Anda di halaman 1dari 16

BAB III

CARA UJI CBR DI LAPANGAN DENGAN ALAT

DYNAMIC CONE PENETROMETER ( DCP )

I. PELAKSANAAN PRAKTIKUM

Hari / tanggal : Sabtu / 13 Februari 2016

Tempat: Laboratorium Mekanika Tanah UMSU

II. TUJUAN
Cara uji ini merupakan suatu prosedur yang cepat untuk melaksanakan
evaluasi kekuatan tanah dasar dan lapis fondasi jalan, dengan menggunakan
Dynamic Cone Penetrometer ( DCP ). Cara uji ini juga merupakan cara alternative
jika pengujian CBR lapangan tidak bias dilakukan.
Pengujian tersebut memberikan sebuah dari kekuatan lapisan bahan sampai
kedalaman 90 cm dibawah permukaan yang ada dengan tidak melakukan penggalian
sampai kedalaman pada pembacaan yang di inginkan.
Pengujian dilaksanakan dengan mencatat jumlah pukulan (blow) dan
penetrasi dari konus (kerucut logam) yang tertanam pada tanah/lapisan fondasi
karena pengaruh penumbuk kemudian dengan menggunakan grafik dan rumus,
pembacaan penetrometer diubah menjadi pembacaan yang setara dengan nilai CBR
Alat ini digunakan untuk menentukan nilai CBR sub grade (tanah dasar)
suatu system secara cepat dan praktis, biasa dilakukan sebagai pekerjaan quality
control pekerjaan pembuatan jalan.
Spesifikasi
Konus : Baja yang diperkeras,diameter 20 mm,sudut kemiringan 600

Palu Penumbuk : Berat 8 kg, tinggi jatuh 575 mm

Mistar : 100 cm

Batang Penetrasi : Diameter 16 mm

Pengoprasian yang praktis :


Peralatan ini cukup dioperasikan oleh dua operator saja. Tanpa memerlukan
perhitungan khusus, pekerjaan quality control menjadi cepat dan efisien tanpa
mengabaikan ketepatan hasil pengukuran.

Portable

Alat ini didesain khusus agar mudah dibawa kemanapun juga. Rangkaian alat
ini dapat dibongkar pasang dengan mudah dan cepat.

III. ALAT YANG DIGUNAKAN

1. Mistar ukur
2. Batang penetrasi
3. Konus
4. Landasan penumbuk
5. Stang pelurus
6. Palu penumbuk
IV. TEORI DASAR DAN TEORI TAMBAHAN

A. TEORI DASAR

California Bearing ratio (CBR) adalah perbandingan antara beban yang


dibutuhkan untuk penetrasi contoh bahan sebesar 0.1”atau 0.2” dengan beban yang
ditahan batu pecah standar pada penetrasi 0.1” atau 0.2” yang dinyatakan dalam
persen.
Berdasarkan cara mendapatkannya, CBR dapat dibagi menjadi :
1. CBR laboratorium
2. CBR lapangan
3. CBR rencana titik,

B. TEORI TAMBAHAN

Pengujian dengan alat Dynamic Cone Penetrometer (DCP) ini pada dasarnya
sama dengan cone penetrometer (CP) yaitu sama-sama mencari nilai CBR dari suatu
lapisan tanah langsung di lapangan. Hanya saja pada alat Cone Penetrometer
dilengakapi dengan poving ring dan arloji pembacaan, sedangkan pada alat Dynamic
Cone Penetrometer adalah melalui ukuran(satuan) dengan menggunakan mistar.

Percobaan dengan alat cone penetrometer digunakan untuk mengetahui CBR


tanah asli. Sedangkan percobaan alat dengan DCP ini hanya untuk mendapat
kekuatan tanah timbunan pada pembuatan badan jalan, alat ini dipakai pada
pekerjaan tanah karena mudah dipindahkan ke semua titik yang diperlukan tetapi
letak lapisan yang diperiksa tidak sedalam pemeriksaan tanah dengan alat sondir.

Hasil yang diperoleh pada percobaan ini dapat dihubungkan dengan nilai
CBR (perbandingan antara beban penetrasi suatu lapisan tanah atau perkerasan
terhadap beban standart dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi yang sama)

Sumber:

(SNI 1744-2012 Metode uji CBR laboratorium)


V. PROSEDUR PERCOBAAN

1. Meletakkan penetrometer yang telah dirakit di atas permukaan tanah yang akan
diperiksa. Meletakkan alat ini sedemikian rupa sehingga dalam posisi vertical.
Penyimpangan sedikit saja menyebabkan kesalahan pengukuran yang relative
besar.
2. Membaca posisi awal penunjukan mistar ukur (Xo) dalam satuan mm yang
terdekat. Penunjukkan Xo tidak perlu tepat pada angka nol karena nilai Xo ini
akan diperhitungkan pada nilai penetrasi.
3. Mengangkat palu penumbuk sampai menyentuh pemegang palu lepaskan
sehingga menumbuk landasan penumbuknya. Tumbukan ini menyebabkan konus
menembus tanah/lapisan sirtu di bawahnya.
4. Membaca posisi penunjuk mistar ukur ( ) setelah terjadi penetrasi.

