Anda di halaman 1dari 9

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)

STIMULASI SENSORI : SESI 1 PADA PASIEN HALUSINASI

DOSEN : SRI HARYUNI S.Kep.,Ns.,M.Kep

DI SUSUN OLEH :

1. ANNISA RAHMA TRISTIAN (13620820)


2. DEWI TRIANA SAPUTRI (13620831)
3. FAKIH ARIO DAVID (136208)
4. HARIATI (13620842)
5. KHAIRA AMALIA (136208)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS KADIRI
2016
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)

STIMULASI SENSORI : HALUSINASI

A. TOPIK
Sesi 1 TAK Stimulasi Sensori : HALUSINASI

B. TUJUAN
a. TUJUAN UMUM
1. Setelah dilakukan terapi dalam beberapa jangka waktu diharapkan klien
bisa melakukan kegiatan salah satunya menggambar apabila mengalami
halusinasi.
b. TUJUAN KHUSUS
TAK stimulasi sensori bertujuan agar klien mengalami :
1. Peningkatan kepekaan terhadap stimulus
2. Peningkatan kemampuan merasakan keindahan
3. Peningkatan apresiasi terhadap lingkungan

C. LANDASAN TEORI
Kelompok adalah kumpulan individu yang memiliki hubungan satu
dengan yang lain, saling bergantung dan mempunyai norma yang sama (Stuart
& Laraia, 2001 dari Keliat, 2004). Kelompok berfungsi sebagai tempat
berbagi pengalaman dan saling membantu satu sama lain, untuk menemukan
cara menyelesaikan masalah. Anggota kelompok merasa dimiliki, diakui dan
dihargai eksistensinya oleh anggota kelompok yang lain (Keliat, 2004).

Terapi aktivitas kelompok merupakan salah satu terapi modalitas yang


dilakukan perawat kepada sekelompok pasien yang mempunyai masalah
keperawatan yang sama (Keliat, 2004). Wilson dan Kneisl (1992) dalam
Keliat (2004) menyatakan bahwa TAK adalah manual, rekreasi, dan teknik
kreatif untuk memfasilitasi pengalaman seseorang serta meningkatkan respons
sosial dan harga diri. Aktivitas digunakan sebagai terapi, dan kelompok
digunakan sebagai target asuhan. Di dalam kelompok terjadi dinamika
interaksi yang saling bergantung, saling membutuhkan dan menjadi
laboratorium tempat klien berlatih perilaku baru yang adaptif untuk
memperbaiki perilaku lama yang maladaptif.

Terapi aktivitas kelompok yang akan dilakukan adalah terapi aktivitas


kelompok stimulasi sensori. Pada terapi ini aktivitas digunakan sebagai
stimulus pada sensori klien, kemudian diobservasi reaksi sensori klien berupa
ekspresi emosi/perasaan melalui gerakan tubuh, ekspresi muka ucapan.
Biasanya klien yang tidak mau mengungkapkan komunikasi verbal akan
terangsang sensoris emosi dan perasaannya melalui aktivitas.

TAK stimulasi sensori adalah TAK yang di adakan dengan


memberikan stimulus tertentu kepada klien sehingga terjadi perubahan
perilaku.

D. KLIEN
1. Karakteristik/kriteria
a. Klien dapat diajak bekerja sama.
b. Klien yang memiliki pengalaman dengan halusinasi.
2. Proses seleksi
a. Pengkajian oleh mahasiswa
b. Penyeleksian masalah berdasarkan masalah keperawatan
c. Klien tidak disorientasi
d. Klien tidak inkoheren
e. Sehat fisik, cukup kooperatif dan dapat memahami pesan yang
diberikan
f. Mengklarifikasi klien dan bekerja sama dengan perawat ruangan
g. Mengadakan kontrak dengan klien
3. Jumlah klien: Terdiri dari 5 orang
Klien yang mengikuti TAK Stimulasi persepsi mengenal halusinasi
adalah:

E. PENGORGANISASIAN
1. Waktu
a. Hari/tanggal : Senin, 22 Mei 2016
b. Waktu : 08.00 s/d 08.45 WIB (45 menit)
c. Tempat : Ruang H1-04 FIK UNIK

2. Tim terapis
a. Setting:
 Klien dan terapis duduk membentuk lingkaran.
 Ruangan nyaman dan tenang.

K K F K K

L K

CL K
LL
LL
LL
K F K K K

O
Keterangan:

K : Klien L : Leader CL : Co-Leader

O : Observer F : Fasilitator

b. Tim terapis dan uraian tugas


 Leader: Hariati
Uraian tugas:

1. Menjelaskan tujuan pelaksanaan TAK


2. Menjelaskan peraturan kegiatan TAK sebelum kegiatan dimulai
3. Mampu memotivasi anggota untuk aktif dalam kelompok
4. Mampu memimpin TAK dengan baik

 Co Leader: Fakih Ario David


Uraian tugas:

1. Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader tentang aktifitas


klien
2. Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang
3. Mengingatkan leader tentang waktu

 Fasilitator: 1. Annisa Rahma T


2. Dewi Triana S
Uraian tugas:

1. Memfasilitasi klien yang kurang aktif


2. Berperan sebagai role model bagi klien selama kegiatan
berlangsung
3. Mempertahankan kehadiran klien

 Observer: Khaira Amalia


Uraian tugas:
1. Mengobservasi jalannya/ proses kegiatan
2. Mencatat perilaku verbal dan non verbal klien selama
kegiatan berlangsung

3. Metode dan media


a. Metode yang digunakan, antara lain:
 Dinamika kelompok
 menggambar secara seksama
b. Media
 Spidol dan papan tulis
 Kertas dan bulpoin

F. PROSES PELAKSANAAN
1. Persiapan
a. Memilih klien sesuai dengan indikasi, yaitu klien dengan perubahan
stimulasi sensori : gambar
b. Membuat kontrak dengan klien.
c. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan.
2. Orientasi
a. Salam terapeutik
 Salam dari terapis kepada klien.
 Perkenalkan nama dan panggilan terapis (pakai papan nama).
 Menanyakan nama dan panggilan semua klien (beri papan nama).
b. Evaluasi/validasi
 Menanyakan perasaan klien saat ini
c. Kontrak
 Terapis menjelaskan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan,
yaitu mengenal gambar
 Terapis menjelaskan aturan main berikut:
 Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus
meminta izin kepada terapis
 Lama kegiatan 45 menit
 Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai

3. Tahap Kerja
a. Terapis menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan, yaitu
mengenal gambar.
b. Terapis meminta klien menceritakan isi gambar dan jenis gambar.
Mulai dari klien yang sebelah kanan, secara berurutan sampai
semua klien mendapat giliran. Hasilnya tulis di whiteboard.
c. Beri pujian pada klien yang melakukan dengan baik
d. Simpulkan isi gambar, jenis gambar, dan perasaan klien dari
stimulasi sensori menggambar yang dialami.
4. Tahap terminasi
a. Evaluasi
 Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
 Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok
b. Rencana tindak lanjut
c. Terapis meminta klien untuk melaporkan isi gambar, jenis gambar,
dan perasaan klien dari stimulasi sensori gambar yang dialami.
d. Kontrak yang akan datang
 Menyepakati TAK yang akan datang, yaitu cara menstimulasi
sensori gambar
 Menyepakati waktu dan tempat

G. FORMAT EVALUASI
Terlampir
FORMAT EVALUASI

SESI 1: TAK

STIMULASI SENSORI: GAMBAR

Hari/Tangga l: Senin, 22 Mei 2016

Waktu : 11.10-11.40 WIB

Menyebut
Mengenal isi Menyebut jenis Menyebut fungsi perasaan
No. Nama Klien
gambar gambar gambar setelah
menggambar

1 Inayah

2 Ayuk

3 Ani

4 Agus

5 Kris
Telah dilakukan TAK STIMULASI PERSEPSI: HALUSINASI Pada hari senin,
11 Oktober 2012 pukul 11.10-11.40 WIB dengan jumlah peserta 10 Orang.

1. Mustafa : Klien mampu menyebutkan isi halusinasi yaitu menyuruh main,


halusinasi muncul pada siang hari saat klien sedang sendiri. Perasaan
klien saat halusinasi itu muncul tidak senang.
2. Nursandi : Klien mampu menyebutkan isi halusinasi yaitu ada yang mengajak
mengobrol ketika ingin tidur di malam hari, klien merasa terganggu
saat halusinasi muncul.
3. Sofyan : Klien belum mampu untuk menyebutkan isi halusinasi. Klien
belum terbuka dengan perawat dan teman-temannya untuk
berdiskusi mengenai halusinasi yang ia alami
4. Abdul Kodir : Klien mampu untuk menyebutkan isi halusinasi yaitu sering
menyuruhnya untuk marah-marah kepada orang lain atau
menyuruhnya menangis. Klien mengatakan halusinasi muncul saat
sendiri dan melamun. Perasaan klien saat halusinasi muncul yaitu
mengikuti perintah suara tersebut, saat suara tersebut menyuruhnya
untuk marah, klien memarahi siapa saja yang berada didekatnya.
Klien mengatakan merasa terganggu.
5. Ahmad Zainuri: Klien mampu untuk menyebutkan isi halusinasinya. Klien
mengatakan saat halusinasi muncul, matanya bergerk-gerak, bisikan-
bisikan tersebut menyuruhnya untuk mendobrak pintu. Klien
mengatakan halusinasinya muncul pada siang hari, perasaan klien
saat halusinasi itu muncul adalah merasa terganggu karena klien
tidak dapat mengontrolnya. Klien tidak mengetahui penyebab
halusinasinya muncul.