Anda di halaman 1dari 194

KATA PENGANTAR

Buku ini bermaksud memberi pencerahan kepada saudara agar semakin mencintai
keturunan Ismael, yaitu saudara kita Muslim. Kita tidak dipandang mengasihi Kristus
kalau kita tidak mengasihi mereka.

Dengan membaca buku ini, maka kita merasakan bathin mereka dan denyut jantung
mereka ketika mereka melakukan ibadahnya. Bahkan apa yang menjadi target mereka kita
bisa faham. Kaum teroris dalam bidang agama sering muncul kalau tidak dikatakan
SELALU, dari keturunan Ismael sejak Ismael terusir dari rumah ayahnya Abraham. Roh
Ismael dilanjutkan dengan perkawinan anak Ismael dengan Esau, saudara kembar Israel. Roh
kecewa itulah yang dibawa oleh Bani Israel menitis sampai hari ini kepada keturunannya di
Palestina dan di mana-mana.

Antikris adalah mereka yang berpendapat Yesus bukan Tuhan, membenci


kasih. Buku ini menjadi sangat khas, karena saya pernah hidup sebagai Muslim radikal, dan
memiliki rasa agama yang kental. Saya dididik oleh seorang ibu yang galak. Kalau tidak
mengaji, oleh ibu

Yerusalem Baru, Desember 2014

Saifuddin Ibrahim
BAB PENDAHULUAN

SHALOM BE SHEM HAMASIAKH, Salam Damai dalam Nama Yesus Kristus.

Saya SAIFUDDIN IBRAHIM, telah mempertaruhkan apapun untuk KEBENARAN.


Saya telah berjanji setia kepada BAPA, PUTERA, dan ROH KUDUS. Saya terima Yesus
Kristus dengan tulus dan murni hati, tidak karena sesuatu di luar dan keluar dari Kristus, dan
janjiNya. Saya siap membela DIA yang telah menyelamatkan dan mengeluarkan saya dari
kegelapan menuju terang yang ajaib. Meskipun DIA tidak perlu dibela. Saya sanggup
berkorban dengan JIWA, RAGA, dan NYAWA saya serta apapun yang ada pada saya bagi
kemulianNya. Saya tidak akan berkhianat kepada BAPA, PUTRA, dan Roh Kudus, kepada
semua orang percaya. Bagiku hidup adalah Kristus, mati adalah keuntungan.

Dalam Al-Qur'an, Surat Al-Maidah, ayat 47, "Hendaklah orang-orang yang


telah diberikan Injil kepada mereka memutuskan perkara menurut apa yang
diturunkan Allah di dalamnya (Injil)."

Al-Qur'an, Surat Al-Maidah, ayat 47, Dan hendaklah orang-orang pengikut


Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya.
Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka
mereka itu adalah orang-orang yang fasik.

Thema yang mereka angkat, selalu Siapakah Yesus Kristus? Atau tentang Tritunggal
benarkah ajaran itu? Mereka tidak berani berdebat

SIAPAKAH MUHAMMAD? Apakah Islam itu? Semua mereka tidak berani debat mengenai

ajaran Islam. Tidak berani! Semua bahan dan makalah mereka contek dari buku-buku tokoh

Ahmadiyah yang bernama Ahmad Deedat imigran India yang menjadi warga Afrika Selatan,

tanpa membuka dan membaca ulang Alkitab.

Buku ini membuka tabir misteri ajaran Islam yang tidak terjangkau oleh saudara
Kristen, karena susah memahami Islam. Semua ajaran itu seperti terkunci karena harus
memulai dari mana kalau belajar agama tersebut. Ibadahnya harus memakai bahasa Arab,
yang tidak dimengerti oleh mereka sendiri. Mau praktek juga susah, orang Islam sendiri juga
akan putus asa kalau mengikuti dengan taat. Mulai dari sholat? Orang Islam sendiri jarang
yang sholat. Tidak sholat masuk neraka, kalau sholat tidak sempat. Lalai sholat, masuk
neraka. Apalagi kalau dia tukang ojek, atau tukang becak, petani, hanya sebagai pekerja
rendahan, ataukah dia boss, sama saja. Ibadah yang paling sulit adalah sholat. Susah
dimengerti, karena semuanya hafalan.

"Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan
mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh daripadaKu, dan
ibadahnya kepadaKu hanyalah perintah manusia yang dihafalkan" (Yesaya 29:13).

Pantaslah dalam Al Qur'an disindir sendiri bahwa orang Islam sholat hanya bertepuk
tangan saja, "Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan
tepukan tangan. Maka rasakan azab disebabkan kekafiranmu itu" (QS 8:35).

Kenapa kafir? Karena tidak mampu naik haji. Kenapa kafir? Karena tidak
memberlakukan hukum Islam. Kenapa kafir? Karena memang ibadah sholat sudah
dilakukan jauh sebelum Muhammad datang. "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab
Taurat di dalamnya, petunjuk dan cahaya, yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-
orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim
mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-
kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada
manusia, takutlah kepadaKu. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayatKu dengan harga yang
sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah,
maka mereka itu adalah orang- orang kafir" (QS 5:44).

Kenapa kafir? Karena mempermainkan agama. "Bangsa ini memuliakan

Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh daripadaKu. Percuma mereka beribadah padaKu,

sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia" (Matius 15:8-9).

"Dan orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampurbaurkan

pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima

taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS 9:102)
Puasa juga hanya sebulan dalam setahun. Naik haji hanya bagi yang mampu.
Muhammad bersabda demikian

‫س ْْال َْ م ْْب ُْ ر َْ ْْال َْ جنﱠ ة ُ إﻻﱠ َْ جزَ ا ْء َل هُ َل ْْي ُ ﱡج حَ الْ ور‬

alhajjum mabruurun laisa lahu illal jannah,

artinya: orang naik haji mabrur balasannya adalah surga.

Ada orang yang menabung puluhan tahun baru bisa naik haji. Bahkan fenomena baru di

Indonesia adalah menghajikan orang yang sudah meninggal dunia. Biayanya 2,5 juta seorang.

Di Malaysia biaya untuk Badal Haji adalah 1500 ringgit. Aneh!

Akhirnya pembaca harus paham bahwa semua tulisan Insan Mokoginta dan para
pendukung Antikris itu mengambil dari tulisan dan buku Ahmad Deedat. Beliau seorang
ulama Ahmadiyah, imigran asal India, lahir 1918, yang menjadi warga negara Afrika Selatan.
Dia mendapat penghargaan KING FAISAL AWARD dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi
di tahun 1986 atas karya-karyanya. Waktu masih Muslim, saya sangat kagum dengan Ahmad
Deedat, tapi setelah membaca Alkitab, ternyata isi Alkitab dia plintirkan. Di tahun 1996, dia
tiba-tiba mengalami stroket tepat di hari raya Paskah sewaktu dia ceramah di Sidney,
Australia, menghina Yesus. Deedat kehilangan suara, leher kejang, tidak mampu makan,
berbaring di ranjang rumah sakit selama sembilan tahun hingga meninggal.

Selama masa penderitaannya, Deedat juga dikunjungi oleh orang-orang Kristen untuk

mendoakannya. Ia juga meninggalkan banyak hutang pada beberapa ulama yang diwariskan

kepada anak-anaknya. Hal ini karena seluruh harta kekayaan dari royalti hasil penjualan
buku-bukunya yang sangat laris telah habis dipakai untuk biaya perawatan selama sakitnya.
BAB 1

Muhammad SAW dalam Bible - Isa al-Masih dalam Al-Qur'an

Inilah tema debat antara saya dan team saya, Josua Tewuh dan Anwar Chen,
menghadapi Ustadz Insan Mokoginta.

Thema ini sudah diperdebatkan berabad-abad antara pendeta Kristen dan ulama Islam. Pihak

yang menantang selalu adalah kaum Muslim. Mereka penasaran untuk membuktikan bahwa

ada nubuat dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (Alkitab) akan datang seorang Nabi

setelah Yesus Kristus, namanya AHMAD (tafsir = Muhammad).

Dan ketika 'Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah
utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar
gembira dengan seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad." Maka
tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka
berkata: "Ini adalah sihir yang nyata." (QS 61:6).

Setelah saya memeluk Kristen, saya membuka Injil dan tak menemukan

satu ayat pun di mana Yesus meramalkan kedatangan Muhammad. Klaim Al-Qur'an bahwa

Muhammad dikenal oleh orang Yahudi dan Kristen seperti mereka mengenal anaknya
sendiri. Tidak satu ayat pun baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru yang
menyebutkan ciri² Muhammad.

Orang² yang telah Kami beri Al Kitab mengenal Muhammad seperti mereka
mengenal anak²nya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan

kebenaran, padahal mereka mengetahui. (QS Al-Baqarah: 146). Saya tidak menemukan ayat

dalam Alkitab yang menyebutkan karakter dan ciri Muhammad atau menyebutkan namanya.

Apakah karena nama Muhammad tidak disebutkan lalu Al-Qur'an menuduh Alkitab sudah

dipalsukan? Ayat Al-Qur'an ini juga menuduh orang Yahudi dan Kristen telah

menyembunyikan kebenaran.
Siapa yang menyembunyikannya? Tahun berapa dipalsukan?

Zaman siapa? Apa saja ayat² yang disembunyikan itu? Dan mana yang asli?

Semua tuduhan dalam Al-Qur'an tidak bisa dibuktikan. Terlalu bias. Secara empiris
tidak bisa dilacak. Allah Maha Tahu, tapi Allah lempar batu sembunyi tangan, menuduh tapi
tidak ada bukti. Kalau pemalsuan Alkitab terjadi di zaman Muhammad, karena nama
Muhammad tidak disebut dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (Muhammad lahir
tahun 571 M), kok cepat sekali dihapus oleh pendeta² Yahudi dan Nasrani? Apalagi andaikata
menunggu 40 tahun lagi sampai dia terkenal, baru kemudian menghapus nama Muhammad
dalam Alkitab. Hal ini sama sekali tidak masuk akal. Kalau pemalsuan Alkitab terjadi di
zaman Muhammad, maka pastilah yang pertama kali melakukannya adalah orang Yahudi dan
Kristen di Madinah dan Mekkah.

Selama ini yang mengajak debat adalah mantan Kristen yang menjadi kutu
loncat ke Islam. Seolah-olah perbuatan mereka benar dan bagus menurut Al-Qur'an
dan Alkitab. Mereka yang pindah dari Kristen ke Islam sudah jelas belum membaca
Alkitab, bahwa Firman Tuhan tidak pernah diturunkan kepada bangsa Arab.

Mari kita kutip Firman Tuhan dalam kitab Zabur:

Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-


Nya kepada Israel. Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya
tidak mereka kenal. Haleluya! (Mazmur 147:19-20).

Allah hanya memberikan wahyu kepada Bani Israel. Bangsa Arab, Mesir, Syria,
Indonesia, tidak kenal hukum YAHWE. Mereka hidup dalam kebodohan. Zaman jahiliyah.
Zaman kawin tanpa hukum. Zaman menghina wanita, zaman poligami. Zaman batu. Hukum
padang pasir. Zama kuda gigit besi. Lagu padang pasir, perilaku Abunawas. Ayat ini
mematahkan seluruh debat antara Kristen dan Islam, karena tidak diperlukan lagi ajaran dari
nabi dan rasul setelah Yesus Kristus. Tidak ada nabi Arab. Tidak ada lagi Mesias. Teteles tay,
wes rampung, SELESAI!

Kitab suci agama manapun tidak bisa menilai Alkitab. Ajaran agama manapun tetap
keliru jika melihat Alkitab. Al-Qur'an bukan alat untuk menyangkal Alkitab sebagai wahyu
Allah. Apalagi kalau kita selidiki dari 25 nabi yang diceritakan dan dipercaya umat Islam, 24
orang adalah bukan dari Arab, tapi dari Alkitab hampir semuanya dari bani Israel, dan
beberapa orang tak dikenal. Hanya satu orang 'nabi' Arab. Inilah masalah utama yang tidak
dipahami oleh orang Islam sedunia. Jangankan orang Islam, orang Kristen saja kaget kalau
membaca Mazmur 147

bahwa tidak ada nabi Arab. Banyak buku² apolegetis yang ditulis oleh orang² Kristen
yang sejak lahir tidak pernah mengutip ayat ini. Maka dari itu, Waraqah bin Naufal
mendukung kenabian Muhammad karena sudah tua dan matanya rabun karena glukoma
sehingga tidak pernah membaca seluruh Alkitab. Bila Waraqah bin Naufal masih hidup
ketika hukum Alkitab dijungkir-balikkan oleh Muhammad, maka dia tentu akan menyesal
telah mengucapkan dukungan kepadanya.

Seluruh hukum Islam mengambil setengah dari Alkitab, seperti: hukum


makanan, hukum waris, hukum ibadah. Hukum perkawinan juga separuh dari hukum
Alkitab. Semua ibadah dan bentuknya mengambil ibadah kaum jahiliyah seperti haji,
perang, pergaulan dan lain².

Satu sisi Al-Qur'an ingin supaya semua Muslim menerapkan Islam kaffah, Islam

sepenuhnya. Berikut ayatnya: Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam

keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu

musuh yang nyata bagimu. (QS Al Baqarah, ayat 208). Akan tetapi hukum jahiliyah yang

diambil oleh Muhammad contohnya adalah tidur dengan budak tanpa menikah terlebih

dahulu. Itu yang dilakukan Muhammad terhadap Maryam Qibtiyah. Apakah hukum Jahiliyah

yang mereka kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi

orang² yang yakin? (QS Al-Maedah, ayat 50). Kaum Muslimin Indonesia jelas memakai
hukum Pancasila, hukum jahiliyah. Jika demikian, bagaimana posisi Muslimin Indonesia?
Anda simpulkan sendiri! Kalau Anda tidak bisa menyimpulkan sendiri, maka saya bantu.
Mereka adalah KAFIR, menurut Al-Qur'an.
Insan Mokoginta dan teman²nya telah menipu orang Muslim dan juga orang Kristen,
seolah-olah masuk Islam adalah benar. Debat² mereka seakan-akan sesuai dengan Alkitab
yang mereka kutip. Mereka memakai kacamata kuda dalam membaca Al-Qur'an dan Alkitab.
Contoh, mereka mengutip Injil Yohanes 16:7 yang berbunyi: "Namun benar yang Kukatakan
ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak
pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan
mengutus Dia kepadamu."

Kata penghibur menurut mereka adalah Muhammad. Ini adalah kebodohan Insan
Mokoginta dan teman²nya dan pendahulu²nya, karena Roh Penghibur dalam Injil Yohanes
itu adalah Roh Kudus. Mereka tidak baca ayat selanjutnya dan tidak mengutip semuanya.
Kata "Aku (Yesus) akan mengutus Dia (Roh Kudus) kepadamu" tidak dikutip oleh mereka.
Muhammad bukan roh penghibur. Menghibur siapa dia? Menghibur dengan apa? Roh
Menakutkan bisa jadi. Sewaktu masih Kristen dulu, Insan Mokoginta dan Syamsul Arifin
Nababan tidak menyimak lagu penutup tatkala gembala mengutus dengan pujian: ~~ Hormat
bagi Allah Bapa, hormat bagi AnakNya, ~~ hormat bagi Roh Penghibur, ~~ ketiganya yang
Esa. ~~ Haleluyah ~~ haleluyah ~~ ketiganya yang Esa. ~~ Amin.

Insan Mokoginta juga dipastikan tidak baca ancaman Allah dalam Al-Qur'an bahwa
orang Kristen masuk Islam adalah orang yang terkutuk sampai hari kiamat. Dan hendaklah
orang² pengikut injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan allah di dalamnya.
Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu
adalah orang² yang FASIK. (QS Al Maedah, ayat 47)

Apalagi Alkitab sangat membenci orang yang meninggalkan Yesus Kristus, karena
mereka meninggalkan kebenaran. "Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus,
tetapi melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran
itu, ia memiliki Bapa maupun Anak" (2 Yohanes: 8-9). Jadi bila ada orang Kristen pindah
keyakinan maka mereka tidak memiliki Allah, tidak punya Tuhan. "Akan tetapi kita tahu,
bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita
mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam AnakNya Yesus Kristus.
Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal." (1 Yohanes 5:20)
Insan Mokoginta adalah Antikris fenomenal abad ini. Dia bahkan menyombongkan diri
bahwa buku²nya tidak ada yang menghina Yesus! Pak Insan, apakah meninggalkan Yesus itu
bukan menghina? Tapi dia tidak sadar. "Kejahatanmu akan menghajar engkau, dan
kemurtadanmu akan menyiksa engkau! Ketahuilah dan lihatlah, betapa jahat dan pedihnya
engkau meninggalkan TUHAN, Allahmu; dan tidak gemetar terhadap Aku, demikianlah
firman Tuhan Allah semesta alam" (Yeremia 2:19).

"Mereka murtad dan berkhianat seperti nenek moyang mereka, berubah seperti busur yang
memperdaya" (Mazmur 78:57);

"Di jalan kebenaran terhadap hidup, tetapi jalan kemurtadan menuju maut" (Amsal 12:28);
"Orang-orang yang berdosa terkejut di Sion orang-orang murtad diliputi kegentaran. Mereka
berkata: "Siapakah di antara kita yang dapat tinggal dalam api yang menghabiskan ini?
Siapakah di antara kita yang dapat tinggal di perapian yang abadi ini?" (Yesaya 33:14).

Neraka adalah tempat tinggal orang yang murtad dari Tuhan Yesus

"Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga!
Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu
manusia durhaka, yang harus binasa" (2 Tesalonika 2:3);

"dari mereka yang meninggalkan jalan yang lurus dan menempuh jalan yang gelap"
(Amsal 2:13);

"Kakinya turun menuju maut, langkahnya menuju dunia orang mati" (Amsal 5:5);

"Jalan kebenaran terhadap hidup, tetapi jalan kemurtadan menuju maut" (Amsal 12:28);
"Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut" (Amsal 16:25).

saya bertanya, "Pak Insan, kalau ada laki² umur 52 tahun, kawin dengan perempuan
umu 6 tahun, lalu tidur sebagai suami istri umur 9 tahun, apakah bapak hormat kepada laki²
itu? Apa yang ada dalam hati orang itu tatkala tidur dengan perempuan kelas 2 SD?
Al-Qur'an tidak pernah menyebutkan inti ajaran² Yesus. Al-Qur'an hanya sibuk
menangkis pertanyaan orang² Kristen dan Yahudi yang meragukan kenabian Muhammad.
Pertanyaan yang paling besar adalah apakah Muhammad punya mukjizat atau tidak. Hal ini
karena mukjizat merupakan syarat kenabian yang mutlak.

Pertama, seorang nabi harus dinubuatkan oleh nabi sebelumnya lewat Wahyu Allah.
Muhammad tidak dinubuatkan oleh Bani Israel atau nabi manapun. Bahkan 600 tahun setelah
Yesus, barulah lahir Muhammad. Masa antara Yesus dengan Muhammad adalah fatratan
nabi, masa fakum, masa tidak ada nabi. Dalam Perjanjian Baru, Yesus hanya menubuatkan
nabi² palsu akan datang setelah Dia. Aneh, mengapa ada istilah fatratan nabi?

Kedua, seorang nabi harus bernubuat sesuatu pada masa hidupnya. Semua nubuatan

Muhammad meleset. Dia bernubuat bahwa Yahudi akan pecah menjadi 71 golongan, Kristen

pecah menjadi 72 golongan, Islam pecah menjadi 73 golongan. Tapi apa hasilnya? Semua

meleset. Namu ustadz pasti bisa membela diri dengan jawaban Abunawas. Yesus bernubuat

jangka pendek dengan berkata kepada Petrus: engkau akan menyangkali Aku tiga kali
sebelum ayam berkokok. Nubuatan ini terjadi. Dia tahu apa yang terjadi di rumah orang pada
waktu itu. Dan masih banyak lagi nubuatanNya yang terjadi.

Ketiga, seorang nabi harus bermukjizat untuk ditunjukkan kepada umat ketika dia
diutus. Fungsi mukjizat adalah sebagai tanda dari Allah bahwa orang itu adalah Utusan Allah.
"Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang
tidak difirmankan TUHAN? --apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan
perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak
difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah
gentar kepadanya." (Ulangan 18:21-22).

Tapi tidak ada satu pun mukjizat yang diperbuat oleh Muhammad seperti

lazimnya para nabi di Alkitab mendemonstrasikan mukjizat kepada umatnya waktu itu. Jika

seorang nabi mengatakan sesuatu tapi tidak terjadi, maka ia akan mati. "Tetapi seorang nabi,

yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan

untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati"
(Ulangan 18:20). Ayat ini pas untuk nabi dari Arab.

Muhammad mati diracun oleh wanita Yahudi bernama Zainab binti Harits yang
ditawan dalam pertempuran Khaibar. Zainab melakukan itu karena merasa dendam sebab
seluruh keluarganya mati dibunuh. Ketika ditanya mengapa dia membubuhkan racun dalam
makanan nabi, dia menjawab, "Kalau dia nabi, maka pasti dia tidak akan mati." Tapi
beberapa hari kemudian Muhammad meninggal dunia.

Orang Islam selalu beralasan bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat terbesar dari
Muhammad. Akan tetapi Al-Qur'an mengandung cacat sejarah, geografis, doktrin, bahkan
gramatikal dan lain sebagainya. Al-Qur'an telah mengambil keuntungan dengan pertikaian
dari dalam antara orang Kristen masa itu, tentang Tritunggal, Roh Kudus. Contoh kesalahan
fatal Al-Qur'an adalah pernyataannya bahwa Maryam ibu Yesus adalah Miryam saudara
Harun yaitu kakak Musa, pahahal masa antara Harun dengan Yesus adalah 1500 tahun.
Mungkinkah Maryam mengandung Yesus selama 15 abad? Apakah Maryam ibu Yesus itu
sama dengan Miryam kakak Musa? Al-Qur'an melakukan kesalahan fatal dengan menyebut
Miryam saudara Harun sebagai Maryam ibu Yesus Kristus.

Dikatakan bahwa Al-Qur'an itu dari Allah. Al-Qur'an sendiri menyatakan demikian "Maka
apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur'an? Kalau sekiranya Al-Qur'an itu bukan dari
sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya" (QS An-Nisaa,
ayat 82)

Al-Qur'an yang tidak bisa dijawab oleh ulama atau ahli tafsir Al-Qur'an. Saya
menantang siapapun yang mampu menjawab buku itu dengan data dan fakta sejarah yang
benar. Jika mampu menunjukkannya, maka saya masuk Islam lagi. Di internet, seorang
berpakaian PNS menjawab saya bahwa ada satu ayat di Al-Qur'an yang menyebut ada api
dalam air. Dia rupanya tidak mendengar baik² perkataan saya. Jika Yesus membuat burung
dari tanah liat lalu ditipu burung itu bisa terbang, saya meminta Muhammad membuat
lalat yang bisa terbang. Tak ada satu ayat pun dalam Al-Qur'an yang menceritakan
mukjizat yang dilakukan Muhammad. Tidak ada satu pun mukjizat!

Mukjizat adalah materai dari Allah untuk mengakui seseorang sebagai nabi. Manusia
bisa percaya bahwa orang ini adalah utusan Allah yang sah karena dia melakukan mukjizat.
Jika orang ini tidak mempunyai mukjizat, maka dia bukanlah utusan Allah. Jadi mukjizat itu
bukan berupa kitab suci.

Keempat, seorang nabi harus disaksikan oleh nabi lain. Tidak ada seorang nabi pun
yang menyaksikan Muhammad. Ini penting karena jika nabi itu melenceng dalam pengajaran
dan perbuatannya, maka dia akan ditegur oleh nabi lain yang juga utusan Allah. "Maka jika
kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu,
maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca Alkitab sebelum kamu. Sesungguhnya
telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu
temasuk orang-orang yang ragu-ragu" (QS Yunus, ayat 94). Setelah membaca Alkitab, saya
bertambah ragu. Muhammad menikah dengan Zainab binti Jahsyi, yang adalah istri dari anak
angkatnya.

Kelima, seorang nabi harus berasal dari Bani Israel. Muhammad bukanlah dari Bani
Israel, tapi dari Bani Ismael. Jika lima syarat dan tanda di atas tidak terpenuhi, maka dia itu
bukanlah seorang nabi.
BAB II

Penurunan Wahyu

Setelah menjadi pemeluk Kristen, saya menyelidiki secara seksama bagaimana


malaikat bergaul dengan para utusan Allah dalam Alkitab. Saya melihat perbedaan jauh akan
sifat dan karakter malaikat di Alkitab dengan malaikat yang diceritakan dalam Islam.
Pertanyaan yang mendasar dalam bab ini adalah: BENARKAH AL-QUR'AN ITU FIRMAN
ALLAH? Pertanyaan ini juga bisa dibalik agar seimbang melihat masalahnya: BENARKAH
ALKITAB ITU FIRMAN ALLAH?

Jika kita cermati proses pewahyuan Al-Qur'an, maka jelas sekali tampak
perbedaannya dengan Alkitab.

1. Muhammad 'mencari' Tuhan dan pergi ke Gua Hira dan bersemedhi di sana untuk
beberapa waktu. Tidak begitu dengan nabi² dalam Alkitab yang dikunjungi langsung oleh
malaikat dan Tuhan sendiri yang lalu berbicara kepada mereka. Para nabi itu tidak perlu pergi
mencari Tuhan karena mereka adalah orang² pilihan Tuhan. "Bukan kamu yang memilih
Aku, tapi Aku yang memilih kamu" (Yohanes 15:16).

"Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat
engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan" (Kejadian 13:14).

2. 'Jibril' yang datang kepada Muhammad langsung mendekapnya dan menyuruhnya

membaca. Nabi berkata: maa ana bi qoori'in, saya tidak pandai membaca. Nabi sudah

menjawab bahwa dia tidak pandai membaca tapi masih saja tetap disuruh sampai tiga kali!

Malaikat aneh bin bingung! Malah didekapnya nabi sampai kepayahan. Malaikat macam apa

ini? Sudah tahu orang itu tidak bisa baca, tapi masih disuruh baca lagi. Apakah malaikat tidak

dengar? Kalau dalam Alkitab, malaikat selalu datang dengan menyampaikan salam, memberi

kabar keselamatan dan kedamaian serta memperkenalkan diri. Dengan demikian, tidak perlu

istri yang membenarkan kenabian kita, apalagi minta pendapat kepada pendeta Nasrani. Tapi
pengikut Muhammad di zaman akhir ini banyak membunuh pendeta. Mereka tidak bersyukur

kepada pendeta yang berjasa membenarkan 'kenabian' Muhammad. Ironis! Terlepas dari

pembelaan orang Islam bahwa nabi buta huruf sehingga mana mungkin dia membuat dan

mengarang Al-Qur'an, akan tetapi pembaca tahu bahwa Al-Qur'an itu dibacakan oleh

Muhammad lalu ditulis oleh penulis wahyu. Pembaca boleh menilai sendiri. Tidak ada
sahabat yang melihat ketika Jibril menyampaikan wahyu kepada Muhammad.

3. Setelah menerima wahyu, Muhammad sering merasa ketakutan sehingga dia sangat
khawatir akan keselamatan dirinya. Dia meminta istrinya untuk menyelimutinya.
Zammiluny! Zammiluny! Zammiluny! Lalu Khadijah menyelimutinya. Ini sangat berbeda
dengan malaikat yang datang kepada para nabi Bani Israel, yang setelah memperkenalkan diri
dan menyampaikan salam, biasanya berkata: "Jangan takut!" Contohnya seperti perkataan
malaikat kepada Hagar, "Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari
tempat ia berbaring" (Kejadian 21:17). Contoh lain adalah perkataan malaikat kepada Maria,
"Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah" (Lukas
1:31).

4. Pendeta Waraqah bin Naufal membenarkan bahwa Namus (malaikat) yang datang
kepada Muhammad adalah malaikat yang sama dengan yang datang kepada Musa. Nyatalah
bahwa pendeta tersebut tidak pernah membaca Alkitab yang mengatakan bahwa Firman
Tuhan tidak pernah dibacakan kepada bangsa manapun selain Bani Israel. Banyak ayat
Alkitab yang mengatakan bahwa Firman Tuhan tidak diturunkan kepada orang Mesir, Syria,
atau Arab. Waraqah adalah pendeta yang tidak mengenal Alkitab dengan benar. Muhammad
seharusnya tidak memerlukan seorang pendeta untuk membenarkan kenabiannya.

