Anda di halaman 1dari 10

Dalam menyikapi ekonomi dunia yang berdampak pada perkenomian banyak negara

termasuk indonesia, pemerintah bersama otoritas moneter, Bank Indonesia dan Otoritas
Jasa Keuangan, telah melakukan langkah-langkah dalam upaya menciptakan kondsisi
ekonomi makro yang kondusif.

Selama ini pemerintah telah melakukan upaya stabilisasi fiskal dan moneter, termasuk
di dalamnya pengendalian inflasi. Selain itu, pemerintah juga telah melakukan langkah-
langkah untuk melindungi masyarakat, seperti pemberdayaan usaha mikro dan
penyaluran kredit dengan suku bunga rendah. Guna meningkatkan kestabilan makro
ekonimi, mengurangi tingka pengangguran dan mengendalikan tingkat inflasi,
pemerintah melakukan beberapa pendekatan untuk menuntaskan masalah tersebut,
diantaranya :

1. Mendorong daya saing industri nasional melalui deregulasi dan


debirokrasi. “Ada 89 peraturan yang diubah dari 154,” kata Jokowi. “Sehingga
ini bisa menghilangkan duplikasi, bisa memperkuat, dan memangkas peraturan
yang tidak relevan, atau menghambat industri nasional.”
2. Mempercepat proyek strategis nasional, termasuk penyediaan lahan dan
penyederhanaan izin, serta pembangunan infrastruktur.
3. Meningkatkan investasi di bidang properti dengan mendorong pembangunan
rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Diharapkan kebijakan ini
akan membuka peluang investasi yang lebih besar di sektor properti.
4. Menyusun rencana tenaga kerja nasioanal, maksudnya menyusun rencana
pelatihanyang di perogramkan secara nasional.
5. Menyusun program pendidikan, yaitu agar prioritas penyediaan fasilitas langka.
6. Merumuskan kebijakansanaan di bidang penanaman modal, perizinan usaha,
perpajakan, moneter, dan perdagangan.
7. Menyusun program dan proyek-proyek perluasan kesempatan kerja di sektor
pemerintah.
Hal tersebut akan menstimulus usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi, sehingga
memperlancar perdagangan antar daerah, akan membuat pariwisata semakin bergairah,
akan menyejahterakan nelayan.

Perekonomian nasional yang berasaskan demokrasi dan berbasis ekonomi pasar yang
adil harus diperkuat. Karena itu pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan yang
berlandaskan keadilan agar rakyat mendapatkan apa yang mereka butuhkan (equity)
untuk meningkatkan kualitas hidupnya, bukan sekadar equality atau kesamaan
perlakuan semata.

Untuk itu pemerintah akan memfokuskan pada 4 (empat) program Quick Wins dalam
KPE yang memiliki dampak paling besar untuk mengurangi ketimpangan di
masyakarat. Kebijakan ini menitikberatkan pada Reforma Agraria termasuk legalisasi
lahan transmigrasi; pendidikan dan pelatihan vokasi; perumahan untuk masyarakat
miskin perkotaan; serta ritel modern dan pasar tradisional.
KPE memiliki 3 (tiga) pilar utama, meliputi Lahan, Kesempatan, dan Kapasitas Sumber
Daya Manusia (SDM). Hal ini dimaksudkan agar kebijakan pemerintah dapat
diharmonisasikan menjadi satu desain kebijakan yang koheren dan efektif dalam
mengurangi ketimpangan yang berbasis pemerataan ekonomi.
Dari ketiga pilar utama tersebut, terdapat 10 bidang yang dinilai menjadi sumber
ketimpangan di masyarakat.

Pilar Pertama berdasarkan lahan akan mencakup reforma agraria dan perhutanan
sosial, pertanian dalam kaitannya dengan isu petani tanpa lahan, perkebunan terkait
dengan rendahnya produktivitas dan nilai tambah komoditas, perumahan yang
terjangkau bagi masyarakat miskin perkotaan, dan nelayan serta petani budidaya rumput
laut.

Pilar kedua berdasarkan kesempatan akan menyasar permasalahan sistem pajak;


manufaktur dan informasi teknologi; perkembangan pasar ritel dan pasar tradisional;
serta pembiayaan dengan dana pemerintah.

Pilar ketiga yakni peningkatan kapasitas sumber daya manusia, ditargetkan untuk
menyelesaikan isu vokasional, kewirausahaan dan pasar tenaga kerja.

