Anda di halaman 1dari 6

PROSIDING SEMINAR NASIONAL KIMIA DAN PENDIDIKAN KIMIA ǀ 2012

SINTESIS ZnO-TiO2/ZAH DAN APLIKASINYA SEBAGAI


FOTOKATALIS UNTUK MENDEGRADASI ZAT WARNA
LIMBAH CAIR INDUSTRI TEKSTIL
Haryadi Aditya1, Dwi Kartika2, Eva Vaulina Y. D.3 dan Puji Lestari 4,
1
Prodi Kimia, Jurusan MIPA FST, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto
2
Prodi Kimia, Jurusan MIPA FST, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto
3
Prodi Kimia, Jurusan MIPA FST, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto
4
Prodi Kimia, Jurusan MIPA FST, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto
Coresponding author: hary.zeroeight@yahoo.com

ABSTRAK
Fotokatalis ZnO-TiO2/ZAH disintesis melalui metode impregnasi logam aktif seng ke dalam TiO 2/ZAH. Sifat
fisikokimia material yang diperoleh ditentukan dengan X-ray diffraction (XRD), X-ray fluorescense (XRF), Gas
sorption analyzer (GSA), dan UV-Vis diffuse reflectance spectrophotometry (DRS UV-Vis). Aktivitas fotokatalis
ZnO-TiO2/ZAH diuji untuk mendegradasi limbah cair industri tekstil dengan penyinaran sinar UV. Hasil
karakterisasi menunjukkan partikel ZnO berhasil terdistribusi dalam TiO2/ZAH. Persentase penurunan COD
limbah cair sebesar 93,5% dengan waktu kontak optimum 3,0144 menit dan jenis deaktivasinya adalah real.

Kata kunci: ZnO-TiO2/ZAH,flow reactor, waktu kontak optimum, COD, deaktivasi

ABSTRACT
In this study, ZnO-TiO2/ZAH photocatalyst were synthesized by impregnation method with active metal sites of
zink from Zn(SO4).7H2O into TiO2/ZAH. The physicochemical propreties of the material were determined by X-
ray diffraction (XRD), X-ray fluorescense (XRF), Gas sorption analyzer (GSA), and UV-Vis diffuse reflectance
spectrophotometry (UV-Vis DRS). The photocatalytic activity of the ZnO-TiO2/ZAH was evaluated by
photocatalytic degradation of textile industry wastewater under UV-irradiation. Result of characterization show
that the ZnO particles were succesfully distributed in TiO2/ZAH. COD reduction in textile industry wastewater at
93.5% with optimum contact time of 3.0144 minutes and deactivation type is real.

Keywords: ZnO-TiO2/ZAH, flow reactor, optimum contact time, COD, deactivation

1. Pendahuluan
Pesatnya perkembangan aktivitas industri tekstil menyebabkan permasalahan lingkungan.
Limbah cair yang dikeluarkan oleh industri tekstil mengandung berbagai zat pewarna yang berbahaya
bagi lingkungan, terutama lingkungan perairan. Zat warna yang dihasilkan dari proses pewarnaan tekstil
lebih dari 7×105 ton limbah dan terdapat 100.000 jenis zat warna yang terkandung didalamnya [1]. Zat
warna yang sering digunakan dalam industri tekstil,seperti rodamin B, metilen biru, dan metil merah,
sulit untuk didegradasi sehingga menjadi perhatian penting dalam proses pengolahan limbah industri
tekstil.
Metode degradasi zat warna pada industri tekstil telah banyak dikembangkan. Metode adsorbsi,
biodegradasi, klorinasi, ozonasi, dan metode-metode yang lebih modern, seperti koagulasi kombinasi,
oksidasi elektrokimia, flokulasi, osmosis balik dan adsorbsi menggunakan karbon aktif, banyak
digunakan dalam pengolahan zat warna pada limbah cair industri tekstil. Metode-metode tersebut cukup
efektif, namun memerlukan biaya operasional yang tidak sedikit dan memiliki banyak kelemahan yaitu
munculnya permasalahan baru seperti dihasilkannya senyawa dengan tingkat polutan yang lebih
terkonsentrasi. Metode alternatif yang dikembangkan saat ini untuk mendegradasi zat warna pada
limbah cair industri tekstil yaitu fotodegradasi dengan menggunakan bahan fotokatalis.
Fotokatalis yang mendapat perhatian utama dan banyak dikembangkan adalah bahan
semikonduktor oksida logam, seperti TiO2, ZnO, dan Fe2O3. Penelitian mengenai aktivitas fotokatalitik
titanium dioksida murni (TiO2) dalam mendegradasi senyawa organik telah banyak dilakukan karena
relatif murah dan relatif stabil [2]. Penelitian ZnO sebagai fotokatalis menunjukan efisiensi waktu dan
energi pada proses degradasi senyawa metilen biru [3]. Penelitian fotodegradasi zat warna

