Anda di halaman 1dari 8

1.

INDIKATOR MUTU PELAYANAN DAN SASARAN KESELAMATAN PASIEN

STRENGTH

No Strength Bobot Rating Skor


1. Kenyamanan dengan nyeri ≥4 yang 0,2 4 0,8
terdokumentasi 0%
2. Angka kenyamanan pasien 100% 0,15 4 0,6
3. Angka kepuasan pasien 100% 0,15 4 0,6
4. Angka kejadian cemas 0% 0,15 4 0,6
5 Perawat Ruang Mawar RS TK II dr 0,15 4 0,6
Soepraoen Malang sudah
melaksanakan sesuai prosedur SOP
sebesar 100%
6. Perawat Ruang Mawar RSTK II dr. 0,2 4 0,8
Soepraoen sudah melaksanakan
sesuai SOP terkait dengan serah
terima pasien menggunakan teknik
SBAR baik secara lisan maupun
tertulis.
Total 4
WEAKNESS

No Weakness Bobot Rating Skor


1. Pengetahuan kurang 11% 0,5 3 1,5
2. Angka kenyamanan pasien 100% 0,5 4 2
Total 3,5
STRENGTH-WEAKNESS= 4-3,5= 1

OPPORTUNITIES

No Opportunities Bobot Rating Skor


1. Identifikasi pasien di Rs TK II dr 0,2 4 0,8
Soepraoen sudah ada kebijakannya
2. SOP identifikasi pasien telah 0,15 4 0,6
diterapkan di seluruh unit di RS TK II
dr. Soepraoen
3. Ada kebijakan RS TK II dr. Soepraoen 0,2 4 0,8
tentang penerapan komunikatif
4. Terdapat SOP terkait komunikasi 0,15 4 0,6
efektif dari RS TK II Soepraoen
5. Terdapat daftar singkatan resmi dari 0,15 4 0,6
RS TK II Soepraoen
6. Terdapat SOP terkait pelayanan 0,15 4 0,6
obat-obatan dengan pengawasan
tinggi (High Alert)
Total 4
TREATHS

No Treaths Bobot Rating Skor


Total 0

OPPORTUNITIES – TREATHS = 4-0= 4

2. PENGAKJIAN 5M

STRENGTH

No Strength Bobot Rating Skor


1. Tenaga Non Keperawatan di Ruang 0,1 4 0,4
Mawar terdiri dari 1 orang pekarya
kesehatan dan 5 orang petugas
kebersihan di 3 ruangan, dengan
total ruangan 18 kamar
2. Pengkajian kualifikasi sumber daya 0,15 3 0,45
keperawatan di Ruang Mawar
didapatkan data bahwa 16 perawat
(100%) telah mengikuti berbagai
pelatihan, yaitu PPI, APAR, dan
Keselamatan pasien.
3. Kebutuhan tenaga keperawatan 0,1 4 0,4
pada hari senin, 12 maret 2018 telah
terpenuhi dimana terdapat 1 kepala
ruangan, 1 CI, 2 ketua tim, dan 2
perawat pelaksana pada shift pagi,
sedangkan pada shift sore terdapat 3
perawat, dengan tingkat
ketergantungan pasien parsial
sejumlah 9, minimal 1.
4. Kebutuhan tenaga keperawatan 0,1 4 0,4
pada hari selasa, 13 maret 2018 telah
terpenuhi dimana terdapat 1 kepala
ruangan, 1 CI, 2 ketua tim, dan 2
perawat pelaksana pada shift pagi,
sedangkan pada shift sore terdapat 3
perawat, dengan tingkat
ketergantungan pasien minimal 2
orang, parsial 11 orang, dan total 1
orang.
5. Nurse station berbeda di antara 0,1 4 0,4
kamar 4 dan ruang edukasi. Ruang
perawat tertata rapid an terdapat
sentralisasi obat di dalamnya.
6. Terdapat ruang edukasi yang 0,1 4 0,4
berfungsi untuk orientasi pasien baru
dan penyuluhan pasien dan keluarga
7. Ruang Mawar RS TK II Soepraoen 0,1 4 0,4
menggunakan metode tim dengan 2
tim dan 6 perawat pelaksana
8. Operan di ruang Mawar RS TK II 0,15 4 0,6
Soepraoen dilakukan secara rutin
dan menggunakan SOP dari ruangan
untuk tindakan prosedur.
9. Ronde di Ruang Mawar RS TK II 0,05 3 0,15
Soepraoen dilakukan saat ada kasus
yang perlu didiskusikan bersama
untuk memperoleh solusi.
10. Pasien yang telah terdata di ruang 0,05 3 0,15
mawar yang berasal dari kota Malang
sebanyak 51,3%, sedangkan untuk
Kabupaten Malang 42,5% dan untuk
luar wilayah Malang sebanyak 6,2%
Total 3,75
WEAKNESS

No Weakness Bobot Rating Skor


1. Tenaga perawat S1 sebanyak 2 orang 1 2 2
dan D3 sebanyak 14 orang
Total 2

STRENGTH – WEAKNESS = 3,75-2 = 1,75

OPPORTUNITIES

No Opportunities Bobot Rating Skor


1. Sistem pengkajian di RS TK II 0,3 4 1,2
Soepraoen untuk PNS dan tentara
sesuai dengan aturan pemerintah,
sedangkan untuk tenaga non PNS
sesuai dengan aturan PNS
2. Ada insentif yang diberikan pada 0,3 4 1,2
pegawai sesuai dengan scoring masa
kerja dan jabatan
3. Pengajuan pengolahan alat yaitu 0,3 4 1,2
kepala ruangan membuat rencana
yang diajukan ke instalasi rawat inap
yang akan diajukan ke pos masing-
masing seperti pos alat habis pakai
dan alat kesehatan.
4. Pasien di RS TK II Soepraoen yang 0,1 2 0,2
paling banyak adalah pasien BPJS
non dinas (sipil) sebanyak 53,1%
Total 3,8
TREATHS

No Treaths Bobot Rating Skor


Total 0

OPPORTUNITIES – TREATHS = 3,8-0= 3,8

3. FUNGSI MANAGEMENT

STRENGTH

No Strength Bobot Rating Skor


1. kerja Ketua Tim telah 0,05 4 0,2
dilaksanakan secara 100%.
2. instruktur klinik di ruang mawar 0,05 4 0,2
melaksanakan tugas dengan
presentase 100%.

