Anda di halaman 1dari 19

Kata Pengantar

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa.
Berkat limpahan karunia-Nya, saya dapat menyelesaikan Tugas BK
mengenai “Universitas Pendidikan Indonesia”.

Tugas ini bertujuan untuk memberitahukan kepada pembaca tentang


profil dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Dan juga untuk
memberitahukan tentang fakultas - fakultas yang ada di universitas tersebut.
Terakhir, ucapan terima kasih saya sampaikan kepada semua pihak
yang telah membantu penyusunan tugas ini. Saya berharap tugas ini dapat
menambah wawasan pengetahuan para pembaca tentang Universitas
Pendidikan Indonesia (UPI).

Jember, September 2014

Penulis

1
Daftar Isi

Kata Pengantar 1
Daftar Isi 2
Profil Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) 3
Fakultas yang ada di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) 6
Daftar Pustaka 19

2
Profil Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

A. Sejarah
Universitas Pendidikan Indonesia didirikan pada tanggal 20 Oktober 1954 di
Bandung, diresmikan oleh Menteri Pendidikan Pengajaran Mr. Muhammad Yamin.
Semula bernama Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG), didirikan dengan latar
belakang sejarah pertumbuhan bangsa, yang menyadari bahwa upaya mendidik dan
mencerdaskan bangsa merupakan bagian penting dalam mengisi kemerdekaan.
Beberapa alasan didirikannya PTPG antara lain: Pertama, setelah Indonesia
mencapai kemerdekaannya, bangsa Indonesia sangat haus pendidikan. Kedua,
perlunya disiapkan guru yang bermutu dan bertaraf universitas untuk meningkatkan
kualitas pendidikan yang akan merintis terwujudnya masyarakat yang sejahtera.
Gedung utama UPI bermula dari puing sebuah villa yang bernama Villa Isola,
merupakan gedung bekas peninggalan masa sebelum Perang Dunia II. (Pada masa
perjuangan melawan penjajah, gedung ini pernah dijadikan markas para pejuang
kemerdekaan). Puing puing itu dibangun kembali dan kemudian menjelma menjadi
sebuah gedung bernama Bumi Siliwangi yang megah dengan gaya arsitekturnya
yang asli.
Di sinilah untuk pertama kalinya para pemuda mendapat gemblengan
pendidikan guru pada tingkat universitas, sebagai realisasi Keputusan Menteri
Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan Republik Indonesia (Nomor 35742 tanggal
1 September 1954 tentang pendirian PTPG/Perguruan Tinggi Pendidikan Guru).
Pada mulanya PTPG dipimpin oleh seorang Dekan yang membawahi
beberapa jurusan dan atau balai, yakni:

 Ilmu Pendidikan
 Ilmu Pendidikan Jasmani;
 Bahasa dan Kesusastraan Indonesia;
 Bahasa dan Kesusastraan Inggris;
 Sejarah Budaya;
 Pasti Alam;
 Ekonomi dan Hukum Negara; dan
 Balai Penelitian Pendidikan.

Sejalan dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan


Kebudayaan No. 40718/S pada waktu itu, yang menyatakan bahwa PTPG dapat
berdiri sendiri menjadi perguruan tinggi atau perguruan tinggi dalam universitas,
maka seiring dengan berdirinya Universitas Padjadjaran (UNPAD), pada tanggal 25
November 1958 PTPG diintegrasikan menjadi fakultas utama Universitas
Padjadjaran dengan nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Untuk memantapkan sistem pengadaan tenaga guru dan tenaga kependidikan,
berbagai kursus yang ada pada waktu itu, yaitu pendidikan guru B I dan B II,
diintegrasikan ke dalam FKIP melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 6 Tahun 1961. Selanjutnya FKIP berkembang menjadi FKIP A
dan FKIP B. Pada saat yang sama, berdiri pula Institut Pendidikan Guru (IPG), yang
mengakibatkan adanya dualisme dalam lembaga pendidikan guru. Untuk
menghilangkan dualisme tersebut, pada tanggal 1 Mei 1963 dikeluarkan Keputusan
3
Presiden Nomor 1 tahun 1963, yang melebur FKIP dan IPG menjadi Institut
Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) sebagai satu satunya lembaga pendidikan
guru tingkat universitas. FKIP A/FKIP B dan IPG yang ada di Bandung akhirnya
menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bandung (IKIP Bandung).
IKIP Bandung saat itu telah memiliki lima fakultas, yaitu Fakultas Ilmu
Pendidikan, Fakultas Keguruan Ilmu Sosial, Fakultas Keguruan Sastra dan Seni,
Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta, dan Fakultas Keguruan Ilmu Teknik. Kebutuhan
akan tenaga guru kian mendesak, demikian pula tumbuhnya hasrat untuk
meningkatkan dan memeratakan kemampuan para guru. Hal ini mendorong IKIP
Bandung membuka ekstension, antara tahun 1967 1970 IKIP Bandung membuka
ekstension di hampir seluruh kabupaten di Jawa Barat.
Peranan IKIP Bandung di tingkat nasional semakin menonjol, setelah
pemerintah menetapkan bahwa IKIP Bandung menjadi IKIP Pembina yang diserahi
tugas membina beberapa IKIP di luar Pulau Jawa, yaitu IKIP Bandung Cabang
Banda Aceh, Palembang, Palangkaraya, dan Banjarmasin. Sesuai dengan
kebijaksanaan Departemen P dan K, pada awal tahun 1970 an, secara bertahap
ekstension tersebut ditutup dan cabang cabang IKIP di daerah menjadi fakultas di
lingkungan universitas di daerah masing masing.
Untuk meningkatkan mutu tenaga pengajar, pada tahun 1970 IKIP Bandung
membuka program Pos Doktoral melalui pembentukan Lembaga Pendidikan Pos
Doktoral (LPPD) PPS yang mengelola Program S2 dan S3. Pada tahun 1976 LPPD
diubah namanya menjadi Sekolah Pasca Sarjana, pada tahun 1981 berubah
menjadi Fakultas Pasca Sarjana dan tahun 1991 menjadi Program Pascasarjana
(PPS).
Penataan program pendidikan tinggi yang dilakukan oleh pemerintah dengan
menerapkan multiprogram dan multistrata, ditindaklanjuti IKIP Bandung dengan
membuka Program Diploma Kependidikan. Untuk meningkatkan kualifikasi guru SD
menjadi lulusan D II, tahun ajaran 1990/ 1991, diselenggarakan Program D II
Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Selain diselenggarakan di Kampus Bumi Siliwangi
program ini juga diselenggarakan di Unit Pelaksana Program (UPP) pada beberapa
sekolah eks SPG yang diintregarasikan ke IKIP. Guna meningkatkan kualifikasi
Guru Taman Kanak-kanak atau play group pada tahun 1996/1997 IKIP Bandung
membuka Program D II PGTK.
Seiring dengan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan tinggi yang
memberikan perluasan mandat bagi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan
(LPTK) yang harus mampu mengikuti tuntutan perubahan serta mengantisipasi
segala kemungkinan dimasa datang , IKIP Bandung diubah menjadi Universitas
Pendidikan Indonesia melalui Keputusan Presiden RI No. 124 tahun 1999 tertanggal
7 Oktober 1999.
Untuk memperluas jangkauan dalam mendukung pembangunan nasional, UPI
harus mampu berdiri sendiri dan berkiprah. Kebulatan tekad ini menumbuhkan
keyakinan akan kemampuan yang telah dimilikinya. Tekad ini memberi keyakinan
kepada pemerintah bahwa UPI telah dapat bediri sendiri dan dapat diberikan
tanggung jawab yang lebih besar. Dengan kepercayaan ini, melalui Peraturan
Pemerintah No. 6 tahun 2004. UPI diberi otonomi dan menjadi Perguruan Tinggi
Badan Hukum Milik Negara (PT BHMN)
Pengembangan dan peningkatan UPI tidak saja berorientasi pada bidang
akademik, tetapi juga dalam berbagai bidang, termasuk pemantapan konsep dan
4
rencana pembangunannya. Melalui bantuan Islamic Development Bank (IDB)
tengah merancang dan menata pembangunan gedung kampus yang megah,
modern dan representatif sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar.
Bermodalkan kemampuan yang dimiliki Universitas Pendidikan Indonesia bertekad
menjadikan lembaga pendidikan ini terdepan dan menjadi Universitas Pelopor dan
Unggul (a Leading and Outstanding University).

