Anda di halaman 1dari 22

 

Panduan Split Desktop

 

PA
ANDUA
AN SPLIT DEK
KSTOP

Oleh :
Benny Irawan
n S. Duna

Prog
gram Stuudi Teknik Pertam
mbangan n
Un
niversita
as Lambuung Man ngkurat
2010
0

                                                                                                                                                iii 


                           
 
Panduan Split Desktop 

PRAKATA

Alhamdu Lillaahi Rabbil ’Aalamiin........


Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan Sekalian alam.......

Panduan Penggunaan Split Desktop ini disusun bagi siapa saja yang ingin
mengetahui lebih jauh mengenai Software ini. Hal yang melatarbelakangi
penyusunan panduan ini adalah minimnya sumber atau bahan bacaan mengenai
software ini, padahal sangat menarik untuk dipelajari.

Referensi pada panduan ini berasal dari beberapa jurnal dan situs resmi Split
Desktop (www.Spliteng.com) yang telah diterjemahkan agar lebih mudah
dipahami. Beberapa bagian telah disunting dan disesuaikan dan ditambahkan
dengan pengalaman penulis dalam menggunakan software ini.

Terimakasih disampaikan kepada seluruh pihak yang telah membantu dan


memberikan dukungan dalam penyusunan panduan ini, baik secara langsung
maupun tidak langsung yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.

Penulis sadar bahwa dalam penyusunan panduan ini masih banyak terdapat
kekurangan, untuk itu diharapkan masukan dan saran yang bersifat membangun
agar dapat memperbaiki tulisan ini di masa yang akan datang. Akhir kata, penulis
berharap agar panduan ini dapat bermanfaat. Amin.

Banjarbaru, 15 Agustus 2010

Benny Irawan S. Duna

                                                                                                                                                  ii 
                           
 
 
Panduan Split Desktop 
 

DAFTAR ISI

PRAKATA ................................................................................................ ii
DAFTAR ISI .............................................................................................. iii

I. PENGANTAR ................................................................................. 1
II. PENGGUNAAAN SPLIT DESKTOP ............................................. 2
III. LANGKAH KERJA SPLIT DESKTOP ............................................ 4
IV. STUDI KASUS ................................................................................ 9
V. PENUTUP ....................................................................................... 16

DAFTAR PUSTAKA

                                                                                                                                                iii 
                           
 
Panduan Split Desktop 

I. PENGANTAR

Fragmentasi adalah bentuk material hasil free digging, penggalian mekanik


maupun peledakan berdasarkan ukuran tertentu.
Empat metode pengukuran fragmentasi peledakan (Hustrulid, 1999 : 38-
42) adalah sebagai berikut :
1. Pengayakan (Sieving)
Metode ini menggunakan ayakan dengan ukuran saringan berbeda untuk
mengetahui persentase lolos fragmentasi batuan hasil peledakan.
2. Boulder Counting (production Statistic)
Metode ini mengukur hasil peledakan melalui proses berikutnya, apakah
terdapat kendala dalam proses tersebut, misalnya melalui pengamatan
‘Digging rate’, ‘secondary breakage’ dan produktivitas ‘crusher’.
3. Image analysis (Photographic)
Metode ini menggunakan perangkat lunak (software) dalam melakukan
analisis fragmentasi. Software tersebut antara lain FragSize, Split
Engineering, gold size, power sieve, Fragscan, WipFrag, dll.
4. Manual (Measurement)
Dilakukan pengamatan dan pengukuran secara manual dilapangan, dalam
satuan luas tertentu yang di anggap mewakili (representatif).

Tingkat fragmentasi batuan yang diinginkan dapat diperoleh dari percobaan


peledakan di lapangan dengan mengevaluasi perubahan variabel-variabel
peledakan. Variabel tersebut adalah Jenis bahan peledak, pola peledakan, dan
jumlah pengisian bahan peledak.
Seiring dengan kemajuan teknologi, evaluasi secara baoulder counting dan
manual mulai ditinggalkan, kemudian evaluasi secara image analysis
menggunakan photo fragmen lebih populer, mengingat kemudahan yang
diperoleh dab hasil analisis yang cukup akurat.


