Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Judul Praktikum : Massa Jenis Zat Padat Beraturan


1.2 Tanggal Praktikum : 08 November 2017
1.3 Pelaksana Praktikum : 1. Guntoro (160140042)
2. Safitri (160140052)
3. Imanda Ageng Tria Rizky (160140054)
1.4 Tujuan Praktikum : Menentukan massa jenis zat padat yang
berbentuk beraturan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Massa jenis adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda.


Semakin tinggi massa jenis suatu benda maka semakin besar pula massa setiap
volumenya. Massa jenis rata-rata setiap benda merupakan total massa dibagi
dengan total volumenya. Sebuah benda yang memiliki massa jenis lebih tinggi
(misalnya besi) akan memiliki volume lebih rendah daripada benda bermassa
sama yang memiliki massa jenis lebih rendah (misalnya air).
kg
Satuan Sistem International massa jenis adalah . Massa jenis
cm3

berfungsi untuk menentukan zat. Setiap zat memiliki massa jenis yang sama.
Rumus untuk menentukan massa jenis adalah :
m
ρ= ………………………………….………………………………(2.1)
V

Keterangan :
kg
𝜌 = massa jenis ( )
cm3

m = massa ( kg )
V = volume ( cm3 )
g kg
Satuan massa dalam cgs adalah atau . Selain karena angkanya
cm3 cm3

yang mudah diingat dan juga mudah dipakai untuk menghitung massa jenis atau
yang dinamakan massa jenis relatif :
Massa bahan
Massa jenis relatif = ……………………(2.2)
Massa air yang volumenya sama

Bobot jenis merupakan suatu jenis karakteristik yang digunakan dalam


pengujian identitas dan kemurnian bahan obat dan pembantu meter, aerometer,
timbangan hidrostatik dan cara manomerik.
Massa jenis merupakan salah satu ciri untuk mengetahui kerapatan suatu
zat. Pada volume yang sama semakin rapat zatnya maka semakin kecil
volumenya. Sebaliknya semakin renggang kerapatannya maka semakin besar
volumenya (Bredthaver, 1993).
Konsep massa jenis merupakan konsep yang digunakan untuk dapat
menuntukan dengan tepat jenis suatu zat (benda) apa yang sesuai dengan
kebutuhannya misalnya industri pesawat terbang dibutuhkan suatu zat (bahan)
yang kuat tetapi ringan, maka digunakan alumunium sebagai bahan pesawat.

2.1 Penggunaan Massa Jenis


Berat jenis dapat digunakan dalam berbagai hal untuk menentukan suatu
zat diantaranya :
1. Menentukan kemurnian suatu zat.
2. Mengenal keadaan zat.
3. Menunjukkan kepekaan zat.
Dalam beberapa kasus massa jenis dinyatakan sebagai spesific gravity atau
massa jenis relatif. Umumnya digunakan untuk menyatakan massa jenis beberapa
zat seperti air dan juga udara.

2.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Massa Jenis


Berat suatu benda dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi karena masing-
masing gravitasi bumu berbeda maka nilainya pun akan berbeda. Sedangkan
untuk massa jenis suatu benda nilainya tetap, tidak dipengaruhi oleh besarnya
gaya gravitasi massa suatu benda diantaranya dua tempat adalah sama.
Dari dua faktor tersebut dapat dibuat suatu persamaan untuk mencari berat
suatu benda yaitu :
W = m × g………………………………………………………….…(2.3)
Dimana
m
W = berat benda ( kg )
s2

m = massa benda (kg)


m
g = kecepatan gaya gravitasi bumi ( )
s
2.3 Wujud Zat
Di dalam kehidupan sehari-hari kita menemukan banyak benda, tetapi
benda-benda tersebut dapat digolongkan menjadi tiga yaitu zat padat, zat cair dan
zat gas.
2.3.1 Zat Padat
Benda padat memiliki ciri-ciri yaitu bentuk dan volumenya tetap,
hubungan antara atom penyusun tetap dan teratur, gaya tarik antarpartikel kuat,
gerakan partikel hanya berupa getaran di sekitar posisi tetapnya. Sebagai contoh
batu, besi dan baja.

2.3.2 Zat Cair


Zat cair merupakan bentuk yang berubah-ubah sesuai dengan wadah yang
ditempatinya tetapi volumenya tetap. Jarak antara partikel-partikelnya tetap dan
agak berjauhan satu dengan yang lainnya, gaya tarik antarpartikel lemah. Sebagai
contoh air, bensin dan solar.

2.3.3 Zat Gas


Gas memiliki ciri-ciri bentuk dan volume yang selalu berubah-ubah sesuai
dengan wadahnya. Jarak antarpartikelnya selalu berubah, hampir tidak ada gaya
tarik-menarik antarpartikel gas dan getaran partikel lebih bebas (Tripple, 1998).

