Anda di halaman 1dari 31

PERCOBAAN V

I. JUDUL

IDENTIFIKASI BAKTERI PATOGEN

II. TUJUAN

Untuk mengetahui dan memahami cara mengidentifikasi bakteri

escherchia coli dalam produk makanan dan minuman


III. TINJAUAN PUSTAKA

A. Uraian Tentang Bakteri Patogen Yang Mencemari Produk

Farmasi Makanan Minuman

Faktor yang penting untuk diperhatikan terutama dengan

kontaminasi bakteri patogen selain mempengaruhi, kualitas sediaan

dan produk makanan dan minuman tersebut juga dapat

membahayakan kesehatan karena dapat menyebabkan infeksi suatu

penyakit. Adanya bakteri didalam obat-obatan non steril dapat

menyebabkan perubahan-perubahan karakter organoleptis,

perubahan atau penurunan dan bahkan hilangnya aktivitas terapelitik

obat tersebut (Lalo, dkk 2012).

Pada dasarnya dari seluruh mikroorganisme yang ada di

alam, hanya sebagian kecil saja yang merupakan patogen, patogen

adalah organism atau mikroorganisme yang menyebabkan penyakit

pada organisme lain. Kemampuan patogen untuk menyebabkan

penyakit disebut dengan patogenesis dan patogenesis disini adalah

mekanisme infeksi dan mekanisme perkembangan penyakit. Infeksi

adalah invasi inang oleh mikroba yang memperbanyak dan

berasosiasi dengan jaringan inang. Infeksi berbeda dengan penyakit,

sebagaimana kita ketahui sebelumnya mikroorganisme adalah

organisme hidup yang berukuran mikroskopis hingga tidak dapat

dilihat dengan mata telanjang (Apriani.2011).


Beberapa bakteri patogen yang sering mengkontaminasi

sediaan farmasi dan produk makanan dan minuman antara E-coli

salmonella, staphylococcus aureus, bacillus cereus dan beberapa

spesies lainnya, Escherichia coli pertama kali diidentifikasikan oleh

dokter hewan Jerman pada tahun 1885, beliau menggambarkan

organisme sebagai komunitas bakteri coli (Eschericia 1885). Dengan

membangun segala nperlengkapan patogenitasnya di infeksi saluran

pencernaan nama “Bactaeriom coli” sering digunakan sampai pada

tahun 1991, ketika castulani dengan chalames menemukan genus

esherichia dan menyusun tipe spesies e-coli dari anggota family

Enterobac terioceae (Sjoeker, 2003).

Ukuran sel dengan panjang 2,0 – 6,0 µm dan lebar 1,1 – 1,5

µm. Bentuk sel dari bentuk roo cal hingga membentuk sepanjang

ukuran filamentous, selnya biasa terdapat tunggal, berpasangan dan

dalam rantai pendek, biasanya tidak berkapsul, e-coli merupakan

penghuni normal usus, seringkali menyebabkan infeksi (Sjoeker,

2003).

Kondisi mikrobiologis dari makanan dan minuman

menentukan keamanan dan daya tahan makanan dan minuman itu

sendiri. Beberapa bakteri dapat menyebabkan keracunan makanan

dan minuman, akan tetapi jumlah mikroba yang mampu

menimbulkan keracunan bergantung pada individu dan sitrat


vimlensi bakteri tersebut serta kombinasi makanan dan minuman

tersebut (waluyo, 2007).

Enterobacter adalah kelompok besar batang gram negatif

yang heterogen, yang habitat alaminya adalah saluran usus manusia

dan hewan family ini mencakup banyak genus (misalnya Escherchia,

shigella, salmonella, enterobacter, klebsiella, serrelia dan porters),

beberapa organisme enteric misalnya Escherchia coli merupakan

bagian flora normal dan kadang-kadang menyebabkan penyakit,

sementara lainnya salmonella dan shigella selalu bersifat patogen

untuk manusia (Lalo, dkk, 2012)

B. Bakteri Escherichia Coli

1. Klasifikasi Bakteri Escherichia Coli

Kingdom : Protista

Filum : Protophyta

Kelas : Schyeomycetes

Ordo : Enterobacterales

Family : Enterobacteriaceae

Genus : Escherichia

Spesies : Escherichia coli (LAY, Beibiana, 1994).

