Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

Fontana,A.(2011:1) menjelaskan inovasi adalah keberhasilan sosial dan ekonomi

berkat diperkenalkannya atau ditemukannya cara-cara baru atau kombinasi baru dari cara-

cara lama dalam mentransformasi input menjadi output sedemikian rupa sehingga berhasil

menciptakan perubahan besar dalam hubungan antara nilai guna atau nilai manfaat,
setidaknya yang dipersepsikan oleh konsumen dan/atau pengguna) dan nilai moneter atau

harga. Perekonomian yang berdaya inovasi mampu menghasilkan nilai tambah yang unik dan

substansial bagi masyarakat dan pada gilirannya berimbas positif kepada pelaku-pelaku

perekonomian dan seluruh perekonomian. Dewasa ini, dengan sistem perekonomian yang

sangat terbuka maka dampak daya-daya inovasi dan keberhasilan inovasi suatu perekonomian

akan berimbas pada perekonomian lain.

Fontana,A.(2011:2) menjelaskan terdapat beberapa hal penting dalam artikel-artikel

terbaru Harvard Business Review (October 2008). Pertama, pentingnya inovasi pada dunia

dewasa ini dan masa mendatang; proses penciptaan nilai seharusnya dilakukan dengan lebih

banyak melibatkan konsumen/pengguna sebagai kontributor.Kedua, kreativitas harus menjadi

preokupasi manajemen puncak dalam memimpin bisnis dewasa ini dan masa mendatang serta

1
organisasi membutuhkan pergeseran gaya memimpin dan mengelola (inovasi dibangun

dengan kreativitas sebagai salah satu pilar).Ketiga, praktis manajemen perlu


dirancang sebagai praktik profesional dengan kode etik yang menunjang profesi
manajer dalam proses penciptaan nilai tidak saja bagi organisasi tetapi juga bagi
masyarakat.

Menurut Munroe, inovasi adalah konsep y kecil dan inovasi dengan hurufatkan“I”hal-hal
sepertibesar. I membangun internet , internal combustion engine dan bar code. Pada sisi lain
inovasi juga

mencakup perbaikan kecil dan terus menerus yang membantu untuk menjalani
hidup dengan lebih baik (Gallo,C.,2011:xii).

Kecenderungan meningkatnya praktek-praktek inovasi pada organisasi-


organisasi dewasa ini dan pada masa mendatang banyak dipicu utamanya
perubahan kondisi lingkungan eksternal, mulai perubahan kondisi lingkungan
umum dan global ( demografi, sosial budaya, ekonomi, politik-hukum, teknologi,
iklim bumi) hingga perubahan lingkungan persaingan bisnis (Fontana,2011:6).

Picuan eksternal saja tidak cukup untuk membuat organisasi dan individu
berinovasi. Organisasi dan individu perlu memperlengkapi diri dengan perangkat-
perangkat penunjang inovasi, baik yang berwujud maupun yang nirwujud.
Pemimpin dan kepemimpinan menjadi faktor penting, tidak ada inovasi tanpa
kepemimpinan. Selain itu, kreativitas dari dalam organisasi menjadi faktor
pemicu keduanya munculnya inovasi. Kreativitas menjadi salah satu faktor yang
memungkinkan ditemukannya ide baru, pengembangan baru hingga cara baru
diseminasi barang atau jasa yang dihasilkan (Fontana,2011:7).

2
Berdasarkan uraian diatas maka dapat dilihat keterkaitan yang erat antara
kreativitas dengan inovasi. Sebagaimana yang dijelaskan West, M.A.(2004:16)
bahwa kreativitas merupakan pengembangan ide-ide baru sedangkan inovasi
adalah proses penerapan ide-ide tersebut secara aktual ke dalam praktek. Hal
tersebut berarti adanya inovasi harus dimulai terlebih dahulu dari kreativitas. Oleh
karena itu dalam tulisan ini berusaha memaparkan beberapa upaya yang dapat
dilakukan dalam rangka mengembangkan kreatifitas dalam organisasi.

3
BAB II

PEMBAHASAN

INOVASI
Pengertian Inovasi
Inovasi bisa didenifisikan sebagai ”prosestertentu seorang dengan melalui pendayagunaan
pemikiran, kemampuan imajinasi, berbagai stimulant dan individu yang mengelilinginya yang
berusaha meghasilkan produk baru, baik bagi dirinnya sendiri atau pun bagi
lingkungannyaTerdapatbeberapasyarat.”inovasi sebagaimana yang diuraikan di bawah ini.
Pertama, produk baru ini harus bermanfaat bagi masyarakat lingkungannya. Kedua, sifat baru
pada produk ini merupakan sesuatu yang relatif, sehingga produk yang dihasilkan itu bisa jadi
merupakan sesuatu yang baru bagi seseorang meski tidak baru bagi yang lain, dan bisa jadi
produk yang dihasilkan itu merupakan sesuatu yang baru baik bagi dirinnya maupun bagi orang
lain. Pada kedua kondisi ini, produk baru ini bisa dikategorikan sebagai suatu inovasi. Ketiga, di
samping harus memiliki sifat baru, produk ini juga harus memiliki fungsi dan manfaat yang bisa
menutupi kebutuhan tertentu yang dirasakan oleh individu atau pun kelompok (Jawwad,AA,
2004:1).

