Anda di halaman 1dari 11

Pengertian Pembangunan Nasional

Pembangunan merupakan suatu proses perubahan yang terus menerus dilakukan untuk
menuju perbaikan disegala bidang kehidupan masyarakat dengan berdasarkan pada seperangkat
nilai yang dianut, yang menuntun masyarakat untuk mencapai tingkat kehidupan yang didambakan.
Pembangunan disini lebih diarahkan pada pembangunan potensi, inisiatif, daya kreasi, dan
kepribadian dari setiap warga masyarakat. Dalam proses ini terjadi transformasi sosial ke arah yang
lebih baik. Dengan pembangunan, masyarakat diharapkan semakin mampu mengelola alam bagi
peningkatan kesejahteraanya. Namun hal ini tidaklah berarti bahwa pembangunan akhirnya harus
mengeksploitasi alam secara semena-mena yang akhirnya hanya menganggu keseimbangan
ekosistem dan interaksi manusia dengan alam. Pembangunan menuntut orientasi masa depan bagi
kelestarian manusia dan alam.

Pembangunan nasional adalah suatu rangkaian usaha yang dilakukan secara


berkesinambungan dalam semua bidang kehidupan masyarakat, bangsa dan negara untuk menuju
suatu keadaan yang lebih baik. Pembangunan nasional dilakukan dalam rangka merealisasikan
tujuan nasional seperti yang tertulis dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu
melindungi segenap bangsa dan segenap tumpah darah indonesia, meningkatkan kesejahteraan
umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Visi dan Misi Pembangunan Nasional


Visi (impian/harapan) dan misi (hal-hal yang akan dilakukan untuk mencapai visi) tersebut
merupakan dasar dan rambu-rambu untuk mencapai tujuan bangsa dan cita-cita nasional.

F Visi

1. Terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara yang aman, bersatu, rukun dan damai;

2. Terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara yang menjunjung tinggi hukum,
kesetaraan dan hak azasi manusia; serta

3. Terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan kehidupan yang
layak serta memberikan fondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan.

F Misi

Untuk mewujudkan visi bangsa Indonesia masa depan, misi yang diterapkan adalah :

1. Pengamalan Pancasila secara konsisten dalam kehidupan bermasyarkat, berbangsa dan


bernegara.

2. Penegakan kedaulatan rakyat dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara.
3. Peningkatan pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan
kualitas keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan persaudaraan
umat beragama yang berakhlak mulia, toleran, rukun dan damai.

4. Penjaminan kondisi aman, damai, tertib dan ketenteraman masyarakat.

5. Perwujudan sistem hukum nasional yang menjamin tegaknya supremasi hukum dan hak asasi
manusia berlandaskan keadilan dan kebenaran

6. Perwujudan kehidupan sosial budaya yang berkepribadian, dinamis, kreatif, dan berdaya tahan
terhadap pengaruh globalisasi.

7. Pemberdayaan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi nasional, terutama pengusaha kecil,
menengah dan koperasi, dengan mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada
mekanisme pasar yang berkeadilan, bersumber daya alam, dan sumber daya manusia yang
produktif, mandiri maju, berdaya saing dan berwawasan lingkungan.

8. Perwujudan otonomi daerah dalam rangka pengembangan daerah dan pemerataan


pertumbuhan dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia.

9. Perwujudan kesejahteraan rakyat yang ditandai oleh meningkatnya kualitas kehidupan yang
layak dan bermartabat serta perhatian utama pada tercukupinya kebutuhan dasar, yaitu pangan,
sandang, papan, kesehatan, pendidikan, dan lapangan kerja.

10. Perwujudan aparatur negara yang berfungsi melayani masyarakat, profesional, berdaya guna,
produktif, transparan; yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

11. Perwujudan sistem dan iklim pendidikan nasional yang demokratis dan bermutu guna
memperteguh akhlak mulia, kreatif, inovatgif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, berdisiplin,
bertanggungjawab, berketerampilan, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam
rangka mengembangkan kualitas manusia Indonesia.

12. Perwujudan politik luar negeri yang berdaulat, bermanfaat, bebas dan proaktif bagi kepentingan
nasional dalam menghadapi perkembangan global.