Morfologi Mikroba Enterobactericeae ukuran sel dengan

panjang 2,0 – 6,0 µm dan lebar 1,1 – 1,5 µm. Bentuk sel dari
bentuk seperti cacear hingga membentuk sepanjang ukuran

filamentaus, tidak ditemukan spora. E-coli batang gram negative

selnya bisa terdapat tunggal, berpasangan dan dalam rantai

pendek, biasanya tidak berkapsul, bakteri ini aerobic dan dapat

juga aerobic fakultatif (LAY, Beibiana, 1994).

E-coli berbentuk besar (2-3 mm) circular konveks dan

koloni tidak berpigmen pada nutrient dan media darah, E-coli

dapat bertahan hingga suhu 600º c selama 15 menit atau pada

550º c selama 60 menit (LAY, Beibiana, 1994).


IV. ALAT DAN BAHAN
A. Alat dan Bahan yang digunakan

1. Alat yang digunakan

1. Autoclave

2. Batang pengaduk

3. Botol semprot

4. Cawan petri

5. Erlenmeyer 100 ml, 200 ml, 250 ml dan 500 ml

6. Gelas kimia 100 ml

7. Gelas ukur 25 ml, 100 ml, dan 200 ml

8. Hot magnetik stirrer

9. Hot plate

10. Inkubator

11. Kaca objek

12. Kapas dan kasa

13. Laminar air flow ( LAF )

14. Lumpang dan alu

15. Lampu spiritus

16. Mikroskop

17. Ose bulat

18. Oven

19. Pipet tetes

20. Rak tabung reaksi

21. Sendok tanduk


22. Spoit 1cc, 5 cc, 10 cc, dan 20 cc

23. Tabung reaksi

24. Timbangan analitik

25. Timbangan digital

2. Bahan yang digunakan

1. Alkohol 70 %, 95 %

2. Aquadest

3. Biakan E-coli

4. Eosyn Methylen Blue Agar (EMBA)

5. Kristal violet

6. Larutan metil merah 0,02 %

7. Larutan α- Naftol

8. Larutan Kalium Hidroksida (KOH) 40 %

9. Larutan Iodium

10. Larutan Safranin

11. MR-VP

12. NaCl fisiologis 0,9 %

13. Nutrient Agar (NA)

14. Pereaksi kovac

15. Sampel kuah bakso

16. Simmon’s Citrate Agar (SCA)

17. Tryptone Broth (TB)

18. Minyak emersi


V. PERHITUNGAN DAN CARA PEMBUATAN MEDIA

1. Perhitungan Media

a. Media NA

200 𝑚𝑙
𝑥 28 𝑔𝑟𝑎𝑚 = 5,6 𝑔𝑟𝑎𝑚
1000 𝑚𝑙

b. Media SCA

200 𝑚𝑙
× 24,2 𝑔𝑟𝑎𝑚 = 4, 84 𝑔𝑟𝑎𝑚
1000 𝑚𝑙

c. Media MR-VP

300 𝑚𝑙
× 17 𝑔𝑟𝑎𝑚 = 5,1 𝑔𝑟𝑎𝑚
1000 𝑚𝑙

d. Media TB

200 𝑚𝑙
× 15 𝑔𝑟𝑎𝑚 = 3 𝑔𝑟𝑎𝑚
1000 𝑚𝑙

e. Media EMBA

200 𝑚𝑙
× 37,4 𝑔𝑟𝑎𝑚 = 7,56 𝑔𝑟𝑎𝑚
1000 𝑚𝑙

f. Media PDF

500 𝑚𝑙
× 1 𝑔𝑟𝑎𝑚 = 0.5 𝑔𝑟𝑎𝑚
1000 𝑚𝑙

g. Media TSB

500 𝑚𝑙
× 30 𝑔𝑟𝑎𝑚 = 15 𝑔𝑟𝑎𝑚
1000 𝑚𝑙
2. Cara Kerja

a. Pembuatan media NA

1. Disiapkan alat dan bahan

2. Ditimbang NA sebanyak 5,6 gram ditimbangan digital

3. Dimasukkan kedalam Erlenmeyer lalu ditambahkan aquadest

sedikit demi sedikit hingga 200 ml dikocok hingga larut sempurna

dan homogen kemudian ditutup dengan kapas

4. Dipanaskan diatas magnetic stirrer

5. Disterilkan autoclaf pada suhu 121ºc selama 15 menit

6. Dikeluarkan dari autoclaf, kemudian didiamkan hingga dingin dan

disimpan dilemari pendingin

b. Pembuatan media SCA

1. Disiapkan alat dan bahan

2. ditimbangan digital SCA 4,84 gram

3. Dimasukkan kedalam Erlenmeyer lalu ditambahkan aquadest

sedikit demi sedikit hingga 200 ml dikocok hingga larut sempurna

dan homogen kemudian ditutup dengan kapas

4. Dipanaskan diatas magnetic stirrer