 
 
Panduan Split Desktop 
 

II. PENGGUNAAN SPLIT DESKTOP

Program Split Desktop merupakan program yang berfungsi untuk


menganalisa ukuran fragmen batuan. Split Desktop adalah program
penganalisaan gambar yang dikembangkan oleh Universitas Arizona, Amerika
Serikat. Pada Penelitian ini Program Split Desktop digunakan untuk membantu
menganalisis gambar fragmen material hasil peledakan, hasilnya berupa grafik
prosentase persentase lolos material dan ukuran fragmen rata-rata yang
dihasilkan dalam suatu peledakan. Kelebihan Program Split Desktop adalah
sebagai berikut (Anonim, 2009).
9 Dapat membaca file gambar dengan format : TIF, JPEG atau Windows
BMP.
9 Mengambil gambar dari video (Video capture) dengan Scion
Framegrabber.
9 Digital Video Capture dengan IEEE 1394 (fireware).
9 Kelebihan prosesing gambar standar (Scaling, filtering, dan sebagainya)
9 Peralatan edit gambar (Image editing tools).
9 Digitasi automatik partikel batuan.
9 Identifikasi automatik partikel halus.
9 Menggunakan ukuran ayakan yang bisa disesuaikan (standar ISO, US,
UK).
9 Hasil berupa grafik distribusi ukuran butir yang bisa disesuaikan.
9 Basis pelaporan dalam HTML dan Text.
9 Menggunakan perhitungan algorithma untuk menggabung dua gambar
yang berbeda skala.
9 Kalkulasi automatik parameter dengan pendekatan metode distribusi
Rosin-Ramler atau Schumann.

Split Desktop merupakan program pemprosesan gambar (image analysis)


untuk menentukan distribusi ukuran ukuran dari fragmen batuan pada proses
penghancuran batuan yang terjadi pada proses penambangan.
Program Split Desktop dijalankan oleh engineer tambang atau teknisi di
lokasi tambang dengan mengambil input data berupa foto digital fragmentasi.
Sistem Split Desktop terdiri dari software, komputer, keyboard dan monitor.
Terdapat mekanisme untuk mengunduh gambar dari kamera digital ke dalam
komputer.


                           
 
 
Panduan Split Desktop 

Gambar. 1
Siklus dalam Split Desktop

Split Desktop memiliki siklus sesuai dengan tujuannya, dapat dilihat pada
gambar. 2, yaitu :
• Proses awal, baik peledakan maupun kominusi.
• Hasil Proses, berupa fragmentasi material.
• Pengukuran, menggunakan Split Desktop.
• Penyesuaian, analisis dari Split Desktop digunakan untuk proses berikutnya.

Unsur-unsur terkait dalam penggunaaan Split Desktop yaitu sebagai


berikut :
• Fragmen batuan.
• Foto digital.
• Perangkat Komputer.
• Hasil Analisis.


 
 
Panduan Split Desktop 
 

III. LANGKAH KERJA SPLIT DESKTOP

Program Split Desktop mempunyai beberapa tahap untuk dapat


memperoleh hasil berupa grafik persentase lolos, yaitu sebagai berikut.
• Akuisisi / Memperoleh gambar (Image Aquisition)
Program Split Desktop dirancang agar dapat mengatur skala pada
berbagai akuisisi gambar. Untuk gambar yang menggunakan satu maupun
dua objek pembanding, menggunakan peralatan editing interaktif (interactive
scaling tool) seperti tampak pada gambar.2 berikut

Sumber : Irawan, 2010


Gambar. 2
Contoh Bola Sebagai Pembanding pada Skala Gambar

Banyak cara untuk memperoleh gambar dilapangan dan melakukan


penyekalaan. Agar lebih mudah dilakukan foto pada saat pencahayaan
bagus, yaitu siang hari yang cerah dengan posisi membelakangi matahari
untuk meniadakan bayangan yang akan menggangu (noise) pada gambar
yang diambil sehingga ukuran aktual gambar tidak terganggu. Program Split
Desktop menggunakan objek sebagai alat bantu dalam penyekalaan.
Tiga skala gambar yang direkomendasikan dalam pengambilan
gambar menggunakan program Split Desktop yaitu gambar skala besar
(6x6m), skala medium (3x3m) dan skala kecil (0,5x0,5m). Jumlah gambar
yang diperlukan setiap peledakan berkisar antara 5 sampai 20 gambar
tergantung dari luas peledakan yang dilakukan (S. Essen, 2005 : 4).


