Anda di halaman 1dari 33

BAB VII

TINJAUAN KHUSUS

“PERBEDAAN JENIS PONDASI”

7.1 Landasan Teori Perbedaan Jenis Pondasi

Pondasi adalah bagian bangunan yang berada di bawah permukaan tanah,


(Struktur Bawah / Sub Struktur). Berfungsi meneruskan beban dari struktur atas ke
lapisan tanah bagian bawah, tanpa mengakibatkan keruntuhan, geser tanah dan
penurunan tanah (settlement) yang berlebihan.
Menurut garis besar pondasi dibedakan menjadi dua jenis:
Pondasi dangkal : 3B-4B
Pondasi dalam : >3m
Pondasi yang mengalami penurunan secara bersamaan tidak akan
menyebabkan kerusakan pada struktur bangunan di atasnya. Namun, apabila besarya
penurunan dari masing-masing pondasi (kolom) tidak sama maka dapat
mengakibatkan kerusakan pada bagian non-struktural maupun elemen struktural
bangunan.
Masing masing jenis pondasi mempunyai cara sendiri menyalurkan beban
kedalam tanah. Pondasi dangkal menyalurkan beban melalui luas tapak sedangkan
pondasi dalam melalui tahanan ujung (qc) dan gaya gesek selimut tiang (Tf). Pada
treatment penyaluran beban dari kolom ke pondasi ini yang dapat menyebabkan
perbedaan differential settlement pondasi dalam mempunyai 3 bagian (Bowles,
1997), diantaranya:
S = S1+S2 +S3
S : Penurunan total
S1 : Penurunan batang tiang
S2 : Penurunan tiang akibat beban di ujung tiang
S3 : Penurunan tiang akibat beban yang tersalurkan sepanjang tiang.

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 85
Umumnya pondasi dalam mengalami penurunan yang lebih besar karena
adanya gesekan ke bawah (Downdrag) menyebabkan tambahan penurunan
Dalam praktek engineers biasanya menyamakan semua jenis pondasi pada
satu bangunan untuk menghindari Differential settlement yang diluar batas dan pada
umumnya tidak melakukan analisis penurunan pada pondasi dalam. Namun, analisis
penurunan masih diperlukan pada kondisi tertentu. Maka dari itu pondasi dalam
boleh mengalami penurunan lebih besar, tetapi masih dalam batas yang diijinkan

Besarnya perbedaan penurunan antara pondasi yang satu dengan yang lain
dalam satu bangunan (yang dinyatakan sebagai rasio antara perbedaan penurunan 𝝳
dan kolom L disajikan pada gambar Navy,1912).

Gambar7.1 rasio different settlement 𝝳 dan kolom L

Pada bab ini penulis akan membahas masalah perbedaan jenis pondasi yang
terjadi pada balok BS2

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 86
7.2 Perhitungan Pondasi Tiang (Bored Pile)

7.2.1 Perhitungan Pembebanan Pada Pondasi Bored Pile

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 87
a) Lantai 5
 Beban Mati (Wdl)

 Pelat Dak 1,75 x 7 (M2) x 0.10 (cm) x 2400 2940 Kg


 Balok
 Balok 25 x 50 ( 4,5+2,3) x 0.25 x 0.50 x 2400 2040 Kg
 Balok 30 x 60 1,35 x 0.3 x 0.6 x 2 583,2Kg

5563,2 kg

 Beban Hidup (Wll)



Wh atap (Pelat dak) 100 Kg/m2
 Jadi, Wh lantai 5 100 x 1,75 x 7 1225 Kg
 Beban Nominal lantai 5 Wdl + Wll
5563,2+ 1225 6788,2 Kg
 Beban Ultimate lantai 5 1.2 Wdl + 1.6 Wll
(1.2 x 5563,2) + (1.6 x 1225)
8635,84Kg

b) Lantai 4

 Beban Mati (Wdl)


