Anda di halaman 1dari 2

SOP EPISIOTOMI

RS.BHAYANGKARA No. Dokumen No. Revisi Halaman


MAKASSAR
0 1/2
Ditetapkan Oleh :
Tanggal Terbit KARUMKIT BHAYANGKARA MAKASSAR
Prosedur Tetap
Perinatologi
Dr. PURWADI, MS, MARS
KOMBES POL NRP. 65060735

Pengertian Pengguntingan perineum untuk memperluas jalan lahir pada saat kala II

Mencegah kerusakan perineum yang lebih berat pada jaringan lunak


Tujuan akibat daya regang yang melebihi kapasitas adaptasi atau elastisitas
jaringan tersebut.

1. Persalinan pervaginam dengan penyulit (sungsang, distosia bahu,


ekstaksi cunam, vakum)
Kebijakan 2. Penyembuhan ruptura perineum tingkat III-IV yang kurang baik
3. Gawat janin
4. Perlindungan kepala bayi premature jika perineum ketat

A. PERSIAPAN ALAT
 Ranjang periksa dalam ruangan tertutup
 Bak steril berisi partus set
 Lignokain 0,5%
 Spuit 10 cc
 Betadine 7%

B. PERSIAPAN PASIEN
 Berikan dukungan emosional
 Jelaskan pada ibu apa yang akan dilakukan dan bantu ibu untuk
rileks
 Kaji ulang indikasi
Prosedur  Pastikan tidak ada alergi terhadap lignokain atau obat-obatan
sejenis.

C. PELAKSANAAN
1. Infiltrasi Perineum
 Tempatkan dua jari diantara kepala janin dan perineum ibu
 Masukkan seluruh panjang jarum mulai dari fourchete,
menembus persis dibawah kulit dan otot perineum, sepanjang
garis episiotomy
 Suntikkan lignokain 0,5%
 Tunggu 2 menit setelah suntikan agar obat anestesi bekerja
SOP EPISIOTOMI
RS.BHAYANGKARA
MAKASSAR No. Dokumen No. Revisi Halaman
0 2/2

2. Cara episiotomi
 Dilakukan bila perineum telah tipis atau kepala bayi tampak
sekitar 3-4 cm
 Letakkan 2 jari diantara kepala bayi dan perineum dengan
menggunakan sarung tangan steril
 Gunakan gunting dan buat sayatan 3-4 cm mediolateral
 Jaga perineum dengan tangan pada saat kepala bayi
 Lahir agar insisi tidak meluas
3. Perbaikan Episiotomi
 Antisepsis pada daerah episiotomi
 Jika luka episiotomi meluas, tangani seperti robekan tingkat III
dan IV
 Jahit mukosa vagina secara jelujur dengan catgut cromik 2-
0
 Jahit otot perineum dengan benang 2-0 secara interuptus
Perhatian  Jahit kulit secara interuptus atau subkutikuler dengan
benang 2-0
4. Penanganan Komplikasi
 Jika terdapat haematoma, darah dikeluarkan. Jika tidak ada
tanda infeksi dan perdarahan sudah berhenti lakukan penjahitan
 Jika terdapat infeksi, buka dan drain luka. Berikan antibiotik
 Jika infeksi mencapai otot dan terdapat nekrosis lakukan
debridement dan berikan antibiotika secara kombinasi sampai
pasien bebas demam selama 48 jam.
 Aspirasi untuk meyakinkan suntikan lignokain tidak masuk
dalam pembuluh darah. Kejang dan kematian dapat terjadi jika
lignokain diberikan lewat pembuluh darah (i.v)
 Episiotomi bisa menyebabkan perdarahan, sehingga jangan
dilakukan terlalu dini
 Benang poliglikolik lebih baik daripada cromic catgut

Dokumen Terkait

Unit Terkait Departemen Obstetri Gynekologi