Inovasi Kimia yang Berkelanjutan dalam Upaya Peningkatan Daya Saing bangsa 222
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KIMIA DAN PENDIDIKAN KIMIA │ 2012

menggunakan fotokatalis ZnO-TiO2 menghasilkan aktivitas fotokatalis yang tinggi dalam degradasi zat
warna metilen biru [4].
Aktivitas fotokatalis dapat ditingkatkan melalui pengembanan pada material pendukung. Salah
satu yang dapat digunakan sebagai material pendukung tersebut adalah zeolit alam. Beberapa
keuntungan diharapkan dari pengembanan fotokatalis pada zeolit alam antara lain potensi zeolit alam
yang melimpah di Indonesia serta stabilitas yang tinggi pada kondisi asam. Material fotokatalis yang
teremban pada zeolit alam memiliki fungsi ganda yaitu sebagai adsorben serta sebagai fotokatalis.
Peranan fotokatalis akan terlihat dari peningkatan kualitas hasil olahan berdasar penurunan angka
chemical oxygen demand (COD), angka total suspended solid (TSS) serta kadar ion sianida dari limbah
hasil olahan [5].
Degradasi zat warna menggunakan fotokatalis menggunakan reaktor telah banyak dilakukan.
Reaktor dengan sistem batch dan sistem alir (flow reactor) merupakan aplikasi untuk mempermudah
proses degradasi limbah cair. Mekanisme penggunaan reaktor sistem alir (flow reactor) dilakukan
dengan melewatkan limbah cair pada partikel fotokatalis dalam fasa diam [6].
Berdasarkan uraian tersebut, degradasi zat warna industri tekstil diharapkan dapat dilakukan
dengan menggunakan fotokatalis ZnO-TiO2/ZAH dengan menggunakan reaktor system alir (flow
reactor). Fotokatalis tersebut diharapkan lebih tinggi aktivitasnya dalam mendegradasi zat warna
industri tekstil sehingga limbah zat warna dapat menjadi senyawa yang sangat sederhana dan aman bagi
lingkungan.

2. Metode Penelitian
2.1. Alat dan bahan
Alat yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah alat-alat gelas, termometer, seperangkat
reaktor sistem alir, lampu UV C 15 W, oven precision, microwave oven electrolux, X-Ray
Diffractometer Shimadzu XRD-6000, Diffuse Reflectance Spectroscopy (DRS-UV). Bahan digunakan
adalah TiCl4 9,01 M, Zn(SO4).7H2O, zeolit alam yang berasal dari Kec. Gedangsari Kab. Wonosari
Yogyakarta, akuades, HCl 37% v/v (Merck), dan limbah cair industri tekstil.

2.2. Sintesis Fotokatalis ZnO-TiO2/ZAH


Sintesi fotokatalis ZnO-TiO2/ZAH diawali dengan melakukan aktivasi zeolit alam menggunakan
HCl 5 M melalui proses refluks Selma 30 menit pada temperatur 90oC. zeolit kemudian dikeringkan
dan dikalsinasi menggunakan microwave 800 Watt selama 5 menit sehingga diperoleh ZAH. ZAH yang
diperoleh dilakukan pertukaran kation dengan larutan Ti4+ dari TiCl4 dilanjutkan dengan netralisasi dan
oksidasi. Oksidasi bertujuan untuk mengubah Ti4+ menjadi TiO2 yang akan terdistribusi pada rongga
zeolit sehingga diperoleh TiO2/ZAH. TiO2/ZAH yang diperoleh kemudian didispersikan dengan
precursor penghasil dopan ZnO (Zn(SO4).7H2O) dengan metode impregnasi. Diperoleh fotokatalis
ZnO-TiO2/ZAH yang kemudian dilakukan karakterisasi menggunakan XRD dan UV-DRS.

