Anda di halaman 1dari 26

PRAKTIKUM SISTEM VIDEO

PERCOBAAN 1

PATTERN GENERATOR

Oleh:
Wahyu Rizkia Rohmah
KELOMPOK 5 : JTD 3E/22

PROGRAM STUDI JARINGAN TELEKOMUNIKASI DIGITAL


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2017-2018
PERCOBAAN 1
PATTERN GENERATOR

1. Tujuan
1.1 Mengenal pola-pola dasar pada Pattern Generator.
1.2 Mengukur frekuensi pemayaran Horisontal dan pemayaran Vertikal
1.3 Mengidentifikasi jenis sinyal Video yang dihasilkan Pattern Generator
1.4 Mengukur video komposit dan tegangan standard pada masing-masing pola.
1.5 Membandingkan bentuk gambar di Layar TV dengan sinyal Gambar di Osciloscoope
dan menganalisanya.

2. Peralatan yang Digunakan


2.1 Pattern Generator sinyal TV : LODESTAR CPG-1367A

2.2 Oscilloscope 40 MHz


2.3 Kabel penghubung BNC - RCA 75 Ω

2.4 Kabel penghubung BNC - BNC 75 Ω

2.5 Konektor T-BNC

2.6 Passive Probe


2.7 Televisi Tabung

3. Diagram Rangkaian

4. Dasar Teori
Sumber pola gambar (pattern generator) sangat pada teknik video (televisi) untuk
maksud pengaturan atau pencarian kesalahan. Ada berbagai macam pola gambar dengan
berbagai macam keperluannya. Dari begitu banyak pola gambar yang ada, ada beberapa pola
gambar yang umum digunakan kegunaannya tidak amat spesifik.
Macam-macam Pola Gambar dan Kegunaannya yakni :
a. Bintik-bintik (Dot)
Untuk memeriksa dan mengatur konvergensi statis di tengah layar dengan kecerahan
yang rendah. Hal ini harus dikerjakan sesuai petunjuk pembuat pesawat televisi.
b. Kotak-kotak (crosshach)
Pola kotak-kotak dengan garis horisontal dan garis vertikal dengan warna latar
belakang hitam dan warna garis putih.
1. Untuk memeriksa dan mengatur konvergensi dinamik horisontal dan vertikal dan
konvergensi sudut.
2. Dengan linieritas pembelokan (defleksi) horisontal dan vertikal yang benar, garis putih
horisontal harus berbentuk segi empat sama sisi.Jika tidak, maka pesawat dapat
diperiksa kebenaran tanggapan amplitudonya. Garis putih vertikal seharusnya lebarnya
200 ns.Jika garis ini tidak tajam dan terlihat lebih rendah intensitasnya dibanding garis
horisontalnya, dimungkinkan tanggapan amplitudo penerima tidak cukup.Jika garis
vertikal terlihat ganda, rangkaian penerima mungkin bergetar.
3. Untuk pemeriksaan pengoreksi pin-cushion pesawat penerima. Dengan konvergensi
yang benar, segi empat di sudut layar harus kira-kira sama dengan segi empat di tengah
layar pada jarak penglihatan normal.
c. Putih (white)
Pola ini berisi sinyal 100% putih (tanpa informasi warna) dengan burst bergantian.
1. Gambar untuk kecerahan yang konstan pada seluruh layar (tida ada hum, dll.)
2. Tabung gambar warna untuk pengaturan putih yang baik (white-D).
3. Pembatasan dari arus tembakan pada tabung gambar warna.
4. Untuk recorder video pola ini sangat ideal untuk pengaturan arus penulisan (rekam)
luminansi. Pola ini dapat pula untuk mengatur demodulator FM (pengaturan level
putih).
d. Balok Warna (color)
Balok warna (color bar) terdiri dari 8 balok warna vertikal standart dan sebuah balok
referensi horisontal. Balok 8 warna disusun dalam urutan penyusutan luminan. Dari kiri ke
kanan balok warna itu adalah putih D, kuning, cyan, hijau, magenta, merah, biru, dan
hitam.Pola ini digunakan untuk menset kontrol operasi pesawat penerima pada posisi yang
benar.Balok horisontal (level putih) pada bagian bawah pola ini digunakan sebagai standart
saat mengatur amplitudo sinyal beda warna dengan hubungan dengan sinyal luminan dalam
tabung gambar. Sinyal dapat digunakan untuk pengaturan ulang amplitudo sinyal dari
rangkaian demodulator dan matrik, sebagai keluarannya dapat dibandingkan dengan balok
referensi. Selain kegunaan di atas, pola ini dapat digunakan untuk memeriksa penampilan
warna secara keseluruhan. Jadi dapat pula digunakan pemeriksaan dan pengaturan pada
penerima atau VCR :
1. Pemeriksaan pengunci burst.
2. Pemeriksaan AGC warna dan pemati warna.
3. Pemeriksaan rangkaian reaktansi dari regenerator subcarrier.
4. Pemeriksaan sinkronisasi dari regenerator subcarrier.
5. Pemeriksaan rangkaian pengenal (identification) PAL.

