Anda di halaman 1dari 13

Teori Perkembangan Atom Dari Dulu Hingga Sekarang

Written By Arifin Noviyanto on Wednesday, December 26,


2012 | 9:28 AM
1. Teori Atom John Dalton

Pada tahun 1803, John Dalton mengemukakan mengemukakan pendapatnaya tentang atom.
Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa (hukum
Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). Lavosier mennyatakan bahwa “Massa total
zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi”. Sedangkan
Prouts menyatakan bahwa “Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap”.
Dari kedua hukum tersebut Dalton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut:

Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi
Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang
identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda
Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana.
Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen
Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-
atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.
Hipotesa Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti pada tolak peluru.
Seperti gambar berikut ini:

Kelemahan:

Teori dalton tidak menerangkan hubungan antara larutan senyawa dan daya hantar arus listrik.

2. Teori Atom J. J. Thomson

Berdasarkan penemuan tabung katode yang lebih baik oleh William Crookers, maka J.J.
Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode dan dapat dipastikan bahwa sinar katode
merupakan partikel, sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan diantara katode dan
anode. Dari hasil percobaan ini, Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel
penyusun atom (partikel subatom) yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron.
Atom merupakan partikel yang bersifat netral, oleh karena elektron bermuatan negatif, maka
harus ada partikel lain yang bermuatan positifuntuk menetrallkan muatan negatif elektron
tersebut. Dari penemuannya tersebut, Thomson memperbaiki kelemahan dari teori atom dalton
dan mengemukakan teori atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom Thomson. Yang
menyatakan bahwa:

“Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan negatif
elektron”

Model atomini dapat digambarkan sebagai jambu biji yang sudah dikelupas kulitnya. biji jambu
menggambarkan elektron yang tersebar marata dalam bola daging jambu yang pejal, yang pada
model atom Thomson dianalogikan sebagai bola positif yang pejal. Model atom Thomson dapat
digambarkan sebagai berikut:

Kelemahan:

Kelemahan model atom Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif
dalam bola atom tersebut.

3. Teori Atom Rutherford

Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geigerdan Erners Masreden) melakukan
percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa (λ) terhadap lempeng tipis emas. Sebelumya
telah ditemukan adanya partikel alfa, yaitu partikel yang bermuatan positif dan bergerak lurus,
berdaya tembus besar sehingga dapat menembus lembaran tipis kertas. Percobaan tersebut
sebenarnya bertujuan untuk menguji pendapat Thomson, yakni apakah atom itu betul-betul
merupakan bola pejal yang positif yang bila dikenai partikel alfa akan dipantulkan atau
dibelokkan. Dari pengamatan mereka, didapatkan fakta bahwa apabila partikel alfa ditembakkan
pada lempeng emas yang sangat tipis, maka sebagian besar partikel alfa diteruskan (ada
penyimpangan sudut kurang dari 1°), tetapi dari pengamatan Marsden diperoleh fakta bahwa satu
diantara 20.000 partikel alfa akan membelok sudut 90° bahkan lebih.
Berdasarkan gejala-gejala yang terjadi, diperoleh beberapa kesipulan beberapa berikut:

Atom bukan merupakan bola pejal, karena hampir semua partikel alfa diteruskan
Jika lempeng emas tersebut dianggap sebagai satu lapisanatom-atom emas, maka didalam atom
emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif.
Partikel tersebut merupakan partikelyang menyusun suatu inti atom, berdasarkan fakta bahwa 1
dari 20.000 partikel alfa akan dibelokkan. Bila perbandingan 1:20.000 merupakan perbandingan
diameter, maka didapatkan ukuran inti atom kira-kira 10.000 lebih kecil daripada ukuran atom
keseluruhan.
Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan dari percobaan tersebut, Rutherford mengusulkan
model atom yang dikenal dengan Model Atom Rutherford yang menyatakan bahwa Atom terdiri
dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, dikelilingi oleh elektron yang bermuatan
negatif. Rutherford menduga bahwa didalam inti atom terdapat partikel netral yang berfungsi
mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling tolak menolak.

