Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

BIVALVIA DAN CEPHALOPODA

Mata Kuliah : Avertebrata Air


Dosen : Asep Sahidin M.Si

disusun oleh :
Faisal Rachman Munief (230110170103)
Khatrunanda Ika Hanin (230110170060)
Muhammad Fikri Wahyudin (230110170112)
Prajna Paramita Megawati (230110170107)

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN


PROGRAM STUDI PERIKANAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN

2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala
karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dalam kaitannya dengan sebagian
jenis mollusca.
Besar harapan bagi kami agar makalah ini dapat enambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk penyusunan
maupun isi daripada makalah ini.
Kami menyadari masih terdapat banyak kekurangan dalam penyusunan
makalah ini, oleh karena itu, kami mengharapkan kepada para pembaca agar dapat
memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah
ini.
Demikian kata pengantar dari kami, terima kasih.

Jatinangor, 9 September 2017

Penyusun
DAFTAR ISI

Kata Pengantar.............................................................................................. i
Daftar Isi......................................................................................................... ii
BAB I : PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang............................................................................ 1
1.2. Rumusan Permasalahan.............................................................. 1
1.3. Tujuan Pembahasan.................................................................... 2
BAB II : PEMBAHASAN
2.1. Bivalvia
2.1.1. Pengertian............................................................................. 2
2.1.2. Karakteristik......................................................................... 2
2.1.3. Jenis Jenis............................................................................. 3
2.1.4. Struktur dan Fungsi Tubuh................................................... 4
2.1.5. Adaptasi dan Lingkungan..................................................... 5
2.1.6. Peranan dan Manfaat............................................................. 5
2.2. Cephalopoda
2.1.1. Pengertian............................................................................. 6
2.1.2. Karakteristik......................................................................... . 6
2.1.3. Jenis Jenis............................................................................. 6
2.1.4. Struktur dan Fungsi Tubuh................................................... 7
2.1.5. Adaptasi dan Lingkungan..................................................... 8
2.1.6. Peranan dan Manfaat............................................................. 8
BAB III : PENUTUP
3.1. Kesimpulan.................................................................................. 9
3.2. Saran............................................................................................. 9
3.3. Penutup....................................................................................... 9
BAB I
PENDAHULUAN

1. 1. Latar Belakang
Kekayaan laut di dunia sangatlah melimpah, ada berbagai macam biota air laut
didalamnya. Tak hanya ikan, udang, dan tumbuhan laut, salah satu sumber daya
perairan di dunia juga diisi oleh banyak hewan tak bertulang belakang (avertebrata)
dimulai dari porifera, cnidaria, sampai mollusca.
Bagi sebagian besar orang mollusca sudah tak asing lagi di telinga mereka.
Hewan yang satu ini memiliki keunikan tersendiri, yaitu tubuhnya yang lunak. Namun
tahukah anda mengenai beberapa jenis mollusca air laut?
Mollusca terdiri dari banyak jenisnya, salah satunya adalah Bivalvia dan
Cephalopoda. Nama itu terdengar asing bagi sebagian besar masyarakat awam, tapi
sebenarnya itu merupakan hewan yang ada dalam keseharian masyarakat luas. Kerang
dan cumi cumi merupakan salah satu contoh dari kedua kelas tersebut.
Dari kelas bivalvia dan cephalopoda kemudian akan dikelompokan lagi
kedalam beberapa sub-kelas yang berisi bermacam-macam hewan didalamnya.
Tentunya hewan-hewan tersebut memiliki karakteeristik dan keunikan masing-masing
yang akan dibahas pada makalah ini.

1.2. Rumusan Masalah


1. Apa itu Bivalvia dan Cephalopoda?
2. Bagaimana karakteristik dari Bivalvia dan Cephalopoda?
3. Bagaimana struktur dan sistem organ tubuh dari Bivalvia dan Cephalopoda?
4. Apa saja contoh Bivalvia dan Cephalopoda?
1.3. Tujuan Pembahasan
1. Mengetahui yang dimaksud Bivalvia dan Cephalopoda
2. Mengetahui karakteristik dari Bivalvia dan Cephalopoda
3. Mengetahui dan memahami struktur dan sistem organ tubuh dari Bivalvia
dan Cephalopoda
4. Mengetahui apa saja contoh Bivalvia dan Cephalopoda