Jawwad,AA.(2004:2) juga memaparkan adanya pendapat lain yang mengatakan bahwa


inovasi adalah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Yakni pendayagunaan
kemampuan dan keahlian dalam melakukan atau pun mengembangkan karya tertentu. Inovasi ini
menuntut adannya kekuatan imajinasi dalam mengantisipasi berbagai situasi. Berpikir inovatif
adalah proses yang melahirkan solusi atau gagasan di luar bingkai pengetahuan yang sudah
dimaklumi bersama (bingkai konservatif),baik ditinjau dari pengetahuan individu yang berpikir
atau dari pengetahuan yang dominan di lingkungannya. Berpikir inovatif ini bertujuan
memunculkan gagasan–gagasan baru yang dalam prosesnya harus terpenuhi empat aspek
fundamental, yaitu: 1) sensivitas yang tinggi terhadap berbagai permasalahan yang mungkin saja
tidak sampai mengusik sensivitas kebanyakan orang biasa; 2) Produktivitas yang tinggi, yakni
kemampuan untuk menghasilkan jawaban sebanyak mungkin untuk satu pertanyaan; 3)
Elasitivitas yang tinggi, yakni kemampuan menghasilkan pemikiran variatif sebanyak mungkin;
4) Orisinalitas yang tinggi, yakni kemampuan menghasilkan gagasan yang unik dan baru yang
belum pernah dikenalnya.

4
Jenis-Jenis Inovasi

Ancok,D.(2012:36-40) memaparkan beberapa jenis inovasi. Keunggulan sebuah


organisasi terletak pada kemampuan untuk mengahasilkan produk dengan kualitas tinggi

(quality), harga yang murah (price) dan penyampaian produk yang cepat kepada pengguna.
Inovasi bukan hanya menyangkut penciptaan suatu produk, melainkan inovasi dapat dilakukan
pada berbagai aspek yaitu proses, metode, struktur organisasi, hubungan, strategi, pola pikir, dan
pelayanan. Beberapa jenis inovasi tersebut dijelaskan sebagai berikut :

1) Inovasi Proses : inovasi proses dilakukan dalam rangka menyederhanakan proses kerja agar
efisien atau menemukan proses yang baru sehingga meninggalkan proses lama demi
membuat loncatan pencapaian kinerja organisasi.

3) Inovasi Metode : contoh dari inovasi metode antara lain metode pengajaran (Teacher-based
learning) berubah menjadi pembelajaran berbasis mahasiswa (student based learning).
Inovasi Struktur Organisasi : inovasi dapat dilakukan dengan mengubah struktur organisasi.
Sebagai contoh perubahan dari struktur organisasi yang birokratis menjadi struktur oragisasi
yang lintas fungsi dan organisasi jaringan sehingga pola kerja dan pola komunikasi lebih
fleksibel dan cepat.

4) Inonasi Hubungan : hubungan dalam bisnis yang semula mengabaikan peran para pelanggan
dan pemasok membuat biaya bisnis lebih mahal.Sehingga perlu dikembangkan hubungan
kemitraan dengan organisasi lain dalam wujud membantu pengembangan mitra bisnis atau
dalam bentuk aliansi bisnis. Sebagai contoh kerjasama antara perusahaan penerbangan
dengan bank melalui kartu kredit dengan label kedua perusahaan tersebut.

5) Inovasi Strategi : mengubah orientasi strategi yang semula lebih berorientasi internal menjadi
berorientasi eksternal. Contoh strategi yang dilakukan Jepang pada awalnya tertutup dan
sangat fanatik dengan budayanya setelah restorasi meiji Jepang menjadi Negara terbuka yang

5
belajar banyak hal-hal yang baik dari negara-negara lain.

6) Inovasi Pola Pikir : Pola pikir menentukan tindakan yang diambil dalam menghadapi
masalah.Sebagai contoh pola pikir manajemen lama yang mengasumsikan karyawan adalah
orang yang malas, tidak bertanggungjawab, hanya mau menerima upah dengan kerja
seadanya.Pola pikir tersebut perlu dirubah menjadi asumsi yang positif terhadap karyawan.

7) Inovasi Produk : inovasi produk perlu dilakukan karena konsumen mengiginkan produk yang
multiguna. Selain itu konsumen juga menginginkan produk murah, kuat, sedehana dalam
pengoperasian dan penggunaannya.Hal lain yang perlu diperhatikan adalah produk yang
dipakai seseorang menjadi bagian dari kepribadiannya sehingga desain produk, tampilan
perlu disesuaikan dengan karakteristik pengguna.

