Anda di halaman 1dari 11
LAMPIRAN PENJELASAN PELAKSANAAN PEKERJAAN N A M A K E G I A T A
LAMPIRAN PENJELASAN PELAKSANAAN PEKERJAAN N A M A K E G I A T A

LAMPIRAN PENJELASAN PELAKSANAAN PEKERJAAN

NAMA KEGIATAN

:

Lokasi

:

Tahun Anggaran

:

I. JENIS PEKERJAAN TERDIRI DARI:

Rehabilitasi Dinding Pengaman Objek Wisata Sedudo OW Air Terjun Sedudo Kec. Sawahan Kab. Nganjuk

2011

A

PEKERJAAN PERSIAPAN

1

Pembersihan, Mobilisasi material

1,00

paket

2

Pembuatan direksi keet (sewa)

1,00

unit

3

Pekerjaan Uitzet dan Bouwplank

1,00

unit

B

PEKERJAAN PLENGSENGAN

I

PEKERJAAN TANAH

1

Membongkar pasangan batu kali

4,50

m2

II

PEKERJAAN PASANGAN

1

Pasang batu kali 1 : 3

28,48

m3

2

Plesteran camp. 1 PC : 2 Psr tebal 15 mm

6,30

m2

3

Pasang batu siar muka

36,90

m2

4

Plester Siar adukan 1 PC : 2 Psr

36,90

m2

5

Pasang Pipa Drain Ø 2", pasang tiap jarak 3,00 m @ 0.75 m' & 1,52 m'

3,66

m'

III

PEKERJAAN PAGAR PENGAMAN SAMPING TANGGA SISI SELATAN

1

Pasang batu kali 1 : 3

3,81

m3

2

Plesteran camp. 1 PC : 2 Psr tebal 15 mm

13,91

m2

3

Pasang pagar besi Ø 2,5"

36,30

m'

4

Pasang Plat besi tb. 2mm

12,30

m'

5

Pekerjaan Mengelas besi

576,00

cm

6

Mengecat besi baru TANGGA SISI UTARA

7,50

m2

1

Perbaikan pagar besi

1,00

unit

2

Pengecatan pagar lama

47,50

m2

C

PEKERJAAN PENUTUP PEDESTRIAN DAN ANAK TANGGA

1

Pasang batu lempeng

380,97

m2

D

PEKERJAAN GAPURA

I

PEKERJAAN TANAH

1

Galian tanah keras

0,28

m3

2

Urugan sirtu

2,18

m3

3

Bor strous

2,00

ttk

II

PEKERJAAN PASANGAN

1

Pasang patlah

0,26

m3

2

Pasang bata merah 1PC : 5Psr

20,56

m2

3

Plester Tembok ( 1 Pc : 5 Ps)

26,50

m2

4

pasang keramik dinding

13,55

m2

5

Benangan

183,70

m'

6

Pasang Papan nama

1,00

unit

III

PEKERJAAN BETON

1

Strous Ø 25 cm kedalaman 2m

0,21

m3

2

Pasang poer

0,26

m3

3

Pasang kolom utama

0,70

m3

4

Pasang kolom praktis

0,26

m3

5

Plat beton

0,21

m3

IV

PEKERJAAN CAT

1

Mengecat tembok

26,50

m2

E

PEKERJAAN LISTRIK

1

Pasang lampu hias 1 lengan

14,00

ttk

2

Pasang lampu hias 2 lengan

2,00

ttk

3

Pasang panel box

1,00

bh

4

Pasang saklar

5,00

bh

F

PENATAAN TAMAN

1

Pekerjaan bongkar plengsengan

3,18

m2

2

Pasang plengsengan baru (batu lama)

1,77

m3

3

Pasang batu kali

2,14

m3

4

Plesteran camp. 1 PC : 2 Psr tebal 15 mm

8,57

m2

5

Pasang pagar pengaman

22,80

m'

6

Pasang gazebo model jamur 1 kolom

1,00

bh

7

Pasang batu lempeng bawah gazebo Pasang perlengkapan taman

10,52

m2

1

Pasang kursi lengkung dari pasangan batu

7,00

bh

2

Pasang bak sampah 3 kotak

6,00

bh

II.

SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN

LOKASI PEKERJAAN

Lokasi Pekerjaan di Obyek Wisata Air Terjun Sedudo Di Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk

PEKERJAAN PEMBERSIHAN

a. Lokasi kegiatan harus dibersihkan dari segala pohon-pohon, semak-semak, sampah dan bahan lain yang mengganggu dan bahan-bahan itu harus dibuang, kecuali tidak ada ketentuan lain yang disetujui oleh Direksi.

b. Penyedia jasa diminta untuk memulai pembersihan jauh sebelum pekerjaan pembangunan dimulai.

c. Pekerjaan dianggap disetujui sesudah semua bahan-bahan yang berguna dan peralatan dikumpulkan.

d. Semua kerusakan terhadap pekerjaan-pekerjaan dan milik umum atau perseorangan yang diakibatkan pekerjaan pembersihan yang dilaksanakan oleh Penyedia Jasa harus diperbaiki atau diganti biaya Penyedia Jasa.