Tujuan Pembangunan Nasional

Pembangunan nasional yang dilakukan mengarah pada suatu tujuan. Tujuan ini terbagi atas
tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Tujuan jangka pendek dari pembangunan nasional
adalah meningkatkan taraf hidup, kecerdasan, dan kesejahteraan masyarakat yang semakin adil dan
merata serta meletakkan landasan yang kuat untuk tahap pembangunan berikutnya. Pembangunan
jangka panjang bertujuan untuk mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata,
material dan spiritual berdasarkan pancasila didalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia
yang merdeka, berdaulat, bersatu dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa
yang aman, tentram, tertib dan dinamis dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka,
bersahabat, tertib dan damai.
Hakekat Pembangunan Nasional
Hakikat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan
pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya. Ini berarti dalam pelaksanaan pembangunan
nasional diperlukan hal-hal sebagai berikut:

1. Ada keselarasan, keserasian, kesimbangan, dan kebulatan yang utuh dalam seluruh kegiatan
pembangunan. Pembangunan adalah untuk manusia dan bukan sebaliknya manusia untuk
pembangunan. Dalam pembangunan dewasa ini, unsur manusia, unsur sosial-budaya, dan
unsur lainnya harus mendapatkan perhatian yang seimbang.
2. Pembangunan harus merata untuk seluruh masyarakat dan di seluruh wilayah tanah air.
3. Subjek dan objek pembangunan adalah manusia dan masyarakat Indonesia, sehingga
pembangunan harus berkepribadian Indonesia pula.
4. Pembangunan dilaksanakan bersama oleh masyarakat dan pemerintah. Masyarakat adalah
pelaku utama pembangunan dan pemerintah berkewajiban untuk mengarahkan,
membimbing, serta menciptakan suasana yang menunjang. Kegiatan masyarakat dan
kegiatan pemerintah mesti saling mendukung, saling mengisi, dan saling melengkapi dalam
satu kesatuan langkah menuju tercapainya tujuan pembangunan nasional.

ASAS-ASAS DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL


1. Asas Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

Bahwa segala usaha dan kegiatan pembangunan nasioanl dijiwai, digerakkan dan dikenadalikan oleh
keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME sebagai nilai luhur yang menjadi landasan spiritual,
moral, dan etika dalam rangka pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila.

2. Asas Manfaat

Bahwa segala usaha dan kegiatan pembangunan nasional memberikan manfaat bagi kemanusiaan,
kesejahteraan rakyat dan pengembangan pribadi warga Negara serta mengutamakan kelestarian
nilai-nilai luhur budaya bangsa.

3. Asas Demokrasi Pancasila

Bahwa untuk mencapai tujuan pembangunan nasional dilakukan dengan semangat kekeluargaan
yang bercirikan kebersamaan, gotong royong, persatuan dan kesatuan melalui musyawarah untuk
mencapai mufakat.

4. Asas Adil dan Merata

Bahwa pembangunan nasional dilakukan atas usaha bersama harus merata di semua lapisan
masyarakat dan di seluruh wilayah tanah air dimana setiap warga Negara berhak memperoleh
kesempatan berperan dan menikmati hasilnya secara adil sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan.
5. Asas Keseimbangan, Keserasian, dan Keselarasan dalam Perikehidupan

Bahwa dalam pembangunan nasional harus ada keseimbangan antara berbagai kepentingan, yaitu
keseimbangan keserasian dan keselarasan antara kepentingan dunia dan akhirat, material dan
spiritual jiwa raga, individu, masyarakat dan Negara, pusat dan daerah serta antardaerah,
kepentingan kehidupan darat, laut dan udara serta kepentingan nasional dan internasional.

6. Asas Hukum

Bahwa setiap warga Negara dan penyelenggara Negara harus taat pada hukum yang berintikan
keadilan dan kebenaran, serta Negara diwajibkan untuk menegakkan dan menjamin kepastian
hukum.

7. Asas Kemandirian

Bahwa pembangunan nasional berlandaskan pada kepercayaan akan kemampuan dan kekuatan
sendiri, serta bersendikan kepada kepribadian bangsa.

8. Asas Kejuangan

Bahwa penyelenggara Negara dan masyarakat harus memiliki mental, tekad, jiwa dan semangat
pengabdian serta ketaatan dan disiplin yang tinggi dengan lebih mengutamakn kepentingan bangsa
dan Negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.

9. Asas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Bahwa pembangunan nasional dapat memberikan kesejahteraan rakyat lahir batin yang setinggi-
tingginya, penyelenggaraannya perlu menerapkan nilai- nilai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta
mendorong pemanfaatan, pengembangan, dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi secara
seksama dan bertanggung jawab dengan mempertahankan nilai- nilai agama dan nilai-nilai luhur
budaya bangsa.

