Anda di halaman 1dari 28

BAB V

PRINSIP INKLUSI-EKSLUSI

A. Prinsip Sederhana Inklusi-Ekslusi


Prinsip Inklusi-Eksklusi merupakan perluasan dari ide operasi himpunan
(irisan dan gabungan). Dalam bab ini konsep tersebut diperluas dan diperkaya melalui
berbagai masalah kombinatorik. Prinsip Inklusi-Eksklusi memiliki banyak aplikasi,
diantaranya dalam menentukan banyaknya bilangan antara 1-1000 yang mempunyai
sifat tertentu, menentukan banyak solusi bulat non-negatif dari suatu persamaan, dan
berbagai masalah pendistibusian obyek-obyek dengan syarat-syarat tertentu. Sebelum
membahas lebih lanjut tentang tentang prinsip Inklusi-Eksklusi, akan diperkenalkan
terlebih dahulu beberapa simbol-simbol dan tata cara penulisan yang nanti akan
sering kita gunakan melalui contoh berikut.
Misalkan U adalah suatu himpunan bagian dari himpunan bilangan bulat yang
memiliki n anggota dan 𝒂𝟏 , 𝒂𝟐 , 𝒂𝟑 , … , 𝒂𝒓 adalah sifat-sifat yang mungkin dimiliki
oleh sebuah anggota U. Sifat-sifat tersebut misalnya:
𝒂𝟏 = sifat habis dibagi 2
𝒂𝟐 = sifat habis dibagi 3
Sebuah anggota U mungkin saja memiliki beberapa sifat atau tidak memiliki suatu
sifat. Berikut ini dikemukan beberapa notasi terkait himpunan U dan anggotanya.
 Banyak anggota himpunan U adalah 𝑛(𝑈) = |𝑈| = 𝑛
 𝑁(𝑎1 ) menyatakan banyak anggota U yang memiliki sifat 𝒂𝟏 (habis dibagi 2)
 𝑁(𝑎2′ ) = banyak anggota U yang tidak memiliki sifat 𝒂𝟐
= banyak anggota U yang tidak habis dibagi 3
 𝑁(𝑎1′ 𝑎2 ) = banyak anggota U yang tidak habis dibagi 2 tetapi habis dibagi 3

88
Misalkan semua anggota U yang memiliki sifat 𝑎1 dihimpun dalam himpunan
A dan semua anggota U yang memiliki sifat 𝑎2 dihimpun dalam himpunan B.
Berdasarkan teori himpunan diperoleh beberapa hal berikut.
 𝑁(𝑎1 ) + 𝑁(𝑎1′ ) = 𝑛(𝑈) = 𝑛
 𝐴 ∪ 𝐵 adalah himpunan bagian dari U yang anggotanya habis dibagi 2 atau 3
 𝐴 ∩ 𝐵 adalah himpunan bagian dari U yang anggotanya habis dibagi 2 dan 3
 (𝐴 ∪ 𝐵)′ = 𝐴′ ∩ 𝐵′ adalah himpunan bagian dari U yang anggotanya tidak
habis dibagi 2 maupun 3
 |𝐴 ∩ 𝐵| = N(𝑎1 𝑎2 ) = banyak anggota U yang habis dibagi 2 dan 3
 |(𝐴 ∪ 𝐵)′ | = |𝐴′ ∩ 𝐵′| = 𝑁(𝑎1′ 𝑎2 ′ ) = banyak anggota U yang tidak habis
dibagi 2 maupun 3

Karena (𝐴 ∪ 𝐵) ∪ (𝐴 ∪ 𝐵)′ = 𝑈, dan (𝐴 ∪ 𝐵) ∪ (𝐴 ∪ 𝐵)′ = ∅ maka diperoleh:


|𝐴 ∪ 𝐵| + |(𝐴 ∪ 𝐵)′ | = |𝑈|
|𝐴 ∪ 𝐵|′ = |𝑈| − |𝐴 ∪ 𝐵|
= |𝑈| − (|𝐴| + |𝐵| − |𝐴 ∩ 𝐵|) (sebab |𝐴 ∪ 𝐵| = |𝐴| + |𝐵| − |𝐴 ∩ 𝐵|)
= |𝑈| − |𝐴| − |𝐵| + |𝐴 ∩ 𝐵|

Jadi, 𝑁(𝑎1′ 𝑎2 ′ ) = 𝑛 − 𝑁(𝑎1 ) − 𝑁(𝑎2 ) + 𝑁(𝑎1 𝑎2 ) …………(*)

Dari ekspresi (*) kita dapat menyimpulkan bahwa untuk menentukan banyak
anggota U yang tidak habis dibagi 2 maupun 3 dapat diperoleh dengan urutan sebagai
berikut.
1. menghitung semua anggota U
2. mengurangkan dengan banyak anggota U yang habis dibagi 2
3. mengurangkan dengan banyak anggota U yang habis dibagi 2
4. menambah dengan banyak anggota U yang habis dibagi 2 dan 3

89
Ekspresi (*) merupakan bentuk paling sederhana prinsip Inklusi-Ekslusi. Nama
Inklusi-Ekslusi diilhami dari proses menghitung banyak anggota 𝐴 ∪ 𝐵, yaitu:
|𝐴 ∪ 𝐵| = |𝐴| + |𝐵| − |𝐴 ∩ 𝐵|

Untuk menghitung ruas kiri, kita melibatkan (to include) semua anggota A dan semua
anggota B yaitu |𝐴| + |𝐵|. Sewaktu menghitung |𝐴| + |𝐵|, setiap anggota sekutu dari
A dan B (yaitu anggota 𝐴 ∩ 𝐵) dihitung dua kali, sehingga harus dikeluarkan (to be
excluded) kembali. Berikut ini diberikan contoh penggunaan bentuk sederhana
prinsip Inklusi-Ekslusi.

Contoh 5.1
Tentukan banyak bilangan bulat dari dari 1 sampai 200 yang tidak habis dibagi 3
maupun 4

Penyelesaian:
Misalkan:
𝑎1 adalah sifat bilangan dari 1 - 200 yang habis dibagi 3
𝑎2 adalah sifat bilangan dari 1 - 200 yang habis dibagi 4
Banyak bilangan bulat 1 - 200 adalah 𝑛(𝑈)=200
200
𝑁(𝑎1 ) = banyak bilangan 1 - 200 yang habis dibagi 3, 𝑁(𝑎1 ) = ⌊ 3 ⌋ = 66

( x adalah pembulatan ke bilangan bulat terbesar yang kurang atau sama
dengan x)
200
𝑁(𝑎2 ) = banyak bilangan 1 - 200 yang habis dibagi 4, 𝑁(𝑎2 ) = ⌊ 3 ⌋ = 50

𝑁(𝑎1 𝑎2 ) = banyak bilangan 1 - 200 yang habis dibagi 3 dan 4


200
= banyak bilangan 1 - 200 yang habis dibagi 12, 𝑁(𝑎1 𝑎2 ) = ⌊ 12 ⌋ = 16

Jadi, banyak bilangan bulat 1 - 200 yang tidak habis dibagi 3 maupun 4 adalah:
𝑁(𝑎1′ 𝑎2 ′ ) = 𝑛(𝑈) − 𝑁(𝑎1 ) − 𝑁(𝑎2 ) + 𝑁(𝑎1 𝑎2 ) = 200 - 66 - 50 + 16 = 107

90
Mudah dipahami bahwa untuk tiga himpuan A, B, dan C berlaku:
|𝐴 ∪ 𝐵 ∪ 𝐶| = |𝐴| + |𝐵| + |𝐶| − |𝐴 ∩ 𝐵| − |𝐴 ∩ 𝐶| − |𝐵 ∩ 𝐶| + |𝐴 ∩ 𝐵 ∩ 𝐶|,
sehingga, untuk tiga himpunan kita mempunyai prinsip Inklusi-Ekslusi sebagai
berikut.
𝑁(𝑎′1 𝑎′ 2 𝑎′ 3 ) = 𝑁 − 𝑁(𝑎1 ) − 𝑁(𝑎2 ) − 𝑁(𝑎3 ) + 𝑁(𝑎1 𝑎2 ) + 𝑁(𝑎1 𝑎3 ) + 𝑁(𝑎2 𝑎3 )
− 𝑁(𝑎1 𝑎2 𝑎3 )