PEKERJAAN PENGUKURAN

a. Penyedia jasa diwajibkan melakukan pengukuran dilapangan sebelum mulai pelaksanaan pekerjaan, selama pelaksanaan pekerjaan dan setelah pekerjaan selesai semua dilaksanakan atau akhir pekerjaan finishing

b. Pedoman utama pelaksanaan pekerjaan pengukuran dilapangan adalah patok yang merupakan titik tetap utama (Bench Mark) yang akan ditentukan oleh pengguna jasa.

c. Selama masa pelaksanaan, semua data dan perhitungan hasil pengukuran harus disahkan oleh direksi pekerjaan dan dari waktu kewaktu selama masa pelaksanaan pekerjaan akan dipergunakan sebagai dasar perhitungan prestasi hasil pelaksanaan pekerjaan.

d. Pada hal-hal khusus yang ada kaitannya dengan pelaksanaan pekerjaan , direksi pekerjaan/pengawas lapangan sewaktu-waktu berwenang dan berhak memberikan instruksi kepada penyedia jasa dan penyedia jasa harus bersedia untuk melaksanakan pengukuran tertentu yang sifatnya sebagai cek berkala atau stick proof, misalnya kedalaman pondasi, ketebalan pasangan dan lain sebagainya

e. Setelah semua pekerjaan selesai dilaksanakan, penyedia jasa diwajibkan melakukan pengukuran akhir dari pelaksanaan pekerjaan. Semua data dan perhitungan hasil pengukuran harus disahkan oleh direksi pekerjaan dan dipergunakan sebagai dasar acuan guna mempersiapkan gambar purna bangun (Asbuilt Drawing)

f. Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban penyedia jasa, serta sudah diperhitungkan termasuk overhead pada analisa harga satuan pekerjaan.

DIREKSIKEET

a. Penyedia jasa menyediakan kantor lapangan untuk para pelaksana lapangan dan gudang material serta alat-alat yang akan dan sedang dipakai selama pelaksanaan pekerjaan.

b. Semua sarana administrasi pendukung untuk pelaksanaan pekerjaan seperti gambar kerja, buku laporan kemajuan fisik, data cuaca,buku direksi, buku tamu, photo pelaksanaan dan lain sebagainya harus selalu ada dan dipelihara serta disimpan secara baik dikantor lapangan

c. Semua sarana administrasi pendukung untuk pelaksanaan pekerjaan, harus diserahkan kepada direksi pekerjaan setelah semua pekerjaan selesai seluruhnya.

PAPAN NAMA

Penyedia jasa harus memasang papan nama proyek dilokasi pekerjaan dengan ukuran 0,8 x 1,2 m2 berwarna dasar putih dengan tulisan hitam dibuat dari multiplek (15 mm) atau papan tebal ± 2 cm , selambat- lambatnya 15 (lima belas) hari terhitung sejak tanggal diterbitkannya SPK (Surat Perintah Kerja).

CONTOH ISIAN PAPAN PROYEK

PEMERINTAH KABUPATEN NGANJUK

DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA DAERAH KABUPATEN NGANJUK

Jl. MASTRIP NO. 7 NGANJUK

PEKERJAAN NO. KONTRAK BIAYA SUMBER DANA LOKASI WAKTU PELAKSANAAN

: (……….…

NAMA

PEKERJAAN……………

)

:

:

,-

:

:

:

2011

s/d

2011

PELAKSANA

:

(NAMA

PERUSAHAAN)

(ALAMAT

PERUSAHAAN)

PEKERJAAN GALIAN TANAH

a. Sebelum pekerjaan galian tanah dimulai, penyedia jasa harus mengadakan cek bersama pengawas pekerjaan atas duga tinggi/peil awal permukaan tanah, sehingga apabila terdapat perbedaan antara lapangan dengan gambar rencana dapat segera diketahui secara dini, dan melaporkannya kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan disetujui oleh KPA. Pengajuan atas perbedaan/kelainan setelah penyedia jasa melakukan pekerjaan galian, tidak dapat diterima.

b. Dalam galian dan lebarnya lubang pondasi harus sesuai dengan gambar detail yang ada. Apabila terjadi penyimpangan akan diperhitungkan pekerjaan tambah kurang dan galian harus cukup lebar untuk dapatnya pekerja melaksanakan dengan leluasa.

c. Jika Direksi menganggap galian sudah sesuai dengan gambar maka penyedia jasa dapat melaksanakan kegiatan selanjutnya.

