Anda di halaman 1dari 14

LABORATORIUM HIDROGEOLOGI DAN HIDROGEOKIMIA

TA 4211 SUMBERDAYA AIR TANAH


LAPORAN PRAKTIKUM MODUL 04
HAZEN TEST

Oleh :
Hartman Mesaroziduhu Zebua Wanggai
12114096
Rabu (16.00 – 18.00)

Asisten :
1. Putri Aprillia 12113023
2. Kevin Satrio Adiguna 12113092

LABORATORIUM HIDROGEOLOGI DAN HIDROGEOKIMIA


PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK PERTAMBANGAN DAN PERMINYAKAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2017
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Permeabilitas adalah salah satu karakter dimiliki oleh tanah atau batuan dari suatu daerah
tertentu, baik di lapangan tambang ataupun kondisi lapangan lainnya. Khususnya untuk
pertambangan, permeablitas biasanya menjadi salah satu parameter dalam pertimbangan
penentuan lokasi air tanah atau akuifer yang memungkinkan dimana ada air yang dapat
dimanfaatkan sebagai media atau peenuhan kebutuhan air di site tambang. Serta
pengelompokan jenis air tanah seperti akuifug, akuitard, akuiklud. Begitu juga dengan
permeabilitas di dunia perminyakan, bagaimana karakteristik batuan resrvoir oil and gas.
Berapa kemampuan batuan reservoir untuk mengalirkan minyak dan gas ke lubang bor yang
telah menembus cap rock.
Selain untuk menganalisis kemampuan meneruskan fulida sebagai sumberdaya, dalam
aspek lingkungan juga dapat digunakan sebagai parameter penyebaran polutan dan
pencemaran lewat media tanah atau batuan tersebut.

1.2 Tujuan
1. Mengetahui Konduktivitas Hidraulik dengan mengacu pada butiran dari sampel di
laboratorium Tambang ITB
2. Mengetahui kelulusan tanah atau material batuan dalam meluluskan air dengan prinsip
tekanan tetap.
1.3 Alat dan Bahan

Nomor Alat Gambar

1. Sampel Ayak

2. Shaking Table

3. Sieve

4. Timbangan
1.4 Langkah Kerja

Langkah kerja pengayakan dengan sieve dan shaking table

 Timbal Sampel di dalam kantong


 Masukkan sampel ke dalam Sieve dengan bukan paling besar
 Urutkan Sieve dari bukaan paling besar ke paling kecil, lalu pasang pada shaking table
 Jalankan Shaking Table dengan amplitude, dengan waktu
 Setelah di Shaking, Angkat Sieve dengan Shaking Table
 Timbang material dari tiap sieve, dan catat beratnya.
BAB II
DASAR TEORI
Menurut Jamulya dan Suratman Woro Suprodjo (1983) bahwa permeabilitas adalah
cepat lambatnya air merembes ke dalam tanah baik melalui pori makro maupun pori mikro
baik ke arah horizontal maupun vertikal. Tanah adalah kumpulan partikel padat dengan rongga
yang saling berhubungan. Rongga ini memungkinkan air dapat mengalir di dalam partikel
melalui rongga dari satu titik yang lebih tinggi ke titik yang lebih rendah. Sifat tanah yang
memungkinkan air melewatinya pada berbagai laju alir tertentu disebut permeabilitas tanah.
Sifat ini berasal dari sifat alami granular tanah, meskipun dapat dipengaruhi oleh faktor lain
(seperti air terikat di tanah liat). Jadi, tanah yang berbeda akan memiliki permeabilitas yang
berbeda.

Koefisien permeabilitas terutama tergantung pada ukuran rata-rata pori yang


dipengaruhi oleh distribusi ukuran partikel, bentuk partikel dan struktur tanah. Secara garis
besar, makin kecil ukuran partikel, makin kecil pula ukuran pori dan makin rendah koefisien
permeabilitasnya. Berarti suatu lapisan tanah berbutir kasar yang mengandung butiran-butiran
halus memiliki harga k yang lebih rendah dan pada tanah ini koefisien permeabilitas merupakan
fungsi angka pori. Kalau tanahnya berlapis-lapis permeabilitas untuk aliran sejajar lebih besar
dari pada permeabilitas untuk aliran tegak lurus. Lapisan permeabilitas lempung yang bercelah
lebih besar dari pada lempung yang tidak bercelah (unfissured).
Hukum Darcy menjelaskan tentang kemampuan air mengalir pada rongga-rongga
(pori) dalam tanah dan sifat-sifat yang memengaruhinya. Ada dua asumsi utama yang
digunakan dalam penetapan hukum Darcy ini. Asumsi pertama menyatakan bahwa aliran
fluida/cairan dalam tanah bersifat laminar. Sedangkan asumsi kedua menyatakan bahwa tanah
berada dalam keadaan jenuh.
Pengujian permeabilitas tanah dilakukan di laboratorium menggunakan metode
Constant Head Permeameter dan Variable/Falling Head Permeameter.
1. Constant Head Permeameter
Uji ini digunakan untuk tanah yang memiliki butiran kasar dan memiliki koefisien
permeabilitas yang tinggi.
Rumus :
Q = dV/dt
k = (Q.L) / (H.A)
Dengan :
Q = Debit (cm3)
k = Koefisien Permeabilitas (cm/detik)
A = Luas Penampang (cm2)
dV = Koefisien Hidrolik (cm3)
dt = Waktu (detik)