Contoh 5.2
Tentukan banyak bilangan bulat dari 1-1000 yang tidak habis dibagi bilangan 2
sampai 11 yang relatif prima dengan 6
Penyelesaian:
Bilangan 2 sampai 11 yang relatif prima dengan 6 adalah 5, 7, dan 11
Misalkan:
𝑎1 adalah sifat bilangan dari 1 - 1000 yang habis dibagi 5
𝑎2 adalah sifat bilangan dari 1 - 1000 yang habis dibagi 7
𝑎1 adalah sifat bilangan dari 1 - 1000 yang habis dibagi 11
n = banyak bilangan bulat 1 - 1.000 = 1.000
1000
𝑁(𝑎1 ) = banyak bilangan 1 - 1.000 yang habis dibagi 5, 𝑁(𝑎1) = ⌊ ⌋ = 200
5
1000
𝑁(𝑎2 ) = banyak bilangan 1 - 1.000 yang habis dibagi 7, 𝑁(𝑎2 ) = ⌊ ⌋ = 142
7
1000
𝑁(𝑎3 ) = banyak bilangan 1 - 1.000 yang habis dibagi 11, 𝑁(𝑎3 ) = ⌊ ⌋ = 90
11

𝑁(𝑎1 𝑎2 ) = banyak bilangan 1 - 1.000 yang habis dibagi 5 dan 7,


1000
𝑁(𝑎1 𝑎2 ) = ⌊ ⌋ = 28
35

𝑁(𝑎1 𝑎3 ) = banyak bilangan 1 - 1.000 yang habis dibagi 5 dan 11,


1000
𝑁(𝑎1 𝑎3 ) = ⌊ ⌋ = 18
55

𝑁(𝑎2 𝑎3 ) = banyak bilangan 1 - 1.000 yang habis dibagi 7 dan 11 ,


1000
𝑁(𝑎2 𝑎3 ) = ⌊ 77
⌋ = 12

91
𝑁(𝑎1 𝑎2 𝑎3 ) = banyak bilangan 1 - 1.000 yang habis dibagi 5,7, dan 11,
1000
𝑁(𝑎2 𝑎3 ) = ⌊ 385 ⌋ = 2

𝑁(𝑎1′ 𝑎2 ′ 𝑎3 ′ ) = 𝑁 − 𝑁(𝑎1 ) − 𝑁(𝑎2 ) − 𝑁(𝑎3 ) + 𝑁(𝑎1 𝑎2 ) + 𝑁(𝑎1 𝑎3 ) + 𝑁(𝑎2 𝑎3 ) −


𝑁(𝑎1 𝑎2 𝑎3 )
𝑁(𝑎1′ 𝑎2 ′ 𝑎3 ′ ) = 1000 − 200 − 142 − 90 + 28 + 18 + 12 − 2
= 1000 − 432 + 58 − 2
= 624
Jadi banyak bilangan bulat 1 - 1.000 yang tidak habis dibagi bilangan 2 sampai 11
dan relatif prima dengan 6 adalah 624 bilangan.

Dalam beberapa contoh berikut akan dibahas penggunaaan prinsip Inklusi-Ekslusi


untuk permasalahan permutasi, pendistribusian obyek, menentukan solusi bulat non-
negatif suatu persamaan, dan masalah fungsi.

Contoh 5.3
Tentukan banyak permutasi dari:
a. {1,2,3,4} sedemikian sehingga pola-pola “12” atau “34” tidak muncul
b. {1,2, … ,9} sedemikian sehingga pola-pola “23” atau “5678” tidak muncul.

Penyelesaian:
a. (Coba tentukan apa yang menjadi sifat 𝑎1 dan 𝑎2 )
n = banyak permutasi dari {1,2,3,4} = 4
𝑁(𝑎1 ) = banyak permutasi dari {1, 2, 3, 4} yang mana pola “12” muncul
= banyak permutasi dari {12, 3, 4} = 3! = 6
𝑁(𝑎1 ) = banyak permutasi dari {1, 2, 3, 4} yang mana pola “34” muncul
= banyak permutasi dari {1, 2, 34} = 3! = 6

92
𝑁(𝑎1 𝑎2 ) = banyak permutasi dari {1, 2, 3, 4} yang mana pola “12” atau “34”
muncul = 2!
= banyak permutasi dari {12, 34} = 2! = 2
Jadi, banyak permutasi dari {1,2,3,4} sedemikian sehingga pola-pola “12” atau
“34” tidak muncul adalah:

𝑁(𝑎1′ 𝑎2 ′ ) = 𝑛 − 𝑁(𝑎1 ) − 𝑁(𝑎2 ) + 𝑁(𝑎1 𝑎2 )


= 4! − 3! − 3! + 2!
= 24 − 6 − 6 + 2
= 14
b. banyak permutasi dari {1, 2, … , 9} = n = 9! = 362.880
𝑁(𝑎1 ) = banyak permutasi dari {1, 2, … , 9} yang mana pola “23” muncul
= banyak permutasi dari {1, 23, 4, 5, 6, 7, 8, 9} = 8! = 40.320
𝑁(𝑎1 ) = banyak permutasi dari {1, 2, … , 9} yang mana pola “5678” muncul
= banyak permutasi dari {1, 2, 3, 4, 5678, 9} = 6! = 720
𝑁(𝑎1 𝑎2 ) = banyak permutasi dari {1, 2, … , 9} yang mana pola “23” atau
“5678” muncul
= banyak permutasi dari {1, 23, 4, 5678, 9 } = 5! = 120
Jadi, banyak permutasi dari {1,2, … ,9} sedemikian sehingga pola-pola “23” atau
“5678” tidak muncul adalah:
𝑁(𝑎1′ 𝑎2 ′ ) = 𝑛 − 𝑁(𝑎1 ) − 𝑁(𝑎2 ) + 𝑁(𝑎1 𝑎2 )
= 362.880 − 40.320 − 720 + 120
= 321.960

Contoh 5.4
a. Berapa banyak cara menempatkan 3 orang ke dalam 2 kamar berbeda sedemikian
sehingga tidak ada kamar yang kosong?

93
b. Berapa banyak cara menempatkan 5 orang ke dalam 4 kamar berbeda sedemikian
sehingga tidak ada kamar yang kosong?

Penyelesaian:
a. Secara intuitif, soal ini dapat dijawab dengan cara berikut.
Misalkan ketiga orang tersebut adalah A, B, dan C, serta kamar yang akan ditempati
adalah Kamar I dan Kamar II
Kamar I Kamar II
ABC -
- ABC
AB C
C AB
AC B
B AC
BC A
A BC

Jadi, banyak cara menempatkan 3 orang ke dalam 2 kamar berbeda adalah 8 = 23.
Bila disyaratkan tidak boleh ada kamar yang kosong, maka banyak cara adalah 8 - 2 =
6 cara. Berikut ini kita selesaikan masalah tersebut dengan prinsip Inklusi-Ekslusi.
Misalkan 𝑎1 menyatakan kamar I kosong dan 𝑎2 menyatakan kamar II kosong,
maka diperoleh:
n = banyak cara menempatkan 3 orang ke dalam 2 kamar adalah 23 = 8
𝑁(𝑎1 ) = banyak cara menempatkan 3 orang ke dalam 2 kamar yang mana kamar I
kosong
= banyak cara menempatkan 3 orang ke dalam 1 kamar adalah 13 = 1
𝑁(𝑎2 ) = banyak cara menempatkan 3 orang ke dalam 2 kamar yang mana kamar
II kosong

94
= banyak cara menempatkan 3 orang ke dalam 1 kamar adalah 13 = 1
𝑁(𝑎1 𝑎2 ) = banyak cara menempatkan 3 orang ke dalam 2 kamar yang mana
kamar I dan kamar II kosong adalah 03 = 0