5. Orang yang menguatkan kenabian Muhammad adalah istrinya, Khadijah, dan


bukan nabi yang lain. Ini berbeda dengan semua nabi utusan Allah yang selalu disertai nabi
yang lain. Khadijah hanyalah seorang ibu rumah tangga, wanita awam, saudagar belaka. Di
zaman Muhammad tidak ada saksi dari nabi lain seperti lazimnya para nabi Bani Israel yang
diutus. Tuhan atau malaikat selalu memanggil nama orang itu, misalnya "Lalu TUHAN
memanggil: Samuel! Samuel!" Dan Samuel menjawab: "Berbicaralah, sebab hambaMu ini
mendengar!" (1Samuel 3:10). Karena Tuhan sendiri yang berbicara langsung kepada nabi
pilihannya, maka Dia selalu memanggil nama nabi tersebut. Seorang malaikat tidak mungkin
datang pada seseorang lalu menyuruh orang itu membaca dan lalu mencekiknya. Tidak ada
manusia lain yang menyaksikan seorang malaikat datang menyampaikan wahyu pertama
kepada Muhammad.

Dan juga tiada Tuhan yang memanggil nama Muhammad. Ayat² Al-Qur'an tidak
menyebut nama Muhammad dan selalu saja memakai kata ganti orang ketiga yakni "dia"
(Muhammad). Hanya ada dua ayat yang jelas menyebut nama Muhammad. Hanya ada satu
nama sahabatnya yang disebut dalam Al-Qur'an yaitu Zaid bin Muhammad, anak angkatnya.

6. Semua nabi dalam Alkitab memperlihatkan tanda-tanda mukjizat dari Tuhan.


Misalnya Musa memperlihatkan tongkat berubah menjadi ular. Isa Almasih membuat burung
dari tanah liat yang setelah ditiupNya, burung itu bisa langsung terbang. Insan Mokoginta
berkata, "Ingat bahwa mukjizat itu terjadi atas izin Allah." kalau Muhammad itu nabi Allah,
mengapa Allah tidak mengizinkannya? Orang² Yahudi dan Nasrani memintanya agar
memperlihatkan mukjizat tapi selalu dijawab oleh Allah: "Dan mereka berkata: "Mengapa
tidak diturunkan kepadanya suatu keterangan dari Tuhannya?" Maka katakanlah:
"Sesungguhnya yang ghaib itu kepunyaan Allah, sebab itu tunggu olehmu, sesungguhnya aku
bersama kamu termasuk orang² yang menunggu" (QS 10:20). Apakah ini jawaban dari Allah
atau jawaban dari Muhammad? Kalau dilihat dari susunan kalimatnya, ini pasti bukan
jawaban dari Allah, melainkan dari Muhammad. Jadi sampai hari ini kaum Muslimin sedang
menunggu mukjizat

Al-Qur'an adalah kitab suci yang paling murni karena tidak ada campur tangan
manusia, Allah sendiri yang menurunka, dan Allah sendiri yang menjaga Al-Qur'an dari
penyelewengan. "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya
Kami benar² memeliharanya" (QS 15:9). BAGAIMANA CARA MEMELIHARANYA? Ada
satu surat yang diturunkan oleh Allah yaitu Alwilayah yang tidak termasuk dalam Al-Qur'an
kaum Sunni sekarang. Surat ini dahulu disembunyikan oleh Ali bin Abi Thalib. Lalu terjadi
perang saudara yang hebat yang menyebabkan banyak penghafal Al-Qur'an meninggal dunia.
Ustadz Syamsul Arifin Nababan? Al-Qur'an Syiah yang terdiri dari 115 surat atau Al-
Qur'an Sunni yang terdiri dari 114 surat? Pertanyaan ini tidak bisa dijawab, Pak! Sampai
rontok jenggot kita sekalipun, pertanyaan ini tetap tidak terjawab.

Jika Isa Almasih, Yesus Kristus datang kembali, Dia akan berkata: "Hai Pak Kiai, Al-
Qur'an yang ada di tanganmu itu bukan kata² Saya. Muhammad meminjam nama nabi²
Alkitab lalu mengarang seolah-olah nabi itu berkata bla-bla ... padahal nabi² itu tidak pernah
berkata seperti itu." Contoh kata² dan doa Nabi Nuh yang tidak ada dalam Alkitab: Nuh
berkata: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun diantara orang² kafir itu
tinggal di atas bumi" (QS70:26). Mana ada nabi Alkitab berdoa seperti itu?

orang Yahudi kepada Muhammad sebagai berikut "Dongengan² orang² dahulu,

dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan

petang" (QS 25:5) (doa Nabi Nuh ini dikutip oleh khotib di shalat Jum'at untuk memanaskan

hati jemaat agar mau menjadi sukarelawan ke Palestina).

standar Surat Ali Imron, ayat 19 yang berbunyi ‫ﱠ ْ ْع ْْن َْ د ال ْدّينَ إ ﱠن اﻹ ْْس ﻼ‬
innad dina indallahil Islam, yang artinya adalah sesungguhnya agama yang diridhai di sisi ‫ُْ م‬
Allah hanya Islam, tapi dalam naskah Ibnu Mas'ud tertulis innad dina indal lahil hanafiyy
yang artinya adalah sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah yang lurus.
Terlebih lagi, ada naskah yang berkaitan dengan wasiat Nabi bahwa yang menggantikan
beliau setelah wafat kelak adalah Ali bin Abi Thalib. Surat Alwilayah dicari-cari untuk
dimusnahkan tetapi lolos dari sensor. Maka dari tiulah Al-Qur'an milik Syiah berjumlah 115
.surat. Ada pula naskah Al-Qur'an Ya'fur yang dibakar
BAB III

Firman Tuhan Tidak Berubah

Insan Mokoginta sesumbar bahwa kalau ada orang Kristen hafal Alkitab walau satu
halaman saja, maka dia akan memberi hadiah besar. Sedangkan orang Islam bisa hafal
seluruh Al- Qur'an. Apakah dengan begitu membenarkan bahwa Al-Qur'an itu Firman Allah?
Bahwa Al- Qur'an merupakan mukjizat walaupun 95% umat Muslim tidak mengerti artinya?
Apakah yang penting hanya pahala mampu menghafal saja?

Bahasa Arab adalah rumpun bahasa semitik, sama seperti bahasa Ibrani, bahasa Aram
(bahasa ibu Yesus Kristus) dan semua bahasa di sekitar daerah itu. Cara pengucapannya
berirama dan bersambung, maka mudah untuk dihafal. Insan Mokoginta tidak tahu bahwa
Alkitab juga.

Saudara Muslim berargumen bahwa nabi² terdahulu diutus hanya untuk kaumnya dan
Yesus hanya untuk Bani Israel. Lalu mereka mencari potongan ayat dalam Alkitab untuk
mendukung pendapat picik mereka. Mereka tidak melihat emas yang dihafal oleh semua
orang Kristen bahwa Yesus menyuruh para muridNYa untuk pergi dan menjadikan semua
bangsa muridNya. Kata semua bangsa itu berarti seluruh dunia. "Karena itu pergilah,
jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan
Roh Kudus" (Matius 28:19).

Alkitab adalah satu²nya kebenaran Wahyu. Firman Tuhan tidak pernah berubah dari dulu

sampai sekarang dan selamanya. "Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak
akan berlalu" (Matius 24:35). Seluruh pengajaran Alkitab itu terjamin kebenaran cerita,
sejarah,doktrin, harmoni, keteraturannya dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru. Isinya
tidak plin-plan dan selalu konsisten dari kitab Kejadian sampai Wahyu. "Lebih mudah langit
dan bumi lenyap daripada satu titik dari hukum Taurat batal" (Lukas 16:17). "Rumput
menjadikering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya"
(Yesaya 40:8).
Hal ini karena "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliannya seperti

bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, tetapi firman Tuhan tetap untuk

selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu" (1 Petrus 1: 24-25).

"...Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi
hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus
Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk
menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam
kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap
perbuatan baik." (2 Timotius 3:15-17)

Apakah ayat² di atas hanya untuk MASA itu saja?

Inspirasi atau Wahyu

Tetapi ketika pagi hari tiba, ia tidak menemukan air untuk bersuci, bersembahyang.

Aku berkata kepadanya: "Muhammad, bukankah kita terbuat dari pasir?" Dan ia menjawab,

"Ya, benar." Lalu aku berkata: "Kalau begitu kenapa bingung, engkau dan orang-orangmu

membutuhkan air dan tidak menemukannya, sedangkan pasir selalu ada di sana. Gunakanlah

pasir." Maka turunlah ayat ini: "Hai orang² yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang
kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, sedang kamu
dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu
sakit atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka
bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik; sapulah mukamu dan tanganmu.
Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun."

Berikut ini adalah beberapa istilah yang dipakai Al-Qur'an untuk menuduh Alkitab
telah dipalsukan, sebagai dakwaan dan alasan, preseden sebelum orang Yahudi dan
Kristen dihancurkan:
1. Segolongan Ahli Kitab

Bahwasanya ada segolongan Ahli Kitab yang telah memalsukan isi Alkitab dan berusaha

menyesatkan orang Islam. "Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal

mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak

menyadarinya" (QS 3:69). Segolongan, kata ayat itu. Golongan yang mana? Tidak ada

penjelasannya! "Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu,


padahal

segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka

memahaminya, sedang mereka mengetahui?" (QS 2:75). Masih banyak lagi ayat serupa itu di

Al-Qur'an.

2. Sebahagian Diantara Mereka

"Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil)
mengenal

Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian

diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui" (QS 2:146). Kata

"sebahagian" ini menimbulkan tanda tanya besar tentang siapakah yang telah

menyembunyikan Alkitab? Dan sejauh mana sebahagian Ahli Kitab mengetahui ciri²

Muhammad? Hal ini tidak bisa dilacak oleh siapapun. "Dan apabila diturunkan suatu surat,

maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: “Siapakah di antara kamu

yang bertambah imannya dengan (turannya) surat ini?” Adapun orang-orang yang beriman,

maka surat ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira" (QS 9:124). Tapi saya
bilang
kepada anak² saya yakni Saddam Husain dan Mu'ammar Kadafi: "Kalian anak²ku akan
kecewa

menjadi Muslim, karena kalian akan dibelenggu oleh roh agamawi yaitu kesulitan

melaksanakan kewajiban agama, misalnya sholat lima waktu. Atau keinginanmu untuk naik

haji. Abi bukan tidak mau memberikan ONH, tapi lebih baik dipakai untuk kuliah S-3 supaya

kalian pintar."

3. Memutar-mutar Lidahnya

"Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al

Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan

dari Al Kitab dan mereka mengatakan: “Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah”, padahal
ia

bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui" (QS

3:78). Ini teknik yang sangat akurat untuk menimbulkan kerancuan supaya kaum awam

percaya bahwa Alkitab telah dipalsukan. Bagaimana cara membaca dengan memutar-mutar

lidah? Siapakah orang Yahudi dan Nasrani yang membaca Alkitab dengan memutar-mutar

lidahnya? Maksud sebenarnya apa? Apakah ini artinya membaca sambil mempelesetkan

bacaannya? Ayat apa saja yang dibaca dengan memutar-mutar lidah? Tidak ada penjelasan

apapun dari Muhammad. Ini adalah sebuah tuduhan sadis yang datang dari Allahnya

Muhammad.

4. Apakah Kamu Tidak Melihat Orang² yang ...

"Apakah kamu tidak melihat orang-orang yang telah diberi bahagian dari Al Kitab (Taurat)?
Mereka membeli (memilih) kesesatan (dengan petunjuk) dan mereka bermaksud supaya
kamu

tersesat (menyimpang) dari jalan (yang benar)" (QS 4:44).

Pada ayat ini dinyatakan bahwa yang disembunyikan adalah isi Alkitabnya. Bagian Alkitab

manakah yang telah disembunyikan itu? Dipastikan tidak ada seorang pun sarjana Muslim

yang mampu menjawab hal ini, apalagi Insan Mokoginta yang tidak memiliki kapasitas untuk

menjawabnya. Bahagian Alkitab mana yang dijual dengan kesesatan?

5. Al-Qur'an adalah yang Membenarkan Alkitab

"Hai orang-orang yang telah diberi Al Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah
Kamiturunkan (Al Quran) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami
mengubah muka(mu), lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuki mereka
sebagaimana Kami telah mengutuki orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabtu. Dan
ketetapan Allah pasti berlaku" (QS 4:47) Allah akan memutar muka orang Ahli Kitab yang
tidak percaya kepada Al- Qur'an. Dengan begitu, orang yang tidak percaya kepada Al-Qur'an
badannya akan berjalan ke depan, tetapi mukanya menghadap ke belakang. Wah, itu pasti
orang yang telah dipancung oleh teroris, kemudian dioperasi dokter, tapi salah melakukan
operasinya sebab waktu dioperasi pasiennya tidur telungkup. Hasil operasinya adalah seperti
yang dijabarkan di ayat itu. Muhammad menggunakan kata KAMI karena dia tidak berani
menggunakan kata ALLAH secara langsung untuk tujuan² politis tersembunyi. Pembaca
boleh melihat susunan redaksi dalam Al-Qur'an.

6. Nabi Mengajak Orang Yahudi dan Nasrani Bermubahalah

Mubahalah adalah semacam sumpah pocong. Sumpah ini dilakukan oleh dua pihak yang

bertikai dan Allah akan mengutuk pihak yang kedapatan berbohong. "Siapa yang

membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka
“Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-
isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita

bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-

orang yang dusta" (QS 3:61). Informasi yang disampaikan Al-Quran dan Alkitab berbeda
jauh.

Contohnya adalah keterangan tentang Isa Almasih. Al-Qur'an mengatakan Yesus lahir di

bawah pohon korma, sedangkan Alkitab mengatakan Yesus lahir dalam palungan di kandang

domba. Al-Qur'an mengatakan ibu Yesus adalah Maryam saudara Harun, kakak Musa. Hal
ini tidak mungkin karena Maryam yang mengandung Yesus hidup 1500 tahun sesudah
Miryam saudara Harun. Adakah ulama Islam yang mampu menjawab kekacauan sejarah Isa
Almasih ini dengan data akurat sepaya saya masuk Islam lagi? Kalau begitu, siapakah yang
berbohong?

Alkitab atau Al-Qur'ankah yang berbohong? Orang Kristen tidak perlu sumpah
pocong atau bermubahalah. Alkitab berkata: "Tetapi yang terutama, saudara-saudara,
janganlah kamu

bersumpah demi sorga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah

kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena

hukuman" (Yakobus 5:12).

7. Nama² Murid Yesus Disebut Hawariyyun

"Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: “Siapakah yang

akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin

(sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami


beriman

kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah

diri" (QS 3:52). Inilah gaya bahasa dan istilah² Al-Qur'an yang tidak mau 'jlimet' untuk
menyebut nama² murid Yesus. Satu orang yang diserupakan Allah menggantikan Yesus di
atas

kayu salib, tapi tidak disebutkan siapa nama orang itu. Dengan redaksi semacam ini, Allah

yang Maha Tahu menjadi tidak 'tahu' nama orang yang diserupakan tersebut. Masih banyak

istilah² mengambang lainnya dengan tujuan bias untuk merusak nilai Alkitab yang ada di

tangan orang Yahudi dan Kristen. Akhirnya, semua isi Al-Qur'an yang berkaitan dengan

Alkitab tidak bisa dipercaya, mengambang, mendua, penuh misteri, teka-teki. Hal ini berbeda

jauh dengan Alkitab yang isinya jelas, terus-terang. "Berhadap-hadapan Aku berbicara
dengan

dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah

kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?" (Bilangan 12:8). "Jawab Yesus kepadanya:
"Aku

berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait

Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-

sembunyi" (Yohanes 18:20).

Setelah berhasil menuduh Alkitab telah dipalsukan, barulah Muhammad punya alasan untuk

menyerang mereka, karena orang² Yahudi dan Kristen yang telah memalsukan Alkitab adalah

kafir. Seluruh isi Surat² Madaniyah hanyalah kesibukan Allah menjawab sanggahan dan

penolakan orang Yahudi dan Nasrani terhadap kenabian Muhammad. Kewalahan sudah Nabi

dan penulis wahyu dalam membantah dan membela diri atas nama Allah. Jibril dengan segera

memberi solusi dengan membacakan ayat². Contohnya pada saat orang Yahudi dan Nasrani

bertanya tentang roh, maka turunlah wahyu: "Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh.

Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan
melainkan sedikit” (QS 17:85). Muhammad tidak bisa menjawab pertanyaan tentang Roh dari

orang Yahudi dan Nasrani. Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru membahas dengan terperinci

dan jelas bagaimanakah hidup menurut roh, bagaimana membedakan roh, apakah hukum roh,

bagaimana fenomena roh, apakah yang bukan hakekat roh. Andaikata Al-Qur'an itu dari
Allah

maka tentunya mengandung jawaban semua ketubuhan orang² yang mau percaya kepada

firman Tuhan. Tapi jawaban Allah malahan membuat orang putus asa dan malas untuk

bertanya lagi, padahal mereka mau mencari jawaban. Muhammad melarang kaum Muslimin

banyak bertanya dengan alasan orang Yahudi dan Nasrani dihancurkan oleh Allah sebab

mereka banyak bertanya kepada nabi mereka. Itulah sebabnya Muhammad mengeluarkan

ucapan bahwa ada tiga perkara yang dibenci Allah: (1) Menghamburkan harta; (2) Banyak

bicara; (3) Banyak tanya² tentang agama (Hadis Shohih Bukhari, jilid II, hal. 763).

Al-Qur'an juga menggunakan kata² umpan untuk mengaburkan karakter kehidupan sosial

orang Yahudi dan Nasrani waktu itu, dengan menyebut mereka sebagai: ingkar, kepala batu,

najis, kafir, telah membunuh para nabi, makan riba. Bahkan Al-Qur'an menggunakan sumpah

serapah agar orang Yahudi menjadi ciut nyalinya. Hal ini dilakukan agar orang² Yahudi dan

Nasrani tidak mengolok-olog lagi wahyu yang diturunkan kepada Muhammad. Al-Qur'an

menggunakan kata² keras terhadap yang belum beragama dan juga kaum Ahli Kitab (Yahudi

dan Nasrani): "Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang

musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah

seburuk-buruk makhluk" (QS 98:6).


Begitulah cara² Al-Qur'an untuk mencari alasan bagi Muhammad mengusir orang² Yahudi
dari

kampung halaman mereka. Dan ini juga dilakukan Muhammad agar orang Yahudi dan
Nasrani

percaya kepada Al-Qur'an. "Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari

malaikat: dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan
bagi

orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang

yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan orng-

orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada
penyakit

dan orang-orang kafir (mengatakan): “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini

sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang

dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada

yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah

peringatan bagi manusia" (QS 74:31).

Selain tidak tahu tentang roh, Muhammad juga tidak tahu tentang malaikat. Jumlah 10 orang

malaikat yang disebut dalam Islam berikut nama²nya itu adalah malaikat² yang dibuat oleh

Muhammad. Muhammad mengaku tidak tahu menahu mengenai malaikat: "Aku tiada

mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al mala’ul a’la (malaikat) itu ketika mereka

berbantah-bantahan" (QS 38:69). Bukti akan hal ini tampak saat wahyu pertama turun di
mana

Jibril tidak memperkenalkan diri. Nama Jibril baru dikenal Muslimin setelah tiga tahun
kemudian. Haleluyah!
Bab 4

Pujian - Senda Gurau

Saya belajar terus untuk membandingkan Alkitab dengan Al-Qur'an. Setiap ayat Alkitab saya

renungkan, dan pasti memori dan benak kembali kepada Al-Qur'an dan apa saja pelajaran
yang

pernah saya sampaikan kepada murid² saya selama dua puluh tahun sebagai Muslim. Dulu

saya mati²an membela Al-Qur'an dan seluruh doktrin Islam. Saya kira memang wajib
membela

Allah dan Rasul. Wajib pula membela agama. Tapi setelah membaca Alkitab, saya tahu
bahwa

kita tidak perlu membela Allah, Rasul, dan agama. Apa kuasa manusia dalam membela
Allah?

Siapa manusia yang bisa membela Rasul? Bukankah Allah Maha Kuasa? Bukankah Nabi dan

Rasul itu utusan Allah? Kenapa harus dibela? Membela agama? Hati kita miris mendengar

berita ISIS membunuh, membakar hidup² orang Kristen di Syria, Irak, Mesir. Herannya saya

mengapa FPI tidak demo? Mengapa diam saja? Apakah Habib Rizieq sudah buta dan tuli?

Summum bukmun umyun, wa habib Rizieq la yarji'? (dari Q 2:18 Summum bukmun 'Umyun
fa

hum laa yarji' (Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang

benar))

Setiap hari saya rajin membaca Alkitab seperti dahulu membaca Al-Qur'an setiap malam.
Tapi

setiap kali saya mendapatkan beberapa perbedaan pola pikir dan ajaran lalu, sejenak saya
berhenti untuk menganalisa dan mendalaminya.

Pantaslah mengapa orang Yahudi menjadi sangat cerdas, karena kebenaran paradigma
Alkitab

yang Ilahiyah. Saya berjanji akan banyak menulis topik² Alkitab yang tidak ada dalam Al-

Qur'an. Banyak ragam pengajaran yang tidak dibahas dan dibicarakan dalam Al-Qur'an. Dari

perbandingan itu, pahamlah kita mana yang emas dan mana yang kuningan, mana yang

Firman Tuhan dan mana yang bukan. Alasan mengapa Al-Qur'an sangat sensitif dengan
orang²

Yahudi dan Nasrani adalah karena Muhammad tidak tahan kuping mendengar banyaknya

pertanyaan yang meragukan kenabian beliau.

Ketika Muhammad menyebarkan pahamnya di Mekah selama 12 tahun, dia hanya mendapat

pengikut kurang dari seratus orang. Propaganda dilakukan secara intensif, harta dan tenaga

dikeluarkan secara masif. Orang² suku Quraisy merayu Muhammad agar meninggalkan

ajarannya. Tapi Muhammad dan pengikutnya tidak gentar sedikitpun. Turun ayat yang

terkenal: Laku diinukum waliyadiin, bagimu agamamu, bagiku agamaku. Inilah ayat emas

yang digunakan saudara Muslim dalam membela diri kalau kepepet saat dialog soal agama.

Banyak konsep Alkitab yang tidak dipahami serius oleh kaum Kedar. Jika orang Islam
ditanya

siapa ibu Nabi Muhammad, mereka pasti susah payah menyebutnya, tapi anak Sekolah
Minggu

kalau ditanya siapa ibu Yesus pasti bisa serentak menjawab.


Keadaan berbeda ketika Muhammad berada di Medinah. Masalah yang dihadapinya
kompleks

dan beragam, tapi intinya adalah keraguan akan kenabiannya. Orang Yahudi sangat

meremehkan Muhammad, karena tidak mampu menunjukkan bukti kenabian seperti tradisi

nabi² dalam Alkitab.


Di Medinah, Muhammadlah yang mengajak orang Yahudi berdamai dalam keagamaan, tapi

tentu saja orang Yahudi dan Kristen tidak sudi. Ta'aalau ilaa kalimatin sawaa, marilah kita

kepada satu kata, seia sekata ... Orang Yahudi dan Nasrani terkenal dengan tradisi firman.

"Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al Kitab sebelum Al Quran,
mereka

beriman (pula) dengan Al Quran itu. Dan apabila dibacakan (Al Quran itu) kepada mereka,

mereka berkata: “Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Quran itu adalah suatu

kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang

membenarkan(nya)" (QS 28:52-53). Mereka tidak mungkin menerima Al-Qur'an karena jauh

sebelum Muhammad ada, orang Yahudi dan Nasrani sudah lebih dahulu berserah diri, telah

MUSLIM sebelum Islam datang.

Umat Islam terkenal mempertahankan 'kebenaran' Al-Qur'an dengan membabi-buta. Seolah-

olah pembelaan mereka adalah sebuah setting berpikir ilahi, walaupun pembelaan mereka

bertentangan dengan Al-Qur'an itu sendiri. Dari zaman ke zaman ditulis oleh mereka bahwa

semua nabi hanya diutus pada zamannya. Syariat nabi² itu hanya berlaku pada zamannya dan

tidak berlaku lagi pada zaman sekarang. Alkitab hanya berlaku pada masanya, begitu kata

mereka. Mereka tidak paham bahwa FIRMAN Tuhan tidak berubah, tetap untuk selamanya

(baca Bab Tiga).

Al-Qur'an terjemahan Departemen Agama RI tahun 1972 sampai 980-an masih memuat

muqaddimah bahwa nabi² terdahulu hanya untuk zaman itu. Tapi setelah ketahuan bahwa
ayat² Alkitab yang menjadi rujukan oleh Departemen Agama ternyata dipotong-potong,
dikutip

separuh, maka bab tersebut sudah tidak ada lagi dalam cetakan baru. Mereka malu.

Berikut kita bicarakan bagaimana Al-Qur'an mempertahankan diri dari gempuran orang

Yahudi dan Nasrani yang tetap menolak kenabiannya dan juga klaim bahwa Yahudi adalah

manusia pilihan. Di satu sisi, Al-Qur'an mengakui semua kelebihan orang Yahudi, tapi di sisi

lain mengutuk orang Yahudi. Demikian juga Al-Qur'an mengakui kebenaran Alkitab, tapi
juga

mengatakan bahwa Alkitab sudah dipalsukan. Atau lebih tepatnya, Muhammad sendiri yang

menjawab lewat Al-Qur'an.

1. Al-Qur'an menantang orang Yahudi untuk membuktikan diri sebagai manusia pilihan.

"Katakanlah: “Hai orang-orang yang menganut agama Yahudi, jika kamu mendakwakan
bahwa

sesungguhnya kamu sajalah kekasih Allah bukan manusia-manusia yang lain, maka

harapkanlah kematianmu, jika kamu adalah orang-orang yang benar” (QS 62:6). Tentu saja

tidak ada orang yang mau mati dong. Tapi ayat ini bernada mengancam sehingga orang²

Yahudi menjadi ketakutan. Harus diakui, orang Yahudi merupakan manusia pilihan.
Kemajian

dunia ini terjadi karena mereka. Yang membuat pesawat terbang adalah keturunan Yahudi.

Saya berandai, kalau tidak ada pesawat terbang, lalu apakah kalau naik haji harus memakai

onta? Kapan sampainya?


2. Muhammad mengajukan argumen bahwa memeluk agama mana saja, asalkan berbuat baik,

maka orang itu masuk surga. "Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi,

orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar

beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari
Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih
hati"

(QS 2:62). Ayat ini menyebutkan bahwa orang Yahudi dan Nasrani masuk surga. Ini adalah

sebuah kompromi besar yang dilakukan oleh Muhammad dalam rangka mempersatukan

masyarakat Madinah. Tapi tentu saja orang Yahudi tidak tergiur. Ayat ini menyebutkan
bahwa

bukan agama Islam saja yang diridhai Allah. Asalkan seseorang beriman kepada Allah, hari

kemudian, beramal saleh, maka orang itu dapat pahala. Kalau sudah dapat pahala, nantinya

ditimbang beratnya, setelah itu masuk surga!

34. Muhammad didebat oleh orang Yahudi tentang siapakah Ibrahim, Ishak, dan Yakub?

Apakah mereka juga Muslim? Maksudnya adalah samakah apa yang diajarkan Ibrahim
dengan

apa yang diajarkan Muhammad? Jawab Al-Qur'an: agama mereka adalah Islam. "Ibrahim

bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang

lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-

orang musyrik" (QS 3:67). Muhammad disuruh Allah untuk mengatakan bahwa "Katakanlah:

“Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang

diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan

kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan
seorangpun

di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri”.

3:85 Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima

(agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi" (QS 3:84-85).
Dalam ayat ini, Muhammad tidak paham bahwa Yahudi itu adalah sebutan untuk keturunan

suku Yehuda, keturunan Ibrahim. Israel adalah cucu Ibrahim. Adalah masuk akal bahwasanya

Al-Qur'an menolak bahwa Ibrahim tidak beragama Yahudi, karena tidak tahu urutan zaman

para nabi. Banyak sekali pembelaan diri Muhammad bahwa dia hanya manusia biasa, hanya

menyampaikan peringatan, tidak mendapat upah dari apa yang disampaikannya, tetapi dia

memiliki harta rampasan yang berkelimpahan, juga tawanan, emas, hewan, tanah, dan rumah.

4. Muhammad meyakinkan orang Yahudi bahwa Al-Qur'an tidak berubah dan agar mereka

tidak ragu² menerima Al-Qur'an. "Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah,

padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Quran) kepadamu dengan terperinci?
Orang-

orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Quran

itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk

orang yang ragu-ragu. Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang

benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dialah yang

Maha Mendenyar lagi Maha Mengetahui" (QS 6:114-115). Tidak mungkin orang Yahudi bisa

percaya bahwa Al-Qur'an itu dari Allah. Tetap saja bujukan Muhammad tidak berhasil.