Model atom Rutherford dapat digambarkan sebagai beriukut:

Kelemahan:

Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom.

4. Teori Atom Bohr

ada tahun 1913, pakar fisika Denmark bernama Neils Bohr memperbaiki kegagalan atom
Rutherford melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Percobaannya ini berhasil
memberikan gambaran keadaan elektron dalam menempati daerah disekitar inti atom. Penjelasan
Bohr tentang atom hidrogen melibatkan gabungan antara teori klasik dari Rutherford dan teori
kuantum dari Planck, diungkapkan dengan empat postulat, sebagai berikut:

Hanya ada seperangkat orbit tertentu yang diperbolehkan bagi satu elektron dalam atom
hidrogen. Orbit ini dikenal sebagai keadaan gerak stasioner (menetap) elektron dan merupakan
lintasan melingkar disekeliling inti.
Selama elektron berada dalam lintasan stasioner, energi elektron tetap sehingga tidak ada energi
dalam bentuk radiasi yang dipancarkan maupun diserap.
Elektron hanya dapat berpindah dari satu lintasan stasioner ke lintasan stasioner lain. Pada
peralihan ini, sejumlah energi tertentu terlibat, besarnya sesuai dengan persamaan planck, ΔE =
hv.
Lintasan stasioner yang dibolehkan memilki besaran dengan sifat-sifat tertentu, terutama sifat
yang disebut momentum sudut. Besarnya momentum sudut merupakan kelipatan dari h/2∏ atau
nh/2∏, dengan n adalah bilangan bulat dan h tetapan planck.
Menurut model atom bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu
yang disebut kulit elektron atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron
yang terletak paling dalam, semakin keluar semakin besar nomor kulitnya dan semakin tinggi
tingkat energinya.

Kelemahan:

Model atom ini tidak bisa menjelaskan spektrum warna dari atom berelektron banyak.

5. Teori Atom Modern


Model atom mekanika kuantum dikembangkan oleh Erwin Schrodinger (1926).Sebelum Erwin
Schrodinger, seorang ahli dari Jerman Werner Heisenberg mengembangkan teori mekanika
kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian yaitu “Tidak mungkin dapat ditentukan
kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan, yang dapat
ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom”.

Daerah ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut orbital.
Bentuk dan tingkat energi orbital dirumuskan oleh Erwin Schrodinger.Erwin Schrodinger
memecahkan suatu persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang untuk menggambarkan
batas kemungkinan ditemukannya elektron dalam tiga dimensi.
Persamaan Schrodinger.

x,y dan z : Posisi dalam tiga dimensi


Y : Fungsi gelombang
m : Massa
ђ : h/2p dimana h = konstanta plank dan p = 3,14
E : Energi total
V : Energi potensial

Model atom dengan orbital lintasan elektron ini disebut model atom modern atau model atom
mekanika kuantum yang berlaku sampai saat ini, seperti terlihat pada gambar berikut ini.

Awan elektron disekitar inti menunjukan tempat kebolehjadian elektron. Orbital menggambarkan
tingkat energi elektron. Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau hampir sama akan
membentuk sub kulit. Beberapa sub kulit bergabung membentuk kulit.Dengan demikian kulit
terdiri dari beberapa sub kulit dan subkulit terdiri dari beberapa orbital. Walaupun posisi kulitnya
sama tetapi posisi orbitalnya belum tentu sama.

