Anda di halaman 1dari 11

COAL HANDLING AREA

2.1 Pendahuluan
Secara garis besar, coal handling area di PLTU batubara dapat dikelompokkan
menjadi :

1. Unloading Area
Pelabuhan/ Dermaga/ Jetty merupakan tempat yang digunakan oleh kapal/ tongkang
untuk berlabuh dan membongkar batubara. Untuk keperluan kelancaran pembongkaran
batubara, pelabuhan/ jetty bisa dilengkapi dengan peralatan :

a. Fix ataupun movable hopper, digunakan untuk membongkar batubara dari kapal yang
mempunyai sistem bongkar sendiri (self unloading).
b. Ship unloader, digunakan untuk membongkar batubara dari kapal yang tidak mempunyai
sistem bongkar sendiri.

2. Coal Stock/ Coal Yard Area


Merupakan tempat penimbunan batubara sementara yang dikirim dari unloading area
sebelum dilanjutkan ke bunker (powerplant). Coal stock area biasanya dilengkapi Stacker
Reclaimer, Telescopic Chute dan Under Ground Hopper.

3. Coal Bunker
Merupakan tempat penyimpanan akhir batubara yang ditampung dalam bunker (silo)
sebelum digunakan sebagai bahan bakar PLTU. Pengisian batubara ke dalam bunker
menggunakan Belt Conveyor dari Coal Yard ataupun dari Ship Unloader yang bisa
dioperasikan secara otomatis dari Coal Handling Control Room (CHCR) dan lokal.

2.2 Peralatan Coal Handling System


Peralatan coal handling system dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Peralatan Utama Coal Handling System
2. Peralatan Pendukung Coal Handling System
3. Peralatan Proteksi/ Pengaman Coal Handling System

1. Peralatan Utama Coal Handling System


1. Conveyor
2. Stacker/ Reclaimer
3. Ship Unloader
4. Transfer Tower
5. Hopper
6. Diverter gate
7. Coal Plough
8. Bunker/ Silo

1. Conveyor
Conveyor merupakan alat sangat vital di coal handling system, karena fungsinya
adalah untuk mentransfer/ mengalirkan batubara dari unloading area (intake hopper) sampai
coal bunker. Bagian conveyor antara lain :
- Belt conveyor
- Motor Drive
- Gearbox
- Idler
- Pulley
- Belt Cleaner
- Fluid Coupling

a. Belt Conveyor
Merupakan suatu belt/ sabuk yang berbahan karet yang berfungsi untuk membawa material
(batubara).

Belt Conveyor

b. Motor Drive
Berfungsi sebagai penggerak utama dari belt conveyor dalam pengoperasiannya dihubungkan
dengan gear box dan coupling.

c. Gearbox
Berfungsi sebagai pentransmisi dari motor ke pulley dan berfungsi mereduksi putaran input
motor.

d. Idler
Berfungsi untuk menjaga belt pada bagian yang berbeban atau sebagai roll penunjang belt
bermuatan material. Posisi dari carrying idler berada dia atas conveyor table, komposisinya
terdiri dari 3 buah roll penggerak berbentuk “ V”.

 Impact Idler : Posisinya tepat dibawah chute, pada bagian luarnya dilapisi dengan
karet dan jarak antara satu sama lain lebih rapat dari carrying, berfungsi untuk
menahan belt agar tidak sobek/ rusak akibat batubara yang jatuh dari atas.
 Return idler : berada dibawah belt pada sisi balik conveyor komposisinya hanya
terdiri dari 1 buah roll penyangga dan berfungsi untuk menyangga belt dengan arah
putar balik.
 Steering Idler : merupakan idler yang berfungsi untuk menjaga kelurusan belt agar
tidak jogging (geser kanan/ kiri).

e. Pulley

 Drive Pulley : Merupakan pulley yang secara langsung atau tidak terhubung dengan
motorlistrik dan dikopling dengan gear box. Fungsinya untuk memutar belt menuju
ke depan. Posisi drive pulley tidak harus selalu di depan, bisa dipasang dimana saja
yangdianggap menguntungkan.
 Snap Pulley : berada pada ujung conveyor atau lebih tepatnya dibawah drive pulley,
berfungsi untuk menahan sekaligus menghubungkan belt conveyor ke drive pulley.
 Tail Pulley : berada pada ujung belakang, berfungsi untuk memutar kembali belt
conveyor menuju kea rah drive pulley. Tail pulley dilengkapi dengan belt cleaner
yang berfungsi untuk mencegah batubara agar tidak masuk ke tail pulley.
 Counter Weight (Gravity take up pulley) : berfungsi sebagai pemberat untuk menjaga
ketegangan pada belt.
 Band pulley : berfungsi untuk mengarahkan belt conveyor yang akan melewati take
up pulley.
 Take up pulley : berfungsi sebagai pulley yang membawa pemberat dari counter
weight.

f. Fluid Coupling
Peralatan yang digunakan untuk memindahkan daya dengan menggunakan minyak sebagai
medianya.