 Pelat lantai4 4,5 x 1,75 x 0.12 (cm) x 2400 2268 Kg
 Balok
 Balok 25 x 50 ( 4,5+2,3) x 0.25 x 0.5 x 2400 2040 Kg
 Balok 35 x 75 1,35 x 0.35 x 0.75 x 2400 850,5Kg
2890,5Kg
 Kolom
 Kolom 40 x 60 ( 4,3 x 0,4 x 0,6 ) x 2400 2476,3 Kg
 Penutup Lantai 4,5 x 1,75 x 24 189,5Kg

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 88
 Dinding 1,35 x 4,3 x 250
1451,25Kg
 Plafond& Penggantung 4,5 x 1,75 x 18 141,75 Kg

Beban Mati (Wdl) lt 2 9417,3 Kg

 Beban Hidup (Wll)



Wh atap (Pelat dak) 250Kg/m2
 Jadi, Wh lantai 4 250 x 4,5 x 1,75
1968,75Kg
 Beban Nominal lantai 4 Wdl + Wll

9417,3 + 1968,75 11386,05Kg

 Beban Ultimate lantai 4 1.2 Wdl + 1.6 Wll

(1.2 x 9417,3) + (1.6 x 1968,75) 14450,4Kg

c) Lantai 3

 Beban Mati (Wdl)


 Pelat lantai3 4,5 x 1,75 x 0.12 (cm) x 2400 2268 Kg
 Balok
 Balok 25 x 50 ( 4,5+2,3) x 0.25 x 0.5 x 2400 2040 Kg
 Balok 35 x 75 1,35 x 0.35 x 0.75 x 2400 850,5Kg
2890,5Kg
 Kolom
 Kolom 40 x 60 ( 4,3 x 0,4 x 0,6 ) ∙ 2400 2476,3 Kg
 Penutup Lantai 4,5 x 1,75 x 24 189,5Kg
 Dinding 1,35 x 4,3 x250 1451,25Kg
 Plafond& Penggantung 4,5 x 1,75 x 18 141,75 Kg

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 89
Beban Mati (Wdl) lt 3 9417,3 Kg

 Beban Hidup (Wll)



Wh atap (Pelat dak) 250Kg/m2
 Jadi, Wh lantai 3 250 x 4,5 x 1,75 1968,75Kg
 Beban Nominal lantai 3 Wdl + Wll

9417,3 + 1968,75 11386,05Kg

 Beban Ultimate lantai 3 1.2 Wdl + 1.6 Wll

(1.2 x 9417,3) + (1.6 x 1968,75) 14450,4Kg

d) Lantai 2

 Beban Mati (Wdl)


 Pelat lantai2 4,5 x 1,75 x 0.12 (cm) x 2400 2268 Kg
 Balok
 Balok 25 x 50 ( 4,5+2,3) x 0.25 x 0.5 x 2400 2040 Kg
 Balok 35 x 75 1,35 x 0.35 x 0.75 x 2400 850,5Kg
2890,5Kg
 Kolom
 Kolom 40 x 60 ( 4,3 x 0,4 x 0,6 ) x 2400 2476,3 Kg
 Penutup Lantai 4,5 x 1,75 x 24 189,5Kg
 Dinding 1,35 x 4,3 x250
1451,25Kg
 Plafond& Penggantung 4,5 x 1,75 x 18 141,75 Kg

Beban Mati (Wdl) lt 2 9417,3 Kg

 Beban Hidup (Wll)



Wh atap (Pelat dak) 250Kg/m2

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 90
 Jadi, Wh lantai 2 250 x 4,5 x 1,75
1968,75Kg
 Beban Nominal lantai 2 Wdl + Wll

9417,3 + 1968,75
11386,05Kg

 Beban Ultimate lantai 4 1.2 Wdl + 1.6 Wll

(1.2 x 9417,3) + (1.6 x 1968,75)


14450,4Kg

e) Lantai 1

 Beban Mati (Wdl)