B. Lokasi
Kampus utama UPI terletak di Jalan Setiabudi 229 Bandung dengan luas
615.766 m2 ( +/- 61 hektar), kini sedang diperluas ke arah barat hingga mencapai
75 hektar. Di kampus utama, UPI memiliki 7 (tujuh) fakultas dan satu Sekolah
Pascasarjana (SPs). Ketujuh fakultas tersebut adalah: (1) Fakultas Ilmu Pendidikan
(FIP), (2) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), (3) Fakultas
Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS), (4) Fakultas Pendidikan Matematika dan IPA
(FPMIPA), (5) Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (6) Fakultas Pendidikan
Olahraga dan Kesehatan (FPOK),serta (7). Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
(FPEB).
Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat UPI mengembangkan
sistem multikampus, dengan mendirikan beberapa kampus daerah yang berlokasi di
Cibiru (Kabupaten Bandung), Tasikmalaya, Sumedang, Purwakarta, dan Serang.
Kampus Utama (Bumi Siliwangi)
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154 Jawa Barat - Indonesia
Telp. +62-22-2013161-2013162-2013163-2013164
Fax. +62-22-2013651

Kampus UPI Cibiru


Jl. Raya Cibiru KM 15, Bandung

Kampus UPI Tasikmalaya


Jl. Dadaha No. 18 Tasikmalaya

Kampus UPI Sumedang


Jl. Mayor Abdurahman No. 221 Sumedang

Kampus UPI Purwakarta


Jl. Veteran No. 8 Purwakarta

Kampus UPI Serang


Jl. Ciracas – Serang
Telp/Fax. (0254) 200277

5
Fakultas yang ada di Universitas Pendidikan Indonesia
(UPI)

A. Fakultas
 Fa k ul ta s I l mu Pe ndi di k a n (FI P )
FIP menghasilkan guru dan tenaga kependidikan di bidang Filsafat dan
Sosiologi Pendidikan, Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Administrasi
Pendidikan, Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Luar Sekolah, Pendidikan
Luar Biasa, Guru Sekolah Dasar, Guru Anak Usia Dini dan juga sarjana
Psikologi.
Jurusan dan Program Studi :
1. Jurusan/Program Studi Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Jurusan ini bertugas menyiapkan tenaga ahli yang memiliki
kemampuan akademik dan profesional dalam bidang perencanaan,
pengembangan, dan pengelolan kurikulum dan Teknologi Pendidikan.
Mempersiapkan lulusannya agar mampu melaksankan tugas akademik
dan profesional di lingkungan sekolah atau luar sekolah di lingkungan
Depdiknas dan luar Depdiknas, di lembaga pendidikan pemerintah
maupun swasta.
2. Jurusan/Program Studi Administrasi Pendidikan
Jurusan ini melakukan pengkajian dan pengembangan secara teoritis
maupun praktis dalam bidang administrasi, manajemen, kepemimpinan,
perencanaan dan supervisi pendidikan. Jurusan ini mempersiapkan
para lulusan agar memiliki wawasan yang luas dan mendalam baik
secara teoritis maupun secara praktis serta memiliki pengalaman sikap
akademik dan profesional yang diperlukan bagi penyelenggaraan
pendidikan baik di lembaga pemerintah maupun swasta.
3. Jurusan/Program Studi Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
Jurusan ini menyiapkan tenaga konselor pendidikan yang memiliki
kemampuan akademik dan profesional. Kajian teoritis dan praktis yang
ditekankan pada jurusan ini yaitu mencakup bidang psikologi
pendidikan, bimbingan dan konseling pendidikan. Lulusannya
diharapkan mampu bertugas baik dilingkungan sekolah maupun luar
sekolah, dilingkungan Depdiknas maupun di luar Depdiknas, di
lembaga pemerintah maupun swasta.
4. Jurusan/Program Studi Pendidikan Luar Sekolah
Jurusan ini menyiapkan para ahli pendidikan yang memiliki kemampuan
akademik dan profesional untuk merencanakan, mengembangkan dan
mengelola kegiatan atau program pendidikan luar sekolah, baik yang
diselenggarakan oleh Depdiknas atau pemerintah maupun swasta.
Disamping itu, lulusan jurusan ini mememiliki kemampuan untuk
mengajar sosiologi dan antropologi ditingkat SLTA.
5. Jurusan/Program Studi Pendidikan Luar Biasa
Jurusan/Program Studi ini menyiapkan tenaga kependidikan yang
mempunyai kemampuan dalam bidang pendidikan luar biasa, serta
mengkaji dan mengembangkan kemampuan profesional praktik-praktik
pendidikan luar biasa. Jurusan ini menyiapkan tenaga ahli dengan lima
spesialis, yaitu: (1) Pendidikan anak Tunanetra; (2) Pendidikan anak
Tunarungu; (3) Pendidikan anak Tunagrahita; (4) Pendidikan anak
Tunadaksa; dan (5) Pendidikan anak Tunalaras. Jurusan ini
6
menyiapkan tenaga ahli dan tenaga guru bagi anak-anak luar biasa, di
lingkungan lembaga pemerintah atau swasta.
6. Jurusan/Program Studi Psikologi
Jurusan/Program Studi ini menyiapkan tenaga ahli dalam bidang
psikologi yang mempunyai kemampuan profesional dalam bidang
konsultasi, sehingga dapat menginter-pretasikan tingkah laku manusia
baik perorangan maupun kelompok menurut kaidah psikologi; cakap
menganalisis dan menginterprestasikan data sehingga dapat
membantu klien secara objektif sesuai dengan tuntutan keilmuan,
mampu melaporkan hasil pemeriksaan psikologi secara ilmiah dan
profesional dan menerapkan pekerjaan psikologi yang holistic, ilmiah,
dan religius. Oleh karena itu, kajian teoretis dan praktis menjadi
penekanan pada program studi ini.
7. Jurusan Pedagogik
Jurusan Pedagogik adalah jurusan yang menyelenggarakan program
pendidikan untuk mempersiapkan tenaga dan ahli pendidikan anak,
serta menyelenggarakan layanan pengabdian kepada masyarakat luas
berkenaan dengan pembinaan dan pengembangan pendidikan anak.
Jurusan Pedagogik telah menyelenggarakan dua program studi yakni
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Program
Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD). Selain
dari itu Jurusan Pedagogik juga mengkoordinir mata kuliah Landasan
Pendidikan dan MKDF Pedagogik dikelola oleh seorang Ketua dan
Sekretaris Jurusan sedangkan pada tingkat program studi dikelola oleh
Ketua Program. Jurusan Pedagogik didukung oleh tenaga pengajar
yang memiliki kualifikasi dan bidang keahlian yang relevan dengan
mata-mata kuliah yang tempuh. Tenaga pengajar yang dimiliki Program
Studi PGSD dan PGPAUD saat ini terdiri atas dosen tetap dan dosen
tidak tetap.
a). Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Program Studi PGSD dilahirkan tahun 1990/1991 bertujuan untuk
menyiapkan guru-guru SD bertingkat perguruan tinggi yang memiliki
professional di dalam merancang, melaksanakan, mengevaluasi dan
mengembangkan proses dan system pembelajaran di sekolah dasar
Sejak tahun 2000/2001 dibuka program S1 bagi guru yang telah lulus
D2 PGSD dan telah menjadi PNS. Mulai tahun 2006/2007PGSD
menyelenggarakan kualifikasi S1 PGSD (Dual Modes) yang
diperuntukkan bagi guru-guru SD yang telah mengajar.
b). Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini
(PGPAUD)
Pada awalnya bernama Pendidikan Guru Taman Kanak-Kanak (PGTK)
yang dilahirkan pada tahun 1996. Pada masa awalnya, program PGTK
menerima mahasiswa untuk jenjang D2. Pada tahun 2004, PGTK mulai
menerima mahasiswa untuk jenjang S1 lanjutan dari D2 PGTK.
Selanjutnya pada tahun 2006 mulai menerima mahasiswa dari lulusan
SMA/sederajat. Program Studi ini bertujuan untuk menyiapkan guru-
guru TK yang professional dan mampu melakukan inovasi
pembelajaran bagi peningkatan kualitas peserta didik. Dalam
perkembangannya, Prodi PGTK berubah nama menjadi Prodi PGPAUD
sesuai dengan tuntutan perundangan yang berlaku. Perubahan nama
tersebut, berimplikasi kepada semakin meluasnya cakupan kompetensi
lulusan yang tidak hanya menjadi guru Taman Kanak-Kanak tetapi
7
menjadi tenaga pendidik dan kependidikan yang professional pada
bidang anak usia dini.