Faktor yang Mempengaruhi Pembangunan Ekonomi


1. Sumber Daya Alam (SDA)

Sumber daya alam merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi perkembangan
ekonomi suatu negara. Sumber daya alam meliputi segala sesuatu yang disediakan oleh alam dan
dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penyediaan bahan baku produksi. Sumber daya alam
meliputi tanah, air, dan udara beserta segala hal yang dikandungnya.

Dengan sumber daya alam yang kaya, suatu negara dapat mencapai pembangunan ekonomi dengan
tingkat yang lebih baik. Contohnya adalah negara-negara Timur Tengah yang memiliki bahan
tambang berupa minyak bumi dan gas alam.

2. Sumber Daya Manusia (SDM)


Selain sumber daya alam, sumber daya manusia juga merupakan faktor yang mempengaruhi
pembangunan ekonomi suatu negara. Bahkan, faktor ini disebut kunci dari proses pembangunan itu
sendiri. Dengan sumber daya manusia yang berkualitas, proses pengorganisasian dalam tujuan
mencapai tingkat pembangunan ekonomi dapat terwujud.

Negara yang miskin sumber daya alam tapi memiliki sumber daya manusia yang baik bisa menjadi
negara maju dibandingkan negara yang kaya sumber daya alam tapi memiliki sumber daya manusia
yang rendah. Contoh sederhananya adalah negara-negara di Eropa Jepang, Singapura, dan Amerika.

3. Sumber Daya Modal

Sumber daya modal memegang peranan penting bagi pertumbuhan laju ekonomi suatu negara.
Dengan modal yang banyak tersedia, maka akan terjadi pertumbuhan kegiatan-kegiatan ekonomi
baru di negara tersebut. Karena kurangnya sumber daya modal, biasanya negara akan membuat
peraturan untuk penanaman modal asing dalam bentuk investasi.

4. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)

Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah alat yang digunakan manusia untuk mengolah sumber daya
alam yang dimilikinya secara produktif, efektif, dan efisien. Tanpa kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi, pembangunan ekonomi akan terhambat karena proses produksi dalam menghasilkan
barang dan jasa menjadi boros. Oleh karena itu, faktor ini juga termasuk faktor yang mempengaruhi
pembangunan ekonomi suatu negara. [Baca Juga : Indikator Keberhasilan Pembangunan Ekonomi]

5. Infrastruktur

Infrastruktur yang lengkap dan merata dapat mendorong efektivitas dan efisiensi kegiatan produksi
yang dilakukan suatu negara. Dengan infrastruktur yang baik, maka setiap pelaku ekonomi dapat
mencapai kemudahan dalam menjalankan kegiatan ekonominya. Dengan kemudahan tersebut,
maka proses pembangunan ekonomi suatu negara akan berjalan secara lebih baik.

6. Keadaan Politik

Keadaan politik termasuk salah satu faktor yang mempengaruhi pembangunan ekonomi di suatu
negara. Bila kondisi politik suatu negara tidak stabil dengan adanya bongkar pasang peraturan, maka
akan semakin sulit masuknya modal ke negara tersebut. Dengan sulitnya modal masuk, maka
kegiatan produksi tidak akan berkembang dengan baik.
7. Sosial Budaya

Nilai-nilai sosial budaya yang terdapat di masyarakat juga tak kalah pentingnya dalam proses
pembangunan ekonomi. Suatu negara yang dihuni oleh penduduk yang sering mengalami konflik
cenderung akan mengalami stagnasi atau kemunduran dalam proses pembangunannya. Dan
sebaliknya, negara dengan penduduk yang ramah dan menjunjung tinggi kesamaan hak dan
kewajiban akan mendorong terciptanya stabilitas untuk investasi.

8. Sistem Pemerintah

Faktor yang mempengaruhi pembangunan ekonomi yang terakhir adalah sistem pemerintahan.
Sistem pemerintahan yang mendukung percepatan ekonomi umumnya adalah sistem pemerintahan
yang mengizinkan masuknya modal asing untuk investasi di negara tersebut, misalnya sistem
liberalis. Sementara sistem pemerintahan yang akan menghambat percepatan pembangunan
ekonomi misalnya sistem sosialis.

Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi


Pertumbuhan ekonomi

§ Merupakan proses naiknya produk per kapita dalam jangka panjang.

§ Tidak memperhatikan pemerataan pendapatan.

