Anda di halaman 1dari 33

DIAGNOSIS KOMUNITAS

PUSKESMAS PALARAN
PERIODE JANUARI – DESEMBER 2017

Disusun Oleh :
Andini Agustyana 1610029027
Elnath Suprihatin 1610029025
Nikki Junaedy 1610029036

Pembimbing:
Dr. Dr. Swandari Paramita, M. Kes
dr. Opiansyah

Dibawakan Dalam Rangka Tugas Kepaniteraan Klinik


Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat
Ilmu Kedokteran Komunitas
Puskesmas Palaran / Fakultas Kedokteran
Universitas Mulawarman Samarinda
Maret 2018

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala
rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Laboratorium
Ilmu Kesehatan Masyarakat mengenai Diagnosis Komunitas di Puskesmas Palaran
Periode Januari-Desember 2017.
Kami menyadari bahwa keberhasilan penyusunan tugas ini tidak lepas dari
bantuan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini kami menyampaikan
penghargaan dan ucapan terima kasih kepada:
1. Dr. Krispinus Duma, SKM, M.Kes, sebagai Kepala Laboratorium Ilmu
Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman dan
sebagai pembimbing klinik selama belajar di Laboratarium Ilmu Kesehatan
Masyarakat.
2. Dr. dr. Swandari Paramita, M. Kes selaku pembimbing klinik selama belajar di
Laboratarium Ilmu Kesehatan Masyarakat.
3. dr. Opiansyah selaku kepala Puskesmas Palaran dan pembimbing di
Puskesmas.
4. Seluruh dokter dan staff di Puskesmas Palaran yang telah membantu dalam
proses pengumpulan data hingga penyusunan tugas Diagnosis Komunitas di
Puskesmas Palaran.
5. Seluruh dokter pengajar di Laboratorium Ilmu Kesehatan Masyarakat yang
telah mengajarkan ilmunya dan memberikan masukan kepada penyusun.
6. Rekan sejawat dokter muda Ilmu Kesehatan Masyarakat periode Februari
2018- Maret 2018 yang telah bersedia memberikan saran kepada penulis.
Akhir kata,” Tiada gading yang tak retak”. Oleh karena itu, kami membuka
diri untuk berbagai saran dan kritik yang membangun guna memperbaiki laporan
ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semuanya.

Samarinda, Maret 2018

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

Halaman Judul ...................................................................................................... i


Kata Pengantar ...................................................................................................... ii
Daftar Isi................................................................................................................ iii
BAB 1 Pendahuluan .............................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................................ 1
1.2 Tujuan ......................................................................................................... 2
BAB 2 Data Puskesmas Lempake......................................................................... 3
2.1 Data Wilayah Palaran.................................................................................. 3
2.2 Data Kependudukan .................................................................................... 4
2.3 Data Fasilitas Pendidikan ............................................................................ 5
2.4 Data Fasilitas Pelayanan Kesehatan ............................................................ 6
2.5 Data Ketenagaan ......................................................................................... 7
2.6 Data Khusus ................................................................................................ 8
BAB 3Identifikasi Masalah ................................................................................... 23
3.1 Identifikasi Masalah di Puskesmas Palaran ................................................ 23
3.2 Identifikasi Faktor Predisposisi .................................................................. 27
BAB 4 Analisis Masalah ....................................................................................... 31
4.1 Menentukan Prioritas Masalah ................................................................... 31
BAB 5 Fish Bone (Ishikawa) ................................................................................ 40
5.1 Fish Bone Permasalahan Kesehatan, Faktor Risiko dan Sumber Daya .... 40
BAB 6 Alternatf Pemecahan Masalah .................................................................. 41
BAB 7 Penelitian Ketepatan Intervensi ................................................................ 42
7.1 Indentifikasi Ketepatan Intervensi Masalah ............................................... 42
BAB 8 Plan of Action ........................................................................................... 44
8.1 Rencana Kegiatan Intervensi ...................................................................... 44
Daftar Pustaka ....................................................................................................... iv
iii
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan
oleh semua komponen Bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan
kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi
pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.
Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kesinambungan antar
upaya program dan sektor, serta kesinambungan dengan upaya-upaya yang telah
dilaksanakan oleh periode sebelumnya (Kemenkes, 2015).
Pembangunan kesehatan pada periode 2015-2019 adalah Program
Indonesia Sehat dengan sasaran meningkatkan derajat kesehatan dan pemberdayaan
masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemerataan
pelayanan kesehatan. Sasaran pokok Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional (RPJMN) 2015-2019 adalah : (1) meningkatkan status kesehatan dan gizi
ibu dan anak; (2) meningkatnya pengendalian penyakit; (3) meningkatnya akses
dan mutu pelayanan kesehatan dan gizi ibu dan anak; (4) meningkatnya cakupan
pelayanan kesehatan universal melalui Kartu Indonesia Sehat dan kualitas
pengelolaan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) Kesehatan; (5) terpenuhinya
kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan vaksin; serta (6) meningkatkan responsivitas
sistem kesehatan (Kemenkes, 2015).
Program Indonesia Sehat dilaksanakan dengan 3 pilar utama yaitu
paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan nasional:
1) pilar paradigma sehat di lakukan dengan strategi kesehatan dalam pembangunan,
penguatan promotif preventif dan pemberdayaan masyarakat; 2) penguatan
pelayanan kesehatan dilakukan dengan strategi peningkatan akses pelayanan
kesehatan, optimalisasi sistem rujukan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan,
menggunakan pendekatan continum of care dan intervensi berbasis risiko
kesehatan; 3) sementara itu jaminan kesehatan nasional dilakukan dengan strategi