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Bivalvia
2.1.1. Pengertian
Bivalvia atau disebut juga Pelecypoda merupakan salah satu jenis biota laut
yangterkenal dengan cangkangnya. Dalam bahasa Yunani Pelecypoda berasal dari
dua kata, yaitu ‘pelecys’ yang berarti kapak kecil sedangkan satu kata lainnya
adalah ‘podos’ yang berarti kaki. Secara tidak langsung berdasarkan kedua kata
tersebut, Pelecypoda adalah hewan yang memiliki alat geraknya yang pipih seperti
mata kapak kecil.
2.1.2. Karakteristik
Secara kebahasaan bivalvia merupakan hewan yang memiliki sepasang katup
berengsel (gambar 1.1). Diantara kedua katup, mereka memiliki rongga pallial dan
juga lateral yang mengelilingi tubuhnya.
Pada tubuh bivalvia, ia juga memiliki otot abduktor yang berfungsi untuk
menutup rapat cangkang dengan kuat, sehingga sulit untuk dibuka dengan tangan
kosong. Terdapat satu sampai dua otot abduktor pada bivalvia, pada saat
berkontraksi maka katupnya akan menutup dengan rapat
Dalam tubuh bivalvia juga terdapat otot ligamen yang dimana cara kerja dari
otot ini sangan antagonis dengan otot aduktor. Otot ligamen terdapat ditengah
tengah (bagian sagital) daripada bivalvia.
Bentuk tubuh bivalvia adalah simetri bilateral baik pada kedua katupnya
maupun secara anatomi. Pada cangkang bivalvia terdapat garis konsenstris sejajar,
garis ini sebagai garis pertumbuhan yang menunjukan masa pertumbuhan dari
bivalvia itu sendiri. Bivalvia juga tidak memiliki kepala dan radula.
2.1.3. Jenis-Jenis
Bivalvia memiliki beberapa sub-kelas, dengan beberapa jenis di dalam masing-
masing sub-kelasnya. Berikut pengklasifikasian sub-kelas dari bivalvia
berdasarkan Museum of Palaentology of California University:
a. Protobranchiata
Merupakan sub-kelas yang berisi bivalvia berukuran kecil dan berengsel
serta terdiri dari banyak gigi kecil. Protobranchiata sering juga disebut
sebagai kerang kacang (Nuculidae).
b. Pteriomorpha
Merupakan salah satu kerang yang memiliki nilai jual yang tinggi, beberapa
yang termasuk dalam pteriomorpha adalah, kerang mutiara, kerang tiram,
dan kerang kampak.
c. Anomalodesmata
Merupakan kerang dengan habitat perairan dalam, sebagian dari bivalvia
sub-kelas ini memiliki engsel sederhana. Salah satu contohnya adalah
kerang kerapu.
d. Rostoconchia
Sub-kelas ini merupakan salah satu yang telah punah. Diperkirakan
rostoconchia berkerabat dekat dengan bivalvia.
e. Heterodonta
Merupakan sub-kelas dari bivalvia yang memiliki banya anggota
didalamnya, rata-rata bivalvia yang tergabung dalam sub-kelas ini adalah
pemecah dangkal.
f. Palaeoheterodonta
Merupakan kerang tempur dan terdiri dari beberapa fosil kerang serta
kerang air tawar.
2.1.4. Struktur dan Fungsi Tubuh
Struktur tubuh dari kelas bivalvia hampir secara keseluruhan memiliki fisiologi
yang sama, begitupun dengan fungsi dari organ di dalamnya. Berikut struktur dan
fungsi tubuh dari bivalvia (gambar 1.2).
1. Aduktor
2. Pada bivalvia aduktor terbagi menjadi dua, yaitu aduktor posterior aduktor
anterior. Keduanya bekerja sama dan berfungsi untuk membuka cangkang.
3. Insang
4. Bivalvia juga memiliki dua insang, yaitu insang bagian dalam dan insang
bagian luar. Berfungsi untuk bernafas
5. Sifon
6. Organ ini juga terbagi menjadi dua, dan letak keduanya sangat berdekatan.
Incurrent siphon berfungsi untuk saluran masuknya makanan, sedangkan
excurrent siphon berfungsi sebagai saluran pembuangan.
7. Kaki
Merupakan alat gerak dari bivalvia, pada gambar 1.2 dituntukan oleh nomor
7.
8. Gigi
