Anda di halaman 1dari 2

SOP KEMITRAAN BIDAN DAN DUKUN OLEH

PETUGAS KESEHATAN DI PUSKESMAS DAN


FASILITAS KESEHATAN LAINNYA.

No. Dokumen :

No. Revisi :
SOP Tgl. Terbit :

Halaman :

PUSKESMAS SUYATNO,SKM

TALISAYAN NIP: 196908021992031012

1. Pengertian Kemitraan bidan dengan dukun adalah suatu bentuk kerjasama bidan
dengan dukun yang saling menguntungkan dengan prinsip keterbukaaan,
kesetaraan, dan kepercayaan dalam upaya untuk menyelamatkan
ibu dan bayi baru lahir.

a. Meningkatkan pelayanan antenatal,persalinan,pelayanan nifa oleh


tenaga kesehatan yang kompeten.
2. Tujuan b. Meningkatkan alih peran dukun dari penolong peralinan menjadi
mitra bidan dalam merawat ibu hamil,ibu bersalin,ibu nifas dan
bayinya.
c. Meningkatkan peran dukun sebagai kader kesehatan ibu dan bayi
baru lahir.

3. Kebijakan Keputusan Kepala Puskesmas


No........................................................
4. Referensi Pedoman kemitraan bidan dan dukun,Direktorat kesehatan
ibu,kementrian kesehatan Republik Indonesia 2012

1. Melakukan pendataan semua bidan dan dukun yang terkait


dalam penyelanggaraan dan pencapaian program kesehatan ibu
dan bayi bau lahir.
2. Menyamakan persepsi antara bidan dan dukun tentang
5. Langkah-
perannya masing-masing.
Langkah
3. Menetapkan peran dan tanggung jawab bidan dan dukun sesuai
dengan lingkup dan kewenangannya, diketahui oleh kepala desa
/ lurah ataupun tokoh masyarakat secara tertulis.
4. Menyusun rencana kerja kegiatan kemitraan bidan dengan
dukun sesuai dengan peran dan tanggung jawab yang telah
ditetapkan.
5. Mensosialisasikan kesepakatan kemitraan bidan dengan dukun.
6. Melaksanakan kegiatan kemitraan bidan dengan dukun sesuai
tugas masing-masing.
7. Memantau dan menilai perkembangan dan hasil kegiatan
kemitraan bidan dengan dukun.

1. Unit terkait