1
perluasan sasaran dan benefit serta kendali mutu dan kendali biaya (Kemenkes,
2015).
Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan
upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama,
dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Puskesmas
mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan
pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka mendukung
terwujudnya Kecamatan Sehat. Selain melaksanakan tugas tersebut, Puskesmas
memiliki fungsi sebagai penyelenggara Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)
tingkat pertama dan Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) tingkat pertama serta
sebagai wahana pendidikan tenaga kesehatan. Prinsip penyelenggaraan Puskesmas
meliputi paradigma sehat, pertanggungjawaban wilayah, kemandirian masyarakat,
pemerataan, teknologi tepat guna, dan keterpaduan dan kesinambungan
(Kemenkes, 2015). Pada sistem kesehatan di Indonesia ditingkat primer, dikenal
Pusat Kesehatan Masyarakat di area kerjanya, yaitu kecamatan atau kelurahan.
Sebagai pusat pengembangan program kesehatan, maka fasilitas kesehatan perlu
melakukan Diagnosis Komunitas (Community Diagnosis), sehingga program
kesehatan yang dilakukan sesuai dengan masalah yang terutama dihadapi oleh
komunitas/masyarakat di area tersebut.

1.2 Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mempelajari masalah yang ada
di Puskesmas Palaran, identifikasi faktor-faktor terkait masalah dan analisa
penyelesaian masalah serta pengaplikasiannya di masyarakat, terutama di wilayah
kerja Puskesmas Palaran.

2
BAB 2
DATA PUSKESMAS PALARAN

2.1 Data Wilayah Palaran


Kecamatan Palaran adalah salah satu bagian dari wilayah Kota Samarinda,
berdasarkan PP No. 21 Tahun 1987, terdiri dari 3 Kelurahan, yaitu Kelurahan Rawa
Makmur, Simpang Pasir dan Handil Bakti. Batas wilayahnya antara lain:
1. Sebelah Utara berbatasan dengan Sungai Mahakam
2. Sebelah Timur berbatasan dengan Sungai Mahakam
3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Sanga-sanga Kabupaten Kutai
4. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Samarinda Seberang

U
KEL. KP BAQA
KEL. SEI
KEL. MASJID
KELEDANG
KEL. RAPAK

PUSKESMAS
KEL. H. BARU
DALAM S
PALARAN

KEL. RAWA
KEL. KEL.
SIMPANG TIGA SIMPANG MAKMUR
PASIR KEL. BUKUAN

KEL. LOA JANAN ILIR

KEL. HANDIL BAKTI

KEL.BANTUAS

Skala 1 : 750.000

Gambar 2.1 Peta Wilayah Kecamatan Palaran

3
2.2 Data Kependudukan
Tabel 2.1 Data Kependudukan Wilayah Kerja Puskesmas Palaran
Tahun 2017
Kelurahan
No Variabel Satuan Rawa Simpang Handil Palaran
Makmur Pasir Bakti
Data Demografi
Jumlah
1. Kel 1 1 1 3
Kelurahan
Luas
2. Km2 1.200 4.400 7.200 12.800
Wilayah
Jarak ke
3. Km 1 3 3 -
Puskesmas
Waktu
4. Tempuh ke Menit 10 30 20 -
puskesmas
Kepadatan Jiwa/Km
5. 2
1.463 128 103 1.694
Penduduk
6. Jumlah RT RT 52 25 32 109
7. Jumlah RW RW 15 7 8 30
Jumlah
8. Buah 4.050 1.536 1.932 7.518
Rumah
9. Jumlah KK KK 5.219 1.596 1.988 8.803