Ciri khas model atom mekanika gelombang

Gerakan elektron memiliki sifat gelombang, sehingga lintasannya (orbitnya) tidak stasioner
seperti model Bohr, tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital
(bentuk tiga dimensi darikebolehjadian paling besar ditemukannya elektron dengan keadaan
tertentu dalam suatu atom)
Bentuk dan ukuran orbital bergantung pada harga dari ketiga bilangan kuantumnya. (Elektron
yang menempati orbital dinyatakan dalam bilangan kuantum tersebut)
Posisi elektron sejauh 0,529 Amstrong dari inti H menurut Bohr bukannya sesuatu yang pasti,
tetapi bolehjadi merupakan peluang terbesar ditemukannya elektron.
Sejarah Perkembangan Teori Atom Modern
By Fimoto MariyantoNo comments
Kimia > Materi Kimia > Struktur Atom

Kali ini akan membahas tentang perkembangan teori atom modern. Pada awal Atom
dikemukakan oleh Dalton. Dalton mengajukan Model atom berbentuk kismis dan elektron
bertebaran tanpa adanya sebuah lintasan untuk elektron bergerak dan berputar. Perkembangan
Teori atom semakin sempurna dengan berbagai penemuan-penemuan oleh Dalton, Thomson,
Rutherford. Dan sekaran akan mempelajari tentang model Niels Bohr dan Mekanika Kuantum
(Teori Atom Modern). Langsung saja kita simak bersama-sama artikel di bawah ini;

Teori Atom Niels Bohr

Niels Bohr
Penemuan pada tahun 1913 Niels Bohr mengemukakan kesalahan yang di buat oleh teori model
atom Rutherford. Niels Bohr adalah seorang ahli fisika dari Denmark dan pernah meraih nobel
fisika pada tahun 1922. Dia adalah seorang pengemuka mekanika kuantum pertama.

Salah satu kelemahan teori atom Rutherford adalah bahwa teorinya tidak menjelaskan mengapa
elektron tidak tersedot dan jatuh ke intinya. Menurut hukum fisika klasik, gerakan elektron
mengitari inti akan disertai pemancaran energi berupa radiasi elektromagnet. Jika demikian,
maka energi elektron akan semakin berkurang sehingga gerakannya akan melambat. Sementara,
jika gerakan elektron melambat, maka lintasannya akan berbentuk spiral dan akhirnya ia akan
jatuh ke inti atom.

Pada tahun 1913, berdasarkan analisis spektrum atom, Niels Bohr mengajukan model atom
sebagai berikut.
1. Dalam atom terdapat lintasan-lintasan tertentu tertentu tempat elektron dapat mengorbit inti
tanpa disertai pemancaran atau penyerapan energi. Lintasan itu, yang juga disebut kulit atom,
adalah orbit berbentuk lingkaran dengan jari-jari tertentu. Tiap lintasan ditandai dengan satu
bilangan bulat yang disebut bilangan kuantum utama (n), mulai dari 1, 2, 3, 4, 5dan seterusnya,
yang dinyatakan dengan lambang K, L, M, N, O, dan seterusnya. Lintasan pertama, dengan n =
1, dinamai kulit K. Lintasan Kedua, dengan n = 2, dinamai kulit L, dan seterusnya. Makin besar
harga n (makin jauh dari inti), makin besar energi elektron yang mengorbit pada kulit itu.
2. Elektron hanya boleh berada pada lintasan-lintasan yang diperbolehkan (lintasan yang ada),
dan tidak boleh berada di antara dua lintasan. Lintasan yang akan ditempati oleh elektron
bergantung pada energinya. Pada keadaan normal (tanpa pengaruh luar), elektron menempati
tingkat energi terendah. Keadaan seperti itu disebut tingkat dasar (ground state).

3. Elektron dapat berpindah dari satu kulit ke kulit lain disertai pemancaran atau penyerapan
sejumlah tertentu energi. Perpindahan elektron ke kulit lebih luar akan disertai penyerapan
energi. Sebaliknya, perpindahan elektron ke kulit lebih dalam akan disertai pelepasan energi.
Model atom Niels Bohr dapat menjelasakan kelemahan dari teori atom Rutherford. Namun, pada
perkembangan selanjutnya diketahui bahwa gerakan elektron menyerupai gelombang. Oleh
karena itu, posisinya tidak dapat ditentukan dengan pasti. Jadi, orbit elektron yang berbentuk
lingkaran dengan jari-jari tertentu tidak dapat diterima. Tetapi berbentuk 3 dimensi layaknya tata
surya.