                           
 
 
Panduan Split Desktop 

• Digitasi fragmentasi (Fragmentation & Delineation)


Setelah gambar diskalakan, langkah berikutnya adalah
penggambaran batuan atau disebut dengan digitasi gambar. Dengan
menggunakan perhitungan algoritma otomatik yang telah ada pada program
Split Desktop. Keberhasilan optimum untuk setiap gambar ditentukan oleh
pengguna.
Hasil dari delineasi automatik berupa binary image (gambar gray
levels, hitam putih) yang menggambarkan partikel yang berwarna putih dan
latar belakang berwarna hitam (bisa di setting). Gambar. 3 merupakan
binary image hasil dari deliniasi gambar muck pile . Area gelap pada gambar
tersebut adalah gambar partikel ukuran sangat halus untuk di digitasi dan
tidak memiliki ruang antar partikel. Area gelap ini sangat berpengaruh dalam
perhitungan jumlah persentase lolos.
Pada kebanyakan gambar muck pile dan pada banyak sumber
gambar lain seperti haul truck atau leach piles, ada kejadian dimana
algoritma penggambaran otomatis dalam Split Desktop tidak
menggambarkan fragmen dengan baik. Ini disebabkan karena pencahayaan
yang kurang, terdapat kelebihan material halus dalam gambar, kualitas
gambar terlalu buruk dan alasan lain. Dalam kasus ini gambar duplikat yang
mengandung gambar fragmen memerlukan perbaikan dengan menggunakan
peralatan editing (editing tools) yang terdapat dalam program. Dengan
menggunakan editing tools yang tersedia, Split Desktop dapat melakukan :
paint bucket filling of fines, Erasing unwanted delineations, dan identifying
non-rock features. Lebih jelasnya seperti pada gambar. 3 berikut.

Sumber : Irawan, 2010


Gambar 3.7.
Contoh Hasil Digitasi Gambar berupa Binary Image


 
 
Panduan Split Desktop 
 

• Analisa Ukuran (Size Analysis)


Setelah gambar telah di digitasi, langkah selanjutnya adalah
melakukan pendekatan distribusi untuk material halus. Dua pilihan untuk
distribusi tersedia pada Split Dekstop, yaitu distribusi Schumann dan Rosin-
Rammler. Seperti pada gambar.4 berikut.

Sumber : Pengolahan Data (Berdasarkan Anonim, 2009)


Gambar. 4
Contoh Penambahan Persen dan Pendekatan

• Hasil (Result & Output)


Setelah ukuran partikel telah di kalkulasi, Split Desktop dapat
menyajikan informasi dalam 4 cara : linear-linear plot, log-linear plot, log-log
plot, linear-log plot. Kemudian untuk masing-masing plot, distribusi ukuran
juga ditampilkan dalam 3 format yaitu standar ISO, standar UK, dan standar
sendiri. Selain itu juga dapat diketahui ukuran persentase lolos ayakan P20,
P50, P80 dan ukuran Top Size. Distribusi ukuran dan persentase lolos
material juga dapat di simpan ke dalam hardisk dalam bentuk text.
Hasil ini kemudian dapat menjadi bahan pertimbangan bagi proses
yang akan dilakukan berikutnya, dengan meninjau dari hasil Split Desktop
yang diambil. Secara lebih jelas mengenai hasil Split Desktop dapat dilihat
pada gambar. 5 berikut.


                           
 
 
Panduan Split Desktop 

Sumber : Irawan, 2010

Gambar. 5
Contoh Hasil Distribusi Ukuran

• Keakuratan (Accuracy)
Pada tahun 1995, Noranda Technology Centre, melakukan pengujian
keakuratan ayakan. Menggunakan tiga software : Fragscan, WipFrag dan
Split desktop, digunakan untuk mengukur distribusi ukuran dari sampel
fragmen batuan dan hasilnya dibandingkan dengan hasil ayakan
sebenarnya. Partikel batuan dibagi dalam empat bagian, satu bagian di ayak
dan yang lainnya di tes (tes 1,2,3) dengan disebar, di foto dan dianalisa
menggunakan tiga kali percobaan (test). Hasil original antara image analysis
technology dan ayakan dan detail lain dijelaskan dalam Liu dan Tran
(anonim, 2009).
Beberapa gambar dari percobaan ini di analisis menggunakan versi
terbaru dari Split Desktop. Hasilnya terlihat pada gambar. 6 berikut. Garis
linier paling atas adalah linear-linear plot dan dibawah adalah log-linear plot.
Distribusi ukuran halus material menggunakan asumsi Rosin Rammler.
Kesimpulannya, Dua garis linier pada gambar. 6 berikut memberikan
gambaran hasil prediksi yang sangat akurat untuk partikel halus maupun
kasar ketika dibandingkan dengan hasil ayakan sebenarnya.