 Fa k ul ta s P e ndi dika n I l mu Pe nge ta hua n S os ia l (FP I PS)


FPIPS menyelenggarakan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat untuk mempersiapkan sumberdaya manusia dalam bidang
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, untuk berbagai jenis dan jenjang
pendidikan, dan ilmu-ilmu sosial untuk berbagai jenis keahlian dan profesi.
Jurusan dan Program Studi :
1. Jurusan/Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan
Jurusan ini secara khusus mendidik mahasiswa untuk menjadi guru
profesional dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan, dan Tata Negara. Berbagai rumpun studi seperti
politik kenegaraan, kewarganegaraan, hukum, dan moral dibina dan
dikembangkan oleh jurusan ini. Mahasiswa diarahkan untuk
mempelajari berbagai aspek pendidikan dan pengajaran
ketatanegaraan, kewarga negaraan, dan Pancasila. Pembaharuan
dalam pendidikan dan pengajaran bidang bidang tersebut dibahas dan
dipelajari secara mendalam dengan semangat dan kemampuan
profesional tinggi, baik dalam kegiatan akademik perkuliahan, maupun
dalam jurnal Civicus, (ISSN:1412-5463) jurnal milik Jurusan ini.
2. Jurusan/Program Studi Pendidikan Sejarah
Disiplin sejarah dikelompokkan sebagai salah satu disiplin ilmu sosial,
meninggalkan tradisi lama yang memasukkannya sebagai bagian dari
humaniora. Mendidik mahasiswa menjadi guru profesional dalam
sejarah nasional, sejarah dunia dan sejarah kebudayaan. Pada saat ini
telah dikembangkan program pendidikan untuk mereka yang berminat
menjadi guru antropologi/ sosiologi. Pada jurusan ini mahasiswa dididik
berfikir kritis dalam membahas berbagai peristiwa sejarah yang terjadi
baik di wilayah Nusantara, Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia.
Mahasiswa diajak pula membahas berbagai masalah sejarah lokal dan
sejarah tematis seperti sejarah perekonomian, sejarah lokal dan
pendidikan. Secara profesional mahasiswa juga didididk untuk
mengembangkan keterampilan dalam pendidikan sejarah, Sosiologi
dan Antropologi. Inovasi dalam pendidikan sejarah diperkenalkan oleh
tenaga pengajar pada bidangnya sebagai bahan kajian profesional.
Selain itu dalam kegiatan akademik, jurusan ini memiliki jurnal ilmiah
.HISTORIA. (ISSN : 0215-1073).
3. Jurusan/Program Studi Pendidikan Geografi
Jurusan Geografi mendidik mahasiswa untuk mempelajari berbagai
kajian dalam disiplin geografi, mempelajari masalah yang berkaitan
dengan lingkungan tempat manusia tinggal dan alam semesta
termasuk didalamnya sosial dan budaya. Persoalan lingkungan aktual
yang terjadi dalam masyarakat diajarkan menjadi pokok bahasan,
demikian pula berbagai keterampilan teknis yang berkaitan dengan
geografis dan berbagai persoalan kependidikan geografi baik yang
konseptual maupun teknis dibahas dan diajarkan secara mendalam dan
profesional, demikin pula inovasi baru dikengembangkan menjadi
pemikiran pemikiran baru . Jurusan ini memiliki jurnal ilmiah GEA.
(ISSN : 1412-0313)