Untuk mengetahui Model atom Niels Bohr, lihatlah gambar di bawah ini;

Model Atom Niels Bohr


Teori Mekanika Kuantum

Erwin Schrodinger
Pada tahun 1927, Erwin Schrodinger, seorang ilmuwan dari Austria, mengemukakan teori atom
yang disebut teori atom mekanika kuantum atau mekanika gelombang. teori tersebut dapat
diterima para ahli hingga sekarang.

Teori atom mekanika kuantum mempunyai persamaan dengan teori atom Niels Bohr dalam hal
tingkat-tingkat energi atau kulit-kulit atom, tetapi berbeda dalam hal bentuk lintasan atau orbit
tersebut.

Dalam teori atom mekanika kuantum, posisi elektron adalah tidak pasti. Hal yang dapat
ditentukan mengenai keberadaan elektron di dalam atom adalah daerah dengan peluang terbesar
untuk menemukan elektron tersebut. Daerah dengan peluang terbesar itu disebut orbital.

Tetapi perumusan dari Erwin Schrodinger sangat susah dipahami oleh ilmuwan pada masa itu.
Teori Schrodinger mirip seperti teori tata surya yang orbit peradarannya tidak menentu dan
matahari sebagai pusat intinya. Erwin Schrodinger mendapatkan nobel fisika sebagai pengemuka
teori mekanika kuantum tahun 1933.

Perkembangan Teori Atom

Tokoh-tokoh yang menjadi dalang munculnya model atom mekanika kuantum ada beberapa
ilmuwan namu yang menjadi tokoh utama ada 3 orang yaitu, Erwin Schrodinger, de Broglie, dan
Werner Heisenberg.

A. Erwin Schrodinger

Erwin Rudolf Josef Alexander Schrödinger (1887-1961) ialah fisikawan Austria. Dilahirkan di
Wina, Austria-Hongaria. Ibunya berasal dari Inggris dan ayahnya berasal dari Austria. Ia
memperoleh gelar doktor di kota itu di bawah bimbingan mantan murid Ludwig Boltzmann.

Selama PD I, ia menjadi perwira artileri. Setelah perang ia mengajar di Zurich, Swiss. Di sana, ia
menangkap pengertian Louis Victor de Broglie yang menyatakan bahwa partikel yang bergerak
memiliki sifat gelombang dan mengembangkan pengertian itu menjadi suatu teori yang
terperinci dengan baik. Setelah ia menemukan persamaannya yang terkenal, ia dan ilmuwan
lainnya memecahkan persamaan itu untuk berbagai masalah; di sini kuantisasi muncul secara
alamiah, misalnya dalam masalah tali yang bergetar. Setahun sebelumnya Werner Karl
Heisenberg telah mengemukakan formulasi mekanika kuantum, namun perumusannya agak sulit
dipahami ilmuwan masa itu. Schrödinger memperlihatkan bahwa kedua formulasi itu setara
secara matematis.

Schrödinger menggantikan Max Planck di Berlin pada 1927, namun pada 1933, ketika Nazi
berkuasa, ia meninggalkan Jerman. Dalam tahun itu ia menerima Hadiah Nobel Fisika bersama
dengan Dirac. Pada 1939 sampai 1956 ia bekerja di Institute for Advanced Study di Dublin, lalu
kembali ke Austria.