5. Al-Qur'an membenarkan Alkitab. Bagaimana cara Al-Qur'an membenarkan Alkitab


tidaklah

jelas. Hal apa yang dibenarkan juga samar². "Dan apa yang telah kami wahyukan kepadamu

yaitu Al kitab ( Al Quran ) itulah yang benar, dengan membenarkan kitab-kitab yang

sebelumnya. Sesungguhnya Allah benar-benar maha mengetahui lagi maha melihat hamba-
hambanya" (QS 35:31). Kenyataannya, Al-Qur'an malahan mengacaukan hukum² Alkitab,

hukum keluarga, hukum makan, tata ibadah, arah kiblat, hukum waris, dll.
6. Muhammad disuruh konfirmasi kepada orang Yahudi dan Nasrani tentang Al-Qur'an yang

diturunkan kepadanya. "Kami tiada mengutus rasul- rasul sebelum kamu ( Muhammad ),

melainkan beberapa orang laki- laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka
tanyakanlah

olehmu kepada orang- orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui" (QS 21:7).
Muhammad

buta tentang segala hal mengenai kenabian. Syarat² seorang nabi adalah mengadakan
mukjizat.

Muhamma bahkan ragu dengan Al-Qur'an sehingga dia mati²an mengatakan bahwa Al-
Qur'an

itu adalah kebenaran dari Tuhan. Kalau dia adalah seorang Nabi, maka dia tidak perlu

bersumpah-serapah untuk wahyu yang diturunkan kepadanya (lihat QS 10:94). Tapi menurut

saya, sesungguhnya Al-Qur'an itu hanyalah petunjuk bagi kaum Muslim untuk mencari

kebenaran yang ada dalam Alkitab.

7. Muhammad merasa putus asa dalam usahanya meyakinkan kaum Yahudi dan Nasrani
untuk

percaya kepada Al-Qur'an. Sewaktu perang memberangus mereka, hanya ada dua orang

Yahudi yang masuk Islam karena takut dibunuh. 900 orang dibantai sehari dalam perang

melawan Bani Yahudi Qurayza. Orang Yahudi yang masuk Islam tentu adalah jemaat biasa,

bukan pendeta. "Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al Kitab sebelum
Al

Quran, mereka beriman dengan Al Quran itu. Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan

kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa
yang telah Kami rezekikan kepada mereka, mereka nafkahkan" (QS 28:52,54). Zaman
sekarang

ada beberapa pendeta yang masuk Islam, dan itu pasti karena urusan pertu atau urusan bawah

perut. Tapi kalau ada orang Islam masuk Kristen, mungkin alasan pertamanya adalah karena

urusan bawah perut, tapi setelah ibadah di gereja dengan nyaman, mendengar pendeta

berkhotbah, mengerti kebenaran, apalagi jika yang khotbah adalah mantan ustadz, wah jadi

bertambah kuat imannya kepada Yesus. Mereka menjadi Kristen karena urusan atas perut.

Banyak sekali ayat² Al-Qur'an yang tidak sesuai lagi dengan zaman dan teknologi sekarang.

Tapi kaum Muslimin tetap teguh dengan Islam meskipun sudah banyak ayat dalam kitab suci

mereka yang meragukan.

Kasus terorisme yang melanda dunia menyadarkan banyak Muslim untuk pindah iman

menjadi pengikut Yesus. Mereka berbondong-bondong mengungsi sambil meneteskan air


mata

dan keluar dari kolam baptisan, lalu meninggalkan rumah dan desa² mereka menuju negeri

yang menampung mereka. Kesedihan ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Tapi inilah cara

Tuhan bekerja bersama kita untuk menerima mereka. Inilah cara Tuhan menyadarikan kita

akan panggilan Amanat Agung.

Berikut ini saya akan kutip ayat² Al-Qur'an yang dipakai khotbah Jum'atan oleh khotib²
seluruh

dunia tentang tuduhan kepalsuan Al-Qur'an. Hal ini dibahas agar jangan ada maling teriak

maling, jeruk minum jeruk. Jangan ada lagi yang bilang Alkitab sudah dipalsukan.
1. Muhammad membuat-buat Al-Qur'an, "Bahkan mereka mengatakan: “Muhammad telah

membuat-buat Al Quran itu”, Katakanlah: “(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh

surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu

sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar” (QS
11:13).

Muhammad menantang orang Yahudi dan Kristen untuk membuat sepuluh surat saja. Orang
Yahudi tidak usah membuat-buat wahyu, karena sudah ada Alkitab yang jumlah isinya tiga

kali jumlah isi Al-Qur'an. Meskipun Alkitab ditulis oleh nabi² dalam masa yang berbeda-
beda,

isinya tetap konsisten.

2. Orang² kafir berkata: "Dan orang-orang kafir berkata: “Al Quran ini tidak lain hanyalah

kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad dan dia dibantu oleh kaum yang lain”;
maka

sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar. Dan mereka

berkata: “Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka

dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang” (QS 25:4-5). Kalau saudara
kita

para Muslim yang rajin membaca Al-Qur'an itu membaca Alkitab dan lalu

membandingkannya, maka mereka akan segera tahu bahwa Al-Qur'an hanya berisi dongeng

dan cerita palsu. Contohnya, Muhammad naik ke langit dengan kendaraan kuda berkepala

wanita cantik. Ini hanya dongeng saja, saudara! "Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-

ayat Kami, mereka berkata: “Sesungguhnya kami telah mendengar, kalau kami menhendaki

niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, ini tidak lain hanyalah dongeng-dongengan

orang-orang purbakala” (QS 8:31). "Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia


berkata:

“dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala” (QS 68:15). Kalau ayat² Al-Qur'an dibacakan

kepada orang Islam, pengikut Muhammad segera percaya karena mereka belum pernah

mendengar cerita seperti yang dibacakan Muhammad. Apalagi kalau dilagukan dengan

keindahan susunan kata dan syair. Masih banyak lagi ayat ya ng lain yang berbunyi sama.
3. Muhammad mendapat serangan bahwa Al-Qur'an itu adalah: "Bahkan mereka berkata
(pula):

“(Al Quran itu adalah) mimpi-mimpi yang kalut, malah diada-adakannya, bahkan dia sendiri

seorang penyair, maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat, sebagai-mana

rasul-rasul yang telah lalu di-utus” (QS 21:5). Muhammad tidak bisa menjawab semua

tantangan ini. Al-Qur'an adalah mimpi yang susah diurai. Al-Qur'an telah memporak-

porandakan kehidupan dan budaya di Timur Tengah. Palestina telah menjadi sengketa abadi

justru setelah Al-Qur'an datang. Palestina menjadi tanah dengan dua sertifikat. Sertifikat

pertama adalah Alkitab yang mengatakan bahwa Palestina adalah tanah Israel. Sertifikat
kedua

adalah Al-Qur'an yang mengklaim bahwa Palestina adalah milik Islam. Perang selama empat

belas abad terjadi untuk merebutkan tanah Palestina. Namun tidak ada hakim di dunia ini
yang

bisa menentukan sertifikat mana yang asli. Tapi setolol-tololnya manusia, dia pasti bisa

memastikan bahwa sertifikat pertamalah yang asli, sedangkan sertifikat yang dikeluarkan

selanjutnya adalah palsu.

4. "Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu

menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari

Tuhanmu”. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan

menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah
kamu

bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu" (QS 5:68). Ayat² Al-Qur'an bukan saja
menambah kekafiran orang Yahudi dan Nasrani terhadap Muhammad, tapi juga orang Islam

menjadi semakin kafir dari Al-Qur'an karena memang susah diterapkan. Bagaimana

memberlakukan hukum Islam di negara Pancasila? Sementara itu perintah Al-Qur'an adalah

wajib hukumnya untuk memberlakukan Hukum Islam bagi umat Islam. Kalau tidak

memberlakukan Hukum Islam, maka orang² Islam itu adalah KAFIR. "... Barangsiapa yang
tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang

yang kafir" (QS 5:44). Perintah² dalam Islam membuat orang Islam semakin susah hidup.

Haleluyah
Bab Lima

Tauhid atau Syirik

Tauhid artinya adalah mengesakan Allah dalam sifatNya, dalam menyembahNya, dan dalam

segala sesuatu anasir mengimaniNya. ‫ ﷲ إﻻ إل ه ﻻ‬laa ilaha illal lah, tidak ada Tuhan selain

َ ‫ﻻ ُق ﱠوةَ َْ وﻻَ َْ ح ْْو َْ ل‬


Allah. ‫ﻻ‬ ‫ ْب ا ﱠ ْ ْإ ﱠ‬, laa haula wa laa quwwat illa bil lahi, tidak ada
kekuatan selain

Allah.

Tapi ternyata banyak keterangan Al-Qur'an yang sangat bertentangan dengan ajaran Tauhid

Alkitab. Allah dalam Alkitab adalah Esa tanpa tedeng aling-aling. Berikut adalah hal² yang

bertentangan dengan TAUHID.

Pertama: Sujud kepada Adam

Allah itu Esa dalam Perkataan, Perbuatan, dan KetetapanNya. Maka Esa pula sifat² Allah.
Sejak

kanak² ajaran ini sangat saya banggakan. Inilah doktrin yang mengagumkan sekali dan

fantastik untuk dipertahankan. Al-Qur'an menuduh bahwa orang Yahudi mengatakan Uzair

anak Allah (tidak ada keterangan seperti itu dalam Alkitab) dan orang Kristen mengatakan

Yesus anak Allah. Jadi kemurnian ketauhidan dalam ajaran Yahudi dan Kristen telah
tercemari
dengan pendapat ini. Saya belajar pada fakultas perbandingan agama². Saya menelusuri
agama

Hindu, Budha, Konghucu, Shinto, bahkan juga aliran kepercayaan. Semuanya saya
perhatikan

dengan baik. Namun tidak ada yang membuat saya bangga kecuali ajaran Tauhid dalam
Islam.

Apa yang saya banggakan selama ini menjadi hancur berkeping-keping setelah saya
menelaah

isi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Saya juga belajar ulang Al-Qur'an dengan lebih giat
lagi

daripada sebelumnya. Ketiga anak saya beri nama: Fikri Khomeini, Saddam Husain,
Mu'ammar

Kadafi. Saya benci dengan orang Kristen. Saya mau jadikan ketiga anak saya ini teroris²
besar

untuk membunuh semua orang Kristen. Tulisan² saya yang tersebat di majalah² dan koran²

Islam bisa dibaca, betapa saya bangga dengan Islam. Tapi saya lalu berbalik arah, melakukan

metanoia. Saya tobat tersungkur di bawah Islam. Saya telah disalibkan bersama Kristus.
Bagiku

hidup adalah Kristus, mati adalah keuntungan.

Ada satu kisah aneh dalam Al-Qur'an tatkala Allah memerintah kepada semua malaikat untuk

sujud kepada Adam. Saya tidak tahu bagaimana kisah ini bisa muncul dalam Al-Qur'an

sebagai Firman Allah. Kisah ini juga tidak ada sababun nuzulnya (sebab² turunnya ayat). Jika

kita telusuri dalam Alkitab, tidak akan ditemukan malaikat sujud kepada Adam. Tapi dalam
Al-Qur'an jelas Allah memerintahkan kepada malaikat untuk sujud kepada Adam. Kata²
sujud

di ayat ini bukan kiasan, tapi benar² sujud. Semua ayat yang berkaitan dengan perintah Allah

untuk sujud kepada Adam menggunakan kata sebenarnya, tidak bisa dikiaskan, atau sujud

dalam pengertian lain. Sungguh hal ini amat fatal, bertentangan dengan Tauhid.

"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak

menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak
menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan

menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan

mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak
kamu

ketahui” (QS 2:30).

Jika kita mengikui tauhid murni, saya akan setuju dengan Iblis. Siapapun tidak boleh sujud

kepada Adam karena dia manusia. Kita hanya sujud kepada Allah. Ini sangat bertentangan

dengan Alkitab.

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu,
kemudian

Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, maka merekapun

bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman: “Apakah

yang menghalangimu untuk bersujud di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya

lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari
tanah”

(QS 7:11-12). Iblis menyombongkan diri sehingga dia tidak akan pernah masuk surga.

Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka

sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-

orang yang kafir” (QS. 2: 34).


Tapi pada ayat² yang lain akan kita temukan betapa kontradiksinya kisah Iblis itu karena
ALlah

hanya menyuruh untuk menyembah Allah semata. Muhammad pernah bersabda, "Kalau saja

manusia boleh sujud kepada manusia, aku perintahkan kepada wanita untuk sujud kepada

suaminya." Allah dalam Islam koq tidak sepintar Muhammad? Pengertian sujud lebih
spesifik

dan total daripada sekedar kata sembah. Sujud berarti tunduk sampai kepala di tanah.

----------------

“Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain niscaya aku

akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya.”

Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan ia berkata, “Hadits ini hasan.” Diriwayatkan
pula

oleh Abu Dawud dan lafadznya:

َ ‫اج ْه ﱠن َْ ي ْْس ُْ ج ْْدنَ أ َ ْْن ال ّْْ ن‬

ُْ ،‫ْ ﻷ َْ ْْز َْ و‬ ‫س ا َْ ء َْ ﻷ َْ َْ م ْْرت‬

‫حق ْْو‬
ُ ُْ ‫ْ ال‬ ‫ع َل ْْي ْه ﱠن ﷲُ َْ ج َْ ع َْ ل ْل َْ م ا‬

َ‫ن‬
َ ‫قم‬

sumber: HR. At-Tirmidzi no. 1159 dan Ibnu Majah no. 1853, kata Al-Imam Al-Albani t
dalam

Shahih Sunan At-Tirmidzi, “Hasan Shahih.

“…niscaya aku perintahkan para istri untuk sujud kepada suami mereka dikarenakan

kewajiban-kewajiban sebagai istri yang Allah bebankan atas mereka.”5


‫‪Dalam Al-Musnad dari Anas z bahwasanya Nabi n bersabda:‬‬

‫ص ُل ُْ ح َ‬
‫ﻻ‬ ‫َْ َْ ْلب‪ ،‬ص َل َْ ح َْ و َل ْْوَ ْ‬ ‫ي ْْس ُْ ج َْ د أ َ ْْن ْلب‬
‫َْ َْ ش ْر َ‬ ‫ش ْر ي‬

‫ي ْْس ُْ ج َْ د أ َ ْْن َ‬
‫ش ْر َْ َْ ش ْر َ‬
‫َْ َْ ظ ْم م ْْن لزَ ْْو ْج َْ ه ا تَ ْْس ُْ ج َْ د أ َ ْْن ْْال َْ م ْْرأَة َ َْ ﻷ َْ َْ م ْْرتُ ْلب‬ ‫ْلب‬

‫ح ّْْ ق ْه ْع َ‬

‫ق ْإ َل ى قَدَم ْه م ْْن َْ ك انَ َل ْْو ْ َ‬


‫بي ْد ْه نَ ْْف ْس ر ‪ َْ ،‬ع َل ْْي َْ ه ا‬ ‫ي َْ واﱠل ذي‬

‫ْْ َْ َْ ْ‬

‫فم ه‬

‫س‬

‫أر ْ ْ‬

‫ة ح َر َ‬

‫قيرَْ‬

‫ج َْ ت ْ‬
‫حي ق ْْ‬

‫ب‬ ‫ال‬

‫د‬

‫ي‬

‫صْ‬ ‫د‬

‫ﱠ‬ ‫ال و‪،‬‬


َ ‫م ُْ ث ُْ ه ت َْ لبﱠ‬

َْ ْْ

‫ا ْْس‬ ‫ق َْ ت‬

ُْ ّْ ْ ّْ ‫َْ لح ف ام ْْت‬ ‫س تْه‬

َْ ُْ ‫د‬

‫قحهأﱠ‬

sumber: HR. Abu Dawud no. 2140, dishahihkan Al-Imam Al-Albani t dalam Shahih Sunan
Abi

Dawud.
“Tidaklah pantas bagi seorang manusia untuk sujud kepada manusia yang lain. Seandainya

pantas/boleh bagi seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain niscaya aku perintahkan

istri untuk sujud kepada suaminya dikarenakan besarnya hak suaminya terhadapnya. Demi
Zat

yang jiwaku berada di tangannya, seandainya pada telapak kaki sampai belahan rambut

suaminya ada luka/borok yang mengucurkan nanah bercampur darah, kemudian si istri

menghadap suaminya lalu menjilati luka/borok tersebut niscaya ia belum purna menunaikan

hak suaminya.”

sumber: HR. Ahmad (3/159), dishahihkan Al-Haitsami (4/9), Al-Mundziri (3/55), dan Abu

Nu’aim dalam Ad-Dala’il (137). Lihat catatan kaki Musnad Al-Imam Ahmad (10/513), cet.
Darul

Hadits, Al-Qahirah.

Dalam Al-Musnad dan Sunan Ibni Majah, dari Aisyah x dari Nabi n, beliau bersabda:

‫ي ْْس ُْ ج َْ د أ َ ْْن أ َْ َْ حدا أ‬


َ ‫لزَ ْْو ْج َْ ه ا تَ ْْس ُْ ج َْ د أ َ ْْن ْْال َْ م ْْرأَة َ َْ ﻷ َْ َْ م ْْرتُ ْﻷ َْ َْح ْد‬
‫َْ َْ م ْْرتُ َل ْْو‬، ‫نق َْ ل أ َ ْْن ا ْْم َْ رأَتَ هُ أ َْ َْ م َْ ر َْ ر ُْ ج ﻼ‬ َ َْ ‫جب ْل إ َل ى أ َ ْح َْ م َْ ر‬
ُ ْْ َ‫جب ْل م ْْن ت‬ َ
‫أَ ﱠن َْ و َل ْْو‬

‫أ َْ ْْس َْو َْ د‬، ‫جب ْل َْ وم ْْن‬ َ َْ ‫ل أ َ ْْن َل َْ ه ا لَك اَنَ أ َ ْح َْ م َْ ر‬


َ َْ ‫جب ْل إ َل ى أ َْ ْْس َْ و َْ د‬
‫ت َْ ْْفع‬

“Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain

niscaya aku akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya. Seandainya seorang

suami memerintahkan istrinya untuk pindah dari gunung merah menuju gunung hitam dan

dari gunung hitam menuju gunung merah maka si istri harus melakukannya.”

sumber: HR. Ahmad (6/76) dan Ibnu Majah no. 1852, didhaifkan Al-Imam Al-Albani t dalam
Dha’if Sunan Ibni Majah.

------------

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan

hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang
di

antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka

sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu

membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia" (QS 17:23). Dan

juga ayat "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka
sembahlah

Aku saja" (QS 29:56). "Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah

sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa)nya sampai hari

kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?" (QS 46:5).

Dalam agama mana saja tidak pernah Tuhan memerintahkan makhluk menyembah kepada

makhluk. Tidak pernah Tuhan membuat perintah untuk sujud kepada ciptaanNya. Terlebih
lagi

ada perintah khusus kepada semua makhluk untuk hanya sujud kepada Allah saja.

"Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk
yang

melata di bumi dan para malaikat, sedang mereka tidak menyombongkan diri" (QS 16:49).
Ayat
yang memerintahkan malaikat sujud kepada Adam bertentangan secara diametral dengan sifat

Allah yang Esa, Kudus, dan Suci. Allah memerintahkan hanya kepada Dialah para makhluk

bersujud, termasuk malaikat juga harus sujud hanya kepada Allah.

Dosen tafsir saya tidak bisa menjawab pertanyaan ini. Dia diam seribu bahasa. Saya memang

mahasiswa yang kritis. Skripsi saya berjudul Kedudukan Wanita Menurut Islam dan Kristen.

Karena pendapat saya tidak sesuai dengan ajaran Muhammadiyah, skripsi itu harus dikoreksi
total. Saya tidak mau koreksi. Saya tetap dengan pendapat saya. Tidak lulus juga tidak apa.

Sebulan saya biarkan saja , tapi akhirnya dosen saya menyerah dan saya pun lulus. Karena
jika

tidak lulus, maka biaya studi harus ditanggung Muhammadiyah satu tahun lagi, dan

pengabdian saja juga tertunda.

Perintah Allah untuk sujud kepada Adam adalah kesalahan fatal yang dilakukan oleh Al-

Qur'an dalam menjaga Tauhid. Apakah mungkin karena terlalu banyak topik pembahasan

sehingga Muhammad tidak menguasai apa y ang telah diturunkan kepadanya? Terlebih lagi,

masalah sujud kepada Adam ini tidak selaras dengan Alkitab. Tidak masuk akal.

Kedua: Mencium Hajaral Aswad

Tidak ada ulama Islam yang mampu memberikan jawaban memuaskan kalau ditanya: kenapa

orang Islam kalau naik haji harus mencium batu hitam? Semua Muslim sewaktu thawaf

berlomba-lomba untuk mencium batu hitam itu.

Dalam Islam, ritual² atas nama Allah ada hubungannya dengan pemujaan berhala yang telah

berjalan sebelum Muhammad. Praktek menyembah berhala hijrah sekali setahun di Ka'bah,

puasa Ramadhan, lari keliling Ka'bah 7 kali, mencium batu hitam, mencukur rambut,

menyembelih kambing, lari antara bukit Safa dan Marwa, sholat 5 waktu menghadap Ka'bah,

semuanya diikuti secara ketat oleh Muslim. Semua ibadah haji sudah dipraktekkan oleh orang
Arab purba.

Ibadah semacam ini tidak dikenal dalam agama Yahudi dan Kristen. Semua bentuk ibadah

dalam kepercayaan Yahudi dan Kristen sudah mapan gerakan, bacaan, dan waktunya sejak

ribuan tahun sebelumnya. Karena itu tidak perlu ada nabi baru dan ajaran baru. Setelah

Perjanjian Baru ada, tidak diperlukan lagi syariat yang baru.

Mencium batu hitam adalah salah satu amal yang merusak kemurnian Tauhid. Ini adalah
syirik

yang amat buruk. Tidak ada bentuk ibadah dalam kepercayaan Yahudi dan Kristen yang

mencium batu hitam.

Hal ini dilakukan hanya karena ingin mengikuti perbuatan Muhammad mencium batu itu,
lain

tidak. Umar bin Khattab berkata, "Kalau bukan karena Muhammad mencium batu hitam,
saya

tidak akan mencium kamu." Ini adalah ucapan Umar yang sangat terkenal.

Sewaktu masih SMA di Bima, saya mempunyai seorang guru Kemuhammadiyaan bernama

Abdul Qadir. Beliau mengatakan bahwa jika seseorang mempunyai cincin batu dan lalu

beranggapan batu itu memiliki khasiat, maka itu adalah perbuatan syirik. Bagaimana dengan

Muhammad? Muhammad tidak bisa mengendalikan ajarannya sendiri.

Mencium hajaral aswad adalah ittiba' rasul atau mengikuti rasul. Umar bin Khattab juga tidak
bisa menjawab mengapa harus mencium batu hitam. Tapi jika hal ini ditanyakan kepada
ulama

Islam zaman sekarang, maka mereka pasti mempunyai jawaban yang 'masuk akal.' Bahasa
dalam Alkitab itu indah dan mudah dimengerti, tidak kaku seperti idiom² yang dipakai dalam

Al-Qur'an. Jika ada pertanyaan² dalam memahami Al-Qur'an maka semua harus tunggu

jawaban dari kiai. Tidak begitu dengan Alkitab yang bisa dimengerti langsung oleh orang

awam. Hal ini karena ada Roh Kudus yang menuntun umatnya untuk mengerti. Bahasa
Alkitab

itu sederhana, praktis, dan mudah dimengerti. Kalau ada kata sujud kepadamu, maka kata² ini

berarti takluk atau tunduk dan tidak perlu sujud sampai jidah kita menghitam atau kapalan.

Hal ini karena kegiatan menyembah dilakukan dalam roh dan kebenaran dan bukan

menyembah Allah dalam bentuk kegiatan fisik. Syamsul Arifin Nababan begitu rajinnya

bersholat sampai dahinya menjadi hitam. Allah itu adalah ROH, maka harus disembah dalam

roh dan kebenaran.

Sebelum Islam datang, terdapat 360 berhala yang menjadi sesembahan kaum Quraish di
sekitar

Ka'bah. Hajaral Aswad adalah salah satu berhala yang dipuja sebelum jaman Islam. Tahun
ke-9

Hijriyah, Muhammad mampu kembali ke Mekkah sebagai pemimpin baru. Dia lalu

menghancurkan semua berhala, akan tetapi Hajaral Aswad, batu hitam yang terletak di pojok

Ka'bah, selamat dan tidak dihancurkan.

Nama Allah tidak disebut saat Al-Qur'an pertama kali turun. Surat pertama yakni Al-Alaq
tidak

mengenal nama Allah, dan hanya disebutkan Rabb adalah Tuhan. Setelah surat pertama
turun,
Waraqah bin Naufal meninggal dan wahyu berhenti untuk sementara. Baru setelah itu nama

Allah muncul dan dikenal dalam ayat² selanjutnya.

Siapakah sebenarnya Allah SWT? Bagaimanakah sejarahnya? Kita berhutang budi pada

arkeolog² Nabatean, naskah² autoratif Ibrani Perjanjian Lama dan sejarawan² Arab. Ba'al
adalah

dewa sesembahan bangsa Moab.

Dalam perjalanan ke Suriah, Khuza'ah dan Jurhum meminta penduduk Moab untuk

memberikan salah satu patung dewa sesembahan mereka. Maka bangas itu memberikan

patung Hubal yang lalu diletakkan di dalam Ka'bah. Keterangan tentang Ba'al bisa kita baca

dalam Hakim² 10:6 sebagai berikut: "Orang Israel itu melakukan pula apa yang jahat di mata

TUHAN; mereka beribadah kepada para Baal dan para Asytoret, kepada para allah orang

Aram, para allah orang Sidon, para allah orang Moab, para allah bani Amon dan para allah

orang Filistin, tetapi TUHAN ditinggalkan mereka dan kepada Dia mereka tidak beribadah."

Hakim² 2:11 menyatakan "Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan

mereka beribadah kepada para Baal." Lalu ayat 13 : "Demikianlah mereka meninggalkan

TUHAN dan beribadah kepada Baal dan para Asytoret." Hakim² 3:7 menyatakan "Orang
Israel

melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, mereka melupakan TUHAN, Allah mereka, dan

beribadah kepada para Baal dan para Asyera."


Selanjutnya Hakim² 6:25 menyatakan "Pada malam itu juga TUHAN berfirman kepadanya:

"Ambillah seekor lembu jantan kepunyaan ayahmu, yakni lembu jantan yang kedua, berumur

tujuh tahun, runtuhkanlah mezbah Baal kepunyaan ayahmu dan tebanglah tiang berhala yang

di dekatnya."
Hubal adalah nama Arab untuk Ba'al.

Ka'bah adalah tempat persemayan Hubal, dewa Arab purba tertinggi dan sesembahan utama

masyarakat Quraish. Menurut legenda, sekembalinya Qusayy dari perjalanan ke Syria, ia

membawa tiga dewi sesembahan ke Hijaz (Mekkah) yaitu Al-Lat, Al-Uzza, Al-Manat, juga

memahkotai dewa Hubal dalam Ka'bah.

Hubal adalah dewa sesembahan penduduk Mekah yang ditempatkan di dalam Ka'bah.

Khuza'ah dan Jurhum membawa Ba'al sekembalinya mereka dari Syria dan memahkotainya
di

Ka'bah sebagai dewa utama Mekkah. (Martin Lings, hal. 5).

Ba'a dalam dialek Arab adalah Hubal atau Huwa Baal yang artinya adalah Dia Baal.

Allah SWT, Evolusi Akhir

Muhammad menghancurkan pemujaan bagi Al-Lat, Al-Uzza, dan Al-Manat, namun berhenti

menyerang sekte pemuja Hubal. Ahli sejarah Islam Julius Wellhausen menduga bahwa Hubal

adalah tak lain daripada Allah, dewa masyarakat Mekah.

Dewi Al-Lat diasosiasikan dengan matahari. Ritual Islam lari dari Arafat ke Muzdalifah dan
dari Muzdalifah ke Mina harus selesai setelah matahari terbenam dan sebelum terbit. Ini

diinstruksikan oleh Muhammad, seperti ritual Arab Jahiliyah sebelum Islam. Pemujaan bulan

juga dilakukan dengan nama² Hilal (= bulan baru), atau bulan sabit, clurit kata orang Madura,

Qamar (= bulan purnama).

Islam meminjam nama Allah dari suku Arab purba. Nama ini bervariasi di kalangan berbagai

suku Nabatean. Pada akhirnya nama itu diaplikasikan kepada satu sesembahan yang adalah

'satu²nya' dan 'yang utama'.

Konsep Allah sebagai terminologi Arab untuk Tuhan yang Maha Tinggi sudah familiar dalam

masyarakat Arab di masa Muhammad. Yang dilakukan Muhammad adalah memberikan

makna baru untuk membersihkannya dari atribut politheisme (H.A.R. Gibb,


Mohammedanism:

An Historical Survey, hal. 5). Jadi Allah sudah ada sebelum Islam. Allah sudah dikenal jauh

sebelum Muhammad. Ayahnya Muhammad bernama Abdullah (Abdullah) yang‫ﷲ عب د‬

berarti Hamba Allah atau Budak Allah.

