Anda di halaman 1dari 10

TUGAS KELOMPOK

TEKNIK LABORATORIUM
“PENGAMATAN MIKROSKOPIS”

DosenPengampu :
Dra. Amy Tenzer, M.S.

Disusun Oleh:
Kelompok 3
1.Berthody Perestroiko Dangku/160341606073
2.Destha Ramadanty Prasutri/160341606015
3.Elsa Novia Fitri Dewi/160341606011
4.Khoirotul Ainiyah/160341606076
5.Yuli Eka Setyawati/160341606092

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
2016
1.2 TUJUAN

Mahasiswa diharapkan dapat :

1.mengenal bagian-bagian mikroskop

2. mengenal prinsip kerja mikroskop

3.mengamati benda dengan menggunakan mikroskop cahaya dan mikroskop stereo

1.3 DASAR TEORI

Mikroskop (bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat
untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang mempelajari
benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti
sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata. Kemahiran dan ketelitian dalam menggunakan
mikroskop sangat diperlukan. Hal ini dapat dicapai dengan mengenali baik-baik
bagian-bagiannya, fungsinya, serta cara penggunaan dan perawatannya.
Semakin ahli dalam menggunakan mikroskop maka akan semakin baik pula
hasil pengamatan mikroskopis yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop. Setiap
mikroskop pada dasarnya terdiri atas bagian-bagian optik dan bagian-bagian merkanik.
Bagian mekanik Mikroskop terdiri dari kaki mikroskop,engsel inklinasi,diafragma,meja
objek,penjepit objek,lengan,,revolver,pengatur kasar,pengatur halus,tabung. Alat optik dalam
mikroskop yang digunakan untuk mengamati adalah lensa objektif dan lensa okuler.
Dalam mikroskop baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa
cembung.Lensa objektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan
struktur dan bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir. Ciri penting lensa obyektif
adalah memperbesar bayangan obyek dengan perbesaran beraneka macam sesuai dengan model
dan pabrik pembuatnya, misalnya 10X, 40X, 100X dan mempunyai nilai apertura (NA). Nilai
apertura adalah ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah
spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang
terpisah.Lensa objektif membentuk bayangan nyata yang terbalik dan diperbesar yang kemudian
ditangkap oleh lensa okuler.Lensa Okuler adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung
atas tabung, berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfungsi untuk memperbesar
bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif dan membentuk bayangan maya yang terbalik dan
diperbesar.bayangan inilah yang ditangkap oleh mata.
Mikroskop sederhana atau konvensional yang biasa digunakan umumnya
menggunakan cahaya dari alam atau juga dapat menggunakan cahaya lampu sebagai
sumber cahaya pengganti matahari.Cahaya masuk kemudian dipantulkan dengan suatu
cermin datar ataupun cekung. Cermin datar digunakan bila sumber sinar cukup terang, dan
cermin cekung digunakan bila sumber sinar kurang. cermin inilah yang akan mengarahkan
cahaya dari luar kedalam mikroskop.Cermin dapat lepas dan diganti dengan sumber sinar
dari lampu.kebanyakan benda yang diamati dengan mikroskop harus berukuran kecil atau tipis
sehingga dapat ditembus cahaya .sel merupakan satuan terkecil penyusun tubuh makhluk
hidup.karena berukuran sangat kecil,sel hanya dapat dilihat dengan mikroskop.dua nilai penting
sebuah mikroskop yaitu daya pembesaran dan daya urai atau resolusinya.Pembesaran
mencerminkan berapa berapa kali besar bayangan objek yang terlihat dibandingkan ukuran
sebenarnya.daya urai merupakan jarak minimum dua titik yang dapat dipisahkan dan masih
dapat dibedakan oleh system lensa.
Pada mikroskop elektrik, sudah tidak lagi dipasang cermin, karena sudah ada sumber
cahaya yang terpasang pada bagian bawah (kaki).Salah satu contohnya adalah mikroskop
stereo.Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda
yang berukuran relatif besar.,dapat berupa benda tipis maupun tebal,transparan atau
tidak.Mikroskop stereo mempunyai pembesaran 7 -40 kali. Benda yang diamati dengan
mikroskop ini dapat terlihat secara tiga dimensi. Komponen utama mikroskop stereo hampir
sama dengan mikroskop cahaya. Lensa terdiri atas lensa okuler dan lensa obyektif,dilengkapi
dengan sistem prisma yang menyebabkan bayangan yang terbentuk tidak terbalik. Mikroskop
stereo dilengkapi dengan dua sistem penyinaran yaitu reflected illumination(pengamatan benda
tidak transparan) dan transmitted illumination(pengamatan benda transparan) Ruang ketajaman
lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mikroskop cahaya. Sumber
cahaya berasal dari atas sehingga obyek yang tebal dapat di amati. Perbesaran lensa okuler
biasanya 10 kali, sedangkan lensa obyektif menggunakan perbesaran antara 0,7 hingga 3 kali
sehingga perbesaran total maksimal 30 kali. Pada bagian bawah mikroskop terdapat meja
preparat. Pada daerah dekat lensa obyektif terdapat lampu yang dihubungkan dengan
transfomator. Pengatur fokus obyek terletak disamping tangkai mikroskop sedangkan pengatur
pembesaran terletak diatas fokus.

