Anda di halaman 1dari 11

1.

APA YANG DIMAKSUD DENGAN DEFENISI OPERASIONAL DAN CONTOH TABEL

Definisi operasional adalah salah satu kunci untuk pengumpulan data yang baik.
Apakah yang dimaksud dengan definisi operasional? Definisi operasional adalah jelas,
singkat, definisi rinci tentang ukuran. Anda perlu definisi operasional ketika
mengumpulkan semua jenis data. Hal ini sangat penting ketika keputusan sedang dibuat
mengenai apakah ada sesuatu yang cacat atau tidak cacat atau apakah ada cacat atau
tidak. Sebagai contoh, bagaimana Anda tahu apakah pengiriman tepat waktu atau tidak
tepat waktu? Pengumpulan data akan berarti jika definisi tepat waktu belum
ditentukan. Dengan demikian, definisi operasional harus dikembangkan dan diuji sebelum
pengumpulan data dimulai.

No Variabel Definisi Alat Ukur Hasil Ukur Skala


Operasional
Independen
1. Umur Lamanya hidup Kuesioner -< 20 tahun Ordinal
responden - 20-35 tahun
dalam hitungan -> 35 tahun
waktu
2. Pendidikan Proses belajar KuesionerTidak sekolah Ordinal
formal menurut SD
system SMP
pendidikan SMA
nasional yang - Perguruan tinggi
terakhir di
tempuh
responden
3. Paritas Keadaan kuesioner 1anak Ordinal
respondenyan (primipara)
g berkaitan - 2 anak
dengan jumlah (secundipara)
anak yang - 3 anak
dilahirkan (multipara)
- > 4 anak
(grandemultipara)
Dependen
4. Pengetahuan Pemahaman Kuesioner- Baik Ordinal
responden - Cukup
tentang - Kurang
peyebab
seksio sesarea
Tabel definisi operasional Tingkat pengetahuan ibu tentang peyebab seksio sesarea
pada ibu bersalin di Rumah Sakit Umum Daerah Pirngadi Kota Medan Tahun 2014.

2. APA YANG DIMAKSUD DENGAN POPULASI


Populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang
memiliki karakteristik tertentu, jelas, dan lengkap yang akan diteliti.
Dengan kata lain populasi adalah kumpulan dari keseluruhan
pengukuran, objek, atau individu yang sedang dikaji.
3. APA YANG DIMAKSUD DENGAN SAMPEL
Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil melalui suatu cara
tertentu yang juga memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap
yang dianggap bisa mewakili populasi. Dengan kata lain pengertian
sampel adalah sebagian, atau subset, dari suatu populasi.
4. SEBUTKAN DAN JELASKAN MACAM2 TEHNIK PENGAMBILAN SAMPEL CONTOH TEHNIK SAMPEL
RANDOM

