Anda di halaman 1dari 23

2.

1 Pengertian Sistem Kardiovaskuler


System kardiovaskuler terdiri dari jantung dan pembuluh darah,
mengandung 5,5 L darah laki-laki dengan berat 70 kg. Fungsi utama system
kardiovaskuler adalah mendistribusi O2 dan nutrisi ke jaringan, mentransfer
metabolit dan CO2 ke organ ekskresi dan paru, serta mentransport hormone
dan komponen system imun. System kardiovaskuler juga berperan penting
pada termoregulasi. Sebagian besar system kardiovaskuler tersusun peralel,
yaitu setiap jaringan mendapat darah langsung dari aorta. Keadaan ini
memungkinkan semua jaringan mendapat darah yang teroksigenasi penuh
dan aliran bisa dikontrol secara independen pada setiap jaringan melawan
tekanan konstan yang diatur dengan mengubah resistensi arteri kecil (yaitu
kontriksi atau dilatasi arteriol). Jantung kanan, paru , dan jantung kiri
tersusun seri. Sistem porta juga tersusun seri dimana darah digunakan untuk
mentranspor zat langsung dari satu jaringan ke jaringan lainnya, seperti pada
system porta hepatica di antara organ pencernaan dan hati. Fungsi system
kardiovaskuler dimodulasi oleh system saraf otonom.

2.2 Anatomi system kardiovaskuler


Hanya dalam beberapa hari setelah konsepsi sampai kematian,
jantung terus-menerus berdetak. Jantung berkembang sedemikian dini, dan
sangat penting seumur hidup. Hal ini karena sistem sirkulasi adalah sistem
transportasi tubuh. Fungsi ini akan berfungsi sebagai sistem vital untuk
mengangkut bahan-bahan yang mutlak dibutuhkan oleh sel-sel tubuh.
Sistem sirkulasi teridiri dari tiga komponen dasar:

a. Jantung, yang berfungsi sebagai pemompa yang melakukan


tekanan terhadap darah agar dapat mengalir ke jaringan.
b. Pembuluh darah, berfungsi sebagai saluran yang digunakan agar
darah dapat didistribusikan ke seluruh tubuh.
c. Darah, berfungsi sebagai media transportasi segala material yang
akan didistribusikan ke seluruh tubuh.
2.2.1 Jantung

Jantung berbentuk seperti pir/kerucut seperti piramida terbalik dengan


apeks (superior-posterior:C-II) berada di bawah dan basis ( anterior-inferior
ICS – V) berada di atas. Pada basis jantung terdapat aorta, batang nadi paru,
pembuluh balik atas dan bawah dan pembuluh balik. Jantung sebagai pusat
sistem kardiovaskuler terletak di sebelah rongga dada (cavum thoraks)
sebelah kiri yang terlindung oleh costae tepatnya pada mediastinum. Untuk
mengetahui denyutan jantung, kita dapat memeriksa dibawah papilla mamae
2 jari setelahnya. Berat pada orang dewasa sekitar 250-350 gram.

Hubungan jantung dengan alat sekitarnya yaitu:

a) Dinding depan berhubungan dengan sternum dan kartilago kostalis


setinggi kosta III-I.

b) Samping berhubungan dengan paru dan fasies mediastilais.

c) Atas setinggi torakal IV dan servikal II berhubungan dengan aorta


pulmonalis, brongkus dekstra dan bronkus sinistra.

d) Belakang alat-alat mediastinum posterior, esophagus, aorta desendes,


vena azigos, dan kolumna vetebrata torakalis.

e) Bagian bawah berhubungan dengan diafragma.

Jantung difiksasi pada tempatnya agar tidak mudah berpindah tempat.


Penyokong jantung utama adalah paru yang menekan jantung dari samping,
diafragma menyokong dari bawah, pembuluh darah yang keluar masuk dari
jantung sehingga jantung tidak mudah berpindah.

Factor yang mempengaruhi kedudukan jantung adalah:


a. Umur: Pada usia lanjut, alat-alat dalam rongga toraks termasuk
jantung agak turun kebawah

b. Bentuk rongga dada: Perubahan bentuk tora yang menetap (TBC)


menahun batas jantung menurun sehingga pada asma toraks
melebar dan membulat

c. Letak diafragma: Jika terjadi penekanan diafragma keatas akan


mendorong bagian bawah jantung ke atas

d. Perubahan posisi tubuh: proyeksi jantung normal di pengaruhi oleh


posisi tubuh.

1) Letak Jantung

Jantung adalah organ berotot dengan ukuran sekepalan. Jantung


terletak di rongga toraks (dada) sekitar garis tengah antara sternum atau
tulang dada di sebelah anterior dan vertebra (tulang punggung) di sebelah
posterior (Sherwood, Lauralee, 2001: 258). Bagian depan dibatasi oleh
sternum dan costae 3,4, dan 5. Hampir dua pertiga bagian jantung terletak di
sebelah kiri garis median sternum. Jantung terletak di atas diafragma, miring
ke depan kiri dan apex cordis berada paling depan dalam rongga thorax.
Apex cordis dapat diraba pada ruang intercostal 4-5 dekat garis medio-
clavicular kiri. Batas cranial jantung dibentuk oleh aorta ascendens, arteri
pulmonalis, dan vena cava superior (Aurum, 2007).

Pada dewasa, rata-rata panjangnya kira-kira 12 cm, dan lebar 9 cm, dengan
berat 300 sakpai 400 gram (Setiadi, 2007: 164).

