Anda di halaman 1dari 9

KONSINYASI

Pada bab ini dibahas teori secara singkat perihal penjualan barang dimana oleh
produsen atau penjual, barang-barang yang akan dijual pada konsumen dititip
kan ke perbagai pengecer dimana pengecer atas penjualan barang tersebut men
dapat komisi. Pada umumnya atas barang titipan semacam ini apabila timbul
biaya operasi semua ditanggung yang menitipkan atau produsen
Akuntansi atas barang titipan meliputi pencatatan pada penitip barang dan pada
penerima titipan.

Istilah-istilah yang digunakan

Untuk membahas masalah akuntansi barang titipan , digunakan beberapa istilah


teknis akuntansi yang berasal dari bahasa Inggris yang diterjemahkan dalam bahasa
Indonesia yang lazim untuk akuntansi barang titipan, yaitu :

1. Konsinyasi Keluar (Consignment Out) yaitu rekening untuk menampung transaksi


barang konsinyasi oleh Pengamanat
2. Konsinyasi Masuk (Consignment In) yaitu rekening untuk menampung transaksi
konsinyasi oleh Komisioner.
3. Pengamanat (Consignor) yaitu penitip barang titipan/konsinyasi
4. Komisioner (Consignee) yaitu pihak yang menerima titipan barang konsinyasi.

Istilah-istilah tersebut secara konsisten digunakan untuk mempermudah pemahaman


baik dalam teori maupun contoh-contoh.

Akuntansi Untuk Konsinyasi

Untuk melakukan pencatatan, analisa dan pelaporan akuntansi barang konsinyasi


meliputi :
1. Akuntansi untuk pengamanat
2. Akuntansi untuk komisioner.

1. Akuntansi untuk Pengamnat (Consignor)


Ada dua metode bisa digunakan oleh pengamanat untuk melakukan pencatatan atas
transaksi konsinyasi yaitu :
a. Metode Laba Terpisah, artinya dengan metode ini laba dari penjualan barang titipan
dilakukan pencatatannya dan diikuti secara terpisah dari penjualan barang secara
reguler.
Untuk mengikuti aliran barang konsinyasi dibuatkan rekening terpisah dengan judul
"Barang Konsinyasi". Rekening ini untuk menampung seluruh transaksi yang ada terjadi
pada barang titipan, setelah akhir periode laba atau konsinyasi dipindahkan dan men-
jadi bagian dari laba usaha keseluruhan.

Contoh :
PT "Sehat" yang memproduksi sepeda olah raga menitipkan produknya pada Toko
"Seger". Transaksi tahun 2005 tampak sebagai berikut :
- Januari 2005 dikirim 100 sepeda dengan harga pokok per unit Rp 40.000, ongkos
kirim seluruhnya Rp 200.000 dan diberi harga jual @ Rp 75.000. Komisi penjual 20%,
semua biaya ditanggung PT Sehat.
- Biaya yang dikeluarkan oleh Toko Seger untuk iklan, ongkos angkut, hadiah dan
dan lain-lain (biaya operasi) selama bulan Januari - Desember 2005 Rp 150.000
- Penjualan 2005 seluruhnya terjual.
- Bulan Juli 2005 Toko Seger mengirim sebagian uang hasil penjualan Rp 4.000.000

Jurnal yang dibuat oleh Toko Sehat sebagai pengamanat adalah sebagai berikut :

1. Pengiriman barang ke Toko Seger - KK pengiriman barang 4,000,000


dan pembayaran ongkos angkut Persediaan barang 4,000,000
oleh PT Sehat
- KK biaya angkut 200,000
Kas 200,000

2. Pengeluaran biaya oleh Toko Seger Tidak ada jurnal di PT Sehat ketika Pengeluaran
dilakukan oleh Toko Seger

3. Penjualan oleh Toko Seger Tidak ada jurnal di PT Sehat ketika Pengeluaran
dilakukan oleh Toko Seger

4. Pengiriman uang oleh Toko Seger Kas 4,000,000


KK - Penjualan 4,000,000

5. Tutup buku, Adjutment dan Penutup Piutang Toko Seger 1,850,000


KK - Biaya operasi dan komisi 1,650,000
KK- Penjualan 3,500,000

Biaya operasi di toko seger 150,000 KK - Penjualan 7,500,000


Biaya komisi 20% x 7.500.000 1,500,000 KK - Angkut 200,000
Biaya operasi dan komisi 1,650,000 KK - Operasi 150,000
KK - Komisi 1,500,000
KK - Pengiriman barang 4,000,000
Laba Konsinyasi 1,650,000

Laba konsinyasi 1,650,000


Laporan L/R 1,650,000

Metode Laba tak terpisah.


Apabila metode laba tak terpisah digunakan, maka pengamanat (consignor) tidak membuat
rekening tersendiri untuk mencatat transaksi atas barang titipan. Transaksi atas barang titipan
dicatat seperti penjualan biasa dan persediaan pada komisioner yang belum terjual diperlaku
kan seperti persediaan di gudang sendiri, sehingga pencatatan untuk transaksi pada PT Sehat
dalam hubungannya dengan komisioner Toko Seger 2005 dicatat oleh pengamanat sebagai
berikut :

1. Transaksi barang ke Toko Seger Tidak dicatat/dijurnal


Pembayaran biaya angkut oleh PT Sehat Biaya angkut 200,000
Kas 200,000

2. Pengeluaran biaya oleh PT Seger Belum dicatat sebelum pemberitahuan/


perhitungan akhir

3. Penjualan oleh PT Seger Belum dicatat sebelum perhitungan akhir

4. Pengiriman uang oleh PT Seger Kas 4,000,000


Penjualan 4,000,000

5. Pencatatan setelah Toko Seger melakukan per Piutang Toko Seger 1,850,000
hitungan Biaya operasi 150,000
Biaya komisi 1,500,000
Penjualan 3,500,000