 Balok
 Balok 30 x 50 (4,5+1,75+1,5+2,5)x 0.30 x 0.5 x 2400 3690 Kg
 Kolom
 Kolom 40 x 60 ( 4,3 x 0,4 x 0,6 ) x 2400 2476,3Kg
 Dinding 3,5/2 x 4,3 x250
1881,25Kg
 Plafond& Penggantung 4,5 x 1,75 x 18 141,75 kg

Beban Mati (Wdl) lt 2 8189,3kg

 Beban Nominal lantai 1 Wdl

8189,3kg

 Beban Ultimate lantai 1 1.2 Wdl

(1.2 ∙ 8189,3kg) 9827,16Kg

Total beban ultimate = 8635,84+14450,4 +14450,4 +14450,4+ 9827,16 = 61914,2kg

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 91
Perhitungan Beban Tangga

 Data yang ada :


 Panjang anak tangga : 1,675 m 160 cm
 Panjang tangga : 5m 500 cm
 Tinggi bordes 2,15 m 230 cm
 lebar bordes 1,2 m 120 cm
 Lebar Tangga 3,5 m 350 cm
 Tebal Pelat 150 mm 15 cm
 Berat beton bertulang 2400 kg/m
 Berat penutup: 24 kg/m2
 tebal selimut beton: 20 mm
 Beban Hidup 300 kg/m2 3 kN/m2

 Perencanaan Anak Tangga


 Syarat ---> Antride 26 sampai 30 cm
Syarat ---> Optride 15 sampai 20 cm

 Perencanaan Optride dan Antride


Optride 13
Tinggi optride = tinggi bordes/jumlah optride
16,53 cm 0,16 m
Antride 13
Panjang Antride = Panjang anak tangga/Jumlah antride

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 92
29 cm 0,29 m

 X=√𝑎𝑛𝑡𝑟𝑖𝑑𝑒2 + 𝑜𝑝𝑡𝑟𝑖𝑑𝑒2
=33,12
y =√antride2-(x/2)2
=23,806
tg a = 0,714 a = 35,71

 tebal pelat pada tangga


x’=antride sina
=16,32
Tt= tb+x’/2
=23,16

 Pembebanan
Beban pada bordes
Beban Mati
 berat sendiri 0,15 x 2400 x 1,2 x 3,5 1512 kg
 keramik 24 x 1 x 1,2 x 3,5 100,8 kg
 spesi 2 cm 21 x 2 x 1,2 x 3,5 89,04 kg
 Railing 30 x 1 x 1,2 x 3,5 126 kg
Wdl 1827,84
kg

Beban Hidup
 Bordes 300 x 1,2 x 3,5 1260 kg
Wll 1260 kg

Beban pada anak tangga


Beban Mati

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 93
 berat sendiri (2400 x 0,2319)/cos 35,7◦ x 3,8 x 3,5: 9115,13 kg
 keramik 24 x 1 x 3,8 x 3,5 319,2 kg
 spesi 2 cm 21 x 2 x 3,8 x 3,5 558,6 kg
 Railing 30 x 3,8 x 2 228 kg
Wdl
10220,93kg
Beban Hidup
 tangga 300 x 3,8 x 3,5 300 kg/m 3990kg
Wll 3990kg
 Beban Ultimate lantai 4 1.2 Wdl + 1.6 Wll
1,2(1827,84+10220,93)+1,6(1260+3990)
22858,524kg

Dikarenakan tangga bertumpu pada 4 kolom dan bangunan memiliki 4 lantai


jadi beban yg dipikul 1 titik kolom adalah 22858,524kg

Jadi Total Beban Ultimate pada pondasi Bore Pile adalah 61914,2kg +22858,524kg
=84772,724kg

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 94
7.2.2 Perhitungan Daya Dukung Pondasi Bore Pile

Kedalaman fondasi sesuai dengan hasil penyelidikan tanah adalah 19 m dari


muka tanah asli. Pada kedalaman tersebut, nilai konus hasil sondir (qc)= 50 kg/cm2
dan jumlah hambatan lekat (Tf) = 1670 kg/cm.

