Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I

FIX AND FLUIDIZED BED

Disusun Oleh :

NAMA :
1. Eki Lesmana (04)
2. Emlinda Ayu Philia (05)
3. Lailatul Rizky Rachmawati (10)
4. Mohamad Rizal Yuryansyah (11)
5. Putri Rosyidah Mawarti (18)
6. Rania Mirantika Sarida (19)

KELAS 2E

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2016
LAPORAN RESMI
I. Hari, Tanggal Praktikum : Jumat, 7 Oktober 2016
II. Tujuan :
 Mengetahui pressure drop lewat fluidized bed
 Membuktikan persamaan Carman – Kozeny
 Mencari harga bed voidge (e)

III. Dasar Teori :


Suatu sistem yang penting dalam penggunaannya di Teknik Kimia dan
proses lainnya adalah packed bed dan packed column yang digunakan untuk katalis
reaktor fixed bed, adsoprsi larutan, absorpsi, filter bed dan lain sebagainya. Bahkan
yang digunakan untuk packing di dalam bed adalah berbentuk bulat, partikel tak
beraturan, silinder atau bermacam jenis lainnya. Untuk membahas hal ini diasumsikan
bahwa packing biasanya seragam dan sedikit berbeda. Rasio diameter tower untuk
diameter packing minimal 8:1 atau 10:1 agar efek bandingnya lebih kecil. Zat padat
yang terfluidisasi dapat dikosongkan dari bed lewat pipa dan katup sebagaimana halnya
suatu zat cair dan sifat fluiditas ini merupakan keuntungan utama dari penggunaan
fluidisasi untuk menangani zat padat. Persamaan mengenai kecepatan minimum
fludisasi bisa didapatkan dengan membuat penurunan tekanan melintasi hamparan itu
sama dengan bobot bed persatuan luas penampang, dengan memperhitungkan gaya
apung dari fluida yang digunakan.

Pada awal fludisasi merupakan pouster minimum atau (jika partikel itu sendiri

berpori – pori , ialah fraksi kosong luar pada bed ).

Persamaan Ergun penurunan tekanan pada bed dapat disusun kembali menjadi :

Jika persamaan di atas kita terapkan untuk titik awal fluidisasi , kita dapatkan suatu
persamaan kuadrat untuk kecepatan fluidisasi minimum
Untuk partikel yang sangat kecil , hanya satu aliran leminer pada persamaan Ergun

yang signifikan , dengan , ρ < 1, persamaan kecepatan fluidisasi minimum menjadi

Persamaan – persamaan yang diturunkan untuk kecepatan fluidisasi minimum berlaku

baik untuk zat cair maupun untuk gas , tetapi penampakan bed fluidisasi zat cair

mungkin sangat berbeda dan fluidisasi bed gas. Dalam fluidisasi pasir dengan air ,
partikel – partikel bergerak menjauh satu sama lain dan gerakannya bertambah hebat
dengan meningkatkan kecepatan , tetapi denisitas bed rata – rata pada suatu kecepatan
tertentu sama disegala arah bed. Proses diatas disebut particulate fluidization dan
bercirikan ekspansi bed yang cukup besar tetapi seragam pada kecepatan tinggi.
Pada saat aliran fluida naik lewat packed bed dengan kecepatan partikel
yang rendah maka partikel yang ada menjadi tetap. Karena kecepatan fluida naik , maka
tekanan (pressure doop) akan ikut naik dengan persamaan Ergun diatas,
Bed xiled yang terfluidisasi di dalam udara biasanya menunjukkan fluidisasi
yang disebut sebagai fluidisasi agregrat atau fluidisasi gelembung.