e. Sinyal Sinkronisasi
Sinyal sinkronisasi adalah suatu sinyal yang selalu diberikan secara periodik dan
tetap, berfungsi untuk mengemudikan jalannya scaning raster disetiap pesawat televisi
sehingga pembentukan sinyal video menjadi gambar akan tetap dan tepat susunannya sama
dengan posisi semula di bidang rastekamera (produksi gambar), maka dari itu sinyal
sinkronisasi selalu disertakan bersama dengan sinyal video kemanapun dikirimnya.
Untuk pembentukan raster dengan sistem scanning ini maka diperlukan dua macam
sinkronisasi yaitu:
1. Sinyal sinkronisasi horizontal yaitu untuk scanning horizontal yang diberikan pada
setiap retrace horizontal.
2. Sinyal sinkronisasi vertical yaitu untuk scanning vertikal yang diberikan pada setiap
retrace vertikal.

Sinyal video yang dilengkapi dengan sinyal-sinyal sinkronisasi disebut dengan sinyal
video komplit (Composite Video Signa/CVSl), sedangkan untuk sinyal video berwarna
disebut Color Composite Video Signal (CCVS). Karena pada sinyal video tersebut telah
ditambahkan sinyal-sinyal informasi warna, yaitu sinyal Burst dan sinyal Color Sub
Carrier.

5. Prosedur Percobaan
Adapun prosedur percobaan pada praktikum ini adalah
1) Set-up peralatan seperti pada gambar di bawah.

Gambar 2. Setup rangkaiannya


2) Menghubungkan Patern Generator dengan catu daya 8, 5 V, kemudian ON-kan instrumen dan led
akan menyala.

3) Saklar output pada Pattern Generator atur pada VIDEO


4) tombol dibawah ini untuk menghidupkan Osiloskop :

5) Klik tombol 1 warna kuning lalu ubah coupling ke Ground terlebih dahulu agar tidak terjadi
interferensi pada saat pengkalibrasian

6) Mengatur garis Horizontal pada posisi Ch1 pada titik tengah display di Osiloskop
7) Lalu menghubungkan kabel BNC tersebut yang sudah terhubung dengan Pattern generator dan
Televisi

8) Setelah terhubung ubah coupling pada posisi AC agar mendapatkan bentuk sinyal

9) Mengatur Volt/Div dan Time/Div

10) Amati dan gambar (foto) sinyal sinkronisasi dan pengosongan horisontal, pengosongan
vertikal, serambi depan dan belakang, dan informasi gambar masing-masing pola.
11) Dari gambar bentuk gelombang, tentukan tegangannya.
amati dan ambil gambar (foto) bentuk gelombangnya pada pola :
 DOTS
 Cross Hatch
 Vert Lines
 Horiz Lines
 Raster
 Color
12) Saklar output pada Pattern Generator letakkan pada IF dan amati bentuk gelombang untuk setiap
pola dan ukur frekuensinya, ambil gambar (foto).
13) Dari gambar bentuk gelombang langkah 6, tentukan tegangannya.
14) Analisa gambar sinyal untuk satu frame (gambar diam) pada video komposit, tentukan level dan
periodanya.
6. Hasil Percobaan

