Anda di halaman 1dari 2

Nama : Febry O. M.

Bani
NIM : 1208011014
Tanggal : 27 Maret 2018

Macula lutea atau bintik kuning merupakan bagian dari retina yang banyak
mengandung pigmen xantophil atau pigmen kuning. Daerah macula, secara
histologis digambarkan sebagai area yang terdiri atas 2 atau lebih lapisan ganglion
dengan diameter 5-6 mm dan berada ditengah antara Arcade vascular nasal dan
temporal. Makula lutea 1 mm ke lateral, 0.8 mm ke atas dan di bawah fovea, 0.3
mm dibawah meridian horizontal serta 3.5 mm ke arah tepi nervus optic.
Fungsi utama mata adalah untuk memfokuskan cahaya kepada retina,
khususnya pada sel kerucut dan sel batang. Kedua sel ini disebut juga sebagai sel
fotoreseptor yang mengubah energi cahaya menjadi energi listrik untuk
ditransmisikan ke sistem saraf pusat dalam proses yang dinamakan fototransduksi.
Komponen yang berperan dalam fototransduksi terletak pada retina. Retina
merupakan kelanjutan dari struktur sistem saraf pusat, oleh karena itu struktur
memiliki kemampuan untuk menghasilkan sinyal listrik. Bagian neural retina
terdiri atas beberapa lapisan sel:
 Bagian luar (menghadap ke koroid), berisi sel batang dan sel kerucut
 Bagian tengah, berisi sel bipolar sebagai interneuron
 Bagian dalam, berisi sel ganglion yang aksonnya bergabung menjadi
nervus opticus Cahaya akan diteruskan melalui lapisan sel ganglion dan
sel bipolar agar dapat mencapai fotoreseptor.
Akan tetapi, hal ini tidak terjadi di fovea, sebuah cekungan pada retina yang
tidak memiliki sel bipolar maupun sel ganglion. Pada daerah ini hanya terdapat sel
kerucut, dan pada lokasi ini pula lah terdapat konsentrasi sel kerucut yang paling
tinggi. Pada daerah yang mengelilinginya, macula lutea, juga terdapat konsentrasi
sel kerucut yang tinggi. Karena konsentrasi sel kerucut yang tinggi ini, fovea dan
macula lutea berguna dalam ketajaman penglihatan. Hilangnya fotoreseptor di
daerah macula lutea pada kasus degenerasi makular mengakibatkan pandangan
yang menghilang di tengah-tengah, disebut juga “doughnut vision.”
Nervus opticus keluar dari retina melalui daerah yang dinamakan discus
opticus atau bintik buta. Istilah ini diberikan karena titik ini tidak memiliki sel
batang maupun sel kerucut sehingga tidak dapat menerima bayangan objek.
Cahaya diterima oleh sel-sel fotoreseptor yang terdiri atas sel batang dan sel
kerucut. Setiap retina memiliki setidaknya 125 juta fotoreseptor. Di dalam
fotoreseptor, terdapat fotopigmen yang berfungsi sebagai penerima cahaya.
Fotopigmen ini terdiri dari bagian opsin dan retinal. Retinal memiliki struktur
yang sama untuk semua fotoreseptor, sedangkan opsin terdiri dari 4 jenis (1 untuk
sel batang dan 3 untuk sel kerucut). Retinal merupakan derivat vitamin A yang
berfungsi sebagai pengabsorpsi cahaya, sedangkan variasi struktur opsin
memungkinkan absorpsi cahaya dalam gelombang yang berbeda-beda.2 Sel
fotoreseptor terdiri dari 3 bagian. Bagian terluar yang menghadap koroid
merupakan bagian yang berbentuk konus atau batang. Bagian dalam terdiri atas
mesin-mesin pemetabolisme sel. Bagian ketiga, terminal sinaptik,
mentransmisikan sinyal ke sel berikutnya dalam jaras visual. Bentuk sel batang
yang memungkinkan volume lebih besar daripada sel kerucut memungkinkan sel
ini memiliki lebih banyak fotopigmen dari pada sel kerucut. Akibatnya, sel batang
lebih sensitif terhadap cahaya dibanding sel kerucut yang sensitif apabila tersinar
cahaya yang terang.