Jadi, banyak cara menempatkan 3 orang ke dalam 2 kamar berbeda sedemikian


sehingga tidak ada kamar yang kosong adalah:
𝑁(𝑎1′ 𝑎2 ′ ) = 𝑁 − 𝑁(𝑎1 ) − 𝑁(𝑎2 ) + 𝑁(𝑎1 𝑎2 )
=8−1−1+0=6
b. Misalkan 𝑎1 , 𝑎2 , 𝑎3 , 𝑎4 berturut-turut menyatakan kamar I, II, III, dan IV kosong,
maka diperoleh:.
 𝑁(𝑎1 ) = 𝑁(𝑎2 ) = 𝑁(𝑎3 ) = 𝑁(𝑎4 ) = banyak cara menempatkan 5 orang ke
dalam 4 kamar, yang mana 1 kamar I kosong adalah 35
 𝑁(𝑎1 𝑎2 ) = 𝑁(𝑎1 𝑎3 ) = 𝑁(𝑎1 𝑎4 ) = 𝑁(𝑎2 𝑎3 ) = 𝑁(𝑎2 𝑎4 ) = 𝑁(𝑎3 𝑎4 ) =
banyak cara menempatkan 5 orang ke dalam 4 kamar, yang mana 2 kamar
kosong = 25
 𝑁(𝑎1 𝑎2 𝑎3 ) = 𝑁(𝑎1 𝑎2 𝑎4 ) = 𝑁(𝑎1 𝑎3 𝑎4 ) = 𝑁(𝑎2 𝑎3 𝑎4 ) = banyak cara
menempatkan 5 orang ke dalam 4 kamar, yang mana 3 kamar kosong = 15
 𝑁(𝑎1 𝑎2 𝑎3 𝑎4 ) = banyak cara menempatkan 5 orang ke dalam 4 kamar, yang
mana 4 kamar kosong = 05
Jadi, banyak cara menempatkan 5 orang ke dalam 4 kamar sedemikian sehingga tidak
ada kamar yang kosong adalah:
𝑁(𝑎1′ 𝑎2 ′ 𝑎3′ 𝑎4 ′ ) = 45 − 4 ∙ 35 + 6 ∙ 25 − 4 ∙ 15 + 05
= 1024 - 972 + 192 - 4 + 0
= 240
Secara lebih ringkas, masalah di atas dapat diselesaikan sebagai berikut.
4
𝑁(𝑎𝑖 ) = banyak cara yang mana satu kamar ke-i kosong = ( ) 35
1
4
𝑁(𝑎𝑖 𝑎𝑗 ) = banyak cara yang mana dua kamar ke-i dan j kosong = ( ) 25
2

95
4
𝑁(𝑎𝑖 𝑎𝑗 𝑎𝑘 ) = banyak cara yang mana tiga kamar ke-i, j, dan k kosong = ( ) 15
3
4
𝑁(𝑎𝑖 𝑎𝑗 𝑎𝑘 𝑎𝑙 ) = banyak cara yang mana keempat kamar kosong = ( ) 05
4
4 4 4 4
𝑁(𝑎1′ 𝑎2 ′ 𝑎3′ 𝑎4 ′ ) = 45 − ( ) (4 − 1)5 + ( ) (4 − 2)5 − ( ) (4 − 3)5 + ( ) (4 − 4)5
1 2 3 4
4 4 4 4
= 45 − ( ) 35 + ( ) 25 − ( ) 15 + ( ) 05
1 2 3 4
= 45 − 4 ∙ 35 + 6 ∙ 25 − 4 ∙ 15 + 0 = 240

Contoh 5.5
Diketahui himpunan 𝐴 = {𝑎, 𝑏, 𝑐, 𝑑, 𝑒} dan himpunan 𝐵 = {1, 2, 3, 4}
a. Tentukan banyak fungsi dari 𝐴 → 𝐵
b. Tentukan banyak fungsi surjektif/pada/onto dari A ke B

Penyelesaian:
a. Banyak fungsi dari 𝐴 → 𝐵 sama dengan banyak cara menempatkan 5 obyek
yang berbeda ke dalam 4 kotak berbeda (lihat contoh sebelumnya) = 45
b. Menggunakan prinsip Inklusi-Ekslusi, kita dapat menyelesaikan soal ini dengan
cara menghitung semua fungsi dari A ke B, kemudian mengurangkannya
dengan banyak fungsi yang tidak surjektif. Sebuah fungsi dari A ke B tidak
surjektif jika sekurang-kurangnya ada satu anggota di B yang tidak mempunyai
pra-peta. Kemungkinan tersebut meliputi:
4
1 anggota B tidak mempunyai pra-peta; ada ( ) = 4 kemungkinan
1
4
2 anggota B tidak mempunyai pra-peta; ada ( ) = 6 kemungkinan
2
4
3 anggota B tidak mempunyai pra-peta; ada ( ) = 4 kemungkinan
3
4
4 anggota B tidak mempunyai pra-peta; ada ( ) = 1 kemungkinan
4

96
Untuk masing-masing kemungkinan, banyak fungsi surjektif dari A ke B berturut
turut adalah 35, 25, 15, dan 05. Jadi, banyak fungsi surjektif/pada/onto dari A ke B
adalah:

4 4 4 4
𝑁(𝑎1′ 𝑎2 ′ 𝑎3′ 𝑎4 ′ ) = 45 − ( ) (4 − 1)5 + ( ) (4 − 2)5 − ( ) (4 − 3)5 + ( ) (4 − 4)5
1 2 3 4
4 4 4 4
= 45 − ( ) 35 + ( ) 25 − ( ) 15 + ( ) 05
1 2 3 4
= 45 − 4 ∙ 35 + 6 ∙ 25 − 4 ∙ 15 + 0 = 240
Hasil yang diperoleh persis sama dengan banyak cara menempatkan 5 orang ke dalam
4 kamar sedemikian sehingga tidak ada kamar yang kosong.

Contoh 5.6
Tentukan banyak permutasi dari {1,2,3, … ,10} yang mana tidak ada bilangan
ganjil yang menempati posisi semula.

Penyelesaian:
𝑛 = banyak permutasi dari {1,2,3, … ,10} = 10! = 3.628.800
Misal: 𝑞𝑖 = kejadian dimana i menempati posisi ke-i ∀ 𝑖 𝜖 1,3,5,7,9
𝑞1 = kejadian dimana 1 menempati posisi pertama
𝑁(𝑞1 ) = banyak permutasi |1|9|8|7|6|5|4|3|2|1| = 1 ∙ 9! = 362.880
Dengan cara yang sama diperoleh:
𝑁(𝑞3 ) = 𝑁(𝑞5 ) = 𝑁(𝑞7 ) = 𝑁(𝑞9 ) = 362.880

𝑞1 𝑞3 = kejadian dimana 1, 3 menempati posisi ke-1, ke-3


𝑁(𝑞1 𝑞3 ) = banyak permutasi |1| |3| | | | | | | | = 1 ∙ 1 ∙ 8! =
40.320
Dengan cara yang sama diperoleh:

97
𝑁(𝑞1 𝑞5 ) = 𝑁(𝑞1 𝑞7 ) = 𝑁(𝑞1 𝑞9 ) = 𝑁(𝑞3 𝑞5 ) = 𝑁(𝑞3 𝑞7 ) = 𝑁(𝑞3 𝑞9 ) =
𝑁(𝑞5 𝑞7 ) = 𝑁(𝑞5 𝑞9 ) = 𝑁(𝑞7 𝑞9 ) = 40.320

𝑞1 𝑞3 𝑞5 = kejadian dimana 1, 3, 5 menempati posisi ke-1, ke-3, ke-5


𝑁(𝑞1 𝑞3 𝑞5 ) = banyak permutasi |1| |3| |5| | | | | | = 1 ∙ 1 ∙ 1 ∙ 7! =
5.040
Dengan cara yang sama diperoleh:
𝑁(𝑞1 𝑞3 𝑞7 ) = 𝑁(𝑞1 𝑞3 𝑞9 ) = 𝑁(𝑞3 𝑞5 𝑞7 ) = 𝑁(𝑞3 𝑞5 𝑞9 ) = 𝑁(𝑞5 𝑞7 𝑞9 ) = 5.040

𝑞1 𝑞3 𝑞5 𝑞7 = kejadian dimana 1, 3, 5, 7 menempati posisi ke-1, ke-3, ke-5, ke-7


𝑁(𝑞1 𝑞3 𝑞5 𝑞7 ) = banyak permutasi |1| |3| |5| |7| | | | = 1 ∙ 1 ∙ 1 ∙ 1 ∙
6! = 720
Dengan cara yang sama diperoleh:
𝑁(𝑞1 𝑞3 𝑞5 𝑞9 ) = 𝑁(𝑞3 𝑞5 𝑞7 𝑞9 ) = 𝑁(𝑞1 𝑞5 𝑞7 𝑞9 ) = 𝑁(𝑞1 𝑞3 𝑞7 𝑞9 ) = 720

𝑞1 𝑞3 𝑞5 𝑞7 𝑞9 = kejadian dimana 1, 3, 5, 7, 9 menempati posisi ke-1, ke-3, ke-5,


ke-7, ke-9
𝑁(𝑞1 𝑞3 𝑞5 𝑞7 𝑞9 ) = banyak permutasi |1| |3| |5| |7| |9| | = 1 ∙ 1 ∙ 1 ∙ 1 ∙
6! = 720

