Anda di halaman 1dari 211

Bimbingan Teknis

Perencanaan Preservasi Jembatan

REHABILITASI JEMBATAN
DAN SPESIFIKASINYA

Subdit Teknik Jembatan


Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga
1
PRESERVASI JEMBATAN

upaya mempertahankan suatu struktur jembatan dari


penurunan kualitas atau kerusakan, melalui kegiatan
pemeliharaan rutin, berkala, rehabilitasi (perbaikan dan
perkuatan) untuk mempertahankan dan mengembalikan
fungsi jembatan
JENIS-JENIS PRESERVASI JEMBATAN

Jenis pekerjaan preservasi jembatan dibagi menjadi:

 pemeliharaan rutin;
 pemeliharaan berkala; dan
 rehabilitasi dan penanganan besar.
1. Pemeliharaan Rutin

 Menjaga jembatan tetap seperti semula


 Pekerjaan yang berulang dan sederhana
 Dilakukan seumur jembatan
LINGKUP PEKERJAAN PEMELIHARAAN
RUTIN

 pembersihan secara umum;


 membuang tumbuhan liar dan sampah;
 pembersihan dan melancarkan saluran air;
 penanganan kerusakan ringan drainase;
 pengecatan sederhana; dan
 pemeliharaan permukaan lantai kendaraan.
KEGIATAN PEMELIHARAAN RUTIN
 pembersihan secara menyeluruh dengan penyemprotan air
bertekanan cukup tinggi pada elemen jembatan yang
dibersihkan.

 pembersihan tumbuhan liar, terutama pada daerah


perletakan/landasan, dinding batu atau beton dan disekitar
struktur kayu. Pembersihan tersebut harus dilakukan pada
daerah kurang lebih tiga meter dari setiap sisi jembatan. Pada
setiap pekerjaan pembersihan harus diperhatikan adanya
pengaruh yang mungkin terjadi seperti erosi yang disebabkan
oleh kesalahan pemotongan tumbuhan yang ada; dan

 membersihkan/mencuci rambu-rambu lalu lintas, dan papan


nama jembatan .
KEGIATAN PEMELIHARAAN RUTIN
membersihkan tanah, kerikil, pasir dan sebagainya dari tempat-tempat yang seharusnya tidak ada
dan yang mungkin berpengaruh dan dapat membahayakan, seperti pada:

 semua drainase;
 lantai dan sambungan siar muai;
 daerah sekitar perletakan/landasan;
 semua komponen rangka yang menahan kotoran dan sampah;
 tiang sandaran dan sandarannya;
 gelagar melintang;
 ikatan angin horizontal;
 sayap pada gelagar dan diafragma yang berbentuk rangka;
 kabel pendukung pada pylon jembatan gantung;
 bagian atas tembok kepala;
 lubang suling-suling di kepala jembatan; dan
 pembersihan sampah-sampah yang masih sedikit, dan mulai mengganggu kelancaran aliran
sungai.
Kendaraan untuk
pemeliharaan
Tumpukan Sampah
Tumbuhan di sekitar trotoar

kebocoran pada bagian atas lantai


Tumbuhan liar pada
jembatan
Kondisi railing
yang baik

Korosi baja bangunan


pelengkap
Bocornya pipa drainase

Lepasnya pipa cucuran


Perbaikan gompal
Daftar elemen
No. Uraian Level 2 No. Uraian level 3 No. Uraian Level 4
3.210 Aliran sungai 4.211 Tebing sungai
2.200 Aliran 4.231 Timbunan jalan pendekat
sungai / 3.230 Tanah timbunan 4.232 Drainase-timbunan
timbunan 4.233 Lapisan perkerasan
4.323 Dinding penahan tanah
2.300 Bangunan 3.320 Kepala jembatan/ (kepala jembatan)
4.324 Tembok sayap
bawah pilar
4.325 Balok kepala
4.329 Drainase dinding
3.450 Rangka 4.462 Batang tepi bawah
2.400 Bangunan 4.505 Jalur roda
atas 3.500 Sistem lantai Kendaraan (Lantai kayu)
4.506 Trotoar/kerb
4.507 Pipa cucuran
3.600 Sambungan/ siar 4.602 Sambungan/siar muai
muai baja profil
3.610 Perletakan 4.611 Landasan baja
4.711 Rambu-rambu dan
3.700 Bangunan tanda-tanda
4.713 Papan nama
pelengkap
4.714 Patung
4.721 Lampu penerangan
4.722 Tiang lampu
3.810 Gorong-gorong
2.800 Gorong- persegi
gorong 3.820 Gorong-gorong
pipa
3.830 Gorong-gorong
pelengkung
2. Pemeliharaan Berkala

 Usaha untuk menjaga jembatan tetap dalam


kondisi dan daya layan yang baik setelah
pembangunan
 Kegiatan pemeliharaan berkala yang diduga /
terencana
 Perbaikan sederhana
KEGIATAN PEMELIHARAAN BERKALA
kegiatan pemeliharaan yang dapat diperkirakan, dilakukan pada
tenggang waktu yang direncanakan; dan
penanganan/perbaikan yang cukup berarti.

Kegiatan pemeliharaan yang dapat diperkirakan mencakup hal-hal


sebagai berikut:
 pengecatan ulang;
 pelapisan permukaan aspal;
 penggantian lantai kayu;
 penggantian kayu jalur roda kendaraan;
 pembersihan menyeluruh jembatan;
 pemeliharaan/penggantian peletakan/landasan; dan
 penggantian sambungan siar muai.
PENANGANAN KECIL

 memperbaharui bagian-bagian dan elemen-elemen kecil;


 memperbaiki pegangan sandaran dan pagar pengaman;
 menjalankan memperbaiki bagian-bagian yang seharusnya
dapat bergerak;
 memperkuat bagian struktural seperlunya;
 memperbaiki longsor dan erosi tebing; dan
 melakukan pengamanan terhadap bangunan bawah
jembatan terhadap gerusan aliran sungai.
Pemeliharaan berkala terencana/yang
dapat diperkirakan

 Pekerjaan ini mencakup hal-hal sebagai berikut:

 melindungi bagian-bagian baja dari korosi;


 memberi tanda pada elemen tertentu;
 mengarahkan lalu lintas;
 melindungi kayu terhadap pembusukan dan serangga; dan
 melindungi beton terhadap kelembaban.
Pengecatan
Pengecatan
Kurang baiknya
permukaan aspal
Korosi Tiang Pancang Pipa Baja
Korosi struktur Baja
Elemen yang memerlukan pemeliharaan
berkala
Daftar Elemen
Level 2 Level 3
3.310 Fondasi
2.300 Bangunan
bawah 3.320 Kepala jembatan/
pilar
3.410 Sistem gelagar
3.450 Rangka
3.480 Jembatan gantung/beruji
kabel (cable stayed)
2.400 Bangunan atas 3.500 Sistem lantai
3.600 Sambungan siar muai
3.610 Perletakan
3.620 Sandaran
3.700 Bangunan pelengkap
Elemen untuk penanganan Ringan/sederhana
Daftar Elemen
Level 2 Level 3 level 4
4.211 Tebing Sungai
3.210 4.212 Aliran Air Utama
Aliran Sungai
4.213 Daerah genangan banjir
4.221 Krib
4.222 Bottom Controller
4.223 Talud
4.224 Turap
3.220 4.225 Fender
Bangunan Pengaman 4.226 Dinding Penahan Tanah
2.200 Aliran Sungai/ Tanah Timbunan
4.227 Pengamanan dasar sungai
4.228 Tiang pengaman
4.229 Pagar pengaman
4.231 Timbunan Jalan Pendekat
4.232 Drainase – Timbunan
3.230
Tanah Timbunan 4.233 Lapisan Perkerasan
4.234 Pelat Injak
4.235 Tanah Bertulang
4.322 Pilar dinding/kolom
4.323 Dinding penahan tanah (kepala
jembatan)
4.324 Tembok sayap
4.325 Balok kepala
3.230 4.326 Balok penahan gempa/stoper lateral
2.300 Bangunan Bawah
Kepala Jembatan / Pilar
4.327 Penunjang/pengaku
4.328 Penunjang sementara
4.329 Drainase dinding
4.330 Tembok kepala
4.331 Balok tiang
Daftar Elemen
Level 2 Level 3 Level 4
4.504 Balok Tepi
4.505 Jalur Roda Kendaraan (Lantai kayu)
4.506 Trotoar/ kereb
3.500 Sistem lantai 4.507 Pipa Cucuran
4.508 Drainase Lantai
4.509 Lapis permukaan
4.510 Pelat Beton acuan lantai
4.601 Sambungan/siar muai baja
2.400 Bangunan atas 4.602 Sambungan/siar muai baja profil
4.603 Sambungan/siar muai Karet
3.600 Sambungan/siar muai
4.604 Sambungan/siar muai aspal
4.605 Sambungan/siar muai lain
4.611 Landasan Baja
4.612 Landasan Karet
4.613 Landasan Pot
3.610 Perletakan 4.614 Bantalan Mortar/Plat Dasar
4.615 Baut Pengikat (angkur gempa)
4.616 Karet penahan gempa
4.621 Tiang Sandaran
4.622 Sandaran horizontal
3.620 Sandaran 4.623 Penunjang Sandaran
4.624 Tembok sandaran
4.701 Batas-batas ukuran
4.711 Rambu-rambu dan Tanda-tanda
4.712 Marka Jalan
4.715 parapet/tembok sedada
3.700 Perlengkapan 4.722 Tiang Lampu
4.723 Kabel Listrik
4.731 Utilitas
4.741 Median
2.800 Gorong-gorong 3.810 Gorong-gorong persegi
3.820 Gorong-g orong
pipa
3.830Gorong-gorong
pelengkung
Penggantian bagian-bagian kecil

Daftar Elemen
Level 3 Level 4
4.228 Tiang pengamanan
3.200 Bangunan pengaman
4.229 Pagar pengamanan
3.500 Sistem Lantai 4.507 Pipa cucuran
3.600 Sambungan lantai 4.603 Sambungan siar muai karet
3.610 Perletakan 4.611 Landasan baja
4.711 Rambu-rambu dan Tanda-
tanda
3.700 Perlengkapan 4.713 Papan Nama
4.714 Patung
4.721 Lampu Penerangan
Penanganan sementara

 membuat penyangga sementara di bagian bawah gelagar;


 penambahan baut untuk memperkuat komponen;
 menambah tiang pancang; dan
 memasang bangunan sementara di atas bangunan yang
sudah ada guna memindahkan beban bangunan atas yang
ada.
Penanganan darurat

 penanganan pada bagian awal pagar pengaman;


 pembuatan bangunan penahan tanah untuk menahan
timbunan dan sebagainya;
 penanganan bangunan pengamanan aliran sungai;
 pembuatan pembatasan sementara Iainnya seperti
mengalihkan lalu lintas ke jalan alternatif, pembatasan
muatan, pembatasan lebar lajur kendaraan, dan
pembatasan kecepatan;
 pemasangan jembatan sementara; dan
 penggantian komponen.
REHABILITASI DAN PENANGANAN BESAR

Rehabilitasi dan penanganan besar mencakup pekerjaan


pemeliharaan dalam skala yang lebih besar dan termasuk
pekerjaan pengalihan aliran sungai, penggantian
komponen/elemen, perkuatan dan penanganan besar
lantai jembatan serta penanganan besar pada bangunan
bawah yang memerlukan pemasangan bangunan pengaman

Pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi dan penanganan besar


dilakukan apabila ditemukan kerusakan berat dengan
volume yang cukup besar.
PERALATAN UNTUK PRESERVASI
JEMBATAN
DAFTAR PERALATAN YANG
DIPERLUKAN
Unit mobil, terdiri dari: Kelengkapan kerja, terdiri
 truk; dari:
 tangki air;  helm pengaman;
 boks alumunium; dan  kaca mata pengaman;
 pompa air.  pakaian kerja (Tahan air);
 Sumber daya listrik, terdiri dan
dari:  sabuk keselamatan.
 generator listrik 10 kVa;
 PTO (Power Take Off); dan
 boks panel.
DAFTAR PERALATAN YANG
DIPERLUKAN
Unit alat pemeliharaan, terdiri dari: Alat bantu kerja, terdiri dari:
 alat semprot air bertekanan (Water  tangga alumunium;
Pressure)150 bar;  sekop; cangkul;
 mesin potong rumput;  sendok semen;
 selang panjang;  pita ukur (5 m & 50 m); alat ukur digital;
 kabel rol; dan  pengukur lebar retak;
 nosel semprot panjang (Spray Gun).  lampu senter;
 Unit Pengecatan, terdiri dari:  tali plastik; sikat baja;
 kompresor;
 sabit pemotong; golok;
 penyemprot (Sprayer);dan
 ember plastik;
 kuas.
 tang jepit & pemotong;
 Unit alat kontrol, terdiri dari:
 palu besi;  obeng (Screw Driver); linggis; dan
 kunci momen (Torque Wrench).  troli dan kereta dorong.
DAFTAR PERALATAN YANG
DIPERLUKAN
Tanda pengaman kerja, terdiri dari: Pemonitoran/pengawasan, terdiri
 kerucut (Traffic Cone); dari :
 rompi kerja;  komputer portabel (Laptop PC);
 papan peringatan;  kamera digital;
 rambu peringatan;  kamera video (Handycam); dan
 pita kuning; dan  alat tulis.
 bendera.

