Anda di halaman 1dari 7

Konversi Skala Bacaan, Konversi koordinat, Koreksi Tidal dan Koreksi Drift Data Gravity

Asido Saputra Sigalingging 12115023 Gaya Berat (Gravity)

Kata Kunci Abstrak


Pada pratikum ini telah dilakukan konversi data gaya
Koreksi Tidal berat, koreksi tidal dan koreksi apungan untuk
mendapatkan nilai dari anomaly gravitasi observasi
Koreksi Pasang (Gobs). Pada pratikum ini data gravitasi lapangan
surut
dilakukan koreksi pasang surut dan koreksi apungan
dengan menggunakan software Microsoft excel dan surfer
untuk mengubah koordinat lokasi pengambilan data.
Pratikum ini telah menghasilkan data gaya berat observasi.

Keyword Abstract
Tide Corecction In this pratics we have performed gravity data conversion,
correction and measurement to obtain values from
Drift
observation anomalies (Gobs). In this data pratikum done
Corecction
by using Microsoft Excel software and surfer to change
the coordinates of the location of data retrieval. This
Pratikum has produced large graphic data.

Disamping itu metode ini juga banyak dipakai


I. Teori Dasar dalam eksplorasi mineral dan lainnya.
a. Metode Gaya Berat
Prinsip pada metode ini mempunyai
Metode gayaberat adalah salah satu kemampuan dalam membedakan rapat massa
metode geofisika yang didasarkan pada suatu material terhadap lingkungan sekitarnya.
pengukuran medan gravitasi. Pengukuran ini Dengan demikian struktur bawah permukaan
dapat dilakukan di permukaan bumi, di kapal dapat diketahui. Pengetahuan tentang struktur
maupun di udara. Dalam metode ini yang bawah permukaan ini penting untuk
dipelajari adalah variasi medan gravitasi akibat perencanaan langkah-langkah eksplorasi baik
variasi rapat massa batuan di bawah permukaan minyak maupun mineral lainnya. Untuk
sehingga dalam pelaksanaannya yang diselidiki menggunakan metode ini dibutuhkan minimal
adalah perbedaan medan gravitasi dari suatu dua alat gravitasi, alat gravitasi yang pertama
titik observasi terhadap titik observasi lainnya. berada di base sebagai alat yang digunakan
Metode gayaberat umumnya digunakan dalam untuk mengukur pasang surut gravitasi, alat
eksplorasi jebakan minyak (oil trap).
yang kedua dibawa pergi ke setiap titik pada c. Koreksi
stasiun. Apungan(Drift Corecction)

b. Koreksi Tidal(Tide Correction) Koreksi apungan merupakan koreksi


pada data gravitasi, sebagai akibat perbedaan
Efek pasang surut menyebabkan
pembacaan nilai gravitasi di stasiun yang sama
perubahan hasil pengamatan percepatan
pada waktu yang berbeda oleh alat gravimeter.
gravitasi yang disebabkan oleh interaksi
Perbedaan tersebut disebabkan karena terjadi
gravitasi bulan dan matahari terhadap bumi
guncangan pegas dan perubahan temperature
maupun terhadap gravimeter. Efek ini
pada alat gravimeter selama proses perjalanan
menyebabkan variasi percepatan gravitasi yang
dari satu stasiun ke stasiun berikutnya.
bergantung waktu sehingga termasuk ke dalam
koreksi Temporal Based Variation. Koreksi apungan dapat
dilakukan dengan persamaan berikut
Sebagaimana pengaruh gaya gravitasi
bulan dan matahari menyebabkan perubahan
bentuk permukaan air laut, hal itu juga
menyebabkan berubahnya bentuk bumi (earth II. Langlah Kerja
distortion). Karena batuan memberikan gaya a. Konversi Data Gaya Berat
eksternal lebih kecil dibandingkan air, besarnya Konversi gaya berat dilakukan dengan
distorsi bumi di bawah pengaruh gaya eksternal tahapan berikut
lebih kecil dibandingkan besarnya distorsi air 1. Sesuaikan dahulu interval pengukuran
laut. Besarnya distorsi air laut akibat efek berada pada interval Counter reading,
pasang surut ini terukur dalam meter, yakni pada kolom A table 1.
sedangkan besarnya distorsi bumi terukur
dalam sentimeter. Distorsi ini menyebabkan Table 1 Konversi Skala
perubahan percepatan gravitasi dikarenakan
perubahan bentuk bumi, sehingga jarak A B C
gravimeter terhadap pusat bumi berubah Counter Value (mGal) Factor
(percepatan gravitasi berbanding terbalik Reading Interval
1700 1745.10 1.02628
dengan kuadarat jarak).
1800 1847.72 1.02629
1900 1950.35 1.02630
2000 2052.98 1.02632
2100 2155.61 1.02635
2200 2258.25 1.02638
2. Lakukan konversi dengan rumusan berikut