4
Tabel 2.2 Data Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas Palaran
Tahun 2017
Bayi Balita Anak
Jumlah Perempuan Ibu Ibu
Kelurahan (0-11 (0-23 (1-5 Lansia
Penduduk Usia Subur Hamil Nifas
bulan) bulan) tahun)
Rawa 23.031 421 843 2.596 4.146 464 443 1.958
Makmur
Handil 10.487 192 384 1.182 1.888 211 202 891
Bakti
Simpang 8.974 164 328 1.011 1.615 181 172 763
Pasir
Total 42.492 777 1.555 4.789 7.649 856 817 3.612

2.3 Data Fasilitas Pendidikan


Tabel 2.3 Data Fasilitas Pendidikan Kecamatan Palaran Tahun 2017
Kelurahan
No Variabel Satuan Rawa Simpang Handil Palaran
Makmur Pasir Bakti
1 Jumlah TK Buah 7 2 2 11
2 Jumlah PAUD Buah 8 3 3 14
3 Jumlah SD/MI Buah 9 3 6 18
Jumlah
4 Buah 2 1 0 3
SLTP/MTs
Jumlah
5 Buah 2 2 0 4
SMU/SMK/MA
Jumlah
6 Buah 0 0 0 0
Perguruan Tinggi
7 Jumlah Pesantren Buah 0 0 0 0
Lembaga
8 Buah 0 0 0 0
Kursus/Diklat

2.4 Data Fasilitas Pelayanan Kesehatan


Tabel 2.4 Data Fasilitas dan Tenaga Kerja Pelayanan Kesehatan
5
Kecamatan Palaran Tahun 2017
Kelurahan

No Variabel Satuan Rawa Simpang Handil Palaran

Makmur Pasir Bakti

Jumlah Puskesmas
Buah 1 0 0 3
Induk
1\ Jumlah Tenaga Bidan Orang 20
Jumlah Perawat Orang 19
Jumlah Dokter Orang 6
Jumlah Puskesmas
Buah 3 0 0 3
2 Pembantu
Poskesdes Orang 0 1 1 2
3 Jumlah Bidan Desa Orang 1 1 1 1
4 Jumlah BPM Orang 5 0 2 7
5 Jumlah Polindes Buah 0 0 0 0
6 Jumlah Posyandu Buah 17 4 6 27
Jumlah Posyandu
7 Buah 2 1 2 5
Lansia
8 Jumlah Kader Orang 65 17 28 110
Jumlah Dokter Praktek
9 Orang 6 0 1 7
Swasta

2.5 Data Ketenagaan


Tabel 2.5 Data Tenaga Kerja di Puskesmas Induk Kecamatan Palaran
Tahun 2017
JENIS PENDIDIKAN
NO JUMLAH STATUS KETERANGAN
TENAGA TERAKHIR
S2 1 PNS AKTIF
1 Manajemen
SPK 1 PNS AKTIF
S1 4 PNS AKTIF
2 Dokter Umum
S1 2 PTTH AKTIF
3 Dokter Gigi S1 1 PNS AKTIF
4 S1 2 PNS AKTIF

6
Ahli Kesehatan
S1 1 PTTB AKTIF
Masyarakat
DIII 1 PNS AKTIF
5 Sanitarian
DIII 1 PTTB AKTIF
S1 2 PTTB AKTIF
DIII 9 PNS AKTIF
6 Perawat
DIII 2 Honorer Puskesmas AKTIF
SPK 4 PNS AKTIF
DI 1 PNS AKTIF
DIII 9 PNS AKTIF
7 Bidan DIV 1 PNS AKTIF
DIII 1 PTT AKTIF
DIII 5 PTIH AKTIF
8 Perawat Gigi SPRG 1 PNS AKTIF
DIII 2 PNS AKTIF
9 Analis
DIII 1 Honorer Puskesmas AKTIF
DI 1 PNS AKTIF
10 Ahli Gizi
DIII 1 PNS AKTIF
S1 1 PNS AKTIF
11 Apoteker
S1 1 Honorer Puskesmas AKTIF
DIII 3 PNS AKTIF
12 Asisten Apoteker DIII 2 PTIH AKTIF
SMF 1 PTIH AKTIF
DIII 1 PNS AKTIF
13 Administrasi SH 1 PTIB AKTIF
SLTP 1 PTIB AKTIF

JENIS PENDIDIKAN
NO JUMLAH STATUS KETERANGAN
TENAGA TERAKHIR
SLTA 1 Honorer Puskesmas AKTIF
13 Adimistrasi DII 1 Honorer Puskesmas AKTIF
DIII 1 Honorer Puskesmas AKTIF
SLTA 1 PNS AKTIF
14 Pekarya Kesehatan SLTA 1 Honorer Puskesmas AKTIF
SMK 2 Honorer Puskesmas AKTIF
15 Security SLTA 2 Honorer Puskesmas AKTIF
16 Wakar SD 1 PTIB AKTIF
17 Tukang Kebun SD 1 Honorer Puskesmas AKTIF