KPE ini dibuat karena profil perekonomian Indonesia saat ini membutuhkan antisipasi
pemerintah untuk memastikan pertumbuhan ekonomi berkualitas yang juga mampu
mengurangi ketimpangan di masyarakat.
Lahan transmigrasi seluas 220.000 ha dan 3.800 ha Prona siap dilegalisasi dari total 4.5
juta ha. Sementara tanah terlantar seluas 23.000 ha dan 707.000 ha dari pelepasan
kawasan hutan juga siap diredistribusi dari total 4.5 juta ha. Adapun Lahan Tanah Objek
Reforma Agraria (TORA) yang telah diidentifikasi tersebar di beberapa provinsi, seperti
Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Sumatera
Utara, dan Maluku.

Mengenai perhutanan sosial, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)


siap mendistribusi akses pengelolaan perhutanan sosial seluas 211,522 ha untuk 48,911
KK dengan jumlah ijin mencapai 134. Untuk launching difokuskan ke 11 desa dengan
total luas 15,576 ha untuk 9,411 KK.

Selain itu, mengenai legalisasi lahan transmigrasi, sudah teridentifikasi 342.344 bidang
lahan transmigrasi ( 220.000 Ha) yang belum di sertifikasi. Dengan rincian sebagai
berikut:

Sejumlah 66.32% di antaranya sudah berstatus Hak Penggunaan Lahan (HPL) sehingga
perlu difokuskan untuk melegalisasi lahan ini karena prosesnya yang lebih cepat
dibandingkan yang lain.
Pelaksanaan perlu diprioritaskan di Sumatera Selatan sebanyak 46.091 bidang, Riau
sebanyak 12.767 bidang, dan Kalimantan Timur 5.217 bidang.

Pemberian sertifikat ini bukan sekadar bagi-bagi lahan. Tetapi fokus pada tanah yang
telah diberikan dapat menjadi modal ekonomi produktif untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat, tegas Presiden.
Quick Wins Pendidikan dan Pelatihan VokasI

Beberapa kebijakan vokasi dan tenaga kerja disusun untuk peningkatan kapasitas SDM
terutama agar dapat menyelaraskan dengan kebutuhan industri dan mendukung program
prioritas pemerintah.
Ada 2 (dua) langkah kebijakan yang akan diambil pemerintah. Pertama, dengan
penyusunan dan penguatan peta jalan pendidikan dan pelatihan vokasi. Hal ini
dilakukan melalui reklasifikasi lapangan usaha dan jabatan serta prioritisasi lapangan
usaha dan jabatan di Indonesia.
Kedua, dengan adanya kebijakan Job Matching antara Vokasi dan Industri. Pemerintah
akan fokus pada penguatan program vokasi untuk industri yang memiliki asosiasi kuat
dan skema vokasional yang telah berjalan untuk sektor otomotif, pariwisata dan
perhubungan.

Quick Wins Perumahan untuk Masyarakat Miskin Perkotaan


Pemerintah juga berkomitmen pada pembangunan perumahan yang berada di dalam
wilayah perkotaan yang terkoneksi baik dengan pusat aktivitas, sumber ekonomi dan
transportasi publik bagi masyarakat miskin perkotaan
Tiga kebijakan inti perumahan, antara lain: Penyediaan tanah untuk perumahan yang
terjangkau (land availability); Kebijakan Penerapan Skema Perumahan Bagi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (social housing); dan, Kebijakan Penguatan
Skema Pembiayaan bagi Masyarakat (housing financing).
Pemerintah juga memetakan beberapa kebijakan untuk meningkatkan daya saing sektor
ritel serta memperkuat sinergitas ritel tradisional dan modern.
Pemerintah yakin Kebijakan Pemerataan Ekonomi ini tidak hanya mewujudkan
transformasi ekonomi nasional yang lebih baik, tetapi juga merupakan landasan yang
perlu dan cukup untuk menyiapkan ekonomi nasional Indonesia lolos dari jebakan
penghasilan menengah (middle income trap) menuju status sebagai negara maju.