2.3. Proses fotodegradasi menggunakan fotokatalis ZnO-TiO2/ZAH


Fotokatalis ZnO-TiO2/ZAH disiapkan dengan berat 1, 2, 3, 4, dan 5 gram. Buret diisi dengan
masing-masing fotokatalis, kemudian limbah cair industri tekstil dialirkan melewati fotokatalis dengan
variasi laju alir 2,5 mL/menit dan disinari 2 buah lampu UV C (masing-masing 15 watt) hingga
diperoleh efluen sebanyak 50 mL. Fotokatalis dengan berat 5 gram dilakukan perulangan sebanyak 5
kali untuk mengetahui aktivitas fotokatalis tersebut. Angka COD ditentukan terhadap eflulen yang
diperoleh.

3. Hasil dan Pembahasan


Gambar 1 adalah hasil karakterisasi ZAH dan fotokatalis ZnO-TiO2/ZAH dengan menggunakan
XRD. Jenis mineral yang dominan terkandung dalam ZAH dan ZnO-TiO2/ZAH adalah mordenit dan
klinoptilolit. Jenis mineral lain yang terdapat dalam difraktogram adalah kuarsa yang merupakan
pengotor. Jenis mordenit paling banyak terdapat pada difraktogram ZAH, tetapi pada difraktogram
ZnO-TiO2/ZAH terjadi penurunan intensitas serapan. Penurunan intensitas serapan yang menunjukan
berkurangnya tingkat kekristalan terjadi karena rusaknya struktur zeolit akibat adanya proses kalsinasi
menggunakan microwave 800 Watt yang dilakukan berulang kali [7]. Kandungan ZnO terlihat pada 2θ

223 Inovasi Kimia yang Berkelanjutan dalam Upaya Peningkatan Daya Saing bangsa
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KIMIA DAN PENDIDIKAN KIMIA ǀ 2012

= 62.8740 dan TiO2 dan 2θ = 25.1200; 25.3080; 27.5400; dan 32.1800. Sudut refleksi ZnO dan TiO2
yang nampak sedikit karena puncak-puncak 2θ lain yang berimpitan dengan 2θ ZAH.

(a) (b)
Gambar 1. Difraktogram X-Ray diffractometer (XRD), (a) ZAH dan
(b) ZnO-TiO2/ZAH

Gambar 2 adalah hasil karakterisasi dengan menggunakan UV-DRS (UV- diffuse reflectance
spectroscopy). Gambar 2 (a) menunjukan spektrum UV-DRS dari ZAH dan ZnO-TiO2/ZAH dengan
menampilkan fungsi Kubelka-Munk (F(R)). Fungsi Kubelka-Munk ditentukan dari data spektrum
reflekstansi menggunakan persamaan