PASANGAN BATU KALI

a. Pekerjaan pasangbatu kali terdiri dari: pekerjaan pasang plengsengan dan pondasinya, pagar pengaman samping (pasangan di bawah pagar besi dan pondasinya), serta pembuatan bangku taman.

b. Semua pasangan batu menurut spesifikasi ini, harus terdiri dari bahan yang diperinci dan harus dicampur dan ditempatkan sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan dalam gambar bestek.

c. Adukan untuk semua pasangan batu kecuali ada ketentuan lain dari spesifikasi disini atau petunjuk Direksi terdiri dari 1 Pc : 3 Pasir (pasangan plengsengan dan dinding pengaman samping) serta1 Pc : 5 Pasir (untuk pasangan pondasi pagar taman, dan bangku taman). Adukan tersebut diberi air secukupnya untuk membuat ketentuan yang cocok untuk penggunaan yang dimaksudkan.

d. Untuk batu muka (siaran) menggukan produksi lokal dari batu besar dan dibelah berbentuk segi enam dengan dimensi ukuran pada muka luarnya 15 cm x 15 cm dan permukaan harus rata .

e. Pemasangan

Semua batu yang digunakan untuk pasangan harus memenuhi syarat dan disetujui Direksi.

Batu-batu tidak boleh dipasang apabila terjadi hujan lebat atau cukup lama yang bisa / untuk menghanyutkan adukan dari pasangan.

PASANGAN BATU BATA

a. Pekerjaan pasang batu kali dipergunakan untuk pekerjaan gapura.

b. Semua pasangan batu bata menurut spesifikasi ini, harus terdiri dari bahan yang diperinci dan harus dicampur dan ditempatkan sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan dalam gambar bestek.

d.

Adukan untuk semua pasangan batu bata menggunakan adukan spesi 1 Pc : 5 Pasir (pasangan tembok)

atau 1 Pc : 3 Pasir (pasangan trasram) dan air secukupnya untuk membuat ketentuan yang cocok untuk penggunaan yang dimaksudkan.

e. Pemasangan

Semua batu bata yang digunakan untuk pasangan harus memenuhi syarat dan disetujui Direksi.

Batu bata tidak boleh dipasang apabila terjadi hujan lebat atau cukup lama yang bisa / untuk menghanyutkan adukan dari pasangan.

Semua batu bata yang digunakan dengan siaran spesi harus dibasahi dengan air antara 3 – 4 jam sebelum digunakan dengan cara yang terjamin.

Pasangan batu bata dalam satu hari kerja tingginya tidak boleh lebih dari 1 m’.

PEKERJAAN PLESTERAN

a. Semua pekerjaan plester pasangan batu kali menggunakan campuran spesi : 1 Pc : 2 Ps

b. Plester pasangan batu kali dari bahan adukan spesi 1 Pc : 3 Ps diaduk dengan rata menggunakan air bersih tawar tidak mengandung bahan organik pelaksanaanya terkontrol arah vertikal hingga rata tak berombak dan retak-retak.

c. Adukan spesi untuk semua plesteran pasangan batu bata menggunakan spesi 1 Pc : 3 Pasir untuk plesteran trasram dan 1 Pc : 5 Pasir untuk plesteran tembok diaduk menggunakan air tawar yang bebas dari bahan kimia dan organik

d. Sebelum pekerjaan plesteran dimulai semua bidang yang akan diplester harus dibersihkan, disiram dengan air sampai kotoran yang melekat pada permukaan bidang yang akan diplester bersih dan dalam keadaan basah.

e. Plesteran harus benar-benar rata, dan pada pertemuan sudut harus bersisi tajam.

PEKERJAAN PASANG BATU LEMPENG

a. Batu dipasang pada tangga masuk dan keluar serta pada lokasi yang tertera pada gambar.

b. Semua bahan yang akan digunakan untuk pemasangan batu lempeng ini disesuaikan dengan yang dipersyaratkan

c. Sebelum dilakukan pemasangan, batu lempeng terlebih dahulu disiram agar terjadi perekatan dengan baik.

d. Pemasangan batu harus terkontrol jarak dan kerataannya, oleh karena itu setiap pertemuan antar sisi (nat) harus diberi air semen untuk menghindari pergeseran dan menjaga kerataan

e. Adukan spesi untuk pemasangan batu lempeng menggunakan spesi 1 Pc : 3 Pasir dan dipasang hingga padat dan tidak berongga.

PEKERJAAN BETON TAK BERTULANG

a. Adukan spesi pada pemasangan beton tak bertulang menggunakan spesi 1 Pc : 2 Pasir : 3 Kerikil dan diaduk menggunakan air tawar yang tidak mengandung bahan kimia dan organik.

PEKERJAAN BETON BERTULANG

a. Adukan spesi pada pemasangan beton tak bertulang menggunakan spesi 1 Pc : 2 Pasir : 3 Kerikil dan diaduk menggunakan air tawar yang tidak mengandung bahan kimia dan organik, untuk memenuhi mutu beton K. 225.

b. Setiap proses pengadukan harus dibuatkan sample benda uji (uji kubus) dan slump harus memenuhi kekentalannya.

c. Untuk pemasangan bekisting harus dilakukan dan diawasi dengan teliti oleh tenaga ahli/supervisi agar dihasilkan bekisting yang kuat, rapi dan lurus.

d. Selama minimal 14 hari kedepan setelah proses pengecoran, beton harus dijaga kelembabannya (selalu dibasahi) agar tidak terjadi penyusutan secara cepat yang bisa menyebabkan retak pada beton.

e. Sebelum dilakukan pembesian, besi yang didatangkan harus sesuai dengan persyaratan dan disetujui oleh direksi.