2. Stacker Reclaimer
Adalah alat besar yang mempunyai 2 fungsi kerja yaitu untuk memindahkan material
batubara dari tongkang yang dibongkar melalui Ship Unloader ke coal yard dengan media
belt conveyor (Stacking) dan, memindahkan material batubara dari coal yard menuju bunker
melalui media belt conveyor (Reclaim).

Peralatan utama dan pendukung pada ST/RE antara lain :


1. Bucket Wheel : Berfungsi untuk mengambil / mengeruk batubara dari coal yard pada
saat pengisian bunker atau reclaim.
2. Boom Conveyor : Berfungsi untuk menampung / media transportasi batubara untuk
didistribusikan ke coal yard ataupun bunker.
3. Cabin : Berfungsi sebagai tempat pengendali atau pengoperasian stacker / reclaimer.
4. PLC : Berfungsi sebagai pengendali pusat dari stacker/ reclaimer.
5. Breaker Room : Berfungsi sebagai sumber supply kelistrikan pada stacker / reclaimer.
(6.3 Kv dan 400 V)
6. Cable Reel : Berfungsi untuk menggulung dan mengulur kabel control 6.3 Kv dan 400
V.
7. Elevating Conveyor : Berfungsi sebagai menampung atau media transportasi batubara
dari tongkang menuju coal yard (stacking).
8. ATC (Auxiliary Tail Car) : Berfungsi untuk mengubah posisi stacking ataupun
reclaim.
9. Chute elevating : Berfungsi sebagai penampung dan pengarah batubara dari elevating
menuju boom conveyor.
10. Chute boom : Berfungsi penampung dan pengarah batubara dari boom conveyor
menuju BC 6.
11. CHF (Chute Hopper Flapper) : Berfungsi untuk mengubah dampper pada saat
stacking atau reclaim.
12. Motor Boom Conveyor : berfungsi untuk menggerakkan boom conveyor.
13. Motor Elevating Conveyor : Berfungsi untuk menggerakkan elevating conveyor.
14. Fluid Coupling : Berfungsi sebagai couling/ penyambung motor dengan pulley boom
conveyor ataupun elevating conveyor.
15. Motor Gantry : Berfungsi untuk menggerakkan maju dan mudur ST/ RE.
16. Rail Clamp : Berfungsi sebagai pengunci roda gantry ST /RE.
17. Anchor: Berfungsi sebagai stand penyeimbang ST/ RE.
18. Motor Slewing: Berfungsi untuk menggerakkan ke kanan dank e kiri ST/RE.
19. Brake Motor Slewing : Berfungsi sebagai brake/ pengunci motor slewing.
20. Hydraulic Luffing Boom : Berfungsi untuk menggerakkan naik dan turunnya Boom.
21. RBC (Remove Block Chute) : Berfungsi sebagai screen batubara berukuran besar
masuk masuk ke boom conveyor (±25x25 cm).
22. Hydraulic ATC (auxiliary Tail Car) : Berfungsi untuk menggerakkan naik dan
turunnya auxiliary tail car, dengan system hydraulic.
23. Hydraulic Bucket Whell : Berfungsi untuk memutarkan Bucket Wheel, dengan
system hydraulic.
24. Reservoir Tank : Berfungsi sebagai penampung air dari BOP, untuk spray batubara.
25. Dedusting system : Berfungsi untuk spray batubara, dengan media pompa dedusting
pump.
26. System Proteksi : Berfungsi sebagai pengaman saat operasi tidak normal.
27. Buffer : Berfungsi untuk menahan terjadinya benturan pada stopper ketika limit
switch proximity tidak bekerja.
28. Stopper : Berfungsi untuk batas maju mundurnya ST/ RE.