§ Tidak memperhatikan pertambahan penduduk

§ Belum tentu dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

§ Pertumbuhan ekonomi belum tentu disertai dengan pembangunan ekonomi

§ Setiap input dapat menghasilkan output yang lebih banyak

Pembangunan ekonomi

§ Merupakan proses perubahan yang terus menerus menuju perbaikan termasuk usaha
meningkatkan produk per kapita.

§ Memperhatikan pemerataan pendapatan termasuk pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya.

§ Memperhatikan pertambahan penduduk.

§ Meningkatkan taraf hidup masyarakat.

§ Pembangunan ekonomi selalu dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi.

§ Setiap input selain menghasilkan output yang lebih banyak juga terjadi perubahan – perubahan
kelembagaan dan pengetahuan teknik.
Faktor Pendukung dan Penghambat Pembangunan Nasional

A. Faktor Pendukung Pembangunan Nasional

1. Kemerdekaan dan kedaulatan bangsa,

Untuk terselenggaranya pembangunan ekonomi bangsa Indonesia, modal yang dipandang sangat
penting adalah modal yang mencerminkan harga diri dan martabat bangsa yang merupakan motivasi
kuat untuk bertekad memperbaiki nasib dengan mengandalkan kekuatan sendiri.

2. Posisi geografik negara

Tesedianya sumber daya alam tertentu

Skala prioritas pembangunan ekonomi yang harus dipertimbngkan

Jenis masalah yang diperhitungkan

Akses kepada sumber ekonomi yang dibutuhkan, tetapi berada di luar batas wilayah negara kita
adalah beberapa implikasi atas posisi geografis Negara kita.

3. Penduduk

Jumlah penduduk yang besar merupakan keunggulan yang luar biasa menguntungkan bagi bangsa
Indonesia. Bila potensi ini dapat didayagunakan dan ditingkatkan terutama kualitas fisik dan mental
intelektualnya, maka selain merupakan sumber tenaga kerja yang besar serta menjadi konsumen
bagi pasaran industri nasioanl, juga dapat menjadi modal utama Indonesia dalam menghadapi
persaingan global di dunia internasional.

4. Kekayaan alam

Keberhasilan pembangunan ekonomi yang telah dicapai oleh Indonesia selama ini tidak terlepas dari
dukungan sumber daya alam yang dimiliki, yang menjadi modal dasar pembangunan ekonomi
nasional.

5. Faktor rohaniah dan mental

Keimanan dan ketaqwaa terhadap Tuhan YME serta diterimanya Pancasila sebagai satu-satunya asas
dalam kehidupan merupakan factor pendukung bisa terlaksanya pembangunan ekonomi.

6. Globalisasi ekonomi,

Tata pergaulan dunia yang melahirkan globalisasi di berbagai bidang terutama di bidang informasi
dan ekonomi memberikan peluang untuk mengenali dan memanfaatkan budaya ekonomi bangsa
lain dan membuka jalan masuk keluarnya produk dalam dan luar negeri yang akan bersaing dalam
pasar internasional.
B. Faktor Penghambat Pembangunan Nasional

Pelaksanaan pembangunan nasional tidak berjalan mulus seperti yang dikehendaki tetapi
pelaksanaannya banyak dihadapkan pada berbagai masalah yang merupakan penghambat
pembangunan nasional. Faktor-faktor penghambat tersebut adalah :

1. Gejolak sara

Adanya perbedaan suku, ras dan agama, dapat dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk
menimbulkan gejolak sara yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan Indonesia.

2. Produktivitas penduduk yang rendah

Masih tertinggalnya Indonesia di bidang produktivitas yang masih rendah serta tingkat pertumbuhan
penduduk masih cukup tinggi membuat sumber daya manusia Indonesia saat ini lebih cenderung
menjadi beban yang menghambat laju pertumbuhan Indonesia.

3. Kesenjangan sosial

Kesenjangan pemerataan pendapatan, kesempatan kerja (pengangguran), pelayanan kesehatan,


kesenjangan pembangunan antar daerah dapat menyebabkan kecemburuan sosial.

4. Kekurangan modal dan teknologi

Kekurangan modal mengakibatkan terjadinya banyak pengangguran dan pertumbuhan teknologi


yang lambat akan memperlambat pula seluruh aktivitas kegiatan.

5. Persaingan dan proteksi negara lain

Di bidang perdagangan; persaingan semakin ketat terhadap komoditas ekspor serta tindakan
proteksi Negara lain merupakan hambatan pengembangan ekspor Indonesia.