Inovasi Pelayanan : pelayanan bagian yang sangat penting dari pemasarann sebuah produk dan
jasa. Pelayanan meyangkut emosi. Orang akan meninggalkan produk atau jasa bila pemberi
layanan lambat bekerja, tidak ramah, marah-marah, cemberut dan menunggu lama. Sebagai
contoh agen perjalanan eksekutif memberikan pelayanan lengkap.

Prinsip-Prinsip Inovasi
Steve Jobs adalah CEO Apple. Pada Januari tahun 2010, Harvard Business Review menobatkan
Steve Jobs sebagai CEO terbaik di dunia karena telah mengahsilkan keuntungan industri terbesar
yaitu 34% setiap tahun. Kepemimpinan Steve Jobs di perusahaan Apple telah mengembangkan
beberapa produk inovatif di dunia seperti iMac, MacBook, iPhone, iPod, dan iPad. Apple
dibawah kepemimpinan Steve Jobs juga telah berkontribusi dalam mempercepat perubahan
industri musik, film, dan televisi dan ponsel (Gallo C. 2011:5)

Berdasarkan pengalaman keberhasilan dalam kehidupan pribadi maupun organisasi. Steve


Jobs tersebut maka Gallo C. (2011:10) memaparkan memaparkan tujuh prinsip inovasi sebagai
berikut : 1) Melakukan sesuatu aktifitas yang kita sukai; 2) Berusaha menjalin kerjasama dengan
orang-orang yang punya pemikiran dan pandangan yang sama, dan membantu untuk
merealisasikan ide-ide menjadi inovasi-inovasi; 3) Senantiasa mengembangkan kreativitas

6
dengan memahami pengalaman; 4) Menciptakan produk-produk yang dapat memenuhi harapan,
impian dan ambisi konsumen; 5) Menciptakan produk yang sederhana, mudah cara
pemakaiannya tetapi memiliki banyak fungsi.; 6) Memberikan pelayanan yang baik sehingga
menorehkan kesan positif dan hubungan yang mendalam dengan konsumen; 7) Mampu
mengenalkan produk /hal baru kepada konsumen secara efektif sehingga mereka memiliki
perhatian dan antusiasme terhapa produk tersebut.

KREATIVITAS
Pengertian Kreativitas

Jawwad,AA.(2004:3) menjelaskan arti kreativitas secara etimologis adalah memunculkan


sesuatu yang baru tanpa ada contoh sebelumnya. Suatu produk yang dikategorikan kreatif akan
memenuhi sifat-sifat baru dan unik pada formasi finalnya, meski unsur-unsur dasar memang
sudah ada sebelumnya. Para pakar lain mendefinisikan bahwa kreativitas adalah proses yang
menghasilkan karya baru serta memungkinkan diaplikasikan baik dalam bidang keilmuan,
keseniaan, kesusastraan maupun bidang lainnya.

Munandar,U.(1992) mendefinisikan kreativitas adalah kemampuan yang mencerminkan


kelancaran, keluwesan, dan orisinalitas dalam berpikir serta kemampuan untuk mengelaborasi
suatu gagasan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa kreativitas sebagai keseluruhan kepribadian
sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya. Lingkungan tempat individu berinteraksi dapat
mendukung berkembangnya kreativitas tetapi juga menghambat dapat menghambat
berkembangnya kreativitas. Kreativitas yang ada pada individu digunakan untuk menghadapi
berbagai permasalahan yang ada ketika berinteraksi dengan lingkungannya dan mencari berbagai
alternatif pemecahannya sehingga dapat tercapai penyesuaian diri secara adekuat
(Asrori,M.,2008:62).

Torrance (1981) menjelaskan kreativitas adalah proses kemampuan individu untuk memahami
kesenjangan-kesenjangan atau hambatan-hambatan dalam hidupnya, merumuskan hipotesis-
hipotesis baru dan mengkomunikasikan hasil-hasilnya serta sedapat mungkin memodifikasi dan
menguji hipotesis-hipotesis yang telah dirumuskan. Agar dapat melakukan semua itu

7
memerlukan dorongan-dorongan dari lingkungan yang didasari oleh potensi-potensi kreatif yang
telah dimiliki sehingga dapat mempercepat berkembangnya kreativitas pada individu
(Asrori,M.,2008:65).