1) Probability sampling Probability sampling menuntut bahwasanya secara ideal peneliti telah
mengetahui besarnya populasi induk, besarnya sampel yang diinginkan telah ditentukan, dan
peneliti bersikap bahwa setiap unsur atau kelompok unsur harus memiliki peluang yang sama untuk
dijadikan sampel. Adapun jenis-jenis Probability sampling adalah sebagai berikut : a) Simple random
sampling Menurut Kerlinger (2006:188), simple random sampling adalah metode penarikan dari
sebuah populasi atau semesta dengan cara tertentu sehingga setiap anggota populasi atau semesta
tadi memiliki peluang yang sama untuk terpilih atau terambil. Menurut Sugiyono (2001:57)
dinyatakan simple (sederhana) karena pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara
acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Margono (2004:126) menyatakan
bahwa simple random sampling adalah teknik untuk mendapatkan sampel yang langsung
dilakukan pada unit sampling. Cara demikian dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen.
Teknik ini dapat dipergunakan bilamana jumlah unit sampling di dalam suatu populasi tidak terlalu
besar. Misal, populasi terdiri dari 500 orang mahasiswa program S1 (unit sampling). Untuk
memperoleh sampel sebanyak 150 orang dari populasi tersebut, digunakan teknik ini, baik
dengan cara undian, ordinal, maupun tabel bilangan random. Teknik ini dapat digambarkan di bawah
ini. Gambar 1. Teknik Simpel Random Sampling (Sugiyono, 2001: 58) b) Proportionate stratified
random sampling Margono (2004: 126) menyatakan bahwa stratified random sampling biasa
digunakan pada populasi yang mempunyai susunan bertingkat atau berstrata. Menurut Sugiyono
(2001: 58) teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan
berstrata secara proporsional. Misalnya suatu organisasi yang mempunyai pegawai dari berbagai
latar belakang pendidikan, maka populasi pegawai itu berstrata. Populasi berjumlah 100 orang
diketahui bahwa 25 orang berpendidikan SMA, 15 orang diploma, 30 orang S1, 15 orang S2 dan 15
orang S3. Jumlah sampel yang harus diambil meliputi strata pendidikan tersebut dan diambil secara
proporsional. c) Disproportionate stratified random sampling Sugiyono (2001: 59) menyatakan
bahwa teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel bila populasinya berstrata tetapi
kurang proporsional. Misalnya pegawai dari PT tertentu mempunyai mempunyai 3 orang lulusan S3,
4 orang lulusan S2, 90 orang lulusan S1, 800 orang lulusan SMU, 700 orang lulusan SMP, maka 3
orang lulusan S3 dan empat orang S2 itu diambil semuanya sebagai sampel. Karena dua kelompok
itu terlalu kecil bila dibandingkan denan kelompok S1, SMU dan SMP. d) Area (cluster) sampling
(sampling menurut daerah) Teknik ini disebut juga cluster random sampling. Menurut Margono
(2004: 127), teknik ini digunakan bilamana populasi tidak terdiri dari individu-individu, melainkan
terdiri dari kelompok-kelompok individu atau cluster. Teknik sampling daerah digunakan untuk
menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misalnya penduduk
dari suatu negara, propinsi atau kabupaten. Indonesia memiliki 34 propinsi dan akan menggunakan
10 propinsi. Pengambilan 10 propinsi itu dilakukan secara random. Tetapi perlu diingat, karena
propinsi-propinsi di Indonesia itu berstrata maka pengambilan sampelnya perlu menggunakan
stratified random sampling. Contoh tersebut dikemukakan oleh Sugiyono sedangkan contoh lainnya
dikemukakan oleh Margono (2004: 127). Ia mencotohkan bila penelitian dilakukan terhadap populai
pelajar SMU di suatu kota. Untuk random tidak dilakukan langsung pada semua pelajar-pelajar
tetapi pada sekolah/kelas sebagai kelompok atau cluster. Teknik sampling daerah ini sering
digunakan melalui dua tahap, yaitu tahap pertama menentukan sampel daerah, dan tahap
berikutnya menentukan orang-orang yang ada pada daerah itu secara sampling juga. Teknik ini
dapat digambarkan di bawah ini. Gambar 2. Teknik Cluster Random Sampling (Sugiyono, 2001: 59)