2.4 Kerapatan
Massa jenis atau kerapatan suatu zat dapat bergantung pada banyak faktor
seperti pada temperatur fluida dan tekanan yang mempengaruhi fluida tersebut.
Akan tetapi pengaruhnya sangat sedikit sehingga masssa jenis suatu fluida
dinyatakan sebagai konstanta atau bilangan yang tetap. Rapat jenis (𝜌) adalah
besaran turunan yang diperoleh dari massa dibagi oleh suatu benda atau zat
dengan volumenya. Fungsi teori kerapatan DPT (Density Functional Theory)
merupakan salah satu dari beberapa pendekatan populer untuk perhitungan
struktur elektron. Banyak partikel secara mekanika kuantum untuk sistem molekul
dan bahan padat. Teori fungsi kerapatan adalah teori mekanika kuantum yang
digunakan dalam fisika dan kimia untuk mengamati keadaan dasar dan sistem
banyak partikel (Bredthelver, 1993).

2.5 Mengukur Massa Jenis


Massa jenis dibagi dua macam, yaitu:
1. Massa jenis zat yang bentuknya beraturan. Caranya massa jenis diperoleh
dengan membagi massa dengan volumenya. Volume benda yang
bentuknya beraturan dapat dihitung misalnya volume balok dengan
mengabaikan panjang, lebar dan sisinya.
2. Massa jenis zat yang bentuknya tidak beraturan. Cara menghitungnya
adalah massa jenis batu diukur dengan neraca digital dan mengukur
volume batu dengan memasukkan batu ke dalam zat cair yang sudah
ditentukan volumenya.
Mengukur massa jenis zat cair, misalnya mengukur massa jenis zat air,
minyak atau alkohol. Caranya adalah :
1. Diukur massa gelas kimia yang kosong dengan neraca.
2. Diisi gelas kimia tersebut dengan air kemudian ditimbang.
Massa jenis air = massa gelas kimia berisi-massa gelas kimia kosong
3. Dikur volume air dengan memasukkan air dari gelas kimia kosong ke
dalam gelas ukur. Diamati gelas ukur.
4. Dibagi massa air dengan volume air.

2.6 Aplikasi Konsep Massa Jenis dalam Kehidupan Sehari-hari


2.6.1 Penerapan Konsep Massa Jenis pada Balon Gas
Balon gas merupakan balon yang berisi gas helium. Gas helium memiliki
massa jenis yang lebih kecil dari udara, sehingga balon gas tersebut bisa naik ke
atas.

2.6.2 Penerapan Konsep Massa Jenis pada Pelampung


Udara yang dipompakan ke dalam pelampung akan menurunkan massa
jenis pelampung tersebut sehingga pelampung mengapung dalam air.
BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Alat dan Bahan


3.1.1 Alat-Alat yang Digunakan
Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
1. Neraca digital
2. Jangka sorong
3. Mikrometer sekrup

3.1.2 Bahan-Bahan yang Digunakan


Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
1. Balok kayu 1 buah
2. Silinder besi 1 buah
3. Silinder plastik (PVC) 1 buah
4. Bola kaca (kelereng) 1 buah

3.2 Prosedur Kerja


Adapun prosedur kerja yang dilakukan adalah :
1. Ditimbang massa dari masing-masing objek yang akan kita tentukan massa
jenisnya.
2. Diukur sisi-sisi balok kayu dengan jangka sorong, masing-masing
sebanyak empat kali pengulangan dan dihitung volumenya lalu diambil
rata-ratanya untuk menghitung densitasnya.
3. Diukur diameter bagian luar, diameter bagian dalam dan tinggi dari
silinder besi dengan jangka sorong yang masing-masing sebanyak empat
kali pengulangan lalu dihitung volumenya. Diambil rata-rata volumenya
dan dihitung densitas dengan menggunakan selisih dari volume rata-rata
diameter luar dengan volume rata-rata diameter dalam.
4. Diukur diameter bagian luar, diameter bagian dalam dan tinggi dari
silinder PVC dengan jangka sorong yang masing-masing sebanyak empat
kali pengulangan lalu dihitung volumenya. Diambil rata-rata volumenya
dan dihitung densitas dengan menggunakan selisih dari volume rata-rata
diameter luar dengan volume rata-rata diameter dalam.
5. Diukur diameter bola kaca (kelereng) dengan mikrometer sekrup. Masing-
masing empat kali pengulangan. Dihitung volumenya dan diambil rata-
ratanya untuk menghitung densitasnya.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Adapun hasil dari praktikum ini dapat dilihat pada tabel 4.1, tabel 4.2 dan
tabel 4.3.
Tabel 4.1 Pengukuran massa jenis pada kelereng
Diameter (mm)
Massa Skala Skala Jari-Jari (mm) Volume (𝐜𝐦𝟑 )
(g) Utama Nonius
16 0.3 8.15 2.266
16 0.3 8.15 2.266
5.6 16 0.3 8.15 2.266
16 0.3 8.15 2.266
Volume rata-rata = 2.266 cm3
massa
ρkelereng = Volume rata−rata
5.6 g
= 2.266 cm3
= 2.47 g⁄cm3