5. Disterilkan autoclaf pada suhu 121ºc selama 15 menit

6. Dikeluarkan dari autoclaf, kemudian didiamkan hingga dingin dan

disimpan dilemari pendingin


c. Pembuatan media MR-VP

1. Disiapkan alat dan bahan

2. ditimbangan digital MR-VP 5,1 gram

3. Dimasukkan kedalam Erlenmeyer lalu ditambahkan aquadest

sedikit demi sedikit hingga 300 ml dikocok hingga larut sempurna

dan homogen kemudian ditutup dengan kapas

4. Dipanaskan diatas magnetic stirrer

5. Disterilkan autoclaf pada suhu 121ºc selama 15 menit

6. Dikeluarkan dari autoclaf, kemudian didiamkan hingga dingin

dan disimpan dilemari pendingin

d. Pembuatan media TB

1. Disiapkan alat dan bahan

2. ditimbangan digital TB 3 gram

3. Dimasukkan kedalam Erlenmeyer lalu ditambahkan aquadest

sedikit demi sedikit hingga 200 ml dikocok hingga larut sempurna

dan homogen kemudian ditutup dengan kapas

4. Dipanaskan diatas magnetic stirrer

5. Disterilkan autoclaf pada suhu 121ºc selama 15 menit

6. Dikeluarkan dari autoclaf, kemudian didiamkan hingga dingin dan

disimpan dilemari pendingin.

e. Pembuatan media EMBA

1. Disiapkan alat dan bahan

2. ditimbangan digital EMBA 7,56 gram


3. Dimasukkan kedalam Erlenmeyer lalu ditambahkan aquadest

sedikit demi sedikit hingga 200 ml dikocok hingga larut sempurna

dan homogen kemudian ditutup dengan kapas

4. Dipanaskan diatas magnetic stirrer

5. Disterilkan autoclaf pada suhu 121ºc selama 15 menit

6. Dikeluarkan dari autoclaf, kemudian didiamkan hingga dingin dan

disimpan dilemari pendingin.

f. Pembuatan media PDF

1. Disiapkan alat dan bahan

2. Ditimbang media PDF 0,5 gram ditimbangan digital

3. Dimasukkan kedalam Erlenmeyer lalu ditambahkan aquadest

sedikit demi sedikit hingga 1000 ml dikocok hingga larut

sempurna dan homogen kemudian ditutup dengan kapas

4. Dipanaskan diatas magnetic stirrer

5. Disterilkan autoclaf pada suhu 121ºc selama 15 menit

6. Dikeluarkan dari autoclaf, kemudian didiamkan hingga dingin dan

disimpan dilemari pendingin

g. Pembuatan media TSB

1. Disiapkan alat dan bahan

2. Ditimbang media TSB 15 gram ditimbangan digital

3. Dimasukkan kedalam Erlenmeyer lalu ditambahkan aquadest

sedikit demi sedikit hingga 500 ml dikocok hingga larut sempurna

dan homogen kemudian ditutup dengan kapas


4. Dipanaskan diatas magnetic stirrer

5. Disterilkan autoclaf pada suhu 121ºc selama 15 menit

6. Dikeluarkan dari autoclaf, kemudian didiamkan hingga dingin dan

disimpan dilemari pendingin


VI. PROSEDUR KERJA

A. Prosedur Kerja Sterilisasi

a. Sterilisasi Kering ( Oven )

1. Dimasukkan bahan atau alat yang akan disterilkan

2. Tekan tombol power

3. Tekan tombol set, diatur temperature

4. Setelah temperature oven stabil diatur waktu penggunaan

oven

5. Ditekan tombol power untuk mematikan oven setelah waktu

sterilisasi selesai

6. Dikeluarkan bahan atau alat dari oven

b. Sterilisasi Basah ( Autoclave )