2) Ruang Jantung

Jantung dibagi menjadi separuh kanan dan kiri, dan memiliki empat
bilik (ruang), bilik bagian atas dan bawah di kedua belahannya. Bilik-bilik
atas, atria (atrium, tunggal) menerima darah yang kembali ke jantung dan
memindahkannya ke bilik-bilik bawah, ventrikel, yang memompa darah dari
jantung. Kedua belahan jantung dipisahkan oleh septum, suatu partisi otot
kontinu yang mencegah pencampuran darah dari kedua sisi jantung.
Pemisahan ini sangat penting, karena separuh kanan jantung menerima dan
memompa darah beroksigen rendah sementara sisi kiri jantung menerima
dan memompa darah beroksigen tinggi (Sherwood, Lauralee, 2001: 259-
260).

a. Atrium Dextra
Dinding atrium dextra tipis, rata-rata 2 mm. Terletak agak ke
depan dibandingkan ventrikel dextra dan atrium sinistra. Pada bagian
antero-superior terdapat lekukan ruang atau kantung berbentuk daun
telinga yang disebut Auricle. Permukaan endokardiumnya tidak
sama. Posterior dan septal licin dan rata. Lateral dan auricle kasar
dan tersusun dari serabut-serabut otot yang berjalan parallel yang
disebut Otot Pectinatus. Atrium Dextra merupakan muara dari vena
cava. Vena cava superior bermuara pada didnding supero-posterior.
Vena cava inferior bermuara pada dinding infero-latero-posterior
pada muara vena cava inferior ini terdapat lipatan katup rudimenter
yang disebut Katup Eustachii. Pada dinding medial atrium dextra
bagian postero-inferior terdapat Septum Inter-Atrialis
Pada pertengahan septum inter-atrialis terdapat lekukan
dangkal berbentuk lonjong yang disebut Fossa Ovalis, yang
mempunyai lipatan tetap di bagian anterior dan disebut Limbus
Fossa Ovalis. Di antara muara vena cava inferior dan katup
tricuspidalis terdapat Sinus Coronarius, yang menampung darah
vena dari dinding jantung dan bermuara pada atrium dextra. Pada
muara sinus coronaries terdapat lipatan jaringan ikat rudimenter
yang disebut Katup Thebesii. Pada dinding atrium dextra terdapat
nodus sumber listrik jantung, yaitu Nodus Sino-Atrial terletak di
pinggir lateral pertemuan muara vena cava superior dengan auricle,
tepat di bawah Sulcus Terminalis. Nodus Atri-Ventricular terletak
pada antero-medial muara sinus coronaries, di bawah katup
tricuspidalis. Fungsi atrium dextra adalah tempat penyimpanan dan
penyalur darah dari vena-vena sirkulasi sistemik ke dalam ventrikel
dextra dan kemudian ke paru-paru.
Karena pemisah vena cava dengan dinding atrium hanyalah
lipatan katup atau pita otot rudimenter maka, apabila terjadi
peningkatan tekanan atrium dextra akibat bendungan darah di bagian
kanan jantung, akan dikembalikan ke dalam vena sirkulasi sistemik.
Sekitar 80% alir balik vena ke dalam atrium dextra akan mengalir
secara pasif ke dalam ventrikel dxtra melalui katup tricuspidalisalis.
20% sisanya akan mengisi ventrikel dengan kontraksi atrium.
Pengisian secara aktif ini disebut Atrial Kick. Hilangnya atrial kick
pada Disaritmia dapat mengurangi curah ventrikel.

b. Atrium Sinistra
Terletak postero-superior dari ruang jantung lain, sehingga
pada foto sinar tembus dada tidak tampak. Tebal dinding atrium
sinistra 3 mm, sedikit lebih tebal dari pada dinding atrium dextra.
Endocardiumnya licin dan otot pectinatus hanya ada pada auricle.
Atrium kiri menerima darah yang sduah dioksigenasi dari 4 vena
pumonalis yang bermuara pada dinding postero-superior atau
postero-lateral, masing-masing sepasang vena dextra et sinistra.
Antara vena pulmonalis dan atrium sinistra tidak terdapat katup
sejati. Oleh karena itu, perubahan tekanan dalam atrium sinistra
membalik retrograde ke dalam pembuluh darah paru. Peningkatan
tekanan atrium sinistra yang akut akan menyebabkan bendungan
pada paru. Darah mengalir dari atrium sinistra ke ventrikel sinistra
melalui katup mitralis.