7
SLTA 1 Honorer Puskesmas AKTIF
SD 1 Honorer Puskesmas AKTIF
18 Cleaning Service
SLTA 4 Honorer Puskesmas AKTIF
19 Loundry SD 2 Honorer Puskesmas AKTIF
20 Sopir SLTA 4 PTIB AKTIF
21 Pramusaji SLTP 2 PTIH AKTIF
Jumlah 30

2.6 Data Khusus


2.6.1 Indikator Derajat Kesehatan
Jumlah total penduduk Palaran tahun 2017 adalah 42.492 jiwa. Sehingga
dari total penduduk tersebut kita dapat menetapkan indikator derajat kesehatan
masyarakat di Puskesmas Palaran pada periode Januari–Desember tahun 2017
adalah sebagai berikut:
1. Angka Kelahiran (CBR)
576
1.35%

2. Angka Kematian Bayi (IMR)

4
6,94
576

3. Angka Kematian Ibu (MMR)


1
173.6
576

Tabel 2.6 Indikator Derajat Kesehatan Periode Januari-Desember


Tahun 2017
No Indikator Satuan Pencapaian
1 Jumlah Kelahiran Hidup Orang 576
2 Angka Kelahiran (CBR) Persen 1,35%
Indikator Derajat Kesehatan Januari - November Tahun 2017

1 Jumlah Kematian Bayi Orang 4


2 Angka Kematian Bayi (IMR) Per-1000 6,94
3 Jumlah Kematian Ibu Orang 1

8
4 Angka Kematian Ibu (MMR) Per 100.000 173,6

2.6.2 Kunjungan Kesakitan


Tabel 2.7 Jumlah Kunjungan Puskesmas Palaran
Periode Januari – November Tahun 2017

Persentase
No Kunjungan Jumlah
(%)

1 Berdasarkan Jenis Kelamin


- Laki-laki 12.934 47,8
- Perempuan 14.139 52,1
2 Berdasarkan Jenis Pelayanan

Poli Umum 14.984 55,3

KIA Ibu 1.510 5,6

KIA Anak 4.818 17,8

KB 1.975 7,29

Gigi 2.412 8,9

Gizi 92 0,3

Kier Kesehatan 1246 4,6

3 Berdasarkan Golongan Umur

0-7 hari 198 0,7

8-30 hari 331 1,2

< 1 tahun 1998 7,38

1-4 tahun 2.112 7,8

5-14 tahun 4038 14,9

15-44 tahun 10.585 39.09

45-54 tahun 2.978 10,9

9
55-64 tahun 2.281 8.42

>65 tahun 2.552 9.42

2.6.3 Daftar 10 Penyakit dengan Kunjungan Terbanyak di Wilayah Kerja


Puskesmas Palaran Periode Januari – Desember 2017
Tabel 2.8 Jumlah Kunjungan Puskesmas Palaran
Periode Januari- November Tahun 2017

NO PENYAKIT NILAI

Penyakit Saluran Pernapasan


1 3.946
Lainnya
2 Hipertensi 2.975
3 Gastritis 2.547
4 Myalgia 2.171
5 Non Generatif 1.329
Penyakit Vulva dan Jaringan
6 1.271
Periapikal
7 Generatif 1.162
8 Diabetes Melitus 857
9 Maloklusi 575
10 Faringitis 345

Berdasarkan data kunjungan periode bulan Januari – Desember 2017,


didapatkan bahwa penyakit ISPA merupakan penyakit terbanyak yang ditemui pada
pasien rawat jalan dan rawat inap yaitu sebesar 22,97%.

2.6.4 Data Surveilans (Kasus Baru) 10 Masalah Kesehatan Terbanyak di


Wilayah Kerja Puskesmas Palaran Bulan Januari-Desember 2017
Dari kegiatan pencatatan, pengolahan, analisis dan pelaporan kasus selama
12 bulan periode Januari – Desember tahun 2017 maka dapat diuraikan informasi

10
data 10 masalah kesehatan terbanyak Puskesmas Palaran periode tersebut adalah
sebagai berikut:

Tabel 2.9 Data Surveilans (Kasus Baru) 10 Masalah Kesehatan Terbanyak di


Wilayah Kerja Puskesmas Palaran Bulan Januari-Desember 2017

No Jenis Penyakit Total

1 Diare 788

2 Hipertensi 101

3 Demam Tifoid 73

4 Demam Dengue 33

5 Pneumonia 29

6 Demam Berdarah Dengue 20

7 TB Paru BTA+ 20

8 Campak 20

9 Diabetes Mellitus 9

10 Diare Berdarah 1

Gambar 2.2 Data Surveilans (Kasus Baru) 10 Masalah Kesehatan Terbanyak di


Wilayah Kerja Puskesmas Palaran Bulan Januari-Desember 2017

11
Data Surveilans (Kasus Baru) 10 Masalah
Kesehatan Terbanyak di Wilayah Kerja Puskesmas
Palaran Bulan Januari-Desember 2017
900 788
800
700
600
500
400
300 101
200 73 33 29 20 20 20 9 1
100
0

Pneumonia
Diare

Hipertensi

Demam Tifoid

Campak
TB Paru BTA+
Demam Dengue

Demam Berdarah

Diabetes Mellitus

Diare Berdarah
Dengue
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Berdasarkan tabel 2.9 dan gambar 2.2 diatas dapat dilihat 10 masalah
kesehatan terbesar di wilayah kerja Puskesmas Palaran pada periode Januari-
Desember tahun 2017. Diare merupakan penyakit yang berada pada peringkat
terbanyak dengan persentase 72,02%.

12
BAB 3
IDENTIFIKASI MASALAH

3.1 Identifikasi Masalah di Puskesmas Palaran

Data Perbandingan Penilaian


No Indikator
Data PKM Palaran Sekarang Data Perbandingan Problem Strength

1 Masih Terdapat 788 kasus baru Diare Pada tahun 2016 terdapat Meningkatnya kasus  Promosi kesehatan
tingginya pada bulan Januari-Desember 740 pasien yang mengalami penyakit saluran terhadap masyarakat
kasus Diare 2017 diare dan berobat ke pernapasan lainnya berupa penyuluhan
Puskemas Palaran dibandingkan dengan PHBS
tahun sebelumnya  Penyuluhan tentang
dalam periode yang Gizi
sama yaitu bulan  Penyuluhan tentang
Januari sampai gejala awal, deteksi
dengan bulan dini dan cara
November. mencegah Diare
 Survei PHBS rumah
tangga

13
 Pembinaan kebersihan
tempat-tempat umum
 Pelatihan kader
2. Angka Selama periode Januari – Kasus TB paru BTA (+) yang Kasus TB paru  Promosi kesehatan
kejadian TB Desember 2017 terdapat 20 ditemukan pada Januari – BTA+ masih menjadi dan penyuluhan
kasus TB paru BTA Positif Desember tahun 2016
Paru yang kasus yang selalu penyakit TB
sebanyak 14 kasus.
masih tinggi masuk dalam 10  Mengembangkan dan
peringkat tertinggi memperkuat kegiatan
data surveilans kasus skrining TB secara
baru di Puskesmas aktif
Palaran dan  Melakukan kunjungan
menempati peringkat pada pasien yang tidak
7 pada periode kontrol
Januari-Desember
2017.
3. Campak Selama periode bulan Januari- - Kasus campak menempati  Masih ditemukannya  Meningkatkan kader
Desember 2017, campak urutan ke 8 pada 10 besar kasus campak pada posyandu dan bidan
menempati urutan 9 penyakit penyakit berdasarkan data tahun 2016 dan 2017, dalam hal promosi

14
terbanyak. Didapatkan kasus surveilans di Puskesmas serta dalam dua dan penyuluhan
gastritis yaitu 22 kasus. Palaran sepanjang tahun tahun terakhir selalu imunisasi dasar
2016 dengan total jumlah masuk dalam 10  Pemberian booster
pasien 20 kasus. kasus baru data
surveilans

3.2 Identifikasi Faktor Predisposisi


No Indikator Faktor Predisposisi

1. Diare  Faktor lingkungan yang berperan besar adalah dibidang sarana air bersih dan pembuangan tinja (jamban).
Sumber air minum bersih yang terjaga dan terlindungi di wilayah kerja Puskesmas Palaran belum
seluruhnya memenuhi syarat. Walaupun dalam program kesehatan lingkungan dibidang akses sumber air
minum yang terlindungi, bersih dan berkelanjutan yang pencapaiannya dalam periode Januari – Desember
2017 telah mencapai target sasaran selama setahun, tetapi target yang ditetapkan memang tergolong
rendah dikarenakan untuk dilakukannya pengecekan sumber air minum tidak dibiayai oleh pemerintah
melainkan menggunakan uang pribadi pemilik sumber air minum.
 Program UPK kesehatan lingkungan Puskesmas dibidang pengecekan kualitas air minum yang memenuhi
syarat secara mikrobiologi sudah terlaksana pada periode Januari – November 2017 ini. Program ini

