Anda di halaman 1dari 5

CIRI CIRI PENYAKIT DIFTERI PADA ANAK

Tanda-tanda, ciri, dan gejala anak terkena penyakit difteri harus diketahui oleh
setiap orang tua. Karena difteri termasuk penyakit berbahaya yang sifatnya
sangat mudah menular dan dapat berakibat fatal hingga berujung pada
kematian.

Difteri umumnya menyerang balita dan anak-anak pada rentang usia 1-9
tahun, namun beberapa kasus difteri juga bisa terjadi pada bayi, remaja,
bahkan orang dewasa sekalipun.

Pada artikel sebelumnya caramanjur.com sudah membahas mengenai


penyakit difteri secara lengkap mulai dari bagaimana difteri bisa muncul, apa
saja bahayanya, bagaimana cara penularannya, dan langkah-langkah yang
tepat untuk mengatasinya.
Jika Anda belum membacanya, maka kami sarankan untuk mengunjungi
artikel ini:

Dan pada kesempatan kali ini kita akan coba ulas apa saja tanda-tanda anak
terkena difteri dan bagaimana cara mengenalinya agar Anda tidak terlambat
dalam memberikan penanganan yang tepat.

10 Tanda Anak Terkena Difteri Yang Harus Diketahui Sedini


Mungkin
Berikut ini adalah 10 tanda-tanda anak terkena difteri yang wajib Anda
ketahui:

1. Sakit Tenggorokan
Tanda anak terkena difteri yang pertama adalah mengalami sakit pada
tenggorokannya. Akibatnya anak akan mengalami nyeri pada saat menelan
makanan.

Memang tidak semua sakit tenggorokan adalah tanda anak Anda terkena
difteri, namun disaat wabah difteri sedang melanda seperti sekarang ini maka
tidak ada salahnya untuk waspada.

Kami juga sudah menyusun sebuah artikel yang dapat membantu Anda untuk
mengenali perbedaan antara sakit tenggorokan biasa dan sakit tenggorokan
karena difteri. Anda bisa membacanya di sini:

Setelah sakit tenggorokan, biasanya akan segera disusul dengan ciri dan
gejala lain seperti di bawah ini.

2. Muncul Selaput Berwarna Putih Abu-abu Pada Tengorokan


dan Amandel
Ciri difteri pada balita dan anak-anak yang paling umum selanjutnya yaitu
Anda akan melihat selaput tebal berwarna putih atau abu-abu pada
tenggorokan dan amandel anak.
Selaput ini disebut dengan selaput pseudomembran.
Selaput pseudomembran terbentuk dari tumpukan sel-sel yang mati karena
dirusak oleh racun difteri. Terkadang ia juga bisa muncul di rongga hidung.
Selaput ini sifatnya sangat lekat dengan jaringan yang ada di bawahnya,
sehingga apabila diangkat/ dikelupas akan berdarah.

Lihat contoh gambar tenggorokan anak yang terkena difteri berikut:


Munculnya selaput abu-abu pada tenggorokan ini merupakan cara yang
paling mudah untuk mengenali penyakit difteri pada anak.

Jika Anda menemui hal ini pada anak Anda, maka jangan ditunda-tunda lagi
untuk segera pergi ke dokter atau unit pelayanan kesehatan terdekat.

3. Demam
Gejala awal anak terkena penyakit difteri yang paling umum selanjutnya
adalah mengalami demam.

Demam anak yang terkena difteri ini sangat khas, biasanya panas tidak terlalu
tinggi (± 38o C) namun kadang disertai dengan menggigil.
4. Leher Menjadi Bengkak
Selain menimbulkan peradangan pada tenggorokan yang menyebabkan rasa
nyeri pada saat menelan, difteri juga dapat menimbulkan pembengkakan
pada limfa atau kelenjar getah bening.

Hal ini ditandai dengan terjadinya pembengkakan pada leher atau yang sering
disebut dengan bull neck.
5. Sulit Bernapas dan Suara Menjadi Serak
Gejala difteri pada anak yang selanjutnya yaitu terjadi perubahan suara pada
anak yang disertai dengan kesulitan bernapas.
Anak yang terkena difteri akan mengalami gangguan pada sistem
pernapasannya, hal ini terjadi karena racun dari bakteri difteri yang terus
menghancurkan sel-sel sehat juga merusak saraf pernapasan.

Anak yang terkena difteri seringkali mengeluarkan suara yang khas seperti
mengorok (stridor) akibat terjadinya penyempitan saluran napas.
6. Muncul Ruam Pada Kulit
Gejala penyakit difteri pada anak bisa juga disertai dengan munculnya ruam
pada kulit.

Ruam akibat penyakit difteri ini sangat khas, biasanya berwarna kemerahan
dan menyebabkan kulit menjadi meradang.

Pada kasus yang parah, terutama pada jenis difteri kulit (Cutaneous
diphtheria) dapat muncul ulkus yang cukup parah hingga menjadi borok
disertai rasa yang sangat nyeri.
7. Batuk Keras
Ciri-ciri difteri pada anak juga bisa ditandai dengan gejala batuk keras.

Batuk akibat difteri dapat menimbulkan rasa nyeri dan terkadang penderita
akan mengeluarkan sektret yang disertai dengan darah.

8. Pilek Dengan Sekret Yang Khas


Anak yang terkena difteri juga dapat mengalami pilek yang khas. Pada
awalnya ingus (sektret) yang dikeluarkan encer, namun lama kelamaan
menjadi kental dan berwarna kuning kehijauan dan dapat disertai dengan
darah.

9. Tubuh Menjadi Lemas Disertai Penurunan Nafsu Makan


Cara mengenali munculnya penyakit difteri pada anak juga bisa dilihat dari
penurunan nafsu makan yang disertai dengan badan menjadi lemas.

10. Jantung Berdebar Tidak Teratur


Tanda-tanda anak terkena penyakit difteri yang terakhir yaitu perubahan detak
jantung menjadi tak menentu.

Anak yang terkena penyakit difteri dapat mengalami jantung berdebar. Hal ini
terjadi karena racun yang dihasilkan oleh bakteri difteri dapat terbawa oleh
darah dan mengganggu kerja jantung.
Gejala ini sudah termasuk kategori yang berbahaya karena racun difteri sudah
sampai ke jantung.

Difteri Adalah Penyakit Berbahaya Yang Dapat Sebabkan


Kematian
Bahaya difteri ada pada racun bernama exotoxin yang di produksi oleh bakteri
Corynebacterium diphtheriae.
Jika anak penderita difteri tidak segera mendapat pengobatan, maka racun ini
bisa terbawa oleh darah dan merusak ginjal, jantung, sistem saraf, dan otak.