 
 
Panduan Split Desktop 
 

Hasil Pada Percobaan I Hasil Pada Percobaan II

Sumber : Anonim, 2009


Gambar. 6
Perbandingan Hasil Ayakan Sebenarnya dengan Split Desktop

Menurut S. ESEN & H.A. BILGIN dalam “Effect Of Explosive On


Fragmentation”, bahwa kesalahan (error) jika menggunakan Split Desktop
adalah tidak lebih dari 10 %, dengan rata-rata error 5 %. Kesalahan (error)
dalam penggunaan Split Desktop bisa disebabkan oleh berbagai hal,
diantaranya adalah :
9 Kesalahan pengguna, seperti kesalahan menganalisis noise, sehingga
lebih banyak fragmen batuan yang tidak sesuai ukuran aslinya.
9 Kesalahan pengambilan gambar, misalnya banyaknya bayangan pada
gambar yang menyebabkan banyaknya noise.
9 Kesalahan lain yang terkait dengan penggunaan Split Desktop.


                           
 
 
Panduan Split Desktop 

IV. STUDI KASUS

Penelitian ini dilakukan di PT. Indocement Tunggal Perkasa, tbk Plant -12
Tarjun, Kab. Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian dilakukan pada
kuari gamping (limestone quarry) yang menggunakan teknik peledakan untuk
memberai material gamping. Jenis detonator yang digunakan adalah jenis
detonator listrik (electric detonator).
Pada Penelitian ini Program Split Desktop digunakan untuk membantu
menganalisis gambar fragmen material hasil peledakan dan persentase persen
lolos material yang dihasilkan dalam suatu peledakan melalui foto digital. Split
Dekstop dapat diterapkan dalam kegiatan penambangan kuari maupun tambang
terbuka (open pit) oleh seorang engineer blasting untuk memantau (monitoring)
hasil kegiatan peledakan yang telah dilakukan.

Kelebihan Split Desktop yang dapat diaplikasikan dilapangan adalah :


• Hasil berupa grafik distribusi ukuran butir yang langsung menunjukan tingkat
kelolosan partikel dilapangan.
• Proses pengambilan data relatif mudah karena menggunakan foto digital.
• Kalkulasi fragmen dengan pendekatan metode distribusi Rosin-Ramler atau
Schumann yang sering digunakan dalam perhitungan manual.

Kekurangan Split Desktop adalah sebagai berikut :


• Pengambilan gambar harus baik, dalam cuaca yang cerah dan pencahayaan
yang terang (siang hari).
• Data harus dirata-ratakan untuk memperoleh hasil yang dianggap mewakili
(representatif).
• Kesulitan untuk pengambilan foto fragmen yang berada di atas tumpukan
hancuran material (muckpile), karena potensi bahaya relatif besar.

Penelitian yang dilakukan mempunyai beberapa catatan dalam


pengambilan gambar untuk Split Desktop, yaitu :
1) Foto diambil pada saat pencahayaan bagus, yaitu siang hari yang cerah
dengan posisi membelakangi matahari untuk meniadakan bayangan yang
akan menggangu (noise). Diambil langsung setelah Peledakan (Blasting)
agar gambar sesuai kondisi aslinya.
2) Diambil sebanyak 5 gambar per peledakan, selama 32 kali peledakan.


 
 
Panduan Split Desktop 
 

3) Menghasilkan 238 foto, tetapi hanya 160 foto yang diambil (dengan sudut
pengambilan gambar yang dianggap mewakili).
4) Menggunakan Single object Methode (tanpa Perspektif).
5) Dengan Skala gambar medium (3x3 m), dan jarak pengambilan 3-5 meter
dari objek pembanding.
6) Objek pembanding yang digunakan berupa bola (hijau), dengan diameter 18
cm.
7) Kamera yang digunakan adalah kamera digital dengan resolusi 7 Mega
Pixels (7,0 M).
8) Menggunakan unit skala centimeter (lihat gambar. 7)

Gambar. 7
Setting Skala gambar

9) Setting pada find particles : process all open images, make corrections
before sizing, dan use auto parameters (lihat gambar. 8).