Pemerintah Malaysia melarang orang Kristen menggunakan nama Allah dalam ibadah
mereka.

Sekarang juga di Indonesia sudah ada sinyal untuk melarang umat Kristen memakai nama

Allah. Hal ini karena orang Islam menganggap Allah adalah Tuhannya mereka saja. Syirik

hukumnya jika menduakan Allah dengan dewa lain. Mengapa Pemerintah ikut campur?

Terserah orang mau memberi nama siapa yang disembahnya!


Pada musim haji wada' di kala thawaf Muhammad mencium batu hitam di pojok Ka'bah.
Guru

tauhid saya mengajarkan bahwa punya cincin dan menganggapya berkhasiat atau berpamor

bagi pemakainya saja sudah termasuk syirik, apalagi mencium Hajaral Aswad. Apakah

mencium Hajaral Aswad bukan syirik?

Ketiga: Percaya Muhammad Naik Buraq

Dalam kisah Isra' dan Mi'raj, Muhammad naik buraq dari masjidil Haram di Mekah ke
masjidil

Aqsha di Palestina. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 27 Sya'ban, tahun 12 Kenabian. Buraq

adalah kendaraan kuda berkepala perempuan yang amat cantik.

Mengapa kendaraan kuda itu berkepala wanita yang cantik? Jawabannya adalah karena

Muhammad menyukai wanita, bahkan hidupnya dikelilingi oleh istri² yang cantik dan molek.

Muhammad hanya menikah dengan wanita tua yaitu Khadijah, janda usia 40 tahun. Setelah

Khadijah meninggal, Muhammad menikah dengan janda² muda. Aisyah adalah satu²nya

istrinya yang perawan. Dia dinikahi Muhammad sewaktu berusia 6 tahun dan ditiduri saat
usia

9 tahun, kira² kelas 2 SD.

Percaya kepada cerita kuda berkepala wanita adalah bentuk lain dari syirik kepada Allah.

Cerita takhayul ini bertentangan dengan ajaran Tauhid. Tauhid adalah satu ajaran utama yang
dijaga sejak awal Islam. Tapi mengapa Muhammad menceritakan dia naik kendaraan kuda

berkepala perempuan?

Semua ulama sepakat akan kebenaran kisah buraq yakni kuda berkepala wanita yang

dikendarai Muhammad bersama Jibril dalam peristiwa Isra' Mi'raj. Tidak ada pertentangan

pendapat akan hal ini. Yang dipertentangkan hanyalah bilamana buraq digambarkan. Kaum

Muslimin pasti menuduh orang² Yahudilah yang membuat gambar itu. Muslim selalu saja

menuduh bahwa kaum Yahudi dan Nasrani membenci kaum Muslimin dan ini merupakan

alasan klasik.

Dahulu di rumah² orang Islam selalu dipasang gambar buraq Nabi Muhammad. Tapi
sekarang

mereka malu hati untuk menjual atau memasang gambar buraq di rumah² mereka.

Keempat: Jin Menerima Wahyu

Hal yang aneh dalam Al-Qur'an adalah bahwa jin menerima wahyu dari Allah bahwa
golongan

jin juga memiliki rasul dan nabi. Tidak ada kisah dalam Alkitab bahwa bangsa jin, setan,

kuntilanak mendapatkan wahyu. Jin dan sebangsanya adalah musuh Allah. Dalam kitab²

Taurat, Zabur, dan Injil tidak pernah ditemukan satu ayatpun tentang jin menerima wahyu.
Mari kita baca ayatnya: "Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu
rasul-

rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat-Ku dan memberi

peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: “Kami
menjadi
saksi atas diri kami sendiri”, kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi
saksi

atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir" (QS 6:130).

Jika saudara pernah membaca Alkitab, maka bisa dipastikan bahwa saudara tidak akan
pernah

menemukan ada Firman Allah yang dipercayakan kepada jin. Orang Yahudi dan Kristen

bukanlah orang² naif yang bisa percaya begitu saja pada sebuah kitab suci yang berkompromi

dengan bangsa jin.

Diceritakan dalam Al-Qur'an bahwa ketika Muhammad berdiri untuk sholat, "Dan
bahwasanya

tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadat), hampir


saja

jin-jin itu desak mendesak mengerumuninya" (QS 72:19). Jika jin ada yang beriman kepada

Allah, mengapa mereka hanya mengerumuni saja? Mengapa tidak ikut sholat berjemaah

dengan Muhammad?

Ketika Muhammad membaca Al-Qur'an, serombongan jin datang kepadanya. "Dan ketika
Kami

hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala mereka

menghadiri pembacaan lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”.

Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi
peringatan.

Mereka berkata: “Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab yang telah
diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin

kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang
yang

menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-

dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih" (QS 46:29-31). Alkitab mengatakan

bahwa bangsa jin tidak akan diampuni dosa²nya.

Jin tahu bahwa dia pasti diseret ke jahannam, dan itu tidak perlu dijelaskan Al-Qur'an lagi.

"Dan mereka adakan nasab antara Allah dan antara jin. Dan sesungguhnya jin mengetahui

bahwa mereka benar-benar akan diseret" (QS 37:159).

Dari zaman Adam sampai zaman Yahya, baru Muhammad sajalah Nabi yang bercerita bahwa

jin menerima wahyu. Apakah Allah lupa dengan segala yang difirmankanNya kepada nabi²

yang terdahulu? Bahkan dalam Al-Qur'an, surat ke 71 dinamakan Al-Jin. Percaya bahwa Jin

menerima wahyu adalah kebodohan iman.


Bab Enam

Perang dan Kasih

Tidak ada agama yang memerintahkan berperang. Agama Yahudi juga tidak memerintahkan

berperang. Apalagi agama Kristen jelas tidak memerintahkan berperang, karena tidak ada
satu

ayat pun dalam Injil yang membolehkan peperangan. Kalau ada orang Kristen berperang, itu

pasti bukan perintah Yesus tapi perintah hawa nafsu mereka saja. Tidak ada ayat dalam

Perjanjian Baru yang mengijinkan terjadinya peperangan antara Protestan dan Katholik

beberapa abad yang lalu. Memang ada ayat² yang lebih sadis dalam Perjanjian Lama untuk

membunuh bahkan segala ternak juga mesti ditumpas. Okelah, memang ada ayat teror dalam

Perjanjian Lama, tapi siapakah yang melakukan eksekusi terhadap ayat² itu? Orang² Yahudi?

Orang² Kristen? Orang² Islam? Atau siapa?

Akan tetapi dalam Islam, Allah memberi ijin untuk menumpas orang karena mereka adalah

seburuk-buruknya binatang. "Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi

Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman" (QS 8:55). Orang² kafir

harus dibunuh di manapun mereka berada. "Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-

Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya ..." (QS 3:152). Orang²

Yahudi banyak yang mati dibunuh pada hari itu. "Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli
Kitab

yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia

memesukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu bunuh dan
sebahagian
yang lain kamu tawan" (QS 33:26). Bahkan Nabi tidak boleh mempunyai tawanan dalam

peperangan sampai lawan dilumpuhkan.

"Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan

musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah

menghendaki akhirat. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" (QS 8:67). Ayat ini

menyebut bahwa seorang nabi harus memusnahkan semua musuhnya. Tidak ada ampun bagi

orang Yahudi dan Nasrani di sekitar Madinah untuk tidak dimusnahkan.

Perjanjian Baru menghentikan semua nafsu manusia untuk saling membunuh. TELAH

SELESAI. "Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan


hidup

di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan

matanya" (1 Yohanes 2:11). "Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang

pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki

hidup yang kekal di dalam dirinya" (1 Yohanes 3:15). Adakah ayat DAMAI seperti yang

diperintahkan oleh Yesus Kristus?

Seluruh perintah apa saja yang berkaitan dengan membunuh dalam Perjanjian Lama oleh

Tuhan telah dihentikan dengan ayat damai: "Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu:

"Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan
diberikan-

Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat f hari ini, tidak akan kamu lihat
lagi untuk selama-lamanya. TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja"

(Keluaran 14:13,14).
Tuhanlah yang berperang untuk Israel. Itulah sebabnya walaupun dikeroyok oleh semua

bangsa Arab dan dikelilingi oleh musuh yang besar, orang² Israel tetap menang. Ada 22
negara

Arab, berbahasa Arab, beragama Islam, tapi mereka tidak bisa bersatu dalam menghadapi
satu

negara Yahudi. Mengapa? Karena itulah penggenapan nubuatan Alkitab, bahwa mereka
adalah

turunan 'keledai liar.' "Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Engkau

mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael,
sebab

TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu. Seorang laki-laki yang lakunya

seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan

tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang

semua saudaranya" (Kejadian 16:11-12).

Israel tidak bisa dihapuskan oleh kekuatan apapun karena negara Israel sudah dinubuatkan

oleh Alkitab bahwa bangsa Israel akan dikumpulkan lagi setelah diserakkan ke segala penjuru

bumi. "Tetapi kamu akan Kuserakkan di antara bangsa-bangsa lain dan Aku akan menghunus

pedang di belakang kamu, dan tanahmu akan menjadi tempat tandus dan kota-kotamu akan

menjadi reruntuhan" (Imamat 26:33). Bangsa Israel dikumpulkan kembali oleh Allah dan
pada

tahun 1948 berdirilah negara Israel. "maka TUHAN, Allahmu, akan memulihkan keadaanmu

dan akan menyayangi engkau. Ia akan mengumpulkan engkau kembali dari segala bangsa, ke

mana TUHAN, Allahmu, telah menyerakkan engkau. Sekalipun orang-orang yang terhalau
dari
padamu ada di ujung langit, dari sanapun TUHAN, Allahmu, akan mengumpulkan engkau

kembali dan dari sanapun Ia akan mengambil engkau. TUHAN, Allahmu, akan membawa

engkau masuk ke negeri yang sudah dimiliki nenek moyangmu, dan engkaupun akan

memilikinya pula. Ia akan berbuat baik kepadamu dan membuat engkau banyak melebihi

nenek moyangmu" (Ulangan 30:3-5). Berdirinya Israel di tahun 1948 adalah penggenapan

nubuat Alkitab.

Kristen adalah Kasih, ajaran kasih harus disebarkan dengan kasih. Yesus Kristus tidak pernah

membawa pedang. Jangankan membawa pedang, pisau dapur saja tidak pernah dibawa Yesus

untuk menakut-nakuti orang agar mengikuti Dia. Yesus Kristus tidak pernah memerintahkan

berperang. Syamsul Arifin Nababan mengutip Injil bahwa Yesus tidak membawa damai, tapi

pedang. Memang tertulis begitu dalam Matius 10:34, "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku

datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai,

melainkan pedang." Syamsul Arifin Nababan tidak membaca ayat selanjutnya karena

kacamatanya jatuh. Mestinya dia melanjutkan ayat berikutnya, "Sebab Aku datang untuk

memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu

mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. Barangsiapa mengasihi bapa

atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya

laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku" (Matius 10:35-37).

Kesalahan kutip semacam ini bukan hanya dilakukan oleh Syamsul Arifin Nababan saja, tapi

semua kaum Muslim yang bernafsu merusak Kristen juga melakukan kesalahan yang sama.

Ayat di atas menggunakan gaya bahasa tingkat tinggi. Semua kaum Muslim menggunakan
ayat
ini untuk bela diri semata.
Maksud ayat ini bukan berarti Yesus membawa pedang, tapi siapapun yang menerima Yesus

sebagai Tuhan dan Juru Selamat akan dimusuhi oleh keluarga sendiri. Itulah maksudnya

Ustadz H. Syamsul Arifin Nababan.

Hal itulah yang saya alami setelah masuk Kristen di mana saya dimusuhi oleh teman,
saudara,

dan keluarga. Ipar² sangat benci dengan saya, mereka mengancam akan memutilasi saya
kalau

ketemu. Saya baru saja tiba di kampung kelahiran, langsung datang kepala desa, Pimpinan

Muhammadiyah, polisi yang mencegah saya untk menginap di kampung ini karena massa
FPI

sudah siap akan membunuh saya.

Yesus Kristus tidak pernah membawa pedang, tapi Muhammad melakukan 27 kali
peperangan.

Dia menjadi panglima perang dari ratusan kali ekspedisi yang dikirimnya. Waktu itu ada lima

suku Yahudi yang tinggal di Madinah, namun semuanya dimusnahkan dengan berbagai
alasan

yang terlalu dibesarkan. Itu sebabnya Israel sampai hari ini sangat benci dengan Arab karena

dendam sejarah masa lampau.

Bagaimana bisa menghentikan terorisme? Selalu saja ada ayat Al-Qur'an yang bisa dibaca
untuk

mendukung mereka melakukan ancaman kepada orang yang berbeda keyakinan. "Dan

siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-
kuda yang ditambat untuk berperang kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan

orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya.
Apa

saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu
dan

kamu tidak akan dianiaya" (QS 8:60). Ada ayat yang dapat kita lihat َ‫عد ﱠُو ب ْه ت ُْ ْْر ْهبُون‬

َ ‫ع د ﱠُو ُْ ك ْْم ﱠ‬

َ‫و‬

turhibuuna bihi aduwwullah wa aduwwukum yang artinya adalah: kamu menggetarkan

musuh² Allah dan musuhmu. Kata turhibuun adalah bentuk kata kerja mudlori' yang artinya

adalah menteror. Irhabiyuun artinya adalah kaum teroris. Tapi dalam terjemahan Al-Qur'an

Departemen Agama, kata ini diperhalus menjadi menggetarkan.

Islam tidak bisa dipisahkan dari perang karena kita sucinya mengobarkan semangat untuk itu.

Bahkan Allah sendiri yang mewajibkan jihad fi sabilillah.

Islam berkembang dalam serangan pertama selama 100 tahun awal dan menaklukkan Timur

Tengah, Afrika Utara, Spanyol, Persia, dan sebagian Asia Tengah. Serangan gelombang
kedua

terjadi bersamaan dengan invasi bangsa Mongol dan akhirnya banyak dari bangsa ini yang

masuk Islam sebagai agama yang membenarkan penyerbuan mereka. Di tahun 1453, Turki

Ottoman menaklukkan Konstantinopel dan membuka jalan untuk memperluas wilayah dan

kekuasaan. Di tahun 1973, harga minyak naik dan seluruh dunia Islam mendapat untung dari

krisis ini. Kaum Muslim menyebar dan tinggal di negara² yang penduduknya mayoritas
Kristen. Banyak orang Kristen yang pindah keyakinan. Mereka terjamin oleh hukum dan

demokrasi beragama, demokrasi berusaha, demokrasi beribadah. Hal ini sama dengan orang

Islam yang tinggal di Manado, Kalimanta, Medan, atau Nias. Walau hanya tiga keluarga saja,

mereka dengan gampang bisa membangun mesjid. Tapi kalau di Jawa? Di tanah Sunda? Di

Bogor? Di Bekasi? Jakarta? 2000 gereja ditutup oleh kelompok berjubah!


Beberapa orang Muslim mengatakan bahwa Islam adalah agama yang toleran dan Islam
adalah

agama yang cinta damai. Dalam Al-Qur'an dikatakan bahwa orang yang paling dekat

persaudaraan dengan orang Islam adalah orang Kristen (QW 5:82). Memang ayat² tersebut
ada

dalam Al-Qur'an untuk mengajak hidup damai dengan seksama, cinta damai, tidak ada

paksaan dalam agama. ‫ين ف ي إ ْْك َْ راهَ َْ ﻻ‬

laa ikraa ha fid din artinya: tidak ada paksaan dalam‫ال ّْ د‬

agama (QS 2:256). Tapi ayat² ini dipakai ketika Muhammad dan pengikutnya masih
minoritas,

ketika baru hijrah ke Madinah. Kalau sudah jadi mayoritas, maka lain ceritanya.

"Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa
yang

pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi

kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu" (QS 9:39)

Bahkan berperang sudah dijanjikan pahala dan keuntungan dalam Taurat dan Injil.

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan

memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka
membunuh

atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al

Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka

bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang
besar" (QS 9:111).

Ayat Al-Qur'an ini menyebutkan bahwa Injil membenarkan berperang. Mereka membunuh

atau terbunuh. Saya asuransikan bahwa tidak ada satu ayat pun dalam Injil yang berkata

seperti itu. Apakah Allah lupa dengan isi kitab Injil? Bagaimana mungkin Al-Qur'a
mengatakan

bahwa Injil juga memberi pahala bagi orang yang berperang di jalan Allah?

Justru sebaliknya, Yesus memerintahkan Petrus untuk memasukkan pedang ke dalam

sarungnya, karena Petrus memotong telinga kanan Malkhus, hamba Imam Besar. Kata Yesus

kepada Petrus: "Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan

Bapa kepada-Ku?" (Yohanes 18:11) betapa indahnya kata² ini.

Saya belum pernah membaca ada perintah berperang dalam Injil. Sewaktu Yesus ditangkap

oleh serombongan orang yang membawa pedang dan pentungan, semacam FPI zaman itu,

dikisahkan: "Kata Yesus kepada mereka: "Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang

lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku ada

di tengah-tengah kamu mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi

haruslah digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci" (Markus 14:48-49).

Mengapa Yahudi Menang Perang?


1. Siapa yang mengutuk Israel, terkutuklah ia. Jangankan memerangi Israel, mengutuk
mereka

saja sudah terkutuk apalagi kalau berperang dengan mereka. Inilah Firman Tuhan yang tidak

diketahui oleh kaum Muslimin yang suka mengutuk Israel. Bahkan bangsa Indonesia ikut

mengutuk Israel. Dan akan terjadi penggenapan firman ini pada setiap Muslim yang

menyerang Israel. "Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud
kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu.

Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau,
diberkatilah

ia" (Kejadian 27:29).

2. Yang berperang adalah Tuhan. Bangsa yang tidak percaya berperang dengan kekuatan

sendiri, yaitu kekuatan manusia. Tapi yang berperang untuk Israel adalah Tuhan sendiri. Ia

berkata: "Tangan di atas panji-panji TUHAN! TUHAN berperang melawan Amalek turun-

temurun" (Keluaran 17:16). Sejak proklamasi kemerdekaan Israel pada tanggal 14 Mei, 1948,

Israel dikeroyok 22 bangsa Ismael, berbahasa Arab, beragama Islam, tapi selalu menang.
Israel

seorang diri saja, tapi tetap bertahan dan malahan bertambah kuat. "Sesungguhnya Aku

membuat Yerusalem menjadi pasu yang menyebabkan segala bangsa di sekeliling menjadi

pening; juga Yehuda akan mengalami kesusahan ketika Yerusalem dikepung" (Zakaria 12:2).

Kaum Ismael terus menyerang. "Maka pada waktu itu Aku akan membuat Yerusalem
menjadi

batu untuk diangkat bagi segala bangsa" (Zakaria 12:3). Bahkan seluruh dunia menyerang

Israel. Tuhan berjanji bahwa Yerusalem akan dibuat menjadi batu untuk diangkut seluruh

bangsa. "Siapa yang mengangkatnya pastilah mendapat luka parah. Segala bangsa di bumi
akan

berkumpul melawannya" (Zakaria 12:3). "Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku

akan membuat segala kuda menjadi bingung, penunggangnya menjadi gila. Atas kaum
Yehuda,

Aku akan membuka mata-Ku, tetapi segala kuda bangsa akan Kubuat menjadi buta" (Zakaria
12:4). Pemimpin² bangsa Ismael telah dibuat Allah menjadi gila. Seharusnya mereka
memerangi

Israel tapi mereka malahan berantem antara sesama mereka. Mesir melawan Libya, Iran

memusuhi Irak, Yordania melawan Syria, Arab Saudi melawan Iran. Sekarang muncul lagi
ISIS,

yang merupakan metamorfosa baru dari mimpi membangun kejayaan Islam sebagai
imperium

dunia setelah runtuhnya Turki Utsmani di tahun 1924. "Jikalau bukan TUHAN yang
memihak

kepada kita, ketika manusia bangkit melawan kita, maka mereka telah menelan kita hidup-

hidup, ketika amarah mereka menyala-nyala terhadap kita; maka air telah menghanyutkan
kita,

dan sungai telah mengalir melingkupi diri kita, maka telah mengalir melingkupi diri kita air

yang meluap-luap itu. Terpujilah TUHAN yang tidak menyerahkan kita menjadi mangsa bagi

gigi mereka! Jiwa kita terluput seperti burung dari jerat penangkap burung; jerat itu telah
putus,

dan kitapun terluput! Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit

dan bumi" (Mazmur 124:2-8).

3. Bangsa pilihan Tuhan. Al-Qur'an mendukung bahwa Israel adalah bangsa pilihan. "Dan

ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-

perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah mensucikan

mereka dengan akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan kepada negeri akhirat. Dan

sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling

baik" (QS 28:45-47). Meskipun Al-Qur'an berkata seperti itu, tetap saja bangsa Arab
bermusuhan dengan Israel sebagai manusia pilihan. Apalagi Alkitab lebih jelas lagi

menempatkan Israel sebagai pilihan Tuhan sejak awal. "Sebab engkaulah umat yang kudus
bagi

TUHAN, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala bangsa di atas

muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya" (Ulangan 7:6). "Kamulah anak-anak

TUHAN, Allahmu; janganlah kamu menoreh-noreh dirimu ataupun menggundul rambut di

atas dahimu karena kematian seseorang" (Ulangan 14:1).


4. Israel adalah Hamba Tuhan. "Tetapi engkau, hai Israel, hamba-Ku, hai Yakub, yang telah

Kupilih, keturunan Abraham, yang Kukasihi; engkau yang telah Kuambil dari ujung-ujung

bumi dan yang telah Kupanggil dari penjuru-penjurunya, Aku berkata kepadamu: "Engkau

hamba-Ku, Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau"; janganlah takut, sebab
Aku

menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan,
bahkan

akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang

membawa kemenangan. Sesungguhnya, semua orang yang bangkit amarahnya terhadap

engkau akan mendapat malu dan kena noda; orang-orang yang membantah engkau akan

seperti tidak ada dan akan binasa; engkau akan mencari orang-orang yang berkelahi dengan

engkau, tetapi tidak akan menemui mereka; orang-orang yang berperang melawan engkau

akan seperti tidak ada dan hampa. Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan

kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau."
Janganlah

takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau, demikianlah

firman TUHAN, dan yang menebus m engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel" (Yesaya

41:8-14).

5. Tidak ada yang sama dengan Israel. "Berbahagialah engkau, hai Israel; siapakah yang
sama

dengan engkau? Suatu bangsa yang diselamatkan oleh TUHAN, perisai pertolongan dan

pedang kejayaanmu. Sebab itu musuhmu akan tunduk menjilat kepadamu, dan engkau akan

berjejak di bukit-bukit mereka" (Ulangan 33:29).


Bukti tampak pada lima kali perang dengan bangsa Arab, di mana Israel selalu menang.

1. Perang Kemerdekaan, November 1947- Juli, 1949

2. Perang Sinai, Oktober, 1956

3. Perang Enam Hari, 5 - 10 Juni, 1967

4. Perang Lawan Mesir dan Sekutunya, 1969-1970

5. Perang Yom Kippur, 6 - 25 Oktober, 1973

Mengapa Arab Selalu Kalah?

Ini adalah nubuatan Alkitab tentang Arab dan keturunan Ismael, yaitu Kedar. Semua
nubuatan

Alkitab pasti berlaku sampai kapanpun. "Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi

kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku

mengabarkannya kepadamu" (Yesaya 42:9) "Baiklah padang gurun menyaringkan suara


dengan

kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk

Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung!" (Yesaya 42:11).

Bangsa Arab selalu kalah karena:


1. Perilaku mereka seperti keledai liar. Keledai adalah contoh binatang yang tidak melihat ke

depan hingga suka menabrak sana dan sini, berpandangan sempit, suka berantem dengan

saudara sendiri. "Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak
itu;

tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di
tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya" (Kejadian 16:12). Apa yang

dikatakan dalam ayat ini adalah gambaran umum bangsa Arab dan Alkitab tidak pernah salah

dalam menubuatkan sesuatu. Mereka seperti keledai liar, suka melawan tiap² orang, orang
lain

melawan Arab, dan di tempat kediamannya melawan saudaranya sendiri.

2. Orang Kedar membenci perdamaian. "Celakalah aku, karena harus tinggal sebagai orang

asing di Mesekh, karena harus diam di antara kemah-kemah Kedar! Cukup lama aku tinggal

bersama-sama dengan orang-orang yang membenci perdamaian. Aku ini suka perdamaian,

tetapi apabila aku berbicara, maka mereka menghendaki perang" (Mazmur 120:5-7). Bangsa

Arab itu sukanya berperang, maka lambang dan bendera mereka selalu pedang bersilang.
Atau

kalau tidak, lambang bulan sabit, atau clurit.

3. Orang Kedar adalah tukang Zina. Sudah menjadi rahasia umum bahwa orang Arab suka

berzina. Walaupun dia taat beragama, tapi hal berzina jalan terus. Ini satu nubuatan Alkitab

tentang keturunan itu. Allah menegur Israel dengan mengumpamakan mereka seperti

persundalan orang Arab. "Layangkanlah matamu ke bukit-bukit gundul dan lihatlah! Di

manakah engkau tidak pernah ditiduri? Di pinggir jalan-jalan engkau duduk menantikan

kekasih, seperti seorang Arab di padang gurun. Engkau telah mencemarkan negeri dengan

zinahmu dan dengan kejahatanmu" (Yeremia 3:2). "Ia berahi kepada kawan-kawannya

bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda"(Yehezkiel

23:20). Roh zina sangat menguasai bangsa Arab. TKW yang dikirim ke Arab Saudi, sering
diperkosa. Bulan lalu ada 234 TKW yang sedang menanti hukuman pancung karena

membunuh tuannya. Siang kerja dengan tuan putri, malam diperkosa tuan putra. Kalau kita
ke

Puncak atau Cipanas, banyak sekali kaum Kedar yang mencari wanita pribumi untuk kawin

kontrak atau nikah mut'ah selama sebulan atau dua bulan lalu ditinggal kembali ke Arab.
Oleh

karena itu, kalau ada orang Islam masuk Kristen, pendeta harus mendoakan doa pelepasan
dan

melayaninya untuk memutuskan Roh Zina. Hal ini penting karena akan percuma dia masuk

Kristen kalau roh lama masih ada dalam dirinya. Roh Zina sangat menguasai keturunan
Ismael,

yaitu kaum Muslimin.

4. Tidak mendapatkan hak dan tidak akan tinggal di Yerusalem. "Aku menjawab mereka,

kataku: "Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil! Kami, hamba-hamba-
Nya,

telah siap untuk membangun. Tetapi kamu tak punya bagian atau hak dan tidak akan diingat
di

Yerusalem!" (Nehemia 2:20). "Tidak lagi akan kaulihat bangsa yang biadab itu, bangsa yang

logatnya samar, sehingga tidak dapat dipahami, yang bahasanya gagap, sehingga tiada yang

mengerti. Pandanglah Sion, kota pertemuan raya kita! Matamu akan melihat Yerusalem,
tempat

kediaman yang aman, kemah yang tidak berpindah-pindah, yang patoknya tidak dicabut
untuk

seterusnya, dan semua talinya tidak akan putus. Di situ kita akan melihat betapa mulia
TUHAN
kita: seperti tempat yang penuh sungai dan aliran yang lebar; perahu dayung tidak
melaluinya,

dan kapal besar tidak menyeberanginya. Sebab TUHAN ialah Hakim kita, TUHAN ialah
yang

memberi hukum bagi kita; TUHAN ialah Raja kita, Dia akan menyelamatkan kita. Tali-
talimu

sudah kendor, tidak dapat mengikat teguh tiang layar di tempatnya, tidak dapat

membentangkan layar. Pada waktu itu orang akan membagi-bagi rampasan banyak-banyak,

dan orang-orang lumpuh akan menjarah jarahan. Tidak seorangpun yang tinggal di situ akan
berkata: "Aku sakit," dan semua penduduknya akan diampuni kesalahannya" (Yesaya 33:19-
24).

YERUSALEM BARU.

5. Tidak boleh hidup di hadapan Tuhan. "Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya

Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!" (Kejadian 17:18). "Abraham memberikan


segala

harta miliknya kepada Ishak, tetapi kepada anak-anaknya yang diperolehnya dari gundik-

gundiknya ia memberikan pemberian; kemudian ia menyuruh mereka--masih pada waktu ia

hidup--meninggalkan Ishak, anaknya, dan pergi ke sebelah timur, ke Tanah Timur" (Kejadian

25:5-6). Itu sebabnya, orang Islam harus masuk Kristen supaya berkenaan hidupnya di
hadapan

Tuhan, agar disebut turunan Abraham. "Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu

juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah" (Galatia 3:29).

