Anda di halaman 1dari 3

MODUL 5 metode interpretasi GRM

MODUL 7
METODE INTERPRETASI GRM
Oleh: Tri Kusmita, S.Si., M.Sc.

1.1.PENDAHULUAN
Eksplorasi dengan menggunakan metode seismik sangat populer di dunia
baik dalam dunia perminyakan, rekayasa bangunan (geoteknik) dan kebumian.
Eksplorasi untuk pencarian cadangan–cadangan minyak sering menggunakan
metode seismik pantul. Berhasil tidaknya sebuah eksplorasi cadangan minyak bumi
bergantung pada kecanggihan teknologi baik dalam akusisi data, pengolahan data
dan sarana untuk interpretasi data. Sedangkan untuk rekayasa bangunan atau
geoteknik banyak menggunakan metode seismik bias atau seismik refraksi, dimana
metode ini biasanya digunakan untuk menentukan ketebalan lapisan lapuk atau
weathered layer.
Metode refraksi pada dasarnya memanfaatkan fenomena atau gejala
penjalaran gelombang yang terbiaskan pada bidang batas. Rambatan gelombang
yang terbiaskan pada kondisi kritis akan menjalar di sepanjang bidang batas. Setiap
titik pada bidang batas tersebut sesuai dengan hukum Huygens berfungsi sebagai
sumber gelombang baru yang merambat ke segala arah.
Metode GRM mampu memetakan lapisan-lapisan (refraktor) yang
mempunyai tingkat ketidakteraturan permukaan cukup tinggi (permukaan kasar
atau berundulasi), dengan menggunakan penembakan pada arah balik (reverse
profile). Metode GRM juga relatif tidak terpengaruh oleh kemiringan lapisan
sampai 20°. Metode ini juga mempunyai resolusi yang cukup baik terhadap variasi
lateral kecepatan lapisan refraktor.

1.2.TUJUAN
1. Mahasiswa diharapkan mampu memahami dan menjelaskan metode
interpretasi dasar GRM
2. Mahasiswa mampu menginterpretasikan data hasil pengamatan menggunakan
metode GRM baik untuk kasus dua lapis ataupun banyak lapisan

Oleh: Tri Kusmita, S.Si., M.Sc. 1


MODUL 5 metode interpretasi GRM

2.1. TEORI DASAR


Metode GRM sebenarnya merupakan metode turunan dari metode delay
Time. Metode GRM menggunakan dua geopon X dan Y (Gambar 1), rekaman
refraksi yang datang berasal dari titik yang sama pada refraktor. Prosedur
perhitungnnya adalah:

F
E

Gambar 1. Travel Time dari A ke RS


Metode GRM didasarkan pada konsep penggunaan Fungsi Analisis Kecepatan
TV dan Fungsi Waktu Kedalaman TG yang mengacu ke titik G yang berada di
tengah-tengah antara titik X dan Y. Kedua Fungsi ini didefinisikan sebagai:
(𝑡𝐴𝑌 − 𝑡𝑋𝐵 + 𝑡𝐴𝐵 )
𝑇𝑉 =
2
(𝑡𝐴𝑌 + 𝑡𝑋𝐵 − 𝑡𝐴𝐵 − 𝑋𝑌⁄𝑉 ′ )
𝑛
𝑇𝐺 =
2
Dimana V’n adalah apparent velocity (kecepatan semu) yang besarnya
diperoleh dari reciprocal dari slope Tv. Jarak kritis optimum ̅̅̅̅
𝑋𝑌𝑜𝑝𝑡 untuk kasus
kecepatan tunggal yang konstan, maka diperoleh kecepatan rata-rata sebagai:
1
̅̅̅̅
𝑋𝑌 2
𝑉̅ = 𝑉𝑛′ [ ]
̅̅̅̅
𝑋𝑌 + 2𝑇𝐺 𝑉𝑛′
Kedalam dari Tg dan kecepatan rata-rata :
𝑇𝐺 ̅̅̅̅̅
𝑉𝑉𝑛′
ℎ=
√𝑉𝑛′ 2 − 𝑉̅ 2

Oleh: Tri Kusmita, S.Si., M.Sc. 2


MODUL 5 metode interpretasi GRM

3. TUGAS PRAKTIKUM
Lakukan interpretasi menggunakan metode GRM untuk untuk data hasil akuisisi
kelompok anda masing-masing. Lakukan analisis terhadap hasil yang diperoleh
tersebut!

=========selamat bekerjasama=========

Oleh: Tri Kusmita, S.Si., M.Sc. 3