Jadi, banyak permutasi dengan syarat yang ditentukan adalah:


𝑁(𝑎1′ 𝑎3′ 𝑎5′ 𝑎7′ 𝑎9′ ) = 𝑁 − ∑ 𝑁(𝑎𝑖 ) + ∑ 𝑁(𝑎𝑖 𝑎𝑗 ) − ∑ 𝑁(𝑎𝑖 𝑎𝑗 𝑎𝑘 ) +
∑ 𝑁(𝑎𝑖 𝑎𝑗 𝑎𝑘 𝑎𝑙 ) − ∑ 𝑁(𝑎𝑖 𝑎𝑗 𝑎𝑘 𝑎𝑙 𝑎𝑚 )
= 10! − 5(9!) + 10(8!) − 10(7!) + 5(6!) − 5!
= 2.170.680

Untuk contoh soal selanjutnya, kita memerlukan formula berikut. Banyak solusi
bulat non-negatif dari persamaan:

98
𝑘+𝑛−1
x1 +x2 +x3 + … + xn = k, xi  0  I = 1, 2, …, n adalah ( ) atau
𝑛−1
𝑘+𝑛−1
( )
𝑘

Contoh 5.7
Tentukan banyak solusi bulat non negatif dari persamaan:
𝑥1 + 𝑥2 + 𝑥3 = 16, 0 ≤ 𝑥𝑖 ≤ 7 ∀ 𝑖 ∈ {1,2,3}

Penyelesaian:
Banyak solusi 𝑥1 + 𝑥2 + 𝑥3 = 16, 𝑥𝑖 ≥ 0 ∀ 𝑖 ∈ {1, 2, 3} adalah:
16 + 3 − 1 18 18!
n=( ) = ( ) = 16!2! = 153
3−1 2
𝑎1 = solusi persamaan 𝑥1 + 𝑥2 + 𝑥3 = 16 dengan 𝑥1 ≥ 8, 𝑥2 ≥ 0, 𝑥3 ≥ 0
= solusi persamaan (𝑥1 − 8) + 𝑥2 + 𝑥3 = 8 dengan 𝑥1 − 8 ≥ 0, 𝑥2 ≥ 0, 𝑥3 ≥ 0
= solusi persamaan 𝑦1 + 𝑥2 + 𝑥3 = 8 dengan 𝑦1 ≥ 0, 𝑥2 ≥ 0, 𝑥3 ≥ 0
𝑁(𝑎1 ) = banyak solusi persamaan 𝑦1 + 𝑥2 + 𝑥3 = 8 dengan 𝑦1 ≥ 0, 𝑥2 ≥ 0, 𝑥3 ≥ 0
8+3−1 10
𝑁(𝑎1 ) = ( ) = ( ) = 45
2 2

𝑎2 = solusi persamaan 𝑥1 + 𝑥2 + 𝑥3 = 16 dengan 𝑥2 ≥ 8, 𝑥1 ≥ 0, 𝑥3 ≥ 0


= solusi persamaan 𝑥1 + (𝑥2 − 8) + 𝑥3 = 8 dengan 𝑥2 − 8 ≥ 0, 𝑥1 ≥ 0, 𝑥3 ≥ 0
= solusi persamaan 𝑥1 + 𝑦2 + 𝑥3 = 8 dengan 𝑥1 ≥ 0, 𝑦2 ≥ 0, 𝑥3 ≥ 0
𝑁(𝑎2 ) = banyak solusi persamaan 𝑥1 + 𝑦2 + 𝑥3 = 8 dengan 𝑥1 ≥ 0, 𝑦2 ≥ 0, 𝑥3 ≥ 0
8+3−1 10
𝑁(𝑎2 ) = ( ) = ( ) = 45
3−1 2
Dengan cara yang sama diperoleh 𝑁(𝑎3 ) = 45

𝑎1 𝑎2 = solusi persamaan 𝑥1 + 𝑥2 + 𝑥3 = 16 dengan 𝑥1 ≥ 8, 𝑥2 ≥ 8, 𝑥3 ≥ 0


= solusi persamaan (𝑥1 − 8) + (𝑥2 − 8) + 𝑥3 = 0 dengan

99
𝑥1 − 8 ≥ 0, 𝑥2 − 8 ≥ 0, 𝑥3 ≥ 0
= solusi persamaan 𝑦1 + 𝑦2 + 𝑥3 = 0 dengan 𝑦1 ≥ 0, 𝑦2 ≥ 0, 𝑥3 ≥ 0
𝑁(𝑎1 𝑎2) = banyak solusi persamaan 𝑦1 + 𝑦2 + 𝑥3 = 0 dengan 𝑦1 ≥ 0, 𝑦2 ≥
0, 𝑥3 ≥ 0
0+3−1
=( )= 2
3−1
Dengan cara yang sama diperoleh 𝑁(𝑎1 𝑎3 ) = 𝑁(𝑎2 𝑎3 ) = 2

𝑎1 𝑎2 𝑎3 = solusi persamaan 𝑥1 + 𝑥2 + 𝑥3 = 16 dengan 𝑥1 ≥ 8, 𝑥2 ≥ 8, 𝑥3 ≥ 8


= solusi persamaan (𝑥1 − 8) + (𝑥2 − 8) + (𝑥3 − 8) = −8
dengan 𝑥1 − 8 ≥ 0 𝑥2 − 8 ≥ 0 𝑥3 − 8 ≥ 0
𝑁(𝑎1 𝑎2𝑎3 ) = banyak solusi 𝑦1 + 𝑦2 + 𝑦3 = −8, 𝑦1 ≥ 0, 𝑦2 ≥ 0, 𝑦3 ≥ 0
=0
Jadi, banyak solusi bulat non negatif dari persamaan
𝑥1 + 𝑥2 + 𝑥3 = 16, 0 ≤ 𝑥𝑖 ≤ 7 ∀ 𝑖 ∈ {1,2,3,4} adalah:
𝑁(𝑎1′ 𝑎2′ 𝑎3 ′ ) = 𝑁 − 𝑁(𝑎1 ) − 𝑁(𝑎2 ) − 𝑁(𝑎3 ) + 𝑁(𝑎1 𝑎2 ) + 𝑁(𝑎1 𝑎3) + 𝑁(𝑎2 𝑎3 )
− 𝑁(𝑎1 𝑎2 𝑎3 )
= 153 − 45 − 45 − 45 + 1 + 1 + 1 + 0 = 21

Contoh 5.8
Hitunglah banyaknya solusi bulat non negatif dari persamaan
𝐴 + 𝐵 + 𝐶 + 𝐷 = 54, 𝐴 < 34, 𝐶 < 44, 𝐷 < 37…………………..(∗)

Penyelesaian:
𝑛 = banyaknya solusi bulat dari persamaan (∗) dengan syarat A  0, B  0,A  0,
D  0,
54 + 4 − 1 57 57! 57×56×55×54!
𝑛=( ) = ( ) = 54!3! = 54!×3×2×1 = 29.260
54 54
𝑃1 = solusi dari persamaan (∗) yang mana 𝐴 ≥ 34, 𝐵 ≥ 0, 𝐶 ≥ 0, 𝐷 ≥ 0

100
= solusi dari 𝐴 − 34 + 𝐵 + 𝐶 + 𝐷 = 54 − 34 = 20, 𝐴 − 34 ≥ 0, 𝐵 ≥ 0, 𝐶 ≥
0, 𝐷 ≥ 0
20 + 4 − 1 23 23!
𝑁(𝑃1 ) = ( ) = ( ) = 20!3! = 1.771
20 20
𝑃2 = solusi dari persamaan (∗) yang mana 𝐴 ≥ 0, 𝐵 ≥ 0, 𝐶 ≥ 44, 𝐷 ≥ 0
= solusi dari 𝐴 + 𝐵 + 𝐶 − 44 + 𝐷 = 54 − 44 = 10 , 𝐴 ≥ 0, 𝐵 ≥ 0, 𝐶 − 44 ≥
0, 𝐷 ≥ 0
10 + 4 − 1 13 13!
𝑁(𝑃2 ) = ( ) = ( ) = 10!3! = 286
10 10