Tabel 4.2 Pengukuran massa jenis pada balok kayu


Pengukuran (mm)
Massa (g) Panjang Lebar Tinggi Volume (𝐜𝐦𝟑 )
90.4 40.35 40.35 147.729
90.4 40.35 40.5 148.279
71.35 90.3 40.4 40.2 146.654
90.45 40.45 40.2 147.08
Volume rata-rata = 147.44 cm3
massa
ρkelereng = Volume rata−rata
71.35 g
= 147.44 cm3
= 0.484 g⁄cm3
Tabel 4.3 Pengukuran massa jenis pada silinder besi
Pengukuran (mm) Volume
Massa (g) 𝐫𝐥𝐮𝐚𝐫 𝐫𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 tinggi Volume luar dalam
(𝐜𝐦𝟑 ) (𝐜𝐦𝟑 )
12.59 10.61 99.25 49.398 35.0825
89.26 12.625 10.72 99.1 49.589 35.7596
12.6 10.9 99.2 49.452 37.007
12.575 10.7 99.1 49.206 35.626
Volume rata-rata luar = 49.41 cm3
Volume rata-rata dalam = 35.8687 cm3
massa
ρ = volume rata−rata luar−volume rata−rata
89.26 g
= 49.41 cm3 −35.8687 cm3

= 6.59 g⁄cm3

Tabel 4.3 Pengukuran massa jenis pada silinder plastik (PVC)


Pengukuran (mm) Volume
Massa (g) 𝐫𝐥𝐮𝐚𝐫 𝐫𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 tinggi Volume luar dalam
(𝐜𝐦𝟑 ) (𝐜𝐦𝟑 )
13.625 10.999 110.375 64.43 41.926
13.1 10.9 110.325 59.45 41.158
24.09 13.05 10.999 110.2 58.929 41.859
13 11.097 110.475 58.625 42.717
Volume rata-rata luar = 60.336 cm3
Volume rata-rata dalam = 40.2035 cm3
massa
ρ = volume rata−rata luar−volume rata−rata
24.09 g
= 60.336 cm3 −40.2035 cm3

= 1.2025 g⁄cm3
4.2 Pembahasan
Pada percobaan ini, benda yang akan dihitung massa jenisnya adalah
kelereng, balok kayu, silinder besi dan silinder plastik (PVC). Pada saat
pengukuran kelereng, didapatkan massanya sebesar 5.6 g dan volume rata-ratanya
adalah 2.266 cm3 sehingga massa jenis dari kelereng yang didapat yaitu
2.47 g⁄cm3 .
Kemudian balok kayu didapatkan massanya sebesar 71.35 g dan volume
rata-ratanya adalah 147.44 cm3 . Sehingga massa jenis dari balok kayu tersebut
dengan pembagian antara massa dan volume sebesar 0.484 g⁄cm3 .
Pengukuran pada silinder besi didapatkan massanya sebesar 89.26 g,
volume rata-rata luarnya sebesar 49.41 cm3 dan volume rata-rata dalam adalah
35.8687 cm3 . Sehingga diperoleh massa jenis sebesar 6.59 g⁄cm3 .
Pengukuran pada silinder plastik (PVC) didapatkan massanya sebesar
24.09 g, volume rata-rata luarnya sebesar 60.336 cm3 dan volume rata-rata dalam
adalah 40.2035 cm3 . Sehingga diperoleh massa jenis sebesar 1.2025 g⁄cm3 .
Untuk massa jenis tiap-tiap bahan yang diukur tidak memiliki tetapan
massa jenis karena massa jenis pada benda padat bergantung pada massa dan
volumenya.
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, maka dapat diketahui bahwa
massa jenis benda dipengaruhi oleh volumenya. Semakin besar volume benda
akan semakin kecil massa jenis dari benda tersebut, sebaliknya semakin kecil
volume benda yang diukur maka semakin besar massa jenis benda tersebut. Massa
jenis benda dipengaruhi oleh bentuk geometri dan jenis benda pembuat benda
tersebut.
BAB V
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan praktikum maka dapat disimpulkan
sebagai berikut :
1. Massa jenis dari kelereng sebesar 2.47 g⁄cm3 .
2. Massa jenis dari balok kayu sebesar 0.484 g⁄cm3 .
3. Massa jenis dari silinder besi sebesar 6.59 g⁄cm3 .
4. Massa jenis dari silinder plastik (PVC) sebesar 1.2025 g⁄cm3 .

4.2 Saran
Dalam pengukuran massa jenis dapat menggunakan metode lain seperti
menggunakan prinsip Archimedes agar dapat menambah pengetahuan tentang
menghitung massa jenis benda.
DAFTAR PUSTAKA
Breudthaver, Wilnem. 1993. Implus Physic Jilid 1. Stuttgard : Erns Klett

Hidayat, Bambang. 1979. Bumi dan Antariksa Jilid 1 dan 2. Jakarta : Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan

Trippler, P. A. 1998. Fisika untuk Sains dan Teknik Jilid 1. Jakarta : Erlangga