1.4 ALAT DAN BAHAN


1. Mikroskop cahaya
2. Mikroskop stereo
3. pipet
4. preparat “huruf e”
5. preparat penampang melintang daun Ficus sp
6. kaca benda
7. minyak imersi
8. kertas lensa
9. kapas
10. xilol
11. putik bunga sepatu

1.5 CARA KERJA


1. pengamatan dengan mikroskop cahaya
penampang huruf “e” dengan mikroskop cahaya
1. Di colokkan kabel pada stop kontak
2. Ditekan tombol “on”
3. Revolver diputar sehingga lensa objektif yang terkecil (10x) berada tepat
diatas lubang pada meja objek
4. Diafragma dibuka
5. Cermin digerakkan untuk menangkap cahaya sambil dilihat melalui lensa
okuler
6. Pengatur kasar(makrometer) diputar sehingga jarak antara ujung lensa
objektif dengan meja objek ± 1cm
7. Preparat huruf “e” diletakkan pada meja objek
8. Dijepitkan preparat dengan penjepit objek
9. Diatur hingga benda yang akan diamati berada tepat dibawah lensa objektif
10. Pengatur kasar diputar perlahan-lahan sambil melihat melaui lensa okuler
sampai terlihat bayangan benda dengan jelas
11. Preparat pada meja objek diatur dengan menggerakkan pemutar untuk
menepatkan posisi benda yang diamati
12. Pengamatan diulangi dengan menggunkan lensa objektif dengan perbesaran
40x
13. Revolver diputar sampai lensa yg dikehendaki brda tepat diatas lubang pada
meja objek
14. Pengatur halus (micrometer) diptar utk memperjelas atau memfokuskn
bayangan, jangan sampai terjadi persentuhan antara lensa objektif dan
preparat
15. Digambar bayangan benda yang terlihat
Setelah pengamatan selesai dilakukan:
1. Makrometer diputar sehingga meja objek menjauh dari lensa objektif
2. Preparat dilepas dari meja objek
3. Revolver diputar agar lensa objektif yg terkecil berda tepat diatas lubang
pda meja objek
4. Difragma ditutup
5. Posisi cermin diatur hingga kedua sisinya menghadap ke kiri-kanan