3. perawat pelaksana di ruang 0,05 4 0,2


mawar melaksanakan tugas
dengan presentase 100%.

4. tenaga non medis di ruang mawar 0,01 3 0,03


melaksanakan tugas dengan
presentase 90%.
5. Evaluasi telah dilaksanakan 0,05 4 0,2
sebesar 100%
6. Ruang mawar dalam 0,025 4 0,1
mengidentifikasi kebutuhan
tenaga perawat tiap triwulan
dengan menggunakan rumus
Douglas dan perbandingan
ketergantungan pasien.

7. Mengajukan penambahan tenaga 0,015 3 0,045


ke Kepala Instalasi Rawat Inap
untuk diajukan pada saat
pembinaan setempat dengan
personalia.

8. Jadwal shift dinas dibuat oleh 0,015 4 0,06


karu dengan dikomunikasikan
dengan perawat pelaksana dan
katim

9. Pendistribusian tenaga di 0,015 3 0,045


komunikasikan dengan baik antar
staff ruang Mawar

10. Perawat pelaksana dapat 0,015 4 0,06


berkomunikasi kepada karu
mengenai pembuatan jadwal.

11. Orientasi pada tenaga baru 0,015 3 0,045


diruang rawat, biasanya akan
diobservasi oleh perawat ahli di
ruangan tersebut, dan masih
diawasi dalam menjalankan setiap
tindakan
12. Pengembangan staff dibidang 0,02 4 0,08
pelatihan dan pendidikan sudah
direncanakan dengan pengajuan
dari staff ruangan kepada karu
dengan disesuaikan dengan
rencana strategis rumah sakit dan
perogam kerja rumah sakit

13. Jenjang karir perawat ruangan 0,07 2 0,14


Mawar dilihat berdasar jenjang
karir dan pendidikan. Yang paling
tinggi adalah S.Kep dan terakhir
adalah DIII.

14. instruksi dilakukan dari atasan ke 0,07 2 0,14


bawahan disebut arah komunikasi
(top down), yaitu dari kepala
ruangan kepada ketua tim
kemudian disampaikan ke
perawat pelaksana. Informasi
keadaan pasien dilakukan dengan
2 cara yaitu bisa dari atasan ke
bawahan (top down) atau pun
dari bawahan ke atasan (buttom
up). Komunikasi ke samping juga
dilakukan, yakni dari ketua tim
kepada ketua tim, misalnya saat
operan (horizontal).

15. Komunikasi langsung yaitu adanya 0,15 3 0,45


komunikasi secara bertatap muka
misal saat operan.
16. Komunikasi secara tidak langsung 0,015 3 0,045
yaitu komunikasi menggunakan
media misalnya telpon atau
memo.
17. Kepala ruang memberi motivasi 0,015 3 0,045
kepada seluruh perawat yang ada
diruangan dengan menampung
keluhan lalu memberi saran dan
memotivasi kinerja perawat.
18. Terdapat sistem reward dan 0,075 3 0,225
pusnishment
19. Mekanisme supervisi yang 0,075 2 0,225
dilakukan di ruangan adalah
dengan observasi Penilaian
pelaksaan tindakan sesuai SOP.
20. Penilaian kinerja dan evaluasi 0,05 2 0,1
perawat dilakukan setiap bulan.
21. Indikator mutu kunci ruang 0,05 4 0,2
mawar sebesar 100%
22. Indikator mutu ruang mawar 0,1 4 0,4
100%
Total 3,235

WEAKNESS

No Strength Bobot Rating Skor


1. Pengkajian keperawatan di 0,2 2 0,4
ruangan sebesar 80%

2. Diagnosa keperawatan yang 0,2 3 0,6


ditegakkan sebesar 86%

3. Rencana tindakan yang dilakukan 0,2 3 0,6


sebesar 95%
4. Tindakan yang dilaksanakan 0,2 3 0,6
sebesar 97%
5. Catatan Asuhan Keperawatan 0,2 3 0,6
telah dilaksanakan sebesar 98%
Total 2,8

STRENGTH – WEAKNESS = 3,235-2,8 = 0,435

OPPORTUNITY

No Strength Bobot Rating Skor


1. Seleksi dan penerimaan tenaga 0,25 4 1
perawat baru diruangan
berdasarkan rumah sakit dan
kebutuhan ruangan.
2. Angka kenyamanan pasien 100% 0, 25 4 1
3. Angka kepuasan pasien 100% 0,25 4 1
4. Angka kejadian cemas 0% 0,25 4 1
Total 4

TREATH

No Strength Bobot Rating Skor


Total 0

OPPORTUNITIES – TREATH = 4- 0= 4
KUADRAN
O

Kuadran
C
A
II
B

W S

Keterangan

A: Indikator mutu pelayanan


dan keselamatan pasien (1,4)

B: Fungsi 5m (1,75; 3,8)

C: Fungsi manajemen (0,435; 4)


T