SYARAT-SYARAT BAHAN

Bahan yang didatangkan dan dipergunakan haruslah bahan yang berkualitas baik dan disetujui Direksi. Apabila ternyata bahan yang didatangkan tidak sesuai dengan spektek maka bahan tersebut harus dikeluarkan dari lokasi pekerjaan dalam waktu selambat-lambatnya 3x24 jam.

a. Portland Cement ( PC ) PC yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah PC Gresik, Holcim, Tiga Roda atau sejenisnya yang mempunyai kwalitas sama dengan PC Gresik, Holcim, Tiga Roda dan harus mendapatkan persetujuan dari pemberi kerja / Direksi. PC yang digunakan harus dalam keadaan baik dan tidak boleh ada bagian yang mengeras. Untuk itu maka cara penyimpanan Portland cement ( PC ) harus benar sehingga PC yang datang lebih dulu harus dipakai lebih dulu pula cara penyimpanannya harus diatas papan kayu yang jaraknya minimal 30 cm dari lantai. Bagian atas penyimpanan PC harus rapat dan tidak boleh ada bocoran atau tampesan hujan.

b. Besi Tulangan

- Besi tulangan untuk penulangan beton harus sesuai dengan gambar rencana dan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia NI-2;

- Besi tulangan yang digunakan adalah baja tulangan polos dengan mutu U24 dengan diameter sesuai dengan yang tercantum dengan gambar.

- Semua besi tulangan yang digunakan harus memenuhi syarat bebas dari kotoran-kotoran, lapisan minyak, kasar dan tidak cacat seperti retak dan lain-lain;

c. Pasir Jenis pasir yang digunakan harus :

- Keras, tajam, tidak bercampur butir dari batuan yang rendah kualitasnya,

- Tahan lama : tidak mudah lapuk oleh cuaca,

- Berbutir aneka ragam (gradasi),

- Bersih tidak mengandung kotoran, butir- butir halus, zat-zat organic, garam dan kimia,

- Kadar Lumpur maximum 5 %.

d. Kerikil Jenis kerikil yang digunakan harus :

- Kerikil lokal pecah mesin,

- Keras, tajam, tidak bercampur butir dari batuan yang rendah kualitasnya,

- Tahan lama : tidak mudah lapuk oleh cuaca,

- Berbutir aneka ragam (gradasi) d=1 s/d 3 cm,

- Bersih tidak mengandung kotoran, butir-butir halus, zat-zat organic, garam dan kimia, kandungan kotoran maximum 5 %.

e. Air Air yang digunakan haruslah :

- Bersih, jernih dan tidak berwarna,

- Tidak mengandung lumpur, bahan kimia dan zat-zat organic,

- Tawar, tidak asin, tidak mengandung zat yang dapat merusak bangunan.

f. Kayu Kayu yang digunakan untuk bekisting haruslah kayu meranti yang berkualitas baik, kering dan diserut agar mendapatkan permukaan cor yang rata.

CARA PENGADUKAN

Semua campuran adukan harus dicampur dengan mesin pengaduk / molen. Pengadukan dengan tangan hanya boleh dilaksanakan atas persetujuan Direksi. Pengadukan dengan mesin molen akan menghasilkan adukan yang lebih baik dan homogen. Setelah diaduk dengan mesin molen kemudian tuang kedalam kotak adukan sebelum digunakan.

Cara pengadukan :

Takar kerikil, pasir dan semen ( PC ) sesuai dengan job mix formula kemudian diaduk dalam keadaan kering sampai rata warnanya, setelah itu ditambahkan air dan diaduk lagi sampai rata. Bila dirasa masih kurang air

dapat ditambahkan secukupnya dan diaduk lagi. Waktu pengadukan antara 4 s/d 10 menit. Adukan harus sudah digunakan dalam waktu setengah jam ( 30 menit ) setelah diaduk.

PERHATIAN :

Tidak boleh menambahkan air pada adukan yang mengeras untuk dipergunakan dengan mengaduk lagi. Lindungi adukan yang sudah siap dengan lembaran plastik untuk mencegah agar tidak cepat mengering.

PEKERJAAN BESI

a. Pekerjaan besi meliputi pekerjaan pasang pagar pengaman baru dan perbaikan pagar pengaman lama, dan pekerjaan papan masuk gapura sebagaimana yang telah ditentukan dalam gambar.

b. Untuk pekerjaan pagar yang disebutkan secara Lumpsum, pekerjaan meliputi: pengadaan besi, pengelasan besi, pemasangan, dan pengecatan besi.