Bila kecepatan semu jauh lebih besar dari , kebanyakan gas itu mengalir

melalui hamparan dalam bentuk gelembung atau rongga-rongga kosong yang tidak
berisikan zat padat dan hanya sebagian kecil gas itu mengalir dalam saluran-saluran
yang terbentuk diantara partikel.
Penggunaan fluidisasi secara ekstensif dimulai pada industry pengolahan
minyak bumi , yaitu dengan dikembangkan proses perengkahan katalik fluidized bed.
Walaupun industry dewasa ini banyak menggunakan reaktor penaik (tiser) dan pipa
transport untuk perengkahan katalik dan tidak lagi fludized bed , namun regenerasi
katalis masih dilaksanakan di dalam reaktor fluidized bed , yang besarnya sampai
mencapai diameter 30 ft. fluidisasi digunakan juga di dalam proses katalik lainnya ,
seperti sintesa aktioneril dan untuk melaksanakan reaksi zat padat gas. Demikian pula
dewasa ini perubahan batu bara dalam fluidized bed banyak menjadi perhatian sebagai
cara untuk mengurangi biaya pembangkit uap dan mengurangi erusi bahan pencemar.
Hamparan fluidisasi juga banyak digunakan untuk memanggang bijih , mengeringkan
zat padat halus dan absorpsi gas.
Keuntungan utama dari fluidisasi ialah bahwa zat padat tersebut diaduk keras
oleh fluida yang mengalir melalui bed dan zat padat bercampur dengan baik sehingga
hampir tidak ada gradient suhu di dalam bed , juga dalam reaksi yang exothermic atau
endothermic. Gerakan hebat zat padat. Gerakan hebat zat padat juga mengakibatkan
laju perpindahan kalor yang cukup tinggi ke dinding atau ke tabung-tabung pendingin
yang ditempatkan di dalam hamparan. Oleh karena sudah mendapat sifat fluiditas, zat
padat itu dapat dipindahkan dengan mudah dari satu bejana ke bejana lain.
Kelemahan-kelemahan utama dari fluidisasi gas-padat ialah adanya kontak
yang tidak merata antara gas dan zat padat. Kebanyakan zat mengalir melalui hamparan
dalam bentuk gelembung-gelembung dan bersinggungan hanya dengan sejumlah kecil
zat padat di dalam selongsong tipis, yang dikenal dengan nama awan gelembung
(bubble cloud), di sekeliling gelembung. Sebagian kecil gas itu mengalir melalui fase
rapat terdapat semacam pertukaran gas karena difusio dan proses-proses turbulen,
seperti pembelahan dan penyatuan gelembung , tetapi konversi menyeluruh daripada
pereaksi yang berbentuk gas biasanya jauh lebih kecil dari yang terdapat pada
persentuhan seragam pada suhu yang sama, sebagaimana halnya dalam reaktor aliran
sumbat (plug flow reactor) yang ideal. Tingkat pertukaran antara gelembung dan
hamparan rapat, demikian juga laju pencampuran aksial, akan berbeda jika diameter
tangki berlainan, karena ukuran gelembung tidak sama. Hal ini menyebabkan masalah
pembesaran skala terap reaktor fluidisasi sering kali mengandung factor ketidakpastian.
Kerugian lain yang dapat ditangani dengan lebih mudah, yaitu dengan melakukan
perancangan yang baik, adalah erosi bagian dalam reaktor dan atrisi (aus gesek) zat
padat. Kebanyakan hamparan fluidisasi mempunyai siklon di bagian dalam atau
luarnya, yang digunakan sebagai pengangkap butir-butir halus, tetapi kadang-kadang.
Selain dari itu, masih diperlukan lagi filter (penyaring) atau penyerap basah (scrubber).
Bahan
Bulat 1
Kubus 1
Silinder , Dp = tinggi 1
Berl Saddles 0.3
Raschig rig 0,3
Coal dust, Pulverized 0,73
Pasir, rata-rata 0,75
Crushed glass 0,65
Tabel 1 : Shape factor dari beberapa bahan
Tipe Partikel Ukuran Partikel
0,06 0,10 0,20 0.40
Void fraction,

Sharp Sand, 0.6 0.58 0.53 0.49

Round Sand, 0.53 0.48 0.43 (0.42)

Anthracite coal, 0.61 0.60 0.56 0.52

Tabel 2 : Void fraction, , pada kondisi fluidisasi minimum

Bedasarkan persamaan Carman-Kozeny untuk mencari pressure drop pada fluidisasi


dapat dihitung menggunakan rumus:

h = pressure drop (mmH2O)


L = Tinggi bed (m)
ρw = massa jenis air (kg/m3)
e = bed voidage
ρs = massa jenis partikel (kg/m3)
ρa = massa jenis udara (kg/m3)......... dari buku dilab
IV. Alat dan Bahan
Alat :
 1 Set alat fixed dan fluidized bed
Bahan :
 Pasir
 Resin