(1−R)2
F(R) = .........................................................................................
2R

Fungsi Kubelka-Munk yang diperoleh digunakan untuk menentukan energi celah pita. Energi celah pita
ditentukan dengan membuat Tauc Plot antara (F(R).hv)2 terhadap hv (Gambar 2 (b)). Panjang
gelombang dan energi celah pita ditentukan dengan mengekstrapolasikan garis lurus ke arah sumbu x.
Diperoleh energi celah pita fotokatalis ZnO-TiO2/ZAH yaitu sebesar 3,602 eV. Energi celah pita
fotokatalis tersebut meningkat dari masing-masing fotokatalis yang tidak didopankan, yaitu 3,2 eV,
untuk fotokatalis TiO2 [8], dan 3,2 – 3.3 untuk fotokatalis ZnO [9]. Hasil penelitian yang telah dilakukan
[10], energi celah pita ZnO yang berstruktur zinc-blende adalah sebesar 3.59 eV. Hal ini menunjukan
fotokatalis ZnO-TiO2/ZAH mempunyai energi celah pita yang mendekati dengan ZnO berstruktur zinc-
blende. Faktor lain yang mempengaruhi energi celah pita fotokatalis ZnO-TiO2/ZAH yang tinggi
dikarenakan adanya efek imobilisasi fotokatalis TiO2 dan ZnO dengan partikel yang dibuat lebih kecil
untuk diembankan kedalam ZAH [11]. Ukuran partikel fotokatalis yang mengecil, menyebabkan energi
celah pita menjadi besar dan bergesernya panjang gelombang menjadi lebih kecil [12].
Fotokatalis ZnO-TiO2/ZAH hasil sintesis digunakan sebagai fotokatalis pada fotodegradasi zat
warna limbah cair indusrti tekstil. Persentase penurunan COD dilakukan berdasarkan variasi massa
fotokatalis ZnO-TiO2/ZAH yang menentukan lama waktu kontak antara fotokatalis dengan limbah cair.
Gambar 3 menunjukan semakin lama waktu kontak antara limbah cair dengan fotokatalis maka
persentase penurunan COD semakin besar. Persentase penurunan COD paling besar yaitu 93,5%
dengan waktu kontak 3,0144 menit dan yang paling kecil yaitu sebesar 50% dengan waktu kontak
0,8792 menit. Semakin lama waktu kontak menyebabkan persentase penurunan COD yang semakin
besar sehingga proses degradasi zat warna berlangsung dengan baik. Berbeda dengan waktu kontak
paling cepat (0,8792 menit) yang menyebabkan proses degradasi kurang baik, sehingga persentase
penurunan COD rendah.
Proses adsorbsi zat warna ke permukaan fotokatalis, yang secara simultan disertai dengan
proses oksidasi fotokatalitik, terjadi setelah adanya kontak dengan fotokatalis. Waktu kontak yang
singkat menyebabkan tumbukan antara molekul-molekul zat warna dengan fotokatalis terlalu cepat.
Akibatnya, proses fotodegradasi pada permukaan fotokatalis kurang optimal karena terdorong oleh
molekul-molekul zat warna lain yang akan melewati permukaan fotokatalis [13]. Hal ini berpengaruh
terhadap proses degradasi yang belum sempurna, sehingga penurunan COD menjadi rendah. Berbeda
dengan waktu kontak yang lama, interaksi antara zat warna dengan fotokatalis semakin lama, sehingga

Inovasi Kimia yang Berkelanjutan dalam Upaya Peningkatan Daya Saing bangsa 224
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KIMIA DAN PENDIDIKAN KIMIA │ 2012

proses degradasi akan optimal. Hal tersebut terjadi karena molekul-molekul zat warna melewati
permukaan fotokatalis dengan merata tanpa adanya dorongan dari molekul-molekul lain yang akan
melewati permukaan fotokatalis.

(a)

ZAH
ZnO-TiO2/ZAH
F (R)

Panjang gelombang (nm)

(b)
[F(R)hv]2

ZAH
ZnO-TiO2/ZAH

hv

Gambar 2. (a)Spektrum UV-Vis DRS dari ZAH dan fotokatalis ZnO-TiO2/ZAH (b)Tauc Plot untuk
memperoleh energi celah pita dari ZAH dan fotokatalis ZnO-TiO2/ZAH.
Penurunan COD (%)

Waktu Kontak (menit)

Gambar 3. Persentase penurunan angka COD berdasarkan waktu kontak antara limbah cair
dengan fotokatalis ZnO-TiO2/ZAH

Aktifitas fotokatalis dalam mendegradasi zat warna limbah cair dapat berkurang seiring dengan
bertambahnya limbah cair yang akan melewati fotokatalis tersebut. Perulangan dilakukan untuk
mengetahui pengaruhnya terhadap aktivitas fotokatalis. Perulangan dilakukan sebanyak 5 kali dengan
menggunakan 5 gram fotokatalis dengan waktu kontak antara limbah cair dengan fotokatalis yaitu
3,0144 menit. Gambar 4 menunjukan semakin banyak perulangan yang dilakukan maka persentase
penurunan COD semakin kecil. Persentase penurunan COD optimum berada pada perulangan pertama,

