Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

TUGAS BAHASA INDONESIA

HIPERTENSI

Disusun oleh:
Mohammad Baydowi
NIM : 14201.08.16025

Dosen Pembimbing:
Dyah Amiyah Lindayani,M.Pd

STIKES HAFSHAWATY ZAINUL HASAN


GENGGONG
PAJARAKAN – PROBOLINGGO
TAHUN 2016-2017
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah kami panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT.

Atas segala limpah rahmat dan hidayahnya. Sehingga kami dapat menyelesaikan

penyusunan karya ilmiah ini, dan sholawat serta salam semoga selalu tercurah

limpahkan kepada proklamator sedunia, pejuang tangguh yang tak gentar

menghadapi segala rintangan demi umat manusia, yakni Nabi Muhammad SAW.

Adapun maksud penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas di STIKES

Hafshawaty, kami susun dalam bentuk kajian ilmiah dengan judul “

HIPERTENSI ” dan dengan selesainya penyusunan makalah ini, kami juga tidak

lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada:

1. KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, SH.MM. Selalu pengasuh pondok

pesantren Zainul Hasan Genggong

2. Ns. Iin Aini Isnawaty S.Kep,M.Kes. Selaku ketua STIKES Hafshawaty

Zainul Genggong

3. Dyah amiyah lindayani, M.Pd

Pada akhirnya atas penulisan materi ini kami menyadari bahwa sepenuhnya belum

sempurna. Oleh karena itu kami bdengan rendah hati mengharap kritik dan saran

dari pihak dosen dan para audien untuk perbaikan dan penyempurnaan pada

materi makalah ini.

Probolinggo, 7 Januari 2017

Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Penyakit darah tinggi yang lebih dikenal sebagai hipertensi merupakan

penyakit yang mendapat perhatian dari semua kalangan masyarakat, mengingat

dampak yang ditimbulkannya baik jangka pendek maupun jangka panjang

sehingga membutuhkan penanggulangan jangka panjang yang menyeluruh dan

terpadu. Penyakit hipertensi menimbulkan angka morbiditas (kesakitan) dan

mortalitasnya (kematian) yang tinggi.

Penyakit hipertensi merupakan penyakit yang timbul akibat adanya interaksi

dari berbagai faktor resiko yang dimiliki seseorang. Berbagai penelitian telah

menghubungkan antara berbagai faktor resiko terhadap timbulnya hipertensi.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan tenyata prevalensi (angka

kejadian) hipertensi meningkat dengan bertambahnya usia. Dari berbagai

penelitian epidemiologis yang dilakukan di Indonesia menunjukan 1,8-28,6%

penduduk yang berusia diatas 20 tahun adalah penderita hipertensi.

Hipertensi, saat ini terdapat adanya kecenderungan bahwa masyarakat

perkotaan lebih banyak menderita hipertensi dibandingkan masyarakat pedesaan.

Hal ini antara lain dihubungkan dengan adanya gaya hidup masyarakat kota yang

berhubungan dengan resiko penyakit hipertensi seperti stress, obesitas

(kegemukan), kurangnya olahraga, merokok, alkohol, dan makan makanan yang

tinggi kadar lemaknya.


Sejalan dengan bertambahnya usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan

tekanan darah, tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan

diastolik terus meningkat sampai usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara

perlahan atau bahkan menurun drastis.


B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana definisi hipertensi ?

2. Menjelaskan penyebab hipertensi ?

3. Menjelaskan tanda dan gejala hipertensi ?

4. Menjelaskan pengobatan hipertensi ?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui definisi hipertensi.

2. Untuk mengetahui penyebab hipertensi.

3. Untuk mengetahui gejala yang di timbulkan.

4. Untuk mengetahui pengobatan hipertensi.

D. Manfaat

Dalam penulisan makalah ini di harapkan dapat bermanfaat bagi:

1. Mahasiswa: sebagai tambahan ilmu pengetahuan

2. Perguruan Tinggi (Akademi Keperawatan): Sebagai tambahn literatur

3. Masyarakat: Sebagai tambahan wawasan


BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi, adalah meningkatnya tekanan darah

atau kekuatan menekan darah pada dinding rongga di mana darah itu berada.