Unit alat penggantung, terdiri dari :
 tangga penggantung;
 rantai dan pengikat; dan
 lampu penerangan.
JENIS-JENIS KERUSAKAN
Dibagi berdasarkan:
 Bahan dan elemen jembatan

Bedasarkan bahan:
 Pasangan batu bata
 Beton
 Baja
 Kayu
Kode kerusakan Bahan dan Kerusakan

Pasangan batu bata


101 Pelapukan dan retak
102 Penggembungan atau perubahan bentuk
103 Pecah atau hilangnya bahan

Beton
201 Cacat pada beton termasuk terkelupas, sarang lebah,
berongga, berpori dan kualitas beton yang jelek
202 Keretakan
203 Korosi pada tulangan baja
204 Kotor, berlumut, penuaan atau pelapukan beton
205 Pecah atau hilangnya bahan
206 Lendutan

Baja
301 Penurunan mutu cat
302 Korosi
303 Perubahan bentuk
304 Keretakan
305 Pecah atau hilangnya bahan
306 Elemen yang tidak benar
307 Kabel yang terurai
308 Lepasnya ikatan/sambungan

Kayu
401 Cacat pada kayu akibat lapuk, serangan serangga, sobek,
kerusakan mata kayu
402 Pecah atau hilangnya elemen
403 Penyusutan
404 Penurunan mutu pelapis permukaan
405 Lepasnya elemen
Kode Elemen dan Kerusakan

ALIRAN SUNGAI
501 Endapan/lumpur yang berlebihan
502 Sampah yang menumpuk dan terjadinya hambatan aliran sungai
503 Pengikisan pada daerah dekat Pilar atau Kepala Jembatan
504 Air sungai macet yang mengakibatkan terjadinya banjir

BANGUNAN PENGAMAN
511 Bagian yang hilang atau tidak ada

TIMBUNAN
521 Gerusan
522 Retak/penurunan/penggembungan

TANAH BERTULANG
531 Penggembungan pemiukaan
532 Retak, rontok, atau pecah dari panel tanah bertulang

ANGKER - JEMBATAN GANTUNG DAN JEMBATAN KABEL


541 Tidak stabil

KEPALA JEMBATAN DAN PILAR


551 Kepala Jembatan atau pilar bergerak

LANDASAN PENAHAN GEMPA


561 Elemen longgar atau hilang

LANDASAN/PERLETAKAN
601 Tidak cukupnya tempat untuk bergerak
602 Kedudukan landasan yang tidak sempuma
603 Mortar dasar retak atau rontok
604 Perpindahan yang berlebihan Perubahan (Deformasi) yang berlebihan
605 Aus karena umur Landasan pecah atau retak
606 Bagian yang rusak atau hilang
607 Kurangnya pelumasan pada landasan logam
Kode Elemen dan Kerusakan

PELAT DAN LANTAI


701 Kesalahan sambungan lantai memanjang
702 Lendutan yang berlebihan

PIPA DRAINASE DINDING, PIPA CUCURAN DAN DRAINASE LANTAI

711 Pipa cucuran dan drainase lantai yang tersumbat


712 Elemen hilang atau tidak ada

LAPISAN PERMUKAAN
721 Permukaan licin Permukaan yang kasar/berlubang
722 Retak pada lapisan permukaan
723 Lapisan permukaan yang bergelombang
724 Lapisan perkerasan yang berlebihan

TROTOAR/KERB
731 Permukaan trotoar yang licin
732 Lubang pada trotoar
733 Bagian hilang

SAMBUNGAN LANTAI
801 Kerusakan sambungan lantai yang tidak sama tinggi
802 Kerusakan akibat terisinya sambungan
803 pagian yang longgar/lepas ikatannya
805 Bagian yang hilang
806 Retak pada aspal karena perkerasan di sambungan lantai

RAMBU-RAMBU LALU-LINTAS DAN MARKA JALAN


901 Kerusakan atau hilangnya batas-batas ukuran

RAMBU-RAMBU LALU-LINTAS DAN MARKA JALAN


911 Tulisan tidak nyata/jelas
912 Bagian yang hilang

LAMPU, TIANG LAMPU DAN KABEL LISTRIK


921 Rusaknya bahan/Penurunan mutu
922 Bagian yang hilang

UTILITAS
931 Tidak berfungsi
Nilai kondisi pasangan batu atau bata dan
penanganan yang direkomendasikan untuk
kerusakan 101 – retak

Nilai kondisi Penanganan yang direkomendasikan


Nilai Kondisi < 3 Hanya pengamatan

Lepaskan batu yang retak dan bersihkan


adukan atau beton yang retak, lalu ganti
Nilai Kondisi = 3
dengan bahan yang baru. Pekerjaan ini
dilakukan pada Pemeliharaan berkala.

Keretakan ini mungkin akibat pergerakan


bangunan bawah. Lakukan pemeriksaan
khusus untuk menentukan jenis penanganan
Nilai Kondisi > 3
secara menyeluruh. Pekerjaan yang cukup
besar ini dilaksanakan dalam pekerjaan
rehabilitasi.
PERBAIKAN PASANGAN BATU BATA

Permukaan pasangan batu atau bata yang lama harus benar-


benar menjadi satu dengan permukaan yang baru. Hal
tersebut dilakukan dengan:

 bersihkan dan kasarkan permukaan yang terbuka agar


terjadi suatu lekatan dengan permukaan baru;
 basahkan permukaan yang lama dan lapisi dengan lapisan
air semen sebagai dasar penempatan bahan yang baru;
atau
 gunakan bahan perekat untuk beton lama dan beton baru
Kerusakan 102 - Penggembungan/perubahan
bentuk dari pasangan batu/bata

Penanganan penggembungan yang sedikit

Penanganan secara umum adalah sebagai berikut:


 lepaskan pasangan batu atau bata yang rusak, periksa apakah terdapat tanah
timbunan yang jenuh air atau tidak padat di belakang dinding pasangan batu
atau bata;
 gantilah pasangan batu atau bata yang rusak dengan jenis bahan yang setara
atau sama dengan aslinya dalam ukuran dan bentuknya.Yakinkan bahwa
terdapat cukup lubang saluran air di sepanjang dinding; dan
 hubungan antara permukaan lama dengan baru harus ditangani dengan baik
dan terikat dengan baik seperti diuraikan pada bagian "Cacat pada Beton"
(lihat Kerusakan 201).
Penanganan Perubahan bentuk atau
penggembungan yang cukup besar

Dinding Penahan Yang Baru


Permukaan Jalan
Balok Beton Penahan
Dinding Lama
Yang Menggembung Tanah Timbunan

Dinding Tegak Yang Lama Beton Masif Sebagai


Perkuatan Dinding
Pelengkung Lama
Kerusakan 103 - Pecah atau hilangnya bahan
pasangan batu atau bata

Penanganan secara umum adalah sebagai berikut:

•gantilah bagian yang hilang atau pecah;


•hubungan bagian yang lama dengan yang baru harus baik
SEKSI YANG BERKAITAN DALAM
SPESIFIKASI
SEKSI 8.6. -PARAPET

Nomor Mata Uraian Satuan Pengukuran


Pembayaran

8.6.(1) Pasangan Parapet Meter Kubik

8.6.(2) Penggantian dan perbaikan parapet Meter Kubik

SEKSI 9.6. – PASANGAN BATU

Nomor Mata Uraian Satuan


Pembayaran Pengukuran

9.3 (1) Pasangan Batu Meter Kubik


Kerusakan 201 – Cacat pada beton
Cacat pada beton mencakup masalah-masalah sebagai
berikut:
 gompal beton;
 beton keropos; dan
 beton yang berongga.
Penanganan beton yang gompal
Beton yang gompal diperbaiki sebagai berikut:

 buang atau lepaskan semua bagian beton yang lepas dan rusak sampai bagian beton
yang baik terlihat dan dalam keadaan bersih sampai batas beton bebas terkarbonasi/
lapuk;
 usahakan membersihkan beton sampai ± 15 mm di belakang baja tulangan agar
didapat ikatan yang baik;
 bersihkan semua baja tulangan yang berkarat ringan permukaannya dan lapisi dengan
cairan pelindung karat, dan yang berkarat berat diganti dengan baja tulangan yang
baru dengan cara dilas;
 kaitkan atau ikatkan baja tulangan yang baru jika didapat bagian baja tulangan yang
diameternya hilang lebih dari 20 %;
 pakailah bahan perekat pada permukaan beton lama yang kering dengan bahan
cairan perekat beton (Bonding Agent) yang disetujui; dan
 pasang/ganti beton yang rusak, dan bentuklah beton baru dengan beton siap pakai
(prepacked) yaitu bahan semen grouting, sehingga didapat mutu selimut beton yang
sesuai dengan persyaratan.
KAITAN DENGAN SPESIFIKASI

Nomor Mata Uraian Satuan Pengukuran


Pembayaran

3.5.(1) Penambalan (patching) – furnished Meter kubik


3.5.(2) Perbaikan dengan cara grouting – Meter Kubik
furnished
Pembersihan struktur beton yang
PERSIAPAN LAPANGAN akan diperbaiki dimensinya
Beri tanda bagian struktur beton
yang akan diperbaiki sesuai dengan
PELAKSANAAN kerusakan yang terjadi
PATCHING
Bersihkan bagian struktur beton
Persiapan permukaan yang rusak
struktur beton yang akan Buang bagian beton yang lemah
dilakukan penambalan sampai mencapai bagian beton yang
keras.

Periksa baja tulangan


Baja tulangan yang memerlukan perbaikan:
Apakah memerlukan
dibersihkan dengan sikat kawat sampai tidak perbaikan
ada bagian yang terlepas dari baja tulangan
Beri lapisan anti karat Perbaiki baja tulangan
Pastikan semua baja tulangan terlapisi dengan
baik
Tunggu sampai kering Campur bahan patching sesuai dengan
Siapkan bahan campuran
patching persyaratan dari pabrik pembuat

Basahi permukaan struktur beton sampai


lembab
Lapisi permukaan beton dengan bahan Perbaikan dimensi
coating/ priming bonding agent
Tunggu sampai mongering sekitar 20 – 30
menit
Lakukan curing sesuai dengan
Aplikasikan bahan patching sampai dimensi
yang diharapkan PEKERJAAN AKHIR persyaratan selama bahan patching
Ratakan permukaan struktur dalam proses pengikatan dan
(Finishing) pengeringan
Jenis Pihak Terkait
No Daftar Simak Kegiatan Tindakan a b c
PELAKSANAAN PEKERJAAN
1 Periksa dan beri tanda bagian struktur beton yang Periksa x x
akan diperbaiki dimensinya
2 Bersihkan bagian struktur beton yang lemah Lakukan x
sampai kedalaman struktur dengan mutu yang
baik
3 Periksa baja tulangan Periksa x x
4 Apabila berkarat, bersihkan karat dan perbaiki dan Periksa x x
beri lapisan pelindung anti karat
5 Periksa bagian struktur beton yang sudah di Periksa x x
chipping
6 Bersihkan dan permukaannya dilembabkan Lakukan x
7 Beri lapisan coating/priming bonding agent untuk Lakukan x
melekatkan bahan patching pada beton lama
8 Campur bahan patching sesuai persyaratan pabrik Lakukan x x
pembuat
9 Pasangkan bahan patching sampai didapat Lakukan x
dimensi yang diharapkan
10 Ratakan permukaannya Lakukan x
11 Lakukan curing pada permukaan struktur beton Lakukan x x
yang sudah dipatching sesuai persyaratan pabrik
pembuat selama proses pengikatan dan
pengeringan bahan patching
12 Periksa dimensi dan permukaan struktur beton Periksa x x
apakah sudah sesuai dengan desain