Merupakan gerigi yang ada pada bangian mantel (cangkang), berfungsi
sebagai poros katup, naik ketika membuka maupun menutup.
9. Ligamen
Pada gambar 1.2 ditunjukan oleh nomor sembilan, ligamen sendiri
berfungsi dalam pengaturan membuka dan menutupnya cangkang bivalvia
juga berfungsi untuk menyatukan dan merekatkan cangkang.
10. Mantel
Berfungsi sebagai pelindung daripada predator.
11. Umbo
Merupakan bagian cangkang yang paling menonjol dan merupakan bagian
tertua dari cangkang bivalvia.
2.1.5. Adaptasi dan Lingkungan
Bivalvia merupakan organisme yang keabanyakan tinggal di daerah intertidal,
sehingga ia sudah terbiasa dengan perubahan perubahan yang terjadi di zona
intertidal, terutama perubahan ekstrem yang terjadi pada salinitas di wilayah
tersebut.
2.1.6. Peranan dan Manfaat
 Dijadikan berbagai macam olahan makanan.
 Dijadikan perhiasan melalui pembentukan mutiara.
Mutiara terbentuk di dalam cangkang tiram tertentu (misalnya
genus Pinctada) sebagai mekanisme pertahanan diri dari iritasi. Bivalvia
hidup dengan menyaring partikel makanan, sehingga kadang partikel
makanan ataupun parasit tertentu dapat berada pada tempat yang
mengganggu kerang tersebut. Pada saat itu, respon kekebalan tubuh tiram
mengaktifkan mantel untuk membungkus partikel penganggu dengan zat
kalsium karbonat (CaCO3) dalam bentuk mineral aragonit, atau campuran
aragonit ditambah kalsit, yang diikat oleh konsiolin. Kombinasi ini disebut
dengan nakre, yang merupakan struktur pembentuk lapisan nakreas pada
cangkang. Kerang terus menerus membungkus partikel penganggu dalam
waktu yang lama, lapisan demi lapisan, yang akhirnya terbentuklah mutiara.
Kadang kita percaya bahwa zat pengganggu itu adalah butiran pasir, akan
tetapi hal itu jarang terjadi. Biasanya zat pengganggu itu adalah zat organik
atau parasit.
2.2. Cephalopoda
2.2.1. Pengertian
Cephalopoda merupakan salah satu hewan yang tergolong kedalam mollusca,
karena tubuhnya yang lunak. Berdasarkan bahasa, cephalopoda terdiri dari dua kata
dasar yaitu ‘cephal’ yang berarti kepala dan ‘podos’ yang artinya kaki.
Secara tidak langsung cephalopoda merupakan biota laut yang struktur
tubuhnya terdiri dari kaki dan kepala. Atau dalam kata lain cephalopoda merupakan
hewan yang kakinya terdapat di kepala.
2.2.2. Karakteristik
Karakteristik umum pada seekor Cephalopoda adalah ia memiliki kepala dan
mata yang besar. Umumnya cephalopoda memiliki cangkang di dalam, kecuali
nautilus. Cephalopoda juga merupakan hewan laut yang menjadi sumber pangan
dengan kadar protein yang tinggi. Pada umumnya kaki cephalopoda akan berubah
menjadi tentakel.
Beberapa anggota cephalopoda juga dikategorikan sebgai hewan yang sangat
pintar, mereka selalu menerapkan sistem trial and error dalam mempelajari atau
mengingat sesuatu.Oleh karenanya cephalopoda merupakan hewan terpintar dari
avertebrata.
2.2.3. Jenis-Jenis
Menurut berbagai sumber, cephalopoda dibagi menjadi empat sub-kelas besar,
yaitu:
 Nautiloidea
Merupakan sub-kelas yang berisi nautilus didalamnya, umumnya pada sub-
kelas ini diisi oleh cephalopoda bercangkang luar.
 Sepiodea
Merupakan ordo yang didalamnya terdapat species sotong, sepiodea juga
memiliki ciri ciri yang hampir sama dengan octopoda dan juga theutoidea.
 Theutoidea
Cumi-cumi adalah salah satu contoh dari Theutoidea, di ordo ini yang
tersisa hanyalah sejenis cumi-cumi. Biasa dimanfaatkan oleh manusia
sebagai sumber protein.
 Octopoda
Merupakan ordo yang didalamnya berisi hewan cephalopoda dengan
ukuran yang besar, seperti gurita.