𝑃3 = solusi dari persamaan (∗) yang mana 𝐴 ≥ 0, 𝐵 ≥ 0, 𝐶 ≥ 0, 𝐷 ≥ 37


= solusi dari 𝐴 + 𝐵 + 𝐶 + 𝐷 − 37 = 54 − 37 = 17 , 𝐴 ≥ 0, 𝐵 ≥ 0, 𝐶 ≥ 0, 𝐷 −
37 ≥ 0
17 + 4 − 1 20 20!
𝑁(𝑃3 ) = ( ) = ( ) = 17!3! = 1.140
17 17

𝑃1 𝑃2 = solusi dari persamaan (∗) 𝐴 ≥ 34, 𝐵 ≥ 0, 𝐶 ≥ 44, 𝐷 ≥ 0


= solusi dari 𝐴 − 34 + 𝐵 + 𝐶 − 44 + 𝐷 = 54 − 34 − 44 = −24,
𝐴 − 34 ≥ 0, 𝐵 ≥ 0, 𝐶 − 44 ≥ 0, 𝐷 ≥ 0
−24 + 4 − 1
𝑁(𝑃1 𝑃2 ) = ( ) → tidak ada penyelesaian atau 𝑁(𝑃1 𝑃2 ) = 0
−24
Dengan cara yang sama diperoleh:
𝑁(𝑃1 𝑃3 ) = 𝑁(𝑃2 𝑃3 ) = 𝑁(𝑃1 𝑃2 𝑃3 ) = 0

Jadi, banyaknya solusi bulat non negatif dari persamaan (∗) adalah:
𝑁(𝑃1′ 𝑃2′ 𝑃3′ ) = 𝑛 − 𝑁(𝑃1 ) − 𝑁(𝑃2 ) − 𝑁(𝑃3 ) + 𝑁(𝑃1 𝑃2 ) + 𝑁(𝑃1 𝑃3 ) + 𝑁(𝑃2 𝑃3 ) +
𝑁(𝑃1 𝑃2 𝑃3 )
= 29.260 − 1771 − 286 − 1140 + 0 = 26.063
B. Prinsip Umum Inklusi-Ekslusi

101
Bentuk umum prinsip Inklusi-Ekslusi disajikan dalam sebuah teorema sebagai
berikut. Misalkan 𝑆 suatu himpunan, 𝑁 adalah banyaknya obyek dalam himpunan 𝑆,
dan 𝑠1 , 𝑠2 , ⋯ 𝑠𝑟 adalah sifat-sifat yang mungkin dimiliki oleh subatu obyek di 𝑆.
Banyaknya obyek di 𝑆 yang tidak memiliki sifat 𝑎1 , 𝑎2 , ⋯ , 𝑎𝑟 adalah:

𝑁(𝑎1′ 𝑎2′ ⋯ 𝑎𝑟′ ) = 𝑛 − ∑ 𝑁𝑖 (𝑎𝑖 ) + ∑ 𝑁(𝑎𝑖 𝑎𝑖 ) − ∑ 𝑁(𝑎𝑖 𝑎𝑗 𝑎𝑘 ) ± ⋯


𝑖 𝑖,𝑗 𝑖,𝑗,𝑘

+ (−1)𝑟 𝑁(𝑎1 𝑎2 ⋯ 𝑎𝑟 )

Keterangan: tanda sigma pertama mencakup semua 𝑖 ∈ {1,2,3 ⋯ , 𝑟}; sigma kedua
mencakup pasangan 𝑖, 𝑗 ∈ {1,2,3, , 𝑟}, 𝑖 ≠ 𝑗 ; sigma ketiga mencakup
semua triple 𝑖, 𝑗, 𝑘 ∈ {1,2, ⋯ , 𝑟}, yang mana 𝑖, 𝑗, 𝑘 berbeda; dan
seterusnya.

Teorema di atas akan dibuktikan dengan menunjukkan bahwa ruas kiri


persamaan sama dengan ruas kanan. Ruas kiri persamaan menyatakan banyak obyek
di 𝑆 yang tidak memiliki sifat (𝑎1 , 𝑎2 , ⋯ , 𝑎𝑟 ). Oleh sebab itu, kita perlu menunjukkan
bahwa dalam mengitung ruas kanan:
1. setiap obyek yang tidak memiliki sifat 𝑎1 ; sifat 𝑎2 , ⋯, ataupun sifat 𝑎𝑟 tepat
dihitung satu kali
2. setiap obyek yang memiliki paling sedikit satu sifat, dihitung sebanyak nol
kali

Pandang sebuah obyek di 𝑆, misalkan obyek X.


 Jika obyek X tidak memiliki sifat dari sifat-sifat yang ada, maka sewaktu
menghitung ruas kanan, obyek ini dihitung tepat sekali dalam menghitung 𝑁,;
dan tidak dihitung dalam menghitung suku-suku yang lain.

102
 Jika obyek X memiliki sebanyak 𝑝 ≥ 1 sifat dari 𝑟 sifat yang ada, maka
obyek ini dihitung sebanyak:

(𝑝0) = 1 kali dalam menghitung 𝑁,

(𝑝1) kali dalam menghitung ∑𝑖 𝑁(𝑎𝑖 ),

(𝑝2) kali dalam menghitung ∑𝑖,𝑗 𝑁(𝑎𝑖 𝑎𝑗 ),

(𝑝3) kali dalam menghitung ∑𝑖,𝑗,𝑘 𝑁(𝑎𝑖 𝑎𝑗 𝑎𝑘 ),



dan seterusnya
Jadi, dalam menghitung ruas kanan, obyek ini dihitung sebanyak 𝑛 kali yang mana,
𝑝 𝑝 𝑝 𝑝 𝑝
𝑛 = ( ) − ( ) + ( ) − ( ) + ⋯ + (−1)𝑟 ( )
0 1 2 3 𝑟
𝑝
Karena ( 𝑟 ) = 0 untuk 𝑟 > 𝑝, maka

𝑛 = (𝑝0) − (𝑝1) + (𝑝2) + (𝑝3) + ⋯ + (−1)𝑝 (𝑝𝑝)

Dari Teorema Binomial diketahui bahwa:


𝑝
(1 + 𝑥)𝑝 = ∑𝑝𝑘=0 ( ) 𝑥 𝑘 (*)
𝑘
Dengan mensubtitusikan x = -1 pada (*) diperoleh:
𝑝
(1 + (−1))𝑝 = ∑𝑝𝑘=0 ( ) (−1)𝑘 = 0
𝑘
sehingga
𝑝 𝑝 𝑝 𝑝 𝑝
( ) − ( ) + ( ) + ( ) + ⋯ + (−1)𝑝 ( ) = 0
0 1 2 3 𝑝
Jadi, diperoleh 𝑛 = 0. Artinya, telah dapat ditunjukkan bahwa setiap obyek di S yang
memiliki sebanyak 𝑝 ≥ 1 sifat dari 𝑟 sifat yang ada, dihitung sebanyak 0 kali dalam
menghitung ruas kanan prinsip umum Inklusi-Ekslusi. Dari pembuktian dua kasus di
atas, teorema menjadi terbukti.

103
Contoh 5.9
Tentukan banyak cara menempatkan n bola yang berbeda ke dalam k kotak yang
berbeda, sedemikian sehingga tidak ada kotak yang kosong!

Penyelesaian:
Misalkan S adalah himpunan semua kejadian (pendistribusian) yang mungkin. Ei
adalah kejadian bahwa kotak ke i kosong dan ai adalah sifat bahwa kejadian Ei
muncul. Dalam hal ini i  {1, 2, . . . , k}
Diperoleh, n = |S| = kn, dan juga N(ai) = (k-1)n ; N (ai aj)= (k-2)n ; N (ai aj ak) = (k-
3)n ; . . ., dan seterusnya.
k  k 
Selanjutnya terdapat   cara memilih sifat ai,   cara memilih sifat ai dan aj,
1  2 
k
  cara memilih sifat ai, aj dan ak, dan seterusnya. Sehingga, banyak cara
3
menempatkan (mendistribusikan) n bola ke dalam k kotak sedemikian hingga tidak
ada kotak yang kosong adalah:
𝑘 𝑘 𝑘
𝑁(𝑎′1 𝑎′ 2 … 𝑎′ 𝑘 ) = 𝑘 𝑛 − ( )(𝑘 − 1)𝑛 + ( )(𝑘 − 2)𝑛 + ⋯ + (−1)𝑘 ( )(𝑘 − 𝑘)𝑛
1 2 𝑘
𝑘
= ∑𝑘𝑖=0(−1)𝑖 ( ) (𝑘 − 𝑖)𝑛
𝑖