1. Disiapkan semua alat dan media yang akan disterilkan

2. Dibuka tutup autoclaf serta aluminiumnya, lalu diisi dengan

aquadest sampai batas

3. Dimasukkan kembali aluminiumnya, lalu dimasukkan alat atau

media yang telah dibungkus dengan kertas kedalam autoclaf

4. Ditutup autoclaf lalu dikunci rapat

5. Disambung pada aliran listrik

6. Diatur suhunya 121ºc selama 15 menit dengan cara

dikeluarkan uapnya melalui katup autoclaf

7. Dibuka tutup autoclaf, lalu dikeluarkan alat atau media yang

telah disterilkan
B. Prosedur Kerja Pengujian

a. Homogenisasi sampel

1. Sampel yang di tambah biakan bakteri

1. Ditimbang sampel sebanyak 10 gram, dimasukkan kedalam

Erlenmeyer steril

2. Ditambahkan 90 ml NaCl, kocok hingga homogeny

3. Ditambahkan 0,1 ml biakan bakteri E-coli kocok hingga

homogen

b. Pengkayaan

1. Dipipet 10 ml homogenisasi dan dimasukkan kedalam

Erlenmeyer 100 ml yang telah berisi 90 ml TSB homogenkan

2. Diinkubasi pada suhu 35º-37ºc selama 24 jam

c. Uji selektif

1. Disiapkan masing-masing 2 cawan petri yang berisi media

padat EMBA

2. Diambil satu sengkelit atau 1 ose dari tiap biakan pengkayaan

untuk digoreskan pada cawan petri yang telah berisi media

EMBA secara zig-zag

3. Diinkubasi pada suhu 35º-37ºc selama 24-48 jam dengan posisi

cawan terbalik

4. Diamati koloni spesifik yang tumbuh yaitu bentuk bulat

diameter 2-3 mm, warna hijau dengan kilap logam dan bintik

biru kehijauan ditengahnya


d. Isolasi

1. Disiapkan media Na miring

2. Diambil 1 sengkelit dari uji selektif

3. Digoreskan pada media Na miring sacara zig-zag

4. Diinkubasi pada suhu 35º-37ºc selama 48 jam

5. Dicatat hasil pengamatan

e. Uji konfirmasi

1. Uji indol

a. Disiapkan media tryptone broth

b. Diambil 1 sengkelit Na miring

c. Diinokulasikan pada media TB

d. Diinkubasi pada suhu 35º-37ºc selama 48 jam

e. Ditambahkan 0,2-0,3 ml pereaksi kovac dan didiamkan

selama 10 menit dan diamati

f. Jika terbentuk cincin berwarna merah ceri dipermukaan

biakan menunjukkan bahwa reaksi indol positif

2. Uji metil merah

a. Disiapkan media MR-VP kemudian diambil 1 sengkelit

Na miring dan diinokulasikan pada media MR-VP

b. Diinkubasi pada suhu 35º-37ºc selama 48 jam

c. Ditambahkan 5 tetes metal merah kedalam biakan

d. Diamati biakan yang berwarna merah menunjukkan reaksi

positif
3. Uji Voges-Proskauer

a. Disiapkan media MR-VP kemudian diambil 1 sengkelit Na

miring dan diinokulasikan pada media MR-VP

b. Diinkubasi pada suhu 35º-37ºc selama 48 jam

c. Ditambahkan 0,6 ml larutan α-naftol dan 0,2 ml larutan

KOH 40%, kemudian didiamkan 2-4 jam

d. Diamat warna merah menyala menujukkan reaksi positif,

bila tidak ada perubahan menunjukkan reaksi negatif

4. Uji sitrat

a. Disiapkan media Simmon’s Citrate Agar

b. Diambil 1 sengkelit Na miring

c. Diinokulasikan pada media SCA

d. Diinkubasi pada suhu 35º-37ºc selama 24-48 jam

e. Diamati perubahan warna biakan (hijau menjadi biru)

menunjukkan reaksi positif, bila tetap hijau menunjukkan

reaksi negatif

Pewarnaan Gram

1. Persiapan Sediaan Apusan Bakteri

1. Bersihkan kaca oobjek dengan cara menyemprotkan alcohol

2. Ambil biakan menggunakan jarum ose secara aseptic

3. Suspensikan pada kaca objek dengan menambahkan setetes air

suling atau NaCl 0,9 % ratakan suspense hingga tidak terlalu

tebal.
4. Biarrkan apusan mengering di uadara, fiksasi dengan

melewatkan diatasnya Bunsen.