TEST
TV Osiloskop OUTPUT PADA OSCILOSCOPE
POINT

Volt/div = 200mV

Osciloscope Time/div = 10 us
Sinyal Vpp = 984 mV
Informasi
T = 3,207 us
(Garis-garis
Frekuensi = 3,118
Vertikal)
kHz

Osciloscope
Sinyal
CONVERGENCE Informasi
(Garis-garis
Horizontal)

Osciloscope
Sinyal
Informasi
(Garis-garis
dot)

Volt/div = 200mV

Time/div = 10 us
Osciloscope Vpp = 952 mV
Sinyal T = 7,75 us
CIRCLE Informasi
Frekeunsi = 12,90
(garis -garis
kHz
Vertical)
Osciloscope
Sinyal
Informasi
(garis-garis
Horisontal)

Osciloscope
Sinyal
Informasi
garis-garis
Lingkaran)

Osciloscope
Sinyal
Informasi
garis-garis
dot)

Volt/div = 200mV

Time/div = 10 us
Osciloscope
Sinyal Vpp = 1,25 V

Informasi T = 8,496 us
STEP
(garis - garis Frekuensi= 11,77
Horisontal) kHz
Volt/div = 200 Mv

Osciloscope Time/div = 10 us

Sinyal Vpp = 504 mV

Informasi T = 5,316 us

(Frame Frekuensi = 188,1


Hitam) kHz

WINDOW

Osciloscope

Sinyal
Informasi

(Frame Putih
dan Hitam)

Volt/div = 200 mv
Osciloscope
Time/div = 10 us
Sinyal
Vpp = 1,12 V
Informasi
RASTER T = 63,89 us
(Pemayaran
Frekuensi = 15,62
Horisontal)
kHz

Volt/div = 200 mV

Time/div = 10 us
Osciloscope
Vpp = 1.24 V
Sinyal
Informasi T = 6,009 us
MULTIBURST
(Pemayaran Frekuensi = 16,64

Horisontal) kHz
Volt/div = 200 mV

Osciloscope Time/div = 10 us

Sinyal Vpp = 1,18 V

Informasi T = 6,963 Ns
MULTICOLOR
(Pemayaran Frekuensi = 14,36
Horisontal) kHz

7. Analisa percobaan

a. Pola Convergence
Terbentuk gambar pola garis yang membentuk kotak-kotak dengan titik di tengah
kotak-kotak tersebut. Maka terdapat frame yang membentuk pola garis horizontal, frame
yang membentuk garis vertical, frame yang membentuk garis vertical dan titik.

Sinyal informasi (garis-garis horizontal)

Membentuk garis
horizontal putih

1) Garis vertical yang memotong horizontal dan titik = 19 x 2 = 38


2) Garis vertical yang memotong garis horizontal terletak pada frame
a. Genap : 28, 56, 84, 112, 140, 168, 196, 224, 252, 280, 308, 336, 364, 392, 420,
448, 476, 504, 524
b. Ganjil ; 29, 59, 85, 113, 141, 169, 197, 225, 253, 281, 309, 337, 365,393, 421,
449, 477, 505, 525

Sinyal informasi (garis-garis vertical)


1) Garis vertical yang memotong horizontal dan titik = 19 x 2 = 38
2) Garis vertical yang memotong garis horizontal terletak pada frame
a. Genap : 28, 56, 84, 112, 140, 168, 196, 224, 252, 280, 308, 336, 364, 392, 420,
448, 476, 504, 524
b. Ganjil ; 29, 59, 85, 113, 141, 169, 197, 225, 253, 281, 309, 337, 365,393, 421,
449, 477, 505, 525

1) Garis vertical yang memotong horizontal dan titik = 19 x 2 = 38


2) Garis vertical yang memotong garis horizontal terletak pada frame
a. Genap : 28, 56, 84, 112, 140, 168, 196, 224, 252, 280, 308, 336, 364, 392, 420,
448, 476, 504, 524
b. Ganjil ; 29, 59, 85, 113, 141, 169, 197, 225, 253, 281, 309, 337, 365,393, 421,
449, 477, 505, 525
Berdasarkan hasil percobaan, ada layar televisi terlihat bahwa pola yang
muncul adalah kumpulan garis persegi yang tersebar membentuk matrik dengan layar
berwarna hitam sesuai dengan modul pattern generator. Sedangkan pada layar
osiloskop yang muncul adalah deretan sinyal sinus yang memiliki frekuensi 3,118 kHz
dan tegangan 0,984 volt. Pada Periode Pola Cross Hatch frame yang berkerja adalah
gabungan dari frame horizontal line dan vertical line.

