Anda di halaman 1dari 6

MACAM – MACAM KEPUTUSAN

DALAM HUKUM ADMINISTRASI NEGARA

Dosen Pembimbing
Nopyandri,S.H,M.H

OLEH

Yovi Trimeihardi
RRB10013086

Fakultas Hukum Program Studi Ilmu Hukum


Reguler Mandiri
Universitas Jambi
2014
1) Keputusan Deklaratoir dan Keputusan Konstitutif
A. Pengertian
a. Keputusan Deklaratoir
Keputusan deklaratoir adalah keputusan yang tidak mengubah hak dan kewajiban
yang telah ada, tetapi sekedar menyatakan hak dan kewajiban tersebut
(rechtsvaststellende baschikking). Keputusan mempunyai sifat deklaratoir
manakala keputusan itu dimaksudkan untuk menetapkan mengikatnya suatu
hubungan hukum atau keputusan itu maksudnya mengakui suatu hak yang sudah
ada. (sumber:Ridwanhr, Hukum Administrasi Negara, hlm 157, PT Raja grafindo
Persada, Jakarta, 2013)
b. Keputusan Konstitutif
Keputusan konstitutif adalah keputusan itu melahirkan atau menghapuskan suatu
hubungan hukum atau keputusan itu menimbulkan suatu hak baru yang
sebelumnya tidak dipunyai oleh seseorang yang namanya tercantum dalam
keputusan itu, maka ia disebut dengan keputusan yang bersifat konstitutif
(rechtscheppend beschikking). (sumber:Ridwanhr, Hukum Administrasi Negara,
hlm 157, PT Raja grafindo Persada, Jakarta, 2013)
B. Contoh
a. Contoh Keputusan Deklaratoir
1. Pemberian cuti tahunan bagi PNS
2. Surat izin cuti bersarin/melahirkan bagi PNS
3. Pengunduran diri bagi PNS yang mengikuti partai
b. Contoh Keputusan Konstitutif
1. Pemberian cuti karena alasan penting
2. IMB, AMDAL
C. Uraian
a. Keputusan Deklaratoir
Keputusan mempunyai sifat deklaratoir manakala keputusan itu dimaksudkan
untuk menetapkan mengikatkat suatu hubungan hukum atau keputusan itu
maksudnya mengakui suatu hak yang sudah ada. Keputusan yang menyatakan
dasar kewenangan atau hukum yang sudah ada diatur dalam perundang-
undangan.
b. Keputusan Konstitutif
Ketetapan konstitutif memberikan status pada seseorang, lembaga, perusahaan,
sehingga seseorang/lembaga/perusahaan dapat menerapkan aturan hukum
tertentu, ketetapan konstitutif yang mengatur mengenai prestasi atau harapan pada
pemerintahan sehingga lahir bantuan dan subsidi.
D. Perbedaan
Keputusan deklaratoir menyatakan tidak mengubah hak dan kewajiban yang telah ada
tetapi hanya sekedar menyatakan hak dan kewajiban tersebut. Sedangkan, keputusan
konstitutif Meletakan kewajiban untuk melakukan sesuatu/tidak melakukan
sesuatu/memperkenankan sesuatu.