Petugas terkait
a. Pemberi tugas
b. Pelaksana
c. Pengawas
Pembersihan struktur beton yang akan
diperbaiki dimensinya
PERSIAPAN LAPANGAN Beri tanda bagian struktur beton yang
akan diperbaiki sesuai dengan kerusakan
PEKERJAAN yang terjadi

GROUTING
Chipping bagian yang akan diperbaiki
Persiapan permukaan sampai kedalaman beton yang padat
struktur beton yang akan Lakukan chipping sampai 2 – 3 cm di
dilakukan penambalan belakang baja tulangan.
Bersihkan perlukaan beton yang sudah
di chipping dan juga baja tulangan
Baja tulangan yang memerlukan perbaikan: Periksa baja tulangan

dibersihkan dengan sikat kawat sampai tidak Apakah memerlukan


ada bagian yang terlepas dari baja tulangan perbaikan
Beri lapisan anti karat Siapkan acuan yang kuat untuk
Pastikan semua baja tulangan terlapisi Perbaiki baja tulangan yang menahan tekanan bahan grouting
dengan baik mempunyai diameter < 80 % dengan dimensi yang disyaratkan
Tunggu sampai kering Acuan harus kedap air dan permukaan
yang licin
Acuan diberi lubang untuk memasukkan
Pemasangan acuan bahan grouting dan lubang udara
Basahi permukaan struktur beton sampai
lembab
Lapisi permukaan beton dengan bahan Siapkan bahan campuran Campur bahan grouting sesuai dengan
coating/ priming bonding agent grouting persyaratan dari pabrik pembuat
Pompakan bahan grout dengan sempurna ke
dalam acuan
Pastikan semua bagian terisi dengan bahan Perbaikan dimensi
grout
Tutup lubang bekas pemompaan Buka acuan setelah 3 hari
PEKERJAAN AKHIR Lakukan curing sesuai dengan
persyaratan selama bahan patching
(Finishing) dalam proses pengikatan dan
pengeringan
Kerusakan 202 - Keretakan beton
Pertanyaan
 apakah yang menyebabkan keretakan?
 apakah didapati pergerakan pada keretakan tersebut.

Keretakan dapat disebabkan oleh:


 beban yang berlebih pada elemen tersebut. Dalam hal ini harus
dilakukan perkuatan atau pembatasan muatan yang diterapkan
pada struktur;
 tidak samanya penurunan yang terjadi. Dalam hal ini penurunan
lebih lanjut harus dicegah dengan perkuatan fondasi;
 susut, terutama pada pelat lantai beton; dan
 kualitas beton yang rendah.
Penanganan retak tidak struktural

Jika retak tersebut lebih kecil dari 0,5 mm lebarnya:

 bersihkan retak tersebut dengan menggunakan sikat dan


kemudian ditiup dengan angin yang bertekanan;
 perbaikan celah retak tersebut digunakan dengan injeksi
bahan epoksi;
 perbaikan celah retak yang dilaksanakan dari bagian bawah
struktur harus menggunakan jenis injeksi anti gravitasi, dan
untuk perbaikan retak dilaksanakan dari bagian sisi atau
atas struktur dapat digunakan jenis injeksi lainnya.
Penanganan retak tidak struktural

Jika lebar retak antara 0,5 mm sampai dengan 3 mm:

 bentuklah pada bagian retak seperti huruf V atau U sampai


kedalaman kurang lebih 5 mm kemudian bersihkan bagian
tersebut;
 perbaikan celah retak ini dapat mengggunakan bahan
grouting semen yang sesuai persyaratan; dan
KRITERIA KERUSAKAN RETAK
STRUKTURAL
DIBAGI DALAM 3 KRITERIA

 Kriteria I:
 lebar retak berkisar antara 0,1 mm sampai dengan 0,25 mm dan
mencakup daerah kurang dari 30% dari luas elemen yang
bersangkutan;
 tidak terjadi rembesan atau adanya bocoran air;
 mutu beton lantai tidak kurang dari 25 MPa;
 mutu beton pada gelagar, kepala jembatan, dan pilar tidak kurang dari
20 MPa;
 nilai kondisi elemen yang bersangkutan adalah 2.
PENANGANAN KRITERIA I

 penanganan keretakan dengan metode suntikan bahan perekat


atau epoksi sehingga beton dapat berfungsi kembali dan
menjadi satu kesatuan kembali serta berfungsi sebagaimana
mestinya.
 Penanganan retak harus mempertimbangkan terlebih dahulu
lokasi dimana retak tersebut berada.
 Untuk retak pada lantai jembatan dan retak yang terjadi pada
bagian bawah lantai maka perbaikan retak menggunakan alat
penyuntik anti gravitasi, tetapi untuk retak yang dapat
ditangani/diperbaiki dari bagian atas atau sisi struktur dapat
digunakan alat suntik gravitasi atau anti gravitasi;
KRITERIA KERUSAKAN RETAK
STRUKTURAL
Kriteria II

 lebar retak kurang dari 2 mm dan mencakup daerah kurang lebih 50% dari
luas elemen yang bersangkutan;
 tidak terjadi rembesan atau adanya bocoran air;
 diperlukan suatu perkuatan yang disebabkan terjadinya beban yang
berlebihan yang tidak dapat diterima oleh lantai atau gelagar akibat mutu
beton yang tidak sesuai dengan persyaratan;
 mutu beton lantai tidak kurang dari 25 MPa;
 mutu beton gelagar, kepala jembatan, dan pilar tidak kurang dari 20 MPa;
 nilai kondisi elemen yang bersangkutan adalah 3.
PENANGANAN KRITERIA II

 penanganan keretakan dengan menggunakan metode suntikan


bahan perekat epoksi ditambah dengan perkuatan untuk
menahan gaya momen atau gaya lintang yang tidak dapat
ditahan lagi oleh elemen yang bersangkutan.

 Perkuatan tersebut dapat berupa:


 pelat baja atau bahan FRP yang direkatkan pada bagian bawah pelat
lantai atau balok, biasanya pelat tersebut berfungsi untuk menahan gaya
momen atau gaya lintang yang berlebihan, perkuatan tersebut dapat
juga berupa menambah balok baja atau gelagar pada bagian bawah lantai
hal ini disebabkan adanya momen yang berlebihan yang tidak dapat
ditahan oleh lantai, untuk memperkecil bentangan yang ada
KRITERIA KERUSAKAN RETAK
STRUKTURAL
Kriteria III

 lebar retak lebih besar dari 2 mm dan mencakup daerah


lebih dari 50% luas elemen tersebut;
 terjadi rembesan atau adanya bocoran air;
 mutu beton lantai kurang dari 25 MPa;
 mutu beton gelagar, kepala jembatan, pilar kurang dari 20
MPa; dan
 niIai kondisi elemen yang bersangkutan adalah 4
PENANGANAN KRITERIA III
 dalam hal ini mutu beton sudah tidak dapat
dipertanggungjawabkan lagi,
 lebar keretakan juga sudah melampaui batas yang dapat
diperbaiki sehingga apabila keadaan ini terjadi,
 beton pada elemen yang bersangkutan harus dibongkar untuk
kemudian dicor kembali dengan beton yang sesuai persyaratan
dan ukuran serta bentuknya seperti aslinya dengan
mempertimbangkan sebab-sebab terjadinya keretakan
sebelumnya.
 Apabila terjadi sambungan antara permukaan beton lama dan
beton baru, hal tersebut dapat ditangani sesuai dengan
penanganan kerontokan pada beton dengan Kerusakan 201.
Balloon Injection for
Concrete Structure
(BICS)
A method the enables
absolutely perfect repair
of crack.
Metoda BICS
Sistem perbaikan retak
beton dengan cara ini
yaitu dengan sistem
penyuntikan sehingga
material epoxy dapat
masuk sampai retak
0,02 mm yang ada di
dalam beton
KINERJA METODA BICS

 Penyuntikan bahan grouting ke dalam


setiap celah dan ujung retak
 Mengefisienkan waktu pelaksanaan
 Tekanan ke dalam celah retak terkontrol
dengan baik
 Mudah untuk memastikan bahan tersuntik
sudah mengeras.
KINERJA BL-GROUT

• Mempunyai daya lekat yang sangat baik


(Powerful Adhesive Force).
• Mempunyai daya penetrasi yamng
sangat kuat (Strong Penetrating Power)
• Mempunyai fleksibilitas yang ooptimum
(Optimum Flexibility)
HUBUNGAN ANTARA DIAMETER LUAR ALAT
SUNTIK DENGAN BERAT MATERIAL GROUTING
METODA KERJA PENYUNTIKAN
BAHAN EPOXY

1.Sebelum grouting (0%)


BICS METHOD

1. PERSIAPAN PERMUKAAN
Pembersihan permukaan yang
akan diperbaiki atau dikerjakan
harus dibersihkan terlebih dahulu
dengan mesin gurinda atau sikat
kawat sehingga bebas dari
kotoran – kotoran atau bekas
beton yang tidak sempurna
selebar 5 cm disekitar permukaan
yang akan dilakukan perbaikan
retak, pembersihan dilakukan
pada sepanjang retakan.
Permukaan beton harus bebas
dan bersih terhadap minyak, oli
dan sejenisnya.

CONSTRUCTION METHOD
BICS METHOD

2. PELEKATAN ALAT
PENYUNTIK
Dasar alat penyunitk harus
dilekatkan sedemikian rupa
tepat ditengah permukaan yang
retak dengan menggunakan
bahan penutup (seal)
Jarak antara alat penyuntik
tergantung pada lebar dan
dalamnya retakan, sekitar 30 –
40 cm, sehingga jumlah alat
penyuntik dapat seefisien
mungkin.

CONSTRUCTION METHOD
BICS METHOD

3. PENUTUP RETAKAN
Setelah dilakukan
pembersihan seperti yang
disebutkan diatas, kemudian
sepanjang jalur retakan yang
ada ditutup dengan
menggunakan bahan penutup
(sealant) selebar 5 cm dan
tebal 3 mm

4. Setelah jalur retakan tertutup semua dengan bahan penutup dan


bahan penutup mengeras maka dapat dilaksanakan tahap
berikutnya yaitu : memasang alat penyuntik (BL INJECTOR)

5. Alat penyuntik harus terpasang melekat dengan baik pada


dasar alat penyuntik dan BL INJECTOR

CONSTRUCTION METHOD
BICS METHOD

6. Setelah alat penyuntik terpasang maka dilakukan pencampuran bahan epoxy (BL
GROUT) yang terdiri atas 2 komponen sesuai persayaratan dari pabrik pembuat.
Bahan epoxy (BL GROUT) yang telah tercampur (dengan perbandingan Base
agent : hardener adalah 2 : 1 ) tersebut dimasukan kedalam alat penyuntik
dengan suatu alat yang khusus sampai penuh dalam batas plastik penutup
balon yaitu : sampai balon penyuntik berdiameter 25 mm dan kemudian tahapan
tersebut dilakukan terus sampai semua alat penyuntik terisi dengan bahan
epoxy (BL GROUT).
Pekerjaan tersebut harus terus diawasi dan dilakukan pemeriksaan pada setiap
alat penyuntik apabila balon sudah mulai mengempis maka harus diisi lagi
dengan bahan epoxy dan seterusnya sehingga semua balon terisi dan tidak ada
lagi balon yang mengempis maka hal tersebut mengindikasikan bahwa semua
retakan sudah terisi penuh bahan epoxy ( BL GROUT )

CONSTRUCTION METHOD
BICS METHOD

7. Apabila semua balon telah terisi penuh dan tidak ada lagi
yang mengempis bahan epoxy akan mulai mengikat
(setting, menjadi keras). Proses setting tersebut akan
memerlukan waktu sekitar 3 jam.

CONSTRUCTION METHOD
BICS METHOD

8. Pemeriksaan bahan epoxy (BL


GROUT) setelah 3 jam.

CONSTRUCTION METHOD
BICS METHOD

9. Penyelesaian akhir dimulai dengan melepas alat penyuntik


setelah 1 hari selesainya pekerjaan penyuntikan bahan
epoxy kedalam retakan.
Setelah alat penyuntik dan balon penyuntik dilepas dari
tempat retakan kemudian dilakukan pelepasan atau
pembersihan bahan penutup retakan (sealant) sehingga
permukaan beton menjadi rata dan rapi.