spesifikasi dari bore pile yang digunakan adalah:

 Mutu beton (f’c) =30 Mpa


 Mutu baja (fy) = 400 Mpa
 Ukuran = ø 50 cm
 Luas penampang = 1962,5 cm2
 Keliling = 157 cm

Berdasarkan Kekuatan Bahan

Tegangan tekan beton yang diijinkan yaitu:

 σb = 0,33 . f’c ; f’c =30 Mpa = 300 kg/cm2

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 95
 σb = 0,33 x 300 = 99 kg/cm2
 Ptiang = σb . Atiang
 Ptiang = 99 . 1962,5 = 194287,5 kg = 194,29 t

dimana:

 Ptiang = Kekuatan pikul tiang yang diijinkan


 σb = Tegangan tekan tiang terhadap penumbukan
 Atiang = Luas penampang tiang bor

Berdasarkan Hasil Sondir

Daya dukung tiang dihitung dengan formula sebagai berikut:

Dimana:

 qc = Nilai konus hasil sondir (kg/cm2)


 Ap = Luas permukaan tiang (cm2)
 Tf = Total friction (jumlah hambatan lekat, kg/cm)
 As = Keliling tiang bor (cm)

Data hasil sondir untuk kedalaman -19 m, didapatkan:

 Ø qc = 50 kg/cm2
 Ø Tf = 1670 kg/cm

Qc . A TF . O
Qa = +
3 5

dimana angka 3 dan 5 adalah factor keamanan (Wesley (1977), jadi:

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 96
Ptiang=

50 . 1962,5 1670 . 157


Qa = +
3 5

=32708,33 + 52438 = 85146,33 kg = 85,14633 ~ 85,15t

Sehingga daya dukung yang menentukan adalah daya dukung berdasrkan data sondir,
Ptiang = 85,14t

Menentukan Jumlah Bore Pile

Untuk menentukan jumlah tiang bor yang dibutuhkan digunakan rumus acuan sebagai
berikut:

TABEL 4 Perhitungan Jumlah Tiang Bor

Tiang P (ton) P tiang (ton) n Pembulatan

P1 84,772724 85,14 0,936 1

Dimana:

 n = jumlah tiang bor yang dibutuhkan


 P = gaya vertikal (ton)
 Ptiang = daya dukung 1 tiang (ton)

7.2.3 Pile Cap

Karena kolom tertumpu pada pile, maka P yang di perhitungkan adalah P kolom.

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 97
 P = 84,772724ton
 h (tebal pile cap) = 0,6 m

 t=
84,772724
 t = 3,14 . 0,6 . (0,6+0,5)

 =49,495t/m2

t = 4,9495 kg/cm2 < 11,258 kg/cm2
 t<tijin= 0,65√f’c=0,65√300=11,258

tebal pile cap cukup, sehingga tidak memerlukan tulangan geser pons.

Penulangan pile cap

Penulangan didasarkan pada:

 Pmaks = ΣP/1 = t /1 = 84,772724ton


 Mx = 84,772724 x 0.55 =45,625tm
 My = 84,772724 x 0.55 =45,625tm

Penulangan Arah x

 Mx = 45,625tm = 456,25kNm
 Tebal pelat (h) = 600 mm

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 98
 Selimut beton (p) = 70 mm
 Diameter tulangan (øD) = 19 mm
 Tinggi efektif arah x (dx) = h – p – ½ øD

= 600 – 70 – ½ .19

= 520,5 mm = 0,5205 m

𝑓𝑦 400
 m = 0,85𝑥𝑓𝑐 = 0,85𝑥30= 15,636
𝑀𝑛 456,25
 Rn = 𝑏𝑥dx^2 = 1,1𝑥0,5205^2 = 1530,97

1 √1−2𝑚 𝑥 𝑅𝑛
 P aktual= 𝑚 (1 − )
𝑓𝑦

√1−2(15,636) 𝑥 1530,97
1
 p aktual= 15,636 (1 − )=0,636
400

1,4
 P min = 𝑓𝑦
1,4
 p min= 400=0,0035

0,85𝑓𝑐′ 600
 p b= 𝑥
𝑓𝑦 600+𝑓𝑦

0,85(30) 600
 p b= 𝑥 =0,03825
400 600+400

dipakai ρmin

 As = ρ.b.d.106

= 0,0035 x 1,1 x 0,5205 x 106

= 2003,925 mm2

Dipakai tulangan D19 – 200 (As terpasang = 2267,08 mm2 > 2003,925 mm2 OK !!!)