Tekanan Darah Tinggi (hipertensi) adalah suatu peningkatan tekanan darah di

dalam arteri. (Hiper artinya Berlebihan, Tensi artinya tekanan/tegangan; jadi,

hipertensi adalah Gangguan sistem peredaran darah yang menyebabkan

kenaikan tekanan darah diatas nilai normal.

Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. Bayi

dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah

daripada dewasa. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, dimana

akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika

beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda, paling tinggi di

waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari.

B. Penyebab Hipertensi

Ada 2 macam hipertensi, yaitu esensial dan sekunder.

1. Hipertensi esensial adalah hipertensi yang sebagian besar tidak

diketahui penyebabnya. Ada 10-16% orang dewasa mengidap takanan

darah tinggi.

2. Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang diketahui sebab-sebabnya.

Hipertesnsi jenis ini hanya sebagian kecil, yakni hanya sekitar 10%.
Beberapa penyebab hipertensi, antara lain :

a. Keturunan

Faktor ini tidak bisa dikendalikan. Jika seseorang memiliki orang

tua atau saudara yang memiliki tekanan darah tinggi, maka kemungkinan

ia menderita tekanan darah tinggi lebih besar. Statistik menunjukkan

bahwa masalah tekanan darah tinggi lebih tinggi pada kembar identik

daripada yang kembar tidak identik. Sebuah penelitian menunjukkan

bahwa ada bukti gen yang diturunkan untuk masalah tekanan darah tinggi.

b. Usia

Faktor ini tidak bisa dikendalikan. Penelitian menunjukkan bahwa

seraya usia seseorang bertambah, tekanan darah pun akan meningkat.

Anda tidak dapat mengharapkan bahwa tekanan darah Anda saat muda

akan sama ketika Anda bertambah tua. Namun Anda dapat mengendalikan

agar jangan melewati batas atas yang normal.

c. Garam

Faktor ini bisa dikendalikan. Garam dapat meningkatkan tekanan

darah dengan cepat pada beberapa orang, khususnya bagi

penderita diabetes, penderita hipertensi ringan, orang dengan usia tua, dan

mereka yang berkulit hitam.

d. Kolesterol

Faktor ini bisa dikendalikan. Kandungan lemak yang berlebih

dalam darah Anda, dapat menyebabkan timbunan kolesterol pada dinding

pembuluh darah. Hal ini dapat membuat pembuluh darah menyempit dan
akibatnya tekanan darah akan meningkat. Kendalikan kolesterol Anda

sedini mungkin.

e. Obesitas/Kegemukan

Faktor ini bisa dikendalikan. Orang yang memiliki berat badan di

atas 30 persen berat badan ideal, memiliki kemungkinan lebih besar

menderita tekanan darah tinggi.

f. Stres

Faktor ini bisa dikendalikan. Stres dan kondisi emosi yang tidak

stabil juga dapat memicu tekanan darah tinggi.

g. Rokok

Faktor ini bisa dikendalikan. Merokok juga dapat meningkatkan

tekanan darah menjadi tinggi. Kebiasan merokok dapat meningkatkan

risiko diabetes, serangan jantung dan stroke. Karena itu, kebiasaan

merokok yang terus dilanjutkan ketika memiliki tekanan darah tinggi,

merupakan kombinasi yang sangat berbahaya yang akan memicu penyakit-

penyakit yang berkaitan dengan jantung dan darah.

h. Kafein

Faktor ini dikendalikan. Kafein yang terdapat

pada kopi, teh maupun minuman cola bisa menyebabkan peningkatan

tekanan darah.

i. Alkohol

Faktor ini bisa dikendalikan. Konsumsi alkohol secara berlebihan

juga menyebabkan tekanan darah tinggi.

j. Kurang Olahraga
Faktor ini bisa dikendalikan. Kurang olahraga dan bergerak bisa

menyebabkan tekanan darah dalam tubuh meningkat. Olahraga teratur

mampu menurunkan tekanan darah tinggi Anda namun jangan melakukan

olahraga yang berat jika Anda menderita tekanan darah tinggi.