CONSTRUCTION METHOD
Pekerjaan selesai (100%)
 Japan patent design
 Low pressure injection
 Max. 3kg/cm²
 High viscocity epoxy
 Penetrate up to 0.2mm
 Solvent free epoxy
 Slow setting
 Epoxy sealant
 Excelent bonding
concrete crack repair system \ anatomy of injector
crack bond system \ chemical properties of epoxy
grout

Name Grout No.1


Specific gravity 1.12 ± 0.05

Viscosity (Pa-s, 25° C) 0.45 ± 0.05

Pot life (min,100g, 25° C) Min. 70

Compressive strength Min. 70


(N/mm²)
Compressive elasticity (1.3 ~ 1.5) x 10⁴
modulus (N/mm²)
Bending strength Min. 50
(N/mm²)
Tensile strength (N/mm²) Min. 30

Tensile shear strength Min. 11


(N/mm²)
Hardness (HdD) Min. 84
crack bondsystem \chemical properties of epoxy sealent

Name EPO BOND EP-3


Specific gravity 1.70 ± 0.05

Viscosity (Pa-s, 25° C) 8.5 ± 0.05


(pasta)

Pot life (min,100g, 25° C) Min. 60

Compressive strength Min. 45


(N/mm²)
Compressive elasticity (1.1 ~ 8.0) x 10⁴
modulus (N/mm²)
Bending strength Min. 35
(N/mm²)
Tensile strength (N/mm²) Min. 20

Tensile shear strength Min. 11


(N/mm²)
Hardness (HdD) Min. 80
crack bond system\ working procedure

Penandaan retak
crack bond system\ working procedure

Campurkan bahan selant


dengan sempurna dan
aplikasikan untuk ketebalan
3 mm dan lebar 5 cm
crack bond system\ working procedure

Put the fitting on to center of crack


line.
Take care the distance is 30cm
between them
crack bond system\ working procedure

Pasangkan alat ke fitting


untuk memasukkan bahan
grouting
crack bond system\ working procedure
Campur bahan grout dan
masukkan ke dalam alat
dengan pompa.
crack bond system\ working procedure

Pemompaan ke dalam alat


suntik.
crack bond system\ working procedure
Isi kembali alat suntik yang telah
kosong agar alat tersebut dapat
menekan bahan grout ke dalam
retak. Lakukan hal tersebut
sampai alat suntik tetap penuh ,
berarti semua bagian retak sudah
penuh dengan bahan grouting.
PERBAIKAN RETAK
DENGAN ALAT SUNTIK
ANTI GRAVITASI
PERBAIKAN RETAK
DENGAN ALAT SUNTIK
GRAVITASI
Mata pembayaran yang berkaitan

Nomor Mata Uraian Satuan


Pembayaran Pengukuran

3.4.(1). Cairan perekat (epoxy resin) Kilogram


3.4.(2) Bahan penutup (sealant) Kilogram
3.4.(3) Alat penyuntik anti gravitasi Buah
3.4.(4) Alat penyuntik gravitasi Buah
PROYEK : Pemeliharaan Jembatan Propinsi………
NO PAKET KONTRAK :……………
NAMA PAKET : Pemeliharaan Jembatan
PROP/ KAB/ KODYA : ………….
ITEM PEMBAYARAN : 3.4.(1) PERKIRAAN VOL. PEK. :
JENIS PEKERJAAN : CAIRAN PEREKAT TOTAL HARGA (Rp.) :
SATUAN PEMBAYARAN : Kg % THD. BIAYA PROYEK :

No. KOMPONEN SATUAN PERKIRAAN HARGA JUMLAH


KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)

A. TENAGA

1 Pekerja Jam 0.7738 3,642.86 2,818.85


2 Tukang Jam 0.2579 5,214.29 1,344.77
3 Mandor Jam 0.2579 5,571.43 1,436.87

JUMLAH HARGA TENAGA 5,600.48

B. BAHAN

1 Cairan Perekat Kg 1.0550 329,000.00 347,095.00

JUMLAH HARGA BAHAN 347,095.00

C. PERALATAN

1 Pompa Injeksi Jam 0.2579 25,000.00 6,447.50


2 Hand Mixer Jam 0.0066 45,000.00 297.00
3 Genset Jam 0.0066 175,000.00 1,155.00
4 Alat Bantu Ls 1.0000 1,595.00 1,595.00

JUMLAH HARGA PERALATAN 9,494.50

D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN (A+B+C) 362,189.98


E. OVERHEAD & PROFIT 10% X D 36,219.00
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN (D + E) 398,408.98
G. DIBULATKAN 398,400.00
PROYEK : Pemeliharaan Jembatan Propinsi………
NO PAKET KONTRAK :……………
NAMA PAKET : Pemeliharaan Jembatan
PROP/ KAB/ KODYA : ………….
ITEM PEMBAYARAN : 7.20.4(b) PERKIRAAN VOL. PEK. :
JENIS PEKERJAAN : BAHAN PENUTUP TOTAL HARGA (Rp.) :
SATUAN PEMBAYARAN : Kg % THD. BIAYA PROYEK :

No. KOMPONEN SATUAN PERKIRAAN HARGA JUMLAH


KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)

A. TENAGA

1. Pekerja Jam 0.3818 3,642.86 1,390.84


2. Tukang Jam 0.1273 5,214.29 663.78
3. Mandor Jam 0.0636 5,571.43 354.34

JUMLAH HARGA TENAGA 2,408.97

B. BAHAN

1. Bahan Penutup (Seal) Kg 1.0550 218,000.00 229,990.00


2. Perancah M3 0.0100 700,000.00 7,000.00
3. Paku Kg 0.0500 8,500.00 425.00

JUMLAH HARGA BAHAN 237,415.00

C. PERALATAN

1. Alat bantu Ls 1.0000 1,820.00 1,820.00

JUMLAH HARGA PERALATAN 1,820.00

D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN (A+B+C) 241,643.97


E. OVERHEAD & PROFIT 10% X D 24,164.40
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN (D + E) 265,808.36
G. DIBULATKAN 265,800.00
: Pemeliharaan Jembatan
PROYEK Propinsi………
NO PAKET KONTRAK :……………
NAMA PAKET : Pemeliharaan Jembatan
PROP/ KAB/ KODYA : ………….
ITEM PEMBAYARAN : 7.20.4(c) PERKIRAAN VOL. PEK. :
JENIS PEKERJAAN : ALAT PENYUNTIK TOTAL HARGA (Rp.) :
SATUAN PEMBAYARAN : Bh % THD. BIAYA PROYEK :

No. KOMPONEN SATUAN PERKIRAAN HARGA JUMLAH


KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)

A. TENAGA

1. Pekerja Jam 0.1944 3,642.86 708.17


2. Tukang Jam 0.0778 5,214.29 405.67
3. Mandor Jam 0.0389 5,571.43 216.73

JUMLAH HARGA TENAGA 1,330.57

B. BAHAN

1. Alat Penyuntik Bh 1.0550 70,900.00 74,799.50

JUMLAH HARGA BAHAN 74,799.50

C. PERALATAN

1. Alat bantu Ls 1.0000 1,500.00 1,500.00

JUMLAH HARGA PERALATAN 1,500.00

D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN (A+B+C) 77,630.07


E. OVERHEAD & PROFIT 10% X D 7,763.01
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN (D + E) 85,393.08
G. DIBULATKAN 85,390.00
Penanganan
Kerusakan 203 – Korosi baja tulangan

 bersihkan karat yang ada pada baja tulangan


 jika setelah dibersihkan ternyata luas tulangan berkurang hingga 20%, pada
bagian tersebut harus ditambah tulangan yang baru dengan panjang
sambungan kurang lebih 300 mm pada tiap-tiap ujungnya dengan
menyambungkannya secara mekanis atau dilas yang baik sehingga
pemindahan gaya yang ada tetap terjamin dengan baik. Posisi sambungan
atau bagian sambungan harus ditempatkan di luar daerah tempal baja
tulangan yang berkarat tersebut. Mungkin perlu membongkar sebagian
beton agar terlihat baja tulangan yang tidak berkarat guna penyambungan
tersebut;
 setiap baja tulangan yang mencuat harus dipotong paling sedikit 20 mm di
bawah permukaan beton, kemudian beton diperbaiki sesuai dengan
kerusakan 201.
Penanganan
Kerusakan 204 – Aus, perubahan akibat cuaca dan
umur atau penurunan mutu

 Jika kerusakan disebabkan oleh reaksi kimiawi seperti


karbonisasi atau serangan klorida, diperlukan pengujian untuk
menetapkan luas dan dalamnya daerah yang terkena untuk
kemudian dapat ditentukan banyaknya pembongkaran;

 Jika kerusakan disebabkan oleh karbonasi dan kedalamannya


tidak lebih dari 25 mm, cukup dengan pengecatan bahan kedap
air (waterproofing) pada bagian luar beton.

Penanganan Kerusakan 205
Pecah atau gompalnya beton

 elemen yang mengalami kelebihan gaya akibat pecahnya


atau gompalnya sebagian dari elemen harus diperbaiki;
 gantilah bagian yang pecah tersebut dengan bahan
tambalan (patching atau grouting) yang sesuai spesifikasinya
atau yang serupa atau sama dengan bentuk dan ukuran
yang ditetapkan dalam spesifikasi; dan
 apabila bagian yang pecah tersebut memerlukan
penggantian, hubungan antara permukaan yang baru dan
yang lama harus ditangani, sebagaimana diuraikan pada
penanganan sesuai dengan Kerusakan 201.
Kerusakan 206 – Lendutan struktur
jembatan
Lendutan yang berlebihan dari elemen mungkin
disebabkan oleh:
 beban yang berlebih;
 tumbukan; dan
 pergerakan acuan beton pada saat pengecoran.
TAHAPAN PERKUATAN STRUKTUR
JEMBATAN

 Pemeriksaan detail (visual) jembatan sebagai langkah awal


 Pemeriksaan khusus jembatan untuk mengetahui kapasitas
beban / muatan struktur jembatan
 Pemilihan jenis perkuatan
 Desain perkuatan sesuai dengan kapasitas yang
disyaratkan
 Pelaksanaan perkuatan
 Uji beban dan getar untuk memastikan kapasitas desain
memenuhi syarat
PERKUATAN STRUKTUR BETON DENGAN
FRP
MULAI Penampang penampang memanjang regangan tegangan Gaya

Data masukan : beton (fcd, Ec, co), tulangan baja (fyd, Es, As, s, so, uk),
Lembaran CFRP (fLu, EL, AL, L, Lo), penampang (h, d, t, b1)

fLu fyd
Lu = E ; L= L.(Lu-Lo) ; yd = E
L s

x=0

L
c = - . h + co c ≥ -0,002 TIDAK c ≥ -0,0035 TIDAK STOP
h-x
YA YA

1000 1
k1= 6 . (500.c2 + 3. c) k1= 1 +
1500.c

N = AL . fLu + As . fyd – fcd . b1 . x . k1

N=0 TIDAK x = x + 0,01 m x≤t TIDAK STOP

YA

6,5 - (3.10 . c)


6 -1
 TIDAK k2 = 1 - -1
c ≥ -0,002 1 + (1500.c)

TIDAK 750 . c + 4 L s


k2 = 1 - s = . ( d - x) + so , s max =
2 . (500.c+ 3) h-x L

TIDAK STOP
yd ≤ s max ≤ uk
YA

Cetak : x, c, MR = AL . fLu . (h - k2 . x) + As . fyd . (d – k2 . x)


Lihat video…
SELESAI
Fiber Reinforced Plastic (FRP)
garis netral

Prosedur perencanaan perkuatan dengan FRP hingga saat ini belum ada standar yang
cukup lengkap.

Sebagai contoh berdasarkan dari untuk perhitungan momen pada saat ultimate, akan
terjadi dua buah tipe keruntuhan yang dapat terjadi yaitu :
Keruntuhan pada beton sebelum FRP mengalami fraktur
Dalam kondisi ini εt = εu = 0.003 dan εp < εpu
Fraktur pada FRP sebelum beton mengalami keruntuhan
Dalam kondisi ini εp = εpu dan εt < εu
Tahapan pelaksanaan :
1. Lumuri permukaan dengan bahan
epoksi resin
2. Lekatkan bahan fiber pada
3. Fiber tersebut dilumuri kembali
4. Setelah bahan epoksi resin melewati
masa setting awal, selanjutnya
diberikan lapis pelindung terhadap
pengaruh UV dan lingkungan
Perkuatan Tiang Pancang dengan FRP
PERKUATAN STRUKTUR BETON
DENGAN STEEL PLATE BONDING
METODE STEEL PLATE BONDING

Pada metoda perkuatan ini, steel plates berperan


sebagai penyeimbang terhadap besi tulangan, direkatkan
pada tegangan permukaan di slab beton dengan
menggunakan SHO-BOND GROUT, atau SHO-BOND
CS.

FUNGSI
(1) Meningkatkan load-bearing capacity, dengan mengikat
kan ke tegangan di sisi slab beton, steel plates menjadi
penyeimbang ke besi tulangan.
(2) Pelaksanaan pekerjaan dapat dilakukan tanpa
mengganggu lalu lintas.