Memasukkan nilai ini pada blangko data kolom ke-2 (pembacaan mistar cm)

dan rubah menjadi mm pada kolom 3. Bacaan baris berikutnya pada kolom 2
merupakan nilai kumulatif.
5. Menghitung selisih pembacaan mistar pada kolom 3, kemudian hasilnya diisikan

pada kolom 4( - ).
6. Menghitung nilai CBR tiap pukulan
DCP konus600 : CBR = 2.8135 – 1.313 (mm/tumbukan)

DCP konus 300 : CBR = 1.352 – 1.125 (cm/tumbukan)


7. Menghitung nilai CBR titik pengamatan dengan menggunakan persamaan

=
Dimana
= tebal tiap lapisan tanah ke n
100 = tebal total lapisan tanah (cm)
= nilai CBR pada lapisan ke n 100 cm
CBR h1

CBR h2

CBR h3
VI. GAMBAR ALAT DAN
FUNGSI

Batang Pemegang

Landasan Penumbuk

Palu Penumbuk
Penahan Palu penumbuk

Batang dan Konus 60°

VII. ANALISA DATA


Mencari nilai nelisi penetrasi selisih penetrasi = komulatif angka DCP (W2) –
Komulatif (W1)
1. 45 – 0 = 45 mm
2. 84 – 45 = 39 mm
3. 126 – 84 = 42 mm
4. 164 – 126 = 38 mm
5. 197 – 164 = 33 mm
6. 232 – 197 = 35 mm
7. 265– 232 = 33 mm
8. 310 – 265 = 45 mm
9. 362– 310 = 52 mm
10. 380 – 362 = 18 mm
11. 390 – 380 = 10 mm
12. 393 – 390 = 3 mm
13. 400 – 393 = 7 mm
14. 408 – 400 = 8 mm
15. 413 – 408 = 5 mm
16. 423 – 413 = 10 mm
17. 428 – 423 = 5 mm
18. 435 – 428 = 7 mm
19. 437 – 435 = 2 mm
20. 440 – 437 = 3 mm

B Mencari Nilai CBR

1. CBR = = 4,394 %

2. CBR = = 5,302 %

3. CBR = = 4,810 %

4. CBR = = 5,486 %

5. CBR = = 6,602 %

6. CBR = = 6,112 %

7. CBR = = 6,602 %
8. C CBR = = 4.394 %

9. BR = = 3,634 %

10. CBR = = 14,632 %

11. CBR = = 31,659 %

12. CBR = = 153,829 %

13. CBR = = 50,569 %

14. CBR = = 42,436 %

15. CBR = = 78,659 %

16. C CBR = = 31,659 %

17. BR = = 78,659 %

18. CBR = = 50,569 %

19. CBR = = 261,968 %

20. CBR = = 153,829 %

C Mencari Nilai
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.
15.

16.

17.

18.

19.

20.

D. Mencari Nilai CBR Titik Pengamatan

= (1,873)3

= 6,55 cm
CBR Segmen Metodo Grafis

GBR = 9,05 3,73 2,5 20,65

6,55 7,951 7,60 2,96

9,08

2,50 9 9/9 X 100 % = 100

2,96 8 9/9 X 100 % = 88,88

3,08 7 7/ 9 X 100 % = 77,77

3,73 6 6/9 X 100 % = 6 6,66

6,55 5 5/9 X 100 % = 55,55

7,60 4 4/9 X 100 % = 44,44

7,951 3 3/9 X 100 % = 33,33

9,05 2 2/9 X 100 % = 22,22

20,65 1 1/ 9 X 100 % = 11,11

CBR Segmen Metode Analisis

CBR Segmen = CBR Rata-Rata ( CBR max – CBR min )


R
CBR Rata-Rata = 9,05 + 3,73 + 2,5 + 20,65 + 6,55 + 7,951 + 7,60 + 2,96 + 9,08
9
= 70,071 = 7,78
9
CBR Rata-Rata = CBR Rata - Rata ( CBR max – CBR min )
R
= 7,78 - ( 20,65 – 2,50 ) =1,89
3,08
VIII. KESIMPULAN DAN SARAN
a. Kesimpulan
1. Dari hasil percobaan yang dilakukan dengan menggunakan alat DCP
(Dinamic Cone Penetrometer), maka diperoleh nilai CBR titik 1,873 %
pada kedalaman 420mm – 680mm.
2. Dalam percobaan ini kondisi tanah dalam keadaan cukup baik, tidak
terlalu keras dan tidak terlalu lembek.
3. Nilai total yang selisih penetrasi 681 dan ( H*CBR)1/3 yaitu 73,147.

b. Saran

1. Dalam melakukan pengukuran penetrasi diusahakan dengan teliti guna


memperoleh nilai penetrasi yang benarbenar akurat.
2. Usahakan daerah yang akan diuji bukanlah daerah tanah berbatu.
3. Kepada Prodi Teknik Sipil mohon untuk memperbanyak alat praktikum
agar praktikan tidak membutuhkan waktu lama untuk mengantri.