B. de Broglie

Louis de Broglie dilahirkan di Dieppe, Seine Inferieure, Prancis,


tanggal 15 Agustus 1892, meninggal tanggal 19 Maret 1987, adalah
seorang Pangeran dan ahli fisikatermashurPrancis. Mulanya ia tekun
mempelajari ilmu sastra, sampai memperoleh gelar Licentie as Lettres
dari Universitas Paris. Tapi kemudian beralih mempelajari ilmi pasti,
khususnya Fisika. Tahun 1913, de Broglie meraih gelar Licentie es
Science, dan tanggal 25 Nopember 1924, Doctor es Science dari
Universitas Sorbonne.
Pada tahun 1919, setelah menyelesaikan tugas milisi Angkatan
Bersenjata Prancis, de Broglie bekerja di sebuah Laboratorium yang
dikepalai saudaranya, Maurice de Broglie. Disinilah intuisinya
berkembang dan beberapa kali menerbitkan makalahnya pada jurnal
Akademik Ilmu Pengetahuan Prancis.
Puncak pemikirannya yang genius adalah ketika ia mengumumkan hipotesa gelombang partikel
pada elektron. Mengenai hal ini ia berkata, “Saya telah menyendiri dan bersemedi sampai saya
tiba-tiba berpendapat bahwa penemuan Einstein tahun 1905 dapat diperluas hingga mencakup
semua partikel, terutama elektron.”.
Ia menghabiskan sebagian besar hidupnya mengajar di Universitas Paris dari tahun 1932 sampai
dengan 1962 dan di Institut Henri Poincare.
Generasi de Broglie adalah generasi para ahli Fisika yang telah mengantarkan kita kepada
kemajuan-kemajuan pesat, yang memungkinkan kita dapat mengenali dunia serba mikro dibalik
atom-atom secara lebih terperinci, melalui penemuan mekanika kuantum lebih dari 65 tahun
silam.
Sebelum perginya de Broglie, sederetan tokoh mekanika kuantum telah mendahuluinya, seperti
Max Planck (1858-1947), Wolgang Pauli (1900-1958), Erwin Schrodinger (1887-1961), Neil
Bohr (1885-1962), Max Born (1882-1970), Werner Heisenberg (1901-1976), dan Paul Dirac
(1902-1984).
Sebagai salah satu tokoh termasuh fisika yangpernahhidup,deBrogliedikenal luas sebagai
fisikawanyangsangatintuitif.Ketajamannalurinya,sertarasa kagumnya terhadap alam, merupakan
kelebihannya yang luar biasa. Nalurinya yang amat kuat itulah yang membawanya menerobos
kemisteriusan alam semesta ini. Ia turut menggali, membangun dan membentuk teori kukantum
yang merombak dunia ilmu pengetahuan kita. Pada usianya yang uzur sekalipun ia terus mencari
teori mendasar yang dapat menerangkan bagaimana alam semesta ini sebenarnya bekerja.
Penghargaan yang pernah diterima de Broglie di antaranya Hadiah Nobel untuk penemuan sifat
gelombang pada elektron tahun 1929, Penghargaan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Prancis
tahun 1944, Penghargaan dari Masyarakat Ilmu Pengetahuan Nasional Amerika tahun 1953,
Penghargaan dari Perhimpunan Untuk Kemajuan Seni dan Ilmu Pengetahuan Amerika tahun
1954. D Broglie pernah di angkat sebagai Anggota Kehormatan Himpuanan Ahli-ahli Fisika
Amerika dan Himpunan Ahli-ahli Fisika Eropa
Karya-karya de Broglie yang pernah dipublikasikan antara lain Non-Linier Wave Mechanics, A
Causal Interpretation of Wave Mechanics, A Critical Study: Wave Mechanics and Molecular
Biology, serta puluhan artikel serta makalah ilmiah yang telah dipublikasikan dalam jurnal-jurnal
ilmiah terkemuka.

C. Werner Heisenberg

Werner Karl Heisenberg (5 Desember 1901 - 1 Februari 1976) adalah seorang ahli teori sub-
atom dari Jerman, pemenang Penghargaan Nobel dalam Fisika 1932.

Tahun-tahun awal

Tahun-tahun sekolah lanjutan Werner Heisenberg terputus oleh Perang Dunia I, saat ia terpaksa
meninggalkan sekolah untuk membantu memungut hasil panen di negeri Bayern. Kembali ke
München setelah perang, ia bersukarela menjadi pembawa pesan untuk angkatan sosialis
demokrat yang bertempur dan mengusir pemerintahan komunis yang telah mengambil kontrol
Bayern. Ia terlibat dalam kelompok pemuda yang mencoba membangun kembali masyarakat
Jerman dari abu Perang Dunia I, termasuk "Pramuka Baru" yang mengharapkan kehidupan
Jerman melalui pengalaman langsung kepada alam, puisi romantik, musik, dan pemikiran.

