Anda di halaman 1dari 2

Penyakit DIFTERI

Berdasarkan data yang dimiliki Dinkes Banten, kasus difteri telah mencapai 81
kasus dengan jumlah korban meninggal dunia sembilan orang. Daerah yang paling
tinggi terjadi kasus difteri adalah Kabupaten Tangerang sebanyak 27 kasus dan
empat orang dinyatakan meninggal.

Kemudian disusul Kabupaten Serang sebanyak 14 kasus dengan dua orang


dinyatakan meninggal dunia; Kota Tangerang 14 kasus, Kabupaten Pandelang 10
kasus dan satu orang meninggal; Kota Serang delapan kasus dan satu orang
meninggal; Kota Tangerang Selatan empat kasus, Kabupaten Lebak tiga kasus dan
satu orang meninggal dunia dan Kota Cilegon satu kasus.

Apa itu difteri? Difteri adalah infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri
Corynebacterium

“Ada beberapa gejala yang bisa kita ketahui kalau seseorang itu kena difteri, salah
satunya demam disertai sakit di tenggorokan. Saat dibuka mulutnya ada membran
putih yang lengket dan kalau dipaksa dia berdarah,"

tanda-tanda dan gejala difteri?


 Radang tenggorokan dan serak
 Pembengkakan kelenjar pada leher
 Masalah pernapasan dan saat menelan
 Cairan pada hidung, ngiler
 Demam dan menggigil
 Batuk yang keras
 Perasaan tidak nyaman
 Perubahan pada penglihatan
 Bicara yang melantur
 Tanda-tanda shock, seperti kulit yang pucat dan dingin, berkeringat dan jantung berdebar
cepat.

Apa saja komplikasi yang bisa terjadi akibat difteri?


Jika tidak diobati dengan tepat, difteri dapat mengakibatkan komplikasi yang berbahaya, dan
bahkan bisa berujung dengan kematian. Beberapa komplikasi tersebut adalah:

 Saluran napas yang tertutup


 Kerusakan otot jantung (miokarditis)
 Kerusakan saraf (polineuropati)
 Kehilangan kemampuan bergerak (lumpuh)
 Infeksi pary (gagal napas atau pneumonia)
Pencegahan dini
Cara terbaik mencegah difteri adalah dengan vaksin. Di Indonesia, vaksin difteri biasanya
diberikan lewat imunisasi DPT (Difteri, Tetanus, Pertusis), sebanyak lima kali semenjak bayi
berusia 2 bulan

Bagaimana dokter mendiagnosis difteri?


dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa adanya pembengkakan pada
kelenjar limfa. Apabila dokter melihat lapisan abu-abu pada tenggorokan dan amandel
Anda, dokter dapat menduga Anda memiliki difteri. Dokter juga dapat menanyakan sejarah
medis serta gejala yang Anda alami.

Namun, metode paling aman untuk mendiagnosis difteri adalah dengan biopsi. Sampel
jaringan yang terpengaruh akan diambil dan kemudian dikirim ke laboratorium untuk
diperiksa, apakah Anda memiliki bakteri difteri atau tidak.