6. Tingkat pendidikan bangsa Indonesia

Tingkat pendidikan bangsa Indonesia kebanyakan masih rendah serta masih banyak ditemui
penduduk yang buta aksara.

Kebijakan dan Strategi Pembangunan Ekonomi


1. Meningkatkan Kualitas Pendidikan : Tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan merupakan
unsur penting pembentuk kepribadian bangsa dan kualitas masyarakatnya. Di berbagai
negara, pendidikan selalu diutamakan dalam setiap pembahasan strategi dan kebijakan yang
dibuat pemerintah untuk memajukan pembangunan ekonominya. Pendidikan mendorong
produktifitas kemudian meningkatkan pendapatan hingga tabungan dan investasi
meningkat. Hal ini merupakan komponen penting di dalam pembangunan ekonomi. Seperti
misalnya di Indonesia yang membuat kebijakan tentang wajib belajar 12 tahun. Program
seperti ini dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan kualitas bangsa.
2. Membuat dan Melaksanakan Perencanaan Pembangunan : Pentingnya sebuah perencanaan
mendorong pemerintah untuk membuat strategi dan kebijakan di dalam pelaksanaan dan
mencapai sasaran pembangunan ekonomi. Setiap negara pasti memiliki rumusan
perencanaan seperti Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) yang ada di
indonesia. Tujuannya tentu saja untuk mencapai sasaran pembangunan ekonomi. Namun
apalah arti perencanaan tanpa pelaksanaan. Oleh karena itu, dalam perencanaan ini perlu
adanya pelaksanaan yang sistematis dari pemerintah dengan dukungan seluruh rakyatnya.

3. Meningkatkan Tabungan dan Investasi : Investasi dan tabungan adalah modal penting dalam
pembangunan. Dengan perbaikan kualitas pendidikan, masyarakat akan berupaya untuk
meningkatkan produktifitas dan pendapatannya sehingga bisa meningkatkan/ menambah
tabungan serta investasi.

4. Mengembangkan Kegiatan Ekonomi : sektor pertanian sebenarnya menjanjikan jika dikelola


dengan baik, misalnya para petani menggunakan bibit unggul di dalam kegiatan penanaman
komoditas, kemudian penggunaan mesin yang berteknologi canggih untuk membajak sawah.
Namun hal ini memerlukan modal yang tidak sedikit. Pemerintah harus ikut untuk kegiatan
modernisasi ini, mulai dari sosialisasi hingga pemberian subsidi bagi para petani tersebut.
Kegiatan ekonomi ini akan berdampak luas, utamanya jika pelaku ekonomi sudah siap
memasuki perubahan struktur ekonomi ke industri seperti industri makanan, otomotif dan
manufaktur. artinya, masyarakat tidak asing lagi dengan kemajuan teknologi melalui mesin
mesin modernnya. Masalah permodalan untuk perubahan struktur ekonomi ini tentunya
akan teratasi jika pendidikan meningkat, terlaksananya pembangunan ekonomi, tabungan
dan investasi bertambah.

5. Menyediakan sarana dan prasarana yang menunjang pembangunan : Jika pembangunan


ekonomi ingin terlaksana, diperlukan sarana dan prasarana yang baik untuk menunjang
semua kegiataan ekonomi terutama bagi penyediaan fasilitas publik mulai dari fasilitas
pendidikan seperti sekolah dan kampus, kesehatan (rumah sakit dan puskesmas), jalan raya,
jaringan komunikasi, aliran listrik dan transportasi umum.
Indikator Pembangunan Ekonomi Suatu negara
Untuk menentukan indikator keberhasilan sebuah pembangunan, maka diperlukan ruang lingkup
yang jelas. Indikator pembangunan ekonomi dapat dijabarkan dalam 11 poin sebagai berikut:

1. Urbanisasi

Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Alasan urbanisasi sebagai salah satu
indikator keberhasilan pembangunan ekonomi adalah sesuatu yang sederhana dapat disimpulkan.
Apabila di perkotaan banyak penduduk desa yang banyak melakukan urbanisasi menandakan bahwa
di perkotaan, segala sesuatunya menjamin kesejahteraan dan kemakmuran, biasanya konsep
ekonomi yang diterpakan adalah konsep ekonomi makro. Seperti banyaknya kesempatan kerja yang
didukung dengan peralatan mesin-mesin canggih, dan kebutuhan akan pemesanan yang sangat
banyak , menyebabkan perusahaan yang membutuhkan pekerja yang baru. Dengan banyaknya
perusahaan yang membutuhkan pekerja maka semakin dapat menurunkan angaka pengangguran
sehingga menurunkan pula tingkat kemiskinan. (Baca juga : pengertian motif ekonomi – kebijakan
ekonomi makro )
2. Pendapatan Per kapita