Penulangan Arah y

 My = 45,625tm = 456,25kNm
 Tebal pelat (h) = 600 mm
Laporan Kerja Praktek
Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 99
 Selimut beton (p) = 70 mm
 Diameter tulangan (øD) = 19 mm
 Tinggi efektif arah x (dx) = h – p – ½ øD

= 600 – 70 – ½ .19

= 520,5 mm = 0,5205 m

𝑓𝑦 400
 m = 0,85𝑥𝑓𝑐 = 0,85𝑥30= 15,636
𝑀𝑛 456,25
 Rn = 𝑏𝑥dx^2 = 1,1𝑥0,5205^2 = 1530,97

1 √1−2𝑚 𝑥 𝑅𝑛
 P aktual= 𝑚 (1 − )
𝑓𝑦

√1−2(15,636) 𝑥 1530,97
1
 p aktual= 15,636 (1 − )=0,636
400

1,4
 P min = 𝑓𝑦

1,4
 p min= 400=0,0035

0,85𝑓𝑐′ 600
 p b= 𝑥
𝑓𝑦 600+𝑓𝑦

0,85(30) 600
 p b= 𝑥 =0,03825
400 600+400

dipakai ρmin

 As = ρ.b.d.106

= 0,0035 x 1,1 x 0,5205 x 106

= 2003,925 mm2

Dipakai tulangan D19 – 200 (As terpasang = 2267,08 mm2 > 2003,925 mm2 OK !!!)

7.2.4 Penurunan Pondasi Tiang (Bore Pile)

 Panjang tiang (L)= 19m

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 100
 Diameter tiang (D) = 500mm
 Berat volume pasir (dry) = 17 kN/m3
 Rata-rata sudut geser dalam sepanjang tiang = 35o
 Beban izin yang bekerja 851,4633 kN. Jika 524,38kN adalah kontribusi dari
geser dan 327,0833 kN dari tahan ujung
 Modulus Elastisitas bahan tiang beton (Ep) = 2,1 x 106 kN/m2
 Modulus Elastisitas (Es) = 30000kN/m2
 Voisson’s ratio (s) = 0,3.

Penurunan elastic tiang :


Se  Se1  Se 2  Se3

Penurunan elastic tiang Se1 :


(Qwp  Qwp ) L
S e1 
Ap E p

 = 0,6
(327,01  0,6  524,38)  12
 S e1   0,001868m
(3,14 x0,250 x0,250)  (21  10 6 )

Penurunan disebabkan beban yangbekerja pada ujung tiang :

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 101
qwp D
Se 2  (1   s2 ) I wp
 Es
Qwp 327,01
qwp    1665,26kN / m2
Ap 3,14 x0,250 x0,250

1665,29  0,500
S e2  (1  0,3 2 )  0,85  0,02147m
 30000

Penurunan elastik akibat tranfer beban disepanjang tiang:

Qws D
Se3  (1   s2 ) I ws

pL Es

L 19
I ws  2  0,35  2  0,35  8,5144
 D 0,500

524,38 0,500
S e3  (1  0,3 2 )  8,5144  0,00117m

(1,57) 19 30000

Total penurunan elastik = Se  Se1  Se 2  Se3

Se = 0,001868 + 0,02147 + 0,00117 = 0,024508 m = 2,4508 cm

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 102
7.3 Perhitungan Pondasi Telapak