2. Variable/Falling Head Permeameter


Uji ini digunakan untuk tanah yang memiliki butiran halus dan memiliki koefisien
permeabilitas yang rendah.
Rumus :
k = 2,303.(a.L / A.L).log (h1/h2)
Dengan :
k = Koefisien Permeabilitas (cm/detik)
a = Luas Penampang Pipa (cm2)
L = Panjang/Tinggi Sampel (cm)
A = Luas Penampang Sampel Tanah (cm2)
t = Waktu Pengamatan (detik)
h1 = Tinggi Head Mula-mula (cm)
h2 = Tinggi Head Akhir (cm)
Hukum Darcy menunjukkan bahwa permeabilitas tanah ditentukan oleh koefisien
permeabilitasnya. Koefisein permeabilitas tanah bergantung pada berbagai faktor. Setidaknya,
ada enam faktor utama yang memengaruhi permeabilitas tanah, yaitu:
1. Viskositas Cairan, yaitu semakin tinggi viskositasnya, koefisien permeabilitas tanahnya
akan semakin kecil.
2. Distribusi Ukuran Pori, yaitu semakin merata distribusi ukuran porinya, koefesien
permeabilitasnya cenderung semakin kecil.
3. Distibusi Ukuran Butiran, yaitu semakin merata distribusi ukuran butirannya, koefesien
permeabilitasnya cenderung semakin kecil.
4. Rasio Kekosongan (Void Ratio) , yaitu semakin besar rasio kekosongannya, koefisien
permeabilitas tanahnya akan semakin besar.
5. Kekasaran Partikel Mineral, yaitu semakin kasar partikel mineralnya, koefisien
permeabilitas tanahnya akan semakin tinggi.
6. Derajat Kejenuhan Tanah, yaitu semakin jenuh tanahnya, koefisien permeabilitas
tanahnya akan semakin tinggi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi permeabilitas


1. Tekstur tanah
Tekstur tanah adalah perbandingan antara pasir, liat, dan debu yang menyusun suatu tanah.
Tekstur sangat berppengaruh pada permeabilitas. Apabila teksturnya pasir maka permeabilitas
tinggi, karena pasir mempunyai pori-pori makro. Sehingga pergerakan air dan zat-zat tertentu
bergerak dengan cepat.
2. Struktur tanah
Struktur tanah adalah agregasi butiran primer menjadi butiran sekunder yang dipisahkan oleh
bidang belah alami. Tanah yang mempunyai struktur mantap maka permeabilitasnya rendah,
karena mempunyai pori-pori yang kecil. Sedangkan tanah yang berstruktur lemah, mempunyai
pori besar sehingga permeabilitanya tinggi.(Semakin kekanan semakin rendah)
3. Porositas
Permeabilitas tergantung pada ukuran pori-pori yang dipengaruhi oleh ukuran partikel, bentuk
partikel, dan struktur tanah. Semakin kecil ukuran partikel, maka semakin rendah
permeabilitas.
4. Viskositas cairan
Viskositas merupakan kekentalandari suatu cairan. Semakin tinggi viskositas, maka koefisien
permeabilitas tanahnya akan semakin kecil.
5. Gravitasi
Gaya gravitasi berpengaruh pada kemampuan tanah untuk mengikat air. Semakin kuat gaya
gravitasinya, maka semakin tinggi permeabilitanya.

Faktor-faktor yang di pengaruhi permeabilitas


1. Infiltrasi
Infiltrasi kemampuan tanah menghantar partikel. Jika permeabilitas tinggi maka infiltrasi
tinggi.
2. Erosi
Erosi perpindahan massa tanah,jika permeabilitas tinggi maka erosi rendah
3. Drainase
Drainase adalah proses menghilangnya air yang berkelebihan secepat mungkin dari profil
tanah. Mudah atau tidaknya r hilang dari tanah menentukan kelas drainase tersebut. Air dapat
menghilang dari permukaan tanah melalui peresapan ke dalam tanah. Pada tanah yang berpori
makro proses kehilangann airnya cepat, karena air dapat bergerak dengan lancer. Dengan
demikian, apabila drainase tinggi, maka permeabilitas juga tinggi.
4. Konduktivitas
Konduktivitas ias didapat saat kita menghitung kejenuhan tanah dalam air (satuan nilai), untuk
membuktikan permeabilitas itu cepata atau tidak. Konduktifitas tinggi maka permeabilitas
tinggi.
5. Run off
Run off merupakan air yang mengalir di atas permukaan tanah. Sehingga, apabila run off tinggi
maka permeabilitas rendah.
6. Perkolasi
Perkolasi merupakan pergerakan air di dalam tanah. Pada tanah yang kandungan litany tinggi,
maka perkolasi rendah. Sehingga, apabila perkolasi rendah maka permeabilitasnya pun rendah.
BAB III
DATA PENGOLAHAN

