Anda di halaman 1dari 6

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Di Indonesia terdapat lebih dari 12.000 jenis kacang-kacangan, diantaranya
kacang kedelai, kacang tanah dan kacang hijau.
1.2 Tujuan
BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kacang Kedelai


Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan Berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyte (Menghasilkan Biji)
Divisi : Magnoliopyta (Tumbuhan Berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (Berkeping Dua /Dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Fabales
Family : Fabaceae(Suku Polong-Polongan)
Genus : Glycine
Spesies : Glycine Max (L.) Merr

Menurut kedelai merupakan tanaman pangan ketiga setelah jagung, sampai saat
ini kedelai masih menjadi komoditas sangat penting di indonesia

2.2 Kacang Hijau


Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan Berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyte (Menghasilkan Biji)
Divisi : Magnoliopyta (Tumbuhan Berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (Berkeping Dua /Dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Fabales
Family : Fabaceae(Suku Polong-Polongan)
Genus : Phaseolus
Spesies :Phaseolus Radiatus L.

Menurut kacang hijau merupakan salah satu komoditas kacang-kacangan yang


banyak dimakan rakyat indonesia.
Menurut kacang hijau merupakan tanaman kacang-kacangan yang memiliki
keunggulan karena dapat ditanam di lahan kering, berumur genjah, dan bernilai
ekonomis.

2.3 Kacang Tanah


Kingdom/Regnum : Plantae (Tumbuhan-Tumbuhan)
Divisi/Fillum : Spermatophyte (Tumbuhan Berbiji)
Kelas : Dicotyledoneae (Tumbuhan Dengan Biji Berkeping Dua)
Ordo/Bangsa : Leguminales
Family/Suku : Papilionaceae
Genus : Arachis
Spesies : Arachis Hypogeae L.
BAB 3

METOLOGI

3.1 Tepat Dan Waktu


Pelaksanaa pratikum dilakukan dilahan percobaan Politeknik Negeri
Banyuwangi, pada bulan Mei-Juni 2016
3.2 Alat Dan Bahan
Peralatan dan bahan yang digunakan dalam pratikum budidaya tanaman
legum antara lain:
- Cangkul
- Sabit
- Sekop
- Benih kedalai, kacang hijau, dan kacang tanah
- Air
- Hand sprayer

3.3 Prosedur Pelaksanaan


3.3.1 Budidaya Tanaman Legum
Dalam pelaksanaan budidaya tanaman legum kami
menggunkan sistem TOT (Tanpa Olah lahan). Kami menggunkan
lahan yang memiliki pH tanah yang berkisar antara 5,5-6,5 untuk
budidaya tanaman legum, sebelum melakukan pembuatan guludan
kami menghitung terlebih dahulu jarak yang digunakan untuk
membuat guludan dengan luas 40x120cm. Setelah menetapkan
luas yang akan digunakan kami langsung membuat guludan dan
saluran irigasi dengan kedalam 20cm.
Setelah pembuatan guludan selesai kita langsung
memasukan benih kedelai, kacang hijau, dan kacang tanah dengan
menggunakan alat untuk memasukan benih kedalam tanah.
Kedalam yang ideal bagi tanaman legum adalah 3-5cm, menurut
BPTP(2007) penanaman dilakukan dengan sistem tugal sebanyak
2-3 benih/lubang dengan kedalaman 3-5cm kemudian ditutup
dengan abu dapur/jerami atau tanah halus. Setelah melakukan
penanaman, beih yang sudah dimasukan kedalam tanah kemudian
disiram dengan air.
Sedangkan untuk perawatan kami menyiram tanaman
setiap hari. Pemberian pestisida nabati dilakukan satu minggu
sekali dengan cara di semprotkan ke bawah permukaan daun.
Pemberian pupuk urea dilakukan minggu ke 3 HST, sedangkan
pemberian pupuk organik cair dilakukan minggu ke 5 HST.
3.3.2 Pembuatan Peptisida Nabati Dan Pupuk Cair
1. Pestisida nabati adalah suatu petisia yang bahan dasarnya berasal
dari tumbuhan. Pestisida ini relative mudah dibuat dengan
kemampuan dan pengetahun yang terbatas. Oleh karena terbuat
dari bahan alami/nabati maka jenis pestisida ini bersifat mudah
terurai (biodegradable) di alam, sehingga tidak mencemari
lingkungan dan relative aman bagi manusia dan ternak peliharaan
karena residunya mudah hilang.

Pada praktikum yang kami lakukan menggunakan pestisida nabati daun


papaya. Daun papaya mengandung bahan aktif papain sehingga efektif untuk
mengendalikan ulat dan hama penghisap yang ada pada tanaman legume.

Cara pembuatannya :

1) Alat dan bahan


 Gelas ukur
 Pisau
 Ember
 Blender
 Botol bekas
 Timbangan
 ½ kg daun papaya
 25 gr detergen
 5 liter air mineral
2) Langkah pembuatan
 Bersihkan daun papaya, kemudian haluskan daun papaya
dengan cara di blender.
 Masukkan daun papaya yang sudah halus ke dalam ember,
kemudian campurkan air dan detergen ke dalam ember.
 Aduk hingga merata bahan – bahan di dalam ember, kemudian
tutup ember dengan plastic, diamkan selama 24 jam.
 Saring dan masukkan pestisida nabati ke dalam botol.
3) Penggunaan pestisida nabati
 Larutkan 100 ml pestisida nabati pekat dengan 2 liter air
mineral.
 Semprotkan pestisida nabati pada bagian bawah daun tanaman
legume.
2. Pembuatan pupuk organik cair
Pupuk organic cair adalah laruran dari pembusukan bahan-bahan
organic yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan, dan
manusia yang kandungan unsure haranya lebih dari satu unsure.
Kelebihan dari pupuk organic ini adalah dapat secara cepat
mengatasi defesiensi hara, tidak masalah dalam pencucian hara,
dan mampu menyediakan hara secara cepat. Dibandingkan dengan
pupuk cair anorganik, pupuk organic cair umumnya tidak merusak
tanah dan tanaman walaupun digunakan sesering mungkin. Selain
itu, pupuk ini juga memiliki bahan pengikat, sehingga larutan
pupuk yamg diberikan ke permukaan tanah bisa langsung
digunakan oleh tanaman. Dengan menggunakan pupuk organik
cair dapat mengatasi masalah lingkungan dan membantu
menjawab kelangkaan dan mahalnya harga pupuk anorganik saat
ini.

3.4 Parameter Pengamatan

BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan Legume


4.2 Pembahasan
4.2.1 Tinggi Tanaman
4.2.2 Jumlah Daun

BAB 5
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DOKUMENTASI