2. Pewarnaan Sediaan Apusan Mikoba

1. Teteskan 2-3 tetes larutan kristal violet pada apusan biakan

selama 1-2 menit

2. Cuci kelebihan warna dengan air mengalir lalu keringkan

3. Teteskan larutan iodin sebanyak 2-3 tetes pada apusan dan

biarkan selama 1-2 menit

4. Cuci kelebihan iodin dengan air mengalir lalu keringkan

5. Teteskan alkohol HCl atau alkohol 95% kemudian biarkan

selama 30 detik

6. Bilas dengan air mengalir lalu keringkan

7. Teteskan larutan safranin pada apusan dan biarkan selama 45

detik

8. Bilas kelebihan safranin dengan air mengalir lalu birkan kering

9. Tiriskan objek gelas sediaan yang telah diberi cat warna tanpa

menggosok permukaan yang diwarnai

Amati menggunakan mikroskop pada besara 100 kali ( 100 x) yang

sebelumnya preparat telah ditambahkan setetes minyak emersi

3. Interpretasi Hasil

Escherichia Coli dinyatan positif dalam produk bila hasil

uji IMVIC sebagai berikut :

Indol : positif ( + )
Metil merah : positif ( + )

VP : negatif ( - )

Sitrat : negatif ( - )
VIII. PEMBAHASAN
Pada percobaan kali ini yakni identifikasi bakteri pathogen

dengan tujuan untuk mengetahui dan memahami cara mengidentifikasi

bakteri Escherichia coli dalam pangan, semua aseptik atau prosedur

pengerjaan praktikum dilakukan secara aseptik, baik pada yang akan

digunakan maupun pada bahan-bahan yang akan dipakai dalam

praktikum.

Prinsip pengujian bakteri E-coli menurut metode analisis

mikrobiologi yaitu pertumbuhan koloni E-coli pada media lempeng

selektif dan dilanjutkan dengan konfirmasi melalui uji biokimia pada

pengujian, deteksi e-coli digunakan NaCl sebagai media cair atau

pengenceran, dan Eosyn Methylen Blue Agar (EMBA) sebagai media

lempeng selektif

Pada sampel (homogenisasi) yang telah diinkubasi selama 48

jam menunjukkan hasil positif adanya bakteri e-coli karena berubah

warna menjadi keruh. Setelah pengamatan homogenisasi, dilanjutkan lagi

dengan pengkayaan, setelah diinkubasi dilanjutkan lagi dengan uji

selektif. Pada uji selektif, disiapkan cawan petri yang berisi media padat

EMBA dan diambil satu sengkelit dari pengkayaan untuk digoreskan

pada media lempeng selektif (EMBA) dan diinkubasi pada suhu 35º-37ºc

selama 24-48 jam dengan posisi cawan terbalik

Setelah diinkubasi, barulah diamati koloni secara spesifik

yang tumbuh, yaitu koloni hijau kilap logam dengan bentuk biru
kehijauan ditengahnya. Hal ini terjadi karena bakteri e-coli dapat

mempermentasikan laktosa.

Setelah itu dilanjutkan dengan uji isolasi yaitu dipilih salah

satu cawan petri yang berisi media padat EMBA, dipindahkan atau

diambil satu sengkelit digores zig-zag pada media Na miring, setelah itu

diinkubasi pada suhu 35º-37ºc selama 24-48 jam lalu catat hasil

pengamatan.

Selanjutnya dilakukan lagi pengujian lanjut yaitu uji

konfirmasi dengan tujuan untuk lebih memastikan bahwa bakteri tersebut

adalah bakteri e-coli. Uji konfirmasi dilakukan pada media Na miring

yang terdiri dari uji indol, uji metal merah, uji voges praskauer dan uji

sitrat, hasil uji indol yang kami peroleh ialah positif, hasil ini menyatakan

bahwa salah satu syarat pemenuhan kepositifan bakteri e-coli telah

terpenuhi. Hal ini dibuktikan dengan terbentuknya lapisan (cincin)

berwarna merah cerry pada permukaan biakan, yang artinya bakteri e-coli

membentuk indol dari TB sebagai sumber karbon, yang dapat diketahui

dengan menambahkan pereaksi kovac.

Uji metal merah hasilnya negatif, karena tidak terjadi

perubahan warna menjadi merah setelah ditambahkan larutan metal

merah, pengujian metal merah dilakukan untuk mengetahui apakah

bakteri dapat membentuk asam sedemikian banyaknya sehingga dapat

mengubah indicator metal merah menjadi merah karena hasilnya

negative, artinya salah satu syarat keberadaan e-coli tidak terpenuhi.


Sedangkan pada uji voges-proskaver hasilnya negative

menurut voges-proskaver pengujian dilakukan adalah untuk mengetahui

apakah dalam proses pertumbuhan organism terbentuk asetil-

metilkarbinol sebagai produk antara (intermediact product) dari proses

metabolisme karbohidrat. Hasil dari uji ini negative karena tidak adanya

perubahan warna pada medium setelah ditambahkan α-naftol.