PEKERJAAN TAMAN

a. Pekerjaan ini meliputi pekerjaan perataan lokasi, dan pekerjaan lain yang tercantum dalam gambar.

b. Pekerjaan pasang gazebo meliputi pekerjaan pengadaan 1 unit gazebo beserta pondasinya.

c. Pengadaan gazebo dapat dikerjakan di tempat atau pembelian jadi dengan ukuran kurang lebih sama dengan gambar. Ketentuan dalam pekerjaan ini adalah:

a. Mutu dan kualitas kayu adalah kayu lokal sesuai dengan persyaratan bahan yang berlaku di Indonesia.

b. Kayu yang dipakai harus tua, benar-benar kering, lurus, memiliki tekstur yang sama, serta serat- serat lurus.

c. Kayu harus bersih dari keretakan-keretakan, lubang-lubang, serangan jamur, pembusukan, pelapukan dan cacat lain (mata lubang, bengkah, melintir, dsb)

d. Ukuran kayu adalah seperti tercantum dalam Gambar dengan tolereansi 5 mm.

e. Kayu harus mempunyai teksture yang sama, serat-serat lurus.

f. Sebelum pekerjaan kayu, material yang akan digunakan harus sesuai dengan contoh yang disetujui Direksi/ direksi dari setiap jenis yang dipilih.

g. Semua pengikat berupa paku, sekrup, baut, dynabolt, kawat dan lain-lain, harus digalvanisasi seuai persyaratan bahan yang berlaku di Indonesia. Dempul yang dipakai adalah tipe B sesuai referensi persyaratan bahan yang berlaku di Indonesia.

Bahan Perekat :

a. Jenis

b. Produk

:

: HERFERIN, PONAL atau setara dan disetujui oleh Direksi secara tertulis.

Lem putih untuk kayu dan harus tahan air.

Pesyaratan Pelaksanaan :

Sebelum pelaksanaan, Kontraktor diwajibkan untuk :

a. Mengadakan pengukuran keadaan lapangan untuk mendapatkan ketepatan pemasangan dilapangan.

b. Semua proses pemotongan dan pembuatan bentuk kayu dikerjakan dengan menggunakan mesin kecuali untuk detail tertentu atas persetujuan Direksi. Tidak diperkenankan proses pengerjaan dilakukan ditempat pemasangan.

c. Bentuk, ukuran, profil, nat, dan peil yang tercantum dalam gambar kerja adalah hasil jadi / selesai. Bila terjadi penyimpangan tanpa persetujuan Direksi, maka Kontraktor harus membongkar dan memperbaiki kembali tanpa mengurangi mutu yang disyaratkan. Biaya untuk hal ini adalah tanggung jawab Kontraktor, dan tidak dapat diajukan sebagai pekerjaan tambah.

d. Bilamana pada sistem penguat yang tertera dalam Gambar Kerja dianggap kurang kuat, adalah kewajiban dan tanggungan Kontraktor untuk menambahkannya sesuai dengan petunjuk Direksi lapangan.

e. Rangka kayu yang akan dipasang bahan penyelesaian lain harus diperhalus, rata dan waterpass.

f. Untuk bahan / material yang melekat pada kayu, bahan / material tersebut harus diberi lapisan pelindung atau lapisan cat yang sesuai seperti yang disyaratkan.

g. Hasil akhir dari pemasangan harus rata, lurus dan tidak melampaui toleransi kerataan 0,5 cm.

PEKERJAAN PENGECATAN

Lingkup Pekerjaan :

1. Pekerjaan yang dimaksud meliputi penyediaan tenaga kerja bahan-bahan peralatan dan alat Bantu

lainnya yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini secara lengkap.

2.

Semua permukaan kayu, dinding, dan lain-lain dicat kecuali kalau ditentukan lain dalam gambar pengecatan terdiri dari :

a. Dinding : Plamir, cat dasar 1 lapis dan cat warna tembok minimal 2 lapis

b. Besi: meni dasar 1 lapis dan cat warna besi 2 lapis.

Peryaratan bahan :

a. Bahan dari kualitas utama dan terbaik tahan terhadap udara dan garam jenisnya harus sesuai dengan

bidang permukaan yang akan diberi lapisan cat. Seluruh bahan harus sesuai dengan standart bahan yang berlaku diindonesia.

b. Produk ICI atau setara yang disetujui direksi, secara tertulis untuk pengecatan dinding dan besi.

c. Bahan yang didatangkan harus tersegel dalam kemasannya dan tidak cacat, kontraktor wajib dapat membuktikan keaslian cat dari produk yang dipilih mengenai kemurnian cat.

- Segel kaleng

- Test BD

- Test laboratorium

- Hasil akhir pengecetan

d. Standart dari bahan dan prosedur pengecetan ditentukan oleh pabrik pembuat dan tidak dibenarkan mengubah standart dengan jalan mencampur dan mencarikan cat yang tidak sesuai dengan instruksi

pabrik.

e. Kontraktor wajib mengajukan contoh bahan dan warna cat yang akan digunakan untuk mendapatkan

persetujuan secara tertulis bagi pelaksananaan pekerjaan.