Karakteristik Kognitif Untuk Berpikir Kreatif

Bowd, McDougall dan Yewchuck (1994) menjelaskan ciri-ciri aspek kognitif yang
diperlukan untuk menghasilkan pemikiran kreatif yang meliputi : (1) Fluency : kelancaran
menjawab pertanyaan; (2) Flexibility:mampu menghasilkan gagasan yg tdk biasa; (3)

Originality : mampu melihat dari sudut pandang yang berbeda dan mampu menghasilkan
gagasan yang original; (4) Elaboration:mampu mengelaborasi konsep dan
mengimplementasikan;(5) Visualization : mampu berimajinasi dan memvisualisasikan konsep;
(6) Transformation : mampu mengubah suatu benda/gagasan pada benda/obyek lain dan melihat
makna & manfaat dgn cara baru; (7) Intuition : kemampuan melihat hub./kaitan suatu hal dgn
hal lain dalam kondisi informasi terbatas dan (8) Synthesis : kemampuan mengkombinasikan
bagian-bagian ke dalam keseluruhan yang kompak dan logis (Ancok,D,2012:68).

Ciri-Ciri Pribadi Yang Kreatif

West,M.A.(2000:36-39) memaparkan bahwa salah satu cara untuk mengembangkan


kreatifitas adalah mengembangkan sejumlah kualitas pribadi yang telah diidentifikasikan
berulang-ulang sebagai ciri-ciri orang yang secara konsisten kreatif, meliputi:(1) ketertarikan
pada kegiatan yang bernilai intelektual dan artistik;(2) ketertarikan untuk memahami masalah
yang kompleks untuk menemukan solusi; (3) memiliki kepedulian pada proses dan pencapaian
hasil kerja yang sebaik-baiknya; (4) menunjukkan ketekunan dalam pencapaian tujuan;(5)
memiliki pemikiran yang mandiri; (6) menunjukkan toleransi terhadap situasi/masalah yang
ambigu; (7) memiliki kebutuhan otonom/kebebasan;(8) memiliki kepercayaan diri; (8) memiliki
kesiapan mengambil resiko.

8
Menghasilkan Kreativitas Berbasis Potensi Diri
Musrofi, M. (2007:1) menjelaskan bahwa setiap manusia diberi karunia potensi atau
bakat. Manusia seharusnya bersyukur terhadap karunia potensi/bakat yang telah diberikan Sang
Pencipta Allah SWT. kepada dirinya. Hakikat bersyukur menurut Quraish Shihab adalah
menampakkan nikmat sesuai kehendak pemberi, juga menyebut-nyebut dengan baik.Cara
mensyukuri nikmat bakat atau potensi diri yaitu : (1) merenungi dan mengenali potensi diri atau
bakat yang sesungguhnya ada dalam diri kita; (2) memfokuskan diri pada bakat tersebut dengan
secara terus-menerus melatih dan memanfaatkan bakat itu sebagai realisasi tugas kekhalifahan
dimuka bumi (Musrofi, M., 2007:3-4). Musrofi (2007) dalam bukunya Lima Langkah
Melahirkan Mahakarya : Melejitkan Potensi Diri dengan Cara Membiasakan Berkarya
memaparkan lima langkah untuk berkarya yang bersumber pada potensi diri. Lima langkah
tersebut meliputi : (1) memahami arti penting potensi diri atau bakat; (2) mengenal potensi diri;
(3) mengungkap ide-ide karya dari potensi diri; (4) membuat prioritas ide karya; (5)
merencanakan dan berkarya. Tiap-tiap langkah diuraikan sebagai berikut.

Pertama, memahami arti penting potensi diri atau bakat. Bakat /potensi merupakan
fasilitas Allah Swt. agar manusia dapat berperan sebagai khalifah di muka bumi.Hal tersebut
harus disyukuri dengan cara mengaktualisasikan dan mengoptimalkan bakat/potensi untuk
kepentingan sesama. Kedua, mengenal potensi diri. Beberapa cara untuk mengenal potensi diri
antara lain yaitu a) mengenali kegiatan yang disukai dan menyenangkan bagi diri sendiri.
Aktifitas yang disukai kemungkinan merupakan cermin potensi diri; b)mengenali aktifitas yang
mengasikkan, sehingga tidak merasa telah melakukan aktifitas tersebut berjam-jam.Ketika
sedang mengungkapkan potensi diri, kita cenderung masuk ke dalam kondisi mengalir;c)
mengenali aktifitas yang biasanya mudah dan cemerlang dilakukan; d) mengenali aktifitas
impian atau imajinasi yang belum terealisasi; e) menanyakan kepada orang terdekat mengenai
bakat/potensi yang kita miliki; f) mengenali aktifitas yang mudah dan cepat untuk dipelajari.
Beberapa cara tersebut diharapkan dapat memberikan informasi dan kesimpulan mengenai
potensi diri seseorang.

9
Ketiga, mengungkap ide-ide karya dari potensi diri. Pada tahap ini seseorang diminta
untuk mengeluarkan ide-ide karya dari potensinya sebanyak-banyaknya secara kuantitas. Tony
Buzan menjelaskan bahwa otak manusia tidak seperti komputer yang berpikir runtut dan linier,
tetapi otak manusia berpikir memancar dan eksplotif. Mind Map yang dikenalkan Tony Buzan
meniru cara kerja otak tersebut. Mind Map dapat digunakan untuk menggali ide sebanyak-
banyaknya.