Quick Wins Ritel Modern dan Pasar Tradisional


Pemerintah juga memetakan beberapa kebijakan untuk meningkatkan daya saing sektor
ritel serta memperkuat sinergitas ritel tradisional dan modern.
Pemerintah yakin Kebijakan Pemerataan Ekonomi ini tidak hanya mewujudkan
transformasi ekonomi nasional yang lebih baik, tetapi juga merupakan landasan yang
perlu dan cukup untuk menyiapkan ekonomi nasional Indonesia lolos dari jebakan
penghasilan menengah (middle income trap) menuju status sebagai negara maju.
Sumber : Kepala Bagian Humas: Farah Heliantina / humas.ekon@gmail.com /
www.ekon.go.id twitter: @perekonomianRI

Izin usaha dipermudah, ialah salah satu gebrakan dalam mengatasi pertumbuhan
ekonomi yang lambat.

1. Pemangkasan Izin usaha Migas

Selambat-lambatnya akhir 2017 semua izin kegiatan usaha migas cukup dilakukan
secara online. Selain itu Kementerian ESDM telah memangkas perizinan yang semula
mencapai 42 menjadi hanya 6 perizinan saja.

Sebelumnya investor yang ingin menanamkan modal pada kegiatan usaha migas harus
menuntaskan 104 perizinan. Kemudian menciut menjadi 42 perizinan. Dan di bawah
kepemimpinan Menteri ESDM Ignasius Jonan, investor yang ingin berbisnis di sektor
migas cukup melalui 6 perizinan saja.

Pemerintah berharap pemangkasan izin seminim mungkin bisa merangsang investor


menggarap sektor migas yang kini sepi peminat karena terganjal masalah perizinan.
Pemangkasan izin kegiatan usaha pada sektor migas tersebut mengacu pada Peraturan
Menteri ESDM Nomor 29/2017 tentang Perizinan pada Kegiatan Usaha Migas.

6 perizinan yang ada meliputi : 2 perizinan pada sektor hulu migas, yakni izin survei
dan izin pemanfaatan data migas, serta 4 perizinan di hilir migas yang terdiri atas izin
usaha pengolahan, izin usaha penyimpanan, izin usaha pengangkutan, dan izin usaha
niaga.

Pihak Kementerian ESDM menjamin apabila persyaratan perizinan lengkap akan


diselesaikan dalam rentang 10 hingga 15 hari. Perinciannya, pengajuan 1 hari, evaluasi
7 hari, dan penerbitan izin 2 hari.
Pemangkasan Izin UMKM

Sejumlah bentuk kemudahan yang diatur antara lain penyederhanaan prosedur memulai
usaha dari 13 prosedur menjadi 7 prosedur, dengan perubahan proses izin Surat Izin
Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) menjadi terbit
bersamaan, tidak lagi sendiri-sendiri.

Contoh lainnya, modal dasar UMKM kini ditentukan berdasarkan kesepakatan pendiri
PT yang dituangkan dalam akta pendirian. Sebelumnya, modal dasar UMKM mengacu
pada ketentuan pendirian PT dengan nilai modal minimal Rp50 juta.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan dalam situasi


ekonomi dunia saat ini, utamanya perdagangan yang melambat, rangsangan mendorong
investasi menjadi fokus untuk menggerakkan perekonomian. Dengan kemudahan usaha
yang diberikan kepada UMKM, diharapkan investasi domestik dapat terus mendorong
pertumbuhan ekonomi sesuai dengan yang ditargetkan.

Kemudahan usaha yang diberikan kepada UMKM, diharapkan investasi domestik dapat
terus mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai dengan yang ditargetkan.

Pemangkasan Izin Layanan Transportasi Darat

Terdapat beberapa jenis layanan publik yang disederhanakan, yaitu:

 Izin Trayek Angkutan Antar Kota Antar Propinsi (AKAP);


 Izin Trayek Angkutan Antar Jemput Antar Propinsi;
 Izin Angkutan Pariwisata; Izin Angkutan Barang Khusus; Sertifikat Uji Tipe;
Sertifikat Rancang Bangun; dan
 Izin Operasi Angkutan Penyeberangan.
 Izin Usaha Prasarana Perkeretaapian Umum;
 Izin Pembangunan Prasarana Perkeretaapian Umum;
 Izin Operasi Prasarana Perkeretaapian Umum;
 Izin Usaha Sarana Perkeretaapian Umum;
 Izin Operasi Sarana Perkeretaapian Umum;
 Izin Pembangunan Perkeretaapian Khusus;
 Izin Operasi Perkeretaapian Khusus, dan;
 Izin Perpotongan Persinggungan Jalur KA Dengan Bangunan Lain

Pemangkasan Izin Layanan Transportasi Udara

Terdapat 99 jenis pelayanan publik yang disederhanakan, antara lain:

 Izin Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal;


 Izin Usaha Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal;
 Izin Usaha Angkutan Udara Bukan Niaga;
 Izin Rute Penerbangan dan Penambahan Frekuensi Penerbangan;
 Izin Agen Penjualan Umum (General Sales Agent/ GSA) Perusahaan Angkutan
Udara Asing;
 Izin Kegiatan Pengangkutan Barang dan/atau Bahan Berbahaya dengan Pesawat
Udara;
 Izin Lokasi Bandar Udara Umum;
 Izin Pembangunan Bandara Internasional;
 Izin Penggunanaan

Pemangkasan Izin Layanan Transportasi Laut

Terdapat 43 jenis pelayanan publik yang disederhanakan, yaitu 6 pelayanan publik di


Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut, 7 pelayanan publik di Direktorat Pelabuhan
dan Pengerukan, 3 pelayanan publik di Direktorat Kenavigasian, 7 pelayanan publik di
Direktorat Penjagaan Laut dan Pantai, dan 20 pelayanan publik di Direktorat Perkapalan
dan Ke-Pelautan.

SIUP Tidak Perlu Diperpanjang

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan telah mengeluarkan Peraturan


Menteri Perdagangan (Permendag) terbaru yang mengatur penghapusan kewajiban
pendaftaran ulang Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), serta Penyederhanaan
prosedur dan penghapusan kewajiban biaya administrasi pembaruan Tanda Daftar
Perusahaan (TDP).

Kedua Permendag baru ini memberi jaminan kemudahan berusaha bagi pelaku usaha di
bidang perdagangan. Mendag menegaskan kewajiban pendaftaran ulang Surat Izin
Usaha Perdagangan (SIUP) setiap lima tahun dihapus.

Percepatan Izin PMA

Perka BKPM 14/2015 mengatur hal baru yaitu penerbitan izin prinsip yang disebut izin
investasi. Izin ini dapat diterbitkan hanya dengan waktu 3 jam. Ketentuan untuk
mendapatkan percepatan izin investasi tersebut adalah (i) nilai investasi minimal Rp
100.000.000.000 (seratus miliar Rupiah), dan/atau (ii) penyerapan tenaga kerja
Indonesia minimal 1.000 (seribu) orang. Khusus untuk izin investasi yang berlokasi di
kawasan industri tertentu dan telah disetujui oleh Kepala BKPM dapat memulai
konstruksi tanpa terlebih dahulu memiliki izin, seperti Izin Mendirikan Bangunan
(IMB) dan izin lingkungan, namun izin tersebut harus diurus bersamaan dengan
pelaksanaan konstruksi.

Pemangkasan Izin Usaha Kehutanan


Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memangkas proses perizinan
investasi. Sebelumnya, izin investasi di sektor kehutanan memerlukan waktu 2-4 tahun,
kini dipangkas menjadi 12-15 hari.

Tadinya ada dua izin, yaitu izin usaha industri primer hasil hutan kayu diatas 6000m
kubik per tahun dan perluasannya. Kini, izin tersebut dijadikan satu, namanya menjadi
izin industri primer hasil hutan. Begitu juga dengan konservasi, yakni izin usaha
penyediaan sarana wisata alam. Izin pemanfaatan jasa wisata alam, izin pemanfaatan air
dan energi, izin pemanfaatan panas bumi, yang tadinya susah dan makan waktu,
sekarang semuanya jadi satu, namanya izin pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan
konservasi. Ia mengatakan, pemangkasan proses perizinan di sektor kehutanan ini
bertujuan untuk memperbaiki iklim investasi.

Dalam kebijakan pemerintah ini, pemerintah berupaya agar per-izinan usaha dibuat
semudah mungkin dan dapat membantu para pengusaha dalam menekan biaya per-
izinan dan waktu per-izinan agar gairah ber-investasi dan berusaha menjadi tinggi
sehingga dapat segera membuka lapangan pekerjaan sebanyak banyaknya. Kerumitan
per-izinan di masa lalu sangat menghambat para pengusaha dalam menciptakan
lapangan pekerjaan dan lapangan usaha. Kerumitan tersebut harus dihilangkan sehingga
meningkatkan iklim investasi dan pada akhirnya mampu meningkatkan ekonomi NKRI.

Suber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3329687/jokowi-pangkas-
birokrasi-dan-perizinan-peringkat-kemudahan-berbisnis-ri-naik-jadi-91