CATATAN
Sebuah metoda modifikasi juga dapat dilihat dibawah.
Aplikasi ini untuk kasus dimana strengthening diperlukan
untuk searah, yaitu, apakah untuk perkuatan arah utama
atau distribusi arah tulangan.

METODE PELAKSANAAN
METODE STEEL PLATE BONDING

METODE PELAKSANAAN
METODE STEEL PLATE BONDING

PEKERJAAN PERSIAPAN

A. Pekerjaan Plat Baja

1. Permukaan plat baja


dibersihkan dengan
menggunakan gurinda dan
thinner.

2. Melubangi plat baja dan


memotong sesuai dengan
ukuran yang direncanakan.

METODE PELAKSANAAN
METODE STEEL PLATE BONDING

B. Persiapan pelat:

1. Permukaan beton yang telah


disuntik dengan bahan
perekat dibersihkan
terhadap sisa – sisa material
lepas yang kemungkinan
masih terdapat pada
permukaan beton tersebut
dengan menggunakan mesin
gerunda.
2. Pasang baut ankur ke pelat
slab.

METODE PELAKSANAAN
METODE STEEL PLATE BONDING

METODE PENYUNTIKAN :

1. Plat baja diletakan dalam posisi 3


mm dari permukaan beton dan
kemudian dilakukan pengencangan
baut ankur yang telah terpasang
pada posisi yang telah ditentukan.
2. Pembersihan bagian yang akan
disealant dengan THINNER.

3. Plat baja harus terpasang dengan baik dan seluruh baut ankur dalam
keadaan kencang dan sempurna.
4. Pasang pipa penyuntik dan pipa udara pada tempat yang sudah
ditentukan dengan bahan sealant ( SHOBOND#101)
5. Seluruh pinggiran plat baja ditutup dengan bahan SHOBOND#101dan baut
ankur ditutup menggunakan bolt cap (tutup baut) dengan disi bahan
sealant SHOBOND#101 .
6. Pengisian bahan SHOBOND GROUT kedalam celah anatara beton dengan plat baja
melalui pipa penyuntik..

METODE PELAKSANAAN
METODE STEEL PLATE BONDING

Setelah pengisian celah anatara beton dan plat baja terisi penuh
dan 1 hari berikutnya seluruh pipa pengisi dan pipa udara dipotong / dibuang
dengan gerinda hingga rapi
Setelah semuanya rapi, permukaan plat baja dibersihkan dengan thinner
Kemudian dilakukan pengecatan

METODE PELAKSANAAN
PEKERJAAN STEEL PLATE BONDING

TERDIRI ATAS BEBERAPA PEKERJAAN:


 Perbaiakan retak
 Bahan epoksi
 Bahan penutup (sealant)
 Alat suntik
 Perkuatan plat baja
 Pelat baja
 Bahan epoksi perekat pelat baja dan beton
 Pipa udara, pipa pengisi
 Baut angkur
 Pengecatan plat baja (dasar dan akhir)
PROYEK : Pemeliharaan Jembatan Propinsi………
NO PAKET KONTRAK :……………
NAMA PAKET : Pemeliharaan Jembatan
PROP/ KAB/ KODYA : ………….
ITEM PEMBAYARAN : 7.20.5(1) PERKIRAAN VOL. PEK. :
JENIS PEKERJAAN : CAIRAN PEREKAT PLAT BAJA TOTAL HARGA (Rp.) :
SATUAN PEMBAYARAN : Kg % THD. BIAYA PROYEK :

No. KOMPONEN SATUAN PERKIRAAN HARGA JUMLAH


KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)

A. TENAGA

1. Pekerja Jam 0.6483 3,642.86 2,361.67


2. Tukang Jam 0.2161 5,214.29 1,126.81
3. Mandor Jam 0.2161 5,571.43 1,203.99

JUMLAH HARGA TENAGA 4,692.46

B. BAHAN

1. Cairan Perekat Plat Baja Kg 1.0550 329,000.00 347,095.00

JUMLAH HARGA BAHAN 347,095.00

C. PERALATAN

1. Pompa Injeksi Jam 0.2161 25,000.00 5,402.50


2. Hand Mixer Jam 0.0066 45,000.00 297.00
3. Genset Jam 0.0066 175,000.00 1,155.00
4. Alat Bantu Ls 1.0000 3,545.00 3,545.00

JUMLAH HARGA PERALATAN 10,399.50

D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN (A+B+C) 362,186.96


E. OVERHEAD & PROFIT 10% X D 36,218.70
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN (D + E) 398,405.66
G. DIBULATKAN 398,400.00
PROYEK : Pemeliharaan Jembatan Propinsi………
NO PAKET KONTRAK :……………
NAMA PAKET : Pemeliharaan Jembatan
PROP/ KAB/ KODYA : ………….
ITEM PEMBAYARAN : 7.20.5(2) PERKIRAAN VOL. PEK. :
JENIS
PEKERJAAN a : PLAT BAJA t=4,5 mm TOTAL HARGA (Rp.) :
SATUAN PEMBAYARAN : Kg % THD. BIAYA PROYEK :

No. KOMPONEN SATUAN PERKIRAAN HARGA JUMLAH


KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)

A. TENAGA

1. Pekerja Jam 0.0435 3,642.86 158.46


2. Tukang Jam 0.0218 5,214.29 113.67
3. Mandor Jam 0.0109 5,571.43 60.73

JUMLAH HARGA TENAGA

B. BAHAN

Plat Baja t = 4.5 mm Kg 1.0550 27,500.00 29,012.50

JUMLAH HARGA BAHAN

C. PERALATAN

1. Genset Jam 0.0109 175,000.00 1,907.50


2. Dril Engine Jam 0.0109 25,000.00 272.50
3. Alat Bantu Ls 1.0000 1,092.00 1,092.00

JUMLAH HARGA PERALATAN

D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN (A+B+C) 32,617.36


E. OVERHEAD & PROFIT 10% X D 3,261.74
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN (D + E) 35,879.10
G. DIBULATKAN 35,870.00
PROYEK : Pemeliharaan Jembatan Propinsi………
NO PAKET KONTRAK :……………
NAMA PAKET : Pemeliharaan Jembatan
PROP/ KAB/ KODYA : ………….
ITEM PEMBAYARAN : 7.20.5(4) PERKIRAAN VOL. PEK. :
JENIS PEKERJAAN : ANGKUR BAUT Uk. M 12x70 mm TOTAL HARGA (Rp.) :
SATUAN PEMBAYARAN : Bh % THD. BIAYA PROYEK :

No. KOMPONEN SATUAN PERKIRAAN HARGA JUMLAH


KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)

A. TENAGA

1. Pekerja Jam 0.0542 3,642.86 197.44


2. Tukang Jam 0.0181 5,214.29 94.38
3. Mandor Jam 0.0181 5,571.43 100.84

JUMLAH HARGA TENAGA 392.66

B. BAHAN

Angkur Baut Uk. M 12 x 70 Bh 1.0000 5,300.00 5,300.00

JUMLAH HARGA BAHAN 5,300.00

C. PERALATAN

1. Drill Engine Jam 0.0181 11,466.76 207.55


2. Genset Jam 0.0181 16,795.04 303.99
3. Alat Bantu Ls 1.0000 615.00 615.00

JUMLAH HARGA PERALATAN 1,126.54

D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN (A+B+C) 6,819.20


E. OVERHEAD & PROFIT 10% X D 681.92
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN (D + E) 7,501.12
G. DIBULATKAN 7,500.00
PROYEK : Pemeliharaan Jembatan Propinsi………
NO PAKET KONTRAK :……………
NAMA PAKET : Pemeliharaan Jembatan
PROP/ KAB/ KODYA : ………….
ITEM PEMBAYARAN : 7.20.5(5) PERKIRAAN VOL. PEK. :
JENIS PEKERJAAN : TUTUP BAUT TOTAL HARGA (Rp.) :
SATUAN PEMBAYARAN : Bh % THD. BIAYA PROYEK :

No. KOMPONEN SATUAN PERKIRAAN HARGA JUMLAH


KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)

A. TENAGA

1. Pekerja Jam 0.1167 3,642.86 425.12


2. Tukang Jam 0.0389 5,214.29 202.84
3. Mandor Jam 0.0389 5,571.43 216.73

JUMLAH HARGA TENAGA 844.69

B. BAHAN

1. Tutup Baut Bh 1.0000 5,500.00 5,500.00

JUMLAH HARGA BAHAN 5,500.00

C. PERALATAN

1. Alat bantu Ls 1.0000 480.00 480.00

JUMLAH HARGA PERALATAN 480.00

D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN (A+B+C) 6,824.69


E. OVERHEAD & PROFIT 10% X D 682.47
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN (D + E) 7,507.15
G. DIBULATKAN 7,500.00
PROYEK : Pemeliharaan Jembatan Propinsi………
NO PAKET KONTRAK :……………
NAMA PAKET : Pemeliharaan Jembatan
PROP/ KAB/ KODYA : ………….
ITEM PEMBAYARAN : 7.20.5(7) PERKIRAAN VOL. PEK. :
JENIS PEKERJAAN : PIPA PENGISI DIA. 10X60 MM TOTAL HARGA (Rp.) :
SATUAN PEMBAYARAN : Bh % THD. BIAYA PROYEK :

No. KOMPONEN SATUAN PERKIRAAN HARGA JUMLAH


KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)

A. TENAGA

1. Pekerja Jam 0.1400 3,642.86 510.00


2. Tukang Jam 0.0700 5,214.29 365.00
3. Mandor Jam 0.0700 5,571.43 390.00

JUMLAH HARGA TENAGA 1,265.00

B. BAHAN

1. Pipa Pengisi Dia 10 x 60 mm Bh 1.0550 1,900.00 2,004.50

JUMLAH HARGA BAHAN 2,004.50

C. PERALATAN

1. Alat Bantu Ls 1.0000 370.00 370.00

JUMLAH HARGA PERALATAN 370.00

D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN (A+B+C) 3,639.50


E. OVERHEAD & PROFIT 10% X D 363.95
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN (D + E) 4,003.45
G. DIBULATKAN 4,000.00
PROYEK : Pemeliharaan Jembatan Propinsi………
NO PAKET KONTRAK :……………
NAMA PAKET : Pemeliharaan Jembatan
PROP/ KAB/ KODYA : ………….
ITEM PEMBAYARAN : 7.20.5(8) PERKIRAAN VOL. PEK. :
JENIS PEKERJAAN : PIPA UDARA DIA. 10X100 MM TOTAL HARGA (Rp.) :
SATUAN PEMBAYARAN : Bh % THD. BIAYA PROYEK :

No. KOMPONEN SATUAN PERKIRAAN HARGA JUMLAH


KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)

A. TENAGA

Pekerja Jam 0.0918 3,642.86 334.41


Tukang Jam 0.0459 5,214.29 239.34
Mandor Jam 0.0459 5,571.43 255.73

JUMLAH HARGA TENAGA 829.48

B. BAHAN

Pipa Udara Dia 10 x 100 mm Bh 1.0550 2,200.00 2,321.00

JUMLAH HARGA BAHAN 2,321.00

C. PERALATAN

Alat Bantu Ls 1.0000 490.00 490.00

JUMLAH HARGA PERALATAN 490.00

D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN (A+B+C) 3,640.48


E. OVERHEAD & PROFIT 10% X D 364.05
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN (D + E) 4,004.53
G. DIBULATKAN 4,000.00
PROYEK : Pemeliharaan Jembatan Propinsi………
NO PAKET KONTRAK :……………
NAMA PAKET : Pemeliharaan Jembatan
PROP/ KAB/ KODYA : ………….
ITEM PEMBAYARAN : 7.20.5(9) PERKIRAAN VOL. PEK. :
JENIS PEKERJAAN : PENGECATAN DASAR TOTAL HARGA (Rp.) :
SATUAN PEMBAYARAN : Bh % THD. BIAYA PROYEK :

No. KOMPONEN SATUAN PERKIRAAN HARGA JUMLAH


KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)

A. TENAGA

1. Pekerja Jam 0.9524 3,642.86 3,469.46


2. Tukang Jam 0.4762 5,214.29 2,483.04
3. Mandor Jam 0.2381 5,571.43 1,326.56

JUMLAH HARGA TENAGA 7,279.06

B. BAHAN

1. Cat Nippon Kg 1.055 81,550.00 86,035.25

JUMLAH HARGA BAHAN 86,035.25

C. PERALATAN

1. Compresor Jam 0.2381 96,779.00 23,043.08


2. Water Jet Jam 0.2381 12,784.37 3,043.96
3. Air Spray Jam 0.1000 7,500.00 750.00
4. Air Less Spray Jam 0.1000 7,500.00 750.00
5. Genset Jam 0.1000 175,000.00 17,500.00
6. Alat Bantu Ls 1.0000 2,510.00 2,510.00