Keempat,membuat prioritas ide karya. Banyaknya ide-ide yang telah diungkapkan


tentunya tidak semua dapat direalisasikan,sehingga perlu menentukan prioritas ide.
Kriteria membuat prioritas ide dapat didasarkan pada keunikan ide; kesegeraan
untuk dapat diwujudkan; atau yang paling banyak dimanfaatkan orang lain.
Selanjutnya dilakukan : (1) Menentukan dasar kriteria dan kriteria dikelompokkan
menjadi tiga, misal banyak dimanfaatkan (kategori A), cukup dimanfaatkan
(kategori B), kurang dimanfaatkan (kategori C);( 2) Mengelompokkan ide-ide
sesuai dengan kategori yang telah dibuat; (3) Mendaftar ide-ide yang termasuk
dalam kelompok A , misal kategori ide yang banyak dimanfaatkan;(4) Ide-ide
dalam kelompok A dapat dirinci lagi untuk dipilih sebagai prioritas ide karya.

Kelima, merencanakan dan berkarya. Apabila sudah ditentukan prioritas ide karya maka
perlu membuat rencana. Inti rencana berisi dua hal, yaitu tujuan dan cara mencapainya.Beberapa
hal yang direncanakan meliputi : (1) merumuskan tujuan, yakni ide karya yang akan diwujudkan;
(2) merumuskan target waktu penyelesaian; (3) merumuskan langkah-langkah yang dilakukan
agar ide karya terselesaikan; (4) menemukan tokoh anutan dan pembimbing dan (5) menentukan
tempat berkarya dan menuliskan alat atau fasilitas yang diperlukan. Selanjutnya rencana yang
telah dirumuskan hendaknya dilakukan karena rencana sebagus apa pun tanpa disertai tindakan
tidak ada artinya. Beberapa hal yang perlu dilakukan agar rencana dapat direalisasikan yaitu (1)
menyisihkan waktu dua jam dalam sehari untuk berkarya;(2) Selalu mengingat Allah Swt. dalam
setiap mengawali suatu kegiatan yang bermanfaat dengan bacaan basmalah(3)bersungguh -
“Bismillasungguh dan mengerahkan seluruh kemampuan dalam berkarya; (4) dalam berkarya
membutuhkan orang lain sehingga diperlukan usaha memperluas jaringan kerja; (5) melakukan
segala sesuatu dengan baik; (6) menyikapi kegagalan secara positif dengan terus berupaya tanpa

10
mengenal lelah dan putus asa; (7) bersikap rendah hati, menunjukkan sikap terbuka terhadap
kritik dan saran dari pihak lain; (8) secara terus menerus senantiasa melakukan upaya
memperbaiki sesuatu yang sudah ada menjadi lebih baik.

CURAH PENDAPAT SEBAGAI CARA MENGEMBANGKAN IDE-IDE DALAM


KELOMPOK KERJA.

Kelly, T. (2002:73) memaparkan bahwa curah pendapat merupakan mesin ide bagi suatu tim
atau kelompok kerja. Kesempatan bagi tim untuk melontarkan ide pada awal sebuah proyek atau
untuk memecahkan masalah rumit yang tiba-tiba muncul.Semakin produktif sebuah kelompok,
semakin dapat bercurah pendapat secara teratur dan efektif. Beberapa teknik curah pendapat
yang lebih baik diuraikan dibawah ini. Pertama, mempertajam fokus, curah pendapat yang baik
dimulai dengan menyatakan masalah dengan jelas, berupa pertanyaan yang sederhana dan
spesifik. Kedua, membuat aturan-aturan curah pendapat yang menyenangkan untuk mendorong
orang mengeluarkan ide/gagasan secara bebas, bukan aturan yang menghambat dan mengkritik
ide-ide. Aturan-aturan tersebut dibuat dan ditempelkan supaya dapat terbaca oleh orang yang
melakukan curah pendapat. Ketiga, memberikan nomer untuk ide-ide yang telah disampaikan.
Hal tersebut memberi manfaat untuk memotivasi anggota kelompok mengungkapkan
gagasan/ide sebanyak-banyaknya dan untuk mengetahui catatan jejak urutan ide-ide yang
disampaikan. Munculnya ide-ide yang secara kuantitas banyak memberikan peluang untuk
memilih ide-ide yang lebih berkualitas diantara ide-ide lainnya.Keempat, Fasilitator curah
pendapat memahami momen untuk membangun dan melompat.Fasilitator terbaik dapat
mengembangkan percakapan yang muncul dengan sentuhan lembut pada fase awal dan
membiarkan ide-ide mengalir pada bagian menanjak dari kurva penyampaian ide.Sebaliknya
ketika energi melemah maka fasilitator perlu melakukan lompatan-lompatan ide mundur
(membahas ide-ide yang sebelumnya sudah disampaikan) maupun maju (menawarkan ide-ide
baru). Kelima, membuat ruang ide. Mempersiapkan ruang curah pendapat dengan cara
menempeli dinding dengan kertas-kertas putih sehingga setiap ide yang muncul dapat segera
ditulis dengan spidol pada kertas yang menempel pada dinding tersebut. Keenam,melakukan
relaksasi mental sebelum melakukan curah pendapat.Hal tersebut dapat dilakukan dengan