V. Cara Kerja
VI. Data Pengamatan

Flow rate H akhir (mm) Delta H (mm) Tekanan (cmH2O)


(l/menit) Resin Pasir Resin Pasir Resin Pasir
Percobaan I
1 100 50 - - 3.1 4
2 100 - 0 - 3.7 -
4 101 - 1 - 5 -
5 - 55 - 5 - 7.3
6 101 - 1 - 6.8 -
8 103 - 3 - 7.85 -
10 108 60 8 10 7.85 7.8
12 113 - 13 - 7.9 -
15 - 70 - 20 - 8.3
20 - 85 - 35 - 8.4
Percobaan II
1 200 100 - - 4.5 6.9
2 200 - 0 - 5.6 -
4 200 - 0 - 8.5 -
5 104 - 4 - 15.35
6 200 - 0 - 11.4 -
8 208 - 8 - 15.3 -
10 208.5 128 8.5 28 15.3 15.95
12 213 - 13 - 15.3 -
15 - 145 - 45 - 16.4
20 - 168 - 68 - 16.8
Percobaan III
1 300 150 - - 5.1 8.7
2 300 - 0 - 7.6 -
4 300 - 0 - 11.45 -
5 - 152 - 2 - 22.6
6 300 - 0 - 16.3 -
8 300 - 0 - 20 -
10 312 178 12 28 22.4 23.5
12 319 - 19 - 22.5 -
15 - 210 - 60 - 24.2
20 - 245 - 95 - 24.5

VII. Analisa Data


ρ udara = 1191,108 kg/m3
ρ air = 1000 kg/m3
π = 3,14
Dbed = 0,05 m
Tinggi bed total (L) = 0,5 m
µudara = 0,00184 kg/m.s
Dp = ..... m = ...... mikron

A bed = 0,0019625 m2

0,0019625 m2 × 0,5 m

0,00098125 m3

1. Pasir
ρ pasir = 2710 kg/m3
Massa pasir percobaan 1 = 0,15726 kg
Massa pasir percobaan 2 = 0,31569 kg
Massa pasir percobaan 3 = 0,47294 kg
 Contoh perhitungan untuk percobaan 1
L akhir = 0,05 m

2. Resin
ρ resin = 1.316,5 kg/m3
Massa resin percobaan 1 = 0,1453 kg
Massa resin percobaan 2 = 0,28987 kg
Massa resin percobaan 3 = 0,43481 kg
 Contoh perhitungan untuk percobaan 1
L akhir = 0,1 m

Grafik 1. Perbandingan h Hasil dengan h Teori Pasir pada bed awal 50 mm


Grafik 2. Perbandingan h Hasil dengan h Teori Pasir pada bed awal 100 mm

Grafik 3. Perbandingan h Hasil dengan h Teori Pasir pada bed awal 150 mm
Grafik 4. Perbandingan h Hasil dengan h Teori Resin pada bed awal 100 mm

Grafik 5. Perbandingan h Hasil dengan h Teori Resin pada bed awal 200 mm
Grafik 6. Perbandingan h Hasil dengan h Teori Resin pada bed awal 300 mm