Yaitu pada frame ganjil 29, 59, 85, 113, 141, 169, 197, 225, 253, 281, 309,
337, 365,393, 421, 449, 477, 505, 525. Pada frame genap 28, 56, 84, 112, 140, 168,
196, 224, 252, 280, 308, 336, 364, 392, 420, 448, 476, 504, 524. Garis untuk vertikal
dan horizontal berwarna putih dan dominan belakang berwarna hitam.

b. Pola Circle
Terbentuk gambar dengan pola garis- garis yang membentuk kotak-kotak
dimana terdapat titik di tengah kotak-kotak tersebut dan terdapat pola tambahan
berupa lingkaran besar. Dengan pola gambar itu maka terdapat frame yang
membentuk pola garis horizontal, frame yang membentuk garis vertical, frame
yang membentuk garis vertical dan titik(pada kotak) dan frame yang membentuk
lingkaran besar.

Sinyal informasi (garis-garis vertical)


1) Garis vertical yang memotong horizontal dan titik = 19 x 2 = 38
2) Garis vertical yang memotong garis horizontal terletak pada frame
a. Genap : 28, 56, 84, 112, 140, 168, 196, 224, 252, 280, 308, 336, 364, 392, 420,
448, 476, 504, 524
b. Ganjl ; 29, 59, 85, 113, 141, 169, 197, 225, 253, 281, 309, 337, 365,393, 421,
449, 477, 505, 525

1) Garis vertical yang memotong garis horizontal, titik dan lingkaran = (19 x 2) +2 =40
2) Garis vertical yang memotong garis horizontal, titik dan lingkaran terletak pada frame
:
a. Genap : 28, 56, 84, 114, 142, 170, 198, 226, 254, 282, 310, 338, 366, 394, 422,
448, 476, 504, 524
b. Ganjl ; 29, 59, 85, 115, 143, 171, 199, 227, 255, 283, 311, 339, 367,395, 423,
449, 477, 505, 525

Sinyal informasi (garis-garis horizontahorizontal)


1) Garis vertical yang memotong garis horizontal, titik dan lingkaran = (13 x 2) +2 =28
2) Garis vertical yang memotong garis horizontal, titik dan lingkaran terletak pada frame
:
a. Genap : 28, 56, 84, 114, 142, 170, 198, 226, 254, 282, 310, 338, 366, 394, 422,
448, 476, 504, 524
b. Ganjl ; 29, 59, 85, 115, 143, 171, 199, 227, 255, 283, 311, 339, 367,395, 423,
449, 477, 505, 525

Sinyal informasi (garis-garis lingkaran)