Preparat penampang melintang daun daun ficus sp menggunakan mikroskop cahaya


1. Di colokkan kabel pada stop kontak
2. Ditekan tombol “on”
3. Lensa objektif dijauhkan dari meja benda dg cara menaikkan tabunng
mikroskop
4. Preparat melintang ditetesi minyak imersi
5. Preparat diletakkan pada meja benda kemudian dijepit
6. Revolver diputar sehingga perbesaran objektif 10x
7. Makrometer diputar untuk mendekatkan lensa objektif pada preparat sambil
melihat dari samping, sampai ujung lensa menyentuh minyak
8. Byangan difokuskan dengan mmemutar micrometer bbrepa putran
9. Makrometer diputar kearah menjauh jika bayangan belum tampak sambil
melihat melalui lensa okuler
10. Micrometer diputar dan tepatkan pd fokusnya bila sudah tmpak bayangan
11. Digamar stomata yg terlhat
12. Pengamatan diulangi dengan menggunakan perbeseran lensa objektif 100x
dengan memutar revolver sampai lensa yg dikehendaki menyentuh minyak
emersi
Setelah slesei pngmatan:
1. Makrometer diputa utk menjauhi lensa objektif dr preparat
2. Preparat dilepas dari meja objek
3. Minyak emersi yg masih melekat dibersihkan pd ujung lensa objektif dg
mnggunkan kapas yg tlah dibasai dg xilol
4. Dikeringkn dg kertas lensa
5. Dibersihkan pula minyak emersi yg mlekat pd prepparat
Putik bunga sepatu dengan mikroskop stereo
1. Di colokkan mikroskop pada stop kontak
2. Ditekan tombol “on” pd mikroskop
3. Putik diletakkan pada preparat dan diletakkan pada meja objek
4. Lensa objektif diatur dg perbesaran 2x
5.

1.6 HASIL PENGAMATAN


Terlampir dibagian belakang laporan

1.7 ANALISIS DATA


1. Preparat huruf E
a. Lensa okuler = 10x
Lensa objektif = 10x
Analisis :
-terbalik
-besar bayangan 100 kali
-diperbesar,sehingga pola-pola pada preparat terlihat jelas

b. Lensa okuler =10x


lensa objektif =40x
Analisis :
- terbalik
-besar bayangan 400 kali
-diperbesar,sehingga pola-pola pada preparat terlihat lebih jelas
-preparat huruf E hanya terlihat sebagian

2. preparat penampang melintang daun Ficus sp

a. lensa okuler =10x


lensa objektif = 10x
analisis :
-terbalik
-besar bayangan 100 kali
-diperbesar,sehingga pola-pola pada preparat terlihat jelas seperti jaringan
epidermis,jaringan spons, maupun jaringan palisade

b. lensa okuler =10x


lensa objektif = 100x
analisis :
-terbalik
-besar bayangan 1000 kali
-diperbesar,sehingga pola-pola pada preparat terlihat lebih jelas .sel stomata lebih jelas
untuk diamati

3. Putik bunga sepatu.

a. Perbesaran 2x10

b. perbesaran 4x10

analisis:

- Tidak terbalik
- Diperbesar, sehingga objek lebih jelas diamat

1.8 PEMBAHASAN
1. Preparat huruf “e” dengan perbesaran 10x10 dan 40x10

Ketika dilakukan pengamatan pada preparat huruf “e”terlihat terbalik.Jika preparat


digeser ke arah kanan, bayangan bergeser ke arah kiri dan sebaliknya. Jika preparat di geser ke
belakang, bayangan bergeser ke depan dan sebaliknya. Bayangan yang dihasilkan maya,terbalik
dan diperbesar. Bayangan yang diperoleh dari percobaan tidak sama dengan objek aslinya,
melainkan bayangan yang terbentuk adalah maya, terbalik, diperbesar dari objek aslinya. Hal
tersebut tidak disebabkan bayangan dari cermin melainkan dari lensa okuler yang memiliki sifat
maya, terbalik, dan diperbesar. Bayangan yang terbentuk pada mikroskop cahaya dimulai dari
lensa objektif yang membentuk bayangan nyata,terbalik dan diperbesar yang kemudian
ditangkap oleh lensa okuler.Lensa Okuler adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung
atas tabung, berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfungsi untuk memperbesar
bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif dan membentuk bayangan maya yang terbalik dan
diperbesar.bayangan inilah yang ditangkap oleh mata.
Besar bayangan yang terbentuk pada hasil pengamtan preparat huruf “e” yaitu 100 kali
dan 400 kali.Perbesaran tersebut didapatkan dengan menghitung menggunakan rumus :

Besar bayangan = Lensa objektif x lensa okuler


a. Lensa okuler =10x
Lensa objektif =10x
Besar bayangan = 10x10 =100 kali
b. Lensa okuler =10x
Lensa objektif = 40x
Besar bayangan = 40x10 =400 kali

Pada pengamatan menggunakan mikroskop cahaya bayangan terlihat lebih besar dari
pada objek aslinya,hal ini disebabkan bayangan yang terbentuk yaitu maya,terbalik,dan
diperbesar.Tetapi terdapat perbedaan antara perbesaran 10x10 dengan 40x10.Preparat
yang diperbesar 40x10 pola terlihat lebih jelas dan hanya sebagian yang dapat diamati hal
ini disebabkan karena lebih focus ke satu titik.