11
melakukan permainan (game) yang dapat mencairkan suasana baik pikiran maupun hubungan
dalam kelompok. Ketujuh,melakukan secara fisik. Curah pendapat yang bagus adalah dengan
memvisualisasikan. Sehingga dalam curah pendapat dapat langsung dilakukan membuat sketsa,
memetakan pikiran, menggambar diagram dan menempel gambar (Kelly, T. (2002:73-80).
Pengaruh curah pendapat pada aspek psikologis yaitu memberikan perasaan yang fantastis, dan
merasakan sensasi memiliki banyak pengalaman. Selain itu, memunculkan semangat dalam tim
serta antusiasme untuk membicarakan ide-ide yang muncul pada saat curah pendapat (Kelly, T.
(2002:81).

GAYA KEPEMIMPINAN YANG MENDORONG KREATIFITAS

Gaya kepemimpinan yang diterapkan dalam sebuah organisasi sangat menentukan


banyaknya inovasi yang dihasilkan.Inovasi pada dasarnya sangat ditentukan oleh kemampuan
pemimpin perusahaan untuk memotivasi karyawan mengaktualisasikan seluruh potensi yang
dimiliki. Pemimpin mulai dari puncak sampai pada yang pemimpin unit kerja operasional pada
lini paling bawah dalam struktur organisasi berperan dalam inovasi. de Jong dan Hartog (2007)
menunjukkan bahwa teori kepemimpinan yang diduga mempunyai keterkaitan yang erat dengan
inovasi di perusahaan yaitu kepemimpinan transformasional, kepemimpinan partisipatif dan
Leader-Member Exchange (LMX) (Ancok,D.,2012:121-122).

Pertama, Kepemimpinan partisipatif. Gaya pengambilan keputusan berurutan dari sisi


kewenangan yang diberikan kepada bawahan yaitu mulai dari tanpa wewenang apapun
(otokratis) sampai pada pemberian wewenang yang paling besar kepada bawahan (delegasi).
Proses pengambilan keputusan yang bergerak semakin kearah delegasi maka semakin
meningkatkan semangat berinovasi. Seorang yang bergaya kepemimpinan partisipatif adalah
pemimpin yang memberikan peluang kepada karyawan untuk ikut berpartisipasi dalam
pengambilan keputusan dan mempengaruhi keputusan yang dibuat pemimpin.Gaya
kepemimpinan tersebut memberikan peluang kepada bawahan untuk menentukan arah dan
merancang tugas yang diinginkan. Hal itu dapat membuka peluang untuk mengembangkan
kreativitas karyawan dalam menghasilkan inovasi (Ancok,D.,2012:127).

12
Kedua, Leader-Member Exchange (LMX). Ancok,D.(,2012:12) menjelaskan pada
kondisi high exchange, hubungan pemimpin dengan orang yang dipimpin relatif akrab dan
mereka merasa sebagai bagian hubungan pertukaran yang tinggi apabila pemimpin memiliki
kepercayaan pada bawahannya. Kepercayaan ini tumbuh karena bawahan memiliki integritas
dan kompetensi.baik dari aspek teknis pekerjaan maupun dalam hubungan sosial dengan orang
lain. Pada kondisi high exchange, pemimpin berbagi informasi, mendelegasikan pekerjaan,
melibatkan bawahan dalam pengambilan keputusan, memberikan pekerjaan yang menarik dan
memberikan banyak kemudahan kepada bawahannya seperti gaji tinggi, tempat kerja yang lebih
luas, dan jadwal kerja yang lebih baik. Oleh karena itu, gaya kepemimpinan yang high exchange
akan lebih besar pengaruhnya pada semangat inovasi para karyawan, dan munculnya karya
inovatif dalam perusahaan. Hal tersebut dapat terjadi karena karyawan merasa bebas
menyampaikan idenya, pada sisi lain pemimpin lebih mau mendengarkan gagasan mereka.