Persyaratan pelaksanaan :

a. Pengecatan dilaksanakan dengan cara terbaik yang umum dilakukan kecuali bila disyaratkan lain. Urutan pengecatan penggunaan lapisan dasar dan ketebalan minimal sama dengan syarat yang dikeluarkan pabrik.

b. Pengecatan harus rata, tidak bercucuran atau ada bekas-bekas yang menunjukkan tanda-tanda sapuan, semprotan dan roller.

c. Apabila dari cat yang dipakai ada yang mengandung bahan dasar beracun atau membahayakan keselamatan manusia maka kontraktor harus menyediakan peralatan perlindungan misalnya yang harus dipakai pada waktu pelaksanaan pekerjaan.

d. Pekerjaan pengecatan tidak diperkenankan dilaksanakan dalam keadaan cuaca lembab hujan, angina, yang disertai debu.

e. Peraatan seperti kuas, roller, sikat kawat, pompa udara, vacum cleaner, semprotan dan sebagainya, harus tersedia dari kualitas mutu terbaik dan jumlahnya cukup untuk melaksanakan pekerjaan ini.

f. Khusus untuk semua cat dasar, pengerjaanya harus disapukan dengan kuas, penyemprotan hanya boleh dilakukan bila disetujui oleh direksi.

g. Pemakaian ampelas, pencucian dengan air, maupun pembersihan dengan kain kering, terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan dari Direksi kecuali disyaratkan lain dalam spesifikasi ini.

h. Hasil akhir pengecatan harus membentuk bidang cat yang utuh rata tidak ada bintik-bintik atau gelembung udara dan hasilnya harus dijaga terhadap kotoran yang mungkin melekat. Bila hasil pekerjaan diulangi dan diganti, Kontraktor harus melakukan pengecatan kembali bila ada cat dasar atau cat finis yang kurang menutupi atau lepas. Hasil akhir pengecatan diawasi oleh tenaga ahli / supervisi.

i. Sebelum pelaksanaan, seluruh permukaan harus dibersihkan dari debu, lemak, minyak, kotoran atau noda lain, bekas-bekas cat yang terkupas bagi permukaan yang pernah dicat, dan dalam kondisi kering.

Persyaratan pelaksanaan pengecatan dinding

1. dinding siap untuk dicat setelah diplamir terlebih dahulu. Plamir untuk dinding luar tidak menggunakan bahan kalsium. Sebelum diplamir, plesteran harus betul-betul kering dan tidak retak-retak, dan lapisan

plamir dibuat setipis mungkin membentuk bidang yang rata. Setelah 7 (tujuh) hari plamir terpasang dan percobaan warna telah disetujui Direksi, bidang plamir yang diampelas dengan ampelas besi yang halus

no. 400, kemudian dibersihkan dengan bulu ayam sampai bersih betul.

2. Dinding luar menggunakan Cat exterior Paragon, decolith, atau yang setara

3. Dinding dalam menggunakan Paragon, decolith atau yang setara

4. Lapisan yang terakhir dilakukan sebanyak 2 (dua) lapis dengan pengerjaan sebagai berikut :

a. Lapisan pertama mengandung 25% air dan 25% untuk permukaan yang halus, campuran 50% air untuk permukkaan kasar.

b. Lapisan kedua mengandung 25%.

c. Lapisan ketiga mengandung 25%.

5. Jarak waktu pengecatan antara lapisan adalah rata-rata 24 jam atau sesuai jam atau sesuai standart

pabrik.

Persyaratan pelaksanaan pengecatan besi:

a. Semua pekerjaan besi harus diberi meni. Pelaksanaan pekerjaan dengan menggunakan kuas.

b. Semua pekerjaan besi tersebut dalam gambar kerja yang dinyatakan kelihatan / tampak, harus di cat finish setelah diberi lapisan meni sebanyak dengan jarak waktu pengecatan antar lapisan adalah rata-rata 16 jam atau sesuai dengan standart pabrik.

c. Cara pengecatan, urutan pengecatan, ketebalan lapisan cat dan tenggang antara pelapisan satu dengan pelapisan lainnya harus sesuai dengan standart pabrik dan telah disetujui oleh Direksi.

Untuk pekerjaan pengecatan gazebo yang ditampakkan serat kayu :

a. Kayu dihaluskan memakai kertas amplas no.180 untuk menghilangkan debu, kotoran dan bulu kayu. Pengampelasan dilakukan searah serat kayu.

b. Pada kayu yang telah bersih dilakukan proses pewarnaan dengan menggunakan Plitur dengan bahan dasar air (waterbased ). Warna ditentukan kemudian sesuai dengan persetujuan Direksi. Pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan menggunakan kuas. Setelah kondisi 80% - 90% kering, permukaan dibersihkan dengan kain lap hingga bersih dan warna menjadi rata. Untuk mendapatkan warna yang lebih tua, pekerjaan wood stain harus dilakukan berulang Gunung, atau minimum 2 ( dua ) Gunung. Tunggu hingga lapisan kering benar sebelum pelapisan selanjutnya.

PEKERJAAN LISTRIK

Pekerjaan listrik yang dimaksud dalam pekerjaan ini meliputi:

a. Pengadaan tiang lampu yang telah ditentukan sebagaimana dalam gambar.

b. Pemasangan instalasi

c. Pemasangan lampu dan perlengkapan lain yang telah ditentukan dalam persyaratan

d. Pemasangan tiang lampu pada tempat yang telah ditentukan.