2. Preparat penampang melintang daun Ficus sp dengan perbesaran 10x10 dan 100x10

Ketika dilakukan pengamatan preparat penampang melintang daun Ficus sp terbalik.


Bayangan yang diperoleh tidak sama dengan objek aslinya, bayangan yang terbentuk adalah
maya, terbalik, diperbesar dari objek aslinya. Hal tersebut tidak disebabkan bayangan
dari cermin melainkan dari lensa okuler yang memiliki sifat maya, terbalik, dan diperbesar.
Bayangan inilah yang ditangkap oleh mata.
Besar bayangan yang terbentuk pada hasil pengamatan preparat melintang daun Ficus sp
yaitu 100 kali dan 1000 kali.Perbesaran tersebut didapatkan dengan menghitung
menggunakanrumus:

Besar bayangan = Lensa objektif x lensa okuler


c. Lensa okuler =10x
Lensa objektif =10x
Besar bayangan = 10x10 =100 kali
d. Lensa okuler =10x
Lensa objektif = 100x
Besar bayangan = 100x10 =1000 kali

Pada pengamatan menggunakan mikroskop cahaya bayangan terlihat lebih besar dari
pada objek aslinya,hal ini disebabkan bayangan yang terbentuk yaitu maya,terbalik,dan
diperbesar.Tetapi terdapat perbedaan antara perbesaran 10x10 dengan 100x10.Preparat
yang diperbesar 100x10 pola terlihat lebih jelas dan hanya sebagian jaringan yang dapat
diamati seperti stomata.jika menggunakan perbesaran 10x10 semua jaringan bisa terlihat
tetapi tidak detail.
3. preparat Putik bunga sepatu.
Pada pengamatan putik bunga sepatu menggunakan mikroskop stereo
yang mempunyai 2 lensa objektif dan 2 lensa okuler serta dilengkapi dengan
sistem prisma yang menyebabkan bayangan yang terbentuk tidak terbalik.
Semakin besar pembesaran pada mikroskop stereo maka semakin
besar pula objek yang diamati.

1.9 DISKUSI
1. Bagaimanakah sifat bayangan yang dihasilkan oleh mikroskop cahaya?
Uraikan jawaban anda mengenai pembentukan bayangan pada mikroskop.

Lensa objektif membentuk bayangan nyata yang terbalik dan diperbesar yang kemudian
ditangkap oleh lensa okuler.Lensa Okuler adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung
atas tabung, berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfungsi untuk memperbesar
bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif dan membentuk bayangan maya yang terbalik dan
diperbesar.bayangan inilah yang ditangkap oleh mata.
2. Jelaskan perbedaan mikroskop cahaya dan mikroskop stereo
beberapa perbedaan dengan mikroskop cahaya adalah :
1. Ruang ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tnggi dibandingkan dengan mikroskop
cahaya sehingga kita dapat melihat bentuk tga dimensi benda yang diamat.
2. mikroskop stereo Sumber cahaya berasal dari atas sehingga obyek yang tebal dapat di
amat.Mikroskop cahaya hanya dapat mengamat objek tpis dan transparan.
3. mikoskop stereo memiliki perbesaran lensa okuler biasanya 10 kali, sedangkan lensa obyektf
menggunakan system zoom dengan perbesaran antara 0,7 hingga 3 kali sehingga perbesaran
total maksimal 40 kali. Mikroskop cahaya memiliki perbesaran maksimum 1000kli.
4.mikroskop stereo memiliki lensa objektf dan lensa okuler,dilengkapi sistem prisma yang
menyebabkan bayangan yang terbentuk tdak terbalik.pada mikroskop cahaya hanya memiliki
lensa objektf dan lensa okuler.
DAFTAR PUSTAKA
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/tmp/MIKROSKOP.pdf

http://eprints.undip.ac.id/44461/3/BAB_II.pdf