JUMLAH HARGA PERALATAN 47,597.04

D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN (A+B+C) 140,911.35


E. OVERHEAD & PROFIT 10% X D 14,091.14
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN (D + E) 155,002.49
G. DIBULATKAN 155,000.00
PROYEK : Pemeliharaan Jembatan Propinsi………
NO PAKET KONTRAK :……………
NAMA PAKET : Pemeliharaan Jembatan
PROP/ KAB/ KODYA : ………….
ITEM PEMBAYARAN : 7.20.5(10) PERKIRAAN VOL. PEK. :
JENIS PEKERJAAN : PENGECATAN AKHIR TOTAL HARGA (Rp.) :
SATUAN PEMBAYARAN : Kg % THD. BIAYA PROYEK :

No. KOMPONEN SATUAN PERKIRAAN HARGA JUMLAH


KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)

A. TENAGA

1. Pekerja Jam 0.9524 3,642.86 3,469.46


2. Tukang Jam 0.4762 5,214.29 2,483.04
3. Mandor Jam 0.2381 5,571.43 1,326.56

JUMLAH HARGA TENAGA 7,279.06

B. BAHAN

1. Cat Nippon Kg 1.055 92,775.00 97,877.63

JUMLAH HARGA BAHAN 97,877.63

C. PERALATAN

1. Compresor Jam 0.2381 96,779.00 23,043.08


2. Water Jet Jam 0.2381 12,784.37 3,043.96
3. Air Spray Jam 0.1000 7,500.00 750.00
4. Air Less Spray Jam 0.1000 7,500.00 750.00
5. Genset Jam 0.1000 175,000.00 17,500.00
6. Alat Bantu Ls 1.0000 2,490.00 2,490.00

JUMLAH HARGA PERALATAN 47,577.04

D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN (A+B+C) 152,733.73


E. OVERHEAD & PROFIT 10% X D 15,273.37
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN (D + E) 168,007.10
G. DIBULATKAN 168,000.00
Mata pembayaran terkait
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
3.6.(1) Perkuatan Pelat Lantai dengan Steel Plate Kilogram
Bonding
3.6.(2) Perkuatan Struktur lantai dengan Penambahan Kilogram
Gelagar Baja
3.6.(3) Pengecatan pelat baja atau gelagar baja Meter Persegi
3.6.(4) Perkuatan Struktur dengan bahan fibre composite Meter persegi
jenis e-glass(furnished)
3.6.(5) Perkuatan Struktur dengan bahan fibre composite Meter persegi
jenis aramid (furnished)
3.6.(6) Perkuatan Struktur dengan bahan fibre composite Meter persegi
jenis carbon (furnished)
3.6.(7) Perkuatan gelagar beton dengan eksternal Unit jembatan
stressing (furnished) bentang ...... m
PENANGANAN ELEMEN BAJA
KERUSAKAN BAJA
Umur lapisan pelindung tersebut tergantung dari beberapa
faktor, antara lain:

 ketebalan dan jenis cat atau galvanis;


 pengaruh terhadap udara laut atau bahan kimia Iainnya;
dan
 pengaruh terhadap air atau adanya uap air yang terjebak
seperti pada daerah sambungan.
KERUSAKAN BAJA

Daya tahan sistem lapisan pelindung baja ini pada umumnya


adalah:
 permukaan yang digalvanis celup panas (hot dip galvanized)
dapat bertahan sekitar 15-20 tahun;
 permukaan yang dicat (di pabrik) dapat bertahan sekitar
10 - 15 tahun; dan
 permukaan yang dicat (di lapangan) bertahan sekitar 10
tahun.
PENANGANAN KERUSAKAN BAJA

 Siklus pengecatan ulang maksimum sekitar 7 sampai dengan 10 tahun


disarankan bagi jembatan-jembatan baja yang terekspos dengan udara yang
mengandung garam pada daerah dekat pantai.

 Dalam banyak kasus, siklus 5 sampai dengan 7 tahun mungkin diperlukan.


Pengecatan harus dilakukan sesuai dengan uraian untuk kerusakan 301.

 Bagian struktur baja yang terkorosi berat harus dipotong dan baja baru yang
mempunyai dimensi yang sama dilaskan dengan diberi pengaku atau
diperkuat dengan pemasangan pelat sebagaimana diuraikan untuk kerusakan
302.
Penanganan Kerusakan 301 Penurunan
mutu lapisan pelindung terhadap karat

Penurunan mutu lapisan pelindung ini dapat disebabkan oleh:

 umur;
 lingkungan korosif;
 pemakaian;
 tumbukan;
 kualitas buruk pada penanganan awal; dan
 vandalisme.
Nilai Kondisi Penanganan yang direkomendasikan
Kerusakan yang ada terbatas dan tidak kritis. Permukaan
pelindung harus dibersihkan dan dicat sebagai bagian dari
Pemeliharaan Rutin.
Pembersihan dari daerah yang terkena efeknya dapat dilakukan
dengan cara mencuci dan penyikatan dengan sikat kawat.
Pengecatan dapat dilakukan dengan kuas. Sistem pengecatan
yang digunakan harus menggunakan cat dasar yang sederhana
dan cat akhir sebagai berikut :
Kerusakan dengan nilai 1 dan 2
• Cat dasar - Jenis Alkyd zinc chromate
Ketebalan 40 mikron (minimum)

• Cat akhir- Jenis Alkyd enamel.


Ketebalan 50 mikron (minimum)
Dapat pula digunakan sistem cat yang lain untuk lingkungan
agresif.
Masalahnya bersifat umum dan korosi berpengaruh terhadap baja.
Pekerjaan di luar cakupan pemeliharaan rutin kecuali masalah
sandaran dan tiang sandarannya. Sandaran dapat ditangani
Kerusakan dengan nilai 3 dan 4
sebagaimana diuraikan di atas pada pemeliharaan rutin. Cara
untuk mengukur tebal cat menggunakan alat elcometer.
Kondisi elemen-elemen harus diperiksa. Jika korosi elemen baja
menyebar, maka elemen baja harus diganti. Jika korosi ringan,
maka elemen harus diperbaiki dan permukaan dicat kembali
Kerusakan dengan nilai 4 dan 5
seperti yang diuraikan di bawah ini. Cara untuk mengukur tebal cat
menggunakan alat elcometer.
PENGECATAN BAJA PADA
PERMUKAAN YANG
SUDAH DIGALVANIS
PENGECATAN BAJA PADA
PERMUKAAN YANG TIDAK
DIGALVANIS
MATA PEMBAYARAN PENGECATAN
BAJA

Nomor Mata Uraian Satuan


Pembayaran Pengukuran

4.4.(1) Pengecatan pada baja galvanis dengan Meter persegi


kategori A

4.4.(2) Pengecatan pada baja galvanis dengan Meter persegi


kategori B

4.4.(3) Pengecatan pada baja non galvanis Meter persegi


dengan kategori A

4.4.(4) Pengecatan pada baja non galvanis Meter persegi


dengan kategori B
Kerusakan 302 – Korosi elemen baja
 Bersihkan semua permukaan yang terkorosi secara menyeluruh untuk
menentukan besarnya kehilangan luas penampang elemen.
 Jika kehilangan penampang kurang dari 15%, bagian tersebut harus
dibersihkan seluruhnya dan dicat sebagaimana diuraikan pada Kerusakan
301.
 Jika luas kerusakan melebihi 15%, pemeriksaan khusus diperlukan untuk
menentukan dengan akurat strategi pemeliharaan. Cara berikut ini dapat
digunakan:
 pembentukan kembali
 Jika daerah cakupannya kecil (kurang dari 200 mm panjangnya), kerusakan
tersebut dapat diperbaiki dengan mengembalikan pada bentuk semula
dengan teknik pengelasan yang sesuai. Proses pengelasan harus cocok
dengan tipe baja. Semua bahan-bahan yang merusak harus dibersihkan
secara menyeluruh sebelum dilakukan pengelasan;
Kerusakan 302 – Korosi elemen baja
 pengurangan tegangan bagian yang lemah
 Pengurangan tegangan bagian yang lemah dapat dilaksanakan
dengan menambahkan pelat baja atau menambah elemen
tambahan untuk membagi beban.
 Perlu diperhatikan dalam penggunaan metode pengurangan
tegangan cukup agar dapat menerima beban dan menjamin
bahwa dalam penggunaan metode tersebut tidak melemahkan
elemen aslinya di kemudian hari, misalnya mengebor lubang
baut tambahan untuk sambungan; dan
 penggantian elemen
 Penggantian elemen yang rusak akan mengembalikan kapasitas
bagian tersebut pada kapasitas rencana semula.
Kerusakan 303 - Perubahan bentuk elemen baja

 Penanganan hal tersebut tergantung pada hal-hal berikut


ini:
 jika bagian tersebut merupakan bagian tidak struktural,
seperti sandaran;
 jika bagian tersebut merupakan bagian struktural, seperti
batang tepi atas rangka;
 jika perubahan bentuk adalah perubahan setempat, misalnya
adanya tonjolan sedikit pada sayap gelagar; dan
 jika perubahan bentuk sifatnya menyeluruh.
Kerusakan 303 - Perubahan bentuk elemen baja

Nilai Kondisi Penanganan yang direkomendasikan

Elemen Tidak Struktural Luruskan atau ganti - tergantung mana


Nilai kondisi > 2 yang lebih ekonomis

Elemen Struktural
Nilai kondisi 1 Dipantau
Nilai kondisi 2 atau 3 Diperbaiki, ditunjang, perkuat
Nilai kondisi 4 atau 5 Ganti
Kerusakan 304 - Keretakan pada
elemen baja

Beberapa penanganan terhadap keretakan pada pekerjaan


baja adalah sebagai berikut:

 penghilangan tegangan dengan pengeboran lubang pada


bagian ujung retak;
 penanganan retak dengan pengelasan;
 penanganan dengan pemasangan pelat penutup melalui
pengelasan; dan
 pengurangan tegangan atau penggantian.
PENGGANTIAN BAUT MUTU TINGGI
4.1. BAJA STRUKTUR
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran

4.1.(1) Pemasangan shear connector buah

4.1.(2) Pemeriksaan dan Pengencangan baut Buah

4.1.(3) Penggantian baut mutu tinggi Buah

4.1. (4) Baja Struktur mutu BJ 41 Kilogram

4.1.(5) Baja Struktur mutu BJ 50 Kilogram

4.1. (6) Baja Struktur mutu > BJ 52 Kilogram

4.1.(7) Pengadaan struktur lantai orthotropik Kilogram

4.1.(8) Pemasangan Struktur Lantai Orthotropik Kilogram


PERSIAPAN DESAIN
PENGGANTIAN
ELEMEN BAJA
PELAKSANAAN
PENGGANTIAN ELEMEN
BAJA
4.3. PENGGANTIAN ELEMEN BAJA
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran

4.3.(1) Perbaikan komponen struktur baja dengan Lump Sum


pelurusan

4.3.(2) Penggantian elemen struktur baja Kilogram


(furnished) mutu BJ 32

4.3.(3) Penggantian elemen struktur baja Kilogram


(furnished) mutu BJ 41

4.3.(4) Penggantian elemen struktur baja Kilogram


(furnished) mutu BJ 52
PERKUATAN JEMBATAN BAJA

Nomor Mata Uraian Satuan


pembayaran Pengukuran

4.5.(1) Perkuatan dengan eksternal Unit


stressing untuk jembatan dengan jembatan
bentang ........ m (furnished)
Kerusakan 503 – Gerusan saluran air

Tipe Kecocokan penggunaan


Air sungai yang dalam dan/atau tanah lunak. Gunakan sebagai
Turap
pengamanan fondasi atau bangunan bawah.
Bronjong Air sungai yang dangkal dan fondasi yang kokoh.
Air sungai yang dangkal dan fondasi yang kokoh tempat aliran air
Dinding beton
dapat dipindahkan selama pelaksanaan.
Sebagai penghalang/pengarah aliran air sungai pada daerah yang
Krib
akan diperbaiki alirannya dengan cara mengarahkan aliran sungai.
Penurunan yang dangkal melintang penuh selebar sungai. Dapat
Pengamanan dasar
dibuat dari beton, bronjong, pemagaran ganda dengan pengisian batu
sungai
di antaranya, turap baja dan cara lainnya.
Pembuatan Aliran sungai yang dangkal tempat aliran sungai dapat dipindahkan
perkerasan alur selama pelaksanaan. Biasanya hanya digunakan pada jembatan
pembersih dengan bentang kecil.
Jika terjadi lubang akibat gerusan dan gunanya untuk mencegah
Tetrahedron
erosi.
Rip-rap/ pasangan
Di sekeliling pilar untuk melindungi fondasi.
batu besar
Pilar