Persyaratan pelaksanaan pekerjaan listrik:

a. Bentuk dan dimensi tiang harus sesuai dengan gambar, jika ada perubahan harus mendapatkan persetujuan dari direksi.

b. Finishing tiang menggunakan cat besi dengan ketentuan sebagaimana yang dipersyaratkan dalam pengecatan besi.

c. Penentuan Warna cat akhir harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan direksi.

d. Pemasangan kabel harus tertanam / masuk ke dalam tiang.

e. Untuk jenis kabel yang digunakan harus sesuai dengan yang dipersyaratkan.

f. Pada tiap-tiap tiang lampu harus dipasang dorodos.

g. Ketentuan pemasangan panel box dan saklar menyesuaikan kondisi di lapangan atas petunjuk dan persetujuan direksi.

h. Jenis lampu dan spesifikasi lampu sesuai dengan yang dipersyaratkan, jika terjadi perubahan harus mendapatkan persetujuan direksi.

PEKERJAAN PERLENGKAPAN TAMAN

a. Pekerjaan ini meliputi pemasangan kursi taman dan pengadaan tempat sampah.

b. Bentuk dan dimensi kursi sesuai dengan gambar, jika terjadi perubahan harus mendapat persetujuan

direksi.

c. Penempatan kursi taman menyesuaikan kondisi di lapangan atas petunjuk dan persetujuan direksi.

d. Tempat sampah yang dimaksud dalam pekerjaan ini adalah tempat sampah yang masing-masing unit terdiri dari 3 kotak: untuk sampah ketas, sampah basah, dan sampah plastik.

BIAYA LAIN-LAIN

Segala resiko yang diakibatkan oleh pekerjaan ini sudah harus dimasukkan kedalam harga satuan dan tidak dimintakan tambahan biaya kepada Pemberi Kerja / Direksi. Yang dimaksud dengan segala resiko disini adalah biaya tambahan yang harus dikeluarkan oleh penyedia jasa misalnya : biaya administrasi kantor, pembuatan laporan, pembersihan pra konstruksi dan pasca konstruksi, pengukuran untuk MC 0%, MC 100%, as built drawing, foto pendukung 0%, 50%, 100%, ganti rugi tanaman untuk jalan masuk, biaya pemeliharaan beton, timbunan tanah, tanaman rumput dan lainnya.

TIME SCHEDULE

Penyedia jasa harus menyiapkan schedule implementasi secara detail berdasarkan schedule utama yang diberikan oleh Pemberi Kerja, 3 copy dari schedule implementasi yang dibuat dalam system bar chart, harus diserahkan kepada Pemberi Kerja / Direksi untuk mendapatkan persetujuan.

Seperti yang diminta oleh Pemberi Kerja / Direksi maka wakil dari penyedia jasa yang bisa dipertanggung jawabkan harus hadir dengan biaya mereka sendiri. Di dalam pelaksanaan persetujuan schedule implementasi dari kontrak, Penyedia jasa harus bekerja sama dengan Pemberi Kerja / Direksi di lapangan berkaitan dengan pengaruhnya terhadap penyelesaian pekerjaan. Jika selama pelaksanaan kontrak tigkat progress pekerjaan mengalami pengunduran dibanding dengan yang tertera didalam schedule yang telah disetujui bersama, dan sepanjang penafsiran Pemberi Kerja / Direksi maka Penyedia jasa untuk meningkatkan power kerjanya untuk mempercepat tingkat progress pada bagian pekerjaan termaksud.

PELAPORAN

Laporan yang harus dibuat oleh kontraktor adalah laporan mingguan. Laporan tersebut adalah merupakan tanggung jawab penyedia jasa dimana laporan tersebut harus diketahui oleh pengawas lapangan dan Direksi akan memeriksa laporan tersebut. Apabila dinyatakan sudah benar, maka Direksi akan menandatangani laporan tersebut. Volume yang dihitung adalah volume yang dilaksanakan sedangkan yang tidak dilaksanakan atau bahan yang terbuang tidak boleh dihitung. Penyedia jasa harus menyerahkan 3 (tiga) copy laporan pada akhir minggu untuk mendapatkan persetujuan dari Pemberi Kerja / Direksi. Laporan tersebut mencakup hal-hal. Kemajuan fisik komulatif pekerjaan mingguan dalam bentuk perhitungan volume pekerjaan serta memuat kejadian-kejadian penting yang perlu ditonjolkan.

PROGRESS PEMFOTOAN

Penyedia jasa harus melampiri foto pendukung 1 (satu) lembar cetakan pada tiap bagian pekerjaan yang dianggap relevan untuk menunjukkan posisi yang berbeda dan aktivitas konstruksi. Selain foto pendukung penyedia jasa juga diharuskan mengirim foto 0%, 50%, 100% dengan dilengkapi

tanggal, judul dan keterangan arah pengambilan. Penyedia jasa harus menyimpan rekaman foto untuk tiap kemajuan pekerjaan. Ketika pekerjaan telah terselesaikan penyedia jasa harus menyerahkan kepada Pemberi Kerja / Direksi 3 (tiga) set foto-foto tersebut yang dibendel dalam bentuk buku dilengkapi dengan penjelasan-penjelasan. Biaya yang diakibatkan oleh pembuatan foto tersebut beserta keterangannya sudah termasuk didalam harga-harga yang terdapat dalam

kontrak.