6. Tidak semua anak Abraham adalah Turunan Abraham. "dan juga tidak semua yang

terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang
akan

disebut keturunanmu" (Roma 9:7). "Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu
Saralah

yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku

akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk

keturunannya" (Kejadian 17:19).


Haleluyah!
Bab Tujuh

Kontradiksi dalam Al-Qur'an

Terlalu banyak kontradiksi dalam Al-Qur'an yang saya temukan, sehingga bukan salah saya

kalau saya pindah ke dalam ajaran Kristen. Secara keseluruhan ada sekitar 200 kejanggalan,

baik dalam sejarah, geografi, doktrin, kisah yang saling bertentangan.

Ada beberapa ayat yang menyejukkan hati sebagai ayat toleransi. Misalnya, "Tidak ada
paksaan

untuk agama; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu

barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia

telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha

Mendengar lagi Maha Mengetahui" (QS 2:256).

Lalu ayat berikut: "Kemudian jika mereka mendebat kamu, maka katakanlah: “Aku

menyerahkan diriku kepada Allah dan orang-orang yang mengikutiku”. Dan katakanlah

kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: “Apakah

kamu masuk Islam”. Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat

petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan. Dan

Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya" (QS 3:20).

Kenyataan yang sebenarnya bertolak belakang seratus delapan puluh derajat dengan ayat²

tersebut. Seperti yang sudah saya kutip dalam buku Saddam Husain, perbedaannya sangat
mengerikan. Bacalah ayat di bawah ini.

"Hai Nabi, berjihadlah melawan orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap

keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali
yang

seburuk-buruknya" (QS 9:73).

"Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu
kamu

menjadi sama. Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong, hingga

mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka
di

mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka

menjadi pelindung, dan jangan menjadi penolong" (QS 4:89).

Setiap ayat² yang keras boleh digunakan sesuai kondisi zaman itu. Dan setiap orang boleh

menafsirkan Al-Qur'an untuk kepentingannya. Malahan dalam haditsnya, Muhammad

memerintahkan untuk menumpas orang kafir yang harus dikaitkan dengan menjunjung
dirinya

sama dengan Allah. Aku diperintahkan untuk memerangi orang² sampai mereka mengatakan,

Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.

Hari Penghakiman
Ibn Abbas mengatakan bahwa kontradiksi hari penghakiman dalam Al-Qur'an bahwa hanya

Allah yang tahu. "Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik
kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu" (QS

3:5)

Ayat ini mengatakan bahwa masa penghakiman adalah 1000 tahun. Keterangan ini

bertentangan dengan ayat berikut yang mengatakan bahwa masa penghakiman adalah 50.000

tahun. "Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang

kadarnya limapuluh ribu tahun" (QS 70:4).

Di satu sisi Al-Qur'an menggunakan istilah Hapus-Menghapuskan, tapi di sisi lain


kontradiksi

ayat² Al-Qur'an dijelaskan sebagai Hanya Allah yang Tahu. Jelaslah kedua penjelasan ini

bertentangan sekali tapi Ibn Abbas malah menyuruh orang bertanya kepada Allah. Betapa

mudahnya orang Islam berkelit dari kekacauan ayat² yang bertolak-belakang. Padahal
jawaban

sederhana adalah yang seperti tuduhan yang dilakukan oleh orang Islam kepada orang
Kristen:

KITABMU PALSU! Allah pasti tahu. Manusia lebih tahu lagi. Saya malah berusaha sampai

tahu!

1. "Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab diantara mereka pada
hari

itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya" (QA 23:101) Ayat ini mengatakan bahwa
kalau

sangkakala sudah ditiup, maka tidak ada hubungan pertalian antara manusia. Tapi keterangan
ini bertentangan dengan ayat: "Sebahagian dan mereka menghadap kepada sebahagian yang

lain berbantah-batahan" (QS 32:27).

2. "Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dalam

enam hari, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari
padaNya

seorang penolong pun dan tidak seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak

memperhatikan?" (QS 32:4). Keterangan ini bertentangan dengan: "Katakanlah:


"Sesungguhnya

patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua hari dan kamu adakan
sekutu²

bagiNya? Demikian itu adalah Rabb semesta alam" (QS 41:9).

3 "... maka kawinilah wanita² yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu

takut tidak akan dapat berlaku adil, maka seorang saja. Ayat ini memperbolehkan Muslim

beristri dua, tiga, empat, asalkan bisa berlaku adil kepada beberapa orang istri. Tapi di ayat

yang lain dinyatakan bahwa tidak mungkin bisa berlaku adil kepada istri poligami kita.
Bahkan

Muhammad sendiri tidak dapat berlakuk adil. "Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku

adil diantara istri-istri, walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah

kamu terlalu cenderung, sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung ... " (QS 4:129).

Bagaimana ayat ini bisa diterapkan? Anda bingung? Apalagi saya, yang lebih bingung.
4. Dalam QS 90:1 dinyatakan bahwa Muhammad mengatakan ia tidak bersumpah dengan
kota

ini, yakni Mekkah. "Aku tidak bersumpah dengan kota ini". Akan tetapi ayat ini bertentangan

dengan ayat berikutnya: "Demi Tin dan Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi konta ini
yang

aman" (QS 95:1-3)

Mungkinkan nabi Tuhan bersumpah dengan benda yang lebih hina daripada dirinya? Atau

mengapa Allah bersumpah dengan buah Tin dan Zaytun? Di mana pun, sumpah haruslah
ditegakkan di atas otoritas yang tertinggi daripada orang yang bersumpah. Mengapa? Karena

otoritas tertinggi itu berwenang untuk menjadi saksi sumpah kita itu. Anda sebagai manusia

tidak mungkin bersumpah demi Anjing! Demi kutu busuk!

Lagipula sungguh mustahil bahwa Tuhan perlu bersumpah demi ciptaanNya sendiri. Ia tidak

perlu bersumpah. Tapi semua sumpah Allah dalam Al-Qur'an menggunakan ciptaanNya

sendiri. Kalau pun Allah bersumpah, maka dia tentu bersumpah demi diriNya sendiri.
Sumpah

yang dilakukan Allah di Al-Qur'an hanyalah wahyu akal-akalan saja. Banyak teman yang

meninggalkan Islam karena Al-Qur'an hanya berisi "sumpah serapah buatan manusia".

Alkitab berkata: "Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu

menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhir segala bantahan" (Ibrani 6:16).

"Sebab ketika Allah memberikan janjiNya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diriNya

sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi daripadaNya" (Ibrani 6:13).

Ada lagi ayat yang tidak sesuai dengan pengetahuan modern karena menyatakan matahari

adalah titik edar alam semesta. Al-Qur'an mengatakan bahwa matahari berlari pada

peredarannya. Sedangkan ilmu pengetahuan membuktikan bahwa matahari itu diam di

tempatnya, tidak punya garis edar.


"Dan matahari berlari di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa
lagi

Maha Mengetahui."

Ayat ini muncul karena orang Arab hanya melihat bayangan matahari. Pagi di Timur, sore di

Barat. Karena itulah matahari dikatakan berlari. Oleh Departemen Agama RI, kata berlari

diterjemahkan sebagai BERJALAN. wasyamsu tajrii limus tawarril lahaa, yang artinya
adalah:

matahari berlari di tempat edarnya. Kata tajrii berarti lari. Kata ini berasal dari jara = yajri
yang

artinya adalah berlari.

Al-Qur'an mengatakan bahwa matahari terbenam dalam lumpur hitam. "Hingga apabila dia

telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang

berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: "Hai
Dzulkarnain,

kamu boleh menyksa atau boelh berbuat kebaikan terhadap mereka" (QS 18:86).
Bab Delapan

Mustahil Kristen Bisa Menjawab

Ada sebelas pertanyaan yang disayembarakan oleh Insan Mokoginta kepada orang Kristen.
Jika

ada orang Kristen yang bisa menjawabnya, maka akan diberi hadiah Rp. 10 juta untuk setiap

pertanyaan. Jika mampu menjawab sepuluh pertanyaan, maka akan dikasih lagi hadiah mobil

BMW terbaru seri 320i. Inilah bentuk provokasi Insan Mokoginta setelah masuk Islam.

Kaum Muslimin yang membaca buku² Insan Mokoginta akan terpesona, lalu berdecak
kagum.

Akan tetapi isi buku² itu sebenarnya tidak mendalam dan tidak berdampak karena tidak

berbobot. Semua tulisannya hanya sampah. Sebelas pertanyaan Insan Mokoginta juga sudah

dijawab secara terbuka oleh Pendeta Joshua Tewuh lewat radio Pelita Kasih. Semua
pertanyaan

itu dikutip dari buku² Ahmad Deedat. Insan Mokoginta tidak tahu ayat² Alkitab lain yang
juga

tidak dibaca oleh Ahmad Deedat. Begitulah cara Tuhan mempermalukan dirinya.

Berikut adalah contoh caranya membahas ayat Alkitab: "... Dia (Muhammad) tampak
bersinar

dari pegunungan Para (di Arab) dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang
kudus

(mengacu pada saat penaklukkan Mekkah oleh Muhammad)" (Ulangan 33:2). Ini adalah

pendapat Ahmad Deedat. Betapa begonya Ahmad Deedat sehingga bisa mengatakan bahwa
pegunungan Paran itu terletak di Arab. Paran itu berada di Semenanjung Sinai, dan jelas tidak

mungkin terletak di Mekkah atau sekitar Mekkah. Penakluk Mekkah itu bukan orang kudus

karena mereka adalah pembantai manusia lain. Istilah orang kudus dalam terminologi Alkitab

adalah orang yang bersih tangan, hati, dan pikirannya. Mereka hanya mengurus kegiatan

ibadah.

Perlu diingat bahwa semua tulisan dalam kurung adalah imajinasi Ahmad Deedat sendiri
yang

tidak ada dalam Alkitab. Tambahan kata² dalam kurung ini merupakan satu usaha yang amat

licik dan keji. Dia bukan saja berbohong tapi juga berhasil membuat perangkap kemacetan

berpikir umat Islam dalam kebohongannya itu. Hal yang sama dilakukan juga oleh Insan

Mokoginta dan kawan²nya.

Mungkin juga ada beberapa orang Kristen yang kagum dan bahkan ada yang ikut masuk
Islam

karena membaca bukunya. Tapi saya langsung mengerti betapa pemahaman theologi Insan

Mokoginta, Syamsul Arifin Nababan, atau pendeta Yudi Maulana masih rendah. Logika
mereka

bagaikan logika anak SD. Inilah jawaban saya bagi pertanyaan provokatif Insan Mokoginta:

1. Mana pengakuan Yesus di Alkitab bahwa dia beragama Kristen?

Yesus tidak membawa agama Kristen. Yesus bukan tokoh agama. Yesus tidak mendirikan

agama. Yesus juga tidak mendirikan agama Yahudi, Islam, Hindu. Misinya adalah
menunjukkan jalan agar masuk surga yang selama ini terputus karena dosa umat manusia
sejak

Adam, Abraham, sampai kepada kesudahan hidup umat manusia. Yesus Kristus membangun

jalan ke surga melalui diriNya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang
pun

yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6). Yesus Kristus juga tidak

ada agamanya. Tapi orang Islam mengatakan bahwa Yesus beragama Islam. Betapa anehnya
pernyataan ini karena Yesus sudah ada terlebih dahulu sebelum Islam itu ada. Jadi pertanyaan

ini jelas salah.

Yesus datang untuk menyempurnakan Hukum Taurat. Tidak ada keselamatan dan tidak ada

jaminan masuk surga kecuali lewat Yesus. "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun
juga

selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan

kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Kisah Para Rasul 4:12). Sebaliknya,

tidak ada jaminan masuk surga karena ikut Muhammad sebab Muhammad sendiri tidak tahu

bagaimana nasibnya. "Katakanlah: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul
dan

aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak terhadapmu. Aku tidak

lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang

pemberi peringatan yang menjelaskan" (QS 46:9). Ayat ini menunjukkan bahwa Muhammad

tidak tahu apakah dia masuk surga atau tidak. "Berkatalah Muhammad: Demi Allah aku
hanya

mengharapkan kebaikan, Demi Allah, biarpun aku seorang utusan Allah, aku tidak
mengetahui

apa yang diperbuat terhadapku" (Hadis Shohih Bukhari II/650).

Kalau Nabi Muhammad saja tidak tahu bagaimana nasibnya, bagaimana dengan nasib

umatnya? Bagaimana dengan saya? Saya hanyalah pengikut Nabi dari Arab, dan saya hanya

orang Indonesia! Bagaimana nasib saya setelah selama 40 tahun menjadi orang Islam?
Karena
itulah saya banting haluan dan segera pindah dari Islam lalu ikut Yesus. Mengapa ikut Yesus

walaupun Yesus tidak beragama? Ya, memang Yesus tidak membawa agama Kristen. Lalu

Kristen itu apa? Kristen itu berasal dari kata CHRIST-IN atau IN-CHRIST, yang artinya
adalah

DI DALAM YESUS atau yang ada dalam setiap orang yang percaya adalah Dia, yaitu Yesus

Kristus, sang Mesias yang telah dijanjikan. Jika begitu, mengapa Kartu Penduduk semua
orang

Kristen menyatakan beragama Kristen. Itu dilakukan supaya sama dengan penduduk
Indonesia

yang lain. Istilah agama itu bersumber dari Islam karena Islam adalah agama. Semua agama

adalah ciptaan manusia. Semua ibadah agama adalah buatan dan rekayasa manusia.

Insan Mokoginta mengatakan bahwa Paulus dan Barnabaslah yang memberi nama Kristen

kepada murid² Yesus. Ini bohong besar! Paulus dan Barnabas dijuluki orang lain sebagai

Kristen, dan julukan ini diterapkan bagi semua pengikut Yesus. Nama KRISTEN semula
adalah

ejekan tapi akhirnya julukan itu menjadikan umat pengikut Yesus merasa bangga dan senang.

"Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu

mengutus Barnabas ke Antiokhia. Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah,

bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan,

karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang

dibawa kepada Tuhan. Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah

bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan

jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid
itu untuk pertama kalinya disebut Kristen" (Kisah Para Rasul 11:23-26). Pantas saja dia
masuk

Islam, karena pa Moko tidak tahu Alkitab. Di Islam dia tidak tahu Al-Qur'an, di Kristen dia

tidak membaca Alkitab. Lebay memang.

Saya bangga disebut Kristen, dan saya memperkenalkan diri sebagai orang Kristen tulen.
Saya

tidak pindah agama, tapi pindah dari gelap menuju terang, dari ketidakpastian menjadi
kepastian masuk surga yang sudah disiapkan Yesus bagi saya. Saya pindah dari ajaran Nabi

Arab kepada ajaran Nabi Yerusalem. Jadi jawaban bagi pertanyaan di atas adalah: TIDAK

ADA!

2. Mana ajaran Yesus ketika Dia berumur 13 sampai 29 tahun?

Ada masa total 17 tahun dalam kehidupan Yesus yang tidak dikisahkan. Seorang anak
Yahudi

usia 12 tahun sudah harus hafal Taurat, atau minimal 10 perintah Tuhan. Hal ini sama dengan

saya yang pada usia 12 tahun sudah khatam Al-Qur'an. Selanjutnya saya tidak dikenal lagi

karena berguru kepada seorang Kiai, sampai selesai kuliah. Lalu saya mengajar, khotbah di

mesjid² dan menulis di koran dan majalah. Dari usia 13 sampai 29 tahun, Yesus tidak
mengajar

karena semua sudah ada waktunya. Tatkala mengadakan mukjizat di perkawinan Kana,

ibuNya mendesak agar mengubah air menjadi anggur. Yesus menjawab, belum waktunya,
Ibu.

Tidak ada ajaran Yesus selama 17 tahun. Selama tiga tahun pelayananNya saja sudah setebal

Perjanjian Baru, apalagi kalau sampai 17 tahun mengajar. Untuk memahami ajaran Yesus

selama 3 tahun saja Insan Mokoginta tidak mampu sehingga murtad meninggalkan Yesus,

apalagi ditambah sampai tujuhbelas tahun. Membaca ajaran tiga tahun saja tidak bisa
dilakukan

Insan Mokoginta, apalagi ajaran tujuhbelas tahun. Bisa klenger kamu, Pak Ustadz. Ada yang

bilang bahwa di usia tersebut Yesus pergi ke India dan keliling Asia. Itu sah² saja. Yang jelas,

setiap anak Yahudi yang telah menyelesaikan upacara barmisweh pasti berguru kepada
seorang ulama, nabi atau imam. Selama kanak², Yesus tinggal bersama orangtuaNya. Yusuf
dan

Maria adalah pasangan yang cinta Tuhan dan taat perintahNya. Yesus selalu dibawa dalam

perayaan hari besar, upacara tahunan ke Yerusalem. Kemanapun mereka merantau, mereka

tetap ke Yerusalem untuk ziarah atau mengikuti upacara kebaktian Yahudi. Maria adalah
salah

satu wanita memenuhi kualifikasi suci dan murni. Dia sangat mencintai Tuhan dan

menerungkan Taurat siang dan malam. Yusuf adalah tukang kayu terkenal, mebel yang

dibuatnya berkualitas. Sebagai anak Yusuf, pastilah Yesus membantu dan ikut bekerja
bersama

orangtuaNya. Sampai tiba waktu Yesus untuk melayani. Hal ini memang berbeda dengan

sejarah hidup Muhammad yang memang lengkap. Dari lahir sampai meninggal, ada tertulis

semua. Contohnya, bagaimana Muhammad menerima wahyu, bagaimana Muhammad

menikah dengan Aisyah (6 tahun) dan menidurinya sebagai suami istri saat Aisyah berusia 9

tahun atau kira² baru kelas 2 SD, bagaimana dia menikah dengan Zainab, menantunya
sendiri,

tanpa wali dan saksi. Juga bagaimana dia menikah pada musim haji yang diharamkan
menikah.

Juga bagaimana dia membunuh warga bani Quraidzah dan mengusir suku² Yahudi yang

menertawakan kenabiannya, hingga sampai hari ini tdiak ada seorang Yahudi pun tinggal di

Saudi. Sebaliknya, banyak orang Arab di Betlehem, Yerusalem, Palestina. Manakah teladan

Muhammad dari usia 12 tahun sampai 39 tahun? Dari masa sebelum kenabiannya, tidak ada

yang bisa diambil teladannya. Setelah menjadi Nabi saja juga tidak bisa diambil teladannya.
Ini

adalah pertanyaan yang mengada-ada.


3. Mana ayat yang menunjukkan ucapan Yesus: Akulah Allahmu, Tuhanmu, maka

sembahlah Aku saja.

Pertanyaan ini lagi² memperlihatkan bahwa si pemurtad ini bodohnya dobel, maka wajarlah

mengapa dia menjadi Muslim. Ada orang keren yang tampak berwibawa, tapi ketika dia buka

mulut, malah menunjukkan kebodohannya. Si pendengar kagum sekali karena dia pun sama²
bodoh. Dalam masyarakat Kristen pun juga banyak orang yang sama seperti Insan
Mokoginta.

Mereka mengaku sebagai Hamba Tuhan tapi tidak membaca Alkitab. Ada pendeta yang juga

ikut²an dengan mengatakan bahwa Yesus tidak pernah mengaku bahwa Dia adalah Allah.
Jika

pendeta sampai berkata begitu, maka dia itu sama bodohnya dengan Mokoginta. Coba baca

baik² Yohanes 13:13 yang menyatakan: "Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu
itu

tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan." Ayat tersebut adalah pengakuan terus terang

dari Yesus bahwa diriNya adalah Tuhan. Lalu pada ayat 14 dinyatakan: "Jadi jikalau Aku

membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling

membasuh kakimu."

Insan Mokoginta telah memperbodoh orang Islam yang tidak pernah membaca Alkitab,

sehingga latah mengikuti buku² si pembohong. Jika ingin menanyakan dalil bahwa Yesus

adalah Allah, maka dalilnya banyak sekali. Salah satu contohnya adalah kisah Thomas yang

awalnya tidak percaya bahwa Yesus benar² sudah bangkit dari kematian. Dia berkata:
"Sebelum

saya melihat dengan mata kepala sendiri dan mencucukkan jariku ke tanganNya yang

berlubang paku dan lambungNya bekas tombak tentara Romawi, aku takkan percaya." Tetapi

Yesus lalu muncul di dalam rumah yang terkunci, tempat di mana murid²Nya berkumpul.

Yesus berkata kepada Thomas: "Cucukkanlah jarimu ke tangan dan lambungKu." Thomas
tidak

melakukannya. Mengapa Thomas tidak mau mencucukkan jarinya? Seketika itu juga Thomas
sujud menyembah serta memberikan konvensi (pengakuan kepercayaan = syahadat) dengan

berkata: "Ya Tuhan dan Allahku!" Yesus tidak menolak penyembahan Thomas dan

meneguhkan dengan mengatakan: "karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya.

Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Apakah dalil ini bukan bukti kalau Yesus itu Tuhan? Mana uang hadiahnya, eh orang
murtad?

Apakah ini bukan bukti? Yesus adalah manusia paling jujur, tanpa dosa. Segala perkataan
dan

perbuatan yang keluar dariNya adalah suci, adalah Firman yang memerdekakan. Jadi Yesus

adalah Allah atau Bapa itu sendiri. Dengan kata lain, "Aku dan Bapa adalah satu" (Yohanes

10:30). Bahkan Al-Qur'an juga mengatakan bahwa ia suci. "Ia berkata: "Sesungguhnya aku
ini

hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki² yang suci" (QS

19:19).

4. Mana dalil Firman Allah dalam Alkitab yang menyatakan Akulah yang mewahyukan

Alkitab, Aku pula yang menjaganya?

Pertanyaan ini muncul karena ada ayat dalam Al-Qur'an: "Sesungguhnya Kami-lah yang

menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar² memeliharanya" (QS 15:9). Kita
yakin

dan percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah, Allah pula yang mewahyukanNya. Hai
Insan

Mokoginta, inilah jaminan Yesus sebagai Allah yang mengatakan: "Karena Aku berkata
kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, saut iota atau satu titik

pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi" (Matius 5:18).

Ada banyak ayat Al-Qur'an yang saling bertentangan. Inikah jaminan Allah yang memelihara

Al-Qur'an? Wakut debat dengan saya, mengapa tidak menanggapi makalah saya? Kalau

pertanyaan ini diajukan kepada orang Kristen, ya jelas tidak ada ayat seperti itu. Kalau saya

bertanya kepada orang Islam: manakah ayat Alkitab yang mengatakan Abraham dibakar
dengan api? Jelas keterangan itu tidak ada dalam Alkitab, karena tidak ada sejarah dunia yang

mengatakan Abraham dibakar dengan api. Demikian juga tidak ada kisah Abraham dibakar

dengan api dalam Alkitab. Ini sungguh cerita aneh. Atau inikah Al-Qur'an sebagai mukjizat

Allah?

Kalau orang Islam membaca Alkitab lalu membandingkannya dengan Al-Qur'an, maka orang

itu akan segera bisa menarik kesimpulan bahwa Al-Qur'an itu bukanlah Firman Allah, tapi

adalah perkataan Muhammad. Firman Allah yang diilhamkan itu tertulis / Logos diterima
nabi²

dan rasul² Tuhan. Tuhan juga memberikan dengan pengertian, pewahyuan, atau
penyingkapan.

Firman yang tertulis menjadi lengkap dengan pengertiannya, atau istilahnya adalah Rhema.

Tida ada Rhema tanpa Logos. Jadi dari Logos menjadi Rhema. Kalau ada orang yang
berkata,

oh saya mendapat Rhema tapi tidak ada ayat yang tertulis dalam Alkitab, maka itu pernyataan

itu disebut sebagai Rhema dari orang murtad. Atau Rhema dari makhluk gaib. Alkitab
berkata,

"Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci" (Lukas 24:25).
Hanya

Tuhan yang dapat membuka pikiran seseorang sehingga memperoleh Rhema. "Sebab
sekalipun

mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur

kepadaNya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia² dan hati mereka yang bodoh menjadi

gelap" (Roma 1:21).


Insan Mokoginta selalu sholat, tapi pikirannya tumpul. "Tetapi pikiran mereka telah menjadi

tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika

mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang
dapat

menyingkapkannya" (2 Korintus 3:14). Bahkan sampai hari ini, kedegilan hati mereka seperti

awan gelap di atas langit hidupnya. Yesus menjawab mereka: "Kamu sesat, sebab kamu tidak

mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!" (Matius 22:29). Syarat bagi Insan Mokoginta
adalah

tobat dan berbalik. "Tetapi apabila hati seorang berbalik pada Tuhan, maka selubung itu

diambil dari padanya" (2 Korintus 3:16).

Musa menuliskan semua Firman yang keluar dari mulut Allah. "Tetapi apabila Musa masuk

menghadap TUHAN untuk berbicara dengan Dia, ditanggalkanyalah selubung itu sampai ia

keluar; dan apabila ia keluar dikatakanyalah kepada orang Israel apa yang diperintahkan

kepadanya" (Keluaran 34:28). Banyak ayat di mana Tuhan sendiri yang menyuruh menulis.

"Lalu TUHAN menjawab aku, demikian: "Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu
pada

loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya" (Habakuk 2:2). Alkitab ditulis pada
loh-

loh batu, sementara waktu pengumpulan Al-Qur'an banyak ayat yang hilang dan tidak

lengkap. Muhammad sendiri buta huruf, hanya bisa mendikte lalu penulis wahyu menulisnya.

Muhammad tidak bisa mengontrol semuanya.

5. Mana perintah Yesus maupun Tuhan dalam Alkitab untuk beribadah pada hari Minggu?
Pertanyaan ini keliru. Mestinya pertanyaannya berbunyi: mana perintah mengkuduskan hari

Minggu? Tapi perintah Alkitab adalah mengkuduskan hari Sabat. Orang Yahudi juga
menuduh

orang Kristen melanggar perintah² Tuhan.

Hari Minggu adalah hari yang ditetapkan Tuhan untuk beribadah. Sejak kapan? Sejak

kebangkitan Yesus di hari Pertama atau Yaumul Ahad atau hari Minggu. Ini adalah hari yang
diperingati orang Kristen sebagai hari kemenangan dari maut. "Ia telah bangkit mengalahkan

maut." Dan ini berarti Yesus adalah Mesias yang dijanjikan sebagai Juru Selamat. Dialah
Allah

yang datang dalam rupa manusia. "Dan pagi-pagi benar pada hari Pertama Minggu itu,
setelah

matahari terbit, pergila mereka ke kubur". Kata Pertama Minggu itu dalam Alkitab berbahasa

Arab adalah wathala'a fajrul ahad - setelah semburat fajar Ahad, setelah matahari terbit.
Dalam

bahasa Indonesia, hari Ahad adalah hari Minggu. Setelah Yesus bangkit pagi² di hari pertama

Minggu itu, Ia mula² menampakkan diriNya kepada Maria Magdalena. Jadi setelah

kebangkitan Yesus pada hari Pertama, hari Ahad, hari Minggu, mulai dari saat itulah
dibangun

tradisi oleh murid²nya untuk berkumpul, berdoa, bersekutu, dan beribadah kepada Tuhan.

Hari Sabat adalah hari ke tujuh. Tetapi Yesus belum tampil pada hari Sabat karena saat itu
Dia

masih berada dalam dunia orang mati. Pilar utama keKristenan adalah kebangkitan Yesus,
dan

bukan kelahiranNya. Orang Kristen tidak percaya kepada Yesus yang mati dan tidak bangkit

lagi. Semua pendiri agama mati dan tidak bangkit lagi. Budha Gautama mati dan tidak
bangkit.

Muhammad juga mati dan sampai sekarang tidak pernah bangkit. "Dan kesejahteraan semoga

dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku

dibangkitkan hidup kembali" (QS 19:33). Jadi Yesus memang bangkit. Yohanes 20:19-22

menyatakan: "Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu, berkumpullah
murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut

kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah

mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Dan sesudah berkata demikian, Ia

menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita

ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu!
Sama

seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." Dan sesudah

berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: terimalah Roh Kudus."

Yesus dahulu sering masuk Bait Allah milik orang Yahudi dan menginjili di situ. Setelah

bangkit, Yesus selalu datang kepada murid²Nya. Setelah itu, para murid tidak bergabung lagi

dengan orang² Yahudi yang telah membunuh Yesus dan membenci mereka. Ini sama halnya

seperti orang Kristen tidak mungkin meminjam mesjid untuk ibadah hari Pertama, karena

orang Islam membenci orang Kristen. "Delapan hari kemudian murid-murid berada kembali

dalam rumah yang terkunci dan Yesus berada bersama mereka lagi meskipun pintu terkunci.