1) Garis vertical yang memotong garis horizontal, titik dan lingkaran = (19 x 2) +2 =40
2) Garis vertical yang memotong garis horizontal, titik dan lingkaran terletak pada frame
:
a. Genap : 28, 56, 84, 114, 142, 170, 198, 226, 254, 282, 310, 338, 366, 394, 422,
448, 476, 504, 524
b. Ganjl ; 29, 59, 85, 115, 143, 171, 199, 227, 255, 283, 311, 339, 367,395, 423,
449, 477, 505, 525
1) Garis vertical yang memotong garis horizontal, titik dan lingkaran = (19 x 2) +2 =40
2) Garis vertical yang memotong garis horizontal, titik dan lingkaran terletak pada frame
:
c. Genap : 28, 56, 84, 114, 142, 170, 198, 226, 254, 282, 310, 338, 366, 394, 422,
448, 476, 504, 524
d. Ganjl ; 29, 59, 85, 115, 143, 171, 199, 227, 255, 283, 311, 339, 367,395, 423,
449, 477, 505, 525
Berdasarkan hasil percobaan, pada layar televisi terlihat bahwa pola yang muncul
adalah kumpulan garis putih yang tersebar secara vertical dengan layar berwarna hitam
sesuai dengan modul pattern generator dan muncul pola lingkaran pada televisi.
Sedangkan pada layar osiloskop yang muncul adalah deretan sinyal sinus yang memiliki
frekuensi 12,90 KHz dan Tegangan 0,952 volt. pada vertikal lines gambar bentuk
gelombang sama dengan bentuk dots, ini menunjukkan bahwa garis vertikal berwarna
putih, garisnya pada bentuk gelombangnya lebih kearah atas dan untuk dominan warna
hitam garis lurus horizontal. Ada 19 garis vertical dan 13 garis horizontal dan 1 pola
lingkaran.
Pada pola circle frame yang bekerja adalah gabungan dari vrtical line dan
horizontal line. Garis vertical yang memotong horizontal, titik dan lingkara terletak pada
frame ganjil yaitu : 29, 59, 85, 115, 143, 171, 199, 227, 255, 283, 311, 339, 367,395,
423, 449, 477, 505, 525. Dan frame genap yaitu : 28, 56, 84, 114, 142, 170, 198, 226,
254, 282, 310, 338, 366, 394, 422, 448, 476, 504, 524.

c. Pola Step
Terjadi gradasi Warna dari hitam/abu-abu gelap semakin terang menuju
putih, hal ini disebabkan karena sinyal informasi mempunyai perubahan amplitude
minimal dari rendah (warna abu-abu gelap) menuju maksimal (putih) secara
bertahap.

Frame warna putih

Frame warna abu abu


muda

Frame warna hitam pudar


Frame warna hitam
Frame warna hitam pekat

Frame warna
abu abu tua Frame warna Frame warna
abu abu abu abu muda

Setiap frame vertikal pada tingkatan warna yang berbeda terisi penuh dari frame 1-525

Pola step pada signal generator akan menghasilkan warna mulai dari gelap
(hitam) hingga .terang .pola ini memiliki 11 blok warna yang dimulai dari gelap atau
hitam hingga ke warna terang atau warna putih.

Pada pola ini, gelombang ini membentuk garis puncak putih pada layar sebelah
kanan kemudian diikuti oleh garis – garis abu – abu yang berkembang secara progresif
makin gelap dari kanan ke kiri yang ditunjukkan pada osiloskop.

Berdasarkan teori yang ada diperoleh nilai frekuensi sebesar 11,77 KHz.
Berdasarkan hasil percobaan yang telah didapatkan, terlihat bahwa warna yang muncul
pada layar televisi ada 11 warna yang tersusun 2 baris atas dan bawah. Pola step
memiliki frekuensi 11,77 KHz dan tegangan 1,25 volt. Dan Setiap frame pada
tingakatan warna yang berbeda terisi penuh dari frame 1 – 525

d. Window

Garis ke - 1
Frame 1
Garis ke-
131.25

Frame 2
Garis ke-
193.75

Frame 3

525

 Sinyal Informasi (Frame Hitam dan Putih)

Frame warna Frame warna


putih hitam

e. Raster
Garis horizontal dan vertikal pada frame
terisi penuh, dari frame 1-525

Garis horizontal yang terlihat


akan membentuk warna putih
pada TV

Sinyal raster adalah sinyal yang digunakan untuk menampilkan warna tertentu.
Warna yang ada dan dapat ditampilkan oleh pattern generator adalah warna merah,
hijau, dan biru.Selain itu juga dapat ditampilkan warna gabungan dari warna - warna
tersebut. Berdasarkan teori yang ada diperoleh nilai frekuensi sebesar 15,62 KHz.
Pada raster diatas gambar gelombang yang tertampil terlihat bahwa putih akan lebih
dominan di banding hitam karena pada saat warna hitam muncul garis yang terlihat
turun ke bawah itu menandakan warna hitam akan tertutup oleh warna putih. Dan Garis
horizontal pada frame terisi penuh, dari frame 1 – 525

d. Pola Multi-Burst
Pola multi-burst membentuk garis hitam dan putih dengan tebal garis
semakin ke kanan semakin tipis yang sejalan dengan naiknya frekuensi sinyal
informasi warna.