2) Keputusan yang Menguntungkan dan yang Memberi Beban


A. Pengertian
a. Keputusan yang Menguntungkan
Keputusan bersifat menguntungkan (begunstigende beschikking) artinya keputusan
itu memberikan hak-hak atau memberikan kemungkinan untuk memperoleh
sesuatu yang tanpa adanya keputusan itu tidak akan ada atau bilamana keputusan
itu memberikan keringanan beban yang ada atau mungkin ada. (sumber:Ridwanhr,
Hukum Administrasi Negara, hlm 158, PT Raja grafindo Persada, Jakarta, 2013)
b. Keputusan yang Memberi Beban
Keputusan yang memberi beban (belastende beschikking) adalah keputusan yang
meletakkan kewajiban yang sebelumnya tidak ada atau keputusan mengenai
penolakan terhadap permohonan untuk memperoleh keringanan.
(sumber:Ridwanhr, Hukum Administrasi Negara, hlm 158, PT Raja grafindo
Persada, Jakarta, 2013)
B. Contoh
a. Contoh keputusan yang menguntungkan
1. Subsidi, raskin, BLT.
2. Dispensasi, lisensi, kosensi
b. Contoh keputusan yang memberi beban
1. Pajak
C. Uraian
a. Keputusan yang menguntungkan
Merupakan keputusan yang memberikan hak/memperoleh sesuatu sehingga dengan
adanya ketetapan tersebut akan memberikan keringanan beban/menghapuskan
beban.
b. Keputusan yang memberi beban
Keputusan yang memberi beban atau yang memberatkan ini relative lebih mudah
pencabutannya. Dalam hal KTUN memberi beban (misalnya penetapan pajak),
gugatan berasal dari pihak ke II.
D. Perbedaan
Keputusan yang menguntungkan memberikan keringanan yang ada atau mungkin
ada. Sedangkan, keputusan yang memberi beban meletakkan kewajiban untuk
mematuhinya seperti pajak.
3) Keputusan Eenmalig dan Keputusan yang Permanen
A. Pengertian
a. Keputusan Eenmalig
Keputusan Eenmalig adalah keputusan yang hanya berlaku sekali atau keputusan
sepintas lalu, yang dalam istilah lain disebut keputusan yang bersifat kilat (vluctige
beschikking). (sumber:Ridwanhr, Hukum Administrasi Negara, hlm 159, PT Raja
grafindo Persada, Jakarta, 2013)
b. Keputusan Permanen
Keputusan permanen adalah keputusan yang memiliki masa berlaku yang relative
lama. (sumber:Ridwanhr, Hukum Administrasi Negara, hlm 159, PT Raja grafindo
Persada, Jakarta, 2013)
B. Contoh
a. Contoh keputusan Eenmalig
1. IMB (izin mendirikan bangunan)
2. Izin untuk mengadakan rapat umum
b. Contoh keputusan permanen
1. Pemerintah memberi lisensi
2. Pemerintah memberi kosensi
C. Uraian
a. Keputusan Eenmalig
keputusan yang hanya berlaku sekali atau keputusan sepintas lalu atau keputusan
yang bersifat kilat(VluctigeBeschikking). keputusan Permanen adalah keputusan
yang memiliki masa berlaku yang lama. Menurut WF. Prins, ada 4macam
keputusan kilat yaitu keputusan yang bermaksud mengubah redaksi keputusan
lama, Suatu keputusan negative, Penarikan atau pembatalan suatu keputusan,
Suatu pernyataan pelaksanaan (Uitvoerbaarverklaring).
b. Keputusan permanen
keputusan yang bersifat permanen dimana keputusan tersebut berlaku dalam
waktu lama yang disahkan oleh pemerintah seperti pemerintah memberi lisensi
dan pemerintah memberi konsesi.
D. Perbedaan
Ketetapan Eenmalig hanya berlaku sekali saja atau sepintas lalu sedangkan
permanen berlakunya tetap atau dalam waktu yang lama.
4) Keputusan yang Bebas dan yang Terikat
A. Penegrtian
a. Keputusan yang bersifat bebas adalah keputusan yang didasarkan pada
kewenangan bebas (vrije bevoegdheid) atau kebebasan bertindak yang dimiliki
oleh pejabat tata usaha negara baik dalam bentuk kebebasan kebijaksanaan maupun
kebebasan interprestasi. (sumber:Ridwanhr, Hukum Administrasi Negara, hlm 160,
PT Raja grafindo Persada, Jakarta, 2013)
b. Keputusan yang terikat
Keputusan yang terikat adalah keputusan yang didasarkan pada kewenangan
pemerintahan yang bersifat terikat (gebonden bevoegdheid), artinya keputusan itu
hanya melaksanankan ketentuan yang sudah ada tanpa adanya ruang kebebasan
bagi pejabat yang bersangkutan. . (sumber:Ridwanhr, Hukum Administrasi
Negara, hlm 160, PT Raja grafindo Persada, Jakarta, 2013)
B. Contoh
a. Contoh keputusan yang bebas
1.

Keputusan Positif dan Negatif

a. Keputusan positif
Keputusan positif adalah keputusan yang menimbulkan hak dan kewajiban bagi yang
dikenai keputusan.
b. Contoh keputusan positif
c. Keputusan negative
Keputusan negative adalah keputusan yang tidak menimbulkan perubahan keadaan
hukum yang telah ada.

Keputusan Perorangan dan Kebendaan


d. Keputusan perodangan (persoonlijk beschikking)
Keputusan perodangan (persoonlijk beschikking) adalah keputusan yang diterbitkan
berdasarkan kualitas pribadi orang tertentu atau keputusan yang berkaitan dengan
orang.
e. Contoh Keputusan perodangan
1. Keputusan tentang pengangkatan atau pemberhentian seseorang sebagai pegawai
negeri atau sebagai pejabat Negara.
2. Keputusan mengenai surat izin mengemudi, dan sebagainya.
f. Keputusan Kebendaan (zakelijk beschikking)
Keputusan kebendaan adalah keputusan yang di terbitkan atas dasar kualitas
kebendaan atau keputusan yang berkaitan dengan benda.
g. Contoh keputusan kebendaan
1. Sertifikat hak atas tanah