c. Ventrikel Dextra
di ruang paling depan di dalam rongga thorax, tepat di bawah
manubrium sterni. Sebagian besar ventrikel kanan berada di kanan
depan ventrikel sinistra dan di medial atrium sinistra. Ventrikel
dextra berbentuk bulan sabit atau setengah bulatan, tebal dindingnya
4-5 mm. Bentuk ventrikel kanan seperti ini guna menghasilkan
kontraksi bertekanan rendah yang cukup untuk mengalirkan darah ke
dalam arteria pulmonalis. Sirkulasi pulmonar merupakan sistem
aliran darah bertekanan rendah, dengan resistensi yang jauh lebih
kecil terhadap aliran darah dari ventrikel dextra, dibandingkan
tekanan tinggi sirkulasi sistemik terhadap aliran darah dari ventrikel
kiri. Karena itu beban kerja dari ventrikel kanan jauh lebih ringan
daripada ventrikel kiri. Oleh karena itu, tebal dinding ventrikel
dextra hanya sepertiga dari tebal dinding ventrikel sinistra. Selain
itu, bentuk bulan sabit atau setengah bulatan ini juga merupakan
akibat dari tekanan ventrikel sinistra yang lebih besar daripada
tekanan di ventrikel dextra. Disamping itu, secara fungsional,
septum lebih berperan pada ventrikel sinistra, sehingga sinkronisasi
gerakan lebih mengikuti gerakan ventrikel sinistra.
Dinding anterior dan inferior ventrikel dextra disusun oleh
serabut otot yang disebut Trabeculae Carnae, yang sering
membentuk persilangan satu sama lain. Trabeculae carnae di bagian
apical ventrikel dextra berukuran besar yang disebut Trabeculae
Septomarginal (Moderator Band). Secara fungsional, ventrikel
dextra dapat dibagi dalam alur masuk dan alur keluar. Ruang alur
masuk ventrikel dextra (Right Ventricular Inflow Tract) dibatasi oleh
katup tricupidalis, trabekel anterior, dan dinding inferior ventrikel
dextra. Alur keluar ventrikel dextra (Right Ventricular Outflow
Tract) berbentuk tabung atau corong, berdinding licin, terletak di
bagian superior ventrikel dextra yang disebut Infundibulum atau
Conus Arteriosus. Alur masuk dan keluar ventrikel dextra dipisahkan
oleh Krista Supraventrikularis yang terletak tepat di atas daun
anterior katup tricuspidalis.
Untuk menghadapi tekanan pulmonary yang meningkat secara
perlahan-lahan, seperti pada kasus hipertensi pulmonar progresif,
maka sel otot ventrikel dextra mengalami hipertrofi untuk
memperbesar daya pompa agar dapat mengatasi peningkatan
resistensi pulmonary, dan dapat mengosongkan ventrikel. Tetapi
pada kasus dimana resistensi pulmonar meningkat secara akut
(seperti pada emboli pulmonary massif) maka kemampuan ventrikel
dextra untuk memompa darah tidak cukup kuat, sehingga seringkali
diakhiri dengan kematian.
d. Ventrikel Sinistra
Berbentuk lonjong seperti telur, dimana pada bagian ujungnya
mengarah ke antero-inferior kiri menjadi Apex Cordis. Bagian dasar
ventrikel tersebut adalah Annulus Mitralis. Tebal dinding ventrikel
sinistra 2-3x lipat tebal dinding ventrikel dextra, sehingga
menempati 75% masa otot jantung seluruhnya. Tebal ventrikel
sinistra saat diastole adalah 8-12 mm. Ventrikel sinistra harus
menghasilkan tekanan yang cukup tinggi untuk mengatasi tahanan
sirkulasi sitemik, dan mempertahankan aliran darah ke jaringan-
jaringan perifer. Sehingga keberadaan otot-otot yang tebal dan
bentuknya yang menyerupai lingkaran, mempermudah pembentukan
tekanan tinggi selama ventrikel berkontraksi. Batas dinding
medialnya berupa septum interventrikulare yang memisahkan
ventrikel sinistra dengan ventrikel dextra. Rentangan septum ini
berbentuk segitiga, dimana dasar segitiga tersebut adalah pada
daerah katup aorta.
Septum interventrikulare terdiri dari 2 bagian yaitu: bagian
Muskulare (menempati hampir seluruh bagian septum) dan bagian
Membraneus. Pada dua pertiga dinding septum terdapat serabut otot
Trabeculae Carnae dan sepertiga bagian endocardiumnya licin.
Septum interventrikularis ini membantu memperkuat tekanan yang
ditimbulkan oleh seluruh ventrikel pada saat kontraksi. Pada saat
kontraksi, tekanan di ventrikel sinistra meningkat sekitar 5x lebih
tinggi daripada tekanan di ventrikel dextra; bila ada hubungan
abnormal antara kedua ventrikel (seperti pada kasus robeknya
septum pasca infark miokardium), maka darah akan mengalir dari
kiri ke kanan melalui robekan tersebut. Akibatnya jumlah aliran
darah dari ventrikel kiri melalui katup aorta ke dalam aorta akan
berkurang.

3) Katub-katub Jantung

Katup jantung berfungsi mempertahankan aliran darah searah


melalui bilik-bilik jantung (Aurum, 2007. Setiap katub berespon terhadap
perubahan tekanan (Setiadi 2007: 169). Katub-katub terletak sedemikian
rupa, sehingga mereka membuka dan menutup secara pasif karena
perbedaan tekanan, serupa dengan pintu satu arah Sherwood, Lauralee,
2001: 261). Katub jantung dibagi dalam dua jenis, yaitu katub
atrioventrikuler, dan katub semilunar.

a) Katub Atrioventrikuler
Letaknya antara atrium dan ventrikel, maka disebut katub
atrioventrikular. Katub yang terletak di antara atrium kanan dan
ventrikel kanan mempunyai tiga buah katub disebut katub
trukuspid (Setiadi, 2007: 169). Terdiri dari tiga otot yang tidak
sama, yaitu: 1) Anterior, yang merupakan paling tebal, dan melekat
dari daerah Infundibuler ke arah kaudal menuju infero-lateral
dinding ventrikel dextra. 2) Septal, Melekat pada kedua bagian
septum muskuler maupun membraneus. Sering menutupi VSD
kecil tipe alur keluar. 3) Posterior, yang merupalan paling kecil,
Melekat pada cincin tricuspidalis pada sisi postero-inferior
(Aurum, 2007).
Sedangkan katub yang letaknya di antara atrium kiri dan
ventrikel kiri mempunyai dua daun katub disebut katub mitral
(Setiadi, 2007: 169). Terdiri dari dua bagian, yaitu daun katup
mitral anterior dan posterior. Daun katup anterior lebih lebar dan
mudah bergerak, melekat seperti tirai dari basal bentrikel sinistra
dan meluas secara diagonal sehingga membagi ruang aliran
menjadi alur masuk dan alur keluar (Aurum, 2007).

b) Katub Semilunar
Disebut semilunar (“bulan separuh”) karena terdiri dari tiga
daun katub, yang masing-masing mirip dengan kantung mirip
bulan separuh (Sherwood, Lauralee, 2007: 262). Katub semilunar
memisahkan ventrikel dengan arteri yang berhubungan. Katub
pulmonal terletek pada arteri pulmonalis, memisahkan pembuluh
ini dari ventrikel kanan. Katub aorta terletak antara ventrikel kiri
dan aorta. Adanya katub semilunar ini memungkinkan darah
mengalir dari masing-masing ventrikel ke arteri pulmonalis atau
aorta selama systole ventrikel, dan mencegah aliran balik waktu
diastole ventrikel (Setiadi, 2007: 170).