Pada uji terakhir, yakni uji sitrat diperoleh hasil positif yang

ditandai dengan terjadinya perubahan warna. Artinya bakteri ini

mempunyai enzim sitrat permiase yaitu enzim spesefik yang membawa

sitrat kedalam sel.

Dari semua uji yang dilakukan dapat diketahui bahwa sampel

kuah bakso tidak mengandung atau tidak terdapat e-coli karena tidak

memenuhi semua persyaratan atau hasil uji IMVIC yaitu :

Uji Indol : Positif (+)

Uji Metal Merah : Positif (+)

Uji VP : Negatif (-)

Uji Sitrat : Negatif (-)


IX. KESIMPULAN

Dari hasil praktikum ini bahwa hasil dari sampel yang diuji

dinyatakan tidak terdapat bakteri e-coli karena hasil uji diperoleh uji indol

(+), uji metal merah (+), uji VP (-), uji sitrat (-).
DAFTAR PUSTAKA

Apriani Lera. 2012. Bakteri Patogen dan Non Patogen. Universitas Negeri

Makassar.

Codex, Cumentarius Commsion. 2010. Guideunes On The Application Of Energi

Principle Of Food.

Im,Dzen, Sjoeker. 2003. Bakteriologi Medik. Malang TIM Mikrobiologi

Unibrow.

Waluyo, iod. 2007. Edisi Revisi Mikrobiologi Umum. Malang press.

Lalo, Ahmad, dkk. 2012. Penuntun Praktikum Mikrobiologi dan Parasitologi.

Akfar Bina Husada: Kendari.

LAY, Beibiana, W. 1994. Analisis Mikroba dilaboratorium. PT. Raja Gratindo

Persada: Jakarta.

Rina Andriani. 2012. Penerapan Keamanan Pangan Untuk Perikanan Budi daya:

Bandung. ITB.

Rufina Rityani. 2011. Ketahanan Pangan Diindonesia. Erlangga: Jakarta.


VI. HASIL PENGAMATAN

A. Tabel Gambar

NO GAMBAR KETERANGAN

MEDIA BHIB

MEDIA EMBA

MEDIA NA
4

MEDIA SCA

MEDIA TB

MEDIA MR-VP
7

SAMPEL ( KUAH BAKSO )

NaCl 0,9 %

HOMOGENISASI SAMPEL

Sampel + NaCl

+
Biakan Bakteri E- Coli
0,1 mL

9
PENGKAYAAN

Sampel + BHIB
10

PENGKAYAAN

Sampel + BHIB

+
Biakan E- Coli

11
UJI SELEKTIF

Sebelum Inkubasi

1. Ada Biakan Bakteri E-Coli

2. Tanpa Biakan Bakteri E-Coli

12
UJI SELEKTIF

Sesudah Inkubasi
1. Di tumbuhi bakteri E-Coli

2. Tidak di tumbuhi bakteri E-


Coli setelah inkubasi
13 ISOLASI

NA miring

Sebelum inkubasi

14 ISOLASI

Na miring yang sudah di gores dan


setelah di inkubasi terdapat biakan
bakteri.

15 UJI KONFIRMASI

1. Uji Indol

Setelah inkubasi
menunjukan hasil positif
(+)
16 Uji Konfirmasi

1. Uji Metil Merah

Setelah inkubasi
menunjukan hasil negatif
(-)

17 Uji Konfirmasi

2. Uji VP

Setelah inkubasi
menunjukan hasil negatif
(-)

18 UJI KONFIRMASI

3. Uji Sitrat

Setelah inkubasi
menunjukan hasil positif
(+)
SKEMA KERJA

1. Penyiapan sampel

Penyiapan sampel

Uji pengkayaan

Diinkubasi
pada suhu
35º-37°c

10 gram sampel+ 90 ml NaCl 90 ml BHIB

Digores 1 sengkelit

Diinkubasi pada
Uji Sengkelit suhu 35°-37°c
selama 1x24 jam

EMBA

Digores 1 sengkelit

Isolasi
Diinkubasi pada
suhu 35°-37°c
selama 1x24 jam

Koloni pada media Na miring


2. Uji Biokimia (konfirmasi)

Uji indol uji metal Merah uji voges uji sitrat

(+) jika (+) jika


(+) jika biakan (+) jika
membentuk biakan hijau
berwarna merah biakan
cincin berubah
berwarna menjadi
berwarna
merah muda biru
mnerah cerry
hingga merah
menyala