Anda di halaman 1dari 1

pergerakan janin, ukuran kepala, presentasi, letak, posisi dan penempelan plasenta di uterus Passenger

ukuran pelvik, tipe pelvik, kemampuan servik untuk membuka dan mendatar Passageway..

Kontraksi uterus: frekuensi, durasi, intensitas, dilatasi servik


Powers faktor yang mempengaruhi persalinan
upaya sadar seperti proses defekasi, lama persalinan

Posisi terbaik: upright (berdiri, berjalan, duduk) Posisi Ibu

Persiapan fisik, pengalaman, dukungan orang penting, status emosional, sosiokultural Psikososial

Open a New Map

Rename the Central Idea of the Map


Getting Started
Create a Main Topic

Create a Subtopic

Proses pergerakan janin, plasenta keluar dari uterus melalui


Pengertian jalan lahir (Bobak, 1995) Proses pergerakan janin, plasenta
keluar dari uterus melalui jalan lahir (Bobak, 1995)
DJJ Normal 110-160 X/ menit
Janin
Kontraksi uterus menurunkan sirkulasi

Setiap kontraksi terjadi pengosongan darah dari uterus ke sistem maternal ibu sejumlah 400 ml
Penghentian progesteron
Kontraksi meningkatkan tekanan sistolik Perubahan kardiovaskular
Prostaglandin
Valsavamanuver meningkatkan tekanan intratorak, mengurangi venous return dan meningkatkan tekanan vena.

Peningkatan konsumsi oksigen meningkatkan RR Perubahan respiratori Adaptasi selama Fisiologi Persalinan Corticotrophin releasing hormon
persalinan Aktivitas miometrium
Area vaginal terbuka Perubahan integument Ibu
Peningkatan aktivitas, diaphoresis, fatig, peningkatan suhu tubuh, kram kaki Perubahan muskoloskeletal Tekanan intraabdomen

Amnesia saat kala ii persalinan Perubahan neurologi

Motilitas usus menurun, pengosongan lambung menurun Perubahan gastrointestinal

Progesteron menurun, estrogen, prostaglandin, oksitosin meningkat, metabolisme meningkat Perubahan endokrin Kepala janin engagement

Kontraksi braxton hicks

Dimulai dengan kontraksi uterus yang teratur sampai dilatasi penuh serviks, berbeda antara nulipara dan multipara, terdiri dari fase laten, aktif Kala I Serviks lembut
Tanda-tanda Persalinan
Pembukaan lengkap sampai pengeluaran janin Kala II Kontraksi; makin teratur, lama dan kuat
Tahap Persalinan
Pelepasan plasenta Kala III Bloody show

Setelah pelepasan plasenta sampai dua jam post partum Kala IV Ruptur membran amnion

Engagement
INTRANATAL
Descent

Fleksi

Rotasi internal Mekanisme Persalinan


Ekstensi

Rotasi eksternal

Ekspulsi

Riwayat: demografi, data kehamilan, onset persalinan

Skreening risiko intrapartum

Pengkajian fisik Ibu


Pengkajian psikososiokultural Pengkajian
TD, respirasi (tiap jam);
Evaluasi kontraksi, dilatasi dan pendataran serviks Ibu Suhu (tiap 4 jam);
Fase laten Kontraksi uterus (tiap 30 menit)
Posisi dan presentasi: inspeksi, palpasi, vt, ultrasound
Janin Kala I Janin DJJ (tiap jam)
Evaluasi DJJ Ibu TD, N , RR (tiap jam); kontraksi uterus (tiap 30 menit)
Fase aktif
Janin DJJ (tiap 30 menit)

Takut b.d. ketidaknyamanan persalinan dan hasil persalinan Pertolongan persalinan bila telah muncul tanda kala II
Perawatan kala II
Koping keluarga tidak efektif b.d. proses persalinan Dukungan upaya meneran
Kala II
Nyeri b.d. kontraksi uterus, dilatasi serviks dan penurunan kepala Kala I Meningkatkan kenyamanan Pilihan posisi melahirkan

Cemas b.d. ketidaktahuan hasil persalinan dan ketidaknyamanan Bantuan pasangan


Manajemen Persalinan APGAR
Defisit pengetahuan b.d. kurang informasi ttg proses persalinan dan ketidaknyamanan
Perawatan bayi baru lahir Tali Pusat
Nyeri b.d. kontraksi uterus, proses persalinan dan trauma persalinan
Kala III
Bonding Attachment
Defisit pengetahuan b.d. kurangnya informasi tentang metode meneran Diagnosa Keperawatan
Kala II dan III Pemberian oksitosin
Koping individu tidak efektif b.d. proses persalinan
Observasi tanda vital tiap 15 menit 1 jam pertama, tiap 30 menit 1 jam kedua
Takut b.d. hasil persalinan
Evaluasi kontraksi uterus
Nyeri b.d. trauma perineum
Kala IV Observasi perdarahan
Defisit pengetahuan b.d kurang informasi ttg proses involusi dan kebutuhan perawatan diri
Kala IV Tingkatkan istirahat
Gangguan proses keluarga b.d. pemisahan bayi
  Beri nutrisi adekuat