8
4. Program Studi Survey Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG)
Prodi SPIG dibuka mulai tahun akademik 2008. Prodi ini berada di
bawah Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS Universitas Pendidikan
Indonesia (UPI), dengan jenjang Diploma III (D III). Calon mahasiswa
dipersayaratkan lulusan SMA/Aliyah Jurusan IPA dan IPS, lulus tes
seleksi tertulis dan tes kesehatan. Kehadiran prodi ini dilatarbelakangi
kebutuhan tenaga surveyor yang semakin meningkat. Proporsi
perkuliahan di dalam kelas (indoor) dengan praktikum di luar kelas
(outdoor) diseimbangkan. Kegiatan praktikum terdiri atas : Praktikum
Mata Kuliah, Ekskursi dan Field Camp. Dosen sebagian besar terdiri
atas dosen Jurusan pendidikan Geografi UPI, Intitut Teknologi Bandung
(ITB) dan Institut Teknologi Nasional (ITENAS), lulusan Strata dua (S2)
dan strata tiga (S3). Untuk meningkatkan daya saing lulusan di dunia
kerja, telah dan akan terus dilakukan kerjasama dengan berbagai
lembaga, seperti Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional
(BAKOSURTANAL), Ikatan Surveyor Indonesia (ISI), Badan
Bertanahan Nasional (BPN), dan lembaga terkait lainnya.
5. Program Studi Pendidikan IPS
Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) didirikan di
FPIPS UPI pada tahun 2009 dengan visi sebagai program studi yang
terkemuka dan unggul (leading and outstanding) yang direalisasikan
dalam bentuk penyelenggarakan pendidikan untuk menyiapkan guru
IPS yang profesional, yaitu guru yang memiliki kompetensi dan sesuai
dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 Tahun 2007
mengenai Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
Program studi ini bertujuan untuk 1) menghasilkan calon guru IPS
bergelar Sarjana Pendidikan IPS yang memiliki keunggulan komparatif
dan kompetitif yang mampu mengintegrasikan disiplin ilmu-ilmu sosial
dalam pembelajaran IPS di sekolah menengah, khususnya SMP dan
MTs; 2) menghasilkan calon guru IPS profesional yang memiliki
pandangan kritis, berpikir komprehensif dalam pendidikan IPS dan
selalu menggunakan unsur keilmuannya untuk memberikan layanan
profesional kepada peserta didik dalam menghadapi persoalan sehari-
hari; 3) menghasilkan calon guru IPS yang responsif terhadap
persoalan-persoalan sehari-hari seperti kemajemukan (multikultur),
kerusakan lingkungan hidup, penyalahgunaan wewenang dan
kekuasaan, dan lain-lain, dan memiliki keahlian dalam mengkaji
persoalan tersebut secara terpadu dalam pembelajaran IPS di sekolah.
Untuk mencapai tujuan tersebut, perkuliahan dalam Program Studi
Pendidikan IPS mengacu pada Kurikulum Pendidikan IPS yang di
dalamnya memiliki matakuliah keahlian bidang studi IPS yang terpadu
yang tidak menggunakan nama matakuliah disiplin ilmu sosial. Selain
itu, mahasiswa program studi ini juga dibekali dengan matakuliah
perluasan dan pendalaman secara terpadu berupa matakuliah tentang
isu-isu tertentu yang berkembang dalam masyarakat seperti lingkungan
hidup, kemajemukan dan pendidikan antikorupsi. Perkuliahan dibimbing
oleh dosen-dosen berpendidikan S-2 dan S-3 yang berlatarbelakang
Pendidikan IPS.
6. Program Studi Manajemen Resort & Leisure
Program studi Manajemen Resort & Leisure mempelajari aspek
pengelolaan, perencanaan dan pengembangan kepariwisataan
khususnya bidang Resort & Leisure. Program studi ini merupakan
9
lembaga pendidikan tinggi bidang Pariwisata yang menyelenggarakan
proses belajar mengajar untuk tingkat sarjana, yang didalamnya
mengkaji dan mengembangkan keilmuan serta praktek mata kuliah
yang berkaitan dengan aspek kepariwisataan termasuk didalamnya
adalah sumber daya alam, ekonomi dan sosial budaya sebagai ilmu
dasar pengembangan pariwisata. Bidang kajiannya meliputi aspek
kepariwisataan secara luas, namun terspesifikasi dalam bidang
manajemen Resort dan Leisure. Mereka juga dibekali dengan teori dan
pengalaman praktis agar mampu menyusun tema dan konsep resort &
leisure dengan tetap memperhatikan prinsip ekonomis dan lestari yang
berbasis kemasyarakatan, budaya dan agama.
Sistem Pembelajaran pada Program Studi Management Resort &
Leisure tidak saja mempersiapkan lulusannya untuk menjadi seorang
manajer pada suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang
kepariwisataan, tetapi juga mengarahkan lulusannya untuk dapat
menciptakan lowongan/kesempatan kerja. Secara akademis,
kompetensi lulusan MRL diarahkan untuk memahami kelayakan
pariwisata, tata ruang kepariwisataan, manajemen berbagai usaha
wisata, manajemen akomodasi dan transportasi, serta kemampuan
dasar kewirausahaan di bidang kepariwisataan melalui pendidikan,
pelatihan, praktek lapangan, dan praktek penyelenggaraan
pertunjukkan dan atraksi wisata. Lulusan MRL harus memiliki
pemahaman pengetahuan kepariwisataan baik nasional maupun
internasional yang mampu merencanakan, mengelola dan
mengembangkan resort & leisure yang dilandasi kaidah-kaidah
keilmuan dan profesi.
7. Program Studi Kepariwisataan
Potensi pengembangan kepariwisataan di Indonesia yang sangat besar
masih memerlukan penanganan secara profesional, sehingga
pendidikan dan pelatihan calon tenaga profesional kepariwisataan
masih terbuka. Sementara itu pendidikan kepariwisataan yang di kelola
oleh pemerintah (Departemen Kebudayaan dan Pariwisata) hanya
terdapat di beberapa kota yaitu: Bandung, Nusa Dua Bali, Makasar,
dan Medan dan yang dikelola oleh Departemen Pendidikan Nasional
belum ada. Oleh karena itu sejalan dengan berubahnya status UPI
menjadi PTBHMN, UPI membuka tiga program studi S1 bidang
kepariwisataan pada FPIPS yang belum pernah dibuka oleh lembaga
pendidikan tinggi lain, baik negeri maupun swasta. Program-program
studi yang dimaksud adalah:
o Manajemen Resort & Lesur (Resort & Leisure Manajement)
o Manajemen Pemasaran Pariwisata (Tourism Marketing Management)
o Manajemen Industri Katering (Catering Industry Management)
Lulusan ketiga program studi di atas bergelar Sarjana Pariwisata
(S.Par.).
8. Jurusan Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU)
Jurusan MKDU membina pendidikan Agama, Pancasila, Kewiraan,
Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya Teknologi (PLSBT), Olahraga,
Kesenian, dan Bahasa Indonesia untuk seluruh mahasiswa UPI.
Perbedaan Jurusan MKDU dengan jurusan lainnya adalah Jurusan
MKDU memberikan pelayanan perkuliahan dan bimbingan bagi seluruh
mahasiswa UPI. Jurusan ini mempunyai tujuan utama yakni

10
pembentukan kepribadian seorang sarjana dalam bidang pendidikan
(guru dan non-guru) dan bidang nonkependidikan .
9. Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam
Sejak tahun Akademik 2007/2008 telah membuka Program Studi Ilmu
Pendidikan Agama Islam (IPAI) dan menerima mahasiswa baru yang
menjadi program studi unggulan UPI sebagai program kelas
Internasional. Visi yang diemban adalah sebagai pusat kajian dan
pengembangan teori dan praktik pendidikan yang bersumber pada Al-
Quran dan Al-Hadis, dan membuktikan UPI sebagai kampus yang
edukatif, ilmiah, dan religius.