Contoh 5.10
Tentukan banyak fungsi surjektif dari himpunan 𝑆 → 𝑁 yang mana |𝑆| = 𝑝, |𝑁| =
𝑞𝑖 , 𝑝 > 𝑞𝑖

Penyelesaian:
Soal ini sama seperti pendistribusian orang ke dalam kamar, yang mana daerah
kawan dianggap sebagai kamarnya dan anggota daerah asal adalah orang yang akan
mengisi kamar. Karena fungsi surjektif, dimana setiap daerah kawan harus memiliki

104
prapeta di daerah asal, maka tidak boleh ada kamar yang kosong. Sehingga, dengan
menggunakan prinsip inklusi-eksklusi, banyak fungsi surjektif 𝑆 → 𝑁 adalah:

𝑞𝑖
𝑁(𝑎𝑖′ 𝑎𝑗′ 𝑎𝑞′ 1 ) = 𝑁 − ∑𝑖=1(𝑎𝑖 ) + ∑𝑞𝑖,𝑗
𝑖 𝑞
(𝑎𝑖 𝑎𝑗 ) − ⋯ + (−1)𝑞𝑖 ∑ 𝑖𝑖,𝑗,…,𝑞𝑖 (𝑎𝑖 𝑎𝑗 … 𝑎𝑞1 )
𝑖≠𝑗 𝑖≠𝑗≠⋯≠𝑞𝑖
𝑞 𝑞
= 𝑞𝑖𝑝 − ( 𝑖 ) (𝑞𝑖 − 1)𝑝 + ( 𝑖 ) (𝑞𝑖 − 2)𝑝 − ⋯ +
1 2
𝑞𝑖 𝑞𝑖
(−1)𝑞𝑖 (𝑞 − 1) (𝑞𝑖 − 𝑞𝑖 + 1)𝑝 + (−1)𝑞𝑖 (𝑞 ) (𝑞𝑖 − 𝑞𝑖 )𝑝
𝑖 𝑖

C. Banyak Obyek yang Memiliki Tepat m Sifat


Misalkan 𝑆 adalah himpunan dari 𝑛 obyek, dan 𝑎1 , 𝑎2 , ⋯ , 𝑎𝑟 adalah sifat-sifat
yang mungkin dimiliki oleh suatu obyek di 𝑆. Adakalanya kita ingin mengetahui
banyaknya obyek di 𝑆 yang memiliki tepat 𝑚 sifat. Kita akan lambangkan 𝑒𝑚
banyaknya obyek 𝑆 yang memiliki tepat 𝑚 ≤ 𝑟 sifat. Selanjutnya, untuk 𝑡 ≥ 1, kita
definisikan 𝑠𝑡 sebagai berikut. 𝑠𝑡 = Σ𝑁(𝑎𝑖1 , 𝑎𝑖2 , 𝑎𝑖3 , ⋯ , 𝑎𝑖𝑡 )
yang mana “sigma” mencakup semua kemungkinan memilih 𝑡 sifat
𝑎𝑖1 , 𝑎𝑖2 , 𝑎𝑖3 , ⋯ , 𝑎𝑖𝑡 dari 𝑟 sifat yang ada. Hubungan 𝑒𝑚 dan 𝑠𝑚 dapat dilihat pada
teorema berikut.

Teorema
Misalkan 𝑎1 , 𝑎2 , ⋯ , 𝑎𝑟 adalah sifat-sifat yang mungkin dimiliki oleh suatu obyek
di himpunan 𝑆. Maka banyak obyek 𝑆 yang memiliki tepat 𝑚 ≤ 𝑟 sifat adalah:

𝑒𝑚 = 𝑠𝑚 − (𝑚+1
1
)𝑠𝑚+1 + (𝑚+2
2
)𝑠𝑚+2 − (𝑚+3
3
)𝑠𝑚+3 + ⋯ + (−1)𝑝 (𝑚+𝑝
𝑝
) 𝑠𝑚+𝑝 +

⋯ + (−1)𝑟−𝑚 (𝑚+𝑟−𝑚
𝑟−𝑚
)𝑠𝑟
𝑟−𝑚
𝑚+𝑝
𝑒𝑚 = ∑ (−1)𝑝 ( ) 𝑠𝑚+𝑝
𝑝
𝑝=0

105
Bukti:
Untuk membuktikan teorema di atas cukup ditunjukkan bahwa:
1. setiap obyek di 𝑆 yang memiliki kurang dari 𝑚 sifat, tidak dihitung dalam
menghitung ruas kiri maupun kanan
2. setiap obyek di 𝑆 yang memiliki tepat 𝑚 sifat, dihitung tepat satu kali dalam
menghitung ruas kiri dan ruas kanan
3. setiap obyek 𝑆 yang memiliki lebih dari 𝑚 sifat, dihitung nol kali dalam
menghitung ruas kiri dan ruas kanan

Misalkan x sebarang obyek di 𝑆. Terkait dengan m, ada tiga kemungkinan banyak


sifat yang dimiliki oleh 𝑥, yaitu 𝑥 memiliki kurang dari 𝑚 sifat, 𝑥 memiliki tepat 𝑚
sifat, atau 𝑥 memiliki lebih dari 𝑚 sifat. Berikut ini akan kita bahas kasusnya satu
persatu.
1. Jika obyek x memiliki kurang dari 𝑚 sifat, maka jelas obyek tersebut “tidak
dihitung” dalam menghitung 𝑒𝑚 dan “tidak dihitung” dalam menghitung setiap
suku ruas kanan.
2. Jika obyek 𝑥 memiliki tepat 𝑚 sifat, maka obyek ini dihitung tepat satu kali dalam
menghitung 𝑒𝑚 . Karena obyek 𝑥 dihitung sekali dalam menghitung 𝑠𝑚 ; dihitung
nol kali dalam menghitung 𝑠𝑚+𝑘 untuk 𝑘 ≥ 1, maka banyak obyek ini dihitung
tepat satu kali dalam menghitung ruas kanan .
3. Jika obyek x memiliki lebih dari 𝑚 sifat, misalnya 𝑚 + 𝑗 sifat, jelas obyek ini
tidak dihitung dalam menghitung 𝑒𝑚 . Selanjutnya, akan ditunjukkan bahwa obyek
ini dihitung sebanyak nol kali dalam menghitung ruas kanan.
Perhatikan bahwa obyek tersebut dihitung sebanyak (𝑚+𝑗
𝑚
) dalam menghitung
𝑚+𝑗 𝑚+𝑗 𝑚+𝑗
𝑠𝑚 , (𝑚+1 ) dalam menghitung 𝑠𝑚+1 , (𝑚+2 ) dalam menghitung 𝑠𝑚+2 , (𝑚+3 )
dalam menghitung 𝑠𝑚+3 dan seterusnya. Secara umum, obyek tersebut dihitung
𝑚+𝑗
sebanyak (𝑚+𝑝 ) dalam menghitung 𝑠𝑚+𝑝 untuk 𝑝 ≤ 𝑗 . Untuk 𝑝 > 𝑗 , obyek

106
tersebut tidak dihitung dalam menghitung 𝑠𝑚+𝑝 , karena sudak kita misalkan obyek
tersebut memiliki 𝑚 + 𝑗 sifat. Dengan demikian, dalam menghitung ruas kanan
obyek 𝑥 tersebut dihitung sebanyak:
𝑚+𝑗 𝑚+𝑗 𝑚+1 𝑚+𝑗 𝑚+2 𝑚+𝑗 𝑚+3
( )−( )( )+( )( )−( )( )+⋯
𝑚 𝑚+1 1 𝑚+2 2 𝑚+3 3
𝑚+𝑗 𝑚+𝑝 𝑚+𝑗
+ (−1)𝑝 ( )( ) + ⋯ + (−1)𝑗 ( ) , … … . . (∗)
𝑚+𝑝 𝑝 𝑚+𝑗
Perhatikan bahwa:
𝑚+𝑗 𝑚+𝑝 (𝑚 + 𝑗)! (𝑚 + 𝑝)! (𝑚 + 𝑗)! 𝑗!
( )( )= × = ×
𝑚+𝑝 𝑝 (𝑚 + 𝑝)! (𝑗 − 𝑝)! 𝑝! 𝑚! 𝑚! 𝑗! 𝑝! (𝑗 − 𝑝)!
𝑚+𝑝 𝑗
=( )( )
𝑚 𝑝
sehingga bentuk (*) menjadi:
𝑚+𝑗 𝑚+𝑗 𝑗 𝑚+𝑗 𝑗 𝑚+𝑗 𝑗 𝑚+𝑗 𝑗
( )−( )( ) + ( )( ) − ( ) ( ) + ⋯ + (−1)𝑗 ( )( )
𝑚 𝑚 1 𝑚 2 𝑚 3 𝑚 𝑗
atau dapat dirubah menjadi:
𝑚+𝑗 𝑗 𝑗 𝑗 𝑗 𝑗
( ) [( ) − ( ) + ( ) − ( ) + ⋯ + (−1)𝑗 ( )] , … … . . (∗∗)
𝑚 0 1 2 3 𝑗
Karena
𝑗 𝑗 𝑗 𝑗 𝑗
( ) − ( ) + ( ) − ( ) + ⋯ + (−1)𝑗 ( ) = 0
0 1 2 3 𝑗
maka (**) sama dengan nol. Dengan demikian, tiga kondisi yang kita kemukakan
pada awal pembuktian terpenuhi, sehingga teorema yang dikemukakan terbukti.

