Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM

RADIOGRAFI INTERVENSI

Judul: Arteriografi Jantung

Nama: Syafitri Marita Ghassani

NIM: 151610383067

Kelompok: 3

Program Studi: D-IV Radiologi

Prodi D-IV Radiologi

Fakultas Vokasi UNAIR

2016
PENDAHULUAN

Arteriografi merupakan salah satu teknik radiodiagnostik dimana teknik ini dilakukan
untuk memperlihatkan anatomi dan kelainan – kelainan pembuluh darah dengan
menggunakan media kontras positif. Sementara ini pemeriksaan arteriografi satu – satunya
pemeriksaan yang mumpuni. Untuk mengevaluasi secara langsung anatomi dan fungsi dari
arteri koronari jantung. Kebanyakan studi klinis bergantung pada demonstrasi anatomi
koroner untuk menentukan prognosis, dan arteriografi merupakan suatu keharusan yang
dibutuhkan sebelum CABG atau angioplasti koroner.

Angiografi koronari merupakan visualisasi radiografi untuk mengevaluasi pembuluh


arteri koroner setelah diinjeksikan bahan media kontras yang berbahan radio-opaque.
Pemeriksaan tersebut umumnya dilakukan dengan menggunakan kateter intravaskular yang
spesifik (seperti JR dan JL kateter). Pada arteriografi koroner, kateter intravaskular yang
berisi bahan kontras radio-opaque, selanjutnya dimasukkan melalui arteri brachialis kanan
atau kiri, atau dapat juga melalui arteri femoralis, selain itu dapat pula melalui arteri
jugularis. Namun, yang paling sering adalah melalui arteri femoralis. Selanjutnya kateter
tersebut didorong menuju ke aorta asendens dan diarahkan ke arteri koronaria yang menjadi
target dengan bantuan fluoroskopi. Pemeriksaan arteriografi koroner digunakan untuk
mengevaluasi derajat arteriosklerosis dan untuk menentukan cara penanganannya.

Arteriografi koroner, meskipun merupakan pemeriksaan penunjang invasif,


merupakan prosedur berisiko rendah dengan morbiditas sebesar 0,8% dan mortalitas 0,12%
pada pasien elektif. Komplikasi lebih tinggi pada pasien yang tidak stabil, pasien dengan
penyakit katup aorta tambahan dan dalam keadaan infark miokard akut atau syok kardigenik.

Arteriografi koroner paling sering dilakukan menggunakan pendekatan femoral


perkutan, teknik Judkins, di mana kateter dimasukkan secara retrograd ke dalam ventrikel
kiri, dan masing-masing ke dalam kedua cabang arteri koroner bergantian. Pendekatan
alternatif dilakukan dari arteri brakialis, akses didapatkan dengan memotong (modifikasi
teknik Sones) atau menggunakan rute perkutan.
Bahan dan Metode

 Bahan Praktikum:
1. 2 CD Pemeriksaan Arteriografi Jantung

 Metode Praktikum:
1. Mahasiswa mendapatkan CD atau video pemeriksaan arteriografi jantung.
2. Mahasiswa mengidentifikasi anatomi arteria jantung.
3. Mahasiswa membuat capture gambar arteriografi jantung dengan anotasi arteri
coronaria.
4. Mahasiswa menganalisa anatomi dari bahan praktikum yang diberikan.
5. Mahasiswa melaporkan hasil analisa dalam laporan praktikum.

Hasil

Nama Kelompok:

1. Tatik Sulistina 151610383034


2. Satrya Bayu N. 151610383036
3. Fiqhy Alfauzi 151610383037
4. Septia Kiki P. 151610383043
5. M. A. Hamdani 151610383045
6. Ulil Aliifah P. 151610383046
7. M. Dwi Purnomo 151610383050
8. Moch. Ilhamsyah P. 151610383058
9. Berty Alvionita P. 151610383059
10. Nur Zanky P. 151610383061
11. Syafitri Marita G. 151610383067
12. Aposto Tito P. 151610383072
13. Alfathir Ricky P. 151610383076
Tabel 1

Jenis : Arteriografi Jantung Keterangan


Posisi : RAO dan LAO
Capture : LCA : Circumflex
gambar 1 dan Left Artery
Desecending
LAD