PENCEGAHAN BAHAYA DAN KESELAMATAN KERJA

a. Peralatan Keselamatan Kerja Semua personil yang bekerja pada lokasi pekerjaan harus dilengkapi dengan peralatan penyelamatan yang tepat sesuai dengan lingkup pekerjaannya. Penggunaan peralatan penyelamat haruslah diwajibkan bagi semua pekerja yang melaksanakan pekerjaan.

b. Perlindungan Terhadap Cuaca Berkaitan dengan progress pekerjaan yang makin maju, penyedia jasa melakukan pengamanan penting dengan biaya sendiri dengan metode yang telah disetujui oleh Pemberi Kerja / Direksi terhadap pekerjaan termaksud terhadap kemungkinan gangguan cuaca yang buruk.

c. Lain-lain Tidak ada pembayaran khusus yang dipergunakan dalam tindakan pencegahan untuk keselamatan kerja dan semua biaya yang timbul dari hal-hal tersebut diatas harus sudah termasuk didalam harga satuan pekerjaan dalam kontrak.

PERTANGGUNGJAWABAN

Penyedia jasa harus bertanggung jawab untuk melakukan semua aktivitas dalam pelaksanaan pekerjaan dan pemeliharaan dari pekerjaan sipil sesuai dengan yang dikehendaki di dalam kontrak.

GAMBAR DAN BESTEK

a. Gambar dan bestek ini tidak boleh diberikan pada pihak lain yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan ini atau dipergunakan untuk maksud lain yang tidak diinginkan oleh Direksi.

b. Penyedia jasa tidak dibenarkan untuk merubah dan membatalkan serta menambah gambar-gambar yang ada, bila mungkin terjadi dalam gambar ada kekurangan-kekurangan, maka penyedia jasa menanyakan kepada Direksi.

c. Gambar yang tidak ada pengesahannya dari Direksi adalah tidak sah.

d. Jika ada perbedaan antara gambar dan bestek, maka penyedia jasa harus konsultasi kepada Direksi dan segala keputusan yang dikeluarkan oleh Direksi, Penyedia jasa harus mentaatinya.

KETENTUAN LAIN

a. Penyedia jasa harus mentaati dan mengikuti peraturan / ketentuan yang tercantum dalam bestek maupun gambar-gambar.

b. Apabila dalam gambar dan bs\estek terdapat perbedaan ukuran maka gambar-gambar yang berlaku adalah yang skalanya besar atau sesuai persetujuan / ketentuan tertulis dari Direksi.

c. Calon penyedia jasa harus membuat surat pernyataan bersedia diputus kontrak apabila tidak mentaati segala peraturan dan ketentuan yang ada dalam pelaksanaan pekerjaan.

d. Pemutusan kontrak harus didahului dengan peringatan ke 1 (satu), peringatan ke 2 (dua).

PEKERJAAN TAMBAH DAN KURANG

a. Pekerjaan tambah dan kurang hanya dapat dilakukan atas perintah dan persetujuan dari Direksi dahulu.

b. Pekerjaan tambah dan kurang yang dikerjakan tanpa ijin dari Direksi adalah tidak syah dan menjadi tanggungan Penyedia jasa dengan kata lain tidak ada tuntutan ganti rugi.

c. Pekerjaan tambah dan kurang apabila terjadi akan diperhitungkan dan akan dibuatkan Berita Acara berdasarkan harga satuan yang dilampirkan dalam Surat Penawaran.

SPK DAN MEMULAI PEKERJAAN

a. Penyedia jasa yang ditunjuk dapat memulai pekerjaan setelah diberikan Surat Perintah Kerja ( SPK ) oleh Pemimpin Kegiatan yang merupakan hari permulaan untuk melaksanakannya.

b. Jika dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari setelah SPK diterima oleh penyedia jasa belum juga ada aktifitas di lapangan maka SPK akan diserahkan kepada Penyedia jasa lain yang lebih mampu untuk melaksanakannya.

c. Segala kerugian akibat pencabutan SPK hingga tercapainya SPK yang baru akan dibebankan kepada penyedia jasa pertama.

d. Penandatanganan kontrak akan dilakukan kemudian mengingat prosedur penyusunan kontrak.

e. Segala keperluan dan biaya sampai dengan selesainya kontrak harus ditanggung oleh penyedia jasa.

penyusunan kontrak. e. Segala keperluan dan biaya sampai dengan selesainya kontrak harus ditanggung oleh penyedia jasa.
penyusunan kontrak. e. Segala keperluan dan biaya sampai dengan selesainya kontrak harus ditanggung oleh penyedia jasa.