Sebelum ibadah dimulai, Yesus berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah

tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau

tidak percaya lagi, melainkan percayalah." Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan
Allahku!"

(Yohanes 20:26-28). (?)

6. Mana dalilnya di dalam Alkitab bahwa Yesus itu 100% Tuhan dan 100% manusia?

Banyak ayatnya dalam Alkitab, dari Perjanjian Lama, apalagi dalam Perjanjian Baru. "Sebab
seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang

pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah

yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai" (Yesaya 9:5, 3:16). Mana lagi dalinya? "Dan

sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diriNya dalam rupa

manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat,

diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam
dunia, diangkat dalam kemuliaan" (1 Timotius 3:16). Keterangan keadaan Yesus sebagai Roh

dan hakekat Allah adalah Roh dinyatakan sebagai: "Roh Tuhan ada pada-Ku" (Lukas 4:18).
Ia

menyatakan diriNya dalam 100% rupa manusia di Filipi 2:6-8 yang menyatakan: "yang

walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik

yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil

rupa seorang hamba, menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia

telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib."

Apakah ada lagi dalilnya? "Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah

mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di

dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan
hidup

yang kekal." (?) Masih banyak lagi dalilnya. "Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai

selamanya, Amin" (Roma 9:5). "Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah
Tuhan

dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu" (Yohanes 13:14).

Terlebih lagi dalam Al-Qur'an yang menyatakan Isa Almasih sebagai yang terkemuka di
dunia

dan akhirat (QS 3:45). Mengapa bukan Muhammad yang terkemuka di dunia dan akhirat?

Hadis Muslim no. 127 menyatakan: Isa adalah hakim yang adil. Mengapa bukan Muhammad

yang menjadi hakim? Muslim bisa berkata: "Tapi angka 100% tidak ditulis, Pak." Saya juga
bisa
balik bertanya: mana dalilnya dalam Al-Qur'an bahwa Muhammad itu 100% Nabi? Adakah

nabi lain yang menyaksikan kenabiannya? Tidak ada! Insan Mokoginta itu bersikap terlalu

sensasional.

7. Mana dalilnya asal percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dijamin masuk

surga?

Banyak sekali dalilnya. Orang Kristen hanya mengikuti apa yang dikatakan Alkitab. "Aku

berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai HIDUP YANG


KEKAL"

(Yohanes 6:47). Mana lagi dalilnya?

"Dan Aku memberikan HIDUP YANG KEKAL kepada mereka dan mereka pasti tidak akan

binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku"

(Yohanes 10:28). Kata 'tidak akan binasa' artinya adalah tidak akan masuk neraka.

"Lebih-lebih, karena KITA SEKARANG TELAH DIBENARKAN OLEH DARAH-NYA,


KITA

PASTI AKAN DISELAMATKAN DARI MURKA ALLAH. Sebab jikalau kita, ketika
masih

seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang

telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!" (Roma 5:9,10).


"Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak
Allah,

tahu, bahwa KAMU MEMILIKI HIDUP YANG KEKAL" (1 Yohanes 5:13).

"Karena siapa yang percaya pada nama Anak Allah, yaitu Yesus, DIA MEMPUNYAI
HIDUP

YANG KEKAL"
"Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan ENGKAU AKAN
SELAMAT,

engkau dan seisi rumahmu" (Kisah Para Rasul 16:31).

Orang Islam itu manusia dalil yang selalu bertanya soal dalil. Sholat ada dalilnya tapi hampir

100% Muslim tidak sholat. Masjid dibangung di mana², tetapi sepi jemaat. Orang Kristen
juga

begitu. Sudah ada dalilnya, tapi masih ada yang murtad. Kalau ada dalil Yesus merokok,
maka

saya pasti merokok. Kalau anda percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi, pasti

anda masuk surga. Haleluyah!

8. Mana foto asli Yesus dan siapa yang memotretnya?

Jawabannya adalah tidak ada, Pak! Bapak tahu bahwa sewaktu di jaman Yesus belum ada

kamera. Mengapa bertanya siapa yang memotret? Lalu mengapa ada foto Yesus di kalender

atau majalah atau ada film tentang Yesus? Itu bukan potret Yesus. Itu adalah karya seni dari

orang² yang kagum dengan kisah Yesus yang disampaikan oleh Alkitab, yang dikhotbahkan

oleh hamba² Tuhan. Mereka melihat kebaikan Yesus, merasakan anugerahNya, sebagai karya

agung selama masih hidup di dunia. Orang sakit sembuh, orang tuli mendengar, orang
lumpuh

berjalan, orang mati bangkit dan hidup kembali. Ini bukan mematikan orang hidup, Pak!
Kalau

itu sih, bukan mukjizat tapi malahan bencana. Kalau mematikan orang hidup, saya juga bisa,

Pak!
Di negara² Islam Syiah, wajah Muhammad dilukis. Wajah cucu Nabi yakin Hasan dan Husein

juga dilukis. Wajah wali songo juga ada. Kendaraan buraq yang ditunggangi Nabi sewaktu
Isra'

Mi'raj juga ada gambarnya berupa seekor kuda berkepala wanita cantik. Bukankah cerita
buraq

ini seperti sindiran bagi Al-Qur'an? "Dan apabila dikatakan kepada mereka "Apakah yang
telah

diturunkan Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Dongeng-dongengan orang-orang dahulu" (QS

16:24). Jadi semua gambar Yesus itu bukan foto aslinya, tapi hasil karya seni.

9. Mana dalilnya dalam Alkitab bahwa Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan mana

perintah untuk merayakan Natal?

Tidak ada masalah dengan Natal dan juga dengan tanggal 25 Desember, karena tidak ada

larangan Yesus untuk merayakan Natal. Seharusnya orang Islam seluruh dunia juga wajib

merayakan Natal karena hanya Yesus yang diceritakan kelahirannya dalam Al-Qur'an. "Dan

kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku

meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali" (QS 19:33). Tidak ada perintah

dalam Al-Qur'an dan Hadis untuk merayakan Maulud Nabi. Justru merayakan Maulud Nabi

merupakan perbuatan bid'ah, dan perbuatan bid'ah ancamannya adalah neraka. Muhammad

berkata: (?) (?) kullu bid'atin dlolalatin wa kullu dlolalatin fin nar, semua bid'ah adalah sesat,
semua

yang sesat adalah neraka. Pertanyaan nomer 9 ini harus diarahkan pada diri Bapak sendiri

sebagai umat Islam. Sebelum Bapak bertanya, sudah saya jawab. Itulah sebabnya mengapa
orang Muhammadiyah di Indonesia tidak ada yang merayakan Maulud Nabi. Mereka

menganggap itu bid'ah.

Orang² pengagum nama YAHWEH (Saksi Yehovah) tidak merayakan Natal. Bahkan ada
juga

sebagian pendeta yang terseret dengan pertanyaan di atas sehingga tidak mau terlibat

merayakan Natal. Berhentilah menjadi orang bodoh, dan jangan terprovokasi dengan apapun
kata orang. Kristen bukan apa kata orang. Hal ini sederhana saja. Orang Kristen percaya
bahwa

Yesus pernah lahir di bumi dan ini adalah moment yang tidak boleh disia-siakan untuk

memberitakan kabar tentang Yesus kepada dunia. Dan memang banyak sekali orang Islam

masuk Kristen karena acara Natal. Itulah sebabnya mengapa MUI mengharamkan orang
Islam

mengikuti acara Natalan bersama, padahal kelahiran Yesus ditulis dalam Al-Qur'an. (?) (?)

wassalaamu ala yaumi wulidtu wa yauma amuutu wa yauma ab 'atsu hayya, yang artinya
adalah:

"Kesejahteraanlah pada hari aku lahir, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku hidup

kembali" (?) (?) Kata wassalamu yang ditulis tebal itu diterjemahkan oleh Departemen
Agama

sebagai Kesejahteraanlah, padahal seharusnya diterjemahkan sebagai ===

KESELAMATANLAH ===. Departemen Agama telah salah menerjemahkan, tapi mereka

tidak berani mengubah tulisan Arabnya karena banyak orang yang hafal Al-Qur'an.

Tanggal 25 Desember adalah kesepakatan ketua² gereja sebagai keseragaman perayaan. Ada

yang bilang bahwa itu adalah hari kelahiran Dewa Matahari. Yang benar saja! Siapa yang

memberitahu hari lahirnya Dewa Matahari? Itu hanya dongeng saja. Apakah memang

Mbahnya Dewa Matahari bilang kalau cucunya lahir di tanggal 25 Desember? Orang Kristen

tidak merayakan kelahiran Dewa Matahari. Banyak orang Kristen yang merayakan Natal
mulai

dari bulan November sampai Februari. Yang terpenting dari semua ini bukanlah perayaan

Natalnya, tapi bahwa Yesus lahir dalam hidup seseorang. "Hari ini telah lahir bagimu Juru
Selamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud" (Lukas 2:11). Jadi yang terpenting adalah HARI

INI. Kapan Yesus lahir dalam hidup saya? 4 Maret 2006, itulah hari lahir saya. Itulah hari

Natalnya Yesus dalam umur saya, dalam hati saya. Kapankah hari Natal? HARI INI? Kapan?

HARI INI. (?) (?) wulida lakumul yauma fi madinati Dawuda mukhallisun huwal masiihur
rabb,

artinya "Hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud" (Lukas

2:11). Yesus LAHIR, MATI, dan BANGKIT (QS 19:33). Yang penting bukan Natalnya,
bukan

mauludnya. Semua orang lahir dan mati, dan tidak bangkit². Muhammad lahir, mati, dan
belum

bangkit². Tapi Yesus memiliki kuasa KEBANGKITAN.

10. Buktikan siapa yang hafal Alkitab walaupun satu surat saja di luar kepala.

Memang tidak ada yang hafal Alkitab dalam bahasa Indonesia walaupun satu surat yang

pendek. Tapi saya hafal ayat² emas dalam Alkitab dalam bahasa Arab. Bahasa Arab gampang

dihafal, bahasa Ibrani juga gampang dihafalkan. Banyak orang Kristen Arab yang hafal
Alkitab

di Mesir, Syria, Yordania, dan lain². Anak² Israel selalu menghafal Taurat sejak kecil. Hal ini

sama dengan orang Islam yang menghafal Al-Qur'an dan surat² pendek sejak masih balita.

Alkitab bukanlah mantra untuk dihafal. Banyak orang Islam yang menjadikan ayat² Al-
Qur'an

sebagai mantra. Sewaktu kecil saya dikasih mantra: Bismillah kali kote wawi ma nggoncu
kuta tis

tiramu wali hak, Bareka laailahaa illal lah, bareka Muhammadar rasulullah." Mantra ini
disebut
mantra sapu jagat yang digunakan untuk mengatasi penyakit apapun, akan tetapi orang yang

menderita sakit tetap saja sakit. Orang Kristen dipanggil bukan untuk menghafal ayat²
Alkitab,

tapi untuk mengerti ayat² tersebut. Kami disuruh bersekutu dengan Firman Tuhan supaya
kami

mengerti FirmanNya. Kami harus membaca Firman Tuhan agar bisa mengerti dan

menghayatinya siang dan malam. Dengan kerendahan hati, kami meminta kepada Tuhan agar

diberi pengertian, lalu minta dimampukan untuk melakukannya.


11. Mana bukti ucapan yang mengatakan bahwa ada tertulis bahwa Mesias harus

menderita dan bangkit dari orang mati pada hari yang ketiga?

Ini adalah pertanyaan bodoh yang terakhir. Insan Mokoginta hanya menjiplak saja pertanyaan

dari para pendahulunya yang sama² tidak membaca Alkitab dengan baik. Walaupun

pertanyaan ini bodoh, tapi harus harus dijawab dengan cerdas. Yesus berkata bahwa seluruh

Perjanjian Lama, mulai dari Taurat Musa sampai kitab Maleakhi, berbicara tentang Mesias
yang

dijanjikan. "Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-

Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku" (Yohanes 5:46). Kemudian dalam Mazmur 22:2

dinyatakan: "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi

Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku." Ini adalah nubuatan tentang erangan Yesus di
atas

kayu salib. Ayat itu bukan tentang Daud, tapi tentang erangan Mesias yang akan datang.

"Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda:
Sesungguhnya,

seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan ia

akan menamakan Dia Imanuel" (Yesaya 7:14). Dalam kitab para nabi, ada sekitar 300 ayat

nubuatan tentang Mesias lalu digenapi secara sempurna oleh seseorang bernama Yesus, dan
itu

jauh dari kebetulan. Erangan Yesus di Mazmur 22:2 itu digenapi dalam Markus 15:34 yang

berbunyi: "Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama

sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"


Rentang
waktu antara Daud dengan Yesus adalah seribu tahun. Kejadian 3:15 berbunyi: "Aku akan

mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan

keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan

tumitnya." Ayat ini digenapi dalam Wahyu 12:17 yang berbunyi: "Maka marahlah naga itu

kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-

hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus." Lukas 24:26 menyatakan: "Bukankah Mesias

harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaanNya?" Lukas 24:46

menyatakan: "Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan

bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga." Ada lagi keterangan dari Yesaya 53:3-
5

yang berbunyi: "Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang

biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia

dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang

ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah,

dipukul dan ditindas Allah. Tetapi Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia

diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita

ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh." Kisah Para Rasul 3:18

menyatakan: "Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah

difirmankanNya dahulu dengan perantaraan nabi-nabiNya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-

Nya harus menderita." Kisah Para Rasul 17:3 menyatakan: "Ia menerangkannya kepada
mereka

dan menunjukkan, bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, lalu ia

berkata: "Inilah Mesias, yaitu Kristus, yang kuberitakan kepadamu.""


Inilah jawaban untuk sebelas pertanyaan ustazd Insan Mokoginta. Pertanyaan ini harus
dijawab

supaya jangan menjadi preseden buruk di belakang hari bahwa orang Kristen tidak mampu

menjawab. Jika tidak dijawab, maka orang seperti dia akan muncul di kemudian hari dengan

meminjam pertanyaan dia untuk ditembakkan kepada orang Kristen dan mengakibatkan
orang
Kristen itu murtad dan lalu membuat pertanyaan lain yang mustahil bisa dijawab. Bagi Tuhan

tidak ada yang mustahil. Alkitab adalah Firman Tuhan. Jikalau orang membaca Alkitab

sehingga ingin menanyakan apa saja tentang isinya, maka jawabannya sebenarnya ada dalam

Alkitab itu. Insa Mokoginta adalah salah seorang Anti Kristus kondang yang harus diberi

pelajaran!

Banyak buku² dan pertanyaan² yang dibuat-buat oleh Insan Mokoginta yang tidak membaca

Alkitab secara tuntas. Kalau dia membaca seluruh Alkitab dan mengerti isinya, mustahil dia

bisa pindah agama. Rupanya dia dulu adalah pendeta urusan perut dan bahwa perut, sehingga

dia pindah agama.

Motivasi sebelas pertanyaan tendensius di atas hanya dikarang untuk sekedar menaikkan

namanya yang sudah mulai pudar karena tidak ada lagi yang mengundang dia ceramah atau

debat sehingga buku²nya laku dijual. Dia tidak tahu bahwa pertanyaan² itu adalah bumerang

bagi dirinya sendiri. Pertanyaan yang dia kira akan menghancurkan Kristen justru sebaliknya

menghantam dirinya sendiri. Orang Islam itu buta huruf akan Alkitab. Selain itu, para kiai

melarang mereka membaca Alkitab. Di lain pihak, orang Kristen juga buta huruf tentang Al-

Qur'an. Di kalangan Islam, Insan Mokoginta sangat terkenal karena logika dia yang sangat

canggih mempelesetkan Alkitab, padahal kenyataannya adalah NOL BESAR. Sebenarnya dia

itu menipu orang Islam, membohongi orang Kristen, sementara dia sendiri tidak sadar akan
apa

yang dilakukannya. Memang mereka yang berpindah kepada agama baru merasa percaya

bahwa berita bohong itu baik. Mari kita baca dalam Al-Qur'an: "Sesungguhnya orang-orang
yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira
bahwa

berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu . Tiap-tiap seseorang

dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka
yang

mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang

besar" (QS 24:11). Berita bohong itu baik?

Haleluyah!
Bab Sembilan

Perkawinan-Perkawinan Muhammad

Perkawinan Muhammad adalah hal yang paling meragukan dari perihal kenabiannya, apalagi

jika dibandingkan dengan sejarah para nabi terdahulu. Bahkan jika dilihat dari syariat yang

ditetapkan oleh Islam sendiri, perkawinan Muhammad sangat kontroversial. Tapi Muhammad

mempunyai hak khusus sebagai Nabi. Ada ayat yang diturunkan di mana Allah melindungi

agar posisi Muhammad tetap eksis. Satu ayat yang sangat terkenal dalam memberikan

kekebalan hukum tersendiri kepada Muhammad adalah:

"Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah kamu

berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu

peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan anak-anak perempuan dari

saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-

anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara

perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mu'min yang

menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan

bagimu, bukan untuk semua orang mu'min. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang

Kami wajibkan kepada mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka
miliki

supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha

Penyayang" (QS 33:50).


Kata² yang saya tebalkan adalah hak khusus Nabi, dan bukan untuk mu'min yang lain. Jadi

ayat ini memberikan kekebalan yang hanya berlaku sekali saja karena Muhammad adalah
Nabi

terakhir. Kasus Eyang Subur yang ketahuan mempunyai istri sembilan orang menjadi berita

nasional. Majelis Ulama Indonesia (MUI) memerintahkannya untuk menceraikan lima istri,

sehingga tersisa empat, karena hanya Muhammad saja yang berhak untuk mempunyai istri

lebih dari empat. Dalam Al-Qur'an tertulis bahwa Muslim hanya boleh mempunyai empat
istri

saja. Tentu saja istri² yang diceraikan Eyang Subur menangis. MUI pura² tidak tahu kalau
Raja

Arab Saudi, Abdul Aziz mempunyai 12 istri dan 30 anak. Mengapa Eyang Subur yang hanya

mempunyai sembilan istri saja disuruh menceraikan lima orang istrinya? Mengapa Insan

Mokoginta tidak membela Eyang Subur?

Banyak kasus perkawinan Muhammad yang membuat Allah ikut campur tangan, mengurus

dan membelanya, meskipun hal itu bertentangan dengan hukum Perjanjian Lama dan

Perjanjian Baru, bahkan hukum dalam Al-Qur'an. Allah dalam Alkitab tidak pernah
direpotkan

oleh nabi²Nya dengan urusan membela perkara seperti Allah dalam Al-Qur'an yang membela

Muhammad habis²an. Ini merupakan hal yang sangat ironis yang bisa disimak jika Anda

membaca dengan teliti. Kaum Muslim lalu menjawab bahwa nabi Sulaiman mempunyai 1000

istri dan gundik. Salomo atau Sulaiman menurut Alkitab bukan Nabi tapi Raja. Pada waktu
itu

belum ada larangan poligami. Al-Qur'an tidak tahu kategori, mana nabi, mana raja. Daud
adalah Raja. Ibrahim juga istrinya tiga, tapi orang Islam hanya tahu istri Ibrahim dua orang.

Orang Yahudi dan Nasrani menampik Al-Qur'an mentah², "Katakanlah: "Hai Ahli Kitab,
kamu

tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil,

dan Al-Qur'an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu." Sesungguhnya apa yang
diturunkan kepadamu dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada

kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih terhadap orang-orang kafir itu."

Dalam bab ini saya akan mengutip sembilan kasus perkawinan Muhammad untuk dikaji
lewat

kacamata logika atau iman atau nurani. Muhammad menikah pertama kali sewaktu umur 25

tahun dengan Khadija binti Khuwalid. Khadija adalah seorang janda kaya raya bekas istri

seorang Kristen. Usia Khadija adalah 40 tahun.

1. Aisyah binti Abu Bakar Assidiq

Semua ahli sejarah Islam sepakat bahwa Muhammad langsung menikah setelah Khadija

meninggal. Mereka juga menyepakati bahwa Khaulah binti Hakim Al-Silmiya bertanya
kepada

Muhammad: "Apakah engkau ingin menikahi seorang perawan atau janda?" Khaulah berkata

lagi: "Yang perawan adalah Aisyah dan yang bukan perawan adalah Saudah binti Zam'a;

ambillah siapapun yang engkau inginkan." Sang Nabi menjawab, "Saya akan menikahi

keduanya. Katakan kepada mereka." Khaulah melakukannya dengan baik. Muhammad

menikahi Aisyah pada umur 6 tahun dan tidur sebagai suami istri pada umur 9 tahun. Di

manakah ada aturan pada zaman ini seorang umur 52 tahun menikah dengan anak umur 6

tahun? Bagaimana dengan Syeikh Puji yang menikah dengan perawan umur 12 tahun di

Semarang? Bukankah dia meneladani Nabi? Kok malah dilarang dan dimasukkan penjara?

Aneh tapi nyata.


Ulama Muslim membenarkan perkawinan itu: "Allah menuntun dia dalam pernikahan² itu."

Kita membutuhkan sebuah jawaban yang datang dari hati nurani dan kebenaran, dan bukan

dari fanatisme buta, rasa malu, ketakutan, atau harga diri sekalipun. Saudara saya yang

bernama Ali Al-Atas bersedia masuk Islam lagi kalau ada saudara Mulsim yang bersedia

memberikan anak perempuannya yang berumur 6 tahun untuk dinikahinya, seperti yang

disunnahkan oleh Muhammad. Sekarang dia ada di Bali setelah dibacok oleh teroris di
Jakarta.

Di usianya yang 18 tahun, Aisyah menjadi janda. Nasibnya sangat mengenaskan karena
dalam

usia semuda itu dia tidak boleh menikah lagi. Semua janda Muhammad dilarang menikah
lagi.

2. Zainab binti Jahsy

Pernikahan keempat ini berbau mesum karena tanpa wali dan saksi sebagai syarat syahnya

sebuah pernikahan. Sebagaimana alasan ulama Muslimin, perkawinan ini adalah untuk

menguatkan pertalian dan kesukuan. Coba tanyakan kepada diri Anda sendiri adakah

hubungan perkawinan dengan kenabian?

Khadijah, istri pertama Muhammad, membeli seorang budak yang lalu dihadiahkan kepada

suaminya untuk melayaninya. Namun setelah mendapatkan panggilan kenabian, Muhammad

mengadopsi budak itu sebagai anak dan dia bersumpah di depan umum: "Dia mewarisiku,
dan

aku mewarisinya." Setelah itu Zaid dikenal dengan nama Zaid bin Muhammad. Muhammad
lalu menikahkannya dengan Zainab binti Jahsy.

Suatu hari, Muhammad pergi mengunjungi Zaid. Ketika dia memasuki rumah Zaid, ternyata

Zaid sedang tidak ada di rumah. Muhammad melihat Zainab sedang setengah bugil di balik
tirai, namun dia takut untuk masuk. Sebelum pergi, ia berkata kepada Zainab: subhanal lah
yaa

muqallibal quluub, terpujilah Allah yang menggoncangkan hati. Zainab senang dengan

kunjungan itu dan memberitahu suaminya. Zaid langsung menemui ayah angkatnya, dan

berkata: "Apakah engkau menginginkan aku menceraikannya untukmu?" Muhammad

menjawab: "Tahanlah terus istrimu dan bertaqwalah kepada Allah." Pada awalnya ini

merupakan sikap mulia ayahnya. Tapi lain di mulut, lain di hati. Sebagaimana yang ditulis
oleh

sejarawan Islam bernama Az-Zamakhsayari: "Penampilan luar Muhammad berbeda dengan

yang ada di dalam hatinya." Karena sebenarnya Muhammad jatuh cinta pada Zainab, tapi dia

ragu untuk mengambil istri anak angkatnya. Tapi Allah malahan memarahi Muhammad yang

ragu untuk mengawini Zainab. Turunlah ayat, "Dan ketika kamu berkata kepada orang yang

Allah telah melimpahkan ni'mat kepadanya dan kamu telah memberi ni'mat kepadanya:

"Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di

dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang

Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri
keperluan

terhadap istrinya, Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang

mu'min untuk istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah

menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi."

Justru Allah yang menginginkan wanita itu untuk meninggalkan suaminya, meninggalkan

semua moralitas kesatriaan, agar Muhammad mendapatkannya. Mengapa Allah berubah

pikiran semudah itu? Penulis buku Hayatu Muhammad, Haikal, membantah cerita ini sebagai
rekayasa kaum missionaris dan peneliti Barat untuk menjatuhkan Islam dan Nabinya. Tapi
Dr.

Bint Ashati berkata: "Orang-orang tersebut mengisahkan cerita ini sebelum dunia

mendengarkan Perang Salib, penginjilan, dan missionaris Barat. ... Mengapa kita harus

menyangkal bahwa sang Rasul adalah manusia yang melihat Zainab dan mengaguminya ...

Muhammad tidak pernah menyatakan dirinya sempurna, tanpa nafsu manusia." Kisah ini
fakta

dan bukan rekayasa missionaris atau rekayasa saya atau penginjil. Zainab sendiri bercerita

tentang perkawinannya dengan Muhammad: "Setelah bercerai, langsung dan lihatlah, Rasul

Allah memasuki rumah saya saat saya sedang tidak berjilbab dan saya bertanya kepadanya,

"Apakah akan seperti ini tanpa wali dan saksi?" Dia menjawab kepada saya: "Allah adalah

walinya dan Jibril adalah saksinya." Jika ada pernikahan seperti ini, nikah apa namanya?

Akitab jawaban Muhammad ini, Zainab menyombongkan diri di depan istri² Nabi yang lain.

Katanya, "Ayah²mu yang memberikan kamu dalam pernikahan, namun untuk saya, Langitlah

yang memberikan saya dalam pernikahan dengan Rasul Allah." Al-Halabia mencatat dalam

bukunya, "Jika Muhammad bernafsu atas wanita yang sudah menikah, menjadi keharusan
bagi

suaminya untuk menceraikannya baginya (Muhammad)." Sementara ada Nabi lain yang
datang

sebelum Muhammad dengan kekudusanNya berkata: "Kamu telah mendengar firman: Jangan

berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta

menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya" (Matius 5:27,28).


3. Safiyah binti Huyay

Safiyah adalah istri kepala suku Yahudi Khaibar. Di tahun 7 Hijriyah, Muhammad (60 tahun)

melakukan serangan terhadap Khaibar. Kaum Muslimin mendapat banyak rampasan, banyak

yang tewas, dan wanita² Yahudi dijadikan tawanan. Safiyah, suaminya (Kinana) dan ayahnya
juga ditawan. Muhammad memerintahkan ayahnya dibunuh. Kinana akan dibebaskan jikalau

dia bersedia menunjukkan Kanzun yaitu tempat penyimpanan harta bawah tanah. Setelah dia

memberitahukan harta emas permata, Muhammad ingkar janji dan memerintahkan Kinana

dibunuh, lalu dia menikahi istrinya (Safiyah). Ummu Salamah memuji kecantikan Safiyah:

"Saya tidak pernah melihat dalam hidup saya wanita yang lebih cantik daripada Safiyah."

Ketika Muhammad menikahinya, Safiyah baru berumur 17 tahun, dan masih dalam bulan

pertama pernikahannya dengan Kinana. Tiga tahun kemudian, Safiyah menjadi janda untuk

keduakalinya. Tapi kali ini dia tidak diperbolehkan kawin lagi. Inikah model perkawinan
yang

disunahkan Nabi? Apakah Muslim masih juga mengimani bahwa pernikahan ini bertujuan

memperkuat ikatan Islam dengan suku² lain? Ataukah karena Nabi berbelas kasihan kepada

janda²? Muhammad tidak pernah mewahyukan Firman Allah yang ini: "Janganlah
mengingini

rumah sesamamu; jangan mengingini istrinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya

perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu." Ayat ini

adalah dari kitab Keluaran 20:17.

4. Juwairiyah binti Al-Haritsa

Juwairiyah berumur 20 tahun saat bertemu dengan Muhammad. Aisyah sebagai ibu para

mukmin berkata: "Ketika Rasul Allah membagi-bagikan tawanan dari Mustaliq, Juwairiyah

diberikan kepada Tsabit bin Qais. Aisyah cemburu berat dan berkata: "Tidak seorang pun
yang

melihatnya yang tidak mengaguminya. Dia masih berusia duapuluh tahunan. Ketika saya
melihat dari pintu rumah saya, saya sangat benci. Karena saya yakin Rasul Allah melihat
dalam

dirinya, apa yang saya lihat dari kecantikannya."

5. Ummu Salamah

Ummu Salamah adalah wanita cantik yang dikawini Muhammad. Lagi² Aisyah menjadi
tumbal

kesedihan perkawinannya. Aisyah berkisah: "Ketika Rasul Allah menikahi Ummu Salamah,

saya terpuruk dalam kesedihan yang dalam saat dia membicarakan kecantikannya. Namun

ketiksa saya melihatnya, saya melihat apa yang dia gambarkan."