 Fa k ul ta s P e ndi dika n Ba ha sa da n S eni (FP BS )


FPBS melakukan pembinaan sumber daya manusia dalam disiplin ilmu
kependidikan dan pendidikan disiplin ilmu bahasa, sastra, dan seni untuk
menghasilkan lulusan yang berkualitas dan kompetitif, serta memiliki
kompetensi dalam dunia pendidikan, industri, dan wirausaha.
Jurusan dan Program Studi :
1. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menaungi dua
program studi yaitu Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia dan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia
(nonpendidikan) Kedua program studi ini satu sama lain memiliki arah
pengembangan yang berbeda. Program studi pendidikan
mengembangkan disiplin ilmu kependidikan, dan program studi
nonpendidikan mengembangkan pendidikan disiplin ilmu. Sesuai
dengan struktur kurikulum, program studi pendidikan membekali
mahasiswa dengan mata kuliah dasar keahlian profesi keguruan, mata
kuliah keahlian dan mata kuliah keahlian lainnya. Program studi
nonpendidikan membekali mahasiswa dengan mata kuliah disiplin ilmu
sastra. Dengan demikian, lulusan program studi pendidikan
memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) dan program studi
pendidikan memperoleh gelar Sarjana Sastra (S.S.). Penerimaan
mahasiswa dilakukan melalui Jalur SNMPTN, PMDK, Kerja sama, UM-
UPI, dan Lanjutan.
2. Jurusan/Program Studi Pendidikan Bahasa Daerah
Jurusan ini sejak awal berdirinya konsisten mengemban tugas
mengembangkan budaya lokal Jawa Barat, yakni bahasa Sunda. Oleh
karena itu jurusan ini sering disebut Jurusan Pendidikan Bahasa
Daerah. Dalam perkembangannya, jurusan Pendidikan Bahasa Daerah
senantiasa bekerja sama dengan pemerintah provinsi Jawa Barat
dalam turut serta mendorong kebijakan pemerintah provinsi terutama
dalam memberlakukan muatan lokal bahasa Sunda dalam kurikulum di
sekolah dasar dan menengah. Perkembangan jurusan/ program studi
ini secara konsisten mempertahankan program kependidikan. Sampai
saat ini jurusan Pendidikan Bahasa Daerah belum mewacanakan untuk
membuka program nonkependidikan. Hal ini dilakukan dengan
pertimbangan bahwa animo masyarakat Jawa Barat terhadap
pendidikan bahasa daerah masih cukup besar.
3. Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris
Seperti halnya jurusan pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,
Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris juga menaungi dua program studi,
11
yakni Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Program Studi
Bahasa dan Sastra Inggris (nonpendidikan). Kurikulum yang
dikembangkan oleh program studi pendidikan untuk memberi bekal
ilmu kependidikan sedangkan kurikulum program studi nonpendidikan
mengembangkan disiplin ilmu bahasa Inggris yang memungkinkan
lulusannya memiliki kompetensi untuk menjadi translater (penerjemah)
dan kompetensi lainnya. Lulusan program studi pendidikan Bahasa
Inggris memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.), dan lulusan
program studi Bahasa Inggris memperoleh gelar Sarjana Sastra (S.S.).
Penerimaan mahasiswa dilakukan melalui Jalur SNMPTN, PMDK,
Kerja sama, UM-UPI, dan Lanjutan.
4. Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman
Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman membekali disiplin ilmu
kependidikan bahasa Jerman bagi para mahasiswanya, sehingga
ketika mahasiswa tersebut lulus memiliki kompetensi menjadi tenaga
kependidikan dan kompetensi lainnya seperti konsultan bahasa, staf
ahli kedutaan, penerjemah, dan lain-lain.Dalam mengembangkan
kelembagaan, jurusan pendidikan bahasa Jerman telah menjalin kerja
sama dengan berbagai pihak, terutama yang ada hubungan dengan
bahasa Jerman, seperti dengan Dinas Pertukaran Akademisi Jerman
(Deutscher Akademischer Austauschdienst/DAAD), Pusat Kebudayaan
Jerman (Goethe Institut) dan Pädagogische Hochschule Heidelberg.
Ketiga lembaga tersebut memberikan kesempatan kepada dosen-
dosen untuk mengikuti pendidikan lanjut dan seminar serta
mengadakan penelitian, juga kepada mahasiswa yang berprestasi
untuk mengikuti kursus bahasa dan, studi di Universitas dan untuk
mengadakan penelitian di Jerman.
5. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab
Jurusan Pendidikan Bahasa Arab mengembangkan dan membekali
disiplin ilmu kependidikan bahasa Arab bagi para mahasiswanya.
Dengan disiplin ilmu tersebut, lulusan memiliki kompetensi untuk
menjadi tenaga pendidikan bahasa Arab dan sekaligus memiliki
kompetensi ilmu pendidikan agama Islam. Hal tersebut dimiliki
mahasiswa dan alumni karena kurikulum jurusan pendidikan Bahasa
Arab dilengkapi dengan Mata Kuliah Perluasan dan Pendalaman
(MKPP) yang berkaitan dengan pendidikan agama Islam. Penerimaan
mahasiswa dilakukan melalui Jalur SNMPTN, PMDK, UM-UPI,
Lanjutan, dan Kerja Sama. Pengembangan kelembagaan terus
dilakukan oleh pimpinan jurusan dan para dosen melalui berbagai kerja
sama dengan berbagai lembaga seperti Balai Bahasa ITB, Universitas
Islam Bandung (Unisba), dan SMA. Kerja sama tersebut menyangkut
pengembangan bahasa Arab melalui program Lesson Study. Kerja
sama juga dilakukan dengan Kedutaan Besar negara Arab.
6. Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang
Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang merupakan salah satu jurusan
yang banyak dipilih oleh calon mahasiswa baik melalui jalur SPMB
(sekarang: SNMPTN), PMDK, Jalur Ujian Masuk (UM) UPI, Lanjutan,