ELEVASI SAMPING TAMPAK ATAS


CARA PENGAMANAN TEBING
Pengamanan lereng secara langsung
Pengamanan fleksibel Pengamanan kaku
Jenis pengaman - pasangan batu kosong - turap baja
- kawat anyaman - tiang atau dinding
- bronjong - kepala jembatan beton bertulang
- tanaman - bronjong yang diperkuat
Uraian Pengaman yang bersifat struktur yang berfungsi
Bahan yang digunakan mempunyai sifat yang fleksibel sebagai pengaman bagian ujung tebing akibat
sebagai pengaman tebing, pelindung tebing, dan longsornya tanah timbunan atau gerusan yang
pencegah erosi. terjadi.
Kajian Fleksibel berarti masih terjadi sedikit pergerakan dengan Kaku berarti bahwa setiap pergerakan mengarah
toleransi tidak terjadi longsoran penuh. pada suatu kegagalan. Jadi, harus direncanakan
Bronjong dapat dipakai untuk masalah pengikisan pada supaya kuat menahan semua gaya.
bagian atas tanah timbunan yang tidak dilindungi. Talud bronjong berbeton merupakan suatu
Pengaman yang fleksibel umumnya merupakan suatu penanganan yang mahal. Biasanya hanya
metode yang tidak permanen dan biaya dapat menjadi digunakan bila panjang yang kecil saja dipakai
efektif jika bahan-bahannya mudah didapat. untuk melindungi aset-aset penting, misalnya
Setiap tipe pengaman fleksibel harus didesain dan pada kepala jembatan.
ditempatkan dengan hati-hati. Gerusan pada bagian ujung Tipe pengaman kaku diperuntukan pada gerusan
atau bawah merupakan hal yang umum berat pada ujung suatu struktur.

Penyebab kelongsoran - Pengikisan bagian ujung struktur Gerusan pada bagian ujung struktur diikuti
- Tidak sesuainya ukuran pasangan batu kosong dengan kelongsoran.
- Pengikisan bronjong
- Tidak cukupnya material endapan di daerah hilir
Kesimpulan Penggunaan yang luas apabila bahan tersedia
Cocok untuk perlindungan kepala jembatan.
Penerapan yang terbatas apabila terletak jauh
dari kepala jembatan. Penggunaannya hanya
untuk tebing yang rendah.
KERUSAKAN SAMBUNGAN SIAR MUAI
Model-model kerusakan pada APJ
KERUSAKAN SAMBUNGAN SIAR MUAI
KERUSAKAN SAMBUNGAN SIAR MUAI
KERUSAKAN SAMBUNGAN SIAR MUAI
KERUSAKAN SAMBUNGAN SIAR MUAI
KERUSAKAN SAMBUNGAN SIAR MUAI
KERUSAKAN SAMBUNGAN SIAR MUAI
KERUSAKAN SAMBUNGAN SIAR MUAI
Thormajoint
Deskripsi / gambaran
Gambaran
Gambaran
Panduan Pemasangan
Panduan Pemasangan
Panduan Pemasangan
SPESIFIKASI
REHABILITASI JEMBATAN
 Divisi 1 – Ketentuan Umum
 Divisi 2 – Jalan Pendekat – Pek. Tanah dan Drainase
 Divisi 3 – Struktur Beton
 Divisi 4 – Struktur Baja
 Divisi 5 – Struktur Kayu
 Divisi 6 – Pondasi
 Divisi 7 – Lapis Permukaan
 Divisi 8 – Pelengkapan Jembatan
 Divisi 9 – Pekerjaan Lain-lain
 Divisi 10 – Pekerjaan harian
 Divisi 11 – Pemeliharaan Rutin
DIVISI 1 – KETENTUAN UMUM

Nomor Mata Uraian Satuan


Pembayaran Pengukuran
1.2.(1) Mobilisasi dan Demobilisasi Lump Sum

1.3.(1) Pengaturan Lalu-Lintas Lump Sum

1.3.(2) Jembatan Sementara bentang .... m, jenis Unit


...........
DIVISI 2 – JALAN PENDEKAT
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
2.1.(1) Galian untuk Drainase Selokan dan Saluran Air Meter Kubik

2.1.(2) Galian untuk perbaikan selokan dan saluran air Meter Kubik

2.2 Pasangan Batu dengan Mortar untuk saluran Meter Kubik

2.3.(1) Gorong-gorong Pipa Beton Bertulang, diameter dalam 50 cm Meter Panjang

2.3.(2) Gorong-gorong Pipa Beton Bertulang, diameter dalam 50 cm Meter Panjang


sampai 70 cm
2.3.(2) Gorong-gorong Pipa Beton Bertulang, diameter dalam 50 cm Meter Panjang
sampai 70 cm
2.3.(3) Gorong-gorong Pipa Beton Bertulang, diameter dalam 70 cm Meter Panjang
sampai 100 cm
2.3.(4) Gorong-gorong Pipa Beton Bertulang, diameter dalam 100 cm Meter Panjang
sampai 130 cm
2.3.(5) Gorong-gorong Pipa Beton Bertulang, diameter dalam 140 cm Meter Panjang
sampai 150 cm
DIVISI 2 – JALAN PENDEKAT
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
2.3.(6) Gorong-gorong Pipa Beton Bertulang, dengan diameter Meter Panjang
selain 2.3.(1) sampai 2.3.(4)
2.3.(7) Gorong-gorong Pipa Baja Bergelombang dengan Ton
dimensi ……
2.3.(8) Gorong-gorong Pipa Beton Tanpa Tulangan diameter Meter Panjang
dalam 20 cm sampai 30 cm
2.3.(9) Gorong-gorong persegi beton bertulang pracetak Meter Panjang
dengan dimensi ……………

2.4.(1) Galian Biasa Meter Kubik

2.4.(2) Galian Batu Meter Kubik

2.4.(3) Galian Struktur dengan Kedalaman 0 - 2 M Meter Kubik

2.4.(4) Galian Struktur dengan Kedalaman 2 - 4 M Meter Kubik


DIVISI 2 – JALAN PENDEKAT
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
2.4.(5) Galian Struktur dengan Kedalaman 4 - 6 M Meter Kubik

2.4.(6) Galian Struktur dengan Kedalaman > 6 M Meter Kubik

2.4.(7) Tambahan Biaya untuk Nomor Mata Pembayaran Meter Kubik


2.4.(3), 2.4.(4) , 2.4.(5) dan 2.4.(6) untuk galian di
dalam air
2.4.(8) Biaya Tambahan untuk Pengangkutan Bahan Hasil Meter Kubik per
Galian dengan Jarak melebihi 5 km Kilometer

2.5.(1) Timbunan Biasa Dari Selain Galian Sumber Bahan Meter Kubik

2.5.(2) Timbunan Pilihan Meter Kubik


DIVISI 2 – JALAN PENDEKAT
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
2.5.(3) Timbunan Pilihan di atas Tanah Rawa Biasa (diukur di atas Meter Kubik
bak truk)

2.5.(4) Timbunan Pilihan di atas Tanah Rawa Gambut (diukur Meter Kubik
berdasarkan pelat penurunan)

2.5.(5) Timbunan Batu dengan Manual Meter Kubik

2.5.(6) Timbunan Batu dengan Derek Meter Kubik

2.5.(7) Perbaikan tanah timbunan dengan menggunakan Meter Persegi


Geosynthetic tipe ..........

2.6. (1) Perbaikan dan Penyiapan Badan Jalan Meter Persegi

2.5.(3) Timbunan Pilihan di atas Tanah Rawa Biasa (diukur di atas Meter Kubik
bak truk)
DIVISI 3 - BETON
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
3.1.(1) Beton mutu tinggi dengan fc’=50 MPa (K-600) Meter Kubik

3.1.(2) Beton mutu tinggi dengan fc’=45 MPa (K-500) Meter Kubik

3.1.(3) Beton mutu tinggi dengan fc’=38 MPa (K-450) Meter Kubik

3.1.(4) Beton mutu tinggi dengan fc’=35 MPa (K-400) Meter Kubik

3.1.(5) Beton mutu sedang dengan fc’=30 MPa (K-350) Meter Kubik

3.1.(6) Beton mutu sedang dengan fc’= 25 MPa (K-300) Meter Kubik

3.1.(7) Beton mutu sedang dengan fc’= 20 MPa (K-250) Meter Kubik
DIVISI 3 - BETON
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
3.1.(8) Beton mutu rendah dengan fc’= 15 MPa (K-175) Meter Kubik

3.1.(9) Beton Siklop fc’=15 MPa (K-175) Meter Kubik

3.1.(10) Beton mutu rendah dengan fc’= 10 MPa (K-125) Meter Kubik

3.2.(1) Unit Pracetak Gelagar Tipe I bentang ........... m Buah

3.2.(2) Unit Pracetak Gelagar Tipe T bentang .......... m Buah

3.2.(3) Pengadaan Unit Pracetak Gelagar Tipe U bentang ...... m Buah

3.2.(4) Pengadaan Unit Pracetak Gelagar Tipe Y bentang ........... m Buah


DIVISI 3 - BETON
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
3.2.(5) Pengadaan Unit Pracetak Gelagar Tipe  bentang ............. m Buah

3.2.(6) Pengadaan Unit Pracetak voided slab bentang ............... m Buah

3.2.(7) Pengadaan Unit Pracetak flat slab bentang ............... m Buah

3.2.(8) Pengadaan dan pemasangan unit Pracetak diafragma untuk jarak Buah
gelagar ........ m

3.2.(9) Pengadaan dan pemasangan unit pracetak panel deck Meter Persegi

3.2.(10) Kabel prategang, pengadaan dan penarikan (furnished) Kilogram

3.2.(11) Pemasangan unit pracetak gelagar tipe I bentang .......... m Buah


DIVISI 3 - BETON
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
3.2.(12) Pemasangan unit pracetak gelagar tipe T Bentang ........... m Buah

3.2.(13) Pemasangan unit pracetak gelagar tipe U Bentang ............ m Buah

3.2.(14) Pemasangan unit pracetak gelagar tipe Y Bentang ............ m Buah

3.2.(15) Pemasangan unit pracetak gelagar tipe  Bentang ............ m Buah

3.2.(16) Pemasangan unit pracetak Voided Slab Bentang ............ m Buah

3.2.(17) Pemasangan unit pracetak Flat Slab Bentang .............. m Buah

3.2.(18) Pengadaan dan pemasangan unit pracetak diafragma termasuk penegangan Buah
untuk gelagar beton pratekan tipe .........
DIVISI 3 - BETON
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
3.2.(19) Pengadaan dan Pemasangan unit lantai pracetak jenis Meter Persegi
double T

3.2.(20) Pengadaan dan pemasangan unit pracetak diafragma Buah


termasuk penegangan untuk gelagar beton pratekan tipe
.........

3.3.(1).(a) Baja Tulangan BJ 24 Polos Kilogram

3.3.(1).(b) Baja Tulangan BJ 24 Polos (epoxy coated) Kilogram

3.3.(2).(a) Baja Tulangan BJ 32 Polos Kilogram

3.3.(2).(b) Baja Tulangan BJ 32 Polos (epoxy coated) Kilogram

3.3.(3).(a) Baja Tulangan BJ 32 Ulir Kilogram


DIVISI 3 - BETON
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
3.3.(3).(b) Baja Tulangan BJ 32 Ulir (epoxy coated) Kilogram

3.3.(4).(a) Baja Tulangan BJ 39 Ulir Kilogram

3.3.(4).(b) Baja Tulangan BJ 39 Ulir (epoxy coated) Kilogram

3.3.(5).(a) Baja Tulangan BJ 48 Ulir Kilogram

3.3.(5).(b) Baja Tulangan BJ 48 Ulir (epoxy coated) Kilogram

3.3.(6) Anyaman Kawat Yang Dilas (Welded Wire Mesh) Kilogram

3.4.(1). Cairan perekat (epoxy resin) Kilogram


DIVISI 3 - BETON
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
3.4.(2) Bahan penutup (sealant) Kilogram

3.4.(3) Alat penyuntik anti gravitasi Buah

3.4.(4) Alat penyuntik gravitasi Buah

3.5.(1) Penambalan (patching)( furnished) Meter kubik

3.5.(2) Perbaikan dengan cara grouting (furnished) Meter Kubik

3.6.(1) Perkuatan Pelat Lantai dengan Steel Plate Bonding Kilogram

3.6.(2) Perkuatan Struktur lantai dengan Penambahan Gelagar Baja Kilogram


DIVISI 3 - BETON
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
3.6.(3) Pengecatan pelat baja atau gelagar baja Meter Persegi

3.6.(4) Perkuatan Struktur dengan bahan fibre composite jenis e- Meter persegi
glass(furnished) tipe .....