2) Nonprobability sampling Non Probability sampling adalah sebuah teknik sampling yang tidak
memperhatikan banyak variabel dalam penarikan sampel. Sampel-sampel dari Nonprobability
Sampling juga disebut sebagai subjek penelitian dimana hasil dari uji yang dilakukan pada sampling
tidak memiliki hubungan dengan populasi. Tujuan penggunaan teknik sampling ini lebih banyak
melekat pada materi yang diujikan sedangkan pada random samplin atau probability Sampling,
tujuan penelitian melekat pada nilai dari materi pada populasi yang diujikan. a) Sampling sistematis
Sugiyono (2001:60) menyatakan bahwa sampling sistematis adalah teknik penentuan sampel
berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Misalnya anggota populasi
yang terdiri dari 100 orang. Dari semua anggota diberi nomor urut, yaitu nomor 1 sampai dengan
nomor 100. Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan nomor ganjil saja, genap saja, atau
kelipatan dari bilangan tertentu, misalnya kelipatan dari bilangan lima. Untuk itu, yang diambil
sebagai sampel adalah 5, 10, 15, 20 dan seterusnya sampai 100. b) Quota sampling Menurut
Sugiyono (2001: 60) menyatakan bahwa sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel
dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Menurut
Margono (2004: 127) dalam teknik ini jumlah populasi tidak diperhitungkan akan tetapi
diklasifikasikan dalam beberapa kelompok. Sampel diambil dengan memberikan jatah atau quorum
tertentu terhadap kelompok. Pengumpulan data dilakukan langsung pada unit sampling. Setelah
kuota terpenuhi, pengumpulan data dihentikan. Sebagai contoh, akan melakukan penelitian
terhadap pegawai golongan II dan penelitian dilakukan secara kelompok. Setelah jumlah sampel
ditentukan 100 dan jumlah anggota peneliti berjumlah 5 orang, maka setiap anggota peneliti dapat
memilih sampel secara bebas sesuai dengan karakteristik yang ditentukan (golongan II) sebanyak
20 orang. c) Sampling aksidental Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel
berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat
digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber
data (Sugiyono, 2001: 60). Menurut Margono (2004: 27) menyatakan bahwa dalam teknik ini
pengambilan sampel tidak ditetapkan lebih dahulu. Peneliti langsung mengumpulkan data dari unit
sampling yang ditemui. Misalnya penelitian tentang pendapat umum mengenai pemilu dengan
mempergunakan setiap warga negara yang telah dewasa sebagai unit sampling. Peneliti
mengumpulkan data langsung dari setiap orang dewasa yang dijumpainya, sampai jumlah yang
diharapkan terpenuhi. d) Purposive sampling Sugiyono (2001: 61) menyatakan bahwa sampling
purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Menurut Margono
(2004:128), pemilihan sekelompok subjek dalam purposive sampling didasarkan atas ciri-ciri
tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri populasi yang sudah
diketahui sebelumnya, dengan kata lain unit sampel yang dihubungi disesuaikan dengan kriteria-
kriteria tertentu yang diterapkan berdasarkan tujuan penelitian. Misalnya, akan melakukan
penelitian tentang disiplin pegawai maka sampel yang dipilih adalah orang yang memenuhi kriteria-
kriteria kedisiplinan pegawai. e) Sampling jenuh Menurut Sugiyono (2001:61) sampling jenuh adalah
teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering
dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang. Istilah lain sampel jenuh adalah
sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. f) Snowball sampling (Sugiyono, 2001:
61), Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil,
kemudian sampel ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel begitu seterusnya,
sehingga jumlah sampel semakin banyak. Ibarat bola salju yang menggelinding semakin lama
semakin besar. Pada penelitian kualitatif banyak menggunakan purposive dan snowball sampling.
Teknik sampel ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Gambar 3. Snowball Sampling (Sugiyono,
2001: 61)