7.3.1 Perhitungan Pembebanan Pada Pondasi Tapak

Lantai 1

 Beban Mati (Wdl)


 Balok
 Reng balok 35 x 75 3 x 0,35 x 0,75 x 2400 1890kg
 Balok 30 x 50 ( 4,5+2,5) x 0.30 x 0.50 x 2400 2520 Kg
 Kolom 40 x 60 ( 4,3 x 0,4 x 0,6 ) ∙ 2400 2476,3 Kg
6886,3 Kg
 Beban Nominal lantai 1 Wdl
6886,3
 Beban Ultimate lantai 1 1.2 Wdl
1.2 x 6886,3 8263,56Kg

spesifikasi dari pondasi telapak yang digunakan adalah:

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 103
 fc = 30Mpa
 fy = 400Mpa
 Daya dukung tanah (σ) = 200kN/m2
 Berat jenis tanah (γ tanah) = 17 kN/m3
 Kedalaman pondasi (z) = 1.00 m
 Tebal pondasi (h) = 0.30 m
 Tinggi efektif pondasi telapak (d) = 0.23 m
 Tekanan efektif tanah = σ – γ tanah x z = 183.00 kN/m2
 Luas pondasi (A)=2.25m2

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 104
Beban kita peroleh dari struktur atas pada salah satu titik kolom:

 Pu= 82,63kn
 Mu= 10knm
 Berat pondasi = ((1,5 x 1,5 x 0,3)+(0,3 x 0,4 x 0,7)x 24 = 18,216 Kn
 Berat tanah = (1,5 x 1,5 x 0,7) –(0,3*0,4 x 0,7)x 1,8 = 1,4238 Kn

7.3.2 Cek Ukuran Pondasi Telapak

 Cek berdasarkan ukuran pondasi telapak dilapangan 1,5 x 1,5 m.


 Lebar kolom struktur/pedestal = 0,3 x 0,4 m
𝑀𝑢
 Tegangan yang terjadi pada tanah, Σ = N/A + 1/6𝐵𝐿^2 +q < (σ)
10
 36,724 + 1 + 19,6398 < (σ)
𝑥 1,5^3
6

 36,724 + 17,78 +19,6398 < (σ)


 74,141 < 200 kn/m2
 Σ < Tekanan efektif tanah = 183.00 kN/m2 (AMAN)

7.3.3 Kontrol Geser Pada Pondasi Telapak

Karena pondasi telapak tidak mempunyai tulangan geser, maka gaya geser
sepenuhnya ditahan oleh beton.

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 105
Geser satu arah

Gaya geser yang disebabkan oleh beban terfaktor,

 Vu =( L/2-c1/2-d) x B x σ

 Vu = (1,5/2-0,3/2-0,23) x 1,5 x 74,141 = 41,148 kN

Gaya geser yang disumbangkan oleh beton,

√𝑓𝑐′
 qVc = Φ . B. d
6

√30
 qVc = 0,75 . x 1,5 x 0,23 x 106 = 578582,589=578,582 kN
6

 qVc > Vu, Pondasi aman terhadap geser satu arah

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 106
Geser dua arah

Gaya geser yang disebabkan oleh beban terfaktor,

 Vu = (L x B – (c1+ d + c2 + d)) x σ
 Vu = (1,5 x 1,5 – (0,3+ 0,23 + 0,4 + 0,23)) x 74,141 = 30,813 kN

Gaya geser yang disumbangkan oleh beton,

 Βc = c1/c2
 Βc = 0,3/0,4 = 0,75

Bo = keliling geser

 (c1 + d + c2 + d) x 2
 (0,3 + 0,23 + 0,4 + 0,23) x 2 = 2,32 m

αs = 40.00 untuk kolom dalam (peraturan)

Nilai Vc dipilih yang terkecil dari hasil pers. Dibawah ini:

 Vc = (1+(2/βc)) x ((√fc x bo x d)/6)


 Vc = (αs x d/bo) x 2) x ((√fc x bo x d)/12)
 Vc = 1/3 √fc x bo x d

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 107
 Vc = 1/3 √30 x 2,32 x 0,23
 Diperoleh Vc = 974215,86N = 974,215 kN

qVc > Vu, Pondasi aman terhadap geser dua arah

7.3.4 Cek Pembesian / Penulangan Pondasi Telapak

Penulangan pada pondasi telapak untuk tulangan lentur dan tulangan susut.