Ummu Salamah adalah anak perempuan dari saudara perempuan Utsman bin Affan, Kalifah

ketiga dari Muhammad. Ketika Muhammad melihat Ummu Salamah untuk pertama kalinya
di

rumah Utsman, dia lalu menginginkannya. Esok harinya Muhammad memerintahkan

suaminya Gassan bin Mughirah untuk membawa bendera di garis depan pertempuran. Dia

melakukannya dan dia tewas dalam pertempuran itu. Sehari setelah itu, Muhammad menikah

dengan Ummu Salamah. Begitulah cara kisah bagaimana Ummu Salamah menjadi istrinya.

Aneh benar kehidupan sang Nabi ini. Sungguh ajaib bilamana semua perkawinannya atas

perintah Allah demi agama yang diturunkannya. Lebih ganjil lagi bilamana ulama Muslim

mengatakan itu adalah belas kasihan sang Nabi kepada para janda pejuang Islam. Tuhan

macam apakah yang tidak mempunyai pekerjaan lain selain memastikan kepuasan seks

Nabinya? Tuhan macam apakah yang memastikan seorang suami dibunuh, atau seorang istri
diceraikan agar sang Nabi mendapatkan wanita yang diincarnya? Tuhan saya ada di atas
segala

kompromi seks, di atas segala kelicikan dan rekayasa pembunuhan manusia atas nama
agama.
Mari saudaraku, kita berpikir jujur. Merataplah atas kesalahan sejarah ini. Tidak mungkin
Allah

merestui rekayasa mengirim seorang suami di garis depatn pertempuran, tapi ini adalah

instruksi sang Nabi Islam. Hal ini sama seperti yang dilakukan oleh Daud ketika melihat

Betseba sedang mandi telanjang dari atas sotoh rumahnya. Daud lalu memanggil Betseba dan

berzina dengannya. Ternyata Betseba adalah istri Uria. Untuk melancarkan niat memuaskan

nafsu seksnya, Daud mengirim pesan kepada anak buahnya untuk menempatkan Uria di garis

depan pertempuran dan Uria pun mati. Tapi berbeda dengan Allah dalam Alkitab. Allah
murka

kepada Daud yang bernafsu kepada istri orang lain. Walaupun Daud disayang Tuhan, tapi

Tuhan tidak membiarkan perselingkuhan terjadi begitu saja. Sebaliknya, Tuhan menegur dan

menghukum Daud dengan tegas. Ancaman Tuhan berkumandang di seluruh Israel.

"Setelah itu TUHAN mengutus Nabi Natan menemui Daud. Natan pergi kepadanya dan

berkata, "Ada dua orang yang tinggal dalam satu kota; yang seorang kaya dan yang seorang

lagi miskin. Si kaya mempunyai banyak ternak dan domba, sedang si miskin hanya
mempunyai

seekor anak domba, yang dibelinya. Anak domba itu dipeliharanya sampai menjadi besar

dalam rumahnya bersama-sama dengan anak-anaknya. Anak domba itu diberi makan dari

makanan orang itu, malahan minum dari cangkirnya, dan tidur dalam pangkuannya; pendek

kata, dibuatnya seperti anak perempuannya sendiri. Pada suatu hari si kaya kedatangan tamu.

Si kaya tidak mau memotong domba atau lembunya sendiri supaya dimasak untuk tamunya.

Tetapi ia mengambil anak domba si miskin itu, lalu dimasaknya untuk tamunya." Mendengar

itu Daud menjadi sangat marah karena perbuatan si kaya itu dan ia berkata, "Kejam sekali
orang kaya itu! Demi TUHAN yang hidup, orang itu harus mengganti anak domba itu empat

kali lipat dan ia harus dihukum mati!" Kata Natan kepada Daud, "Bagindalah orang itu! Dan

inilah yang dikatakan TUHAN, Allah Israel, 'Engkau sudah Kuangkat menjadi raja atas Israel

dan Kuselamatkan dari Saul. Kerajaan Saul dan istri-istrinya telah Kuberikan kepadamu,

bahkan engkau Kuangkat menjadi raja atas Israel dan Yehuda. Seandainya itu belum cukup,

pasti akan Kuberikan lagi kepadamu sebanyak itu. Mengapa engkau tidak mempedulikan

perintah-perintah-Ku? Mengapa kaulakukan kejahatan itu? Uria kausuruh bunuh dalam

pertempuran; kaubiarkan dia dibunuh oleh orang Amon, dan kauambil istrinya!" (2 Samuel

12:9-10).

Daud menangis dan meratap. "Basuhlah segala kejahatanku; bersihkanlah aku dari dosaku.

Sebab kuakui kesalahan-kesalahanku, dosaku selalu kuingat-ingat. Terhadap Engkau,


terhadap

Engkau saja aku berdosa, dan kulakukan apa yang Kauanggap jahat. Maka pantaslah Engkau

menghukum aku, adillah keputusan-Mu. Ciptakanlah hati yang murni bagiku, ya Allah,

perbaruilah batinku dengan semangat yang tabah" (Mazmur 51:2-6,12)

Hukuman kepada Daud adalah pedang tidak pernah menyingkir dari keturunannya. Apakah

saudaraku Muslim tidak menyadari bahwa Muhammad dan keturunannya tidak pernah jauh

dari pedang? Anaknya, cucu² kesayangannya Muhammad, Hasan dan Husain mati ditusuk

pedang di Karbala. Pengganti Muhammad kemudian yakni Umar, Utsman, Ali semuanya

berujung mati pada pedang. Bahkan Aisyah ummul mukminin, ibu para Muslimin, menjadi

panglima perang Jamal, di mana banyak penghafal Al-Qur'an tewas berlumur darah. Apakah
saudara Muslim tidak sadar dengan teguran Tuhan kepada keturunan sang Nabi itu? Mustikah

teguran itu berlangsung sampai Tuhan datang untuk keduakalinya? Sampai kiamat pedang
akan terus menaungi keturunan Muhammad dan pengikutnya. Mesir hancur, Irak berantakan,

Libya porak poranda, Syria kacau balau, ISIS mengganas. ISIS akan menyerbu Arab Saudi

karena sumber duit dari minyak dan haji yang ada di situ! Apakah saudara Muslim belum

sadar dengan keadaan dunia karena sebuah arajan dan kitab sucinya? Apakah saudara Muslim

tidak bertanya apakah kontribusi Islam bagi dunia selain TERORISME?

6. Saudah binti Zam'a

Saudah merupakan satu²nya istri Nabi yang tidak cantik. Banyak ahli sejarah mengatakan dia

memiliki pribadi nan elok dan inner beauty. Namun Muhammad terkejut setelah mengetahui

bahwa Saudah tidak cantik di malam perkawinan. Muhammad marah kepada Khaulah. Ibnu

Hajjar Al-Asqalani menjelaskan kisahnya: "Khaulah, untuk memperbaiki kesalahannya, ia

menawarkan dirinya kepada dia (Muhammad), dan dia hidup bersamanya sebagai suami dan

istri, dan itu hanya terjadi setelah dua bulan perkawinannya dengan Saudah." Dr. Bint Al-
Shati

menulis: "Ketika suatu malam dengan Saudah di mana dia akan tidur dengannya, Muhammad

memberitahu keputusannya untuk menceraikannya. Saudah terkejut mendengar hal ini dan

merasa seolah-olah rumahnya roboh menimpa dirinya. Dia memohon kepadanya, "Tolong,

simpan aku, wahai Rasul Allah." Muhammad menjawab: "Dengan satu syarat, bahwa kamu

memberikan jatah malam-malammu kepada Aisyah." Daripada menghabiskan malam-malam

dengan Saudah, dia memilih menghabiskan dengan Aisyah ditambah dengan malam jatah

untuk Aisyah sendiri. Saudah sepakat, dan berkata: "Mulai sekarang, saya tidak mengingini
apa

yang disukai oleh seorang wanita, karena memberikan jatah malam saya kepada Aisyah."
Akibatnya, Muhammad menyimpannya sebagai seorang istri tapi tidak lagi dikunjungi."

Secara fisik dia bernasib malang, namun dia memiliki jiwa, karakter, dan moral yang baik.

Tetapi bagi sang Nabi, soal karakter, keelokan jiwa, dan keindahan sifat tidak menjadi syarat.

Dia malah mengancam akan menceraikan Saudah, jika jatuh malamnya tidak diberikan
kepada

Aisyah.

7. Ummu Habibah

Sebelum menikah dengan Nabi, Ummu Habibah adalah istri dari Ubaidillah bin Jahsy.

Ubaidillah adalah anak dari bibi Muhammad sendiri, dan sekaligus saudara kandung dari

Zainab yang dikawini Muhammad seminggu sebelumnya. Ternyata Ubaidillah menantang

Muhammad dengan berkata kepadanya: "Engkau bukanlah seorang Nabi ataupun Rasul
Allah.

Berhentilah berkata demikian. Saya mengimani Al-Masih karena Dia adalah KEBENARAN,

tetapi engkau adalah orang yang mementingkan diri sendiri. Maka ada ayat Al-Qur'an yang

menceritakan perkataan Ubaidillah ini: "Berkatalah orang-orang kafir: “Kamu bukan seorang

yang dijadikan Rasul”. Katakanlah: “Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan kamu, dan

antara orang yang mempunyai ilmu Al Kitab” (QS 13:43). Ubaidillah dipaksa pergi dan

Muhammad menikahi istrinya. Ummu Habibah adalah wanita yang cantik dan saat itu dia
baru

berusia 23 tahun. Ubaidillah mengembara ke Syria dan menurunkan anak² yang menjadi

Hamba Tuhan.
8. Maryam Qibtiyah

Nama asli Maryam adalah Maria, dan dia adalah seorang wanita Kristen dari Mesir. Amur
bin

Al-Ash membawa sebuah surat dari Muhammad kepada Muqauqis, sang penguasa Mesir.
Surat itu memerintahkannya untuk memeluk Islam. Muqauqis mengetahui benar kelemahan

Muhammad. Untuk menghindari resiko menolak Islam, dia memberi Muhammad hadiah

berupa dua orang perempuan kakak beradik yang sangat cantik. Jika bukan karena Al-Qur'an

yang melarang menikahi dua orang perempuan bersaudara, dan juga teguran dari mertuanya

yakni Umar bin Khattab, maka Muhammad tentu akan mengawini kedua perempuan itu.

Muhammad sudah cukup puas dengan Maria, dan dia terus mengunjunginya dan

menghabiskan waktu siang dan malam tanpa bosan. Suatu kali dia ingin bertemu dengan
Maria

di rumah Hafsah. Saat itu Hafsah sedang tidak ada di rumahnya. Ketika Hafsah tiba² pulang,

dia menemukan Muhammad sedang berhubungan intim dengan Maria di tempat tidurnya

sendiri. Dia berkata kepada suaminya: "Di dalam rumahku, dan di atas tempat tidurku dan

pada hari giliranku engkau tidur dengan budakku ..." Muhammad yang menerima wahyu
Allah

berkata: "Rahasiakanlah dan jangan berkata kepada siapapun. Jangan katakan kepada Aisyah,

karena dia sangat takut kepada Aisyah. Lihat QS 66:2-3. Dia lalu berjanji kepada Hafsah:
"Saya

tidak akan menyentuh Maryam lagi. Dan saya nyatakan kepadamu dan ayahmu serta ayah

Aisyah bahwa mereka berdua akan memimpin bangsaku setelah aku. Saya tinggalkan hal ini

kepada mereka." Tetapi Hafsah memberitahu Aisyah dan akibatnya Muhammad menceraikan

Hafsah.

Ketikah mendengar kabar mengenai perceraian Muhammad dan Hafsah, Umar (ayah dari

Hafsah) sangat marah dan nyaris meninggalkan Islam. Ketika Muhammad tahu reaksi Umar,

dia mengambil kembali Hafsah dengan sebuah perintah dari 'Jibril' yang berkata kepadanya:
"Hafsah akan menjadi istrimu pada hari pengangkatan." Apakah begini sikap Nabi besar?
Yang

besar karena dapat menyelamatkan semua konflik kawin-mawin yang dia ulahi sendiri?
Seperti

biasa, turunlah ayat pembelaan dari Allah karena Muhammad terlanjur mengharamkan
dirinya

berhubungan intim dengan Maryam. "Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang

Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha

Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS 66:1)

Allah belum puas dengan itu, sehingga Dia menegur Hafsah dan Aisyah lewat ayat: "Jika
kamu

berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk

menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka

sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin

yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula. Jika Nabi

menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang

lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang

mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan" (QS 66:4,5). Jadi

Muhammad memerlukan Firman dari Allah untuk melawan dua istrinya, sekaligus
membunuh

karakter mereka. Dan Allah berjanji untuk menukar mereka dengan istri baru yang perawan

atau janda. Allah menyerahkan diriNya, Jibril dan seluruh orang beriman untuk membela
sang

Nabi.
Banyak sekali keganjilan mengenai kehidupan Nabi, tapi lebih ganjil lagi jika melihat umat

Islam tetap berjalan dan beriman setelah membaca realitas kehidupan Nabi Arab. Saya yakin

bahwa tuhan dengan kualitas seperti itu bukanlah Tuhan. Ini tak lain adalah jebakan yang

saling menipu dari atas ke bawah, dari Muhammad ke sahabat²nya.


Dalam kenyataannya, banyak Muslim terpelajar yang tahu persis sejarah hidup Muhammad

tetapi terperangkap dalam retorika, pidato, ceramah, teror, intimidasi dan ketakutan yang

meliputi seluruh hidup mereka. Kematian adalah hukuman bagi mereka yang meninggalkan

Islam. Sejarah mencatat bahwa Abu Bakar, pengganti Muhammad, memerintahkan sepuluh

ribu orang dibunuh dalam waktu tiga hari karena mereka meninggalkan Islam.

9. Maimunah binti Al-Harits

Kisah Maimunah merupakan kisah terakhir dari rentetan kisah yang menyakiti hati wanita

manapun.Saya sudah banyak mempelajari tentang Muhammad, baik ketika masih Islam

maupun setelah menjadi pengikut Yesus. Sosok Muhammad jadi bertambah jelas terlebih lagi

setelah membandingkan ajaran Al-Qur'an dan Alkitab. Kisah Maimunah memperjelas bahwa

Muhammad mempunyai aturan tersendiri bagi dirinya, dan hukum pengharaman bagi

umatnya tidak berlaku bagi dirinya. Kaum Muslimin tahu bahwa haram hukumnya untuk

menikah pada musim haji. Aturan ini sudah berlaku sejak zaman haji jahiliyah, namun

Muhammad menikahi Maimunah pada musim haji.

Suatu saat Maimunah berada di atas untanya. Ketika dia melihat Nabi, dia lalu menjatuhkan

dirinya di hadapan Muhammad dan berkata: "Onta dan apa saja yang ada di atasnya adalah

milik Nabi." Muhammad sempat mengingatkan Maimunah bahwa saat itu adalah musim haji,

namun Maimunah menjawab bahwa dia tidak mau menunggu lama.

Apakah mungkin bagi Muhammad untuk menahan diri sampai akhir musim haji?
Pengalaman
sebelumnya membuktikan dua hal: (1) dia tidak dapat menolak kecantikan wanita, dan (2) dia

selalu tersedia solusi untuknya. Sore hari itu juga, sang Nabi berkata kepada Maimunah:

"Sebuah ayat diturunkan kepadaku. ... dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya

kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk

semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan
kepada

mereka tentang isteri-isteri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak
menjadi

kesempitan bagimu" (QS 33:50). Selanjutnya, paman Muhammad yakni Al-Abbas


meresmikan

perkawinan Muhammad hari itu juga.

Demikianlah urusan kawin-mawin yang dilakukan oleh sang Nabi Arab itu. Sekali lagi mari

kita renungkan kisah perkawinan Nabi dengan kepala dingin dan hati lebar. Saya persilakan

saudara untuk melakukan penelitian sejarah dan menyelidiki buku² hadis dan sejarah

Muhammad. Dengan luasnya ilmu pengetahuan, pengaruh media, dan canggihnya teknologi

internet, maka penelitian tentang Islam bisa dilakukan dengan mudah. Saya berharap tulisan
ini

keliru, tetapi saya mengumpulkan data tulisan dari referensi yang tidak keliru. Dan ini bukan

kelirumulogi. Akhirnya...

Kebenaran akan berbicara tentang dirinya sendiri. Dan kebenaran adakan memerdekakan.

Sebelum saya tutup bab ini, ada pertanyaan yang lebih penting: Mengapa orang Islam tidak

tahu cerita² ini? Jawabannya: semua ulama Islam tahu, tapi sengaja menutup cerita² ini rapat²
kepada umat. Tidak ada khotbah atau seminar yang boleh membahas perkawinan Nabi.
Haleluyah!
Bab Sepuluh

AL-QUR'AN MENGUBAH ALKITAB

Dalam bab ini kita akan melihat beberapa kesalahan Al-Qur'an dari berbagai segi. Tidak
semua

kesalahan dibahas dan hanya beberapa saja yang dapat ditulis dalam buku ini. Umat Muslim

sangat bangga dengan kebenaran Al-Qur'an yang mereka yakini sebagai kitab yang tidak

tertandingi. Al-Qur'an menyatakan sayembara bahwa tidak ada seorang pun yang dapat

meniru, melampaui, dan menyaingi kehebatan Al-Qur'an, walaupun semua orang tolong-

menolong untuk menciptakan semisal Al-Qur'an. Bahkan jikalau jin kut lomba membuat Al-

Qur'an sekalipun, tetap tidak bisa!

"Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al

Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun

sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain” (QS 17:88)

"Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan

melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan


perumpamaan-

perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir" (QS 59:21)

"Dan jika kamu dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba
Kami,

buatlah satu surat yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah,
jika kamu orang-orang yang benar" (QS 2:23)

Namun dengan berjalannya waktu dan semakin majunya ilmu pengetahuan, semakin nampak

pula bahwa Al-Qur'an tidak tahan uji.

Untuk menutup keraguan umat, Muhammad dan pengikutnya mencari sasaran musuh

bersama, yaitu menuduh bahwa Alkitab telah dipalsukan. Hal ini berimbas sampai pada

keyakinan bahwa seluruh ajaran Alkitab yang diikuti oleh umat Yahudi dan Nasrani menjadi

sesat. Umat Islam yakin bahwa Alkitab telah diubah oleh tangan² mereka karena isinya tidak

sesuai dengan Al-Qur'an.

Muslim lupa bahwa sebagian orang² di zaman Muhammad telah mempelajari Alkitab dan

mendapatkan terang dari Alkitab. Pendeta Waraqah bin Naufal, Khadijah (istri Muhammad),

dan suami pertama Khadijah adalah orang² yang mengetahui bahwa Alkitab dan tidak

menuduh Alkitab dipalsukan. Tetapi mengapa begitu mereka meninggal dan setelah

Muhammad tinggal di Medinah, dia menjadi benci dengan Alkitab?

Kisah Abraham Dijungkirbalikkan

Semua letak geografis di mana Abraham dulu berada telah dirubah posisinya menjadi di
tanah
Arab dalam Al-Qur'an. Anda akan melihat bagaimana Al-Qur'an meyakinkan Muslim dan

menyesatkan mereka dengan kisah yang tidak masuk akal. Muhammad mendapat posisi

strategis melalui kisah Abraham.


"Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lotpun ikut
bersama-

sama dengan dia; Abram berumur m tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.

Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang

didapat p mereka dan orang-orang q yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke

tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Abram berjalan melalui negeri itu sampai ke suatu tempat

dekat Sikhem, yakni pohon tarbantin di More. Waktu itu orang Kanaan diam di negeri itu"

(Kejadian 12:4-6).

Dari Haran mereka masuk ke tanah Kanaah, dekat Sikhem, di mana Tuhan berbicara dengan

menampakkan diriNya kepada Abram. Dan Abram membuat mezbah di situ. Lalu Abram

berpindah ke dekat Betel dimana dia mendirikan mezbah bagi keluarga dan keturunannya.

Mustahil mezbah didirikan untuk pertama kalinya di Mekah seperti yang dinyatakan di Al-

Qur'an. Bahkan menurut Islam sendiri, Tuhan tidak pernah muncul dan menampakkan
diriNya

di Mekah kepada nabi manapun, termasuk Muhammad.

Masa kelaparan melanda negeri di mana Abraham tinggal sehingga dia pergi menuju Mesir

untuk tinggal sebagai orang asing. Setelah itu Abraham kembali ke Kanaan, di mana Tuhan

berkata padanya: "Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab

kepadamulah akan Kuberikan negeri itu." Sesudah itu Abram memindahkan kemahnya dan

menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat Hebron, lalu didirikannyalah

mezbah di situ bagi TUHAN" (Kejadian 13:17-18).


Sangat lucu kalau tiba² tanpa bukti apapun, Al-Qur'an menyatakan bahwa Baitullah di Mekah

adalah mezbah yang pertama di dunia yang dibangun oleh Abraham dan Ismael.

"Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah

Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua
manusia"

(QS 3:96). Dengan ayat ini, Muhammad mengatakan bahwa Abraham tidak pernah beribadah

dan tinggal puluhan tahun di Kanaan.

Abraham sangat cinta Tuhan dan berhubungan erat dengan Tuhan. Mereka bercakap-cakap

dengan intim sebagai sahabat. "Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan

Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan

yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu. Lagi kata Abram: "Engkau
tidak

memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku.""

(Kejadian 15:2-3).

Abraham tidak pernah pergi ke Mekkah dan tidak ditemukan bukti bahwa dia pernah ke tanah

Arab.

Karena Sara mandul, maka dia meminta Abraham untuk mengambil Hagar, budak Sara yang

diberikan Firaun ketika di Mesir, untuk menjadi istrinya sehingga memberikan keturunan.

"Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu bahwa
ia
mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu" (Kejadian 16:4). Hagar

memandang rendah tuannya.


"Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: “Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung

jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa

ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; Tuhan kiranya yang menjadi Hakim antara

aku dan engkau.” Kata Abram kepada Sarai: “Hambamu itu di bawah kekuasaanmu;

perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik.” Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia
lari

meninggalkannya." (Kejadian 16:6). Tetapi malaikat memerintahkan Hagar untuk kembali


pada

Sarai, nyonyanya itu.

Apa yang kita lihat dalam pasal² awal Taurat ini? Hagar dan keturunannya hanya mendapat

hadiah saja, dan tidak mendapat warisan. Mereka bukanlah ahli waris dari kekayaan apalagi

kenabian Abraham. "Abraham memberikan segala harta miliknya kepada Ishak, 6tetapi
kepada

anak-anaknya yang diperolehnya dari gundik-gundiknya ia memberikan pemberian;


kemudian

ia menyuruh mereka -- masih pada waktu ia hidup -- meninggalkan Ishak, anaknya, dan pergi

ke sebelah timur, ke Tanah Timur" (Kejadian 25:5). Hagar menjadi sombong dan melawan

dengan cara memandang rendah nyonyanya sendiri. Sifat itu lalu menurun pada keturunannya

dari jaman dahulu sampai sekarang.

Tiga belas tahun kemudian, lahirlah Ishak. Saat itu, Abraham berumur 99 tahun dan Sara

berumur 90 tahun. Kisahnya berlanjut: "Berkatalah Sara kepada Abraham: “Usirlah hamba

perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-
sama dengan anakku Ishak.” Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu.

Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: “Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan

budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau

mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak"

(Kejadian 21:10-12). Abraham menuruti permintaan Sara untuk mengusir Hagar dan Ismael

karena Tuhan juga berkata begitu, meskipun hati Abraham sebal. Abraham taat pada Tuhan.

"Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya

kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian
disuruhnyalah

perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba"

(Kejadian 21:14).

Muhammad menyelewengkan kisah ini dengan mengatakan bahwa Abraham ikut mengantar

Hagar dan Ismael sampai ke Mekkah. Ini tak masuk akal mengingat Abraham tidak mungkin

meninggalkan Sara dan Ishak hanya untuk mengantar Hagar yang sekedar budak saja dan

sempat berdosa karena bersikap sombong, memandang enteng Sara sebagai nyonyanya.

Gurun Bersyeba secara geografis diubah menjadi bukit Shafa dan Marwah. Lalu dikisahkan

bahwa karena kekuarangan air, Hagar berlari dari satu bukit ke bukit lainnya. Ini lalu dikenal

sebagai upacara Sa'i ketika Muslim naik haji. Dikisahkan bahwa saat Ismael menendang-

nendang pasir, muncullah mata air zam-zam. Jarak antara Gurun Bersyeba dengan bukit
Shafa
dan Marwa di Mekkah adalah ribuan mil.

Ketika Ishak berumur 7 tahun, Tuhan memerintahkan Abraham membawa anak itu ke
Gunung

Moria, di mana ia harus mempersembahkan anak itu kepada Tuhan sebagai korban. Abraham
patuh kepada perintah Tuhan. Hal ini bukanlah sebuah mimpi seperti yang diceritakan Al-

Qur'an, yang bahkan tidak bernai menyebut nama anak yang diminta Tuhan untuk

dikorbankan bagiNya. "Maka tatkala anak itu sampai berusaha bersama-sama Ibrahim,
Ibrahim

berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu.

Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang

diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang

sabar” (QS 37:102).

Abraham tidak pernah ke Mekah dan tidak pernah mengorbankan Ismael. Seluruh hidup

Abraham dihabiskan di Kanaan, kecuali saat dia berkunjung singkat ke Mesir karena
kelaparan

melanda Kanaan.

Ismael juga tidak pernah tinggal di Mekkah seperti yang didongengkan oleh Muhammad

dengan sesuka hatinya. Semua keterangan menjadi rancu dan aneh karena klaim cerita dan

kisah yang dipaksakan. Perhatikan perintah Allah yang amat ganjil berikut.

"Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi
manusia

dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah

Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang

yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud” (QS 2:125).
Muhammad meminjam nama Ibrahim untuk memperkuat doktrinnya. Ibrahim tidak pernah

melakukan ibadah sholat seperti yang diajarkan Nabi Muhammad. Abraham tidak pernah

Thawaf, Sa'i, wukuf, tahalul. Tidak mungkin Abraham beribadah mengelilingi bangunan
kubus

bercat hitam (Ka'bah) tujuh kali. Terlebih lagi mencium batu hitam seperti apa yang
dilakukan

Muhammad. Dalam ibadah orang Yahudi dan Kristen tidak ada kegiatan mencium batu
hitam.

Muhammad menadapatkan inspirasi shalat setelah tahun ke 12 kenabiannya. Jadi selama 12

tahun menjadi Nabi, dia tidak pernah shalat, tidak pernah puasa.

Muhammad naik haji setelah mampu menguasai Ka'bah. Jadi semua bentuk ibadah dalam

Islam tidak ada yang sesuai dengan ibadah orang Yahudi dan Nasrani. Dari Nabi satu ke Nabi

yang lain, semua bentuk ibadah sudah ada sebelum Muhammad itu lahir. Ibadah dalam

kepercayaan Yahudi dan Kristen sudah mapan, sehingga tak perlu naik bouraq untuk

menerima perintah ibadah. Muhammad mendapatkan rangkaian ibadah itu secara berangsur-

angsur.

Selain itu juga terdapa cerita dalam Al-Qur'an di mana Abraham dibakar dengan api oleh
Raja

Namruz. Tidak ada Raja Namruz di zama Abraham. Semua kisah itu tak berdasar, karangan

manusia saja, atau bisikan makhluk halus. Tidak ada cerita Abraham dibakar dengan api
dalam

Alkitab.
Haleluyah!
Bab Sebelas

Allah Esa atau Trinitas

Oleh teman² dekat, saya diminta untuk harus membahas bab ini. Pembahasan masalah ini

membuat banyak Muslim bingung. Bahkan orang Kristen pun tak kurang bingungnya.

Kedatangan Muhammad dengan ucapan dan kata² sederhana dianggap sebagai kebenaran

Allah, padahal Muhammad tidak mampu menjelaskan siapakah Allah itu. Islam juga tidak
bisa

menjelaskan kebenaran Allah. Sifat ayat² Al-Qur'an yang ambivalen, mendua, dan saling

bertentangan pada akhirnya membingungkan kaum Muslim itu sendiri. Tetapi Muslim yang

sudah terbuka hatinya akan lebih mudah menerima Yesus. Saya akan mencboa menerangkan

masalah besar yang diangkat oleh Al-Qur'an untuk menentang keKristenan.