maupun jalur Kerja Sama. Mahasiswa yang diterima melalui jalur-jalur
tersebut akan memperoleh disiplin ilmu kependidikan bahasa dan
sastra Jepang yang handal dengan kompetensi berbahasa Jepang
yang baik.Dalam pengembangan kelembagaan, jurusan ini melakukan
kerja sama dengan beberapa lembaga seperti The Japan
12
Foundationatau Nipon Foundation melalui kegiatan penelitian, untuk
meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran bahasa Jepang di
Indonesia baik untuk pendidikan tinggi maupun untuk pendidikan
menengah; Pusat Kebudayaan Jepang; dan lembaga bahasa Jepang
lainnya.
7. Jurusan Pendidikan Bahasa Prancis
Jurusan Pendidikan Bahasa Prancis sedang berupaya melakukan
sosialisasi ke berbagai lembaga sekolah guna memberikan informasi
yang seluas-luasnya berkenaan dengan status kelembagaan jurusan,
penerimaan calon mahasiswa, dan informasi akademik lainnya. Melalui
kegiatan tersebut diharapkan animo masyarakat terhadap bahasa
Prancis semakin meningkat dan terjalinnya kerja sama dengan
lembaga sekolah di samping kerja sama yang sudah dilakukan dengan
beberapa instansi lain seperti Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia
melalui Service de Coopération et d’Action Culturelle (Bidang Biro
Kerjasama Pendidikan Kebudayaan) dan Centre Culturel Français
de Bandung (Pusat Kebudayaan Prancis Bandung) dan Alliance
Française de Bandung (AFB). Kurikulum dirancang dengan
mempertimbangkan kompetensi disiplin ilmu kependidikan bagi para
mahasiswa, di samping kompetensi lainnya. Lulusan jurusan ini
memperoleh sebutan gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.). Penerimaan
mahasiswa dilakukan melalui Jalur SNMPTN, PMDK, UM-UPI,
Lanjutan, dan Kerja Sama.
8. Jurusan Pendidikan Seni Rupa
Pada awalnya jurusan ini memiliki dua program studi, yakni Program
Studi Pendidikan Seni Rupa dan Program Studi Pendidikan Ukir Kayu.
Sejalan dengan kebijakan dan animo masyarakat, jurusan ini sejak
beberapa tahun yang lalu hanya memiliki satu program studi, yakni
Program Studi Pendidikan Seni Rupa. Jurusan ini sampai saat ini
konsisten mengembangkan jalur kependidikan. Hal ini mengingat mata
pelajaran Pendidikan Seni yang ada di sekolah-sekolah menengah di
dalamnya terdapat muatan Seni Rupa. Meskipun demikian, lulusan
Jurusan Pendidikan Seni Rupa yang memiliki gelar Sarjana Pendidikan
(S.Pd.) tidak hanya menjalani profesi sebagai guru tetapi sebagian di
antara mereka ada yang memposisikan diri sebagai seniman seni rupa.
Untuk itulah, sesuai dengan perkembangan zaman, Jurusan ini
senantiasa berupaya mengembangkan program studi nonkependidikan,
yaitu program studi Disain Komunikasi Visual (DKV). Penerimaan
mahasiswa dilakukan melalui Jalur SNMPTN, PMDK, Kerja sama, UM-
UPI, dan Lanjutan.
9. Jurusan Pendidikan Seni Musik
Sejak berdiri pada tahun 1980-an hingga akhir tahun 2008 Jurusan
Pendidikan Seni Musik masih berstatus program studi dan berada di
bawah naungan Jurusan Pendidikan Sendratasik FPBS UPI. Pada awal
tahun 2009 program studi ini resmi menjadi jurusan setelah melalui
proses panjang pengusulan ke universitas, hingga akhirnya Senat
Universitas memberikan persetujuan perubahan status program studi
pendidikan Seni Musik menjadi jurusan yang ditadai dengan terbitnya
SK Rektor nomor 1324/H40/KL/2009.
Jurusan Pendidikan Seni Musik merupakan salah satu jurusan yang
banyak diminati oleh calon mahasiswa dari berbagai pelosok wilayah
sehingga jumlah peminat yang daftar ke jurusan ini rata-rata berjumlah
13
350 orang, sedangkan kuota daya tampung berkisar antara 80-100
orang untuk jalur PMDK, UM-UPI, SNMPTN, Lanjutan, dan Kerja sama.
Lulusan Program Studi Pendidikan Seni yang bergelar Sarjana
Pendidikan (S.Pd.) tidak hanya berprofesi sebagai guru baik di sekolah-
sekolah maupun di tempat kursus seni musik tetapi ada pula yang
berprofesi sebagai seniman. Untuk memperluas jaringan, jurusan
senantiasa melakukan kerja sama dengan berbagai instansi baik
pemerintah maupun swasta, dalam dan luar negeri seperti PT Gudang
Garam, Djarum Super, Departemen Pariwisata & Kebudayaan RI,
Pemprov Jabar, Taman Budaya Jabar, Sabuga, dan Unsri Palembang.
10. Jurusan Pendidikan Seni Tari
Seperti halnya jurusan pendidikan Seni Musik, Jurusan Pendidikan Seni
Tari pun awalnya merupakan bagian dari Jurusan Pendidikan
Sendratasik FPBS UPI. Sejak awal tahun 2009 bersama Jurusan
Pendidikan Seni Musik, Jurusan Pendidikan Seni Tari memperoleh
persetujuan perubahan status program studi menjadi jurusan dari Senat
Akademik UPI yang diperkuat dengan SK Rektor nomor
1324/H40/KL/2009. Sejak berdirinya pada tahun 1981 jurusan
Pendidikan Seni Tari berkembang sangat pesat. Hal ini ditunjukkan
dengan kualitas dan kuantitas lulusan yang sangat kompetitif di
lapangan kerja (sekolah dan duniaentertainment). Seperti halnya
jurusan lain, jurusan ini terus mengembangkan diri dengan membina
mahasiswa di jalur kependidikan untuk menghasilkan Sarjana
Pendidikan (S.Pd.) di bidang seni tari. Mahasiswa jurusan ini dierima
melalui Jalur PMDK, UM-UPI, SNMPTN, Kerja sama, dan Lanjutan.
Mahasiswa, selain aktif dalam perkuliahan juga berpartisipasi dalam
berbagai kegiatan atau acara baik di dalam maupun di luar universitas.
Kerja sama yang dilaksanakan oleh jurusan adalah kerja sama dengan
KBRI Malaysia, KBRI Singapura, pemerintah Jepang, Pemprov Jabar,
Taman Budaya Jabar, KONI Jabar, pemerintah Afrika Selatan, dan
Monash University.