3.1 Data

Sieve %cummulative %cummulative


Number Sieve Opening (mm) Weight %weight Retained passing
5+ 25.7
5- +20 198.3
20- 35+ 116.4
35- 60+ 75.6
60- +120 44.5
120- 230+ 14.4
-230 11.9

3.2 Pengolahan Data


Sieve Sieve Opening %cummulative %cummulative
Number (mm) Weight %weight Retained passing
5+ 4.05+ 25.7 5.27937551 5.279375514 94.72062449
5- +20 4.05- 0.853+ 198.3 40.735415 46.01479047 53.98520953
20- 35+ 0.853- 0.422+ 116.4 23.9112572 69.92604766 30.07395234
35- 60+ 0.422- 0.251+ 75.6 15.5299918 85.45603944 14.54396056
60- +120 0.251- 0.122+ 44.5 9.14133114 94.59737058 5.402629417
120- 230+ 0.122- 0.0696+ 14.4 2.95809367 97.55546426 2.444535744
-230 0.0696- 11.9 2.44453574 100 0
Total 486.8

Kurva persen kumulatif tertahan


140

120 y = 21.113ln(x) + 86.789


% kumulatif tertahan

100

80

60

40

20

0
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5
sieve opening (mm)
Dengan persamaan diatas, dan y dimasukkan nilai 10, maka sieve opening (sumbu x) adalah
0.0268
Dan nilai D10 = 0.0268 dimasukkan ke dalam rumus :

, dengan asumsi C = 120 karena pasir agak kasar dan gradasi buruk maka
Ks = 120 x (0.0268)2
Ks = 0.0861888 m/s
BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Dengan hasil K = 0.086 Menurut Rentang nilai koefisien permeabilitas menurut Das (1995)
tanah yang kita uji adalah berjenis pasir halus sampai kasar, dan menurut rentang nilai koefisien
permeabilitas menurut Modifikasi Bear, tanah yang kita uji adalah tanah kerikil dan pasir tak
terkonsolidasi dengan karakteristik pasir bergradasi baik atau pasir dan kerikil.
Selain itu, secara umum ada beberapa faktor yang mempengaruhi permeabilitas :
a. Tekstur

Tekstur sangat mempengaruhi permeabilitas tanah. Hal ini dikarenakan permeabilitas itu
adalah melewati tekstur tanah. Misalnya tanah yang bertekstur pasir akan mudah melewatkan
air dalam tanah. Hal ini terkait dengan pengaruh tekstur terhadap proporsi bahan koloidal,
ruang pori dan luas permukaan adsorptive, yang semakin halus teksturnya akan makin banyak,
sehingga makin besar kapasitas simpan airnya, hasilnya berupa peningkatan kadar dan
ketersediaan air tanah.

b. Struktur

Struktur juga mempengaruhi permebilitas. Semakin banyak ruang antar struktur, maka semakin
cepat juga permeabilitas dalam tanah tersebut. Misalnya tanah yang berstruktur lempeng akan
sulit di tembus oleh air dari pada berstruktur remah.

c. Porositas

Porositas atau ruang pori adalah rongga antar tanah yang biasanya diisi air atau udara. Pori
sangat menentukan sekali dalam permeabilitas tanah, semakin besar pori dalam tanah tersebut,
maka semakin cepat pula permeabilitas tanah tersebut.

d. Viskositas

Viskositas sama juga dengan kekentalan air, semakin kental air tersebut, maka semakin sulit
juga air untuk menembuas tanah tersebut.

e. Gravitasi

Gaya gravitasi atau gaya tarik bumi juga sangat menentukan permeabilitas tanah, karena
permeabilitas adalah gaya yang masuk ke tanah menrut gaya gravitasi.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan

Permeabilitas atau konduktivitas hidrolik adalah kemampuan suatu material untuk


meloloskan fluida, dalam kasus ini adalah air dengan parameter nilai K. Dengan dilakukan test
Hanzen, dapat ditentukan nilai koefisien permeabilitas dengan rumus K = C x (D10)2
Dan didapatkan nilai K = 0,086 m/sec dan dapat ditentukan bahwa sampel termasuk
ke dalam karakteristik “Pasir bergradasi baik atau pasir dan kerikil” (Modifikasi Bear, 1972)
dan “Pasir halus sampai kasar” (Das, 1995).

5.2 Saran

Praktikum permeabilitas ini sangat menarik, namun pada saat praktikum terdapat alat yang
rusak sehingga hanya dapat dilakukan uji Hanzen. Untuk kedepannya semoga alat di
laboratorium telah diperbaiki sehingga praktikum dapat maksimal
Daftar Pustaka
Notosiswoyo, Sudarto dan Iskandar, Irwan. 2015. MODUL PRAKTIKUM TA-3213
SUMBERDAYA AIRTANAH. Bandung: Program Studi Teknik Pertambangan, FTTM-ITB
Abdel dan Khasef, Aziz Ismail. 1980. GROUNDWATER ENGINEERING. Bandung:
McGRAW-Hill International Editions
Lampiran