Konversi skala = B + (baca alat -


A)*C

3. Konversi gravitasi bacaan telah dapat


dikonversi seperti data pada gambar 1.
Figure 1 langkah Kerja Konversi Skala

b. Konversi koordinat 2. Ubah data koordinat menjadi data UTM


Data koordinat pengambilan data dapat dengan menggunakan golden Surfer
dilakukan konversi dengan menggunakan seperti tampak pada gambar 2.
Microsoft excel dan surfer. 3. Konversi data koordinat telah selesai
dilakukan.
1. Lakukan konversi latitude dan longitude
dengan menggunakan microsotf exce dari
satuan derajat, menit, detik ke dalam
konversi sudut(deg).

Figure 2 Langkah Kerja konversi koordinat ke UTM dengan MicrosoftExcel dan Golden Surfer 11

c. Koreksi Tidal 1. Koreksi Tidal Observasi


Langkah kerja pada koreksi tidal
observasi dilakukan dengan mencocokkan data 2. Koreksi Tidal Teoritis
time kedalam tidal observasi. Misalkan pada
Koreksi tidal teoritis adalah koreksi tidal
waktu pengambilan data pada pukul 08.35
yang dilakukan dengan menggunakan
maka koreksi tidal observasi sekitar -0.006.
perhitungan regresi polinominal terhadap data
hasil proses pada TIDE.EXE.

Fi

Pada pratikum ini lokasi yang saya pilih sebagai lokasi yang akan saya cari nilai koreksi tidalnya adalah daerah Gor
pada zona UTM 51 N.

Figure 4 Peta Provinsi Gorontalo

Adapun langkah yang dilakukan pada dengan Microsoft excel dengan tools
pengolahan data secara teoritis adalah sebagai sorting .
berikut 2. Data yang telah diurutkan dari waktu
terendah kewaktu terbesar kemudian waktu
1. Data pada tide hasil dari TIDE.EXE diubah kedalam satuan menit.
pada daerah gorontalo diurutkan
Dan kurangkan waktu ke-n dengan 4. Fungsi dari regresi polinominal berorde 6
waktu awal. selanjutnya digunakan untuk mencari nilai
3. Setelah waktu diubah kesatuan dari koreksi tidal secara teoritis
menit selanjutnya plot antara waktu
Pada koreksi tidal teoritis ini didapatkan fungsi
dari koreksi tidalnya yakni

d. Koreksi Drift
Langkah kerja pada koreksi drift adalah
sebagai berikut
1. Setelah didapatkan data gravity yang
telah terkoreksi tidal, selanjutnya
dapat dilakukan koreksi drift.
2. Koreksi drift dilakukan dengna
rumusan sebagai berikut

( )
dengan koreksi tidal. Lakukan
regresi polinominal pada kurva
yang dihaslikan. Kurva diregresi
polinominal sampai keorde 6.

Figure 5 Proses Ploting pada Tidal Teoritis

III. Hasil dan Analisis yakni hasil ploting terhadap data dari
a. Hasil TIDE.EXE.
1. Konversi koordinat
Berikut hasil konversi data gravity ke Pada pratikum ini Gbase sebesar gbase =
dalam UTM 978201.623. dimana angka 23 merupkan nim
saya.
Table 2 Hasil Konversi Ke UTM
Table 3 Hasil Gobservas
Sts x (long) y (lat) y(UTM) y (UTM)