Karir

Heisenberg merupakan salah satu penyumbang besar ilmu fisika pada abad ke-20. Pada tahun
1920 ia memasuki Universitas München untuk belajar matematika. Namun guru besar
matematika tak mengizinkannya pada seminar lanjutan, maka ia berhenti. Ia kemudian pindah ke
fisika. Segera ia mengambil perhatian dalam fisika teoretis, dan segera bertemu banyak ilmuwan
yang karyanya akan mendominasi dasawarsa-dasawarsa berikutnya, termasuk Niels Henrik
David Bohr, Wolfgang Ernst Pauli, Max Born, dan Enrico Fermi. Satu dari perhatian utamanya
ialah menyusun masalah dalam model atom Bohr-Rutherford. Ia baru saja menerima Ph.D.-nya
pada tahun 1923 — hampir gagal sebab ia melalaikan karya laboratoriumnya. Penasihatnya
berdebat atas namanya dan ia diberi gelar. Ia menjadi profesor di Universitas Gottingen pada
usia 22. Karena menderita beberapa alergi musiman, ia meninggalkan Bayern ke pulau
Heligoland. Di sana ia memiliki waktu berpikir dan memecahkan masalah model atom. Ia
merealisasikan pembatasan model visual dan mengusulkan bekerja keras dengan data
eksperimental dan hasil matematika. Untuk melakukannya ia menerapkan sistem matematika
pada fisika atom, disebut mekanika matriks. Inilah titik balik fisika. Banyak orang di bidang ini
tak suka karena tak menyediakan model fisika untuk menghubungkannya. Erwin Schrodinger
muncul dengan mekanika gelombang sekitar setahun kemudian. Ketidaknyamanan dengan
sistem Heisenberg naik pada sisi mekanika gelombang. Pertentangan antarteori terpecahkan
kembali saat Schrödinger membuktikan bahwa semuanya identik.
Pada tahun 1926 Heisenberg mengikuti Bohr ke Institut Fisika Teori di Kopenhagen. Ini menjadi
satu dari masa paling produktif dalam kehidupan Heisenberg. Pada tahun 1927 ia memikirkan
sifat kuantum dasar pada elektron. Ia mewujudkan bahwa tindakan pengukuran sifat elektron
dengan menembakkannya dengan sinar gamma akan mengubah perilaku elektron. Ia
menghubungkannya dalam persamaan menggunakan tetapan Planck, dan menyebutnya teori
ketidakpastian. Saat banyak orang mempertahankan gagasan ini, akhirnya diterima sebagai
hukum dasar alam. Albert Einstein sendiri menyanggahnya dengan mengatakan bahwa "Tuhan
menciptakan alam ini tidak sedang bermain dadu".

Kemudian pada tahun 1927 Heisenberg kembali ke Jerman dan menjadi guru besar termuda di
sana. Jabatan guru besar meminta urusan penuh pada tugas pengajaran dan administrasi, dan
secara alamiah output ilmiahnya berkurang. Dengan kerusuhan politik di Jerman dan Perang
Dunia II, hidup Heisenberg menjadi sulit. Ada eksodus massal ilmuwan Jerman pada tahun
1930-an, namun Heisenberg merupakan satu dari sedikit ilmuwan berderajat tinggi yang
memutuskan tetap tinggal. Bersama dengan Max Karl Ernst Ludwig Planck, ia menunjukkan
harapan sanggup melindungi tradisi dan institusi ilmiah Jerman. Pertama ia dan lainnya mencoba
menghalangi usaha Adolf Hitler untuk "membersihkan" ilmu pengetahuan dan akademi, namun
segera Nazi mengontrol universitas. Kedudukannya sendiri goyah sejak Nazi mengatakan
fisikawan teoretis sebagai "Yahudi" dan selalu dicurigai. Usaha menaikkannya bertemu dengan
lawan keras dari pemimpin politik dan malahan beberapa kolega. Ada waktu saat keamanan
dirinya tak menentu.