Harga pokok penjualan 4,000,000


Persediaan 4,000,000

Penutup Penjualan 7,500,000


Biaya angkut 200,000
Biaya operasi 150,000
Biaya komisi 1,500,000
Harga Pokok Penj. 4,000,000
Laba konsinyasi 1,650,000
Akuntansi Untuk Komisioner (Consignee)

Bagi komisioner yang perlu diperhatikan adalah bahwa barang titipan bukan milik komisioner
oleh karena itu tidak pernah diakui sebagai kekayaannya atas barang titipan tersebut. Sama
halnya dengan pengamanat (Consignor), Komisioner dapat memilih metode pencatatan
berikut :
a. Laba terpisah dari usaha reguler
b. Laba tak terpisah dari usaha reguler

a. Laba terpisah dari usaha reguler


Apabila Komisioner mencatat transaksi-transaksi barang titipan dimana pengakuan laba
dipisahkan dari laba atas penjualan reguler, maka Komisioner akan membuat satu rekening
untuk menampung seluruh transaksi barang titipan dengan judul "Konsinyasi Masuk
(Consigment In). Rekening ini akan di debit dan di kredit sebagai berikut

Konsinyasi Masuk

Debit Kredit
- Pengeluaran biaya atas tanggungan pengamanat - Penjualan
- Kiriman uang ke pengamanat - Pendapatan lain yang berhubungan
- Pengembalian barang yang telah terjual dengan barang konsinyasi
sebelumnya

Contoh :
(Lihat contoh pada buku/catatan pengamanat untuk PT Sehat dan Toko Seger

1. Pengiriman barang oleh PT Sehat dan Tidak ada jurnal


pembayaran ongkos angkut

2. Pengeluaran biaya oleh toko Seger Konsinyasi masuk


Kas

3. Penjualan oleh Toko Seger Kas


Konsinyasi masuk

4. Pengiriman uang ke PT Sehat Konsinyasi masuk


Kas

5. Penutup dan penyelesaian akhir Konsinyasi masuk


Pendapatan komisi

Konsinyasi masuk
Hutang pd PT Sehat

Pendapatan komisi
Laba/rugi
b. Laba tidak terpisah dari usaha reguler
Dengan cara ini penjualan barang titipan dianggap sebagai penjualan barang sendiri sehingga
tidak perlu diberi tanda khusus, untuk pengeluaran yang ditanggung pengamanat diberi nama
perusahaan pengamanat.
Transaksi antara Toko Seger dengan Toko Sehat tersebut akan dicatat oleh Komisioner sebagai
berikut :

1. Pengiriman barang dan pembayaran biaya Tidak ada jurnal


angkut oleh PT Sehat

2. Pengeluaran biaya oleh PT Seger PT Sehat


Kas

3. Penjualan oleh Toko Seger Kas


Penjualan

4. Pengiriman uang oleh Toko Seger PT Sehat


Kas

5. Penyelesaian, penyesuaian dan penutup Harga pokok penjualan


PT Sehat

Penjualan
Harga Pokok Penj.
Laba - Konsinyasi

Dengan adanya catatan tersebut maka rekening PT Sehat akan tampak bersaldo kredit Rp 1850000.
Jumlah tersebut merupakan uang yang oleh Toko Seger belum dikirim ke PT Sehat.

Barang Titipan yang belum terjual akhir periode

Barang titipan yang masih ada pada consignee dan belum terjual sampai saat penyusunan laporan
keuangan, maka persediaan tersebut akan dicantumkan sebagai persediaan akhir oleh pengamanat
(consignor).
Nilai persediaan akhir tersebut adalah sebesar harga pokok ditambah biaya-biaya yang dikeluarkan
yang menjadi bagian dari persediaan baik oleh consignor maupun consignee secara proporsional.
Oleh karena itu pada akhir periode akan ada penyesuaian yaitu memasukkan biaya selain harga pokok
ke dalam nilai persediaan oleh consignor sedang consignee tidak melakukan catatan penyesuaian
karena barang tersebut bukan persediaannya.

Contoh :
Misalnya sampai akhir periode barang yang ada pada toko SEGER masih tersisa sebesar 10 sepeda
belum terjual, maka nilai 10 sepeda tersebut adalah :
100 sepeda 10 sepeda
Harga pokok 4,000,000 400,000
Biaya angkut PT Sehat 200,000 20,000
Biaya-biaya toko Seger 150,000 15,000
Nilai total 4,350,000 435,000

Laba terpisah Laba tak terpisah

Persediaan barang-Konsinyasi 435,000 Persediaan 35,000


Konsinyasi keluar 435,000 Biaya transport
Biaya operasi
Atau

Persediaan barang-Konsinyasi 420,000 Persediaan 20,000


Persekot biaya operasi 15,000 Persekot biaya operasi 15,000
Konsinyasi keluar 435,000 Biaya transport
Biaya operasi
150,000
150,000

7,500,000
sinyasi masuk 7,500,000

4,000,000
4,000,000

1,500,000
dapatan komisi 1,500,000

1,850,000
ang pd PT Sehat 1,850,000

1,500,000
1,500,000
150,000
150,000

7,500,000
7,500,000

4,000,000
4,000,000

6,000,000 6jt didapat dari


6,000,000 TOTAL PENJUALAN - KOMISI CONSIGNEE

7,500,000
ga Pokok Penj. 6,000,000
a - Konsinyasi 1,500,000

arga pokok
a tak terpisah

20,000
15,000

20,000
15,000

Anda mungkin juga menyukai