Anda di halaman 1dari 7

CRITICAL BOOK REPORT

TEORI PELUANG

“Peluang Bersyarat”

ALWI RAHMAN HARAHAP


4163311005

Pendidikan Matematika Ekstensi A 2016

JURUSAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN


ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN


2017
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

BAB I : DESKRIPSI BUKU

A. IDENTITAS BUKU
B. RINGKASAN BUKU

BAB II: ANALISIS BUKU

BAB III : MENSITESISKAN

BAB IV KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
DESKRIPSI BUKU

A. IDENTITAS BUKU

1. BUKU 1
a. Judul Buku : Teori Peluang
b. Karya : Prof. Dr. Asmin,M.Pd, Drs. Abil Mansyur, M.Si, dan Syavitri
Nst,M.pd
c. Tahun : 2013
d. ISBN : 978-602-7938-88-5
e. Penerbit : Unimed Press

2. BUKU 2
a. Judul buku : Ilmu Peluang dan Statistika Untuk Insinyur dan Ilmuan
b. Karya : Ronald E. Walpole dan Raymond H. Myers
c. Penerjemah : Dr. RK Sembiring
d. Tahun : 1995
e. ISBN : 979-9299-45-4
f. Penerbit : ITB

B. RINGKASAN BUKU

- Buku 1
Dari sebuah percobaan andaikan A|B menyatakan peluang terjadinya A
dengan syarat B telah terjadi, dan P(B) menyatakan peluang peristiwa B, serta
P(AB) menyatakan peluang terjadinya sekaligus peristiwa Adan B, maka
berlaku ketentuan P(AB) = P(B).P(AB) yang dalam hal ini , dua peristiwa
tersebut tidak saling bebas. Bila dalam percobaan tersebut peristiwa A dan B
memberi peluang bersyarat dari A, dengan peristiwa B telah terjadi yang
P(AB)
dirumuskan secara matematika dengan :P(AB) , dan bila peristiwa A
𝑃(𝐵)

dan B saling bebas (Independent), maka P(AB) = P(A).P(B), sehingga bila


P(AB) = P(A)
P(BA) = P(B)
Jika peristiwa A dan B saling pisah, P(AB) = 0, sehingga, jika P(B) >
0, maka P(AB) = 0. Pengkajian teknik percontohan peluang yang berkenaan
dengan pencarian nilai peluang terhadap peristiwa dapat disebabkan oleh
beberapa faktor, yang berkaitan dengan Teori Bayes yang berhubungan
dengan statistika. Teori Bayes berkaitan dengan peluang bersyarat yang
bersifat kondisional.
Teori dapat digunakan jika dalam keaadaan dua peristiwa berturutan
dan tidak saling lepas. Pada dasarnya teori bayes diterapkan untuk menetukan
nilai peluang suatu peristiwa dengan syarat khusus.
Thomas Bayes menjabarkan formula untuk peluang bersyarat A dan B
P(BA)𝑃(𝐵) P(AB)𝑃(𝐵)
ditulis dengan P(BA) = , karena P(AB) =
𝑃(𝐴) 𝑃(𝐴)

P(AB).P(B)

- Buku 2

Peluang terjadinya suatu kejadian B bila diketahui bahwa kejadian A


telah terjadi disebut peluang bersyarat dan dinyatakan dnegan P(BA).
Lambang P(BA) biasalnya dibaca ‘peluang B terjadi bila diketahui A terjadi’
atau lebih sederhana lagi’ peluang B, bila Adiketahui’.
Definis peluang bersyarat B bila A diketahui, dinyatakan dengan P(BA).,
P(AB)
ditentukan oleh P(BA) bila P(A) > 0
𝑃(𝐴)
BAB II
ANALISIS BUKU

Pada buku 1 mumulai dengan sebuah pendahuluan awal sebagai pengantar sebelum
masuk kedalam definisi hal begitu juga pada buku 2 ngawali definisi dengan pendahukuan
awal sebangai pengantar konsep dimana hal ini bertujuan agar para pembaca dapat
membanyangkan sepertia apa materi tersebut sebelum masuk kemateri tersebut karena jika
langsung masuk ke konsep para pembaca dapat langsung ngeblank pemikirannya karena jika
langsung masuk mengawalinya dengan definisi dan rumus.