4) Lapisan Jantung

Dinding jantung terutama terdiri dari serat-serat otot jantung yang


tersusun secara spiral dan saling berhubungan melalui diskus interkalatus
(Sherwood, Lauralee, 2001: 262). Dinding jantung terdiri dari tiga lapisan
berbeda, yaitu:

a) Perikardium (Epikardium)
Epi berarti “di atas”, cardia berarti “jantung”, yang mana
bagian ini adalah suatu membran tipis di bagian luar yang
membungkis jantung. Terdiri dari dua lapisan, yaitu (Setiadi,
2007):Perikarduim fibrosum (viseral), merupakan bagian kantong
yang membatasi pergerakan jantung terikat di bawah sentrum
tendinium diafragma, bersatu dengan pembuluh darah besar
merekat pada sternum melalui ligamentum
sternoperikardial.Perikarduim serosum (parietal), dibagi menjadi
dua bagian, yaitu Perikardium parietalis membatasi perikarduim
fibrosum sering disebut epikardium, dan Perikarduim fiseral yang
mengandung sedikit cairan yang berfungsi sebagai pelumas untuk
mempermudah pergerakan jantung.
b) Miokardium
Myo berarti “otot”, merupakan lapisan tengah yang terdiri
dari otot jantung, membentuk sebagian besar dinding jantung.
Serat-serat otot ini tersusun secara spiral dan melingkari jantung
(Sherwood, Lauralee, 2001: 262). Lapisan otot ini yang akan
menerima darah dari arteri koroner (Setiadi, 2007: 172).
c) Endokardium
Endo berarti “di dalam”, adalah lapisan tipis endothelium,
suatu jaringan epitel unik yang melapisi bagian dalam seluruh
sistem sirkulasi (Sherwood, Lauralee, 2007: 262).

5) Persarafan Jantung
Jantung dipersarafi oleh sistem saraf otonom. Kecepatan denyut jantung
terutama ditentukan oleh pengaruh otonom pada nodus SA. Jantung
dipersarafi oleh kedua divisi sistem saraf otonom, yang dapat memodifikasi
kecepatan (serta kekuatan) kontraksi, walaupun untuk memulai kontraksi
tidak memerlukan stimulasi saraf. Saraf parasimpatis ke jantung, yaitu saraf
vagus, terutama mempersarafi atrium, terutama nodus SA dan AV. Saraf-
saraf simpatis jantung juga mempersarafi atrium, termasuk nodus SA dan
AV, serta banyak mempersarafi ventrikel (Sherwood, Lauralee, 2001: 280).

2.2.2 Vaskularisasi Jantung( pembuluh darah)


Pembuluh darah adalah prasarana jalan bagi aliran darah. Secara
garis besar peredaran darah dibedakan menjadi dua, yaitu peredaran darah
besar yaitu dari jantung ke seluruh tubuh, kembali ke jantung (surkulasi
sistemik), dan peredaran darah kecil, yaitu dari jantung ke paru-paru,
kembali ke jantung (sirkulasi pulmonal).

1. Arteri
Suplai darah ke miokardium berasal dari dua arteri koroner besar
yang berasal dari aorta tepat di bawah katub aorta. Arteri koroner
kiri memperdarahi sebagian besar ventrikel kiri, dan arteri koroner
kanan memperdarahi sebagian besar ventrikel kanan (Setiadi, 2007:
179).
a. Arteri Koroner Kanan
Berjalan ke sisi kanan jantung, pada sulkus atrioventrikuler
kanan. Pada dasarnya arteri koronarian kanan memberi makan
pada atrium kanan, ventrikel kanan, dan dinding sebelah dalam
dari ventrikel kiri. Bercabang menjadi Arteri Atrium Anterior
Dextra (RAAB = Right Atrial Anterior Branch) dan Arteri
Coronaria Descendens Posterior (PDCA = Posterior
Descending Coronary Artery). RAAB memberikan aliran
darah untuk Nodus Sino-Atrial. PDCA memberikan aliran
darah untuk Nodus Atrio-Ventrikular (Aurum, 2007).
b. Arteri Koroner Kiri
Berjalan di belakang arteria pulmonalis sebagai arteri
coronaria sinistra utama (LMCA = Left Main Coronary Artery)
sepanjang 1-2 cm. Bercabang menjadi Arteri Circumflexa
(LCx = Left Circumflex Artery) dan Arteri Descendens
Anterior Sinistra (LAD = Left Anterior Descendens Artery).
LCx berjalan pada Sulcus Atrio-Ventrcular mengelilingi
permukaan posterior jantung. LAD berjalan pada Sulcus
Interventricular sampai ke Apex. Kedua pembuluh darah ini
bercabang-cabang dan memberikan lairan darah diantara kedua
sulcus tersebut (Aurum, 2007).
2. Vena
Distrubusi vena koroner sesungguhnya parallel dengan distribusi
arteri koroner. Sistem vena jantung mempunyai tiga bagian, yaitu
(Setiadi, 2007: 181):Vena tabesian, merupakan sistem terkecil yang
menyalurkan sebagian darah dari miokardium atrium kanan dan
ventrikel kanan Vena kardiaka anterior, mempunyai fungsi yang
cukup berarti, mengosongkan sebagian besar isi vena ventrikel
langsung ke atrium kanan.Sinus koronarius dan cabangnya,
merupakan sistem vena yang paling besar dan paling penting,
berfungsi menyalurkan pengembalian darah vena miokard ke dalam
atrium kanan melalui ostinum sinus koronaruis yang bermuara di
samping vena kava inferior.