Base 109⁰40'20.6'' -7⁰32'47.2'' -983356.3 857125.3


1 109⁰40'08.5'' -7⁰32'34.8'' -983749.3 856746.1
2 109⁰40'05.8'' -7⁰32'33.0'' -983836 856692
3 109⁰40'03.9'' -7⁰32'54.8'' -983874.4 857381.3
4 109⁰39'54.6'' -7⁰32'30.6'' -984190.8 856627.3
5 109⁰39'56.3'' -7⁰32'30.3'' -984137.6 856616.2
6 109⁰39'53.9'' -7⁰32'27.4'' -984216 856527.1
7 109⁰39'51.7'' -7⁰32'25.1'' -984287.4 856456.7
8 109⁰39'50.0'' -7⁰32'21.6'' -984344.4 856348
9 109⁰39'47.5'' -7⁰32'19.2'' -984425.4 856274.8
10 109⁰39'50.5'' -7⁰32'15.3'' -984334.8 856148.8
11 109⁰39'48.8'' -7⁰32'11.5'' -984392 856030.7
12 109⁰39'47.2'' -7⁰32'08.2'' -984445.6 855928.2
13 109⁰39'45.4'' -7⁰32'08.2'' -984502.3 855929.9
14 109⁰39'44.3'' -7⁰32'02.4'' -984542.6 855748.1
15 109⁰39'44.2'' -7⁰31'59.9'' -984548.2 855669.4
16 109⁰39'42.1'' -7⁰31'58.1'' -984616 855614.7
17 109⁰39'39.6'' -7⁰31'55.1'' -984697.6 855522.5
18 109⁰39'39.5'' -7⁰31'51.6'' -984704.2 855412.2
19 109⁰39'43.0'' -7⁰31'51.2'' -984594.5 855396.2
20 109⁰39'45.5'' -7⁰31'49.0'' -984517.9 855324.4
21 109⁰39'47.4'' -7⁰31'46.3'' -984460.8 855237.4
22 109⁰39'49.5'' -7⁰31'43.4'' -984397.6 855143.9
23 109⁰39'52.0'' -7⁰31'41.3'' -984320.9 855075.2
24 109⁰39'55.0'' -7⁰31'39.4'' -984228.4 855012.4
25 109⁰39'57.3'' -7⁰31'37.1'' -984158.3 854937.6
26 109⁰40'00.5'' -7⁰31'36.4'' -984058.3 854912.4
27 109⁰40'38.0'' -7⁰31'37.0'' -982877.6 854894.7
Base 109⁰40'20.6'' -7⁰32'47.2'' -983356.3 857125.3

2. Hasil Data Gravity Observasi(Koreksi


Tidal dan Drift)

Pada tabel 3 merupakan hasil dari data gravity


yang telah dilakukan koreksi tidal dan koreksi
drift.

Koreksi tidal yang saya gunakan pada pratikum


ini merupakan koreksi tidal dari hasil teoritis

b. Analsisis Data

Telah dilakukan proses konversi skala,


koreksi tidal, koreksi drift terhadap data gravity, dan
hasil seperti pada tabel 3. Pada konversi skala
dilakukan agar skala bacaan yang dilakukan oleh
gravimeter sesuai dengan skala standard, sehingga
dapat diproses lebih lanjut.

Koordinat lapangan diubah dari koordinat


Figure 6 Kurva perhitungan tidal teoritis dalam bentuk derajat, menit, detik menjadi UTM
dengan menggunkan software surfer.
Koreksi tidal pada pratikum ini data lainya juga memiliki korelasi yang buruk
dilakukan dengan dua cara yakni dengan hamper tidak ada kesamaan antara data tidal
menggunkan koreksi tidal teoritis dan dengan observasi dan tidal teoritis.
menggunakan koreksi tidal observasi. Koreksi
tidal observasi dilakukan dengan Perbedaan koreksi tidal dapat
membandingkan waktu pengamatan dengan disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya
tidal lapangan. Sedangkan pada koreksi tidal lokasi pengambilan data lapngan dengan lokasi
teoritis dilakukan dengan menggunakan ploting pada tidal teoritis yang digunakan berbeda.
pada data waktu dan tide pada hasil tide.exe. Tentu posisi matahari dan benda angkasa
lainnya tidak sama, yang mana hasil dari data
Dari data tersebut terlihat bahwa pada menunjukan koreksi tidal yang berbeda.
waktu yang sama tidal dengan metode
observasi dan metode teoritis tidak sama. Selain akibat perbedaan lokasi hal lain
Terdapat jarak yang cukup jauh, misalkan pada juga yang ikut mempengaruhi koreksi tidal
pengkuran pukul 8.28 pada tidal observasi adalah kekurang akuratan dalam pengambilan
sekitar -0.006 sedangkan pada tidal teoritis data koreksi tidal observasi. Selain itu kesalhan
diwaktu yang sama sekitar 0.00418, dan pada saat melakukan proses koreksi juga dapat
menjadi factor yang mengakitbatkan
berbedanya hasil koreksi tidal observasi dan
tidal teoritis.

Pada proses koreksi drift, dari hasil


koreksi dapat ditemukan bahwa alat mengalami
penambahan panjang, ditandai dengan pada
titik yang sama(base) hasil pengamatan tidak
sama. Ketika dilakukan koreksi drift hasilnya
pada titik yang sama Δg (mGal) sama dengan
nol, dapat disimpulkan bahwa proses
perhitungan koreksi drift telah dilakukan
dengan baik.

Referensi

Modul Pratikum Gravity dan Magnetik, Itb

http://digilib.itb.ac.id/files/disk1/679/jbptitbpp-
gdl-adityabudi-33940-3-2009ta-2.pdf diakses
maret 2018

http://gageothermalgo.blogspot.co.id/2017/04/k
oreksi-tidal-drift-dan-gravitasi.html