 Mu = (0.5)x σ x ((B-c1)/2)2) x B
 Mu = (0.5)x 74,141 x ((1,5-0,3)/2)2) x 1,5 = 66,73 kNm
𝑓𝑦 400
 m = 0,85𝑥𝑓𝑐 = 0,85𝑥30= 15,636
𝑀𝑛 66,73
 Rn = 𝑏𝑥dx^2 = 1,1𝑥0,5205^2 = 6,223

1 √1−2𝑚 𝑥 𝑅𝑛
 P aktual= 𝑚 (1 − )
𝑓𝑦

√1−2(15,636) 𝑥 6,223
1
 p aktual= 15,636 (1 − )=0,048
400

1,4
 p min = 𝑓𝑦

1,4
 p min= 400=0,0035

0,85𝑓𝑐′ 600
 p b= 𝑥
𝑓𝑦 600+𝑓𝑦

0,85(30) 600
 p b= 𝑥 =0,03825
400 600+400

dipakai ρmin

 As = ρ.b.d.106

= 0,0035 x 1,5 x 0,23 x 106

= 1207,5 mm2

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 108
Di ambil tulangan diameter 16 dengan luas 1 batang tulangan, As1 = 200,96 mm2

Maka, jumlah tulangan = As / As1 = 1207,5mm2/ 200,96 mm2 = 6,0037 ~ 7 batang

Untuk tulangan susut diambil 20% dari tulangan utama = D13-150

Sehingga, jarak antar tulangan menjadi = D16-250 mm

Dalam analisa penulis tulangan pilecap dapat ditekan menjadi 7Ǿ16, yang pada
gambar rencana 10Ǿ16

7.3.5 Penurunan Pondasi telapak

1
S e   z dz   ( z   s  x   s  y )dz
Es

Dimana :

 Se = Penurunan elastik
 Es = Modulus elastisitas
 H = tebal lapisan
 ms = Voisson’s ratio
 Δsx, Δsy, Δsz = Penambahan tegaangan akibat beban yang bekerja.

tanah fleksibel (Bowles, 1978) besar penurunan dapat ditentukan dengan persamaan :

1  2 s
S e  q 0 (B' ) IsI f
Es

 qo = Beban yang bekerja pada pondasi = P/A


 ms = Poisson’s ratio tanah
 Es = Modulus elastisitas rata-rata diukur dari z = 0 sampai z = 4 B
 B’ = B/2 dipusat pondasi

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 109
 B’ = B untuk ditepi pondasi
 Is = faltor bentuk
 If = faktor kedalaman.
 Is menurut Stainbrenner, 1934 adalah :
1  2 s
I s  F1  F2
 1  s
1  2.0,3
I s  0,50885  0,0132
 1  0,3

 I s = 0,515

F1 dan F2 diperoleh dari tabel dibawah ini dimana

Untuk menghitung penurunan di pusat pondasi digunakan


a=4

 m’ = L/B dan n’=H/(B/2)


 m’= 1,5/1,5=1dan n’=19/(1,5/2)=13,5

dikarenakan dalam table tidak tertera n’=13,5 digunakan interpolasi

20−10 0,529−0,498
 F1= 20−13,5 = =
0,529−𝑥

 5,29 - 10x = 0,2015


 X = 0,50885
20−10 0,008−0,016
 F2 = = =
20−13,5 0,008−𝑥

 0,08 - 10x = -0,052


 X = 0,0132

Untuk menghitung penurunan di pojok pondasi digunakan


a=1

 m’ = L/B dan n’ = H/B

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 110
 m’= 1,5/1,5 = 1 dan n’ = 19/1,5 = 12