Source: http://www.eurekapendidikan.com/2015/09/defenisi-sampling-dan-teknik-sampling.html
Disalin dan Dipublikasikan melalui Eureka Pendidikan

5. RUMUS JUMLAH SAMPEL EX SUGYONO


Isaac dan Michael memberikan gambaran mengenai metode pengambilan sampel
disesuaikan dengan taraf signifikansi dari penelitian yakni 1%, 5%, dan 10%. Jumlah sampel
sampel selanjutnya dihitung dengan persamaan Keterangan: Berdasarkan Slovin,ukuran

sampel dapat ditentukan dengan rumus


:

keterangan :

Source: http://www.eurekapendidikan.com/2015/09/defenisi-sampling-dan-teknik-
sampling.html
Disalin dan Dipublikasikan melalui Eureka Pendidikan
6. SEBUTKAN MACAM MACAM UJI STATISTIKA DAN BILA DIGUNAKAN EX WILCOXONE

A. Uji Kolmogorov Smirnov


1. Pengertian
a) Uji Kolmogorov Smirnov merupakan pengujian normalitas yang banyak dipakai, terutama setelah
adanya banyak program statistik yang beredar.
b) Kelebihan dari uji ini adalah sederhana dan tidak menimbulkan perbedaan persepsi di antara satu
pengamat dengan pengamat yang lain, yang sering terjadi pada uji normalitas dengan
menggunakan grafik.
c) Konsep dasar dari uji normalitas Kolmogorov Smirnov adalah dengan membandingkan distribusi
data (yang akan diuji normalitasnya) dengan distribusi normal baku.
d) Distribusi normal baku adalah data yang telah ditransformasikan ke dalam bentuk Z-Score dan
diasumsikan normal.
e) Jadi sebenarnya uji Kolmogorov Smirnov adalah uji beda antara data yang diuji normalitasnya
dengan data normal baku
2. Tujuan
Uji Kolmogorov-Smirnov (Chakravart, Laha, dan Roy, 1967) biasa digunakan untuk
memutuskan jika sampel berasal dari populasi dengan distribusi spesifik/tertentu.
3. Kesimpulan
Hipotesis pada uji Kolmogorov-Smirnov adalah sebagai berikut:
H0 : data mengikuti distribusi yang ditetapkan
Ha : data tidak mengikuti distribusi yang ditetapkan

B. Uji T Berpasangan
1. Pengertian
Uji-t menilai apakah mean dan keragaman dari dua kelompok berbeda secara statistik satu sama
lain. Analisis ini digunakan apabila kita ingin membandingkan mean dan keragaman dari dua
kelompok data, dan cocok sebagai analisis dua kelompok rancangan percobaan acak.
2. Tujuan
Uji t berpasangan (paired t-test) biasanya menguji perbedaan antara dua pengamatan. Uji t
berpasangan biasa dilakukan pada Subjek yang diuji pada situasi sebelum dan sesudah proses,
atau subjek yang berpasangan ataupun serupa. Misalnya jika kita ingin menguji banyaknya
gigitan nyamuk sebelum diberi lotion anti nyamuk merk tertentu maupun sesudahnya.
3. Kesimpulan
Hipotesis pada uji-t berpasangan yang digunakan adalah sebagai berikut:
H0: D = 0 (perbedaan antara dua pengamatan adalah 0)
Ha: D ≠ 0 (perbedaan antara dua pengamatan tidak sama dengan 0)
C. Uji T Tidak Berpasangan
1. Pengertian
2. Tujuan
3. Kesimpulan
D. Wikoxon
1. Pengertian
Uji perangkat bertanda wilcoxon digunakan untuk menganalisis hasil-hasil pengamatan yang
berpasangan dari dua data apakah berbeda atau tidak.
2. Tujuan
Uji perangkat bertanda wilcoxon digunakan untuk menganalisis hasil-hasil pengamatan yang
berpasangan dari dua data apakah berbeda atau tidak.
3. Kesimpulan
E. Mann Whitney
1. Pengertian
Uji Mann-Whitney merupakan alternatif bagi uji-t. Uji Mann Whitney merupakan uji non-
parametrik yang digunakan untuk membandingkan dua mean populasi yang berasal dari populasi
yang sama. Uji Mann-Whitney juga digunakan untuk menguji apakah dua mean populasi sama
atau tidak.
2. Tujuan
Uji Mann-Whitney biasanya digunakan dalam berbagai bidang, terutama lebih sering
dalam Psikologi, medik/perawatan dan bisnis. Misalnya, pada psikologi, uji Mann-
Whitney digunakan untuk membandingkan sikap dan perilaku, dan lain-lain. Dalam bidang
pengobatan, uji Mann-Whitneydigunakan untuk mengetahui efek obat apakah sama atau
tidak, selain itu juga bisa digunakan untuk menguji apakah obat tertentu dapat menyembuhkan
penyakit atau tidak. Dalam Bisnis, uji Mann-Whitney dapat digunakan untuk mengetahui
preferensi orang-orang yang berbeda.