VIII. Pembahasan
1. Eki Lesmana (04)
Dari data pengamatan didapatkan bahwa nilai pressure drop yang berbeda-
beda. Pada data pengamatan pasir dengan ketinggian bed awal 50 mm diperoleh
nilai e sebesar 0.940862. Nilai ini sudah sesuai dengan literatur yang ada karena
nilai e (bed voidage) memang kurang dari 1.
Sedangkan nilai dari pressure drop pada data pertama secara praktikum
adalah sebesar 3 cmH2O – 7.4 cmH2O dan secara teoritis atau perhitungan adalah
sebesar 0.0049 cmH2O – 0.7634 cmH2O. Nilai ini memiliki penyimpangan yang
jauh, dimungkinkan pada saat praktikum penutupan bed yang kurang rapat sehingga
nilai pressure dropnya tidak sesuai dengan perhitungan secara teoritis. Namun jika
di gabungkan mejadi satu grafik akan tampak seperti pada grafik 1. Yang mana
keduanya memiliki hubungan yang sama, yaitu berbanding lurus. Dimana jika nilai
tinggi bed akhir semakin tinggi maka nilai pressure dropnya juga akan semakin
tinggi.
2. Emlinda Ayu Philia (05)
Pada praktikum ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh besar pressure
drop terhadap tinggi suatu bed.. Pada praktikum ini didapatkan hasil bed voidge
untuk pasir sebesar 0,940862 dan untuk resin sebesar 0,88752. Hal ini telah sesuai
dengan nilai bed voidge yang kurang dari satu. Pada persamaan Carman-Konzeny
juga menjelaskan adanya nilai faktor friksi yang kurang dari satu. Bed voidge ini
digunakan untuk mengetahui pressure drop nya. Pada grafik dapat dilhat bahwa
semakin tinggi pressure maka partikel-partikel bed akan semakin naik dan
pergerakan partikel-partikelnya semakin cepat. Hal ini disebabkan ketika flowrate
udaranya ditingkatkan. Perbandingan ini sudah sesuai dengan teori. Pada teori
ketika flowrate ditingkatkan, maka tinggi bed akan meningkat dengan kata lain
tinggi bed berbanding lurus dengan pressure drop.
3. Lailatul Rizky Rachmawati (10)
Pada praktikum kali ini dilakukan percobaan fixed and fluidized bed.
Tujuannya untuk mengetahui besarnya kehilangan tekanan di dalam unggun
padatan yang cukup penting karena selain erat sekali hubungannya dengan
banyaknya energi yang diperlukan, juga bisa memberikan indikasi tentang kelakuan
unggun selama operasi berlangsung.
Dari hasil percobaan dengan bahan pasir dan resin, diperoleh beberapa
grafik yang berbeda berdasarkan variabel yang digunakan. Pada data pasir dengan
ketinggian unggun awal 150mm didapat nilai e sebesar 0,822149. Nilai yang
diperoleh tersebut jika dibandingkan dengan literatur yang ada sudah sesuai karena
diketahui bahwa nilai e atau bed voitage memang kurang dari 1. Untuk data hasil
praktikum dari pressure drop sebesar 7,7 cmH2O – 23,5 cmH2O sedangkan secara
teoritis adalah sebesar 4,05205415 cmH2O - 6,61835511 cmH2O. Jika
dibandingkan kedua nilai ini memiliki perbedaan yang jauh, hal ini dimungkinkan
akibat tutup pada unggun yang kurang rapat, atau dalam pengaturan flowmeter yang
kurang benar sehingga mempengaruhi nilai pressure drop. Jika dibuat grafik maka
dihasilkan grafik 3 dimana hubungan antara pressure drop dan ketinggian unggun
berbanding lurus.
Tinggi rendahnya laju alir atau flow rate yang digunaakan berpengaruh pada
ketinggian unggun dan pressure drop. Jika semakin tinggi flow rate maka ketinggian
unggun dan pressure drop juga akan meningkat, begitu pula sebaliknya. Hal ini juga
telah dibuktikan oleh persamaan Carman-Konzeny. Sehingga saat unggun dialiri
udara, maka partikel pasir atau resin akan semakin cepat. Peristiwa ini terjadi akibat
adanya gaya dorong udara sehingga partikel terfluidisasi.
4. Mohamad Rizal Yuryansyah (11)
Prinsip fluidized bed yaitu mengontakkan butiran butiran padat dengan
fluida (gas/cair). Pada industri di aplikasikan pada proses gasifikasi. Fluidized bed
sangat erat hubungannya dengan pressure drop, karena pressure drop ini
menunjukkan besarnya energi yang dipakai dan profil perilaku dari butiran padat
(unggun) selama operasi berlangsung. Untuk menghitung besarnya pressure drop