15
termasuk penting karena berfungsi mengecek apakah terdapat kandungan bakteri E. Coli yang terdapat
pada sarana air bersih masyarakat.
 Kebiasaan masyarakat yang masih sering mengkonsumsi makanan yang tidak terjamin higienitasnya
seperti jajanan di pinggir jalan (pedagang kaki lima). Banyaknya penjual makanan kaki lima di sekitar
puskesmas yang higienitas dalam pencucian dan pembuatan makanan yang masih kurang. Hal ini
berkaitan dengan program puskesmas dibidang pembinaan dalam peningkatan kualitas tempat pembuatan
makanan yang tidak mencakup pedagang makanan informal (yang tidak memiliki bangunan) seperti
pedagang kaki lima. Sehingga pedagang tersebut kurang mendapatkan pembinaan dibidang higienitas.
2. TB paru BTA+  Pemahaman masyarakat mengenai pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai faktor-faktor
yang mempengaruhi kejadian TB Paru, seperti faktor gizi, penyakit penyerta, dan kesadaran serta
ketaatan pasien dalam mengkonsumsi OAT.
 Kesadaran akan pentingnya penggunaan masker bagi penderita maupun warga sekitarnya masih kurang
 Kurangnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatannya, sehingga seringkali didapati
kasus TB Paru yang baru diketahui pada saat pasien memeriksakan untuk keluhan lainnya.
 Kurangnya kader yang berperan aktif di setiap kecamatan sehingga Puskesmas hanya berperan pasif
dalam menemukan dan melakukan pengobatan pada penderita TB
3. Campak  Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pemahaman pentingnya imunisasi dasar pada bayi

16
 Pentingnya kader posyandu untuk berperan aktif dalam hal pencegahan dan mencari penyebab masih
adanya ditemukan campak, karena program imunisasi di Puskesmas Palaran selama periode 2017 sudah
mencapai target

17
BAB 4
ANALISIS MASALAH

4.1 Menentukan Prioritas Masalah


Setelah masalah kesehatan di Palaran teridentifikasi, maka untuk mencari
pemecahannya kami menggunakan kriteria PAHO (Pan American Health
Organization) untuk menentukan skala prioritas masalah. Penilaian dengan metode
ini didasarkan atas:
1. M (Magnitude):
Jumlah penduduk yang terkena (luasnya atau banyaknya penduduk yang
terkena atau tingginya prevalensi).
2. S (Severity):
Keparahan atau beratnya kerugian yang timbul.
3. V (Vulnerability):
Tersedianya teknologi atau obat untuk mengatasi masalah tersebut.
4. C (Community and Political concern):
Menunjukkan sejauh mana masyarakat dan pemerintah atau para politisi peduli
dengan masalah tersebut.
5. A (Affordability):
Menunjukkan ada tidaknya dana yang tersedia.

No Masalah Kesehatan M S V C A Total


1 Diare 4 2 4 3 4 17
2. TB BTA Positif 3 4 4 4 4 19
3. Campak 2 3 4 3 4 16

Dengan penilaian masing-masing indikator berikut:


Nilai 1 (Sangat kurang); nilai 2 (Kurang); nilai 3 (Cukup besar) ; nilai 4 (Besar)
dan nilai 5 (Sangat besar).

18
No Masalah M S V C A

1. Diare  Kasus baru  Tidak ada data  Pemberian oralit atau  Peran pemerintah maupun  Penyediaan dana untuk
Diare pada kematian pada air garam pada masyarakat dalam penanganan Diare sudah
periode penderita diare pada penanganan diare penanganan diare sudah cukup untuk penanganan
Januari– periode Januari – dapat dilakukan oleh cukup baik. Hal ini promotif maupun kuratif
Desember 2017 Desember tahun orang tua. ditunjukan dalam program  Dalam rangka program
sebanyak 788 2017  Obat-obatan untuk penanganan diare yang promosi kesehatan (PHBS)
kasus.  Diare yang tidak pasien diare tersedia dikeluarkan WHO melalui dan penyuluhan tentang
 Kasus ini tertangani dengan di Puskesmas Departemen Kesehatan RI penyakit diare Puskesmas
meningkat bila baik dapat Palaran. berupa Lintas Diare. Palaran menyiapkan dana
dibanding-kan mengakibatkan Ketersediaan obat  Terdapat juga program khusus untuk kegiatan
dengan periode dehidrasi yang dapat tersebut selalu puskesmas yang diatur tersebut.
yang sama pada berakhir dengan syok tercukupi. pemerintah dalam UPK
tahun 2016 hingga kematian. P2PM (Pencegahan dan
yaitu 740 penanggulangan penyakit
kasus. menular) dimana diare
menjadi salah satu
penyakit yang masuk
dalam program tersebut.