3. Kesimpulan
Asumsi yang berlaku dalam uji Mann-Whitney adalah:
a. Uji Mann-Whitney mengasumsikan bahwa sampel yang berasal dari populasi adalah acak,
b. Pada uji Mann-Whitney sampel bersifat independen (berdiri sendiri),
c. Skala pengukuran yang digunakan adalah ordinal.
Hipotesis yang digunakan adalah:
H0: tidak ada perbedaan distribusi skor untuk populasi yang diwakilkan oleh kelompok
eksperimen dan control.
Ha: Skor untuk kelompok eksperimen secara statistik lebih besar daripada skor populasi
kelompok control.
F. One Way Annova
1. Pengertian
ANOVA merupakan lanjutan dari uji-t independen dimana kita memiliki dua kelompok
percobaan atau lebih.
2. Tujuan
ANOVA biasa digunakan untuk membandingkan mean dari dua kelompok sampel independen
(bebas)
3. Kesimpulan
Asumsi yang digunakan adalah subjek diambil secara acak menjadi satu kelompok n. Distribusi
mean berdasarkan kelompok normal dengan keragaman yang sama. Ukuran sampel antara
masing-masing kelompok sampel tidak harus sama, tetapi perbedaan ukuran kelompok sampel
yang besar dapat mempengaruhi hasil uji perbandingan keragaman.
Hipotesis yang digunakan adalah:
H0: µ1 = µ2 … = µk (mean dari semua kelompok sama)
Ha: µi <> µj (terdapat mean dari dua atau lebih kelompok tidak sama)
G. Friedman
1. Pengertian
Uji Friedman merupakan metode di dalam statistika nonparametrik yang digunakan untuk
melakukan analisis ragam 2-arah (two way analysis of variance).\
Friedman Test mensaratkan tidak ada ulangan (replication) bagi perlakuan yang diberikan kepada
unit-unit percobaan. Maksudnya, hanya ada tepat 1 (satu) pengamatan untuk setiap perlakuan di
dalam setiap blok. Selain itu, perlakuan yang digunakan setidak-tidaknya sebanyak 3 perlakuan.
2. Tujuan
Friedman Test digunakan manakala seseorang tidak mempertimbangkan asumsi kenormalan dari
distribusi sampel. Bisa juga, ketika asumsi-asumsi yang dibutuhkan oleh metode 2-way ANOVA
parametrik tidak terpenuhi. Atau, apabila data hasil pengamatan berupa ranking-ranking (misal
pada uji organoleptik, dll.), maka Friedman Test lebih tepat digunakan, karena data berupa
ranking tergolong tipe data ordinal, sehingga metode parametrik tidak tepat untuk diterapkan.
3. Kesimpulan
Metode padanan di dalam statistika parametrik bagi Friedman Test adalah Analisis Ragam 2-arah
(2-way ANOVA)
H. Kruskal Walls
1. Pengertian
Kruskal-Wallis test dikembangkan oleh Kruskal dan Wallis. Uji Kruskal-Wallis adalah uji
nonparametrik yang digunakan untuk membandingkan tiga atau lebih kelompok data sampel.
2. Tujuan
Uji Kruskal-Wallis digunakan ketika asumsi ANOVA tidak terpenuhi. ANOVA adalah teknik
analisis data statistik yang digunakan ketika kelompok-kelompok variabel bebas lebih dari dua.
Pada ANOVA, kita asumsikan bahwa distribusi dari masing-masing kelompok harus terdistribusi
secara normal. Dalam uji Kruskal-Wallis, tidak diperlukan asumsi tersebut, sehingga uji Kruskal-
Wallis adalah uji distribusi bebas. Jika asumsi normalitas terpenuhi, maka uji Kruskal-Wallis
tidak sekuat ANOVA
3. Kesimpulan
Penyusunan hipotesis dalam uji Kruskal Wallis adalah sebagai berikut:
H0 : sampel berasal dari populasi yang sama (µ1 = µ2 = … = µk)
Ha : sampel berasal dari populasi yang berbeda (µi = µj)
Uji Kruskal Wallis harus memenuhi asumsi berikut ini:
a) Sampel ditarik dari populasi secara acak
b) Kasus masing-masing kelompok independen
