Anda di halaman 1dari 1

Ronia Tambunan

12030117410043

FENOMENA KORUPSI PEJABAT PUBLIK DI SUMATERA UTARA

1. Latar Belakang Masalah


Transparency International Indonesia (TII) mengumumkan skor Indeks
Persepsi Korupsi atau Corruption Perception Index (CPI) Indonesia Tahun 2017. Dari skor
tertinggi 100, Indonesia berada pada skor 37. Indonesia juga menempati peringkat 96 dari
180 negara yang disurvei di seluruh dunia. Angka 37 sama dengan perolehan skor di tahun
2016. Hal ini menunjukkan stagnasi upaya berbagai pihak, khususnya pemerintah, kalangan
politisi dan pebisnis, dalam usaha pencegahan dan pemberantasan korupsi di lndonesia. Jika
dilihat dalam rentang 0 sampai 100, jika 0 itu dipersepsikan sangat korupsi dan 100 bisa
dipersepsikan bersih dari korupsi, maka 37 bisa dibilang sebagai sebuah angka yang fragile.
Kita masih butuh banyak perjuangan menuju average clean of corruption.
Sebanyak 38 anggota DPRD Sumatera Utara, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka diduga terlibat kasus suap yang menjerat mantan
Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.
(sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2018/03/30/38-anggota-dprd-sumatera-utara-
ditetapkan-sebagai-tersangka).
2. Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui dan mendeskripsikan pola-pola korupsi yang melibatkan pejabat publik di
Sumatera Utara, faktor-faktor penyebab korupsi pejabat publik di Sumatera Utara, dan solusi
penyelesaian kasus korupsi pejabat publik oleh lembaga penegak hukum yang efektif di
Sumatera Utara.
3. Metode Penelitian
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan socio legal research dengan
melibatkan narasumber dari Polda, Kejati, Pengadilan Tipikor, Tim Anggaran Pemda,
Banggar DPRD, Pengurus Parpol, Akademisi, dan Media Massa di Sumatera Utara. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan cara studi dokumen dan In Depth Interview.
4. Analisis Data
Analisis data dilakukan dengan cara data reduction, data display dan conclusion
drawing/verification. Terdapat tiga konsep yang digunakan untuk menganalisis permasalahan
ini. Konsep-konsep tersebut meliputi Korupsi, Lembaga Penegak Hukum, Sistem Hukum dan
Penegakkan Hukum.