Anda di halaman 1dari 4

1.1.

Vaskularisasi Otak
1.1 Anatomi Peredaran Darah Otak

Darah mengangkut zat asam, makanan dan substansi lainnya yang diperlukan bagi

fungsi jaringan hidup yang baik. Kebutuhan otak sangat mendesak dan vital, sehingga

aliran darah yang konstan harus terus dipertahankan. Suplai darah arteri ke otak merupakan

suatu jalinan pembuluh-pembuluh darah yang bercabang-cabang, berhubungan erat satu

dengan yang lain sehingga dapat menjamin suplai darah yang adekuat untuk sel.

1) Peredaran Darah Arteri

Suplai darah ini dijamin oleh dua pasang arteri, yaitu arteri vertebralis dan

arteri karotis interna, yang bercabang dan beranastosmosis membentuk circulus willisi.

Arteri karotis interna dan eksterna bercabang dari arteri karotis komunis yang berakhir

pada arteri serebri anterior dan arteri serebri medial. Di dekat akhir arteri karotis

interna, dari pembuluh darah ini keluar arteri communicans posterior yang bersatu

kearah kaudal dengan arteri serebri posterior. Arteri serebri anterior saling

berhubungan melalui arteri communicans anterior. Arteri vertebralis kiri dan kanan

berasal dari arteria subklavia sisi yang sama. Arteri subklavia kanan merupakan cabang

dari arteria inominata, sedangkan arteri subklavia kiri merupakan cabang langsung dari

aorta. Arteri vertebralis memasuki tengkorak melalui foramen magnum, setinggi

perbatasan pons dan medula oblongata. Kedua arteri ini bersatu membentuk arteri

basilaris.

2) Peredaran Darah Vena

Aliran darah vena dari otak terutama ke dalam sinus-sinus duramater, suatu

saluran pembuluh darah yang terdapat di dalam struktur duramater. Sinus-sinus

duramater tidak mempunyai katup dan sebagian besar berbentuk triangular. Sebagian

besar vena cortex superfisial mengalir ke dalam sinus longitudinalis superior yang
berada di medial. Dua buah vena cortex yang utama adalah vena anastomotica magna

yang mengalir ke dalam sinus longitudinalis superior dan vena anastomotica parva

yang mengalir ke dalam sinus transversus. Vena-vena serebri profunda memperoleh

aliran darah dari basal ganglia (Wilson, et al., 2002).

Gambar 2.4 Circulus Willisi (Sumber : swaramuslim. Stroke, 2009)


Otak menerima 17 % curah jantung dan menggunakan 20 % konsumsi oksigen
total tubuh manusia untuk metabolisme aerobiknya. Otak diperdarahi oleh dua
pasang arteri yaitu arteri karotis interna dan arteri vertebralis. Dalam rongga
kranium, keempat arteri ini saling berhubungan dan membentuk sistem anastomosis,
yaitu sirkulus Willisi.

1.1.1. Arteri carotis communis


Arteri ini mempunyai cabang yaitu arteri karotis interna dan eksterna. Arteri
karotis eksterna memperdarahi wajah, tiroid, lidah dan faring. Arteri karotis
interna masuk dalam tengkorak dan bercabang kira-kira setinggi kiasma
optikum dan terbagi menjadi arteri cerebralis anterior dan media.
1.1.2. Arteri vertebralis
Arteri vertebralis merupakan cabang dari arteri subclavia pada pangkal
leher, pada sambungan pons dan MO, kedua arteri vertebralis bergabung
membentuk arteri basilaris yang bercabang untuk cerebellum, MO, dan pons,
dan berakhir dengan terbagi menjadi arteri cerebralis posterior dextra dan
sinistra.

Circulus arteriosus (circulus Willisi) adalah cincin arteri pada dasar otak
yang dibentuk oleh:
1) Kedua arteri cerebri anterior dan arteri communican anterior.
2) Arteri cerebri media pada tiap sisi.
3) Arteri communicans posterior (menghubungkan arteri cerebri media dan
posterior pada tiap sisi).
4) Arteri cerebri posterior pada setiap sisi.
Normalnya hubungan arteri-arteri ini sangat baik sehingga sumbatan pada
salah satunya tidak mengganggu suplai darah ke otak.
1.1.3. Arteri cerebri anterior
Arteri cerebri anterior memperdarahi lobus frontalis dan parietalis,
termasuk korteks somestetik dan korteks motorik. Sumbatan pada cabang utama
Arteri cerebri anterior akan menimbulkan hemiplegia kontralateral yang lebih
berat di bagian kaki dibandingkan bagian tangan serta bisa terjadi paralisis
bilateral dan gangguan sensorik.
1.1.4. Arteri cerebri media
Arteri ini memperdarahi sebagian lobus frontalis, parietalis, temporalis, dan
occipitalis. Sumbatan di dekat percabangan kortikal utamanya dapat
menimbulkan afasia berat (hemisfer serebri dominan bahasa). Selain itu juga
mengakibatkan kehilangan posisi dan diskriminasi taktil dua titik kontralateral
serta hemiplegia kontralateral yang berat, terutama ekstremitas atas dan wajah.
1.1.5. Arteri cerebri porterior
Arteri ini memperdarahi lobus occipitalis dan sebagian lobus parietalis.
Arteri ini untuk area visual otak

Anda mungkin juga menyukai