2.2.3 Darah
1) Pengertian Darah
Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya
adalah mengangkutoksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh
tubuh. Darah juga menyuplai jaringantubuh dengan nutrisi, mengangkut
zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun
sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai
penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui
darah.. Darahmanusia berwarna merah, antara merah terang apabila
kaya oksigen sampai merah tuaapabila kekurangan oksigen. Warna
merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan
(respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme,
yangmerupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen.
Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah
mengalir dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah
dipompa oleh jantungmenuju paru-paru untuk melepaskan sisa
metabolisme berupa karbon dioksida danmenyerap oksigen melalui
pembuluh arteri pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantungmelalui
vena pulmonalis. Setelah itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh
saluran pembuluh darah aorta. Darah mengedarkan oksigen ke seluruh
tubuh melalui saluranhalus darah yang disebut pembuluh kapiler. Darah
kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena cava
superior dan vena cava inferior. Darah juga mengangkut bahan bahan
sisa metabolisme, obat-obatan dan bahan kimia asing ke hati untuk
diuraikanke ginjal untuk dibuang sebagai air seni.

2) Pembagian darah

 Plasma darah 55 %

Unsur ini merupakan komponen terbesar dalam darah, karena lebih


dari separuh darah mengandung plasma darah. Hampir 90% bagian dari
plasma darah adalah air. Plasma darah berfungsi untuk mengangkut
sarimakanan ke sel-sel serta membawa sisa pembakaran dari sel ke
tempat pembuangan. Fungsi lainnya adalah menghasilkan zat kekebalan
tubuhterhadap penyakit atau zat antibodi.

 Sel-sel darah 45 %; terdiri dari:

a) Sel darah merah (eritrosit)


Sel darah merah (eritrosit) bentuknya seperti cakram/ bikonkaf
dan tidak mempunyai inti. Ukuran diameter kira-kira 7,7 unit
(0,007 mm), tidak dapat bergerak. Banyaknya kira–kira 5 juta
dalam 1 mm3 (41/2 juta).warnanya kuning kemerahan, karena
didalamnya mengandung suatu zat yangdisebut hemoglobin,
warna ini akan bertambah merah jika di dalamnya banyak
mengandung oksigen. Fungsi sel darah merah adalah
mengikat oksigen dari paru–paru untuk diedarkan ke seluruh
jaringan tubuhdan mengikat karbon dioksida dari jaringan tubuh
untuk dikeluarkan melalui paru–paru. Pengikatan oksigen dan
karbon dioksida ini dikerjakan oleh hemoglobin yang telah
bersenyawadengan oksigen yang disebut oksihemoglobin (hb +
oksigen 4 hb-oksigen) jadi oksigen diangkut dari seluruh tubuh
sebagai oksihemoglobin yangnantinya setelah tiba di jaringan
akan dilepaskan: hb-oksigen hb + oksigen, dan seterusnya. Hb
tadi akan bersenyawa dengan karbon dioksida dan disebut
karbon dioksida hemoglobin (hb + karbon dioksida hb-karbon
dioksida) yangmana karbon dioksida tersebut akan dikeluarkan
di paru-paru.
Sel darah merah (eritrosit) diproduksi di dalam sumsum
tulang merah,limpa dan hati. Proses pembentukannya dalam
sumsum tulang melalui beberapa tahap. Mula-mula besar dan
berisi nukleusdan tidak berisi hemoglobin kemudian dimuati
hemoglobin dan akhirnya kehilangannukleusnya dan siap
diedarkan dalam sirkulasi darah yang kemudian akan beredar di
dalam tubuh selama kebih kurang 114 – 115 hari, setelah itu
akanmati. Hemoglobin yang keluar dari eritrosit yang mati akan
terurai menjadidua zat yaitu hematin yang mengandung fe yang
berguna untuk membuateritrosit barudan hemoglobin yaitu suatu
zat yang terdapat didalam eritrisityang berguna untuk mengikat
oksigen dan karbon dioksida.
Jumlah normal pada orang dewasa kira- kira 11,5 – 15 gram
dalam 100cc darah. Normal hb wanita 11,5 mg%dan laki-laki
13,0 mg%. Sel darahmerah memerlukan protein karena
strukturnya terdiri dari asam aminodan memerlukan pula zat
besi, sehingga diperlukan diit seimbang zat besi.
Di dalam tubuh banyaknya sel darah merah ini bisa
berkurang,demikian juga banyaknya hemoglobin dalam sel darah
merah. Apabila kedua-duanya berkurang maka keadaan ini
disebut anemia, yang biasanyadisebabkan oleh perdarahaan yang
hebat, penyakit yang melisis eritrosit,dan tempat pembuatan
eritrosit terganggu.

b) Sel darah putih (leukosit)


Bentuk dansifat leukosit berlainan dengan sifat eritrosit
apabila kitalihat di bawah mikroskop maka akan terlihat
bentuknya yang dapat berubah-ubahdandapat bergerak dengan
perantaraan kaki palsu (pseudopodia),mempunyai bermacam-
macam inti sel sehingga ia dapat dibedakan menurutinti selnya,
warnanya bening (tidak berwarna), banyaknya dalam 1 mm3
darahkira-kira 6000-9000.
Fungsinya sebagai pertahanan tubuh yaitu
membunuhdanmemakan bibit penyakit / bakteri yang masuk ke
dalam jaringan res (sistemretikuloendotel), tempat
pembiakannya di dalam limpadankelenjar limfe;sebagai
pengangkut yaitu mengangkut / membawa zat lemak dari
dinding ususmelalui limpa terus ke pembuluh darah
Sel leukosit disamping berada di dalam pembuluh darah juga
terdapatdi seluruh jaringan tubuh manusia. Pada kebanyakan
penyakit disebabkan oleh masuknya kuman / infeksi maka
jumlah leukosit yang ada di dalam darah akanlebih banyak dari
biasanya. Hal ini disebabkan sel leukosit yang biasanyatinggal di
dalam kelenjar limfe, sekarang beredar dalam darah untuk
mempertahankan tubuh dari serangan penyakit tersebut. Jika
jumlah leukositdalam darah melebihi 10000/mm3 disebut
leukositosisdankurang dari 6000disebut leukopenia.