225 Inovasi Kimia yang Berkelanjutan dalam Upaya Peningkatan Daya Saing bangsa
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KIMIA DAN PENDIDIKAN KIMIA ǀ 2012

dimana air limbah pertama kali melakukan kontak dengan fotokatalis, yaitu sebesar 93,5%. Perulangan
yang selanjutnya, yaitu dari kedua sampai kelima, persentase penurunan COD semakin kecil.
Perulangan yang dilakukan berkali-kali pada fotokatalis ZnO-TiO2/ZAH, menyebabkan kemampuan
untuk mendegradasi zat warna semakin menurun. Penurunan aktivitas fotokatalis disebabkan karena
permukaan ZAH sebagai adsorben sudah jenuh oleh zat warna pada limbah cair. Keadaan jenuh tersebut
menyebabkan permukaan fotokatalis tertutup, sehingga penetrasi sinar UV kedalam fotokatalis
menyebabkan penurunan. Faktor lain yang menyebabkan penurunan aktifitas fotokatalis adalah ZnO-
TiO2 sudah habis bereaksi sehingga tidak mampu lagi menghasilkan radikal ·OH. Radikal ·OH tersebut
yang kemudian digunakan untuk menguraikan senyawa organik termasuk termasuk zat warna zat warna
dalam limbah cair tersebut [14]. Mekanisme fotokatalistik dapat dijelaskan sebagai berikut [15]:

Semiconductor + hv h+ + e-

Semiconductor (e-) + O2 Semiconductor + •O2

•O2 + H+ HO2•

•O2 + HO2• O2 + •OH + H2O2

2HO2• O2 + H2O2

Semiconductor (e-) + H2O2 Semiconductor + •OH + -OH

Semiconductor (h+) + -OH •OH

•OH + Dye Molecule Intermediates CO2 + H2O + Mineral Salts

Jenis deaktivasi fotokatalis tersebut adalah real, dimana aktivitas fotokatalis semakin menurun
seiring penambahan waktu kontak antara fotokatalis dengan limbah cair. Penurunan tersebut terjadi
dengan stabil, artinya aktivitas fotokatalis tidak turun drastis saat waktu kontak antara fotokatalis
dengan limbah cair bertambah. Hal menunjukan bahwa fotokatalis dapat digunakan secara berulang-
ulang dengan waktu pakai relatif lama, sehingga regenerasi fotokatalis tidak sering dilakukan [15].
Penurunan COD (%)

Uji Aktivitas Ke-

Gambar 4. Persentase penurunan COD berdasarkan pengaruh perulangan antara limbah cair dengan
fotokatalis ZnO-TiO2/ZAH

4. Simpulan
Fotokatalis ZnO-TiO2/ZAH dapat disintesi sesuai dengan analisis X-Ray Diffractometer
(XRD) yang menunjukan kandungan ZnO terlihat pada 2θ = 62.8740 dan TiO2 terlihat pada 2θ
= 62.8740 dan 2θ = 25.1200; 25.3080; 27.5400; dan 32.1800 dengan energi celah pita sebesar
3,602 eV. Waktu kontak optimum fotokatalis ZnO-TiO2/ZAH dengan zat warna pada limbah
cair industri tekstil adalah 3,0144 dengan persentase penurunan COD sebesar 93,5% dan
mempunyai jenis deaktivasi real.