c) Skala pengukuran yang digunakan biasanya ordinal
I. Chi Square
1. Pengertian
Teknik uji Chi Square pertama kali diperkenalkan oleh karl Pearson untuk menguji keselarasan.
2. Tujuan
Pengujian dilakukan untuk memeriksa ketergantungan dan homogenitas kedua prosedur tersebut
meliputi perbandingan frekuensi yang teramati dengan frekuensi yang diharapkan bila hipotesis
nol yang ditetapkan benar
3. Kesimpulan
Hipotesis Null: Distribusi frekuensi beberapa kejadian yang diamati pada sebuah sampel
konsisten dengan distribusi teoritis tertentu.
J. Fisher
1. Pengertian
Uji exact Fisher digunakan ketika Anda memiliki dua variabel nominal
2. Tujuan
Uji exact Fisher digunakan ketika Anda memiliki dua variabel nominal.
3. Kesimpulan
Penyusunan Hipotesis nol pada Uji exact Fisher adalah sebagai berikut:
H0 : proporsi relatif dari satu variabel tidak terkait dengan variabel kedua.
K. Korelasi Pearson, Spearman
1. Pengertian
Korelasi Pearson didasarkan pada nama penemunya yaitu Karl Pearson.
2. Tujuan
Korelasi ini digunakan untuk mengetahui hubungan dari beberapa variable.
3. Kesimpulan
Beberapa asumsi yang digunakan apabila dilakukan analisis korelasi produk moment atau
korelasi pearson antara lain
 Distribusi nilai dari variable berdistribusi normal atau mendekati normal.
 Variable yang akan dicari korelasinya adalah variable kontinum yang bersifat rasional atau minimal
bersifat interval.
 Hubungan dari 2 variabel adalah liniear
L. Regresi Linear
1. Pengertian
Persamaan umumnya adalah: Y = a + b X. Dengan Y adalah variabel terikat dan X adalah
variabel bebas. Koefisien a adalah konstanta (intercept) yang merupakan titik potong antara garis
regresi dengan sumbu Y pada koordinat kartesius.
2. Tujuan
Analisis regresi linear sederhana dipergunakan untuk mengetahui pengaruh antara satu buah
variabel bebas terhadap satu buah variabel terikat.
3. Kesimpulan
Maka yang harus diperhatikan adalah memastikan apakah asumsi-asumsi regresi sudah terpenuhi
sehingga model regresi dapat dikatakan bersifat BLUE (Best Linear Unbiased Estimator).
Asumsi regresi linier klasik tersebut antara lain adalah: model regresi dispesifikasikan dengan
benar, data berdistribusi normal, tidak terjadi heteroskedastisitas, tidak terjadi multikolinieritas
antar peubah bebas, dan tidak terjadi autokorelasi (untuk data yang diurutkan berdasarkan
waktu/time series).
M. Regresi Logistic
1. Pengertian
Regresi logistik adalah bagian dari analisis regresi yang digunakan ketika variabel dependen
(respon) merupakan variabel dikotomi. Variabel dikotomi biasanya hanya terdiri atas dua nilai,
yang mewakili kemunculan atau tidak adanya suatu kejadian yang biasanya diberi angka 0 atau
1.
2. Tujuan
Tidak seperti regresi linier biasa, regresi logistik tidak mengasumsikan hubungan antara variabel
independen dan dependen secara linier. Regresi logistik merupakan regresi non linier dimana
model yang ditentukan akan mengikuti pola kurva linier

7. TULISKAN RUMUS UJI ANALISIS UNIVARIAT


8. APA YANG DIMAKSUD UJI ANALISIS BIVARIAT
9. SEBUTKAN DAN JELASKAN DISAIN PENELITIAN ANALITIK OBSERVASIONAL (CROSSECTIONAL DLL)
DAN EKSPERIMEN (QUASY EKSPERIMEN DLL)
10. APA YANG DIMAKSUD HIPOTESIS
11. SEBUTKAN YANG DIMAKSUD VARIABEL, VARIABEL DEPENDENT DAN INDEPENDENT PADA
PENELITIAN
12. SEBUTKAN DAN JELASKAN DATA ORDINAL, NOMINAL INTERVAL DAN RASIO
13. SEBUTKAN YANG DIMAKSUD DATA KATEGORI DAN DATA NUMERIK