c) keping-keping darah (trombosit)


Trombosit merupakan benda-benda kecil yang mati yang
bentuk dan ukurannya bermacam-macam, ada yang bulat dan
lonjong, warnanya putih,normal pada orang dewasa 200.000-
300.000/mm3.
Fungsinya memegang peranan penting dalam pembekuan darah.
Jika banyaknya kurang dari normal, maka kalau ada luka darah
tidak lekasmembeku sehingga timbul perdarahan yang terus-
menerus. Trombosit lebihdari 300.000 disebut trombositosis.
Trombosit yang kurang dari 200.000disebut trombositopenia.
Di dalam plasma darah terdapat suatu zat yang turut
membantuterjadinya peristiwa pembekuan darah, yaitu ca2+ danf
ibrinogen. Fibrinogenmulai bekerja apabila tubuh mendapat
luka. Ketika kita luka maka darah akankeluar, trombosit pecah
dan mengeluarkan zat yang dinamakan
trombokinase.trombokinasi ini akan bertemu dengan protrombin
dengan pertolongan ca2+akan menjadi trombin. Trombin akan
bertemu dengan fibrin yang merupakan benang-benang halus,
bentuk jaringan yang tidak teratur letaknya, yang akanmenahan
sel darah, dengan demikian terjadilah pembekuan. Protrombin di
buat didalam hatidan untuk membuatnya diperlukan vitamin k,
dengandemikian vitamin k penting untuk pembekuan darah.

3) Fungsi Darah
a) Sebagai alat pengangkut yaitu:
- Mengambil oksigen/ zat pembakaran dari paru-paru untuk
diedarkankeseluruh jaringan tubuh.
- Mengangkut karbon dioksida dari jaringan untuk dikeluarkan
melalui paru- paru.
- Mengambil zat-zat makanan dari usus halus untuk
diedarkandandibagikanke seluruh jaringan/ alat tubuh.
- Mengangkat / mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna bagi
tubuh untuk dikeluarkan melalui ginjal dan kulit.
b) Sebagai pertahanan tubuh terhadap serangan penyakit dan racun
dalam tubuhdengan perantaraan leukosit dan antibodi/ zat–zat
anti racun.
c) Menyebarkan panas keseluruh tubuh

2.3 Fisiologi Sistem Kardiovaskular


A. Sistem Peredaran Darah Manusia
Sistem peredaran darah manusia ada dua yaitu system peredaran
darah besar dan system peredaran darah kecil.
1. Sistem Peredaran Darah Besar (Sistemik)
Peredaran darah besar dimulai dari darah keluar dari jantung
melalui aorta menuju ke seluruh tubuh (organ bagian atas dan organ
bagian bawah). Melalui arteri darah yang kaya akan oksigen menuju
ke sistem-sistem organ, maka disebut sebagai sistem peredaran
sistemik. Dari sistem organ vena membawa darah kotor menuju ke
jantung. Vena yang berasal dari sistem organ di atas jantung akan
masuk ke bilik kanan melalui vena cava inferior, sementara vena
yang berasal dari sistem organ di bawah jantung dibawa oleh vena
cava posterior.
Darah kotor dari bilik kanan akan dialirkan ke serambi
kanan, selanjutnya akan dipompa ke paru-paru melalui arteri
pulmonalis. Arteri pulmonalis merupakan satu keunikan dalam
sistem peredaran darah manusia karena merupakan satu-satunya
arteri yang membawa darah kotor (darah yang mengandung CO2).
Urutan perjalanan peredaran darah besar : bilik kiri – aorta –
pembuluh nadi – pembuluh kapiler – vena cava superior dan vena
cava inferior – serambi kanan.

2. Sistem Peredaran Darah Kecil (Pulmonal)


Peredaran darah kecil dimulai dari dari darah kotor yang
dibawa arteri pulmonalis dari serambi kanan menuju ke paru-paru.
Dalam paru-paru tepatnya pada alveolus terjadi pertukaran gas
antara O2 dan CO2. Gas O2 masuk melalui sistem respirasi dan CO2
akan dibuang ke luar tubuh. O2 yang masuk akan diikat oleh darah
(dalam bentuk HbO) terjadi di dalam alveolus. Selanjutnya darah
bersih ini akan keluar dari paru-paru melalui vena pulmonalis
menuju ke jantung (bagian bilik kiri). Vena pulmonalis merupakan
keunikan yang kedua dalam system peredaran darah manusia, karena
merupakan satu-satunya vena yang membawa darah bersih.Urutan
perjalanan peredaran darah kecil : bilik kanan jantung – arteri
pulmonalis – paru-paru – vena pulmonalis – serambi kiri jantung.