3.6.(5) Perkuatan Struktur dengan bahan fibre composite jenis aramid Meter persegi
(furnished) tipe .....

3.6.(6) Perkuatan Struktur dengan bahan fibre composite jenis carbon Meter persegi
(furnished) tipe ......

3.6.(7) Perkuatan jembatan beton dengan eksternal stressing (furnished) Kilogram


DIVISI 4 - BAJA
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
4.1.(1) Penggantian dan/atau Pemasangan shear connector buah

4.1.(2) Pengencangan baut Buah

4.1.(3) Penggantian baut mutu tinggi Buah

4.1. (4) Penggantian paku keling Kilogram

4.1.(5) Penggantian struktur lantai dengan sistem orthotropik (furnished) Kilogram

4.2.(1) Perbaikan elemen struktur baja dengan cara pengelasan Meter panjang

4.3.(1) Perbaikan komponen struktur baja dengan pelurusan Lump Sum


DIVISI 4 - BAJA
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
4.3.(2) Penggantian elemen struktur baja (furnished) mutu BJ 32 Kilogram

4.3.(3) Penggantian elemen struktur baja (furnished) mutu BJ 41 Kilogram

4.3.(4) Penggantian elemen struktur baja (furnished) mutu > BJ 52 Kilogram

4.4.(1) Pengecatan pada baja galvanis dengan kategori A Meter persegi

4.4.(2) Pengecatan pada baja galvanis dengan kategori B Meter persegi

4.4.(3) Pengecatan pada baja non galvanis dengan kategori A Meter persegi

4.4.(4) Pengecatan pada baja non galvanis dengan kategori B Meter persegi

4.5.(1) Perkuatan dengan eksternal stressing untuk jembatan baja (furnished) Kilogram
DIVISI 5 - KAYU
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
5.1.(1) Penggantian Lantai Kayu Meter Kubik

5.1.(2) Penggantian Gelagar Kayu Meter Kubik

5.1.(3) Perbaikan Gelagar Kayu Meter Kubik

5.1.(4) Penggantian Balok Kepala Tiang Kayu Meter Kubik

5.1.(5) Penggantian Papan Lajur Kendaraan Meter Kubik

5.1.(6) Perbaikan dan/atau penggantian kerb kayu Meter Kubik

5.1.(7) Perbaikan dan/atau Penggantian Sandaran Kayu Meter Kubik

5.1.(8) Pengecatan/Perlindungan Gelagar Meter Kubik


DIVISI 5 - KAYU
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
5.1.(9) Pengecatan/Perlindungan Lantai Kayu Meter Persegi

5.1.(10) Pengecatan/Perlindungan Tiang Pancang Kayu Meter Persegi

5.1.(11) Pengecatan/Pelindungan Balok Kepala Kayu Meter persegi

5.1.(12) Pengecatan/perlindungan Sandaran Meter Panjang


DIVISI 6 - FONDASI
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
6.1.(1) Pondasi Cerucuk, Pengadaan dan Pemancangan Meter Panjang

6.1.(2) Pengadaan Tiang Pancang Kayu Tanpa Pengawetan. ukuran .... Meter Panjang

6.1.(3) Pengadaan Tiang Pancang Kayu Dengan Pengawetan. ukuran .... Meter Panjang

6.1.(4) Pengadaan Tiang Pancang Baja diameter .... cm Kilogram

6.1.(5) Pengadaan Tiang Pancang Beton Bertulang Pracetak ukuran / diameter ...... Meter Panjang

6.1.(6) Pengadaan Tiang Pancang Beton Prategang Pracetak ukuran / diameter ...... Meter Panjang

6.1.(7) Pemancangan Tiang Pancang Kayu. ukuran .... cm Meter Panjang

6.1.(8) Pemancangan Tiang Pancang Beton . ukuran .... cm Meter Panjag


DIVISI 6 - FONDASI
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
6.1.(9) Pemancangan Tiang Pancang Pipa Baja diameter.... cm Meter Panjang

6.1.(10) Tiang Bor Beton ukuran .... cm Meter Panjang

6.1.(11) Tambahan Biaya untuk no. Mata Pembayaran 6.1.(8) dan 6.1.(9) bila tiang pancang Meter Panjang
dikerjakan di air

6.1.(12) Tambahan Biaya untuk no. Mata Pembayaran 6.1.(10) bila tiang bor dikerjakan di Meter Panjang
air

6.1.(13) Tiang Uji ukuran .... jenis ……… Meter Panjang

6.1.(14) Pengujian Pembebanan Statis pada Tiang ukuran / diameter .... cm Meter Panjang

6.1.(15) Pengujian Pembebanan Dinamis pada Tiang ukuran / diameter ...... cm Meter Panjang

6.2.(1) Pengadaan Dinding Sumuran Silinder, Diameter .......... m Meter Panjang

6.2.(2) Penurunan Dinding Sumuran Silinder, Diameter ............ m Meter Panjang


DIVISI 7 – LAPIS PERKERASAN
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
7.1.(1) Latasir Kelas A (SS-A) , (t = ...cm) Meter Persegi

7.1.(2) Latasir Kelas B (SS-B) , (t = ...cm) Meter Persegi

7.1.(3) Lataston Lapis Aus (HRS-WC) , (t = ...cm) Meter Persegi

7.1.(3a) Lataston Lapis Aus Leveling (HRS-WC L) Ton

7.1.(4) Lataston Lapis Pondasi (HRS-Base) Meter Kubik

7.1.(4a) Lataston Lapis Pondasi Leveling (HRS-Base L) Ton


7.1. (5a) Laston Lapis Aus (AC-WC), (t = …cm) Meter Persegi

7.1. (5b) Laston Lapis Aus Modifikasi (AC-WC Mod) , (t = Meter Persegi
…cm)
DIVISI 7 – LAPIS PERKERASAN
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
7.1. (5c) Laston Lapis Aus Leveling (AC-WC L) Ton

7.1. (5d) Laston Lapis Aus Modifikasi Leveling (AC-WC Mod L) Ton

7.1. (6a) Laston Lapis Antara (AC-BC) Meter Kubik

7.1. (6b) Laston Lapis Antara Modifikasi (AC-BC Mod) Meter Kubik

7.1. (6c) Laston Lapis Antara Leveling (AC-BC L) Ton

7.1. (6d) Laston Lapis Antara Modifikasi Leveling (AC-BC Mod L) Ton

7.1. (7a) Laston Lapis Pondasi (AC-Base) Meter Kubik

7.1. (7b) Laston Lapis Pondasi Modifikasi (AC-Base Mod) Meter Kubik

7.1. (7c) Laston Lapis Pondasi Leveling (AC-Base L) Ton


DIVISI 7 – LAPIS PERKERASAN
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
7.1. (7d) Laston Lapis Pondasi Modifikasi Leveling (AC-Base Mod L) Ton

7.1.(8) Pelapisan ulang dengan aspal mastic Meter Persegi

7.2.(1) Pelapisan dengan beton aus Meter Persegi

7.2.(2) Pelapisan dengan beton khusus Meter Persegi

7.2.(3) Pelapisan dengan bahan fleksibel epoxy mortar Meter Persegi

7.2.(4) Pelapisan pelindung kedap air (waterproofing) Meter Persegi


DIVISI 8 – PERLENGKAPAN
JEMBATAN
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
8.1.(1) Landasan Elastomer Karet Alam Buah

8.1.(2) Landasan Elastomer Neophrene Buah

8.1.(3) Landasan Elastomer Strip Meter Panjang

8.1.(4) Penggantian Landasan Logam Buah

8.1.(5) Penggantian Landasan Elastomer Karet Alam Buah

8.1.(6) Penggantian Landasan Elastomer Neophrene Buah

8.1.(7) Penggantian Landasan Elastomer Strip Meter Panjang

8.1.(8) Penggantian Landasan Jenis Khusus Buah


DIVISI 8 – PERLENGKAPAN
JEMBATAN
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
8.2.(1) Sambungan Siar Muai Tipe Tertutup, Tipe Asphaltic Plug Meter Panjang

8.2.(2) Sambungan Siar Muai Tipe Tertutup Dengan Penutup Karet Meter Panjang

8.2.(3) Joint Filler Untuk Siar Muai Meter Panjang

8.2.(4) Penggantian sambungan siar muai tipe tertutup, jenis asphaltic plug Meter Panjang

8.2.(5) Penggantian Sambungan Siar Muai Tipe Tertutup Dengan Penutup Meter Panjang
Karet

8.2.(6) Perbaikan Sambungan Siar Muai Tipe Terbuka Meter Panjang

8.2.(7) Penggantian Sambungan Siar Muai Tipe Khusus Meter Panjang

8.2.(8) Perbaikan Joint Filler Untuk Siar Muai Meter Panjang


DIVISI 8 – PERLENGKAPAN
JEMBATAN
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
8.3.(1) Pipa Cucuran Baja Meter Panjang

8.3.(2) Penggantian pipa cucuran Meter Panjang

8.4.(1). Papan Nama Jembatan Buah

8.4.(2) Penggantian dan/atau Perbaikan Papan Nama Jembatan Buah

8.5.(1) Tiang Sandaran (Railing) dan sandaran baja Meter Panjang

8.5.(2) Penggantian tiang sandaran dan sandaran baja Meter Panjang

8.6.(1) Pasangan Parapet Meter Kubik

8.6.(2) Penggantian dan perbaikan parapet Meter Kubik


DIVISI 9 – PEKERJAAN LAIN LAIN
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
9.1.(1) Pengadaan Turap Kayu Tanpa Pengawetan. Meter Kubik

9.1.(2) Pengadaan Turap Kayu Dengan Pengawetan. Meter Panjang

9.1.(3) Pengadaan Turap Baja Kilogram

9.1.(4) Pengadaan Turap Beton Pracetak Meter Panjang

9.1.(5) Pemancangan Turap Kayu Meter Panjang

9.1.(6) Pemancangan Turap Beton Pracetak Meter Panjag

9.1.(7) Pemancangan Turap Baja Meter Panjang

9.1.(8) Tambahan Biaya untuk no. Mata Pembayaran 9.1.(5), 9.1.(6) dan Meter Panjang
9.1.(7) bila tiang pancang dikerjakan di air
DIVISI 9 – PEKERJAAN LAIN LAIN
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
9.1.(9) Tiang Uji Turap jenis ..... Meter Panjang

9.2.(1) Pasangan Batu Kosong yang Diisi Adukan Meter Kubik

9.2.(2) Pasangan Batu Kosong Meter Kubik

9.2.(3) Bronjong Meter Kubik

9.3 (1) Pasangan Batu Meter Kubik

9.5.(1) Pembongkaran Pasangan Batu Meter Kubik

9.5.(2) Pembongkaran Pasangan Bata Meter Kubik

9.5.(3) Pembongkaran Beton Meter Kubik


DIVISI 9 – PEKERJAAN LAIN LAIN
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
9.5.(4) Pembongkaran Beton Prategang Meter Kubik

9.5.(5) Pembongkaran Bangunan Gedung Meter Persegi

9.5.(6) Pembongkaran Rangka Baja Meter Persegi

9.5.(7) Pembongkaran Gelagar Baja Meter Panjang

9.5.(8) Pembongkaran Lantai Jembatan Kayu Meter Persegi

9.5.(9) Pembongkaran Jembatan Kayu Meter Persegi

9.5.(10) Pembongkaran Lapisan Perkerasan Meter Persegi

9.5.(11) Pembongkaran Utilitas Lump Sum

9.5.(12) Pengangkutan Hasil Bongkaran yang melebihi 5 km Meter Kubik per km


DIVISI 11 – PEMELIHARAAN RUTIN
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran

11.1.(1) Pemeliharaan Rutin Perkerasan Lump Sump

11.1.(2) Pemeliharaan Rutin Bahu Jalan Lump Sump

11.1.(3) Pemeliharaan Rutin Selokan, Saluran Air, Lump Sump

11.1.(4) Galian dan Timbunan Lump Sump

11.1.(5) Pemeliharaan Rutin Perlengkapan Jalan Lump Sump


Pemeliharaan Rutin Jembatan