 Fa k ul ta s P e ndi dika n Ma te ma ti ka dan I l mu P e nge ta hua n Al a m


(FP MI P A)
FPMIPA mengupayakan pembinaan sumber daya manusia dalam bidang
Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (PMIPA) dan bidang MIPA
yang diperlukan oleh berbagai jenis dan jenjang pendidikan yang relevan serta
dunia industri.
Jurusan dan Program Studi :
1. Jurusan Pendidikan Matematika
Jurusan ini menaungi dua Program Studi yaitu: Program Studi
Pendidikan Matematika dan Program Studi Matematika (non
kependidikan). Lulusan program studi Pendidikan Matematika bergelar
S.Pd., dan lulusan program studi Matematika bergelar Sarjana Sains
(S.Si.). Sejak tahun 2003 Jurusan Pendidikan Matematika berhasil
mensejajarkan diri dengan jurusan matematika dari universitas
terkemuka seperti ITB dan UGM. Keberhasilan ini ditandai dengan
keberhasilan secara berkelanjutan dalam mengirimkan wakil
mahasiswa sebagai peserta dan mendapat penghargaan dalam ajang
olimpiade tingkat dunia.

14
Saat ini Jurusan Pendidikan Matematika memiliki jaringan kerjasama
internasional dengan beberapa perguruan tinggi terkemuka, seperti
Chiba University dan Gunma University Jepang. Beberapa staf dosen
terlibat secara aktif dalam kerjasama penelitian matematika dengan
Chiba University dan Gunma University dan dalam bidang pendidikan
Matematika dengan Gunma University.
2. Jurusan Pendidikan Biologi
Jurusan ini menaungi dua Program Studi yaitu: Program Studi
Pendidikan Biologi dan Program Studi Biologi (non kependidikan).
Lulusan Program Studi Pendidikan Biologi bergelar Sarjana Pendidikan
(S.Pd.), dan lulusan Program Studi Biologi bergelar Sarjana Sains
(S.Si.). Beberapa dosen jurusan ini juga aktif dalam pengembangan
kurikulum sekolah dan upaya peningkatan mutu pendidikan di tingkat
nasional. Kebun botani merupakan sarana laboratorium yang dimiliki
Jurusan Pendidikan Biologi dan menjadi sumber belajar bagi
perkuliahan morfologi dan anatomi tumbuhan, serta botani
phanerogamae.
3. Jurusan Pendidikan Fisika
Jurusan ini memiliki dua Program Studi yaitu: Program Studi
Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika (non kependidikan).
Lulusan Program Studi Pendidikan Fisika bergelar Sarjana Pendidikan
(S.Pd.), dan lulusan Program Studi Fisika bergelar Sarjana Sains
(S.Si.). Satu Keistimewaan pada jurusan ini adalah dimilikinya
seperangkat alat teropong bintang berstandar internasional untuk
praktikum mahasiswa, dosen, guru, dan siswa sekolah. Bahkan alat ini
telah dimanfaatkan oleh masyarakat luas ketika ada gerhana matahari
yang langka terjadi.
4. Jurusan Pendidikan Kimia
Jurusan ini memiliki dua Program Studi yaitu: Program Studi
Pendidikan Kimia dan Program Studi Kimia (non kependidikan). Untuk
pelaksanaan perkuliahan jurusan ini memiliki laboratorium Kimia yang
sangat canggih dengan fasilitas berstandar internasional. Fasilitas
Laboratorium tersebut dapat dimanfaatkan baik oleh program studi
pendidikan maupun program studi non kependidikan. Lulusan Program
Studi Pendidikan Kimia bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.), dan
lulusan Program Studi Kimia bergelar Sarjana Sains (S.Si.).
Selain aktif dalam bidang perkuliahan para dosen juga aktif dalam
bidang penelitian dengan dana yang diperoleh secra bersaing.
Pada tahun 2006 seorang dosen Kimia memperoleh LIPA Award
karena penelitiannya dinilai sangat bagus. Demikian pula beberapa
dosen pada jurusan ini berpartisifasi dalam program pengembangan
pendidikan di tingkat nasional.
5. Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer dan Program Studi Ilmu
Komputer
Mulai tahun 2004, FPMIPA membuka Program Studi Pendidikan Ilmu
Komputer dan Program Studi Ilmu Komputer. Untuk pelaksanaan
perkuliahan kedua program studi ini memiliki beberapa laboratorium
antara lain Laboratorium Hardware, Laboratorium Basis Data,
Laboratorium Struktur Data, Laboratorium Numerik, dan Laboratorium
Multimedia. Fasilitas laboratorium tersebut dapat dimanfaatkan baik
oleh mahasiswa program studi kependidikan maupun program studi
non kependidikan. Lulusan Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer
15
bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.), dan lulusan Program Studi Ilmu
Komputer bergelar Sarjana Komputer (S.Kom.).
6. International Program on Science Education (IPSE)
Pada tahun akademik 2009/2010 FPMIPA membuka International
Program on Science Education(IPSE).Program ini bertujuan
menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi mengajar mata
pelajaran IPA pada sekolah internasional dan sekolah nasional
berstandar internasional setingkat SMP. Oleh karena itu pembelajaran
pada program ini menggunakan pengantar dalam bahasa inggris.
Lulusan program ini akan bergelar S.Pd dan direncanakan memiliki
sertifikasi dari lembaga internasional. Program ini belum memiliki Ketua
Program Studi, tetapi kegiatan akademik sementara dikoordinasikan
oleh Dr. Ari Widodo, M.A sedangkan manajemen program dilakukan
oleh fakultas dibawah koordinasi Pembantu Dekan Bidang Akademik
dan Kemahasiswaan.

 Fa k ul ta s P e ndi dika n Te k nol ogi da n Ke jurua n (FP TK)