3. Ship Unloader (SU)


Adalah suatu peralatan yang digunakan untuk pembongkaran batubara dari kapal
yang tidak mempunyai peralatan bongkar sendiri (non self Unloading) peralatan ini
dilengkapi dengan Grab (bucket) dengan kapasitas bongkar 1.250 ton/jam untuk masing-
masing ship unloader.

4. Transfer Tower
Pengaturan arah aliran tersebut dilakukan disuatu bangunan yang memuat alat
pemindah arah aliran yang pengendaliannya dapat dikendalikan dari Control Room Coal
Handling (CHCR). Pengaturan dilakukan dengan cara mengatur posisi dari Diverter Gate/
Isolating Shutle yang terdapat pada peralatan pemindah aliran. Bangunan ini dikenal dengan
nama Transfer Tower.

5. Hopper
Berada disisi depan conveyor. Memiliki bentuk yang lebih besar dan berfungsi untuk
menampung batubara dengan kuantitas relatif banyak sebelum diarahkan ke conveyor.
Hopper dilengkapi dengan chute yang memudahkan batubara untuk meluncur, sehingga tidak
menggumpal maupun terjadi penyumbatan.

6. Diverter Gate
Adalah suatu peralatan untuk memindahkan aliran batubara dari arah yang satu ke
yang lainnya. Diverter Gate ini mempunyai dua posisi pada sisi pengeluaran, dan tidak boleh
di pindahkan pada saat ada aliran batubara.

7. Coal Plough
Coal Plough adalah suatu peralatan untuk mengarahkan curahan batubara dari Plant
Distribute Hopper ke bunker melalui belt conveyor.

8. Bunker / Silo
Berfungsi sebagai tempat penampungan batu bara terakhir sebelum digunakan untuk
pembakaran di boiler.
2. Peralatan Pendukung Coal Handling System :
1. Magnetic Separator
2. Belt Weigher/ belt scale
3. Crusher
4. Sampling system
5. Dust Supression
6. Dust Collector
7. Roller Screen
8. RHP (Retracable Head Pulley)

1. Magnetic Separator
Berfungsi untuk memisahkan logam besi dari batubara, prinsip kerjanya berdasarkan
induksi electromagnetic, lalu akan menempel pada conveyor magnetic separator yang
berputar melintang diatas belt conveyor dan akan jatuh pada sisi penampungan.

2. Belt Weigher/ Belt Scale


Berfungsi untuk menimbang batubara yang akan disalurkan ke stock out area atau ke
unit dan untuk mengetahui flow rate yang melewati conveyor tersebut. Pengukuran berat
dilakukan dengan cara menimbang laju aliran batubara diatas beltconveyor.

3. Crusher
Berfungsi untuk menghancurkan batubara yang lewat peralatan tersebut. Crusher
menggunakan motor sebagai penggerak, pada crusher dilengkapi dengan peralatan pengaman
yaitu vibration sensor, winding temperatur sensor, dan space heater.

Crusher

4. Sampling System
Berfungsi untuk mengambil batubara secara otomatis untuk diambil batubara secara
periodik.

5. Dust Supression
Berfungsi untuk menyemprot batubara yang baru dibongkar dari kapal atau dikeruk
dari reclaimer yang bertujuan untuk mengurangi debu yang berterbaran supaya mengurangi
polusi udara.

6. Dust Collector
Berfungsi untuk mengambil debu batubara secara otomatis dengan sistem vakum
menggunakan blower penyedot abu.

7. Roller Screen
Bagian peralatan coal handling yang berfungsi memilah batubara sesuai dengan
ukurannya. Menyaring batubara yang berukuran kecil sehingga tidak masuk ke Crusher.

Roller Screen

8. RHP (Retracable Head Pulley)


Merupakan peralatan yang berfungsi sebagai head pulley dan tail pulley yang bisa
dipindah-pindah. Di RHP terdapat 3 posisi :
1. Posisi Stacking
2. PosisiBelt ConveyorLine A
3. Posisi Belt ConveyorLine B

3. Peralatan Proteksi/ Pengaman Coal Handling System


1. Pull cord
2. Belt sway/ Belt tracking
3. Plugged chute
4. Speed motion detector
5. Push/ Button emergency local box
6. Tensioning unit control switch
7. Anti run back (Mechanical back stop)
8. Tear switch
9. Speed sensor
10. Under speed sensor
11. Fire protection

1. Pull Cord
Berfungsi untuk memberhentikan conveyor dengan cara menarik tali yang dipasang
sepanjang belt disisi kiri dan apabila ada gangguan pada peralatan di lokal, biasanya
digerakkan saat ada pemeliharaan.