19
2. TB Paru BTA  Kasus baru TB  TB Paru yang tidak  Ketersediaan obat  TB merupakan penyakit Penyediaan dana untuk
Positif Paru BTA ditangani segera TB Paru telah yang merupakan salah penanganan TB Paru
cukup besar, dimana
positif pada dapat menyebabkan mencukupi dan tidak satu masalah di negara
sebagian besar
periode komplikasi yang terdapat kekurangan berkembang dan telah dialokasikan untuk
Januari- menyebabkan sehingga masyarakat penanganan kuratif.
lama berusaha untuk
Desember 2017 kerusakan paru-paru dapt mendapatkan
ditekan angka
adalah 20 permanen dan penanganan segera.
kejadiaannya
kasus. berujung pada
 Berbagai program dan
 Pada periode kematian.
strategi pemerintah telah
yang sama  WHO
dilakukan untuk menekan
tahun 2016 memperkirakan TB
kasus TB Paru.
didapatkan Paru merupakan
kasus baru TB penyakit infeksi yang
Paru BTA paling banyak
positif menyebabkan
sebanyak 14 kematian pada anak
kasus. dan orang dewasa.
3. Campak  Kasus Campak  Campak merupakan  Terapi suportif,  Salah satu strategi Penyediaan dana untuk
pada periode penyakit yang sangat pengobatan menekan morbiditas dan penanganan Campak
Januari – infeksius dan definitive, dan mortalitas campak adalah sudah tercukupi.

20
Desember 2017 menular melalui suplementasi dengan vaksinasi.
adalah 22 aktifitas bernafas, vitamin A untuk Cakupan imunisasi
kasus. batuk, atau bersin. penderita campak campak di Puskesmas
 Kasus Campak Pada bayi dan balita, telah tersedia dan Palaran sudah cukup
pada periode campak dapat tercukupi di tinggi.
yang sama menimbulkan Puskesmas Palaran
tahun 2016 komplikasi yang
yaitu 22 kasus. fatal seperti
pneumonia dan
ensefalitis.
 Prognosis cenderung
baik karena
merupakan self
limiting disease.

21
BAB 5
FISH BONE (Ishikawa)

5.1 Fish Bone Permasalahan Kesehatan, Faktor Risiko dan Sumber Daya

METODE SARANA DANA

 Metode penemuan Kurangnya  Biaya transportasi


yang dilakukan secara akses ke faskes yang diperlukan
pasif terdekat untuk mencapai
 Pencatatan yang faskes terdekat di
kurang sebagian wilayah
cukup besar
 Ekonomi masayrakat
rendah
Kasus TB Paru yang masih
tinggi

 Kurangnya pengetahuan mengenai


 kurangnya pengetahuan
penyakit TB
 Kurangnya kesadaran untuk berobat ke
mengenai TB Paru
puskesmas  tempat tinggal dengan
 Kurangnya kepatuhan untuk kontrol ventilasi yang tidak memadai
kembali dan dalam minum obat

MANUSIA
LINGKUNGAN

22
BAB 6
ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH

Permasalahan Faktor Risiko Potensial Sumber Daya


Kasus penyait TB  Kurangnya kesadaran  Tenaga kesehatan
Paru masih tinggi masyarakat untuk  Fasilitas kesehatan
berobat ke puskesmas
selama periode
 Rendahnya pengetahuan  Partisipasi masyarakat
Januari - Desember masayarakat tentang TB  Partisipasi keluarga
2017 di wilayah kerja Paru
Puskesmas Palaran.  Kurangnya kepatuhan
untuk control rutin dan
minum obat
 Kurangnya pencatatan
kasus
 Metode penemuan yang
dilakukan secara pasif
 Kurangnnya dukungan
masyarakat pada
pelaksanaan penemuan
TB Paru
 Terbatasnya sarana
transpotasi yang dimiliki
para penderita untuk
menuju ke puskesmas
 Rendahnya tingkat
perekonomian keluarga
penderita
 Ventilasi rumah yang
kurang memadai

23
BAB 7
PENELITIAN KETEPATAN INTERVENSI

7.1 Identifikasi Ketepatan Intervensi Masalah


Permasalahan Kesehatan :
Kasus penyakit Tuberkulosis masih menjadi 10 besar penyakit kasus baru
terbanyak selama periode Januari - Desember tahun 2017 di wilayah kerja
Puskesmas Palaran.