2.2.4. Struktur dan Fungsi Tubuh


Dapat dilihat pada gambar 2.1 bagaimana struktur tubuh dari jenis theutoidea,.
Berikut beberapa fungsi dari organ tubuh cephalopoda diatas.
 Faring : bagian depan kerongkongan berfungsi untuk mengisap makanan
dari mulut dan membasahinya dengan lendir.
 Mulut : tempat masuknya makanan.
 Mata : sebaga alat penglihatan
 Tentakel : berfungsi sebagai alat gerak ,merasa, memeriksa dan alat
penagkap mangsa.
 Anus : mengeluarkan sisa metabolisme.
 Hati : mengambil sari-sari makanan dalam darah dan sebagai tempat
penghasil empedu.
 Esofagus : saluran di belakang rongga mulut berfungsi menghubungkan
rongga mulut dan lambung.
 Insang : sebagai organ pernapasan.
 Lambung : sebagai bagian dari organ pencernaan.
 Cangkang dalam : sebagai pelindung organ tubuh bagian dalam.
 Ovarium : penghasil sel telur.Rektum : sebagai bagian usus belakang yang
membuka ke anus.
 Kantung tinta : kantung selaput yang terdapat pada cumi,yang mengandung
tinta. Tinta akan di semprotkan bila cumi merasa terganggu akan
kedatangan / beretemu pemangsa/predator.
2.2.5. Adaptasi dan Lingkungan
Hampir seluruhnya kehidupan cephalopoda terdapat di laut, berebnang atau
bahkan merayap di dasar laut. Sebagai pemangsa mereka memangsa kepiting yang
ada di dasar laut
Sebagai biota laut, cephalopoda pun tak jarang menjadi mangsa bagi hewan
lainnya, maka dari itu mereka memiliki sistem pertahanan tubuh melalui kantung
tinta yang dimilikinya, kecuali nautilus. Jika dalam keadaan bahaya cephalopoda
akan menyemprotkan tinta ka sekelilingnya. Sementara alat pertahanan darri
nautilus ialah cangkangnya. Ia merupakan jenis cephalopoda bercangkang luar.
2.2.6. Peranan dan Manfaat
 Sebagai sumber protein tinggi bagi manusia
 Sebagai sumber olahan makanan bagi manusia.
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Setelah menganalisis mengenai bivalvia dan cephalopoda, beberapa hal yang dapat
kami simpulkan diantaranya :
a. Bivalvia dan Cephalopoda merupakan dua kelas dari avertebrata air yang
jumlah spesiesnya sangat banyak.
b. Bivalvia dan Cephalopoda memiliki struktur, fungsi, dan manfaatnya
masing masing.
c. Bivalvia dan Cephalopoda menjadi aspek penunjang bagi kehidupan
manusia.
3.2. Saran
Bagi para pembaca yang ingin meneruskan pembahasan atau menyempurnakan
makalah ini, harap menambahkan lebih banyak informasi yang mungkin belum
tersamaikan pada makalah ini. Dan bagi para pembaca yang ingin memberikan
masukan akan sangat kami hargai karena tentunya akan menjadi motivasi bagi para
penulis.

3.3. Penutup
Demikian pemaparan materi mengenai Bivalvia dan Cephalopoda. Penulis merasa
masih terdapat kekurangan dalam penulisan makalah ini. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi penulis dan pembaca. Mohon maaf apabila terjadi kesalahan dalam
penulisan. Terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA

https://imma-kwacy.blogspot.co.id/2013/05/cephalopoda.html
Diakses pada tanggal 6 September 2017
biologipedia.blogspot.co.id/2010/09/cephalopoda.html
Diakses pada tanggal 6 September 2017
http://www.sridianti.com/cir-ciri-pelecypoda-bivalvia.html
Diakses pada tanggal 9 September 2017
http://www.ucmp.berkeley.edu/taxa/inverts/mollusca/bivalvia.php
Diakses pada tanggal 9 September 2017
http://bivalves.teacherfriendlyguide.org/index.php?option=com_content&view=articl
e&id=19&Itemid=111
Diakses pada tanggal 9 September 2017
http://www.ucmp.berkeley.edu/taxa/inverts/mollusca/cephalopoda.php
Diakses pada tanggal 9 September 2017
http://widiindrakesuma.blogspot.co.id/2013/11/cephalopoda.html
Diakses pada tanggal 9 September 2017