Pendapatan per kapita berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya pertumbuhan
ekonomi, maka akan berpengaruh pula pada pembangunan ekonomi. Alasan pendapatan per kapita
sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi adalah pendapatan per kapita
yang semakin naik disebabkan oleh stabilitas perekonomian yang bagus pula. Berarti itu
menandakan kesejahteraan masyarakat terjamin. Apabila dikaitkan dengan urbanisasi pada poin 1,
maka dari perusahaan yang membutuhkan banyak tenaga kerja, akan menarik banyak tenaga kerja
yang bekerja di perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dari perusahaan. Sehingga, pemasukan
perusahaan naik, dan dapat meningkatkan pendapatan dari perusahaan, yang selanjutnya berimbas
kepada pekerjanya. Apabila pekerja menaikkan kualitas kerjanya, akan menaikkan pula permintaan
sehingga naik pula pendapatan per kapita. (Baca juga : tujuan ekonomi kreatif , konsep pendapatan
nasional)

3. Struktur Ekonomi

Pembangunan ekonomi berkaitan dengan struktur ekonomi. Alasan struktur ekonomi sebagai salah
satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi adalah dengan berkembangnya pembangunan
ekonomi maka akan berkembang pula struktur ekonomi. Struktur disini diartikan sebagai suatu pola
perubahan yang menuju ke peningkatan. Contohnya dahulu kita berada pada sector pertanian,
kemudian seiring dengan bertumbuhnya ekonomi sektor pertanian digantikan dengan sector
industry. Maka struktur ekonomi akan berubah seiring dengan bertumbuhnya ekonomi.

4. Indeks Pembangunan Nasional

Alasan Indeks Pembangunan Nasional sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan
ekonomi adalah indeks inilah yang nantinya akan membandingkan indeks kualiitas hidup dari suatu
negara. Dari adanya indeks pembangunan nasional ini kita nanti akan mengetahui perkembangan
pembangunan ekonomi kita berada dimana. Nantinya dari indeks pembangunan nasional ini dapat
menjadi tolak ukur sudah sampai mana negara kita sekarang.

5. Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu indicator pembangunan ekonomi karena kita bisa melihat suatu
negara memilki pembangunanan ekonomi yang maju apabila tingkat pendidikan tinggi, yang
dimaksud adalah dilihat dari angka melek huruf masyarakat disuatu negara, semakin banyak orang
yang melek huruf dalam suatu negara menandakan bahwa pembangunan ekonominya bagus. Bukan
hanya dilihat dari angka melek hurufnya saja namun juga dari tingkat partisipasi masyarakat akan
pentingnya pendidikan.

6. Kesehatan

Kesehatan juga turut berpengaruh, semakin lengkap fasilitas kesehatan yang ada, semakin mudah
akses kesahtan yang ada akan mengakibatkan angka harapan hidup yang tinggi termasuk pelayanan
KB (keluarga berencana), sehingga kesehatan menjadi alasan dijadikan indicator keberhasilan.
7. Tempat tinggal

Indikator selanjutnya adalah temapat tinggal, temapat tingal yang dimaksud adalah tempat tinggal
yang mendapat fasilitas air , sarana sanitasi dan listrik yang memadai, dan memiliki kualitas tempat
tinggal yang layak huni, yang menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat.

http://dosenekonomi.com/ilmu-ekonomi/ekonomi-makro/indikator-pembangunan-ekonomi

http://pengayaan.com/kebijakan-dan-strategi-pembangunan-ekonomi/

http://noncw.blogspot.co.id/2016/03/faktor-pendukung-dan-penghambat-pembangunan-
nasional.html

http://wahyuayunk.blogspot.co.id/2011/11/perbedaan-pertumbuhan-ekonomi-dan.html

http://noncw.blogspot.co.id/2016/03/sebutkan-dan-jelaskan-asas-asas-pembangunan-nasional.html

http://ceritakerenhasan.blogspot.co.id/2015/03/makalah-pembangunan-nasional-indonesia.html

http://sitimapmap.blogspot.co.id/2015/09/makalah-pembangunan-nasional_2.html

http://amarsuteja.blogspot.co.id/2012/09/pembangunan-nasional-di-indonesia.html

http://kulpulan-materi.blogspot.co.id/2012/04/makna-hakikat-dan-tujuan-pembangunan.html