3. Pembuluh Limfe (Pembuluh Getah Bening)


Pembuluh limfe kanan; dari kepala, leher, dada, paru-paru,
jantung dan lengan sebelah kanan, bermuara di pembuluh balik yang
letaknya di bawah tulang selangka kanan.
Pembuluh limfe dada; dari bagian lain, bermuara dalam vena
di bawah tulang selangka kiri.Pembuluh limfe adalah bermuaranya
pembuluh lemak (pembuluh kil). Peredaran limfe adalah terbuka,
merupakan alat penyaring kuman, karena di kelenjar limfe
diproduksi sejenis sel darah putih yang disebut limfosit untuk
imunitas.
Jantung berfungsi untuk memompa darah guna memenuhi kebutuhan
metabolisme sel seluruh tubuh.
1) Struktur Otot Jantung
jantung mirip dengan otot skelet yaitu mempunyai serat otot.
Perbedaannya otot jantung tidak dipengaruhi oleh syaraf
somatik, otot jantung bersifat involunter. Kontraksi otot jantung
dipengaruhi oleh adanya pacemaker pada jantung.
2) Metabolisme Otot Jantung
Metabolisme otot jantung tergantung sepenuhnya pada
metabolisme aerobik. Otot jantung sangat banyak mengandung
mioglobin yang dapat mengikat oksigen. Karena metabolisme
sepenuhnya adalah aerob, otot jantung tidak pernah mengalami
kelelahan.
3) Sistem Konduksi Jantung
Jantung mempunyai system syaraf tersendiri yang menyebabkan
terjadinya kontraksi otot jantung yang disebut system konduksi
jantung. Syaraf pusat melalui system syaraf autonom hanya
mempengaruhi irama kontraksi jantung. Syaraf simpatis
memacu terjadinya kontraksi sedangkan syaraf parasimpatis
menghamabt kontraksi. System kontraksi jantung terdiri atas :
Nodus Sinoatri alkularis (NSA) terletak pada atrium kanan dan
dikenal sebagai pacemaker karena impuls untuk kontraksi
dihasilkan oleh nodus ini.
Nodus Atrioventrikularis (NAV) terletak antara atrium dan
ventrikel kanan berperan sebagai gerbang impuls ke ventrikel.
Bundle His adalah serabut syaraf yang meninggalkan NAV.
Serabut Bundle Kanan Dan Kiri adalah serabut syaraf yang
menyebar ke ventrikel terdapat pada septum interventrikularis.
Serabut Purkinje adalah serabut syaraf yang terdapat pada otot
jantung.
4) Kontraksi Dan Irama Jantung
Kontraksi jantung disebut disebut systole sedangkan relaksasi
jantung atau pengisian darah pada jantung disebut diastole.
Irama jantung dimulai dari pacemaker (NSA) dengan impuls 60-
80 kali/menit. Semua bagian jantung dapat memancarkan
impuls tersendiri tetapi dengan frekuensi yang lebih rendah.
Bagian jantung yang memancarkan impuls diluar NSA disebut
focus ektopik yang menimbulkan perubahan irama jantung yang
disebut aritmia. Aritmia dapat disebabkan oleh hipoksia,
ketidakseimbangan elektrolit, kafein, nikotin karena hal tersebut
dapat menyebabkan fokus ektopik kontraksi diluar kontraksi
dari nodus NSA. Jika terjadi hambatan aliran impuls dari NSA
menuju NAV maka impuls syaraf akan timbul dari nodus NAV
dengan frekuensi yang lebih rendah yaitu sekitar 40-50
kali/menit. Jika ada hambatan pada bundle his atau serabut
bundle kanan dan kiri maka otot jantung akan kontraksi dengan
iramanya sendiri yaitu 20-30 kali/menit. Denyut jantung 20-30
kali/menit tidak dapat mempertahankan metabolisme otot.
5) Suara Jantung
Suara jantung terjadi akibat proses kontraksi jantung.
Suara jantung 1 (S1) timbul akibat penutupan katup mitral dan
trikuspidalis.
Suara jantung 2 (S2) timbul akibat penutupan katup semilunaris
aorta dan semilunaris pulmonal.
Suara jantung 3 (S3) terjadi akibat pengisian ventrikel pada fase
diastole.
Suara jantung 4 (S4) terjadi akibat kontraksi atrium.
Suara jantung 3 dan 4 terdengar pada jantung anak.
6) Fase Kontraksi Jantung
Pada fase pengisian ventikel dan kontraksi atrium katup mitral
dan trikuspidalis terbuka darah akan mengalir dari atrium
menuju ventrikel. Pada fase kontraksi ventrikel isometric
ventrikel mulai kontraksi dan atrium relaksasi, katup mitral dan
trikuspidalis tertutup dan katup semilunar aorta dan pulmonal
belum terbuka. Pada fase ejeksi ventikuler, katup semilunar
aorta dan semilunar aorta dan semilunar pulmonal terbuka
sehingga darah mengalir dari ventrikel menuju aorta dan arteri
pulmonalis. Pada fase relaksasi isovolumentrik terjadi relaksasi
ventrikel dan katup semilunar aorta dan pulmonal menutup
sedangkan katup mitral dan katup trikuspidalis belum terbuka.
7) Cardiac Output
Cardiac Output adalah volume darah yang dipompa oleh tiap
ventrikel per menit. Hal ini disebabkan oleh kontraksi otot
myocardium yang berirama dan sinkron, sehingga darahpun
dipompa masuk ke dalam sirkulasi pulmonary dan sistemik.
Besar cardiac output ini berubah-ubah, tergantung kebutuhan
jaringan perifer akan oksigen dan nutrisi. Karena curah jantung
yang dibutuhkan juga tergantung dari besar serta ukuran tubuh,
maka diperlukan suatu indikator fungsi jantung yang lebih
akurat, yaitu yang dikenal dengan sebutan Cardiac Index.
Cardiac index ini didapatkan dengan membagi cardiac output
dengan luas permukaan tubuh, dan berkisar antara 2,8-3,6
liter/menit/m2 permukaan tubuh.
Stroke Volume adalah volume darah yang dikeluarkan oleh
ventrikel/detik. Sekitar dua per tiga dari volume darah dalam
ventrikel pada akhir diastole (volume akhir diastolic)
dikeluarkan selama sistolik. Jumlah darah yang dikeluarkan
tersebut dikenal dengan sebutan Fraksi Ejeksi; sedangkan
volume darah yang tersisa di dalam ventrikel pada akhir sistolik
disebut Volume Akhir Sistolik. Penekanan fungsi ventrikel,
menghambat kemampuan ventrikel untuk mengosongkan diri,
dan dengan demikian mengurangi stroke volume dan fraksi
ejeksi, dengan akibat peningkatan volume sisa pada ventrikel.
Cardiac output (CO) tergantung dari hubungan yang terdapat
antara dua buah variable, yaitu: frekuensi jantung dan stroke
volume. CO = Frekuensi Jantung x Stroke Volume. Cardiac
output dapat dipertahankan dalam keadaan cukup stabil
meskipun ada pada salah satu variable, yaitu dengan melakukan
penyesuaian pada variable yang lain.
Apabila denyut jantung semakin lambat, maka periode relaksasi
dari ventrikel diantara denyut jantung menjadi lebih lama,
dengan demikian meningkatkan waktu pengisian ventrikel.
Dengan sendirinya, volume ventrikel lebih besar dan darah yang
dapat dikeluarkan per denyut menjadi lebih banyak. Sebaliknya,
kalau stroke volume menurun, maka curah jantung dapat
distabilkan dengan meningkatkan kecepatan denyut jantung.
Tentu saja penyesuaian kompensasi ini hanya dapat
mempertahankan curah jantung dalam batas-batas tertentu.
Perubahan dan stabilisasi curah jantung tergantung dari
mekanisem yang mengatur kecepatan denyut jantung dan stroke
volume.
8) Sirkulasi Jantung
Lingkaran sirkulasi jantung dapat dibagi menjadi dua bagian
besar yaitu sirkulasi sistemik dan sirkulasi pulmonal. Namun
demikian terdapat juga sirkulasi koroner yang juga berperan
sangat penting bagi sirkulasi jantung.
1. Sirkulasi Sistemik
a. Mengalirkan darah ke berbagai organ tubuh.
b. Memenuhi kebutuhan organ yang berbeda.
c. Memerlukan tekanan permulaan yang besar.
d. Banyak mengalami tahanan.
e. Kolom hidrostatik panjang.
2. Sirkulasi Pulmonal
a. Hanya mengalirkan darah ke paru.
b. Hanya berfungsi untuk paru-paru.
c. Mempunyai tekanan permulaan yang rendah.
d. Hanya sedikit mengalami tahanan.
e. Kolom hidrostatiknya pendek.
3. Sirkulasi Koroner
Efisiensi jantung sebagi pompa tergantung dari nutrisi dan
oksigenasi yang cukup pada otot jantung itu sendiri. Sirkulasi
koroner meliputi seluruh permukaan jantung dan membawa
oksigen untk miokardium melalui cabang-cabang
intramiokardial yang kecil-kecil.
Aliran darah koroner meningkat pada:

 Peningkatan aktifitas
 Jantung berdenyut

 Rangsang sistem saraf simpatis

9) Mekanisme Biofisika Jantung


a. Tekanan Darah
Tekanan darah (blood pressure) adalah tenaga yang diupayakan oleh
darah untuk melewati setiap unit atau daerah dari dinding pembuluh
darah. Faktor yang mempengaruhi tekanan darah adalah: curah
jantung, tahanan pembuluh darah perifer, aliran, dan volume darah.
Bila seseorang mangatakan tekanan darahnya adalah 100 mmHg maka
tenaga yang dikeluarkan oleh darah dapat mendorong merkuri pada
tabung setinggi 50 mm.
b. Aliran Darah
Aliran darah pada orang dewasa saat istirahat adalah 5 L/menit, ayang
disebut sebagai curah jantung (cardiac output). Aliran darah melalui
pembuluh darah dipengaruhi oleh dua faktor:
 Perbedaan Tekanan ( DP: P1-P2), merupakan penyebab
terdorongnya darah melalui pembuluh.
 Hambatan terhadap aliran darah sepanjang pembuluh, disebut
juga sebagai ”vascular resistance” atau tahanan pembuluh.

Beda tekanan antara dua ujung pembuluh darah menyebabkan darah


mengalir dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah,
sedangkan resistensi / tahanan menghambat aliran darah.

c. Resistensi
Resistensi/tahanan adalah hambatan terhadap aliran darah terhadap
suatu pembuluh yang tidak dapat diukur secara langsung. Resistensi
dipengaruhi oleh dua faktor yaitu: diameter pembuluh darah (terutama
arteriol) dan viskositas (kekentalan) darah. Peningkatan diameter
pembuluh darah (vasodilatasi) akan menurunkan tahanan, sedangkan
penurunan diameter pembuluh darah (vasokontriksi) dapat
meningkatkan resistensi. Viskositas sebagaian besar dipengaruhi oleh
kadar hematokrit (ht), yaiu prosentase volume darah yang ditempati
oleh sel darah merah. Semakin tinggi viskositas darah, maka semakin
meningkat pula resistensi pembuluh darah.
10) Siklus Jantung
Setiap siklus jantung terdiri dari urutan peristiwa listrik dan
mekanik yang saling terkait. Rangsang listrik dihasilkan dari
beda potensial ion antar sel yang selanjutnya akan merangsang
otot untuk berkontraksi dan relaksasi. Kelistrikan jantung
merupakan hasil dari aktivitas ion-ion yang melewati membran
sel jantung. Aktivitas ion tersebut disebut sebagai potensial aksi.
Mekanisme potensial aksi terdiri dari fase depolarisasi dan
repolarisasi:
a. Depolarisasi
Merupakan rangsang listrik yang menimbulkan kontraksi
otot. Respon mekanik dari fase depolarisasi otot jantung
adalah adanya sistolik.
b. Repolarisasi
Merupakan fase istirahat/relaksasi otot, respon mekanik
depolarisasi otot jantung adalah diastolik.
DAFTAR PUSTAKA

1. Syaifuddin. 2009. Fisiologi tubuh manusia untuk mahasiswa


keperawatan. Jakarta Penerbit: Salemba Medika.
2. Syaifuddin,Haji.2006. Anatomi fisiologis
mahasiswa keperawatan. Jakarta Penerbit:EKG