Pembahasan ini ditinjau dari ayat Al-Qur'an dalam bahasa Arabnya, dan bukan dari
terjemahan

Departemen Agama yang sudah dimasuki tafsiran penerjemahnya. Al-Qur'an terjemahan

Departemen Agama juga berubah-ubah sesuai dengan pergesekan kajian orang² Kristen

terhadap Al-Qur'an dari tahun ke tahun. Buku ini juga akan mengubah terjemahan Al-Qur'an

dari Departemen Agama di tahun² ke depan. Perubahan terjemahan Al-Qur'an tidak terjadi di

Indonesia saja, tapi juga pada berbagai bahasa dunia. Semua ayat² Al-Qur'an yang

bersinggungan dengan Kristen mereka ubah².


Allah yang Alkitabiah dan Trinitas

Ajaran Trinitas tidak ada dalam Alkitab. Trinitas hanyalah tafsiran dari ayat² Alkitab setelah

ratusan tahun kemudian. Mari kita baca ayat berikut yang menurut saya sangat indah karena

bermakna Alkitabiah yang murni. Al-Qur'an tidak bisa menghindari untuk tidak menulisnya.

"Sesungguhnya Al Masih, 'Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang

disampaikan-Nya kepada Maryam, dan roh dari-Nya" (QS 4:171).

Dalam ayat ini, Tuhan sedang berbicara mengenai FirmanNya yang diutus, dan Roh Kudus,

dalam kesatuan Tuhan. Sederhana. Hal ini sama dengan Anda mengalikan 1 kali 1 kali 1
sama

dengan 1. Dan Anda ulang lagi, hasilnya tetap satu, karena Allah itu adalah Roh. Karena
itulah

bukan 1 tambah 1 tambah 1 sama dengan 3. Muhammad berkata Allah itu adalah Dzat. Dzat
itu

ada tiga jenis: dzat padat, dzat cair, dzat gas. Kalau Allah itu dzat apa? Dalam ayat di atas,

penulis Al-Qur'an mengutip dari narasumber Nasrani sepotong² dengan cara sendiri dan

mengungkapkan dengan cara sendiri juga. Dia mengutip sepotong² saja dan tidak secara

berkelanjutan dan bertanggung-jawab. Semua potongan ayat Alkitab yang berkaitan dengan

theologi lalu dituliskan dalam Al-Qur'an, dan tetap dianggap oleh umat Islam sebagai 'cerita

dari para nabi'. Keterangan tentang Allah inilah yang diyakini kaum Muslim: Dia pencipta

langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunya anak, padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia

menciptakan segala sesuatu, dan Dia mengetahui segala sesuatu. Muhammad tidak
mewariskan dialog ketuhanan yang kompleks karena dia hanya mampu berpikir sederhana

atau bermain pedang.


Al-Qur'an menuduh orang Kristen telah menambah partner bagi Tuhan atau menyekutukan

Tuhan dengan yang lain (syirik). Mengapa terjadi tuduhan itu? Hal ini karena Al-Qur'an

menganggap bahwa Allah itu adalah Dzat, sehingga Allah itu tentunya makhluk biologis.

Orang Islam tidak bisa menerima keteranga: Yesus Anak Allah. Mereka mengira Yesus Anak

Allah secara biologis. Padahal kalau mereka membaca ayat Alkitab yang lain akan jelas
bahwa

siapapun yang dituntun Roh Allah adalah anak² Allah. Hal ini diterangkan di Roma 8:14 dan

banyak ayat² lainnya. Orang Islam bersikap bisu dan tulis ketika bertemu dengan ayat seperti

berikut: "Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak

Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya" (Yohanes 1:12).

Apakah perbedaan antara nabi² lain dengan Yesus Kristus? Dalam Yesus ada Roh Allah.
"Roh

Tuhan ada padaKu ..." (Lukas 4:18). Karena Roh Tuhan ada padaNya, maka Dia dengan
mudah

dapat melakukan perbuatan ajaib seperti orang tuli mendengar, orang buta melihat, orang bisa

berbicara, bahkan orang mati hidup kembali. Sedangkan nabi² lain memiliki roh ciptaan:

"Demikianlah firman TUHAN yang membentangkan langit dan yang meletakkan dasar bumi

dan yang menciptakan roh dalam diri manusia" (Zakaria 12:1). Roh manusia ini diciptakan

karena hubungan suami istri, dan roh ini ada pada seluruh manusia. Tapi kalau kita semua

menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, maka kita akan sama dengan Kristus
dalam

hal melakukan perbuatan ajaib, melakukan mujizat, serta memiliki hidup kekal. Jika begitu,
mengapa nabi² sebelum Yesus bisa melakukan mujizat? Jawabnya adalah karena mereka
adalah

orang² pilihan Allah. Mujizat adalah materai sebagai utusan Allah. Yesus dalam

memperlihatkan mujizat tidak pernah komat-kamit seperti dukun. Dia hanya berkata:
Sembuh!

Lalu sembuhlah orang yang ditolongnya. Bahkan seorang wanita yang mengalami
pendarahan

selama 12 tahun langsung sembuh ketika dia menyentuh jumbai jubahNya. Mengapa hal ini

bisa terjadi? Karena Dia adalah KalimatNya. Di seluruh Perjanjian Baru, Yesus selalu
berkata:

Aku berkata kepadamu. Yesus adalah Firman Tuhan itu sendiri, sehingga Dia tidak berkata:

Allah berfirman ... seperti yang ditulis dalam Perjanjian Lama dan Al-Qur'an.

Tiga Perbuatan Besar dari Allah

Allah tidak hanya diketahui dan dikenal melalui namaNya saja, tapi terutama dari perbuatan

atau karyaNya. Seluruh Alkitab menceritakan perbuatan² Allah. Ayat pertama dari Alkibat
saja

sudah dimulai dengan pernyataan tentang apa yang telah Allah perbuat: "Pada mulanya Allah

menciptakan ..." (Kejadian 1:1), dan ayat terakhir juga menyatakan apa yang akan Allah

perbuat: "Aku datang segera ..." (Wahyu 22:20).

Dari semua perbuatan Allah itu, ada perbuatan² yang besar (1 Petrus 2:9) seperti:
1. Menciptakan langit dan bumi serta seluruh isinya dan memeliharanya

2. Menebus dan menyelamatkan ciptaanNya dari dosa dan kebinasaan

3. Memperbaharui dan memulihkan kembali ciptaanNya

Allah Mencipta dan Memelihara


Allah menciptakan langit dan bumi serta segala isinya. Semua ciptaan Allah itu baik, bahkan

amat baik. Namun oleh kejatuhan manusia ke dalam dosa, maka semuanya berada di bawah

kutuk dan akan binasa. Namun Allah tetap mengasihi semua ciptaanNya itu dan

memeliharanya dengan setia. Allah tidak membuang sama sekali ciptaanNya.

Allah Menebus dan Menyelamatkan

Karena Allah tetap mengasihi semua ciptaanNya, maka Allah mau menyelamatkannya dari

kebinasaan. Untuk itu Allah menebusnya dari kuasa dosa dan maut. Menebus artinya

mengambil kembali sesuatu yang tadinya adalah milik kita dengan membayar harga

tebusannya. Allah berencana untuk menebus dan menyelamatkan semua ciptaanNya. Itulah

Rencana Keselamatan dari Allah untuk dunia ini. Rencana itu mulai dilaksanakan dengan

memilih dan memanggil Abraham dan melalui Abraham ini lahirlah umat Israel. Dari Israel

inilah lahir Yesus Kristus. Oleh dan di dalam Yesus ini - dalam kematian dan
kebangkitanNya -

dunia ini dan segenap isinya ditebus dan diselamatkan dari kebinasaan. Jadi harga tebusan

yang Allah bayar ialah PutraNya sendiri, Yesus Kristus, yang harus turun ke dalam dunia

menjadi sama dengan manusia. Jadi Yesus Kristus adalah Allah sendiri yang datang ke dalam

dunia dalam rupa manusia, dan menjadi Penebus dan Penyelamat dunia.

Allah Memperbaharui dan Memulihkan


Oleh penebusan dan penyelamatan Allah dalam Yesus Kristus, maka semua ciptaan Allah itu

telah kembali menjadi milik Allah. Namun kerusakan akibat dosa itu masih ada dan terasa

dalam kehidupan ciptaanNya. Maka Allah lalu bekerja lagi untuk memperbaharui dan

memulihkan kembali semua ciptaanNya itu. Dan itu Allah lakukan dalam kuasa Roh

KudusNya yang diutusNya ke dalam dunia ini. Roh Kudus itu bekerja di dalam dunia dan di

dalam persekutuan orang² yang percaya kepada Yesus Kristus yaitu Gereja. Pekerjaan

pembaharuan dan pemulihan itu akan "tuntas" ketika Yesus Kristus datang kembali. Pada
saat

itulah akan tercipta Langit Baru, Bumi Baru dan Manusia Baru.

Yesus Disebut sebagai Tuhan

Kesalahpahaman Muslim adalah Allah dan Tuhan adalah sama, tidak terpisahkan. Bagi

Muslim, yang disebut sebagai Allah itu adalah Tuhan, dan yang disebut sebagai Tuhan itu

adalah Allah. Maka mereka berkata: Tiada Tuhan selain Allah. Kalau begitu, apa bedanya

antara Allah dengan Tuhan?

Mari kita lihat keterangan dari Alkitab:

• "Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang

kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus" (Kisah Rasul 2:36)
• Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala

sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-

Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

Bagaimana menyederhanakan rumusan: Bapa, Anak, dan Roh Kudus sehingga mudah

dimengerti saudara Muslim?

TIADA ALLAH KECUALI YESUS KRISTUS. "Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah
berhala

... " (1 Tawarikh 16:26). Allah bangsa lain adalah patung pahatan. Allah bangsa Jahiliyah
adalah

batu hitam. "Mereka berbicara tentang Allah Yerusalem seperti tentang para allah bangsa-

bangsa di dunia, adalah buatan tangan manusia" (2 Tawarikh 32:19).

Gereja merumuskan bahwa Allah itu adalah Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Rumusan ini

dibuat dengan bertolak dari kesaksian Alkitab tentang Tiga Perbuatan Besar dari Allah itu.
Hal

ini tidak berarti bahwa ada tiga Allah yang dipercayai Gereja. Allah itu esa (Ulangan 6:4).
Dan

Allah yang esa itu dialami, dihayati oleh dan hadir dalam hidup manusia dalam tiga

keberadaan, atau tiga "cara hadir". Ia hadir sebagai Pencipta dan Pemelihara, sekaligus
sebagai

Penebus dan Penyelamat, sekaligus sebagai Pembaharu, Penyempurna, dan Pemulih.


Tegasnya,

Allah yang esa itu hadir dalam tiga cara. Karena itulah, Gereja merumuskan bahwa Allah itu
ada dan hadir diantara kita sebagai Bapa, sebagai Anak, dan sebagai Roh Kudus. Atau Bapa,

Anak, dan Roh Kudus.

"Bapa" adalah gelar dan bukan istilah biologis berdasarkan keturunan. Gelar itu digunakan

untuk menyatakan bahwa Allah adalah sumber dan asal mual serta pemelihara bagi anak²nya.

"Bapa" juga adalah gelar untuk menyatakan bahwa Allah itu jauh lebih "tinggi" di atas kita,
dan

kita menjunjung dan menghormatiNya. Hal ini seperti kalau kita menyapa seseorang dengan

sebutan "Bapa", misalnya Bapa Pendeta, Bapa Presiden, dll. Sebutan Bapa di sini bukanlah

istilah biologis - keturunan, melainkan gelar untuk menjunjung dan menghormati seseorang.

"Anak" merupakan gelar juga untuk menunjukkan bahwa Yesus Kristus itu berasal dan
datang

dari Allah dan memiliki hakikat yang sama dengan Allah. Hal ini seperti kalau kita
mengatakan

bahwa "si A" adalah "anak Ambon", dan maksud sebenarnya adalah ia datang dari Ambon,

memiliki sifat dan watak budaya orang Ambon. Begitu juga dengan Yesus Kristus, yang

walaupun hadir dan nampak sebagai manusia, namun orang² yang percaya kepadaNya yakin

bahwa Ia adalah Allah yang datang ke dalam dunia dalam wujud manusia. Selama Ia ada di

dunia ini, Ia disebut "Anak Allah", tapi begitu selesai karyaNya di dunia ini dan kembali ke

Surga, Ia bukan lagi "Anak Allah", melainkan Ia adalah "Allah." Hal ini seperti si A tadi yang

disebut sebagai "anak Ambon" . Dia disebut sebagai "anak Ambon" hanya sewaktu ia berada
di

luar Ambon, dan kalau ia kembali ke Ambon, maka di Ambon ia tidak lagi disebut sebagai
"anak Ambon" tetapi "orang Ambon".

"Roh Kudus" adalah sebutan bagi Allah dalam karyaNya sebagai "Penolong dan Penghibur"

(Yohanes 14:25). Roh inilah yang membimbing dan menerapkan hidup baru dalam Kristus di

dalam diri manusia.


"Tiga Oknum" atau "Tiga Cara Berada"

Allah itu esa, tetapi Ia mempunyai tiga pribadi atau oknum. Ia adalah Allah Bapa yang ada
dan

hadir dengan kita dalam FirmanNya yang telah menjadi manusia yaitu Yesus Kristus, yang
kita

kenal melalui Alkitab, dan yang sekaligus hadir sebagai kuasa Roh yang bekerja di dalam
hati

kita. Jadi singkatnya: Allah Bapa adalah Allah yang ada di atas kita, dan Putra adalah Allah

yang ada di dekat kita, dan Roh Kudus adalah Allah yang ada di dalam kita. Yang ada

bukanlah tiga Allah, tapi satu Allah saja. Ketiganya itu esa, berbeda tapi tak terpisah, satu
tapi

tak tercampur.

Illustrasi matahari dapat dipakai untuk memahami hal ini. Kita mengalami kehadiran
matahari

dalam hidup kita melalui tiga cara: (1) benda, di mana matahari itu sendiri berada jauh di atas

kita; (2) sinar dan cahayanya yang ada di sekitar kita; (3) panasnya yang tidak terlihat tapi

terasa di kulit kita. Ketiga unsur matahari itu satu tetapi tidak berbaur, berbeda tetapi tidak

terpisah. Ketiga-tiganya hadir dan berfungsi dalam hidup kita.

Allah dan Logika Manusia


Seringkali Allah disalahpahami dan karena itu sering ditolak karena "tidak masuk akal".
Tetapi

sebenarnya itu adalah kesalahan kita: Allah ingin dipahami berdasarkan akal, padahal akal

manusia itu terbatas, karena manusia memang terbatas. Terlebih sukar lagi jika kita mencoba

memahami Allah yang Maha Besar berdasarkan "matematika". Kita hanya percaya karena hal

itu dikatakan dalam Alkitab. Kita patu merenungkan apa yang dikatakan dalam 1 Korintus

13:12 yang berbunyi: "Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang
samar-

samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal

dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri

dikenal."

Perlu dicatat bahwa di sepanjang sejarah Gereja, telah ada usaha² untuk menjelaskan Allah
ini

secara logika, namun semua usaha itu tidak pernah memuaskan. Terlebih lagi ada usaha yang

sampai bertentangan dengan Alkitab, khususnya mengenai keilahian dan kemanusiaan Yesus

Kristus. Dua diantara banyak ajaran yang tidak sesuai dengan Alkitab itu ialah:

Pertama, yang menyatakan bahwa Yesus itu adalah manusia biasa, yang "dimasuki" oleh
Allah.

Kedua, Yesus adalah Allah yang datang ke dalam dunia dengan tubuh semu (maya), jadi
bukan

tubuh manusia yang sejati.


Kedua ajaran ini tidak sesuai dengan kesaksian Alkibat sebab yang kita yakini ialah Yesus

adalah benar² Allah dan benar² manusia.

Ada juga ajaran lain yang menyatakan bahwa Allah Tritunggal itu ada, tapi ketiganya hadir

secara bergiliran. Pada waktu Perjanjian Lama, Allah Bapa yang hadir. Pada waktu Perjanjian

Baru, Allah Anak yang hadir. Dan sekarang, Allah Roh Kudus yang hadir. Ajaran ini juga
tidak
sesuai dengan Alkitab, sebab Alkitab menyaksikan bahwa ketiga-tiganya: Bapa, Anak, dan
Roh

Kudus selalu hadir bersama-sama serentak dan sekaligus.

Nah, daripada kita berusaha menjelaskan atau memahami Allah secara logika, namun kita

menjadi salah mengerti dan sesat, lebih baik kita tinggal percaya saja. Sebab iman, bukanlah

"mengerti dulu baru percaya" melainkan "percaya dulu baru mengerti". Ajaran Trinitas ini

bukan berarti irrasional atau tidak masuk akal, melainkan tidak terjangkau oleh akal.

Bagi saudara Kristen yang baru, bab ini sangat membantu untuk mengerti apa yang selama
ini

tidak Anda pahami. Bukan pikiranmu, buka hatimu, buka telingamu untuk semua hikmat dari

Tuhan. Belajarlah walau dari mulut anjing. Tuntu ilmu walau ke Mekkah. Wa man saro wa

shola. Man jadda wa jada. Siapa berjalan akan sampai. Siapa bersungguh-sungguh akan
sukses.

Allah itu Roh

Agama² dunia dengan kitab sucinya membuat konsep yang jauh dari kebenaran. Kekristenan

adalah keyakinan yang bersumber dari Alkitab, sehingga harus kembali kepada apa kata

Alkitab, dan bukan dari konsep atas kesepakatan orang² dalam gereja.

Allah itu Roh, Allah itu bukan benda, bukan dzat. Karena Allah itu Roh, maka mudah
memahaminya. Dia adalah Roh, dengan begitu tentunya bersatu secara Roh juga. Dia itu Esa,

bukan satu. Esa adalah cara bersatunya roh. Itu sebabnya orang Kristen kalau menyembah

Tuhan harus menyembah dalam Roh dan Kebenaran. Orang Kristen tidak boleh menyembah

dalam bentuk fisik, seperti menyembah sampai jidat hitam, atau berpakaian baju koko dari

Tiongkok, kopiah harus putih, sarungan, jenggotan. Kalau kamu datang menyembah dalam

keadaan susah, janganlah pura² bahagia, tapi datanglah dengan rohmu yang sedang susah dan

sampaikan kepada Tuhan mengapa kamu susah. Tuhan akan mengubahmu, memulihkanmu,

membuatmu sukacita. Nanti dengarkan baik² firman Tuhan yang disampaikan oleh hambat

Tuhan dalam khotbahnya.

Menyembah Tuhan dalam Kristen tidak perlu basuh², bersih fisik, karena Tuhan melihat hati

manusia. Dia tidak melihat baju kita sewaktu masuk gereja, meskipun kita melihat cara

berpakaian orang yang masuk gereja lebih bagus daripada orang yang masuk mesjid, yang

mengenakan kopiah bau yang tidak pernah dicuci selama bertahun-tahun. Allah melihat hati

karena Allah itu roh. "Bahkan, sekalipun engkau mencuci dirimu dengan air abu, dan dengan

banyak sabun, namun noda kesalahanmu tetap ada di depan mata-Ku, demikianlah firman

Tuhan ALLAH" (Yeremia 2:222). Apa gunanya membasuh wajah, tapi membenci orang
yang

beragama lain? Apa gunanya kumur² tapi masih suka memfitnah? Apa gunanya cuci tangan

tapi suka mencuri?

Allah yang Esa, Oneness of God (kesatuan dalam Tuhan)


"Dengarlah, hai bangsa Israel! Tuhan Allah kita, Dialah Tuhan Yang Esa." "Hear, O Israel!
The

Lord our God is one Lord." Sheema, Yisrael! Adonai Elohune, Adonai echad! (Ulangan 6:4 =

Markus 12:29)

Perhatikan kata² berikut ini:

One = satu

Only = hanya

Alone = sendiri

Echad = unified = terpadu, bersatu

Joint in one (united) artinya adalah digabungkan menjadi satu atau disatukan. Contoh
disatukan

bisa dilihat di Kejadian 2:24 yang berbunyi: "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan

ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging."

Contoh lain juga terdapat di Yehezkiel 37:17 yang berbunyi: "Gabungkanlah keduanya
menjadi

satu papan, sehingga keduanya menjadi satu dalam tanganmu." Juga di 1 Korintus 12:20 yang

berbunyi: "Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh."

Jangan Melampaui yang Ada Tertulis

Mari kita kembali kepada dasar kebenaran Alkitab. Apakah yang tertulis - hurufiah - dalam
Alkitab? 1 Korintus 4:6 menyatakan: "Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada
diriku

sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya

ungkapan: "Jangan melampaui yang ada tertulis", supaya jangan ada di antara kamu yang

menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain."

1 Timotius 6:20-21 menyatakan: "Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan

kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan-

pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan, karena ada beberapa orang
yang

mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman. Kasih karunia menyertai

kamu!" Kata² seperti omong kosong, omongan palsu, bohong yang tidak berdasarkan

kebenaran, semuanya tidak berasal dari Firman Tuhan. Demikian juga kata² yang penuh

pertentangan, perdebatan, adu argumentasi yang penuh asumsi dan penafsiran yang salah. 2

Korintus 4:13 menyatakan: "Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada

tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu
kami

juga berkata-kata." Saat beragumentasi dengan iblis, Yesus tetap mengatakan apa yang sudah

tertulis: "Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis ..." (Matius 4:4), kemudian di ayat ke 7:
"Yesus

berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: ...". Ini adalah teladan bagi orang percaya untuk lebih

benar melihat Alkitab sebagai sumber hidup dan iman.

Tuhan itu Esa dan itu berarti hanya ada satu pribadi. Yesaya 44:24 menyatakan: "Beginilah
firman TUHAN, Penebusmu, yang membentuk engkau sejak dari kandungan; "Akulah

TUHAN, yang menjadikan segala sesuatu, yang seorang diri membentangkan langit, yang

menghamparkan bumi --siapakah yang mendampingi Aku? -- Yesaya 37:16 menyatakan:


""Ya

TUHAN semesta alam, Allah Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau
sendirilah
Allah segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi." Kemudian
Yesaya

37 ayat 20 berbunyi: "Maka sekarang, ya TUHAN, Allah kami, selamatkanlah kami dari

tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah

TUHAN." Dia tetap sendiri dalam mencipta, seperti yang dinyatakan Yesaya 63:7-9 sebagai

berikut: "Aku hendak menyebut-nyebut perbuatan kasih setia TUHAN, perbuatan TUHAN

yang masyhur, sesuai dengan segala yang dilakukan TUHAN kepada kita, dan kebajikan
yang

besar kepada kaum Israel yang dilakukan-Nya kepada mereka sesuai dengan kasih sayang-
Nya

dan sesuai dengan kasih setia-Nya yang besar. Bukankah Ia berfirman: "Sungguh, merekalah

umat-Ku, anak-anak yang tidak akan berlaku curang," maka Ia menjadi Juruselamat mereka

dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan, melainkan Ia sendirilah
yang

menyelamatkan mereka; Dialah yang menebus mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-

Nya. Ia mengangkat dan menggendong mereka selama zaman dahulu kala."

Dia satu²nya dan namaNya diterangkan di Zakharia 14:9 sebagai berikut: "Maka Tuhan akan

menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu Tuhan adalah satu-satunya dan nama-Nya

satu-satunya." Wahyu 4:2 menyatakan: "Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah

takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang."

Berdasarkan ayat² yang tersurat tentang ke-esa-an Allah maka kesimpulan yang benar adalah

bahwa Tuhan itu:


• seorang diri

• sendiri saja

• satu-satunya

• namaNya satu-satunya

• duduk di satu takhta di Surga

• seorang yang duduk di atas takhta itu

• seorang yakni satu pribadi

Kehendak Allah dinyatakan di 1 Timotius 2:3-5 sebagai berikut: "Itulah yang baik dan yang

berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang

diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Karena Allah itu esa dan esa
pula

Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus."

Tuhan itu ESA dinyatakan di Markus 12:28-32 sebagai berikut: "Lalu seorang ahli Taurat,
yang

mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi

jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum
manakah

yang paling utama?" Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel,

Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan

dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada

hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." Lalu kata ahli Taurat itu kepada
Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain

kecuali Dia." Yesus Kristus adalah perwujudan Allah, dan bukan pribadi yang lain dari Allah.
Ibrani 1:1-3 menyatakan: "Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam
pelbagai

cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman

akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan

sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam
semesta.

Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada

dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian
dosa,

Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi."

Yesus adalah pernyataan diri Allah dalam rupa manusia. 1 Timotius 3:16 menerangkan hal
ini

sebagai berikut: "Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah
menyatakan

diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada

malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang

dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."

Tuhan itu ESA, karena itu ESA juga PribadiNya. Jika kita percaya kepada satu Tuhan, itu
berarti

kita menyembah Allah yang Tunggal, bukan Allah yang Tritunggal.

Tritunggal dicetuskan oleh Tertulianus, dipopulerkan oleh Athansius, diterima oleh Katolik,

diwariskan kepada Protestan dan difanatiki oleh Advent lalu dikeramatkan oleh Kharismatik.
Begitulah keterangan saya tanpa mengurangi rasa hormat kepada bapa² Gereja dan jasa
mereka

dan doa mereka untuk saya dan Anda.

Mari kembalikan pemahaman kepada apa yang tertulis, yakni Kebenaran Alkitab!

Haleluyah!
Kesimpulan dan Penutup

Di luar Alkitab tidak ada kebenaran wahyu. Alkitab adalah kebenaran wahyu. Firman Tuhan

hanya ada di Alkitab. Firman Tuhan hanya diberikan dan dipercayakan kepada Bani Israel.

Saya tidak mau lagi berdebat dengan mereka, karena thema debat hanya itu² saja dan mereka

hanya meniru pendahulu mereka. Tidak ada hal yang baru. Kepada saudara di Surabaya dari

Abdullah Wasia'an Foundation Center, lupakan berdebat dengan saya. Mereka tidak mau

berdebat tentang "Siapakah Muhammad", "Benarkah Al-Qur'an", "Apakah Islam?" Mereka

hanya mau berdebat tentang "Siapakah Yesus", "Alkibat Sudah Dipalsukan", "Kristen itu
Sesat!"

Al-Qur'an tidak membenarkan Alkitab. Sejak zaman Adam, Nuh, Abraham, Musa sampai
Isa,

tidak diperbolehkan untuk tidur dengan budak. Tapi hukum Al-Qur'an menghalalkannya.

Alkitab mengharamkan apapun bentuk pencurian tapi hukum fa'i ditetapkan dalam Al-Qur'an

untuk mengambil harta penduduk kota². Ini juga menerapkan hukum jahiliyah.

Tidak ada nubuatan Alkitab tentang kedatangan Muhammad. Yesus adalah sang Alfa, sang

Omega, yang Awal dan yang Akhir. Yesus hanya menubuatkan mesias² palsu. Akan datang

waktunya bahwa orang yang membunuh pengikut Yesus dengan menyebut nama Allah

mengira bahwa itu adalah berbuat bakti bagi Tuhan.


Paradigma Al-Qur'an dan Alkitab sangat berbeda bagaikan sejauh langit dari bumi. Al-Qur'an

memperbolehkan Muslim untuk menghunus pedang, tapi Yesus memerintahkan: Sarungkan

pedangmu. Satu² agama yang memperbolehkan berperang hanyalah Islam.

Memang ada ayat² perang dalam Perjanjian Lama, bahkan yang lebih sadis daripada Al-
Qur'an.

Tetapi siapakah eksekutor dari ayat² sadis itu? Orang Kristenkah?

Semua bentuk ibadah dalam Islam tidak dikenal dalam Alkitab. Shalat diperintahkan setelah
12

tahun Muhammad menjadi Nabi baru. Menurut pengakuannya, dia baru dipanggil setelah 12

tahun menjadi Nabi untuk menghadap Allah dan menerima perintah lima kali shalat sehari

semalam. Anehnya, tidak ada orang Islam yang benar² rajin shalat. Ibadah² dalam islam
semua

meniru ibadah orang jahiliyah yang telah dilakukan turun-temurun sejak ratusan tahun

sebelum itu. Ibadah dalam Yahudi dan Nasrani sudah mapan: pujian, doa, firman. Semua

dijelaskan dalam bahasa yang dimengerti oleh jemaah. Saat ibadah, umat bisa mengarah ke

mana saja, boleh ke arah Timur, Barat, Utara, Selatan, tidak masalah. Hal ini karena Tuhan
ada

di mana². Tidak ada tuntunan doa masuk WC, doa tidur, doa senggama, doa makan. Yang ada

hanyalah jika ingin berdoa, silakan berdoa, terserah bagaimana cara berdoanya! Juga

diperbolehkan berdoa dengan bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Jawa, asalkan dirimu

mengerti. Setelah itu barulah mendengarkan Firmat Tuhan dari pendeta yang mengutip dan

menguraikan Alkitab.
Tiada Allah selain Yesus. Allah bangsa lain adalah berhala.

Allah yang Esa yang disembah dalam Yesus Kristus. Amen.


Haleluyah!

Jerusalem Baru, 4 Maret 2015

Saifuddin Ibrahim