatan kaki dipakai untuk memberikan keterangan yang dikemukakan pada teks dan
tabel. Catatan kaki dapat dipakai untuk menunjukan sumber pustaka yang tidak
dipublikasikan secara resmi misalnya hasil wawancara dengan seseorang, keterangan yang
diperoleh pada saat observasi dan sebagainya.
Pada catatan kaki, dicantumkan nama pengarang, tahun terbit, nama buku, edisi, jilid,
tempat dan nama penerbit, serta halaman yang dikutip. Nomor catatan kaki menggunakan
superscript. Nomor catatan kaki, dimulai seperti alinea baru. Catatan kaki diketik satu spasi
dan diletakkan di bagian bawah halaman.

4.6 Nama Latin, Kata Bahasa Asing dan Daerah

Istilah latin, asing dan daerah dicetak miring atau diberi garis bawah jika diketik
dengan mesin ketik. Contohnya, nama ilmiah buah manggis adalah Carcinia Mangostana.

4.7 Tanda Baca

Tanda baca titik selain dipakai untuk mengakhiri suatu kalimat juga dipergunakan
dibelakang singkatan tertentu, seperti Drs. Moh. Hatta, Ir. Soekarno. Singkatan yang terdiri
atas huruf kapital, ditulis tanpa titik di belakangnya seperti UGM, UNUD, DNA, WHO, ILO,
UI, IPB dan sebagainya. Tanda baca titik dua “.” Dipakai untuk mengutip yang panjang dan
menyebut beberapa hal dalam suatu rangkaian.

4.8 Penulisan Judul Bab

Judul bab diletakkan di tengah-tengah bagian atas halaman baru dengan huruf kapital
tanpa diakhiri tanda baca titik. Di depan judul bab dicantumkan angka romawi besar yang
menyatakan nomor bab tersebut. Judul bab dipisahkan tiga spasi dari kalimat pertama teks
berikutnya.

4.9 Cara Penulisan Sumber Pustaka Dalam Teks

Cara penulisan sumber pustaka di dalam teks dengan sistem nama-tahun harus sesuai
dengan cara penulisan di dalam daftar pustaka. Sistem nama-tahun dimulai dengan
menuiskan nama penulis yang diikuti oleh tahun terbit pustaka yang bersangkutan. Misalnya
nama pengarang, Handi Hakim Nasution, maka yang ditulis dalam teks adalah Nasution
tanpa nama depan dan nama tengah. Penempatan nama penulis beserta tahun terbitnya, bisa
di awal, tengah dan akhir suatu kalimat.

4.10 Tabel

Suatu tabel terdiri atas nomor tabel. Judul tabel, badan tabel dan keterangan tabel.
Tabel ditempatkan di dalam teks tiga spasi di bawah dan di atas teks. Nomor tabel yang
diperlukan dalam teks ditulis dengan nomor Arab.
Judul tabel dimulai sembilan ketukan dari marjin kiri dan tidak diakhiri dengan tanda
titik. Huruf pertama setiap kataa dalam judul tabel diketik dengan huruf kapital, kecuali kata
penghubung dan kata depan. Jika judul tabel diketi dua spasi di bawah judul tabel.

4.11 Gambar

Gambar meliputi bagan, grafik, peta dan foto. Suatu gambar harus dicantumkan
lengkap dengan nomor dan judul gambar. Gambar ditempatkan tiga spasi di bawah dan di
atas teks. Judul gambar yang di dahului oleh nomor gambar dimulasi sama dengan alinea
baru, diletakkan simetris dua spasi di sebelah bawah gambar tanpa diakhiri oleh tanda baca
titik.

b) Memberikan penilai terhadap kelebihan dan kekurangan isi buku

KELEBIHAN :

 Bahasa nya sudah cukup jelas sesuai dengan judulnya “Pedoman Penulisan” sehingga
seluruh penulisannya sudah menggunakan kata-kata baku.

 Buku ini sangat berguna untuk pembaca khususnya bagi pembaca yang ingin menulis
suatu karya ilmiah (Usulan Penelitian, Skripsi, dan Tesis) karena terdapat penjelasan-
penjelasan mengenai penyusunan, bagian-bagian, metode, serta aturan-aturan dalam
penulisan usulan penelitian, tesis, dan skripsi.

 Terdapat lampiran pada bagian belakang buku yang membuat pembaca lebih mudah
memahami isi dari buku tersebut. Lampirannya berupa contoh penulisan sumber pustaka
dalam daftar pustaka, contoh usulan penelitian, dan contoh halaman pelengkap agar
pembaca lebih mudah memahami bagaimana karya ilmiah tersebut.

KELEMAHAN

 Terdapat beberapa paragraf yang awalnya tidak diberikan spasi atau tab seperti pada
umumnya paragraf dan juga ada beberapa paragraf yang tidak baik dimana tidak jelas
kalimat utama dan kalimat penjelasnya.
 Terdapat beberapa kata yang penulisannya salah, mungkin disebabkan oleh kesalahan
ketika sewaktu dicetak. Contohnya pada kata Dolar yang seharusnya di tulis menjadi
Dollar.

 Terdapat beberapa kalimat yang tanda bacanya tidak lengkap maupun salah penempatan
tanda baca. Contohnya pada kalimat “Hasil pengkajian tersebut harus diulang sehingga
penyajiannya bisa diterima.” Seharusnya menjadi “Hasil pengkajian tersebut harus
diulang sehingga, penyajiannya bisa diterima.” Dimana kurang tanda koma sebelum kata
“penyajiannya”.

III. KOMENTAR

Buku ini sudah sangat baik isi dan penyampainnya serta terdapat lampiran-lampiran
yang konkrit yang memudahkan pembaca dalam memahami buku tersebut. Namun agar lebih
baik buku ini diharapkan dapat ditambahkan cara singkat dalam membuat masing-masing
karya ilmiah agar pembaca dapat mengaplikasikannya lebih baik lagi. Jika hanya membaca
sampai habis bukunya, pembaca agak sulit dalam memahami karena tidak semua orang dapat
nalar dalam menyimak pernyataan di buku tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Indriati, Etty. 2006. Menulis Karya Ilmiah Artikel, Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Jakarta : PT
Gramedia Pustaka Utama

Wirartha, Made. 2006. Pedoman Penulisan Usulan Penelitian, Skripsi, dan Tesis. Yogyakarta
: ANDI