C. Tanda dan Gejala Hipertensi

Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala,

meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya

berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sebenarnya tidak ada ).

Gejala-gejala hipertensi, antara lain :

1. Sebagian besar tidak ada gejala.

2. Sakit pada bagian belakang kepala.

3. Leher terasa kaku.

4. Kelelahan.

5. Mual.

6. Sesak napas.

7. Gelisah.

8. Muntah.

9. Mudah tersinggung.

10. Sukar tidur.

11. Pandangan jadi kabur karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung,

dan ginjal.

Keluhan tersebut tidak selalu akan dialami oleh seorang penderita hipertensi.

Sering juga seseorang dengan keluhan sakit belakang kepala, mudah tersinggung
dan sukar tidur, ketika diukur tekanan darahnya menunjukkan angka tekanan

darah yang normal. Satu-satunya cara untuk mengetahui ada tidaknya hipertensi

hanya dengan mengukur tekanan darah.

D. Pengobatan Hipertensi

Pengobatan hipertensi yang paling baik adalah :

1. Selalu mengontrol tekanan darah secara teratur dengan memeriksakan diri

ke dokter.

2. Selalu minum obat teratur meskipun tanpa keluhan.

3. Mengurangi konsumsi garam.

4. Perbanyak konsumsi sayur dan buah.

5. Mematuhi nasihat dokter.

Selain obat-obatan yang diijinkan oleh dokter, ada cara lain yang tradisisonal

yaitu dengan :

a. Dua buah belimbing diparut kemudian diperas airnya sehingga

menjadi satu gelas belimbing dan diminum setiap pagi.

b. Daun salam 4 lembar + 2 gelas air direbus sampai menjadi 1 gelas,

minum 2 gelas/hari.

c. Makan 2 buah ketimun / hari atau dibuat jus.


BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Penyakit Hipertensi merupakan suatu masalah kesehatan masyarakat yang

mana dapat dihadapi baik itu dibeberapa negara yang ada didunia maupun di

Indonesia.

Cara mengatur diet untuk penderita hipertensi adalah dengan memperbaiki

rasa tawar dengan menambah gula merah/putih, bawang (merah/putih), jahe,

kencur dan bumbu lain yang tidak asin atau mengandung sedikit garam natrium.

Makanan dapat ditumis untuk memperbaiki rasa. Membubuhkan garam saat diatas

meja makan dapat dilakukan untuk menghindari penggunaan garam yang

berlebih. Dianjurkan untuk selalu menggunakan garam beryodium dan

penggunaan garam jangan lebih dari 1 sendok teh per hari.

B. Saran

Setelah membaca makalah ini saya berpesan kepada para pembaca :

1. Selalu menjaga kesehatan. Kesehatan merupakan anugrah yang tak ternilai

harganya. Karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

2. Selalu memperhatikan asupan makanan yang masuk dalam tubuh kita.

3. Makanlah makanan yang bergizi tinggi yang dapat memenuhi semua

kebutuhan tubuh kita.

4. Rajin berolahraga.
DAFTAR PUSTAKA

Instalasi Gizi Perjan RS Dr. Cipto Mangunkusumo dan Asosiasi Dietisien


Indonesia. “Penuntun Diet”;Edisi Baru, Jakarta, 2004, PT Gramedia
Pustaka Utama.
Mansjoer A, Triyanti K, Savitri R, Wardhani W. I, Setiowulan W, “Kapita Selekta
Kedokteran” Edisi ke-3 jilid 1, Media Aesculapius Fakultas Kedokteran
UI, Jakrta, 1999.

Lindayani, Dyah Amiyah. 2016. Bahasa Indonesia. Yogyakarta : Pustaka Ilmu.