10 
                           
 
 
Panduan Split Desktop 

Gambar. 8
Setting Find Particles

10) Setting pada Calculate size distribution : Cecklis Include all open images,
Percent find adjustment = medium (50,00), Fines distribution = Rosin
Rammler (lihat gambar. 9).

Gambar. 9
Setting Calculate Size Distribution

11 
 
 
Panduan Split Desktop 
 

11) Setting pada result option (lihat gambar. 10).


¾ Graphing : Cumulative, Size axis = linear (Fixes Scaled), percent axis =
Rosin Rammler.
¾ Data : cecklis write data to file, combined result only.
¾ Output : make graph, make HTML page.
¾ Sieve Series : Unit mm, Sieve set ISO (dimodifikasi dengan
menambahkan ukuran 200, 300, 400, 600, 700, 800, 900).

Gambar. 10
Setting Skala gambar

Berikut ini adalah salah satu contoh penggunaan Split Desktop


pada tanggal 10 Desember 2009 (10 Wb), Front Bukit II (Qry. 2V-45).

12 
                           
 
 
Panduan Split Desktop 

Program Split Desktop mempunyai lima Langkah utama, yaitu sebagai


berikut.
• Akuisisi / Memperoleh gambar (Image Aquisition)

Gambar. 11
Akuisisi Gambar

• Digitasi fragmentasi (Fragmentation & Delineation)

Gambar. 12
Digitasi Fragmentasi

13 
 
 
Panduan Split Desktop 
 

• Analisa Ukuran (Size Analysis)


Menggunakan setting seperti pada penggunaan Split Desktop, poin 10.

• Hasil (Result & Output)

Gambar. 13
Hasil (Result & Output)

Kemudian data yang dihasilkan Split Desktop tersebut digunakan


sesuai dengan spesifikasi penggunaan tertentu. Dalam penelitian ini
spesifikasi yang digunakan adalah menggunakan batasan ukuran feed
maksimal Limestone Crusher yaitu 800x800 mm (80x80 cm). Garis merah
pada grafik menunjukan nilai persentase lolos pada ukuran 800x800 mm.
Hasil dari Split Desktop dapat dibuat dalam bentuk tabel untuk
memudahkan analisa pada penelitian yang dilakukan. Adapun hasil pada
penelitian ini dapat dilihat seperti pada tabel. 1 berikut.

14 
                           
 
 
Panduan Split Desktop 

Tabel.1
Hasil Penggunaan Split Desktop
Diameter
Analisis Split Rata-rata
Lubang Fragmen Rata-rata
Lokasi Foto Desktop P50
Tanggal Rata-rata % Passing
(Front) (inchi) Batuan % Passing (cm)
(P50) (80x80 cm)
(80x80 cm)

Foto 10 Va 36,132 86,13 %


Foto 10 Wa 52,915 65,33%
Qry. 3B-40
10/12/09 3” Foto 10 Xa 35,305 97,84 % 40,2302 87,90%
(Jln Lama)
Foto 10 Ya 36,713 94,85 %
Foto 10 Za 40,086 95,33 %
Foto 10 Vb 66,767 62,15 %
Qry. 2V-45/ Foto 10 Wb 47,029 86,78 %
10/12/09 Qry. 2V-46 3” Foto 10 Xb 41,662 79,33 % 46,4448 78,94%
(Bukit. II) Foto 10 Yb 56,699 74,78 %
Foto 10 Zb 20,067 91,64 %
Foto 11 Va 13,146 27,42 %
Foto 11 Wa 39,958 71,94 %
Qry. 2W-41
11/12/09 3,5” Foto 11 Xa 41,542 85,30 % 55,1084 75,58%
(Jln. Lama)
Foto 11 Ya 37,192 99,16 %
Foto 11 Za 25,390 94,07 %
Foto 11 Vb 29,259 89,72 %
Foto 11 Wb 44,078 87,67 %
Qry. 2R-40
11/12/09 3” Foto 11 Xb 38,015 94,82 % 36,5276 90,44%
(Pencil)
Foto 11 Yb 28,515 99,20 %
Foto 11 Zb 42,771 80,81 %
Foto 12 Va 47,187 90,45 %
Foto 12 Wa 57,478 73,10 %
Qry. 2Q-39 Foto 12 Xa 45,307 72,38 %
12/12/09 3,5” 42,6418 84,85%
(Pencil)
Foto 12 Ya 27,009 94,35 %
Foto 12 Za 36,228 93,97 %
Foto 12 Vb 40,799 75,11 %
Foto 12 Wb 26,748 100 %
Qry. 2R-39
12/12/09 3,5” Foto 12 Xb 41,955 88,04 % 33,5006 87,89%
(Pencil)
Foto 12 Yb 34,125 79,56 %
Foto 12 Zb 23,876 96,73 %