Tujuan Jangka Panjang :


Mengurangi jumlah kasus baru Tubrkulosis dan meningkatkan kesadaran
masyarakat untuk menjalani pola hidup bersih dan sehat

Tujuan Jangka Pendek :


Mencegah morbiditas dan komplikasi pada pasien Tuberkulosis.

NO STRATEGI/INTERVENSI P E A R L
1. Melakukan sosialisasi mengenai pola hidup sehat
dan bersih, penyakit Tuberkulosis dan Y Y Y Y Y
komplikasinya
2. Pembuatan leaflet/ pamflet sebagai media
Y Y Y Y Y
alternatif dari penyuluhan maupun sosialisasi
3. Melakukan skrining pasien curiga Tuberkulosis Y Y Y Y Y

PEARL Factor :
 P = Propriatness
Kesesuaian masalah dengan prioritas berbagai kebijaksanaan/ program/
kegiatan instansi/ organisasi terkait.
 E = Economic feasibility
Kelayakan dari segi pembiayaan.
 A = Acceptability
Situasi penerimaan masyarakat dan instansi terkait atau instansi lainnya.
 R = Resource availability

24
Ketersediaan sumber daya untuk memecahkan masalah (tenaga, sarana/
peralatan, waktu).
 L = Legality
Dukungan aspek hukum/ perundang-undangan/ peraturan terkait seperti
peraturan pemerintah/ pr

25
BAB 8
PLAN OF ACTION

8.1 Rencana Kegiatan Intervensi


Permasalahan Kesehatan :
Kasus penyakit Tuberkulosis masih menjadi 10 besar penyakit kasus baru
terbanyak selama periode Januari - Desember 2017 di wilayah kerja Puskesmas
Palaran.

Tujuan Jangka Panjang :


Mengurangi jumlah kasus baru penyakit Tuberkulosis dan meningkatkan
kesadaran masyarakat untuk menjalani pola hidup bersih dan sehat

Tujuan Jangka Pendek :


Mencegah morbiditas dan komplikasi pada pasien penyakit Tuberkulosis

26
PLAN OF ACTION

PERAN DAN
STRATEGI SETTING DAN TARGET
NO TANGGUNG SUMBER DAYA EVALUASI
INTERVENSI METODE POPULASI
JAWAB
1. Melakukan Setting : Masyarakat yang Fasilitator :  Tenaga Kesehatan Meningkatnya
sosialisasi  Puskesmas Induk berkunjung ke  UPK Promosi Puskesmas pengetahuan
mengenai pola Puskesmas induk Kesehatan  Dokter muda masyarakat
hidup sehat dan Metode : mengenai pola
bersih, penyakit Penyuluhan Penanggung Jawab: hidup sehat dan
Tuberkulosis, cara Penanggung Jawab bersih, penyakit
penularan, program Promosi Tuberkulosis,
morbiditas dan Kesehatan cara penularan
komplikasinya dan
komplikasinya

27
2. Pembuatan Setting: Masyarakat yang Fasilitator : Tenaga Kesehatan  Meningkatnya
leaflet/ pamflet  Puskesmas Induk berkunjung ke  UPK Promosi Puskesmas pengetahuan
sebagai media Puskesmas induk Kesehatan masyarakat
alternatif dari Metode:  UPK Program P2M mengenai
penyuluhan Pembagian leaflet/ PHBS, cara
maupun pamflet mengenai Penanggung Jawab: penularan dan
sosialisasi PHBS dan diare Penanggung Jawab Tuberkulosis
program P2M serta
komplikasinya.
 Menurunnya
kasus baru
Tuberkulosis

3. Melakukan Setting : Masyarakat yang Fasilitator :  Tenaga Kesehatan  Meningkatnya


skrining pasien  Puskesmas Induk berada diwilayah kerja Tenaga Kesehatan Puskesmas kasus TB yang
curiga puskesmas Palaran Puskesmas ketahuan melalui
Tuberkulosis Metode :

28
 Pemeriksaan Penanggung Jawab: program skrining
sputum Sewaktu, Penanggung Jawab pasien curiga TB
pagi, sewaktu program Kesehatan
Lingkungan

29
DAFTAR PUSTAKA

Depkes RI. Sistem Kesehatan Nasional. Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2009.

Kemenkes . Rencana Strategis Kementrian Kesehatan Tahun 2015-2019. Jakarta :


Kementrian Kesehatan RI, 2015.

Kemenkes. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta : Kementrian Kesehatan RI, 2015.

Permenkes. Pusat Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Peraturan Menteri Kesehatan


Republik Indonesia No.75 Tahun 2014, 2014.

iv