pada setiap laju alir fluida, hal yang harus diketahui dahulu yaitu bed voidage. Bed
voidage ini menunjukkan kekosongan antar partikel dalam tumpukan butiran padat
tersebut. semakin besar nilai bed voidage maka semakin kecil pressure drop pada
proses tersebut. Nilai bed voidage selalu kurang dari 1. Pada praktikum ini
didapatkan nilai bed voidage 0.940862 pada unggun berupa pasir dan 0,88752
unggun berupa resin. Setelah diketahui nilai bed voidage masing masing unggun
maka dapat dianalisis nilai pressure drop pada setiap laju alir fluida yang
dimasukkan. Profil pada grafik menjelaskan bahwa semakin tinggi laju alir maka
pressure akan semakin besar. Hasil pengamatan pada praktikum ini sesuai dengan
persamaan Carman-Kozeny yang juga menjelaskan hal tersebut.
5. Putri Rosyidah Mawarti (18)
Percobaan dilakukan dengan merubah variabel flowrate udara dan melihat
pengaruhnya terhadap ketinggian bed. Memberbesar flowrate udara ternyata
membuat tinggi bed meningkat pula. Hal ini terjadi karena ruang ruang kosong
antar partikel baik resin maupun pasir terbentuk akibat aliran udara. Semakin besar
udara yang dialirkan semakin besar pula kekosongan antar partikel sehingga partikel
semakin terangkat ke atas.
Berdasarkan data hasil pengamatan didapatkan bahwa tekanan udara
menurun dari sebelum melewati bed dan setelahnya yang tercatat pada manometer
H2O. Nilai penurunan tekanan atau pressure drop(h) meningkat dengan massa
partikel yang sama namun flow rate udara yang semakin besar. Hal ini sudah sesuai
dengan teori karena semakin tinggi laju alir udara yang dialirkan ke dalam butiran
padatan-padatan yang ada, semakin tinggi pula kenaikan tinggi bed, dan pergerakan
partikelnya akan semakin cepat. Dapat dilihat pada saat percobaan bahwa kenaikan
tinggi bed yang terjadi pada butiran-butiran baik pasir maupun resin terjadi saat
udara mulai dipompakan ke dalam bed. Keadaan ini mengakibatkan penurunan
tekanan menjadi lebih besar. Demikian pula dengan persamaan Carman-Kozeny
yang mengungkapkan hubungan antara tinggi bed dan pressure drop juga telah
terbukti.
6. Rania Mirantika Sarida (19)
Praktikum ini dilakukan variasi perubahan flow rate dan tinggi bed. Dari
data dapat dilihat bahwa semakin besar flow rate maka semakin tinggi bed partikel
material yang bergerak. Nilai dari bed voidage juga kurang dari satu dan hal ini
sudah sesuai dengan literatur dan termasuk dengan perhitungan Carman-konzeny.
Untuk tinggi bed awal yaitu 300 mm dengan perubahan flow rate dari 1-12 l/menit
mengalami perubahan tinggi bed dari 300 mm menjadi 319 mm dan pressure drop
darin 5.1-22.5 cmH2O dari data tersebut didapatkan grafik ke 6 yang merupakan
grafik dari resin, dapat dilihat pula dari data yang didapatkan bahwa semakin tinggi
nilai flow rate maka nilai pressure drop juga naik dan hal tersebut berbanding lurus.
Namun, hasil perhitungan dengan nilai aktual dari drop pressure berbeda
sangat jauh dikarenakan beberapa faktor, mulai dari penutupan bed yang kurang
rapat sampai pembacaan skala tekanan dan flow rate yang kurang teliti. Sedangkan
dari grafik dapat dilihat adanya kesesuaian yaitu sama-sama berbanding lurus yaitu
jika flow rate naik maka pergerakan partikel dalam bed juga akan naik dan semakin
cepat sehingga tinggi bed juga akan naik. Naiknya tinggi bed menyebabkan naiknya
pressure drop sehingga data yang didapat dengan literature cukup sesuai meskipun
data awal menunjukkan perubahan pressure drop yang sangat sedikit.

IX. Kesimpulan
 Pressure drop dipengaruhi oleh tingginya bed, flow rate dan densitas suatu bahan
 Semakin besar laju alir udara, semakin besar perubahan tinggi bed, semakin besar
pula penurunan tekanannya.
X. Daftar Pustaka
Buku di lab
Oktari, Depi. 2013. Aliran melalui Unggun Diam dan Terfluidisasi Menggunakan
Udara sebagai Fluida. (online).
(http://depisatir.blogspot.co.id/2013/01/aliran-melalui-unggun-diam-
dan.html) diakses tanggal 22 Oktober 2016

Malang, 25 Oktober 2016


Mengetahui,

Sandra Santoso, B.Tech., M.Pd.


NIP. 196605241991031001