Dari hasil pada tabel diatas maka dapat dibuat analisa terhadap
hasil peledakan yang telah dilakukan, apakah sudah memenuhi criteria yang
diinginkan. Apabila belum mencapai hasil yang diharapkan maka dapat
dilakukan perencanaan ulang terhadap peledakan yang akan dilakukan
sehingga diperoleh hasil sesuai dengan yang diharapkan.

15 
 
 
Panduan Split Desktop 
 

V. PENUTUP

Split Desktop menyediakan alternative ekonomis untuk melakukan


melakukan manual sampling dan pengayakan (screening) yang diperoleh melalui
photo lapangan. Photo yang diperoleh dapat langsung diproses dengan cepat
dalam hitungan menit dan dengan analisis data yang sederhana.
Penggunaan Split Desktop juga meminimalkan personil untuk melakukan
pengambilan dan pengolahan data, sehingga data dapat diolah dan diproses
langsung dengan hasil yang akurat.
Adapun kekurangan Split Desktop antara lain pencahayaan gambar harus
baik, pada siang hari yang cerah dan dengan sudut gambar yang mewakili;
disamping itu perlu diambil beberapa kali photo agar hasil yang diperoleh
representative. Hal lain terkait proses pengambilan photo diatas tumpukan
material juga perlu diperhatikan mengingat potensi bahaya dan longsoran.

16 
                           
 
 
Panduan Split Desktop 

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2009. “Diktat Kursus Juru Ledak XIV pada Kegiatan Penambangan
Bahan Galian”. Pusdiklat Teknologi Mineral dan Batubara, Bandung.

Anonim. 2009, “Data dari arsip PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Plant-12”.
Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan

Konya, C.J, 1990, “Surface Blast Design”, Intercontinental Development


Corporation, Montville, Ohio.

Hustrulid, W. 1999. “Blasting Principles for Open Pit Mining”, Colorado School of
Mines, Golden, Colorado, USA..

Irawan, Benny. 2010. “Evaluasi Fragmentasi Hasil Peledakan Terhadap


Reduction Ratio Limestone Crusher di PT Indocement Tunggal
Prakarsa Plant – 12 Tarjun, Kab. Kotabaru, Kalimantan Selatan”.
Skripsi Teknik Pertambangan Universitas Lambung mangkurat.

Http://www.spliteng.com/default.asp. 2009. Split Engineering LLC. Diakses Pada


tanggal 26 Agustus 2009, pukul 15.11 WITA.

S. Essen & H.A. Bilgin. 2005.“Effect Of Explosive On Fragmentation”.


Department of Mining Engineering, Middle East Technical University,
Ankara, Turkey.

17 
 
 
Panduan Split Desktop 
 

18 
                           
 
 
Panduan Split Desktop 

TENTANG PENULIS :

Benny Irawan S. Duna, adalah seorang


mahasiswa Teknik Pertambangan,
Universitas Lambung Mangkurat
angkatan 2005. Saat menulis “Panduan
Split Desktop” ini, penulis baru saja
menyelesaikan Tugas Akhirnya dengan
judul “Evaluasi Fragmentasi Hasil
Peledakan Terhadap Reduction Ratio
Limestone Crusher di PT Indocement Tunggal Prakarsa Plant – 12 Tarjun,
Kab. Kotabaru, Kalimantan Selatan”. Materi yang ditulis berdasarkan sumber
tertulis, maupun media internet dan pengalaman penulis sendiri.

Penulis berharap tulisan yang disajikan pada “Panduan Split Desktop” ini dapat
bermanfaat sebagai tambahan ilmu maupun sebagai referensi bagi yang
memerlukan.

Kritik dan Saran yang membangun sangat diharapkan demi penyempurnaan


tulisan ini. Kritik dan saran dapat dialamatkan ke email penulis
b_cool_1286@yahoo.com atau dialamatkan ke Program Studi Teknik
Pertambangan, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru.

Akhir kata, Penulis mengucapkan terimakasih telah meluangkan waktu membaca


tulisan ini, semoga bermanfaat. Galang Tambang, Satu Abadi !!!

19