Pada buku 1 banyak menjelaskan konsep konsep danmateri materi yang berkaitan
dengan materi dan buku ini memunculakan akan suatu rumus pasti memberi tahu langkah
langkah turunan rumus nya sehingga didapatkannya suatu rumus serta memberikan suatu
materi yang berkaitan dengan peluang bersyarat yaitu Teori Bayes berbeda dengan buku 2
karena pada buku ini sangat sedikit menjelaskan konsep konsep dan teori teori yanng
behubungan dengan materi dan tidak menjelaskan darimana munculnya suatu rumus yang
ditulisnya serta pada buku inisetelah abis materi materi peluang bersyarat tidak
menjelaskannya akan keterkaitan materi peluang bersyarat dengan Teori Bayes hal ini bila
seorang hanya membaca dan berpaotan materi tersebut dengan buku ini dapat membuat
menjadi tadak mengatahui bahawa materi peluang beryarat berkaitan atau berhubunag dengan
Teori Bayes.

Pada buku 1 begitu banyak bavian contoh soal yang berkaitan dengan peluang
bernyarat hal ini bagus karena dalam matematika jika hanya mengetahui teori saja tanpa
mengerjakan soal soal maka ia akan kesuliatan mengerjakan soal soal tersebut sedangkan
pada buku 2 juga memiliki varian akan contih soal yang berkaitan dengan peluang bersyarat
walaupun tidak sebanyak contoh soal dari buku 1.

Dari segi kepraktisan buku 1 ini dibalik dari materinya yang cukup rinci buku ini juga
mudah untuk dibawa dan desainnya yang menarik berbeda dengan buku 2 materinya yang
kurang rinci dan bukunya tebal hal ini dikarenakan pada buku 1 memfokuskan materi
bukunya pada teori teori peluang berbeda dengan buku 2 yang memfokuskannya padaq teori
peluang dan staistika.
BAB III
MENSINTESISKAN

Menurut saya dari kedua buku ini saya merekomendasikan untuk membaca buku 1, kenapa?
Hal ini telah terlihat dengan jelas dari analisis buku yang sebelumnya dibaca dimana pada
buku 1 lebih banyak pernyataan positifnya ketimbang buku 2 dan bukan berarti buku 2 itu
tidak bagus karna buku 2 juga memuat materi staistika yang mungkin diperlukan bagi anda
dan buku satu karan berfokus kepada teoti teori peluang aja jadi materinya itu itu aja
sehingga bukunya wawasan nya terlalu sedikit untuk jurusan matematika ataupun IPA.

BAB IV
KESIMPULAN

Dalam critical book report ini bertujuan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan
dari perbandingan dua buku ini dimana penulis membandingkan buku teori peluang
karya Prof. Dr. Asmin,M.Pd, Drs. Abil Mansyur, M.Si, dan Syavitri Nst,M.pd dengan buku
Ilmu Peluang dan Statistika Untuk Insinyur dan Ilmuan karya Ronald E. Walpole dan
Raymond H. Myers walaupun dengan mengetahui kelemahan dan kelebihan kedua buku ini
dan merekomendasika salah satu bukubukan berarti kita hanya membaca buku yang
direkomendasikan saja bisa saja ada materi yang tidak ada di buku yang direkomendasikan.
Dan saran saya tidak ada buku yang buruk jika itu bertujuan untuk pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA
Asmin,dkk. 2013. Teori Peluang. Medan : Unimed Press
Sembiring, R K. 1995. Ilmu Peluang dan Statistika Untuk Insinyur dan Ilmuan. Bandung :
ITB