FPTK mendidik tenaga kependidikan teknologi dan kejuruan untuk
menghasilkan Sarjana dan Ahli Madya Pendidikan Teknologi dan Kejuruan
(guru, ahli pendidikan, dan tenaga kependidikan lainnya) secara akademis dan
profesional, sehingga berkontribusi bagi peningkatan mutu sumber daya
manusia Indonesia. Fakultas ini juga mendidik tenaga ahli teknik secara
akademis dan profesional untuk menghasilkan Sarjana dan Ahli Madya Teknik,
yang diperlukan bagi pembangunan industri dan sektor-sektor pembangunan
nasional lainnya yang relevan. Selain itu, lembaga ini juga melakukan penelitian
dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang pendidikan
teknologi dan kejuruan, serta bidang teknik.
Jurusan & Program Studi :
1. Jurusan Pendidikan Teknik Sipil
Jurusan Pendidikan Teknik Sipil, memiliki Program Studi S1 Pendidikan
Teknik Sipil, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, dan
Program D3 Teknik Sipil (nonkependidikan). Lulusan Program Studi
Pendidikan bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) dan lulusan Program
Diploma bergelar Ahli Madya (A.Md.).
2. Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur
Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur memiliki satu program studi S1
yaitu: Program Studi Pendidikan Teknik Arsitektur dan satu program
Diploma III yaitu: Program D3 Teknik Perumahan. Lulusan Program
Studi Pendidikan bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) dan lulusan
Program Diploma bergelar Ahli Madya (A.Md.)
3. Jurusan Pendidikan Teknik Elektro
Jurusan Pendidikan Teknik Elektro memiliki dua program studi S1 yaitu:
Program Studi Pendidikan Teknik Elektro dan Program Studi Teknik
Tenaga Elektrik serta satu program Diploma III yaitu: Program D3
Teknik Elektro. Lulusan Program Studi Pendidikan bergelar Sarjana
Pendidikan (S.Pd.), Lulusan Teknik Tenaga Elektrik bergelar Sarjana
Teknik (ST) dan lulusan Program Diploma bergelar Ahli Madya
(A.Md.).
4. Jurusan Pendidikan Teknik Mesin
Jurusan Pendidikan Teknik Mesin memiliki satu program studi S1 yaitu:
Program Studi Pendidikan Teknik Mesin dan satu program Diploma III
16
yaitu: Program D3 Teknik Mesin. Lulusan Program Studi Pendidikan
bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) dan lulusan Program Diploma
bergelar Ahli Madya (A.Md.).
5. Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga pada tahun 2007
dimekarkan menjadi tiga program studi yaitu: Program Studi Pendidikan
Tata Boga, Program Studi Pendidikan Tata Busana, dan Program
Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga.
6. Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri
Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri berdiri pada tahun
2008, memiliki 6 konsentrasi yaitu : (1) Teknologi Pengolahan Hasil
Pertanian, (2) Teknologi Perbenihan Tanaman, (3) Teknologi
Peternakan, (4) Teknologi Perikanan, (5) Teknologi Sutra alam dan (6)
Teknologi Rancang Bangun Alat Pertanian. Lulusan Program Studi
Pendidikan Teknologi Agroindustri bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

 Fa k ul ta s P e ndi dika n O l a hra ga da n Ke s e ha ta n (FPO K)


FPOK membina dan mengembangkan bidang keolahragaan. Lulusannya
diarahkan untuk menjadi tenaga pendidik di bidang penjas dan olahraga yang
terampil, berilmu, dan berwatak, serta mencetak lulusan yang dapat menjadi
pelatih cabang-cabang olahraga, tenaga penggerak dan pengelola olahraga
masyarakat, serta tenaga ahli profesional di bidang pengembangan ilmu-ilmu
keolahragaan (sport sciences). Sasaran layanannya bukan saja pendidikan
formal atau persekolahan, tetapi termasuk pelayanan di bidang olahraga di luar
setting persekolahan, yaitu menjadi pembina di bidang rekreasi dalam arti luas,
pelatih olahraga dan manajer olahraga di masyarakat.
Jurusan dan Program Studi :
1. Jurusan Pendidikan Olahraga
Jurusan Pendidikan Olahraga menaungi Program Studi Pendidikan
Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) dan PGSD Penjas
Program Studi PJKR bertujuan untuk menyiapkan:
o tenaga pendidik atau guru untuk mata pelajaran pendidikan
jasmani/olahraga di sekolah mulai SMP sampai dengan SLTA.
Program Studi PGSD Penjas bertujuan untuk menyiapkan :
o Tenaga Pendidikan atau guru untuk mata pelajaran Pendidikan
Jasmani/olahraga di SD
2. Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi
Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi (PKR) menaungi Prodi IKOR
bertujuan untuk menyiapkan:
o tenaga perencana, pengembang, dan pengelola kegiatan rekreasi di
sekolah, di lingkungan lembaga lainnya di masyarakat.
Program Studi Ilmu Olahraga menyiapkan lulusannya menjadi pakar
dalam ilmu keolahragaan. Lulusannya bergelar Sarjana Sains (S.Si.)
o Program Studi Ilmu Olahraga menyiapkan lulusannya menjadi pakar
dalam ilmu keolahragaan. Lulusannya bergelar Sarjana Sains (S.Si.)
o Ilmuan di bidang berolahraga seperti konsultan Olahraga, Jurnalis
Manager Olahraga.
3. Jurusan Pendidikan Kepelatihan
Program Pendidikan Kepelatihan (PK) menaungi Prodi PKO yang
bertujuan untuk menyiapkan:
17
o tenaga pelatih di sekolah dan di luar sekolah;
o pengelola kegiatan olahraga di top organisasi olahraga;
o Konsultan Kepelatihan Olahraga.

 Fa k ul ta s P e ndi dik a n E k onomi da n Bi s ni s (FP E B)


FPEB ini memiliki 4 program studi kependidikan yaitu: Pendidikan
Manajemen Bisnis, Pendidikan Ekonomi dan Koperasi, Pendidikan Akuntansi,
dan Pendidikan Manajemen Perkantoran, serta dua program studi
nonkependidikan yaitu Akuntansi dan Manajemen, lulusan yang dihasilkan
tenaga pengajar profesional dalam bidang ekonomi dan koperasi, akuntansi,
tata niaga, dan administrasi perkantoran serta tenaga ahli profesional
manajemen dan akuntansi.
Lulusan program studi kependidikan bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.),
lulusan Program Studi Akuntansi bergelar Sarjana Akuntansi (S.E.) dan lulusan
Manajemen bergelar Sarjana Ekonomi (S.E.).

B. Sekolah
 S e k ola h P as ca S a rja na
SPs UPI menyiapkan para mahasiswa Program Magister (S2) dan Doktor
(S3) untuk menjadi ilmuwan, tenaga kependidikan dan tenaga profesional lainnya
yang memiliki kemampuan sebagai peneliti, perencana, pengembang, pemikir,
dan praktisi yang memiliki (a) wawasan yang luas dan kepedulian yang tinggi
terhadap pendidikan dengan segala aspeknya; (b) penguasaan yang mendalam
dalam bidang ilmu yang menjadi keahliannya; (c) kemampuan meneliti,
mengembangkan, merencanakan, dan mengelola pendidikan serta
menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan dan
bidang-bidang lainnya.

 S e k ola h La bora tori um


Melaksanakan proses pembelajaran berstandar nasional dan berazas
relegius serta berprinsip silih asih, silih asah, dan silih asuh pada jenjang
pendidikan Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama
dan Sekolah Menengah Atas. Kurikulum yang digunakan di sekolah Laboratorium
Universitas Pendidikan Indonesia adalah Kurikulum Nasional dan Muatan Lokal
yang ditetapkan sekolah dan diadakan program akselerasi. Untuk memperkuat
penguasaan bahan ajar intra kurikuler, diberikan jam pelajaran tambahan berupa
kegiatan kokurikuler pada beberapa mata pelajaran yaitu Bahasa Inggris, Bahasa
Jepang, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan Baca Tulis Al Qur'an.

18
Daftar Pustaka

www.google.com
http://www.upi.edu/
http://www.upi.edu/profil/informasi/sejarah
http://www.upi.edu/profil/informasi/lokasi
http://www.upi.edu/akademik/fakultas/fakultas

19