Pull Cord

2. Belt Sway/ Belt Tracking


Berfungsi untuk menghentikan/ stop belt conveyor apabila terjadi jogging (belt
bergerak ke kiri atau ke kanan, tidak pada posisi di tengah).
Belt Sway

3. Plugged Chute
Berfungsi untuk memberhentikan conveyor secara otomatis yang ada dibelakang
(disisi inlet) plugged chute apabila terjadi penumpukan dioutlet chute (hopper).

Plugged Chute

4. Speed Motion Detector


Berfungsi memberhentikan motor apabila putaran conveyor tidak normal (slip, over
load), biasanya alat ini dipasang di Band Pulley.

Speed Motion Detector

5. Push Button Emergency Stop Local Box


Tombol switch untuk memberhentikan jika ada gangguan atau kelainan dilokal, juga
pada saat dilakukan pemeliharaan/ perbaikan. Alat ini lokasinya didekat motor penggerak.
Emergency Stop Local Box

6. Tensioning Unit Control Switch


Dipasang dibawah take up pulley, bila terjadi belt putus atau juga karena kedodoran
belt mencapai maksimum, tuas limit switches tertekan dan system conveyor berhenti atau
stop.

Tension Unit Control Switch

7. Anti Run Back (Mechanical Back Stop)


Anti Run Back atau disebut juga Back stop adalah pengaman conveyor dengan system
mekanik berfungsi untuk menahan agar tidak terjadi putaran balik pada saat stop atau belt
conveyor trip diatas belt masih ada beban batubara.
Anti Run Back

8. Tear Switch
Berfungsi Sebagai pendeteksi apabila Belt Conveyor putus.

Tear Switch

9. Speed Sensor
Terdapat pada head pulley yang berfungsi untuk mendeteksi kecepatan belt conveyor agar
interkoneksi line belt conveyor dengan conveyor lain tidak ada perbedaan kecepatan.

Speed Sensor

10. Under Speed Sensor


Terdapat pada tail pulley yang berfungsi untuk mendeteksi kecepatan belt conveyor area
tail pulley apabila belt conveyor slip.

Under Speed Sensor

11. Fire Protection


Fire Protection adalah peralatan yang berfungsi untuk mendeteksi dan mencegah
terjadi kebakaran. Fire Protection yang digunakan adalah system hydrant dan sprinkler.

Fire Protection

Read more: http://bronanda.blogspot.co.id/2017/11/coal-handling-system-pltu-


batubara.html#ixzz5BTYT5s2J

http://bronanda.blogspot.co.id

Halo...!!!, nama saya Nanda, seseorang dari desa terpencil di salah satu desa di Kabupaten
Wonogiri, yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Indonesia. Mulai sering menulis di Blogger
sejak tahun 2014, motivasi saya menulis disini ingin menyumbangkan sedikit informasi di
Internet, entah itu artikel, tips, trik, maupun cerita dalam kehidupan saya. Berharap setidaknya
blog ini berguna bagi siapapun yang membacanya.

Nama lengkap saya: Nanda Puji Arianto, lebih akrab disapa "nanda". Nama belakang saya
"arianto" ini menjadi agak sensitif kalau misalnya dirubah menjadi "astuti" atau "ayu" mungkin
digabungkan jadi begini "Nanda Puji A...." :D, nama nanda umunya banyak dikenal
perempuan, tapi percayalah saya Laki-Laki :D
Karena saya laki-laki, "bronanda" lebih dijadikan ciri khas untuk mengenali nama saya kalau
saya laki-laki tanpa mengenali saya secara langsung, hihihi... (kenapa jadi panjang lebar
begini -_-')
Konten Iklan
Saya menyukai desain, seni, teknologi, musik, dan hal-hal baru. Saya open mind terhadap hal-
hal baru yang menurut saya bermanfaat untuk kedepan, seperti aktifitas saya seperti ini
blogging atau menulis di kala waktu senggang.

Pendidikan terakhir saya Diploma 3 pada Prodi/Jurusan Teknik Elektro, lulus dari Universitas
Negeri Semarang pada bulan Oktober 2015.

Read more: http://bronanda.blogspot.co.id/2016/05/hello-world-this-is-about-


me.html#ixzz5BTZ3TOfs
08:51 02/04/2018