Anda di halaman 1dari 2

BUDAYA KAMPUS

PENGERTIAN BUDAYA KAMPUS

Budaya kampus dapat dipahami sebagai suatu totalitas dari kehidupan dan kegiatan
akademik yang dihayati, dimaknai dan diamalkan oleh warga masyarakat akademik, di
lembaga pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Budaya kampus sebenarnya adalah budaya
universal. Artinya, dimiliki oleh setiap orang yang melibatkan dirinya dalam aktivitas
akademik. Membangun budaya akademik bukan perkara yang mudah. Diperlukan upaya
sosialisasi terhadap kegiatan akademik, sehingga terjadi kebiasaan di kalangan akademisi
untuk melakukan norma-norma kegiatan akademik tersebut.
Pemilikan budaya kampus ini seharusnya menjadi idola semua insan akademisi perguruan
tinggi, yakni dosen dan mahasiswa (Fajar, 2002). Derajat akademik tertinggi bagi seorang
dosen adalah dicapainya kemampuan akademik pada tingkat guru besar (profesor). Sedangkan
bagi mahasiswa adalah apabila ia mampu mencapai prestasi akademik yang setinggi-tingginya.

Jadi dapat disimpulkan, Budaya Kampus adalah cara hidup yang berkembang dan
dimiliki mahasiswa dilingkungan kampus yang mencakup hal akademik dan non akademik,
serta diwariskan dari generasi ke generasi. Umumnya budaya atau kebiasaan sama dengan
kampus lainnya, tapi ada beberapa kebiasaan yang berbeda sesuai visi dan misi kampus itu
sendiri. Budaya kampus bisa terjadi apabila digerakkan dan didukung oleh pihak-pihak yang
saling terkait, memiliki komitmen dan rasa tanggung jawab tinggi terhadap perkembangan dan
kemajuan kampus itu sendiri untuk mencapi tujuan menuju masa depan yang cerah.

Budaya Kampus Berbasis Karakter

Budaya kampus berbasis karakter adalah Budaya atau sikap hidup yang selalu
mencari kebenaran ilmiah melalui kegiatan akademik dalam masyarakat akademik, yang
mengembangkan kebebasan berpikir, keterbukaan, pikiran kritis-analitis; rasional dan obyektif
oleh warga masyarakat akademik.

Jadi dapat disimpulkan Budaya kampus berbasis karakter adalah nilai-nilai atau
kebiasaan yang dijadikan tuntunan bagi warga kampus untuk membentuk dan menerapkan
karakter yang positif. Yang memiliki tujuan sebagai pedoman agar dalam segala ucapan, sikap,
dan perilakunya mencerminkan karakter yang baik dan benar.
 Karakteristik:
1. Kampus memiliki budaya kampus yang kondusif.
Contoh: Menjaga nama baik kampus dengan tidak membuat keonaran atau
kegaduhan baik di dalam wilayah kampus maupun di luar kampus.
2. Adanya harapan antara para dosen bahwa semua mahasiswa dapat sukses.
Contoh: Menghasilkan lulusan yang berkompeten dan dapat menjadi tenaga
kesehatan yang profesional.
3. Menekankan pengajaran pada penguasaan keterampilan.
Contoh:Membuat karya ilmiah yang tidak mengandung unsur plagiat dan melakukan
penyuluhan kesehatan pada masyarakat.
4. Sistem tujuan pengajaran yang jelas bagi pelaksanaan monitoring dan penilaian
keberhasilan kelas.
Contoh: Mengikuti pembelajaran dengan baik yang dibimbing oleh dosen sebagai
fasilitator.
5. Prinsip-prinsip kampus yang kuat sehingga dapat memelihara kedisiplinan
mahasiswa.
Contoh: menghasilkan tenaga kesehatan yang disiplin terhadap peraturan yang berlaku.