Ketiga, Gaya Kepemimpinan Transformasional. Ciri-ciri kepemimpinan transformasional


meliputi :1) Idealized Influence : sifat-sifat keteladanan (role model) yang ditunjukkan kepada
pengikut dan sifat-sifat yang dikagumi pengikut dari pemimpinnya. Perwujudan sifat
keteladanan antara lain lebih mengutamakan kepentingan karyawan daripada kepentingan diri
sendiri; bersedia menanggung resiko dari keputusan yang diambil karyawan; 2) Intellectual
Stimulation : mengembangkan kompetensi pengikutnya dengan cara memberikan tantangan dan
pertanyaan agar pengikutnya berolah pikir mencari cara baru dalam melakukan suatu pekerjaan;
3) Individual Consideration:ciri pemimpin yang memperhatikan kebutuhan karyawan dan
membantu karyawan agar mereka bisa maju dan berkembang dalam karir dan kehidupan mereka;
4) Inspirational Motivation : sifat pemimpin yang memberikan inspirasi dalam bekerja,
mengajak karyawan untuk mewujudkan sebuah cita-cita bersama agar hidup dan karya mereka
menjadi bermakna. Bekerja bukan hanya sarana untuk mendapatkan uang, melainkan juga
sebuah wahana untuk menemukan kebermaknaan dalam hidup Ancok,D (.2012:131).

Ancok,D.(2012:130) menjelaskan gaya kepemimpinan transformasional lebih mampu


mendorong inovasi baik pada level individual maupun kelompok. Hal tersebut dapat terjadi
disebabkan pemimpin transformasional memandang karyawan sebagai orang yang
bertanggungjawab, memiliki kesadaran internal untuk bekerja dan bangga pada pekerjaannya.

13
Pemimpin transformasional mampu menghargai bawahan dan mendorong bawahan untuk
mengaktualisasi potensi insani yang dimiliki secara maksimal. Pemimpin transformasional juga
mampu mengembangkan pemimpin-pemimpin baru dilingkungan kerjanya, menciptakan
lingkungan kerja yang apresiatif sehingga dapat menggugah gairah dan semangat berinovasi dan
belajar bersama, menjadikan dirinya sebagai model integritas bagi anggotanya.

PENGEMBANGAN KULTUR KREATIF

Sloane,P.(2007) memaparkan sebelas cara yang dapat dilakukan pemimpin dalam


membangun kultur kreatif di tempat kerja yang meliputi membiasakan untuk pertanyaaan;
memuji para innovator; memfokuskan pada hal-hal yang berjalan baik; menciptakan suasana
kerja yang menyenangkan; menerima kegagalan; merasa takut pada kesuksesan; menyusun teka-
teki; menggunakan bahasa yang tepat; mengasumsikan produk/layanan bisnis kuno;membangun
kepercayaan dan memberdayakan para pegawai. Dibawah ini akan diuraikan mengenai cara-cara
untuk membangun budaya kreatif tersebut.

Pertama, pemimpin inovatif adalah pemimpin yang memiliki keingintahuan tak terbatas,
sehingga tak pernah berhenti bertanya. Mereka juga berupaya untuk menanamkan hal yang sama
kepada segenap stafnya (Sloane,P.,2007:178). Para pemimpin pada setiap jenjang kepemimpinan
harus mendorong setiap stafnya bertanya, termasuk di dalamnya menanggapi pertanyaan-
pertanyaan yang muncul (Sloane,P.,2007:180). Kedua, memberikan pujian kepada
bawahan/karyawan yang telah mencoba hal-hal baru meskipun belum berhasil. Pujian yang
diberikan pada saat belum berhasil lebih bermakna bagi individu daripada pujian pada saat
kesuksesan. Hal tersebut dapat mendorong bawahan/karyawan untuk terus berinovasi
(Sloane,P.,2007:182).Ketiga, memfokuskan perhatian pada hal-hal yang sudah berjalan baik. Hal
tersebut dilakukan agar dapat melihat dan mengembangkan keunggulan yang dimiliki serta lebih
cermat dalam melihat berbagai peluang (Sloane,P.,2007:182).

14
Keempat, menciptakan suasana yang menyenangkan untuk bekerja. Suasana yang
menyenangkan merupakan hal penting untuk menumbuhkan kreativitas karena kreativitas
berhubungan erat dengan hal-hal yang menyenangkan seperti humor, permainan dan kegiatan
yang merangsang ide-ide secara spontan dan mencairkan suasana (Sloane,P.,2007:185).

Kelima, menerima kegagalan. Pada umumnya cara terbaik menguji ide adalah
dengan mencoba ide tersebut. Banyak contoh perusahaan yang pada awalnya
mengalami beberapa kali kegagalan sehingga mereka menemukan sesuatu yang
baru sebagai sumber kesuksesan.Jenis kegagalan yang patut mendapat pujian
adalah kegagalan yang didasarkan pada upaya yang tulus untuk menciptakan
sesuatu yang baru/berbeda (Sloane,P.,2007:187).