Inovasi Kimia yang Berkelanjutan dalam Upaya Peningkatan Daya Saing bangsa 226
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KIMIA DAN PENDIDIKAN KIMIA │ 2012

Ucapan Terima kasih


Ucapan terima kasih disampaikan kepada DIKTI atas biaya penelitian melalui hibah bersaing
2011-2012

Referensi
[1] T. Robinson, G. Mc Mulland, and Marchant, “Remediation of Dyes in Textile Effluent: A
Critical Review on Current Treatment Technologies with A Proposed Alternatif”, Bioresource
Technologies, vol. 77, hal. 247-255, 2001.
[2] I. Fatimah, K. Wijaya, Narsito and S. Wang, “Preparation of TiO2 /Aluminium Pillared
Montmorillonite and its Application for Methylene Blue Photodegradation under UV
Illumination”. World Journal of Chemistry, vol. 4, no.1, hal. 21-26, 2009.
[3] S. Darajat, H. Aziz, dan S. Alif, “Seng Oksida Sebagai Fotokatalis pada Proses degradasi
Senyawa Metilen Biru”. J. Ris Kim, vol I, no 2, 2008.
[4] N. Bamba, S. Kuribara, and T. Fukami, “TiO2-ZnO Porous Films Formed by ZnO Dissolution”,
AZojomo Journal of Material, vol. 3, 2007.
[5] I. Fatimah dan K. Wijaya, “Sintesis TiO2/Zeolit Sebagai Fotokatalis pada Pengolahan Limbah
Cair Industri Tapioka Secara Adsorpsi-Fotodegradasi”, TEKNOIN, vol. 10, no. 4, 2005.
[6] G. Lia nd X. S. Zhao, “Characterization and Photocatalytic Properties of Titanium-Containing
Mesoporous SBA-15”. Ind. Eng. Chem. Res., vol. 45, hal. 3569-3573, 2006.
[7] K. Wijaya, E. Sugiharto, I. Fatimah, I. Tahir, dan Rudatiningsih, “Photodegradation of Alizarin
S Dye Using TiO2-Zeolite and UV Radiation”, Indo. J. Chem, vol.6, no.1, hal. 32-37, 2006.
[8] J. Gunlazuardi, ”Fotokatalik Pada Permukaan TiO2: Aspek Fundamental dan Aplikasinya”,
dalam Seminar Nasional Kimia Fisika II, FMIPA-Universitas Indonesia, Jakarta, 2001.
[9] M. Muftazani, “Pengaruh Doping Sn terhadap Sifat Listrik dan Optik Lapisan Tipis ZnO
dideposisikan dengan Metoda Spray Pyrolysis”, Tesis Magister, Departemen Teknik fisika ITB,
Bandung, 2004.
[10] M. Oshikiri and F. Aryasetiawan, “Band Gaps and Quasiparticle Energy Calculations on ZnO,
ZnS, and ZnSe in the Zinc-Blende Structure by the GW Approximation”, Physical Review B,
vol. 60, no. 15, 1999.
[11] I. Fatimah, S. Wang, and D. Wulandari, “ZnO/Montmorillonite for Photocatalytic and
Photochemical Degradation of Methylene Blue”, Aplied Clay Science, vol. 53, hal. 553-560,
2011.
[12] W. Budiawan, A. Syabba, M. Abdullah, dan Khairurrijal, “Luminescence Nanopartikel Emisi
Cahaya Tampak Sebagai Tinta Pengaman”, Jurnal Sains Materi Indonesia, ISSN 1411-1098
Hal. 180-182, 2006.
[13] D. Kartika, Triyono, K. Wijaya, D. Yuanita, dan D. Setyawan, “Pemanfaatan Katalis Ni/Zeolit
pada Hidrogenasi Katalitik Metil Palmitat Menjadi Setil Alkohol”, Molekul, vol. 5. no. 2, hal.
83 – 88, 2010.
[14] M.R. Hoffmann, S. T. Martin, W. Choi, and D. W. Bahnemann, “Environmental Applications
of Semiconductor Photocatalysis”, Chem Rev: American Chemical Society, vol. 95, no. 1, 1995.
[15] J. C.Yu and L. Y. L. Chan, “Photocatalytic Degradation of a Gaseous Organic Polution”,
Journal Chemical Education, vol. 75, no. 6, 1998.
[16] J. Hagen, “Industrial Catalysis”, WILEY-VCHverlag GmbH & Co. KGaA, Weinheim,
Germany, 2006.

227 Inovasi Kimia yang Berkelanjutan dalam Upaya Peningkatan Daya Saing bangsa