Meskipun demikian, ia lulus penilaian kepribadian bahkan pimpinan pasukan SS (Schutzstaffel),


Heinrich Himmler melarang penyerangan politis terhadap ahli fisika.

Namun saat perang mulai pemerintah mengakui, mencurigai atau tidak, kepentingan
pengetahuan Heisenberg. Ia diangkat sebagai direktur proyek bom atom Jerman. Ia
menghabiskan 5 tahun bekerja di sana.

Proyek bom atom Nazi

Meski bermasalah dengan pemerintahan Nazi, Heisenberg diperbolehkan menetap di Jerman


bahkan loyal kepada Nazi. Setelah fisi Nuklir ditemukan di Jerman pada tahun 1939, Heisenberg
masuk dalam program tenaga nuklir dibawah pimpinan Profesor Walther Bothe. Program ini
mengembangkan sati dari senjata nuklir Jerman.

Tugas Heisenberg adalah menciptakan reaksi fisi yang bertahan dan menciptakan reaktor
pembiakan plutonium di Hechingen. Di lain tempat Profesor Kurt Diebner dan Dr Paul Harteck,
sejawatnya memimpin proyek bom atom tandingan. Mengerjakan pengayaan uranium dan bom
atom berbasis uranium.

Di sinilah kontroversial muncul. Heinsenberg dianggap salah menghitung massa kritikal uranium
yang dibutuhkan sebuah bom atom. Kesalahan inilah yang dituding sebagai biang kegagalan
proyek nbom atom Jerman. Konon, saat Heisenberg mendengar kabar pengeboman Hiroshima, ia
menganggap hal itu sebagai taktik propaganda Sekutu saja. Sementara di Jepang, Akio Morita,
pendiri Sony juga pernah memperhitungkan bom atom ini saat bertugas di penelitian
pengembangan persenjataan Angkatan Laut Jepang (Kaigun), Morita sendiri mengatakan bahwa
Jepang perlu 20 tahun untuk membuatnya.

Heisenberg sendiri pernah membicarakan program pembuatan bom atom dengan Niels Bohr.
Namun pembicaraan mereka tidak pernah tuntas karena Bohr keburu lari ke Amerika Serikat
setelah lolos dari tahanan polisi Jerman. Tanpa basa-basi, Amerika Serikat merekrutnya dalam
Proyek Manhattan.

Disini kemudian muncul spekulasi lainn yang mengatakan bahwa Heisenberg sebenarnya tahu
banyak tentang semua teori atom namun ia sengaja memperlambat dan menggagalkan proyek
nuklir Jerman atas alasan moral. Diam-diam, menteri persenjataan Albert Speer sendiri
mendukung langkahnya ini, yang kemudian berbuah friksi di tubuh Nazi.

Pascaperang

Di akhir perang, Heisenberg ditangkap Sekutu dan ditahan di Inggris selama 6 bulan. Ia
dibebaskan dan kembli ke Jerman saat ia mendirikan kembali Institut Kaiser Wilhelm untuk
Fisika, namun menamainya kembali Institut Max Planck, untuk menghormati kawan dan
koleganya.

Heisenberg memberi kuliah di berbagai negara pasca Perang Dunia II termasuk di Inggris,
Amerika Serikat dan Skotlandia, sebelum akhirnya pindah ke Munich untuk bekerja di Institut
Max Planck untuk Fisika. Pada tahun 1955-1956 Heisenberg memberi kuliah Gifford di St.
Andrews University dan menulis buku Physik und Philosophie.

Pada tahun 1957, Heisenberg bersama Otto Hahn, Max Laue, Carl Friedrich von Weizsacker dan
Max Born merumuskan dan menandatangani protes melawan pengerahan senjata nuklir oleh
Angkatan Bersenjata Jerman dan di seluruh dunia. Rumusan ini dikenal sebagai Gottingen
Declaration of the German Nuclear Physicist.