Contoh 5.11
Sebanyak 𝑛 pasang suami istri hadir dalam suatu pesta dansa. Dansa dilakukan
serentak dan seorang pria harus berdansa dengan seorang wanita.
a. Berapakah peluang terdapat tepat satu pasang suami istri berdansa bersama dalam
pesta dansa bersama dalam pesta dansa tersebut?

107
b. Berapakah peluang terdapat tepat tiga pasang suami istri berdansa bersama dalam
pesta dansa tersebut?

Penyelesaian:
Misalkan 𝑆 adalah himpunan semua pasangan dansa yang mungkin, 𝑎𝑖
menyatakan sifat yang mana suami ke 𝑖 berpasangan dengan istrinya, 1 ≤ 𝑖 ≤ 𝑛.
Karena terdapat 𝑛 pasang suami istri, maka 𝑁 = |𝑆| = 𝑛!. Selanjutnya kita peroleh:
N(ai) = banyak pasangan yang mungkin dimana pasangan ke i adalah pasangan
suami istri
= banyaknya permutasi (n-1) elemen
= (n-1)!
N(ai aj)= banyak pasangan yang mungkin dimana pasangan ke i dan ke j adalah
pasangan- pasangan suami istri
= banyaknya permutasi (n-2) elemen
= (n-2)!

Secara umum, diperoleh 𝑁(𝑎𝑖1 𝑎𝑖2 𝑎𝑖3 ⋯ 𝑎𝑖𝑘 ) = (𝑛 − 𝑘)! Karena ada (𝑛𝑘) cara
memilih 𝑘 sifat dari 𝑛 sifat yang ada, maka:
𝑠𝑘 = Σ𝑁(𝑎𝑖1 𝑎𝑖2 𝑎𝑖3 ⋯ 𝑎𝑖𝑘 ) = (𝑛𝑘)(𝑛 − 𝑘)!
a. Untuk r = n dan m = 1 diperoleh:

108
𝑛−1
1+𝑖 2 3 𝑛
𝑒1 = ∑(−1)𝑖 ( ) 𝑠1+𝑖 = 𝑠1 − ( ) 𝑠2 + ( ) 𝑠3 + ⋯ + (−1)𝑛−1 ( )𝑠
𝑖 1 2 𝑛−1 𝑛
𝑖=0
𝑛 2 𝑛 3 𝑛
= ( ) (𝑛 − 1)! − ( ) ( ) (𝑛 − 2)! + ( ) ( ) (𝑛 − 3)! + ⋯
1 1 2 2 3
𝑛 𝑛
+ (−1)𝑛−1 ( ) ( ) (𝑛 − 𝑛)!
𝑛−1 𝑛
𝑛! 2! 𝑛!
= (𝑛 − 1)! − (𝑛 − 2)!
1! (𝑛 − 1)! 1! 1! 2! (𝑛 − 2)!
3! 𝑛! 𝑛!
+ (𝑛 − 3)! + ⋯ + (−1)𝑛−1 𝑛!
2! 1! 3! (𝑛 − 3)! (𝑛 − 1)! 1!
𝑛−1
1 1 𝑛−1
1 (−1)𝑖
= 𝑛! [1 − + + ⋯ + (−1) ] = 𝑛! ∑
1! 2! (𝑛 − 1)! 𝑖!
𝑖=0

Dengan demikian, peluang terdapat tepat satu pasang suami istri berdansa bersama
𝑒1 1 1 1
adalah: = [1 − 1! + 2! + ⋯ + (−1)𝑛−1 (𝑛−1)!]
𝑁

b. Untuk r = n dan m = 3 diperoleh:


4 5 𝑛
𝑒3 = 𝑠3 − ( ) 𝑠4 + ( ) 𝑠5 + ⋯ + (−1)𝑛−3 ( )𝑠
1 2 𝑛−𝑠 𝑛
𝑛 4 𝑛 5 𝑛
= ( ) (𝑛 − 3)! − ( ) ( ) (𝑛 − 4)! + ( ) ( ) (𝑛 − 5)! + ⋯
3 1 4 2 5
𝑛 𝑛
+ (−1)𝑛−3 ( ) ( ) (𝑛 − 𝑛)!
𝑛−3 𝑛
𝑛! 4! 𝑛!
= (𝑛 − 3)! − (𝑛 − 4)!
3! (𝑛 − 3)! 1! 3! 4! (𝑛 − 4)!
5! 𝑛! 𝑛!
+ (𝑛 − 5)! + ⋯ + (−1)𝑛−1 0!
2! 3! 5! (𝑛 − 5)! (𝑛 − 3)! 3!
𝑛! 1 1 1 𝑛! 𝑛−3 (−1)𝑖
= [1 − + + ⋯ + (−1)𝑛−3 ] = Σ𝑖=0
3! 1! 2! (𝑛 − 3)! 3! 𝑖!

109
D. Latihan
1. Tentukan banyak bilangan bulat dari 1 sampai dengan 10.000 yang tidak habis
dibagi 4, 7, maupun 10.
2. Tentukan banyak bilangan bulat dari 1 sampai 1.000 yang tidak habis dibagi
bilangan prima antara 20 - 30.
3. Tentukan banyaknya bilangan yang tidak habis dibagi 3, 7 dan 11 dan terletak antara 79
dan 2120 (tidak termasuk 79 dan 2120).
4. Sebuah bilangan dikatakan squarefree jika tidak habis dibagi oleh kuadrat dari
bilangan bulat positif yang lebih besar dari 1. Tentukan bilangan bulat positif
squarefree yang kurang dari 100.
5. Tentukan banyaknya bilangan bulat dari 1 sampai dengan 1.000.000 yang tidak
habis dibagi bilangan kuadrat sempurna (kurang dari 20) atau bilang cacah
pangkat tiga (kurang dari 30).
6. Tentukan banyaknya permutasi dari {1, 2, 3, 4, 5, 6} sedemikian hingga pola-pola
“124” dan “35” tidak muncul.
7. Tentukan banyaknya himpunan bilangan bulat {1,2,…,120} yang habis dibagi oleh
tepat oleh m bilangan bulat 2,3,5, dan 7, dengan m=0,1,2,3 dan 4.
8. Tentukan banyak bilangan asli yang bukan berpangat sempurna yang kurang dari
2016. (Catatan: Bilangan berpangakat sempurna adalah bilangan berbentuk
an dengan a,n merupakan bilangan asli)
9. Tentukan banyaknya bilangan enam digit dimana tepat 3 digitnya berbeda.
10. Tentukan banyaknya bilangan positif n sedemikian sehingga n bukan merupakan
pembagi dari 1040 atau 2030 .
11. Tahun kabisat merupakan tahun kelipatan 4 tetapi bukan kelipatan 100 atau
tahun yang merupakan kelipatan 400. Sebagai contoh, 1600 dan 1924 merupakan
tahun kabisat, tetapi 2200 bukan merupakan tahun kabisat. Tentukan banyak
tahun kabisat antara tahun 1000-3000.
12. Setiap n orang anak laki-laki diharuskan membawa kedua orang tuanya pada
acara pembagian rapor. Pada pembagian tempat duduk 3 orang dibagi menjadi n