Setiap frame vertical pada warna


yangberbeda terisi penuh dari frame 1-525

Frame warna putih

Satu pola
Frame warna hitam
Frame warna abu-abu

Pola Multi burst pada signal generator akan menghasilkan pola berwarna
putih,hitam, dan abu – abu vertical yang mempunyai kerapatan yang berbeda setelah
urutan ketiga warna tersebut.

Pada osiloskop pola ini ditunjukkan dengan adanya 3 frame berbeda yaitu frame
hitam , frame putih, dan abu-abu yang memiliki kerapatan (amplitude) tiap satu pola
berbeda kerapatannya , contoh pada pola 1 terdapat 1 warna putih, 1 warna hitam ,
dan 1 warna abu –abu. Kemudian pola selanjutnya memiliki lebih dari 1 warna putih,
hitam dan abu –abu yang secara progresif (semakin ke kanan maka akan semakin
rapat atau memiliki lebih banyak lagi warna putih, hitam , dan abu –abu dalam 1 pola..

Berdasarkan teori yang ada diperoleh nilai frekuensi sebesar 16,64 KHz.
Berdasarkan hasil percobaan yang telah didapatkan, terlihat bahwa warna yang
muncul pada layar televisi ada 3 warna yang tersusun 2 baris atas dan bawah yaitu
frame hitam , frame putih, dan frame abu –abu yang memiliki kerapatan atau
banyaknya frame ke 3 warna tersebut dalam satu pola . Pola step memiliki frekuensi
16,64 KHz dan tegangan 1,24 volt. Dan setiap frame pada warna yang berbeda terisi
penuh dari frame 1 – 525.

e. Multicolor

Sinyal warna biru


Sinyal warna putih Sinyal warna merah

Sinyal warna kuning Sinyal warna pink


Sinyal warna hijau
Sinyal warna cyan

Pola color akan menghasilkan warna mulai dari putih hingga hitam. Baris
warna adalah bentuk standar gelombang warna pada layar receiver warna, delapan
baris vertikal yang saling membentuk. Gelombang ini hadir dari 3 warna primer, 3
warna komplementer, putih dan hitam. Mereka tersusun secara menurun dari
luminance dimulai dari kiri ke kanan : Putih Kuning Cyan Hijau Magenta Merah
Biru Hitam
Pada set monochrome, gelombang ini membentuk garis puncak putih pada
layar sebelah kiri kemudian diikuti oleh garis – garis abu – abu yang berkembang
secara progresif makin gelap dari kiri ke kanan.
Berdasarkan teori yang ada diperoleh nilai frekuensi sebesar 14,38 MHz.
Berdasarkan hasil percobaan yang telah didapatkan, terlihat bahwa warna yang
muncul pada layar televise ada 8 warna yang tersusun 2 baris atas dan bawah. Pola
color memiliki frekuensi 14,36 MHz dan tegangan 1,18 volt.
8. Kesimpulan
Berdasarkan analisa data hasil praktikum dan pembahasan di atas, maka dapat di
peroleh kesimpulan bahwa :

a. Pola-pola yang terbentuk pada pattern generator adalah convergence, circle, step,
window,raster, multibrust dan multicolor.
b. Frekuensi yang dihasilkan terendah pada pola convergence sebesar sebesar 3,118 KHz dan
untuk frekuensi tertinggi dihasilkan pada pola multi burst sebesar 16,64 KHz
c. Tiap-tiap pola menghasilkan tegangan yang berbeda, untuk tegangan tertinggi dihasilkan
oleh pola step sebesar 1,25 Volt dan tegangan terendah dihasilkan oleh pola window
sebesar 0,322.

9. Saran
1. Ketika akan memulai praktikum lebih memeperhatikan prosedur dan teori yang telah
diberikan.
2. Selalu mengecek terlebih dahulu keadaan alat dan bahan yang akan digunakan dalam
kondisi baik atau tidak.

10. Referensi

1. Buku Sistem Televisi dan Radio Bab 3

2. PPT Modul Ajar Sistem Video Semester 4