Ia memegang banyak kedudukan administratif di Jerman Barat dan mewakili negaranya pada
pertempuran internasional. Ia beristirahat pada tahun 1970, dan meninggal pada tahun 1976
meninggalkan istri yang masih berusia 39 dan 7 anak.

Pada bulan Februari 2002, kisah tentang dirinya kembali mencuat setelah seseorang menemukan
surat dai Niels Bohr yang tak terkirim. Surat inilah yang menjadi landasan jurnalis Robert Junk
dalam tulisannya Brighter than a Thousand Suns untuk menggambarkan Heisenberg sebagai
pahlawan. Ia dianggap sebagai pahlawan karena telah berusaha menyesatkan proyek Jerman
sendirian, atas alasan moral.

Yang mendasari dikemukakannya teori atom modern: Teori Niels Bohr sendiri.
Teori Niels Bohr merupakan tenaga pendorong bagi perkembangan "teori kuantum."
Meskipun beberapa gagasannya telah kedaluwarsa, namun jelas secara historis teori-teorinya sudah
membuktikan merupakan titik tolak teori modern tentang atom dan perkembangan berikutnya bidang
mekanika kuantum.
---
Sekilas info:
Kan Niels Bohr hanya meneliti atom hidrogen yang mempunyai 1 elektron saja.. Nah, ternyata Teori
atom Bohr belum mampu menjelaskan atom-atom berelektron banyak.
Spektrum garis hidrogen ternyata terdiri atas garis-garis kecil yang sangat berdekatan. Para ahli
berusaha memecahkan masalah ini.
Pada tahun 1923 Louis de Broglie mengemukakan bahwa semua materi memiliki sifat gelombang dan
setiap partikel yang bergerak memiliki sifat gelombang dengan panjang gelombang tertentu. Elektron
yang bergerak mengelilingi inti, gerakannya seperti sebuah gelombang, keberadaan dalam lintasannya
tidak pasti. Hal ini tidak sesuai dengan yang dikemukakan Bohr yaitu elektron bergerak pada lintasan
tertentu.
Pada tahun 1926 Erwin Schrodinger dan Werner Heisenberg mengemukakan teori bahwa lokasi elektron
dalam atom tidak dapat ditentukan secara pasti, yang dapat ditentukan hanyalah daerah Kemungkinan
keberadaan elektron. Oleh karena keberadaan elektron diperkirakan dengan mekanika kuantum maka
teori ini disebut teori atom mekanika kuantum.
---

BQ: perbedaannya bisa dilihat dari teori/postulat dari teori masing-masing.

A. Inti dari teori Niels Bohr:


1. Lintasan elektron (orbit) adalah stasioner (menetap) dan merupakan gerakan melingkar di sekeliling
inti
2. Orbit mempunyai jari2 tertentu sehingga posisi elektron dapat dipastikan

B. Teori mekanika kuantum


1. Gerakan elektron memiliki sifat gelombang, sehingga lintasannya (orbitnya) "tidak stasioner", tetapi
mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital.
2. Menurut Mekanika Kuantum, dinyatakan bahwa mustahil bagi kita mengetahui posisi sekaligus
momentum dari suatu Elektron ( Asas ketidakpastian Werner Heisenberg ).
Sehingga yg bisa diketahui bukanlah kepastian tetapi hanyalah suatu peluang dimana elektron berada.
Posisi elektron sejauh 0,529 Amstrong dari inti H menurut Bohr bukannya sesuatu yang pasti, tetapi
"kebolehjadian (probabilitas terbesar) merupakan peluang terbesar ditemukannya elektron atau disebut
sebagai Orbital"

Kesimpulan: pada "Orbital" posisi elektron tak dapat dipastikan, sdgkan pada "Orbit" posisi elektron
dapat dipastikan.
Jadi perbedaanya pada Teori Niels Bohr dikenal ORBIT, dan pada Teori Atom Mekanika Kuantum yg
dikenal "hanyalah" ORBITAL.