110
kelompok yang terdiri atas 1 orang anak laki-laki, 1 orang tua perempuan dan 1
orang tua laki-laki. Dalam berapa cara 3n orang tersebut dibagi menjadi n
kelompok dengan syarat tidak ada anak laki-laki yang duduk dengan orang
tuanya.
13. Marko mempunyai 6 orang teman. Pada acara makan malam di restoran, dia telah
bertemu setiap mereka sebanyak 12 kali, setiap dua orang diantara mereka
sebanyak 6 kali, setiap tiga orang diantara mereka sebanyak 4 kali, setiap empat
orang diantara mereka sebanyak 3 kali, setiap lima orang diantara mereka
sebanyak 2 kali, dan keenamnya sekali. Dia telah makan malam sebanyak 8 kali
tanpa mereka berenam. Berapa kalikah Marko telah makan malam di luar?
14. Tiga bola berwarna merah yang identik, empat bola berwarna kuning yang identik
dan lima bola berwarna hitam yang identik disusun dalam satu baris. Tentukan
banyak cara menyusun bola tersebut dengan syarat tidak ada semua bola
berwarna sama disusun secara berdekatan.
15. Sebuah kata sandi dengan panjang 9 dibentuk dari angka-angka 0,1 dan 2
sedemikian hingga tiap angka muncul tiga kali dan tiga angka berturutan dalam
kata sandi tersebut tidak boleh sama. Ada berapa kata sandi yang dapat dibentuk ?
16. Delapan kecelakaan lalulintas terjadi dalam satu minggu. Dengan prinsip inklusi
dan eksklusi, hitung probabilitas bahwa terdapat paling sedikit satu kecelakaan
tiap hari.
17. Tentukan banyak cara meletakkan enam buah benteng yang tidak saling
menyerang pada papan berukuran 6 × 6, dimaan posisi silang pada gambar tidak
boleh ditempati oleh benteng.

111
18. Tentukan banyak solusi bilangan bulat yang memenuhi persamaan
𝑥1 + 𝑥2 + 𝑥3 = 40
dengan 6 ≤ 𝑥1 ≤ 15, 5 ≤ 𝑥2 ≤ 20 dan 10 ≤ 𝑥3 ≤ 25
19. Tentukan banyaknya solusi bilangan bulat yang memenuhi
𝑥1 + 𝑥2 + 𝑥3 < 20
dengan 1 ≤ 𝑥1 ≤ 5, 0 ≤ 𝑥2 ≤ 7 dan 4 ≤ 𝑥3 ≤ 8

20. Gunakan prinsip inklusi dan eksklusi untuk menentukan banyaknya solusi bulat
dari setiap persamaan berikut .
(a) x1 + x2 + x3 = 16, 0 < xi < 7, i  {1, 2, 3};
(b) x1 + x2 + x3 = 14, 1 < xi < 7, i  {1, 2, 3};
(c) x1 + x2 + x3 + x4 = 20, 1 < x1 < 6, 0 < x2 < 7, 4 < x3 < 8, 2 < x4 < 6
(d) x1 + x2 + x3 + x4 = 28, i < xi < 5i, i  {1, 2, 3, 4}

21. Diketahui X = {1, 2, . . . , k} dan Y = {1, 2, 3, . . . , n}. Dengan prinsip


inklusi-eksklusi tunjukkan bahwa, banyaknya fungsi surjektif dari X ke Y adalah :
n
ji n 
n k  Σ (1)  (n  j) k
j1 1 

22. Terdapat 18 orang pilot dan 5 pesawat terbang di bandara udara A. Kesepuluh
pilot tersebut ditugasi oleh atasannya untuk menerbangkan ke lima pesawat
tersebut bersama-sama ke bandara udara B. Ada berapa cara yang mungkin untuk
mengelompokkan pilot-pilot tersebut ke dalam pesawat ?
23. Tentukan banyaknya permutasi dari {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10}sedemikian
hingga :
(a) tidak ada bilangan ganjil menempati tempatnya semula.
(b) terdapat tepat 3 bilangan menempati tempatnya semula
(c) terdapat tepat 6 bilangan menempati tempatnya semula ?

112
24. Hitunglah banyaknya permutasi dari {1, 2, 3, . . . , n} sedemikian hingga terdapat
tepat k bilangan menempati tempatnya semula.
25. Sebuah mesin memasukkan 100 surat ke dalam 100 amplop secara acak.
Tentukan peluang dari
a. tidak ada surat yang benar dimasukkan ke dalam amplop.
b. Tepat satu surat benar dimasukkan ke dalam amplop.
c. Tepat 98 surat dimasukkan benar ke dalam amplop.
d. Tepat 99 surat dimasukkan benar ke dalam amplop.
e. Semua surat benar dimasukkan ke dalam amplop.
26. (a) Misalkan Qn menyatakan banyaknya permutasi dari {1, 2, 3, . . . , n}
sedemikian hingga pola-pola : 12, 23, 34, . . . , (n-1)n tidak muncul. Tentukan
Qn.
n 1
(b) Jika Dn = n!  (1) k , buktikan bahwa Qn = Dn + Dn-1.
k 0 k!
27. Dua bilangan bulat disebut relatif prima jika kedua bilangan tersebut hanya
memiliki tepat satu faktor sekutu yaitu 1. Contoh: 8 dan 7 adalah relatif prima;
tetapi 6 dan 9 bukan relatif prima karena mempunyai 3 sebagai faktor sekutu.
Euler mendefenisikan fungsi (n) sebagai berikut :
(n) = banyaknya bilangan bulat positif kurang dari n yang relatif prima terhadap
n
(a) Misal p1, p2, . . . , pk adalah faktor-faktor prima dari n dan semua p1, p2, . . . ,
pk berbeda. Gunakan prinsip inklusi-eksklusi untuk menunjukkan bahwa :
1 1 1
(n) = n - n (   ........  )
p1 p 2 pk

113
1 1
n(  . . .)
p1 p 2 p1 p 3
.
.
.
1
 (1) k n ( )
p1 p 2 . . . p k

(b) Hitung (10), (90), (105)


(c) Tunjukkan bahwa
1 1 1
(n) = n (1- ) (1  ) . . .(1  )
p1 p2 p3

(d) Gunakan formula dalam (c) untuk menghitung (90) dan (315)
28. Tiga pertandingan terakhir PS Semen Padang telah disaksikan oleh 75.000
penonton. Dari seluruh penonton tersebut, 50.000 orang diantaranya menonton
paling sedikit satu pertandingan dan 15.000 orang menonton ketiga pertandingan.
Berapa jumlah penonton yang persis menyaksikan dua pertandingan?
29. Tentukan banyak permutasi dari {1, 2, 3, ..., 80} dengan syarat tidak ada bilangan
genap yang menempati posisi semula.
30. Tentukan banyak cara menempatkan 50 ekor sapi ke dalam 30 kandang dengan
syarat 10 kandang pertama tidak boleh kosong
31. Dari hasil pelemparan tiga dadu yang setimbang, berapakah jumlah mata dadu
yang memiliki peluang terbesar? Buktikan masalah ini menggunakan prinsip
Inklusi-Ekslusi (catatan: masalah ini terkenal dengan nama masalah dadu
Galileo)
32. Setiap bilangan positif n dapat di tulis sebagai perkalian dari faktor-faktor
primanya. Misalnya p1, p2, . . . , pr adalah berbeda dan merupakan faktor-faktor
prima dari n. Maka
e1 e2 e3 ek
n = p1 p 2 p 3 . . . p k dengan ei > 1
Sebagai Contoh : 50 = 2152 ; dan 150 = 213152
Fungsi Moebius  (n) didefinisikan sebagai berikut :

114
1 , jika n  1

μ(n)  (1) r , jika e i  1 1  i  r
0 , jika e i  1 untuk suatu i

Misal : (50) = 0, sebab 52 adalah faktor dari 50


(30) = (-1)3 = -1, sebab 30 = 21.31.51
(15) = (-1)2 = 1, sebab 15 = 31.51
(a) Gunakan prinsip inklusi-eksklusi untuk menunjukkan
1 , jika n  1
 (d )  
d/n
0, jika n 1
yang mana “sigma” diambil atas semua d pembagi dari n
Sebagai contoh :
Σ μ(d)  μ(1)  μ(2)  μ(3)  μ(4)  μ(6)  μ(12)
d/12

 1  (1)  (1)  0  (1) 2  0  0

(b) Misal f dan g adalah fungsi sedemikian hingga


f ( n )   g (d )
d/n

Tunjukkan bahwa :
n
g ( n )   f ( )  (d )
d/n d
(formula inversi Moebius)
(c) Jika (n) adalah fungsi Euler seperti soal di atas, tunjukkan
n    (d )
d/n

dan
n
(n )   (d )
d/n d
1
(d) Tunjukkan (pe )  p e (1 )
p

115