dikarenakan dalam table tidak tertera n’=12 digunakan interpolasi

20−10 0,529−0,498
 F1= 20−12 = =
0,529−𝑥

 5,29 - 10x = 0,248


 X = 0,5042
20−10 0,008−0,016
 F2 = = =
20−12 0,008−𝑥

 0,08 - 10x = -0,064


 X = 0,0144

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 111
Laporan Kerja Praktek
Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 112
Penurunan elastik untuk pondasi rigid diestimasi dengan persamaan adalah :

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 113
Se(rigid) = 0,93 Se

If (Fox, 1948) merupakan fungsi dai Df/B, L/b dan ms seperti terlihat pada grafik
dibawah ini.

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 114
Penentuan If :

Df/B = 1/1,5 = 0,67, L/B = 1,5/1,5 = 1 dan ms = 0,3 dari grafik doperoleh If = 0,71

1  0,32
S e  74,141 (4.0,75) 0,0515.0,71
30000


S e = 0,000247 m


S e (rigid) = 0,93 S e

 S e (rigid) = 0,93 x 0,000247 = 0,000230m = 0,0230 cm

Dengan menggunakan parameter batas maksimum Differential Settlement maka


gedung lab terpadu FKIP UIR termasuk kedalamkategori bangunan umum = 2,54cm
(Foundation Design – W.C Teng)

Untuk menghitung total Differential Settlement , maka:

Se pondasi tiang bor - Se pondasi tapak = 2,4508 cm - 0,0230 cm = 2,4278 cm

7.4 Cek ketahanan balok sloof terhadap differential settlement

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 115
Spesifikasi dari balok sloof adalah:
 fc = 30Mpa
 fy = 400Mpa
 d = 470mm

Menghitung Momen pada tumpuan:

6𝐸𝐼𝛿
 M= 𝐿^2

 E = 4700√fc’ (Pasal10.5 SNI 03 2847 2002)



=4700√30 = 25742,96N/mm2
 I= 1/12B(H^3)

= 1/12 (30)(50^3) = 2,5 x 125 x 103mm4
 𝛿 = 2,4278cm = 24,278mm
 L = 300cm = 3000mm
25742,96N
6𝑋 𝑋 2,5 x 125 x 103mm4 X 24,278mm
 M= mm2
= 21700,96Nmm
(3000mm)^2

3D19

30

500 10

300

 As= 3 x ∏ x 9,52
 = 850,155mm2

Cek kapasitas penampang:

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 116
Hitung tinggi blok tekan (a)

𝛷𝑓𝑦.𝐴𝑠
 a = 0,85.𝑓𝑐 ′ .𝑏
0,8 𝑥 400 𝑥 850,155
 = = 35,552
0,85 𝑥 30 𝑥 300

 jd = d – 0,5a
 =470 – 0,5.35,552 = 452,229mm

Hitung momen nominal penampang:

 ΦMn = Φfy x As x jd
 = 0,8 x 400 x 850,155 x 452,229
 =123,03 x 106 Nmm

Momen nominal penampang masih lebih besar dibanding momen tumpuan , jadi
balok BS2 aman terhadap Differential settlement tersebut.

7.5 Pembahasan Evaluasi

Gambar 65 Perbedaan jenis pondasi

Jadi, kesimpulan dari tinjauan khusus ini adalah perbedaan jenis pondasi pada 1
bentang balok sloof ini tidak terjadi masalah walaupun pada prinsipnya tidak dibenarkan
pelaksanaan perbedaan jenis pondasi tersebut. Namun differential settlement tersebut (2,4278
cm) hampir mendekati batas maksimum differential settlement (2,54cm), untuk menghindari
differential settlement yang lebih besar, kedepannya peruntukan gedung tidak diubah.

Laporan Kerja Praktek


Pembangunan gedung Lab. Terpadu FKIP UIR 117

Anda mungkin juga menyukai