Keenam, menanamkan pikiran dan sikap untuk lebih berhati-hati pada


kesuksesan. Hal tersebut perlu dilakukan pemimpin karena keberhasilan
cenderung membuat seseorang maupun organisasi menjadi terlena dan berpuas
diri, bahkan menghambat munculnya ide-ide baru (Sloane,P.,2007:191). Ketujuh,
merangsang sudut pandang yang beragam dari masalah dengan membuat teka-
teki. Setiap masalah bisnis adalah teka-teki sehingga salah satu cara yang dapat
digunakan untuk merangsang ide-ide kreatif adalah membuat teka-teki pemikiran
lateral/teka-teki situasi. Cara tersebut adalah metode untuk mengembangkan
kemampuan bertanya, mendengarkan, kerjasama tim dan imajinasi dalam
organisasi (Sloane,P.,2007:193).

Kedelapan, menggunakan bahasa yang tepat. Kata-kata adalah hal yang


penting, karena akan membentuk sikap dan perilaku orang yang mendengarnya.
Kata-kata yang dapat dipersepsi sebagai desakan, perintah dan seolah menyiratkan
ancaman sebaiknya dihindari, misalnya “Kita memenangkanharus tender,lakukan
apapun untuk memenangkannya. Sebaliknya disarankan untuk menggunakan
kata-kata yang bersifat terbuka (inklusif), mendorong pendekatan positif dan
kreatif,misalnya “Mari tujuan yang(Sloane,Ptelah.,2007:195)ditetapkan”.

15
Kesembilan, mengasumsikan produk/layanan bisnis kuno. Hal tersebut
bertujuan agar terpacu menemukan sesuatu yang baru secara terus-menerus
(Sloane,P.,2007:197).

Kesepuluh, membangun kepercayaan dan memberdayakan segenap


staf/bawahan.Caranya mengajak diskusi karyawan mengenai sasaran yang ingin
dicapai dalam pe kerjaaan; memberikan kebebasan menentukan tindakan/cara
terbaik untuk mencapainya; menunjukkan dukungan terhadap tindakannya
meskipun belum meminta persetujuan.

16
BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Suatu organisasi agar bisa bersaing dengan perusahaan lain maka perlu melalukan inovasi secara
terus-menerus dalam berbagai aspek, baik produk, layanan, proses kerja, metode maupun
lainnya. Salah satu modal untuk melakukan inovasi adalah adanya kreativitas. Keterkaitan antara
keduanya yaitu kreativitas merupakan pengembangan ide-ide baru sedangkan inovasi adalah
proses penerapan ide-ide tersebut secara aktual ke dalam praktek. Kreativitas merupakan
interaksi antara potensi individu dengan lingkungan. Agar kreativitas berkembang di organisasi
maka ada beberapa upaya yang dilakukan yaitu curah pendapat di dalam tim/kelompok kerja,
gaya kepemimpinan yang mendorong kreativitas dan mengmbangkan kultur kreaetif.

Saran

Bagi individu hendaknya melatih diri untuk mengembangkan kreativitas berdasarkan potensi
diri. Bagi kelompok kerja untuk membiasakan curah pendapat dengan lebih baik. Bagi pemimpin
hendaknya dapat mengubah gaya kepemimpinan memungkinkan berkembangnya. kreatifitas dan
mengembangkan kultur/budaya kreatif.

17
Daftar Pustaka

Ancok, D. (2012). Psikologi Kepemimpinan & Inovasi. Penerbit : Erlangga Jakarta


Asrori,M.(2008). Psikologi Pembelajran. Penerbit :CV. Wacana Prima Bandung Goleman,D.,
Haufman,P.,dan Ray,M.(2005) : The Creative Spirit : Nyalakan Jiwa Kreatifmu

di Sekolah, Tempat Kerja dan Komunitas.Penerbit : MLC Bandung

Gallo,C. (2010). Rahasia Inovasi Steve Jobs : Prinsip Berbeda Untuk Melakukan Terobosan.
Edisi Terjemahan (2011). Penerbit : Erlangga Jakarta

Jawwad,MAA.(2004). Mengembangkan Inovasi dan Kreativitas Berpikir Pada Diri dan


Organisasi.Penerbit : PT. Syaamil Cipta Media Bandung

Kelly,T., dan Littman,J. (2001). The Art of Innovation : Pelajaran Kreativitas dari IDEO,
Perusahaan Desain Terkemuka di Amerika. Edisi Terjemahan.Penerbit: PT. Gramedia
Pustaka Utama

Musrofi,M. (2007).5 Langkah Melahirkan Mahakarya : Melejitkan Potensi Diri dengan Cara
Membiasakan Berkarya.Penerbit : Hikmah (PT.Mizan Publika)

Sloane, P. (2007). The Innovative Leader : 90 + Kiat Jitu untuk Memicu dan Memacu Kreativitas
Tim Anda. Penerbit : PT. Bhuana Ilmu Populer Jakarta

West,MA. (2000).Mengembangkan Kreativitas Dalam Organisasi.Edisi Terjemahan. Penerbit

: PT. Kanisius Yogyakarta

18