LCX

Ramus

Capture : LCA : Circumflex


gambar 2 dan Left Artery
LCX LAD Desecending

Capture : LCA : Circumflex


gambar 3 LAD

LCX
Capture : RCA
gambar 4

Capture : RCA dengan


gambar 5 ramus-ramusnya
Tabel 2

Jenis: Angiografi Jantung Keterangan


Posisi: AP, RAO, dan LAO
Capture Posisi: AP
Gambar 1 LAD

Capture Posis: AP
Gambar 2 Gambar 2 kontras
sudah mengalir
keluar dari kateter
tetapi belum
mengisi arteri pada
Jantung.
Capture Posisi: LAO
Gambar 3 LAD LAD dan LCX

LCX

Capture Posisi: RAO


Gambar 4 LAD dan LCX

LAD
LCX

Capture Posisi: LAO Cau


Gambar 5 Dalam posisi ini
tampak kontras
masuk mengisi
LAD
LAD dan LCX
serta ramus-
ramusnya

LCX
Capture Posisi: LAO
Gambar 6 Dalam posisi ini
LAD tampak kontras
masuk mengisi
LAD dan LCX
serta ramus-
ramusnya

LCX

Capture Posisi: Caudal


Gambar 7 Kontras masuk
melalui LCA dan
menuju
percabangan
Ramus
Circumflexus LCA
dengan Ramus
Interventricularis
Anterior.
PEMBAHASAN

Pada tabel satu dan dua merupakan gambaran arteri koroner dan cabang-cabangnya,
seperti RCA dan LCA. Pembuluh darah arteri koroner dibedakan menjadi dua, yakni arteri
koroner kanan atau RCA (Right Coronary Artery) dan koroner kiri atau LCA (Left Coronary
Artery). Pada gambar capture satu sampai gambar capture tiga di tabel satu, merupakan
gambaran angiografi koroner dari LCA dan cabang-cabangnya yaitu LCX (Left Artery
Circumflex) dan LAD (Left Artery Desending) yang terisi bahan media kontras positif, dan
menurut kelompok kami LCA dan LCX pada capture gambar satu sampai tiga nampak
normal.

Pada gambar capture empat dan lima di tabel satu, tampak gambaran cabang arteri
koroner kanan (RCA) dan ramus-ramusnya yang menurut kami tampak normal, tidak terdapat
kalsifikasi ataupun stenosis.

Pada tabel dua, gambar capture satu terlihat bahwa kateter masuk dari arteri femoralis
menuju arteri jantung kiri (LCA) lebih tepatnya pada left arteri desending (LAD). Namun,
pada gambar capture tersebut masih terlihat bahan kontras media positif yang mengisi LAD
masih sedikit. Namun, pada gambar dua di tabel dua bahan media kontras positif belum
sepenuhnya mengisi pembuluh darah, menurut analisa kelompok kami hal ini disebabkan
karena kurang tepatnya kateter yang harusnya berada pada ostium dari LCA.

Gambar tiga pada tabel dua memperlihatkan gambaran dari cabang-cabang arteri
koroner kiri (LCA) yaitu LAD dan LCX yang sudah terisi kontras media positif, dan menurut
kami gambaran LCX dan LAD pada gambar tiga di tabel dua iini normal, karena tidak
nampak kalsifikasi ataupun stenosis. Begitu pula dengan gambar empat pada tabel dua,
terlihat cabang dari arteri koronari kiri yaitu LAD dan LCX, namun pada gambar empat
menurut kami menggunakan angulasi cranial dengan proyeksi RAO (Right Anterior
Oblique).

Pada gambar lima sampai tujuh menampilkan gambaran cabang dari arteri koroner
kiri yaitu LCX dan LAD yang terisi kontras positif, dan menurut kami nampak normal karena
tidak terdapat kalsifikasi maupun stenosis yang terlihat.
REFERENSI

Gray, Huon., et all. 2005. Kardiologi. Penerbit Erlangga: Jakarta.

http://circ.ahajournals.org/content/99/17/2345#sec-1

Muttaqin, Arif. 2009. Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Kardiovaskular.
Penerbit Salemba Medika: Jakarta.